PART 3

Pagi-pagi bangun tidur tangan Yuyu langsung terulur meraih ponselnya, ngecek apa udah diacc sama Seongwoo belum. Padahal dia bangun juga karena kebelet pipis, tapi yang utama justru instagam.

Sudah!

Sambil jalan ke kamar mandi Yuyu stalking akun Seongwoo. Ong Seongwoo. Isinya mah selfie dan wefie semua, nggak ada yang lain.

Sambil pipis Yuyu ngecek daftar following Seongwoo, ada Kikwang nggak, ternyata ada. Saling follow berarti. Hmmm...

Tok tok tok...

Suara ketukan pintu memaksa Yuyu menghentikan kegiatan stalkingnya, membukakan pintu terlebih dahulu buat tamunya.

"Siapa sih bertamu pagi-pagi gini?" batin Yuyu sebal.

Ia mengintip dari celah gorden jendela. Kok nggak ada orang ya?

Yuyu sudah hampir menutup pintu kembali ketika seorang laki-laki tinggi bertubuh kekar berlari ke arahnya.

"Mbak, Mbak," cegahnya.

"Ya? Nyari saya?" tanya Yuyu bingung karena sepertinya ia belum pernah bertemu dengan orang ini. Mereka nggak saling kenal.

"Enggak sih," jawabnya sambil garuk-garuk belakang kepala.

"Terus?"

"Cari yang punya kontrakan."

"Oh..."

"Ada?"

"Ya saya nggak tau."

"Oh... Kosong soalnya."

"Lagi ke pasar kali. Tunggu aja."

"Tunggu disini boleh?"

"Boleh, masuk aja." Yuyu mempersilakan 'tamu'nya masuk ke ruang duduk. Agak malu sih karena rumahya masih berantakan dan dianya belum mandi. Mana tu orang ganteng lagi.

"Mau minum apa?" Yuyu menawarkan setelah orang itu duduk di salah satu kursi kayu yang ada.

"Ah, nggak usah repot-repot, kan cuma nunggu," jawabnya.

Yuyu baru sadar dan ia malu sekali saat ini. Udah kaya diapelin aja, padahal cuma numpang duduk nunggu Mak Jihyo aja. Efek nggak pernah ada yang ngapelin sih.

Canggung, Yuyu akhirnya duduk di kursi lain, diam tak bersuara, tapi tangannya sibuk ngrapiin rambut.

"Oh ya, kenalin, saya Kang Daniel, biasa dipanggil Danik," orang itu memperkenalkan dirinya.

"Saya Tzuyu," balas Yuyu malu-malu.

"Mulai hari ini saya akan nempatin kontrakan di belakang," ujar Daniel.

"Oh..." hanya begitu tanggapannya tapi dalam hati ia bersorak-sorak, seneng punya tetangga baru kece.

Keduanya saling terdiam lagi.

"Kalau mau ditinggal dulu gapapa, Mbak," ucap Daniel, tak enak kalau-kalau ia mengganggu.

"Nggak, nggak lagi ngapa-ngapain kok." Yuyunya tetep mau disitu, curi-curi pandang, nggak tau Daniel kan ngusir dia secara halus.

.i-

Sekitar tiga puluh menit Daniel numpang duduk di rumah Yuyu, cuma duduk diem gitu, dan selama tiga puluh menit itu juga Yuyu setia menemaninya.

"Itu ya?" tanya Daniel ketika seoarng ibu muda yang masih cantik terlihat lewat sambil membawa keranjang belanjaan penuh sayuran dan bahan-bahan makanan lainnya.

"Iya, iya, itu," jawab Yuyu sedikit kecewa, karena berarti Daniel akan segera meninggalkannya. Masih tetep tetanggaan padahal.

"Makasih ya, Mbak, saya permisi dulu." Dan dengan itu Yuyu sendirian lagi.

TBC

.

Update within 2 weeks later (maybe)