"Yo Baejin sang duplikat pemilik yayasan, good morning" sapa seorang remaja blasteran yang baru saja datang menyapa Jinyoung.

"Pagi Sam, dan berhenti memanggilku duplikat Tuan Oh" protes Jinyoung merasa tak enak hati.

"Tapi Baejin-ah kalian benar benar seperti pinang di belah dua. Benar benar mirip"

Dan Jinyoung hanya memilih diam. Tak mau ambil pusing dengan kemiripannya dengan pemilik yayasan sekolahnya itu.

Pikirannya lebih melayang mampir pada sosok wanita yang baru semalam ia temui. Entah kenapa perasaan aneh timbul dalam dadanya saat memanggil wanita itu dengan sebutan mama.

"Mama.." gumamnya tanpa sadar.

.

Sedang di sebuah rumah ah tidak itu tidak bisa disebut rumah karena bangunan itu sangat lah besar dan megah.

"Serius Oh Sehun, anak ini benar seperti dirimu saat masih remaja dulu" decak seorang pria berkulit gelap sambil melihat kearah ponselnya yang menampilkan foto pria yang di sebut Oh sehun itu dengan seorang remaja lelaki.

"Diamlah Kai" desis Sehun.

"Jangan bilang ini hasilmu dulu yang senang sekali menabur benih dimana mana" tambah Chanyeol dan Kai tertawa setelahnya.

"Diam kalian sialan, aku selalu menggunakan pengaman dulu" kata pria bernama Oh Sehun itu.

"Heol. Aku heran mengapa orang yang kuliah mengambil jurusan kependidikan yang bertujuan menjadi pendidik. Malah punya sikap sebejat dirimu Sehun, bagaimana anak didikmu, apa akan kau ajari kebejatanmu?" lagi lagi Kai tertawa.

"See, aku sekarang bukan menjadi tenaga pendidik. Jadi tidak akan ada yang kuajar menjadi bejat"

"Wah wah, apa kau bermaksud mengajari hal hal bejat jika kau menjadi tenaga pendidik?" Kata Chanyeol semakin membuat Kai tertawa kencang.

"Sial akan kurobek mulutmu hitam, berhenti tertawa. Kau juga Chanyeol" sungut Sehun jengah. Dan kai segera mengatupkan belah bibirnya.

"Jadi kapan Hun?" Tanya Chanyeol. Dan Sehun paham kemana arah pembicaraan Chanyeol.

"Jika tidak karena istrimu itu, semua tidak akan tertunda selama ini"

"Well, itu salah calonmu yang menginginkan rancangan gaun yang dibuat khusus untuk Baekhyun oleh adiknya di Paris. Bukan salah Baekhyunku kan" kata Chanyeol santai lalu bersandara di sofa.

"Ck" Sehun berdecak kesal. "Yoona sangat menginginkan rancangan gaun itu" mengingat calon istrinya ngotot menginginkan rancangan gaun yang dibuat khusus untuk Baekhyun, istri Chanyeol.

"Oh bagaimana kalau kau coba minta adiknya merancangkan gaun untuk Yoona. Kebetulan adiknya sudah kembali dari Paris" usul Chanyeol.

"Akan kucoba bicarakan dengan Yoona nanti, mungkin rancangan adik Baekhyun adalah selera Yoona" angguk sehun.

Sibuk berbicara berdua. Sampai mereka melupakan teman mereka yang masih single, yang sedari tadi hanya diam.

"Aku hanya batu disini" ucap Kai dengan nada sarkas yang dibuat buat.

"Wah maafkan kami, kamu lupa bahwa kau satu satunya yang tidak laku disini" kata Chanyeol dibuat seolah olah bersalah.

Sedang Sehun hanya dapat tertawa keras. Dan kai hanya dapat mengumpat.

"Sayang ada apa ribut-ribut?" Tanya seorang wanita yang baru saja datang. "Ah ada Jongin dan Chanyeol rupanya" ucap wanita itu lalu duduk disamping suaminya.

"Ah aku harus pulang sepertinya" ujar Kai.

"Kenapa pulang Jongin. Aku baru saja datang"

"Aku takut akan menghancurkan rumah Yang Mulia Oh Sehun ini" kata kai berdiri siap untuk pergi.

"Maklumi saja sayang. Jomblo hanya bisa iri" kata Sehun berbisik ditelinga Yoona.

"Sialan. Aku mendengarmu Oh Sehun" kesal Jongin, lalu pergi.

"Sayang kau tidak boleh seeperti itu" kata Yoona menasehati Sehun.

"Ah aku juga harus pergi" kata Chanyeol.

"Hati hati chanyeol" ujar Yoona seraya tersenyum.

"Datanglah ke butik mertuaku Hun" kata Chanyeol lalu pergi.

"Oh iya sayang. Chanyeol tadi memberi saran untuk menemui adik Baekhyun yang baru pulag dari Paris, siapa tau kau suka rancangannya" kata sehun sambil menyelipkan anak rambut Yoona kebelakang tellinga.

Sehun dan Yoona harusnya telah menikah sekitar dua tahun yang lalu. Tapi karena keinginan Yoona yang prefeksionis pernikahan mereka tertunda hingga sekarang. Yoona menginginkan gaun yang sesuai dengan saeleranya, setelah berbagai designer yang mereka datangi belum ada satu pun yang sesuai dengan keinginan Yoona, hingga ia tak sengaja melihat rancangan gaun untuk baekhyun. Ia langsung jatuh hati pada rancangan itu. Ia meminta pada baekhyun, bahkan menyuruh Sehun untuk memintanya dengan ganti uang berapapun yang baekhyun inginkan. Tapi Baekhyun tidak memberikannya. Ia berkata itu adalah hadiah pernikahan untuknya dari adik kesayangannya, jadi tak akan ia berikan.

Karena itu hingga saat ini Yoona menunda pernikahan mereka sampai menemukan perancang yang cocok denganseleranya.

"Boleh juga, kapan kita akan kesana?"tanya Yoona antusias.

"Besok atau lusa mungkin" ujar sehun.

.

"Lu" panggil Baekhyun. Namun tak mendapat jawaban.

"Luhan" panggil Baekhyun lagi kali ini lebih keras.

"Eoh, ya eonni ada apa?" Kaget Luhan.

"Kau melamun sejak tadi. Ada apa?" Tanya Baekhyun khawatir.

"Ah aku tidak apa eonni" jawab Luhan sekenanya.

Padahal pikirannya melayang kemana mana. Pada Anaknya. Pada karirnya. Pada pria yang menjadi ayah anaknya.

Luhan berusaha melupaknnya. Tapi fitur wajah Jinyoung bagai duplikat pria itu. Perasaan Luhan campur aduk saat ini.

"Oh iya Lu. Chanyeol bilang, temannya akan datang kesini mungkin besok atau lusa"

"Lalu apa hubungannya denganku eonni?"

"Ya pabbo, tentu mereka akan mencoba melihat rancanganmu. Gaun pengantin Luhan. Ini mungkin akan menjadi job pertama mu sebagai designer. Job debutmu lah" canda Baekhyun.

Dan Luhan mau tak mau tersenyum senang. Dalam hati ia menanamkan akan berusaha sebaik mungkin untuk ini.

Tapi yang tak ia tau takdirnya akan kembali terombang ambing nantinya.

.

"Eomma, aku pulang"

"Jinyong, cuci tangan dan ayo makan. Kebetulan eomma baru selesai masak" Joohyun keluar dari dapur untuk menyambut anaknya.

"Oh dengan siapa kau datang Jinyoung?" Tanya Joohyun saat melihat beberapa anak lain dibelakan anaknya.

"Anyeong haseyo" anak anak itu sontak membungkuk memberi salam dan hormat.

"Teman sekelompok ku eomma. Kamu akan mengerjakan tugas disini. Bolehkah?"

"Tentu saja sayang, tapi sebelum itu kalian makan dulu okay?"

"Ne ahjuma. Terima kasih" anak anak itu kompak menjawab.

Saat duduk dimeja makan. Joohyun melihat satu persatu wajah teman Jinyoung. Joohyun bernafas lega sepertinya anak anak ini adalah anak anak yang baik. Joohyun hanya takut Jinyoung berteman dengan anak anak yang nakal.

"Ah ahjuma perkenalkan, namaku Kim Samuel. Aku teman sebangku jinyong di kelas" ucap anak berwajah blasteran memperkenalkan diri.

"Nama saya, Park Jihoon ahjuma" seorang anak gadis kemudian memperkenalkan diri. Cantik sekali, batin Joohyun

"Saya Lee Daehwi, ahjuma. Yang paling cantik dan paling manis disini. Aku pandai banyak bahasa. Aku bisa menari. Aku bisa menyanyi. Aku bis- eummp" bibir gadis itu langsung dibekap oleh samuel.

"Dia memang cerewet ahjuma" kata Jihoon sambil tersenyum.

Dan Joohyun hanya dapat tertawa melihat tingkah teman dari anaknya ini. Setidaknya ia yakin bahwa Jinyoung tidak salah memilih teman.

"Ayo dimakan"

Setelah acara makan siang. Jinyoung, samuel dan Daehwi langsung bersiap siap untuk mulai mengerjakan tugas.

"Ahjuma biar aku bantu" ujar jihoon mulai membantu Joohyun membawa dan mencuci piring.

"Sebenarnya ahjuma bisa sendiri, Jihoonie"

"Tidak apa ahjuma, aku bantu"

Hening diantara keduanya.

"Ahjuma aku ingin bertanya"

"Ya Jihoonie tanyakan saja"

"Apa ahjuma mengenal Park Bogum?"

Tubuh Joohyun tiba tiba menegang.

"Ah tentu saja ahjuma kenal oh- bukan kenal hanya tahu saja. Mana mungkin orang seterkenal beliau ahjuma tidak tau" kata Joohyun berusaha menutupi kegugupannya. "Memangnya kenapa Jihoonie bertanya seperti itu"

"Dia ayahku" ucap Jihoon menghentikan kegiatan mencuci pirinyanya lalu menatap ibu temannya disampingnya.

Sedang joohyun hanya dapat diam kaku.

.

"Mama"

Jinyoung menatap wanita yang baru saja masuk kerumahnya dengan wajah berbinar.

"Anyeong Jinyoungie. Ah ada teman teman Jinyoung rupanya, kebetulan mama bawa donat. Ini untuk kalian dimakan ya" ujar Luhan meletakkan sekotak donat di meja dekat jinyoung dan kawan kawan sambil mengusap kepala Jinyoung sayang.

"Eomma ada di dapur, mama"

"Hmm terimakasih sayang" kata Luhan lalu beranjak menuju dapur.

"Stt Jinyoung dia siapa?" Tanya Daehwi penasaran

"Dia mamaku" ucap Jinyoung santai sambil mengunya sebuah donat.

"Wah enak sekali. Punya dua ibu yang cantik cantik" ujar samuel iri. Jinyoung dan Daehwi hanya dapat tertawa.

"Ngomong ngomong Jihoon mana ya?"

"Tadi katanya mau bantu eomma jinyoung memcuci piring"

"Wah dia sudah memulai serangan mengambil hati calon mertua nih" ujar Samuel membuat daehwi tertawa sedang Jinyoung hanya diam saja, tapi semu merah telihat tipis dipipinya.

.

Luhan berjalan menuju dapur, saat akan memasuki dapur luhan berpapasan dengan seorang remaja cantik. Gadis remaja itu membungkuk pada Luhan lalu pergi.

Luhan lalu memasuki dapur. Disana ia lihat Joohyun yang hanya berdiri di depan washtafel.

"Eonni" panggil Luhan.

Luhan semakin mendekati Joohyun. Dapat Luhan lihat Joohyun menangis dalam diam.

.

.

.

"Luha hari ini kau tidak lupa janji dengan temanku kan?"

"tentu saja tidak oppa"

"Ah mungkin sebentar lagi mereka akan datang"

"Apa nanti mereka akan menyukai rancanganku?"

"Entahlah Lu, calon istrinya itu sangat prefeksionis. Mereka bahkan menunda pernikahannya karena belum menemukan rancangan gaun yang sesuai keinginan calon istrinya itu"

Luhan hanya menghela nafas gugup.

Lalu tiba tiba ponselnya berbunyi.

"Selamat siang mama, jangan lupa makan"

Luhan tersenyum membaca pesan singkat itu, seolah rasa gugup yang tadi ia rasakan hilang seketika.

"Ah Lu, itu mereka" kata ChanYeol, saat melihat sebuah mobil mewah baru saja terparkir di depan butik mertuanya.

Luhan kini menjadi lebih percaya diri.

"Selamat siang" sapa seorang wanita cantik masuk ke dalam butik mereka.

"Eoh? Si datar itu mana?"

"Ahahaha. Dia sedang ada urusan mendadak tadi. Jadinya aku sendiri datang kesini, mungkin dia akan menyusulku nanti" kaya wanita itu seraya tertawa renyah. "Eoh, apakah ini adik Baekhyun?" Tanya Yoona saat melihat Luhan.

"Lu han imnida" kata Luhan memperkenalkan diri dengan sopan.

"Aku Im Yoona"

Setelah perkenalan itu pembicaraan mereka tentang gaun pernikahan mulai berlanjut. Yoona sangat menyukai hasil rancangan Luhan karena menurut Yoona hasil rancangan Luhan sangat bagus dan sesuai dengan seleranya. Terlebih lagi pemilihan bahan yang Luhan gunakan sangatlah berbeda dari designer designer yang sudah lalu lalu Yoona coba. Bahan yang Luhan gunakan tidak seperti bahan bahan seperti designer lainnya yang berusahan mencari bahan yang mewah untuk membuat sebuah gaun. Sedangkan Luhan menggunakan bahan bahan kain yang biasa namu dapat ia buat menjadi mewah, itulah yang Yoona sukai.

Sebuah dering ponsel mengganggu aktivitas mereka.

"Maaf, aku tinggal sebentar" kata Luhan pamit sebentar pada Yoona untuk mengankat telpon itu.

"Hallo"

"..."

"Apa? Apa yang terjadi?"

"..."

"Tenanglah sayang mama akan segera kesana"

"..."

"Mama kesana"

Setelahnya Luhan bergegas kembali menemui Yoona.

"Maafkan aku Eonni. Aku ada keperluan mendadak. Bisakah hari ini kita cukupkan sampai sini dulu" kata Luhan dengan nada meminta yang sangat amat.

"Iya tidak apa Luhan, lagi pula aku sangat puas dengan hasil rancanganmu"

"Terimakasih eonni, aku permisi. Chanyeol oppa, aku pergi. Tolong katakan pada Baek eonni"

"Ya Hati hati Lu"

Luhan bergegas memasuki mobilnya dan melaju menuju rumah yang ditinggali anaknya.

Saat mobil Luhan pergi satu mobil datang mengisi tempat yang tadi di tempati mobil Luhan. Seorang pria tampan keluar dari mobil itu.

"Sayang kau terlambat sekali, adik Baekhyun baru saja pergi dan kami sudah selesai" itu Yoona yang baru saja keluar dari Butik saat mendapati calon suaminya baru saja tiba.

"Maaf, tadi benar benar sangat penting"

"Hmm tak apa"

"Bagaimana?"

"Aku suka, aku ingin dia yang membuatnya. nanti akan kita bicarakan lagi dengannya" yoona antusias sekali.

Sehun senang akhirnya Yoona menemukan dilesigner yang sesuai dengan keinginannya. Sehun berjanji akan membayar dua kali lipat untuk adik Baekhyun ini. Karna dia akhirnya ia dan Yoona dapat menikah

.

TBC

Okaaay. Feelnya ilang ya

Sehun muncul nih

Makin gaje ya?

Makasih yang udah mau ripiu di ff gaje ini

JANGAN LUPA REVIEW OKAYYYY MUACHH