Pairing : KanaFemZero
Rating : T (untuk saat ini)
Keterangan :
'Mind'
Sebelumnya author minta maaf karena baru bisa update.
dan juga maaf jika mungkin chapter ini sedikit pendek dari chapter sebelum nya.
semoga chapter ini tidak mengecewakan seperti chapter sebelum nya. author juga sebenar nya sedikit kecewa begitu melihat hasil dari chapter sebelum nya, Chapter 3 juga sudah author edit karena bahasnya yang kurang enak dibaca sebelum nya hehe ^^V .
jadi selamat membaca ^^V
~Bab 4~
.
.
Sudah seminggu Zero menetap di Cross Akademi, Zero mulai terbiasa dengan kehidupan kelas malam, walaupun dia sedikit kesal karena para vampir lain nya memperlakukan dia seperti dia sebuah kaca yang rapuh, dan juga selama seminggu ini juga dia mengumpulkan fanboys baik dari kelas hari atau kelas malam. Tapi yang paling Zero benci selama seminggu ini adalah karena Kuran tidak pernah meninggalkan dia sendiri.
Karena alasan itulah saat ini Zero sedang berkeliaran di kota, walaupun kelas malam akan dimulai, namun disini Zero berjalan tanpa arah di kota.
"Haah~ apa yang ku lakukan sekarang" Zero berkata sambil berjalan dan melihat sekitar.
Zero berhenti berjalan begitu dia merasakan sesuatu yang tajam di punggung nya.
"Zero Hio, apa yang kamu lakukan disini"
"Halo untuk mu juga Kiryu-san" Zero berkata begitu dia mendengar suara yang sudah dikenal nya.
Ichru yang mendengr itu pun menyimpan kembali senjatanya dan berjalan mendekati Zero.
"Apa yang kamu lakukan disini, bukankah seharusnya kamu sedang bersiap-siap untuk memulai kelas" Ichiru berkata berjalan disamping Zero.
Zero yang mendengar itu mengangkat bahu nya tanda tidak peduli.
"Kamu sendiri apa yang kamu lakukan disini, apakah tidak seharusnya kamu membantu Yuuki"
Ichiru yang mendengar itu meniru balasan Zero dengan mengangkat bahu nya tanda tidak peduli.
"Aku lapar, mari cari ramen" Zero berkata menarik lengan Ichiru.
Ichiru yang melihat itu sedikit terkejut karena tingkah Zero yang tidak seperti para vampir lain nya, namun Ichiru hanya bisa mengikuti karena lengan nya yang di pegang Zero dengan begitu erat.
"Ah!, ngomong-ngomong kita belum bekenalan secara langsung, walaupun kami sudah tau nama masing masing. Jadi mari kita berteman" Zero berkata berbalik melihat Ichiru.
"Hai, aku Zero Hio" Zero berkata mengulurkan tangan nya sambil tersenyum kepada Ichiru.
Ichiru yang melihat itu pun memerah baru kali ini dia melihat Zero Hio tersenyum secara tulus, karena selama seminggu ini yang dilihat nya adalah wajah Zero Hio yang selalu merengut atau menatap tajam siapa saja yang mengganggu nya.
"Ichiru Kiryu" Ichiru akhirnya berkata setelah berhasil mengendalikan diri nya dan mengambil uluran tangan Zero.
Zero yang melihat itu semakin tersenyum gembira karena merasa dia menjadi selangkah lebih dekat dengan adiknya.
"Jadi ramen" Zero berkata sambil terus memegang tangan Ichiru. Ichiru yang mendengarnya hanya bisa tertawa kecil.
Sementara itu di Cross Akademi
"Kelas akan dimulai, Aido bisa kamu memanggil Zero agar lekas turun" Kaname berkata memerintahkan Aido.
"Baik Kaname-sama" Aido berkata sambil berjalan ke kamar Zero dengan penuh semangat.
Tok Tok
"Zero-hime kelas akan dimulai" Aido berkata setelah mengetuk pintu kamar Zero, namun tidak mendapat balasan apapun dari pemilik kamar.
Tok Tok
"Zero-hime"
Tok Tok
"Zero-hime saya buka pintu nya" Aido akhirnya berkata karena masih tidak mendapat respon apapun.
Aido pun membuka pintu kamar Zero yang tidak terkunci, namun alangkah terkejutnya ketika Aido tidak menemukan Zero dikamarnya, dan Aido sedikit panik karena jendela kamar Zero yang terbuka lebar.
"Kaname-sama, Zero-hime tidak berada dkamar nya" Aido berkata setelah memutuskan untuk menghampiri Kaname-sama dan memberitahukan perihal hilang nya Zero-hime mereka.
"Tidak ada di kamar" Kaname berkata dengan bingung.
"Ya Kaname-sama, dan jendela kamar nya terbuka lebar" Aido berkata menjelaskan.
Kaname yang mendengar itu pun tertawa kecil.
Para vampir yang mendengar Kaname tertawa pun sedikit terpesona karena jarang sekali mereka melihat atau mendengar suara tawa Kaname-sama mereka.
"Errr Kaname-sama" Takuma berkata bingung dengan reaksi Kaname.
"Zero pasti kabur" Kaname berkata setelah menenangkan dirinya.
"Apa kamu ingin kami mencari nya, Kaname-sama" Aido berkata sedikit bersemangat untuk membolos kelas.
"Dan dimana kamu pikir kami akan menemukan nya, Zero-hime dikenal karena usaha melarikan dirinya yang tidak pernah tertangkap atau ditemukan jika dia tidak ingin ditemukan" Ruka berkata sedikit kesal kepada Aido.
"Tapi kami tidak bisa diam saja, Zero-hime bisa terluka di luar sana" Aido berkata sambil menatap tajam Ruka.
"Zero-hime adalah seorang darahmurni, dan mengingat bagaimana keahlian melarikan diri nya, aku yakin dia juga merupakan petarung yang hebat mengingat dia tidak pernah tertangkap" Ruka berkata membalas Aido.
"Kalian tenanglah, jangan bertengkar, kita serahkan keputusan nya kepada Kaname-sama" Takuma berkata menenangkan pertengkaran yang akan mulai.
Mendengar apa yang takuma katakan, para vampir pun melihat Kaname-sama menunggu keputusan yang Kaname-sama ambil.
Kaname yang ditatap pun hanya diam dan melihat ke arah pengaal Zero.
"Bagaimana menurutmu Seyna" Kaname berkata dengan tenang melihat ke arah Seyna.
"Kalau menurut hamba, kita biarkan saja Zero-hime, nanti Zero-hime akan kembali dengan sendiri nya dan jika kalian memaksa mencari Zero-hime, kalian akan terluka" Seyna berkata dengan tenang, karena dia sudah terbiasa dengan sikap melarikan diri Zero-hime.
"Terluka?" Shiki melihat Seyna dengan bingung.
"Seperti yang dikatakan Souen-san, Zero-hime adlah petarung yang hebat, dia akan baik-baik saja" Seyna berkata menjawab pertanyaan Shiki, sambil sedikit mengingat bagaimana Zero bertarung melawan para pengawal yang diperintahkah Shizuka-sama untuk mengejar Zero-hime di masa lalu.
"Nah, seperti yang Seyna katakan, kita tidak usah mencari Zero. sebaikanya kita segera ke kelas" Kaname berkata sambil berjalan memimpin kelas malam.
"Nah tadi menyenangkan" Zero berkata sambil berjalan disamping Ichiru.
Saat ini Zero dan Ichiru sedang berjalan kembali menuju Akademi, mereka bersenang-senang tadi hingga tidak sadar berapa lama yang mereka habiskan bersama. Setelah makan ramen bersama di salah satu kedai ramen di kota, Zero dan Ichiru berjalan-jalan di sekitar kota karena Zero yang sedang tidak ingin cepat kembali ke Akademi, setelah itu pun mereka mengunjungi festival yang terdapat di kota. Mereka terus bersenang-senang hingga tidak sadar waktu telah berlalu, sampai Ichiru mengingatkan jika kelas malam akan segera berakhir dan kembali ke asrama mereka.
Setelah itu Zero dan Ichiru pun memutuskan untuk kembali ke Akademi.
Ichiru yang melihat Zero berjalan disamping nya, hanya bisa tersenyum, harus Ichiru akui jika dia bersenang-senang tadi bahkan lebih menyenangkan dibandingkan saat dia bersama Yuuki. Mereka saat itu melupakan status mereka sebagai putri vampir darahmurni dan pewaris dari keluarga pemburu hebat, mereka melupakan status mereka dan bersenang-senang seperti remaja lain nya.
Mereka terus berjalan dengan menobrol kecil hingga mereka tiba di Akademi, saking asiknya mengobrol mereka tidak sadar ditatap oleh 2 pasang mata, satu dengan tatapan tidak suka melihat interaksi antara Zero dan Ichiru, sedangkan yang satu dengan tatapan kosong.
"Terima kasih sudah bekerja keras Yuuki" Kaname berkata sambil menepuk kepala Yuuki dengan sayang.
"Ti-tidak masalah Kaname-senpai. Ini adalah tugasku" Yuuki berkata malu-malu.
"Kiryu-kun masih belum kembali"
"Belum, mungkin sebentar lagi Kaname-senpai" Yuuki berkata kepada Kaname.
"Hm sepertinya dia sudah kembali" Kaname berkata sambil melihat dua orang yang mendekat.
Yuuki yang mendengar itu pun melihat ke arah mana Kaname menatap, dan dia sedikit terkejut melihat Ichiru yang sedang mengobrol gembira dengan Zero-hime, entah kenapa dia merasa tidak suka melihat mereka dekat seperti itu.
Kaname hanya menatap kosong ke arah mereka, walaupun di dalam dia juga merasa tidak suka dengan kedekatan mereka namun Kaname mampu menyembunyikan nya dengan baik.
Sedangkan kelas malam lainnya juga sedikit terkejut melihat Zero-hime mereka tersenyum dan berbicara dengan gembira pada Kiryu.
"Zero sepertinya kamu sudah memutuskan untuk kembali" Kaname berkata menghampiri Zero dan Ichiru.
Senyum Zero memudar begitu mendengar suara Kaname dan digantikan dengan wajah cemberutnya.
"Kuran" Zero berkata menyapa Kaname.
"Ichiru, kamu juga sudah kembali" Yuuki berkata ikut menghampiri mereka.
"Yuuki" Ichiru berkata sambil tersenyum kecil.
"Nah, kalau begitu sampai jumpa lagi Ichiru, Cross-san" Zero berkata berjalan menuju asrama bulan.
"Sampai jumpa Zero" Ichiru berkata kepada Zero.
Kaname dan para vampir lain pun berjalan mengikuti Zero yang pergi ke asrama bulan.
"Zero, darimana saja kamu tadi" Kaname berkata mengikuti Zero menginngat kamar nya dan kamar Zero yang bersebelahan.
Sesampainya di asrama para vampir kelas malam memutuskan untuk menuju ke kamar mereka masing-masing, termasuk Zero dan Kaname yang saat ini berjalan menuju kamar mereka masing-masing.
"Aku rasa itu bukan urusanmu Kuran-san"
"Apa kamu pergi bersama Kiryu tadi" Kaname berkata menarik pergelangan tangan Zero yang ingin membuka pintu kamar.
"Itu bukan urusanmu Kuran" Zero berkata dengan marah sambil menarik tangan nya dari genggaman Kaname.
"Aku ingin mulai sekarang kamu akan bilang terlebih dahulu sebelum kamu pergi" Kaname berkata menatap tajam Zero.
"Kemana aku pergi itu bukan urusanmu dan aku bukan pengikutmu yang akan menuruti semua perintahmu" Zero berkata sambil membuka pintu kamar dan memasuki kamar nya sebelum membanting pintu di wajah Kaname.
Kaname yang melihat itu hanya menatap tajam pintu kamar Zero yang tertutup, dia tidak tahu kenapa dia menjadi se posesif ini pada Zero.
Kaname pun memutuskan untuk kembali ke kamar nya sendiri untuk menenagkan emosi nya.
"Sejak kapan kamu dekat dengan Zero Hio" Yuuki berkata setelah melihat para vampir menghilang menuju asrama bulan.
"Kenapa Yuuki, kamu sepertinya cemburu" Ichiru berkata menggoda Yuuki.
"Si-siapa juga yang cemburu" Yuuki berkata dengan wajah memerah.
"Benarkah" Ichiru berkata semakin menggoda Yuuki.
Yuuki yang digoda Ichiru pun semakin memerah dan memutuskan untuk perdi dari situ.
"Baka Ichiru" Yuuki berkata sambil terus menjauh dari Ichiru.
Ichiru yang melihat itu hanya bisa tertawa.
~Tbc~
.
Balasan Review:
Ashura-chan : Ini sudah lanjut kok, makasih atas review nya. ^^
Siella : Ini sudah lanjut kok maaf menunggu lama, makasih atas review nya. :D
Guest : Yup, Zero akan berteman dengan Ichiru baca aja cerita di atas hehe ^^. terima kasih atas review nya :D
Reikyaa : ini udah lanjut kok. makasih atas review nya :D
Kufufufu-chan : Makasih untuk review nya. ini udah lanjut kok ^^
Diah4918 : 1. disini sikap nya Ichiru kadang mirip Zero, tapi Ichiru lebih lunak dan juga Ichiru cuma bersikap seperti Zero jika dia kesal atau tidak suka dengan seseorang.
2. Ichiru menggantikan posisi Zero sebagai perfect, tapi dia tidak menjadi vampir, dia masih pemburu dan ahli waris keluarga Kiryu.
Terimakasih atas keritik nya, author sudah ngedit chapter 3 dan untuk saran nya juga terima kasih jadi chapter 3 ada sedikit perubahan. Ini sudah lanjut kok. terima kasih atas review nya. ^^
BlueSky Shin : maksih untuk review nya ^^
.
Please Review
