REMAKE NOVEL : HEY, BAD BOY JE T'AIME! (JJEA MAYANG)

Hey, Bad Boy Je t'aime! (REMAKE)

-LittlePyeong2-

CHANBAEK

BYUN BAEKHYUN

PARK CHANYEOL

AND

MEMBER EXO + Other Cast

NOTE : FF INI REMAKE DARI SALAH SATU NOVEL MILIK KAK JJEA MAYANG ALUR CERITANYA SAMA. NAMUN, CAST DALAM CERITANYA DIGANTI. BTW... Me juga mengubah sedikit kata-kata yang diperlukan.

.

.

Attetion, Please!

I hope you read A/N too

.

.

Warning!

GENDERSWITCH

SORRY FOR TYPO

.

.

.

Chapter 2 : "I'm Promose, I'll Forget You..."

Melupakan itu mudah...

Asal hati tak masih mengharapkannya

Karna melepaskan akan terasa begitu berat,

Di saat kau masih terus memikirkannya

Frustasi!

Ketika seseorang masih menyimpan sesuatu di masa lalu dan dengan seketika masa lalu itu kembali ke masa depannya sekarang, tentu rasanya tak akan biasa-biasa saja. Ada sebuah perasaan kecil kembali menyeruak dengan aneh. Yah, seperti itulah yang kini sedang dirasakan gadis dengan bulu mata lentik itu.

"Pe-pernah bertemu?" Baekhyun memalingkan wajahnya ke berbagai arah, berusaha menyembunyikan wajahnya.

Chanyeol hanya diam. Kedua mata pria itu kemudian memicing dan semakin mendekat ke arah Baekhyun yang tampak kalang kabut dengan wajah merah padam. Aneh! Baekhyun merasakan ada yang tak beres di seluruh organ dalamnya, terutama hatinya. Tidak... ! Ia tak boleh seperti ini.

"Cih! Dasar pria! Dengan menggunakan modus kalimat 'seakan pernah saling bertemu' kau bermaksud untuk mengajakku untuk mengobrol, bukan? Lalu, kau ingin kita saling berkenalan, bertukar nomor ponsel, mendekatiku dengan semua kalimat perhatian yang pada dasarnya omong kosong, lalu terakhir dengan mengajakku kencan. Bukankah begitu?" Baekhyun tersenyum saat mengucapkan kalimat per kalimat yang nyaris membuatnya tersedak sendiri. Ini kali pertamanya ia dapat berbicara selantang ini di depan Chanyeol. Ia tak tahu harus bagaimana sekarang. Setidaknya, ia harus bersikap biasa agar tak ada yang curiga, bukan?

"Mwo?" Chanyeol hanya menyuarakan hal itu dengan ekspresi yang nyaris sama ketika Baekhyun mengucapkan cinta kepadanya waktu itu.

"Oh Tuhan!"

Baekhyun merasakan tubuhnya kembali memanas dalam cuaca cukup dingin sekarang ini. Wajah pria di hadapannya ini benar-benar tak berubah. Tampan ! Ini salah satu yang membuat Baekhyun tak bisa menepis pesona Chanyeol dengan mudah. Sungguh, ia tak ingin kembali jatuh cintadan masuk ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.

"Sudahlah, aku tahu modus-modus pria sepertimu. Jika bukan modus 'salah sambung' berarti menggunakan 'seakan pernah bertemu'. Oh baiklah, apakah para pria sudah tak punya alasan lain lagi untuk berkenalan dengan seorang gadis tanpa modus seperti itu? Bukankah bisa dengan langsung meengucapkan kata ingin berkenalan lebih dalam tanpa harus berbasa-basi lebih dulu?"

Yeah..., Baekhyun sangat tahu jika sekarang ia menjadi tontonan banyak orang di sekolah ini. Kalimat yang ia lontarkan seakan membuat decak kagum beberapa orang, termasuk tiga temannya yang menganga lebar menatapnya.

"Mwo? Yak! Kau percaya diri sekali Sunbae. Kau fikir aku—"

"Sssttss! Sudahlah, kau tak perlu menjelaskan apapun lagi adik kelasku. Aku mengerti bagaimana perasaanmu kepadaku. Tetapi, maaf sebelumnya, ada baiknya baiknya kau belajar lebih giat lagi. Aku rasa, sekarang waktunya yang tepat untuk kita bersama-sama belajar dan memikirkan masa depan."

Semua orang melongo mendengar kalimat Baekhyun. Tunggu! Belajar? Memikirkan masa depan? Bahkan, selama ini Baekhyun sendiri tak pernah melakukan itu. Belajar bagaimana? Tidur saat pelajarannyalah yang ia lakukan selama ini.

"Ah sudahlah, ini membuang waktuku saja. Aku ada urusan, aku pergi dulu ya Adik kelasku. Semoga kau senang berada di sekolah ini. Dan, aku harap, kita dapat bertemu lagi dan membangun hubungan baik antar senior dan junior di sekolah ini."

"Tidak! Maksudku..., aku berharap tak bertemu lagi denganmu! Membangun hubungan baik? Hahaha...! Semoga Tuhan tak mendengar semua ucapanku barusan!"

Baekhyun tersenyum lebar tanpa hati sedikit pun. Jika saja semua orang tahu betapa bergetarnya tubuhnya sekarang, pastilah ia akan ditertawakan. Seakan tak ingin berlama-lam lagi, Baekhyun dengan cepat kembali berbalik dan ingin melesat ke kamar mandi atau kemana saja agar ia dapat menyalurkan rasa yang membuncahkan tak karuan di dalam sanubarinya. Tetapi...

"Byun-Baek-Hyun!"

DEG!

Terdengar suara Chanyeol yang sontak membuat langkahnya lagi-lagi terhenti. Namun, kali sedikit berbeda. Jantung Baekhyun seakan melesak ingin keluar. Wajah Baekhyun memucat. Chanyeol memantau namanya? Kenapa semua rasa yang ada di dunua ini kini seakan berkumpul di dalam dadanya? Ini kedua kalinya ia mendengar bibir Chanyeol mengucapkan namanya. Pertama, saat insiden penolakan itu, lalu kedua adalah saat ini. Entahlah, Baekhyun merasa kedua matanya seakan berair.

Dengan cepat kepala Baekhyun menoleh dan menatap Chanyeol yang tersenyum miring seperti biasa. Tidak! Baekhyun tak ingin jatuh cinta lagi kepada pria ini. Namun, apa? Hatinya tak bisa berbohong Park Chanyeol. Nama yang benar-benar tak bisa Baekhyun lupakan, bahkan sampai saat ini.

Jari kemari Baekhyun bertaut. Ingin sekali rasanya ia bersikap biasa-biasa saja seperti tadi. Tapi, nyatanya kali ini sulit. Mulutnya lebih memilih bungkam.

"Benar! Byun Baekhyun. Sunbae, bukankah kita memang pernah bertemu sebelumnya? Apa kau lupa?" Chanyeol mulai tersenyum antusias dengan mengerikannya., membuat semua orang di sini mengerucutkan keningnya bingung. Terutama, beberapa gadis yang menatap Baekhyun dengan tatapan tak suka.

"Ak-aku tidak ingat" balas Baekhyun seadanya. Ia sangat berharap Tuhan secara tiba-tiba membuat Chanyeol amnesia atau mengubah wajahnya agar terlihat lain dari waktunya.

"Ah..., mana mungkin kau melupakannya Sunbae. Apa perlu aku ingatkan? Dulu saat di menengah pertama, kita juga satu sekolah. Kau ingat di belakang perpustakan? Waktu itu kau pernah mengejarku sampai kehabisan nafas hanya untuk memberikanku sebotol air mineral? Tapi, kau terjatuh. Lalu, kau kembali mengejarku."

"Oh my God! Adakah benda yang bisa menyumpal mulut pria ini?" bisik Baekhyun dalam hati sambil menatap sekelilingnya yang mulai tampak menahan tawa mendengar ucapan Chanyeol. Apakah benar primadona mereka melakukan itu?

"Pada saat itu, aku berpikir kau mungkin pasti sangat merasa malu kepadaku karna jatuh tersungkur dan kembali mengejarku dengan berteriak-teriak namaku begitu antusias. Kau seperti tengah mengejar idolamu."

"Bisakah aku meminjam tongkat sihir Harry Potter, lalu menyihir bibir pria ini menjadi bibir ikan? Oh my God!"

Baekhyun kembali bergumam seraya menatap Chanyeol yang seakan dengan tampang polosnya berceloteh dengan riang akan hal yang memalukan seperti itu. Apalagi jika...

"Ah..., dulu kau bahkan menyukaiku. Kau pernah dengan bodohnya berkata jika kau menyukaiku! Kau ingat! Pada saat itu, kau memelas kepadaku agar aku menjadi kekasihmu."

Benar saja, perkataan Chanyeol kali ini sontak membuat seluruh penghuni sekolah ni terbelalak kaget! Baekhyun pernah mengatakan cinta kepada Chanyeol?

"Namun, kau ditolak. Kau bahkan sama sekali bukan tipe gadis idealku. Dan, tadi..., kau mengatakan aku ingin berkencan denganmu? Sunbae, bukankah itu malah terdengar seperti sebuah lelucon? Hahaha..."

SKAK MAT!

Apa yang sedari tadi Baekhyun takuti, kini terbongkarlah semua. Dengan tanpa dosa, Chanyeol mengucapkan itu diiringi tawa khasnya. Mengatakan cinta, lalu ditolak? Oh baiklah, itu hal yang sangat memalukan. Dan, sekarang, seluruh penjuru sekolah ini menatapnya dengan ekspresi seakan tak percaya. Seorang Byun Baekhyun ditolak? Baekhyun merasa harga dirinya kini seakan jatuh ke lubang yang paling dalam Chanyeol! Pria itu kembali mempermalukannya.

Selama ini, Baekhyun dikenal sebagai gadis yang sangat sulit ditaklukan. Ia salah satu gadis di sekolah ini yang susah untuk didekati, sulit untuk jatuh cinta. Entah sudah berapa banyak pria yang ia tolak dengan alasan tak suka. Ia menjadi gadis yang membuat banyak orang mati penasaran. Namun, sayang, kini semua itu lenyap hanya karna kalimat yang dilontarkan oleh bocah berumur di bawahnya itu. Bukankah Chanyeol seharusnya tak perlu mengatakan soal perasaan dan penolakan itu kepada semua orang? Baekhyun benar-benar merasa terpojok. Ia malu! Entah bagaimana mukanya setelah ini ketika bertemu dengan teman-temannya.

Sejujurnya, Baekhyun bukanlah gadis yang dapat dengan mudah menunjukkan kepercayaan dirinya kepada orang lain. Pada dasarnya, ia adalah gadis pemalu! Selama ini, ia berusaha keras membangun rasa percaya, mempunyai banyak teman, dan populer di kalangan sekolah. Sekalipun, itu sulit.

"Aku tak menyangka dapat menjadi adik kelasmu lagi. Sesuai harapanmu tadi, semoga kita dapat membangun hubungan baik antara senior dan junior di sekolah ini. Dan ah..." Chanyeol sedikit mendekat ke arah Baekhyun, tersenyum miring. Lalu sedikit menjongkok untuk menatap wajah Baekhyun dalam jarak dekat.

"Aku harap, kau tak mempunyai dendam apapun kepadaku hanya karna pernyataan cintamu pada waktu itu kutolak. Aku ingat, setelah kejadian itu, kau menangis, bukan? Ah, apa sebegitu besarnya kau menyukaiku Sunbae?

Baekhyun tak menjawab. Tubuhnya bergetar.

"Apa kau benar-benar lupa? Pada saat itu kau mengatakan jika akulah cinta pertamamu. Hahaha..., aku benar-benar tak menyangka dapat bertemu kembali denganmu Byun Sunbae. Kau tak berubah. Kau selalu memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat diri. Dulu, kau pasti sangat yakin jika aku akan menerima cintamu, bukan? Namun sayang, kau tak termasuk tipe gadisku."

Kepala Baekhyun semakin tertunduk. Sungguh, ia ingin menghilang dan menangis sekarang. Chanyeol seakan buta! Ia benar-benar tak tahu akan perubahan yang terjadi pada gadis di hadapakan itu. Chanyeol tak sadar jChanyeol tak sadar jika ia telah melukai Baekhyun lagi untuk kesekian kalinya. Semua orang mengulum senyum menatap Baekhyun dan Chanyeol, seakan mereka tengah menonton panggung komedi yang mempertunjukkan lelucon yang sama sekali tidak lucu bagi seorang Byun Baekhyun. Ini aib bagi Baekhyun! Dan, ia sudah amat sangat malu. Namun, kenapa semua orang disini menertawakannya? Apa hal itu lucu?

"Dan, sekarang, kau juga dengan percaya diri mengatakan jika aku ingin mendekatimu. Bukankah tak terbalik Sunbae? Hahaha. Apa kau masih tak ingat? Dulu, kau yang-"

"Aku ingat! Aku sangat ingat,"sela Baekhyun seraya mendongak, membalas tatapan Chanyeol yang sedari tadi ia hindari. Entah dari mana ia mendapatkan keberaniannya seperti ini.

"Lalu, mengapa jika aku dulu menyukaimu? Lalu, mengapa jika dulu aku ditolak olehmu? Bodoh? Kau pikir hal itu bodoh?"pekik Baekhyun seraya membulirkan air mata. Sontak saja, itu membuat semua orang yang ada di sini kontan terdiam, termasuk Chanyeol.

"Lucu? Apa yang kau tertawakan? Kau pikir aku badut? Kau pikir ketika aku mengatakan cinta kepadamu itu adalah hal yang benar-benar lucu? Aku bahkan harus menahan malu, melawan rasa gugup dan takutku ketika aku mengatakannya. Lalu, kau pikir itu lucu? Rasanya aku bahkan ingin mati saja setelah mengatakannya kepadamu. Apa kau pikir aku baik-baik saja setelah penolakanmu? Aku bahkan tak ingin masuk ke sekolah setelah kejadian itu. Aku malu! Aku sakit!"

"Benarkah?"tampak Chanyeol melipat kedua tangannya di depan dada dengan raut santai, tanpa rasa bersalah sama sekali. Yah, seperti inilah dirinya. Chanyeol memang dikenal sebagai pria yang tak memiliki hati.

"Aku harus mengumpulkan kepercayaan diri lagi setelah itu, mengumpulkan sisa-sisa keberanian yang kupunyai untuk menghadapi semuanya. Kau sama sekali tak akan mengerti perasaan seorang gadis yang pernah ditolak oleh cinta pertamanya. Menyedihkan! Sama halnya ketika kau berdiri, lalu seseorang menendangmu kembali terjatuh, tersungkur ke tanah sampai kau lupa bagaimana caranya untuk berdiri seperti semula," Baekhyun berjalan mendekat ke arah Chanyeol. Kilat matanya tampak begitu lemah.

"Memendam perasaan bukanlah hal yang mudah. Itu sulit! Tetapi, melupakan sesuatu jauh lebih sulit. Kau pikir bagaimana caraku melupakan semua itu? Tak hanya perasaan hatiku yang harus kuhapuskan, tapi juga sebagian memori yang ada di dalam otakku. Mereka tak bisa kulihat, bagaimana caraku untuk menghapusnya? Lalu, kau dengan mudahnya tertawa dan menganggap apa yang kukatakan sama sekali bukanlah hal yang serius! Kau pikir hal itu tak menyakitiku?"

"Lantas..., apa kau pikir aku peduli, Sunbae?"Chanyeol membalas tatapan Baekhyun dengan rasa tak bersalah sama sekali. Chanyeol berdecak pinggang, membuat beberapa orang tak percaya dengan respons santai yang ia berikan ini.

"Jika aku harus memikirkan bagaimana perasaan seorang gadis yang telah ku tolak, maka bagaimana otakku dapat menampungnya? Ada banyak yang menyukaiku. Lalu, apa aku harus memperdulikan semuanya? Atau, kau ingin aku menerima semua pernyataan cinta itu agar aku tak membuat banyak gadis tersakiti karna sebuah penolakan?"Chanyeol tersenyum sinis.

"Lagipula, untuk apa aku peduli terhadap perasaanmu dan mereka? Kalian sakit hati? Cah..., bukankah rasa sakit itu kalian yang menciptakannya sendiri? Jika tak ingin sakit, lalu kenapa menyukaiku? Aku bahkan tak pernah meminta untuk disukai. Dan, seharusnya, kalau kalian mempunyai cermin, pastilah kalian tahu alasan mengapa aku menolak."

"Mwo?"

"Aku benar, bukan? Tak perlu terlalu naif, Sunbae, apa kau sendiri pernah memikirkan perasaan pria yang kau tolak selama ini? Tidak, bukan? Yah, katakan saja seperti hukum alam. Manusia terkadang sering, bahkan selalu memikirkan perasaannya sendiri dan hanya memperhatikan orang yang disuka, tanpa memikirkan seseorang yang menyukainya. Seperti itulah aku Sunbae. Yah, anggap saja perasaan cinta seperti itu hanyalah perasaan yang-"

"Aku berjanji, aku tidak akan menyukaimu lagi walaupun hanya sedikit,"potong Baekhyun dengan rahang mengeras, menahan sakit masa lalu itu kini kembali merobek dan terasa pedih.

"Aku akui, aku memang jatuh cinta kepadamu. Tetapi, itu dulu. Sekarang, aku bahkan sudah melupakanmu. Melupakan kenyataan jika dulu aku sempat tergila-gila pada pria sepertimu. Aku tidak akan pernah mengingat lagi bahwa aku menyukaimu. Aku akan mencoret namamu sebagai orang yang pernah kusukai! Aku membencimu! Aku sangat membencimu!"Baekhyun sontak berbalik dan berlari dari tempat ini dengan cepat. Tetesan bening itu kembali terjatuh! Baekhyun benar-benar mengumpat. Mengapa ia harus menitikan air matanya untuk pria yang sama sekali tak memperdulikan perasaannya?

Baekhyun sangat tahu, jika kini ada beratus pasang mata yang menatapnya dengan ekspresi bermacam-macam. Baekhyun sangat tak ingin memperdulikan itu lebih dulu. Tanpa melihat lagi, ia berlari menerobos orang-orang ini. Rasa malu ini membuatnya benar-benar hancur. Tidak! Tak hanya rasa malau itu. Tetapi, juga perkataan yang untuk kedua kalinya ia dengar menyakitkan dari orang yang sama.

Chanyeol benar-benar tak mengerti sama sekali! Baekhyun adalah seorang gadis yang pada dasarnya lebih suka memendam apa yang ia rasakan ketimbang mengungkapkannya. Ada banyak wanita di dunia ini yang lebih memilih memendam perasaan cintanya seumur hidup. Tetapi Baekhyun? Ia mengatakannya! Suatu keberanian yang sangat tak main-main dan tak patut untuk diremehkan.

"Baekhyun...!"pekik Zi Tao, Kyungsoo, dan Luhan seraya menyusul Baekhyun dengan cepat. Semua orang kini beralih menatap Chanyeol. Pria itu tetap menunjukkan ekspresi biasa, seakan tak terjadi apa pun, seakan ia tak sadar telah membuat seseorang mendapat malu dan menangis sesunggukan. Pria itu dengan tanpa dosa kembali berbalik ke lapangan dan mulai kembali bermain. Benar, seperti apa yang ia lakukan terhadap gadis lainnya. Terlalu sombong!

"Ayo..., kita bermain lagi!"

.

.

.

Bandara serasa tak pernah sepi! Tempat ini selalu ramai oleh jejak langkah beberapa orang yang berlalu lalang. Satu pengumuman terdengar dengan cukup jelas, memberitahukan adanya satu pesawat yang telah landing beberapa menit lalu dari salah satu penerbangan yang berada di Negeri Paman Sam.

Terlihat, beberapa orang mulai bejajar, mengangkat papan nama dari masing-masing orang yang telah mereka tunggu sejak tadi. Termasuk, papan nama besar bertuliskan huruf hangul 'Tuan Muda Park Kyuhyun' yang dipegang oleh beberapa pria bertubuh besar dengan jas hitam lengkap.

Untuk beberapa menit, belum ada satu orang pun yang mengakui dirinya sebagai pemilik nama 'Park Kyuhyun'itu di sini. Sampai seketika, seorang pria dengan kacamata hitam dan setelan kemeja putih berbalut jas hitam mahal melambaikan tangan, menampilkan senyuman mematikan yang membuat beberapa gadis sontak menoleh ke arahnya dengan decakan kagum. Tampan! Untuk ukuran pria berkewarganegaraan Korea Selatan, ketampanan pria ini benar-benar dapat disejajarkan dengan aktor atau model ternama. Dengan lekuk tubuh proposional, bentuk rahang sempurna, serta kedua mata sipit setajam elang, membuat pria bermarga Park ini acap kali menjadi sorotan khalayak ramai.

Yah, seperti sekarang. Ia berjalan bak seorang pangeran kerajaan yang mendapatkan ratusan kekaguman dari alam sekitar. Wanita mana yang tak akan menoleh kepadanya? Tampan, manis, dan terlihat memiliki kehidupan yang tak biasa-biasa. Hanya dari merek setelan jas ia pakai atau dari jenis sepatu yang ia kenakan, semua orang sudah bisa menduga jika pria ini berasal dari keluarga kaya raya. Sungguh, sosok yang mendekati sempurna, bukan? Layaknya tipe-tipe pria idaman seluruh wanita di dunia ini.

"Selamat datang kembali di Korea, Tuan muda Park Kyuhyun."

Jajaran pria bertubuh besar itu sentak membungkuk. Satu diantaranya kemudian mengambil alih dorongan tas yang masih dipegang erat oleh pria itu.

"Thank you... thankyou. Huhhh..., tidak menyangka jika sudah hampir enam tahun aku tidak menginjakan kakiku di negara ini. Ck! Apa aku harus langsung pulang?"

"Iya, Tuan Muda. Ayah Tuan telah memerintahkan Tuan untuk segera pulang apapun yang terjadi."

Kyuhyun mendelik mendengarnya. Langsung pulang? Apakah ayahnya takut ia hilang, diculik, atau bagaimana? Kyuhyun merasa sudah cukup umur, bahkan kelebihan umur untuk terus dikhawatirkan layaknya anak berumur 5 tahun. Lihat saja, untuk menjemput dan mengawasinya di bandara saja, ayahnya harus mengirimkan puluhan bodyguard.

Usia 23 tahun! Menurut Kyuhyun, angka itu sudah cukup untuk tak dikhawatirkan lagi. Ia tahu jalan pulang. Ia juga masih hafal letak rumahnya. Lalu, kenapa harus langsung pulang dengan banyak orang bertubuh besar ini?

Come on, peraturan itu sudah seharusnya dibakar. Mengingat, itu sudah berlangsung sejak Kyuhyun masih kecil. Tidak mungkin bukan, jika alasan ayahnya merindukannya, hingga Kyuhyun harus segera pulang ke rumah? Itu sedikit menggelikan! Kyuhyun sebenarnya sangat ingin berkeliling lebih dulu, melampiaskan rasa rindu akan tanah kelahirannya. Jika langsung pulang, Kyuhyun yakin jika kehidupannya akan terpasung oleh ceramah siang-malam dari sang ayah.

"Ash! Baiklah, di mana mobil jemputannya?" Kyuhyun berdecak kesal. Pria itu dengan malas melangkahkan kaki ke arah yang telah ditunjukkan para bodyguard-nya. Tampak, salah satu mobil Lamborghini terparkir dengan indahnya tepat di depan pintu keluar bandara. Begitu mewah! Bahkan fasilitas yang tercipta di salah satu mobil kelas dunia itu benar-benar lengkap.

"Silahkan, Tuan." Satu orang membungkuk seraya membukakan pintu belakang mobil mewah itu. Baiklah, dalam dunia bisnis, siapa yang tak mengenal anak dari presiden direktur salah satu perusahaan terbesar di Asia ini? Tidak ada! Nama Park Kyuhyun, bahkan acap kali disebut-sebut dimajalah ataupun koran-koran negara ini.

Baru saja Kyuhyun hendak melangkahkan kakinya masuk lebih dulu, sesuatu sontak menghentikan gerakannya. Seorang wanita! Well, tak akan ada godaan terberat yang dialami seorang Park Kyuhyun, kecuali wanita bertubuh seksi dan cantik. Playboy! Dia benar-benar terkenal sebagai pria yang memiliki ratusan mantan dan juga kekasih. Menurut Kyuhyun, ia tercipta seperti itu bukanlah salahnya. Ini salah Tuhan. Entah kenapa Tuhan harus memberikannya wajah setampan itu, hingga banyak wanita dengan mudah menyukainya. Siapa pun yang menyatakan cinta kepadanya, Kyuhyun pasti akan menerimanya. Jadi, Kyuhyun merasa menjadi seorang playboy bukanlah salahnya.

"Hey...," Kyuhyun mengeluarkan kembali satu kakinya dari dalam mobil itu, lalu berjalan menghampiri seorang gadis yang kini berdiri dengan rok pendek tak jauh dari hadapannya. Seluruh bodyguard pria bermarga Park itu saling menatap, dan menghela nafas panjang. Sang tuan muda kini mulai kembali beraksi seperti biasa.

"Kau sedang menunggu jemputanmu, Nona?" Kyuhyun membuka kacamata hitamnya, tersenyum semanis mungkin yang memang menjadi pesona andalannya selama ini. Dan, benar saja, wanita itu sontak tersipu malu.

"Bukan jemputan. Aku sedang menunggu taksi."

"Taksi? Ya Tuhan, dunia ini benar-benar tidak adil," Kyuhyun tampak menunjukkan raut prihatin, membuat wanita itu mengangkat kedua alisnya.

"Ti-tidak adil?"

"Nde! Mana mungkin dunia ini sangat tega membiarkan gadis dengan kedua kaki jenjang yang indah sepertimu menggunakan taksi? Oh ayolah, kau lebih pantas menaiki mobil mewah keluaran terbaru atau kereta kencana yang dinaiki para bidadari."

"Ah..., kau bisa saja."

"Nona, aku sedang tidak menggodamu. Aku benar-benar sedang prihatin terhadap dunia ini. Ummm..., bagaimana aku tega membiarkan wanita secantikmu harus menunggu sebuah taksi. Bagaimana jika aku mengantarmu pulang?"

"Mwo?"

"Anggap saja ini sebagai bentuk terima kasihku kepada Tuhan yang telah menurunkan satu malaikat tanpa sayapnya ke dunia ini. Bagaimana? Kau tak ingin aku merasa berdosa, bukan?"

"Ahh..., kau benar-benar membuatku malu. Kalau begitu, jika tidak keberatan aku-"

"Tentu saja tidak keberatan. Bahkana, mobil ini dapat menampung puluhan orang bertubuh besar. Jadi tak perlu khawatir keberatan."

"Mwo?"

"Cepat masuklah...," Kyuhyun menyeringai. Dengan berpaling ke arah satu bodyguard-nya itu, Kyuhyun sentak menengadahkan tangannya meminta kunci.

"Tapi Tuan Muda, Tuan sudah ditunggu ol-"

"Katakan saja kepada ayahku jika tiba-tiba saja aku kejang-kejang dan harus dibawa ke rumah sakit secepatnya."

"Mwo? Tapi Tuan-"

"Itu mengapa hidupmu sampai sekarang hanya menjadi bodyguard dan tak sukses sama sekali. Kau selalu hidup dengan menggunakan banyak kata 'tapi'. Memprihatikan!" Kyuhyun sontak menyambar kunci mobil itu dan segera menghidupkan mesin mobil, lalu melesat pergi dari tempat ini. Seluruh bodyguard kembali saling menatap. Bagaimana jika sang bos besar mengetahuinya? Park Kyuhyun tak berubah! Pria itu selalu berhasil kabur dengan caranya.

"Lalu, dimana letak apartemenmu, Nona Song Hye Won? Jujur saja, aku tak terlalu ingat jalur yang ada di sini."

"Kau tak ingat?"

"Nde. Kau tau kenapa?"

"Kenapa? Apa karna kau terlalu lama berada di luar negeri?"

"Tidak, bukan itu. Tapi, karna otakku sekarang hanya berputar-putar di hatimu saja. Untuk itulah, aku bahkan tidak ingat jalan lain lagi sekarang."

"Ah, Kyuhyun-ssi kau benar-benar sangat manis."

Kyuhyun terkekeh saat mendapati wanita di sampingnya itu tertunduk malu berkat olahan katanya yang ia dapat dari mesin pencari internet selama ini.

"Hye Won-ssi, kau tau berapa nomor sepatuku ini?"

"Mwo? Ak-aku tidak tahu."

"Tidak tahu? Umm..., lalu apa kau tau nomor flat mobilku ini?"

"Huh? Ah, ak-aku tidak tahu."

"Kalau begitu, kau pasti tahu nomor ponsel-mu sendiri, bukan?"

"Mwo?"

"Cepat berikan kepadaku agar kelak saat aku menceritakan kepada teman-temanku jika aku telah bertemu bidadari dan mereka tidak percaya, maka aku akan meneleponmu sebagai bukti. Bagaimana?"

"Kyuhyun-ssi...," wanita itu kembali tersipu. Demi tuhan, Kyuhyun seakan begitu andal memainkan perkataannya. Dengan mudah, wanita bernama Hye Won itu mencatat nomornya di sebuah kertas.

"Sungguh, aku sangat berterima kasih karna telah memberikanku nomor ponsel-mu ini, Hye Won-ssi. Bertemu denganmu benar-benar sebuah keberuntungan yang sangat luar biasa. Aku bahkan merasa tengah bermimpi. Tidak! Katakan kepadaku, jika ini bukanlah mimpi. Aku sedang tak bermimpi, bukan?"

"Kyuhyun-ssi, kau benar-benar membuatku malu. Te-tentu saja kau sedang tak bermimpi!"

"Benarkah? Benarkah ini nyata? Tapi, aku masih tidak percaya. Bisakah kau membuktikan jika semua ini memang bukanlah mimpi?"

"Eh? Bagaimana caranya Kyuhyun-ssi?"

"Cium pipiku ini. Jika terasa, berarti aku memang tidak bermimpi!"

"Mwo?" Wanita itu kembali tersenyum tak jelas. Baru kali ini ia menemukan pria tampan yang memiliki otak berjuta akal. Perlahan, Hye Won mengangguk dan bersiap mencium pipi Kyuhyun. Pria itu sentak tersenyum lebar. Siapa yang tak ingin mencium pria setampan dan begitu menggemaskan seperti Kyuhyun?

Satu kecupan terjadi! Kyuhyun benar-benar sangat bahagia. Di hari pertamanya berada di Korea, ia sudah mendapat satu kecupan dari seorang wanita. Bayangkan saja, jika pria itu tinggal selama bertahun-tahun di sini.

"Bagaimana Kyuhyun-ssi? Sekarang kau percaya?"

"Umm..., tidak begitu terasa. Coba kau ulangi lagi Hye Won-ssi. Aku takut ini benar-benar hanya mimpi!" Kyuhyun berucap dengan wajah sangat polos. Hye Won terkikik geli melihatnya. Wanita itu sekali lagi mengangguk, lalu kembali mendekatkan bibirnya pada pipi kiri pria itu. Sedikit lagi, kecupan kedua kalinya itu akan terjadi. Sampai seketika...

SRRTTT!

Kyuhyun sontak menginjak rem mobilnya dengan cepat agar terhenti tatkala ia sadar seseorang melintas dan hampir saja tertabrak oleh mobilnya. Jantung Kyuhyun berdegup kencang, begitu pula Hye Won. Hampir saja mereka tertimpa masalah besar.

"Sekarang, aku sangat yakin jika ini bukanlah mimpi!" Kyuhyun menghembuskan nafasnya dengan panjang. Konsentrasinya masih terkunci ke depan. Sampai akhirnya, lengkingan dari seseorang yang hampir saja ia tabrak sontak membuyarkan ketakutan Kyuhyun. Pria itu baru sadar dan dengan cepat keluar, bermaksud melihat kondisi yang terjadi. Seorang wanita! Kyuhyun hampir saja menabrak seorang gadis berusia belasan.

"Apa mobilku tidak apa-apa, Nona?" tanya Kyuhyun seraya menatap mobil bagian depannya dengan saksama.

"Mwo? Kau malah menanyakan keadaan mobilmu? Kau tak sadar jika hampir saha membunuhku, huh?"

"Kematian adalah takdir Tuhan Nona. Jadi-" Kyuhyun sentak berbalik, menghadap gadis sejak tadi merunduk membersihkan seragam sekolahnya. Gadis itu mendongak menatapnya, memperlihatkan dengan jelas wajah gadis dengan kedua mata sipit sempurna itu.

Seperti di adegan-adegan film, kedua mata Kyuhyun mengerjap, menatap betapa cantik dan imutnya wajah gadis di hadapannya kini. Kini, ia tengah terpesona.

"Wow!" decak Kyuhyun dengan kekaguman luar biasa, membuat gadis itu sontak mengangkat ujung bibirnya ke atas. Byun Baekhyun. Dialah gadis yang hampir saja ditabrak itu.

"Wow? Wow apanya?"

"Aku benar-benar hampir berdosa. Tidak! Aku harus meminta maaf kepada Penguasa Alam sekarang juga! Aku benar-benar sudah berdosa!" Kyuhyun tampak panik. Sungguh, itu justru membuat Baekhyun melongo dengan raut bingung. Apa pria yang hampir menabraknya ini gila? Mabuk? Atau, bagaimana?

"Aku benar-benar sangat berdosa! Aku hampir saja menabrak salah satu malaikat ciptaan Tuhan yang begitu cantik. Ini tidak benar!"

"Ma-malaikat? Aku/"

"Nde, tentu saja dirimu Nona. Aku benar-benar minta maaf. Apa kau ada yang terluka?"

"Yak! Kau menyebutku apa? Malaikat? Ck, kurang ajar sekali, eoh! Aku ini manusia, bukan malaikat. Kau kira aku sudah mati? Kenapa kau menyebutku malaikat?"

"Mmm-mwo?" Ini sebuah sejarah! Baru kali ini ada seorang yang dengan mudahnya mematahkan kalimat-kalimat godaan Kyuhyun itu. Sudah beribu kali ia ucapkan kata malaikat itu kepada banyak wanita. Tetapi, kali ini pertamanya jika kata-kata itu sama sekali tidak berhasil.

"Nona, maksudku bukan begitu. Aku hanya sangat terpukau melihat wajahmu. Untuk itulah kukira kau malaikat," Kyuhyun berkata seantusias mungkin agar menyakinkan. Namun sial, Baekhyun sepertinya sama sekali tidak menggubrisnya dang lebih sibuk membersihkan debu yang ada di rok sekolahnya.

"Biar aku yang membantu membersihkannya, Nona?" Kyuhyun hendak menggerakkan tangannya untuk membantu Baekhyun memukul-mukul daerah sekitar pahanya itu. Baekhyun mendelik dengan tajam sebelum Kyuhyun melakukannya. Apa-apaan pria ini?

"Aku tidak bermaksud apa pun, Nona. Aku hanya berniat membantu, karna aku merasa memiliki tanggung jawab kepadamu?"

"Tidak perlu, aku tidak apa-apa."

"Hummm..., apa ayah Nona seorang penjahit?" tanya Kyuhyun memulai aksi gombalan gratisnya.

"Penjahit?"

"Ya, karna kau telah menyula-"

"Siapa yang mengatakan ayahku seorang penjahit, huh? Kau jangan macam-macam! Jangan merasa kau seolah mengenalku!"

"Tidak, bukan begitu Nona. Maksudku-apa ayahmu seorang pilot?"

"Pilot?"

"Ya, karna setiap berada di dekatmu, hatiku seras ingin terb-"

"Mwo? Yak! Tuan tadi kau mengatakan jika ayahku seorang penjahit, lalu seorang pilot? Apa lagi setelah ini? Polisi? Tukang cukur? Atau, seorang makelar? Apa maumu, huh? Kau seolah-olah mengatakan secara tidak langsung, jika ibuku memiliki banyak suami? Asal kau tau Tuan, aku hanya memiliki satu ayah!" pekik Baekhyun kesal, membuat Kyuhyun seketika membungkamkan bibirnya rapat. Gadis ini...

"Pria aneh! Setelah hampir menabrakku, kau juga memfitnah pekerjaan ayahku. Dasar menyebalkan!" umpat Baekhyun sembari menginjak kaki kiri Kyuhyun. Sontak saja ptia itu mengerang kesakitan. Tanpa memperdulikan bahwa faktanya saat ini Kyuhyun tengah mengangkat satu kakinya seraya melompat-lompat kesakitan, Baekhyun mengambil tasnya kembali, lalu beranjak menyebrang.

"Parah!" erang Kyuhyun sebal. Melihat itu, Hye Won yang sejak tadi berada di dalam mobil, keluar dan menatap Kyuhyun dengan khawatir.

"Apa ada yang sakit Kyuhyun-ssi? Dimana?" Hye Won bergerak dengan raut panik sembari memeriksa kaki Kyuhyun. Tetapi, seketika pria itu menghentikannya. Kyuhyun mengambil tangan Hye Won dengan seketika.

"Kyuhyun-ssi..."

"Kau tahu di mana letak sakitnya?"

"Dimana?"

"Sakitnya tuh di sini," Kyuhyun menggerakkan tangan Hye Won tepat di depan dadanya. Hye Won mengerjap-ngerjap bingung. Bukankah tadi ia melihatnya di kaki? Lalu, kenapa berpindah ke bagian dada?

"Sayang, kau kasihan sekali," Hye Won sontak memeluk tubuh Kyuhyun. Pria itu menunjukan raut menyedihkannya sedemikian rupa.

"Iya Sayang, masih sangat sakit," rengek Kyuhyun sembari menatap punggung Baekhyun yang semakin menjauh. Benar, baru kali ini kalimat gombalannya sama sekali tak berguna. Kyuhyun benar-benar frustasi saat menyadari itu! Bahkan, ia tak berbohong jika dadanya juga sakit! Sakit saat mengetahui ada gadis yang begitu bodoh tak mengerti maksud kalimatnya tadi.

"Sayang, aku serasa ingin mati," rengek Kyuhyun lagi.

"APA? Jangan Sayang..., jangan! Kau harus kuat dan bertahan!"

"Tapi..."

"Sayang! Kau pasti bisa melawan rasa sakit it-"

"Ok Sayang! Oke!" pekik Kyuhyun sembari melepaskan pelukannya dan menahan kedua pipi Hye Won dengan kedua tangannya.

"Demi kau tercipta untukku, aku akan bertahan Sayang," lanjut Kyuhyun yang entah mengapa mendadak semangat kembali. Ia sendiri sangat tak mengerti, sejak kapan mereka memanggil "sayang" satu sama lain.

"Oh Sayang..."

"Sayang..."

Kyuhyun menyipit kembali menatap punggung Baekhyun seraya memeluk Hye Wong. Pria itu seketika menyimpulkan senyum manisnya. Tidak! Ia bukan tipe pria yang mudah memaafkan gadis yang telah menolaknya atau menggagalkan kalimat rayuannya yang selama ini berhasil.

"Aku akan kembali menemukanmu Nona pendek, dan membuat kau tersipi dengan rayuanku! Lihat saja nanti..."

.

.

.

TBC

.

.

Hai... Welcomeback^^! I'm Back bawa lanjutan ff yang udah nganggur beberapa bulan. Hehehe... Sorry because I'm busy. Alasannya mungkin klise kali yaa... Sibuk?

Ya... Itu kenyataannya..

Sebenarnya udah ada lanjutan ff untuk di post dalam waktu mendatang sebelum aku post chap 1 part 2, but... Ada sedikit kesalahan.

Lanjutannya kehapus. Dan aku harus mengetik kembali.

Berhubung keypad laptop lagi error, jadi aku harus ngetik di Hp, dan mindahin ke laptop itu ribet banget.

Kenapa tak langsung kirim aja lewat hp?

Karna aku tidak suka aja. Layarnya terlalu kecil dan itu sangat menganggunya./nyengir/

Mudah mudahan Chap ini tak mengecewakan kalian yaa Dan..

Bisa mengobati(?) kalian yang telah lama menunggu/Gakada/

Oya...

Permasalahan berikutnya

Me : Tao!

Tao : Kok aku! /tunjukdirisendiri/, aku kan anak baik/tersenyummanis/.

Me : No, Tao tidak salah. Tapi, ini semua salah ME/nangissesunggukan/

Ya...

Itu semua salah aku/nyengirgakjelas/

Huang atau Hwang

penulisan yang berbeda tapi pengucapannya hampir sama.

Itu yang membuat Me melakukan kesalahan.

Mianhae/bow/

Tapi, karna sudah terlanjur jadi di sini nama Tao 'HWANG ZI TAO'. Nama Tao di ubah tidak ada sangkut pautnya sama ceritanya yaa...

But, this is my wrong.

.

Yee...

New Cast 'Kyuhyun' hehehe...

Mmm... Gimana ya?/letaktelunjukdidagu/

Mian disini dia jadi Playboy(Ganteng+Gemesin), tapi itu semua bukan salah dia tapi salah Tuhan. Kenapa harus memberikannya wajah setampan itu?/tunjukatas/

Jadi, jelas bukan! Who is Wrong?

.

Berikutnya...

Terima kasih buat semua yang udah baca ini FF terlebih terima kasih banyak buat yang review, follow, and Favourite-in FF ini.

I'm so grateful^^

.

Next...

Mind to Review!^^

To Silent Riders .

Come on, I waiting you to review. Don't just read! Let's write your suggestion in review box!

I waiting you, Guys!^^

.

.

Berikutnya...

.

Sekian bacotan dari Me..

See You!

.

Pai-pai~ (6^6)

Next Chapter : "I'm Promise Again, I'll Forget You! But..."

^-^Littlepyeong2^-^