Chapter 3 : Aku Jadi Ayah!
Pelakon : Sephiroth & beberapa bintang tamu.
---
Nibelheim, Tahun X
Sephiroth baru saja berencana untuk menghancurkan ShinRa Mansion, sebelum dia mendengar ada suara tangisan seorang bayi.
Bukan. Lebih dari satu. Batinnya.
Mengikuti suara tangisan itu, dengan cepat Sephiroth menemukan sumbernya. Tiga orang bayi sedang berada dalam sebuah keranjang besar.
Kemana ibu mereka?
"Apakah ada orang disini?" Sephiroth bertanya. Tapi tak ada jawaban sama sekali. Sephiroth mengangkat masamunenya, bersiap untuk membuat bayi-bayi itu tertidur selamanya, namun mendadak salah seorang bayi berhenti menangis, dan membuka matanya. Mata itu menatap langsung mata Sephiroth. Mata itu berwarna hijau dengan pupil seperti mata kucing. Sephiroth mematung.
Bagaimana mungkin?
Terdengar suara helicopter mendarat tak jauh dari situ. Sephiroth menyadari dia harus segera meninggalkan tempat ini. Kakinya sudah melangkah menuju pintu keluar, sebelum akhirnya dia memutuskan berbalik dan mengambil keranjang berisi 3 orang bayi itu.
---
Seseorang mengguncang badannya.
"Papa." Dia mendengar suara.
"Papa Sephy!" Sebuah suara cukup keras terdengar ditelinganya. Sephiroth membuka matanya dan melihat tiga orang anak sedang berdiri disamping ranjang.
"Sudah waktunya kami berangkat ke sekolah." Seorang anak yg berambut panjang berkata kepadanya. Sephiroth mengangguk.
"Hati-hati." Kata Sephiroth. Satu per satu, ketiga anak itu mencium pipi Sephiroth kemudian setengah berlari pergi meninggalkannya di kamar itu.
"Kalian jangan nakal." Begitu pesan Sephiroth kepada ketiga anak tadi, entah mereka mendengarnya atau tidak.
Sephiroth duduk di ranjang sambil memejamkan matanya. Sudah beberapa tahun terakhir ini ia menjalani hidup yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Menjadi seorang ayah bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi ketika anakmu berjumlah tiga orang, semuanya laki-laki, semuanya seumur, dan semuanya sedang berada dalam jaman keemasan alias lagi nakal-nakalnya.
Kadaj, Loz dan Yazoo. Begitu Sephiroth menamai tiga orang anak yang dipungutnya beberapa tahun lalu dari ShinRa Mansion. Sejujurnya Sephiroth sendiri tidak pernah mengerti kenapa waktu itu ia memutuskan untuk membawa ketiga bayi itu pulang. Mungkin karena bayi itu mengingatkannya pada dirinya sendiri. Matanya yang sama dengan mata Sephiroth, dan sekarang, ketika rambut mereka sudah tumbuh, warnanya pun silver, sama seperti warna rambut Sephiroth. Kesamaan itulah yang membuat sephiroth merasakan ada suatu ikatan antara dirinya dengan ketiga anak itu, dan ikatan itulah yang membuatnya melakukan sesuatu yang gila, yaitu memutuskan untuk menjadi figure ayah untuk ketiga anak itu. Sephiroth tidak pernah mengetahui siapa ayahnya, dan seperti apa rasanya mempunyai seorang ayah, karena itulah dia tidak ingin ketiga anak ini bernasib sama seperti dirinya.
Ketiga anak itu mempunyai kekuatan dan kemampuan melebihi anak-anak normal, dan lagi-lagi itu adalah kesamaan mereka dengan dirinya. Meskipun begitu sifat mereka berbeda satu sama lain. Kadaj merupakan anak yang paling kuat dan cerdas, sementara Yazoo cenderung kalem dan jarang berbicara, sedangkan Loz termasuk anak yang cengeng.
Sephiroth menghela nafas, kemudian meninggalkan kamarnya dan bersiap-siap untuk aktivitasnya hari itu.
---
Sore harinya, Sephiroth pulang ke rumah. Memutar gagang pintu, Sephiroth melangkahkan kaki ke dalam rumahnya, mendadak ada sebuah benda melayang. Reflek, Sephiroth menunduk, dan benda itu terbang menuju halaman depan, mendarat, dan meledak.
"Anak-anak!" Sephiroth memanggil. Ketiga orang anak yang sedang bermain di dalam rumah langsung berhenti. Mereka menatap Sephiroth yang masih berdiri di depan pintu.
"Papa Sephy!" panggil Yazoo.
"Papa sudah pulangg!" teriak Kadaj.
"Serbuuuuuu!" teriak Loz.
Meninggalkan mainan mereka, ketiga anak itu lari menuju Sephiroth. Kadaj melompat dan memeluk lehernya, Yazoo memeluk pinggangnya, dan Loz mendorongnya dari belakang. Mereka berusaha menjatuhkan Sephiroth tapi usaha mereka sia-sia.
"Sudah-sudah." Sephiroth tertawa.
"Cepat kalian bereskan kekacauan ini, dan ganti baju kalian. Hari ini kita akan pergi makan malam diluar bersama teman papa." Sahut Sephiroth.
"Horeeeeeeeee!" ketiga anak itu melepaskan Sephiroth, dan langsung naik ke kamar masing-masing tanpa memperdulikan mainan mereka yang berserakan di lantai rumah mewah itu. Sephiroth hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ketiga anak angkatnya.
"Ckckckck." Sephiroth mendengar suara di belakangnya. Dia berbalik. Angeal dan Genesis sedang memperhatikannya dari halaman depan.
"Aku tidak pernah menyangka, seorang Sephiroth ternyata bisa menjadi ayah yang baik." sahut Genesis, kemudian tersenyum mengejek. Sephiroth mematung.
"Bagaimana menurutmu Angeal?" lanjut pria berambut merah itu kepada pria yang berdiri disebelahnya, yang tampak berguncang karena berusaha menahan tawa.
"Tidak diragukan lagi." Jawab Angeal, menyetujui kata-kata Genesis barusan. Kedua pria itu tertawa terbahak-bahak.
Sephiroth merasakan wajahnya panas. Tanpa berkomentar apa-apa, dia langsung membanting pintu depan rumah itu, kemudian melangkah menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap.
"Hey, meninggalkan tamu di luar sangatlah tidak sopan, Papa Sephy!" Dia masih sempat mendengar suara Genesis.
Sebodo amat. Jawab Sephiroth dalam hati.
Hm.. Anak-anak itu memang merepotkan. Tapi setidaknya, sekarang aku tidak pernah merasa kesepian lagi..
Sephiroth menutup pintu kamar mandinya sambil tersenyum.
---
Moral of the story
Saking syoknya Sephiroth jadi ayah, author tidak mampu menyimpulkan pesan moral dari cerita ini.
