VocaDorm : Our Story Together

Spin-off from the main story, VocaDorm

Disclaimer : Seluruh Character di sini (kecuali OC, tentunya) adalah milik Crypton Future Media (Crypton Family), INTERNET Co. Ltd (INTERNET Family), dan para fans di sana (Fanloid). Saya di sini hanya mempunyai cerita dan OC-OC-nya. Dan saya tidak mengambil keuntungan dalam bentuk apapun.

Warning : Typo, misstypo, OOC, OOT, OOG, enam OC author nyangkut di sini, humornya payah, drabble, slight hints of pairing, no yaoi/yuri, bahasa gaul nyangkut di sini, dialog memakai 60% EYD, ngaco, mungkin ada beberapa yang nggak nyambung sama cerita aslinya, dan saya bingung... #plak!

-VD:OST-

T-Twincest

Rinto, Lenka, Rei, dan Rui.

Empat nama ini sudah terkenal seantero VocaDorm dan VocaDemyx karena seringnya adegan twincest yang mereka lakukan tiap harinya. Mulai dari sekedar pegangan tangan, sampai ke arah perbuatan lemon. Seperti sekarang misalnya...

"Lenka-nee! Jangan 'main' di sini dong! Ini masih tempat umum!" Teriak Rin sambil menarik Lenka yang sedang duduk berhadapan dengan Rinto. Di hadapannya terdapat Len yang sedang berusaha menarik Rinto dari pelukan Lenka. Rin dan Len pun langsung dibantu oleh seluruh warga VocaDorm (min Rei dan Rui yang menjadikan mereka sebagai tontonan.)

Yah, kira-kira begitulah keadaan sehari-hariseluruh warga VocaDorm setelah kedatangan Rinto dan Lenka yang notabene twincest-nya lebih parah dibanding Rei dan Rui.

-VD:OST-

U-Ujian

Hari ini, seluruh penghuni RKX dihadapkan pada ujian dadakan yang diadakan oleh IA. Seketika seluruh penghuni RKX lama pun langsung kalang kabut karena entah mau belajar apa.

'Ulangannya apa sih? Bukannya hanya IPA? Setidaknya bukan soal yang aneh-aneh, kan?' Pikir Piko, Miki, Oliver, SeeWoo, Nero, Mayu, dan Aiko sambil mempelajari buku IPA yang mereka pikir akan keluar di ujian.

.

.

.

Jam 07.30, bel masuk sudah berbunyi. IA selaku wali kelas merangkap guru IPA langsung membagikan kertas ulangan yang akan diujikan.

'Pantas saja mereka kalang kabut! Soalnya aja seperti ini?!' Pikir mereka jawdrop saat melihat soal ujian yang akan diujikan. Soalnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan biologi, fisika, maupun kimia.

'Gila! Yang ini mah lebih parah waktu pertama ujian!' Pikir murid RKX lama facepalm saat melihat soal yang tingkat ke-gaje-annya selangit.

Satu setengah jam kemudian, seluruh siswa RKX pun keluar dengan muka suram.

-VD:OST-

V-VocaDorm

VocaDorm adalah asrama bagi para siswa yang ingin hidup mandiri. Entah kenapa seluruh penghuni di sana adalah murid-murid sarap semua. Di sini, seluruh warganya bisa melakukan sesuatu yang sangat tidak terduga, seperti colok-mencolok mata dengan sambal, adegan twincest yang bisa menyebabkan 'diabetes', aksi pemukulan samurai ungu oleh maguro-hime, gilas-menggilas, rebutan es krim, dan lain-lain.

Tapi, yang membedakan VocaDorm dengan asrama pada umumnya adalah sistem Co-Ed Dorm yang hanya bisa ditemukan di game P3FES. Dan sang tetua VocaDorm yang bisa dibilang kelewat sering melakukan kunjungan ke asrama tersebut.

Sayangnya, walaupun sang tetua sering melakukan kunjungan, penghuni VocaDorm itu masihlah sarap tingkat tinggi. Malah mereka tambah sarap bersama sang tetua VocaDorm yang kerap mengadakan acara yang aneh-aneh.

-VD:OST-

W-War

Perang. Adalah sesuatu yang tidak diinginkan oleh semua orang. Tapi, kenapa saat sang tetua VocaDorm melakukan perang miniatur mereka senang-senang saja?

Rupanya, jauh sebelum Kengo memperkenalkan perang miniatur, mereka sering melakukan perang juga. Yup, perang bantal.

"Terima ini!" Teriak Len sambil melempar bantalnya ke arah Dell.

Yah, suasana di kamar itu memang sangat rusuh. Kamar berisikan lima belas pemuda sarap nan labil tersebut sedang perang bantal. Saking rusuhnya, kadang pintu kamar tersebut bisa rusak di tempat.

-VD:OST-

X-X-Words

Untuk menghindari kerusuhan, sang tetua VocaDorm pun menyuruh mereka melakukan sesuatu yang tidak masuk akal.

Xilofon, X-Ray, Xia Pi, Xongek, Xemnas.

Gumiya masih terus mencari dalam otaknya kata apa saja yang berawalan dari huruf 'X'.

"Argh! Sekurang kerjaan apa Kengo-san itu sampai harus menyuruh kita mencari seratus kata yang berawalan dari huruf 'X'?!" Teriak Gumiya sambil mengacak-acak rambutnya. Yang lainnya pun bisa dibilang senasib dengan Gumiya.

Sepertinya ini merupakan hari sial bagi seluruh warga VocaDorm...

-VD:OST-

Y-Yo-Yo

Rin sedang memainkan sebuah yo-yo. Ya, yo-yo biasa. Bukan dual orange yo-yo yang dipakainya untuk berperang di miniature battlefield. Dia memainkannya dengan sangat lincah.

"Ternyata Rin-chan jago juga ya?" Tanya Kaiko sambil bertepuk tangan dan tersenyum innocent. Rin pun langsung menangkap yo-yo miliknya. Rin pun hanya cengar-cengir saja

"Arigatou! Oh ya, kau mau mencobanya?" Kata Rin sambil menawarkan yo-yo yang sedang dimainkan. Tentu saja, seorang Kaiko langsung menyambar yo-yo tersebut dan memainkannya. Sampai dia...

BLETAK!

"HUAAAAA!" Air mata pun menetes deras dari mata Kaiko. Di jidatnya terdapat tanda yo-yo berwarna merah terang. Kalian pasti bisa menebak apa yang terjadi, 'kan?

"E-eh, Kaiko-chan! Lain kali hati hati kalau main yo-yo. Cup cup..." Kata Rin panik sambil meredakan Kaiko yang masih menangis meraung-raung. Winona yang melihat kejadian tersebut hanya sweatdrop di tempat.

-VD:OST-

Z-Zebracross

Suatu hari, Nero dan Toma sedang menyeberangi jalan. Setelah menyeberangi jalan, Nero bertanya kepada Toma. Dan langsung ditertawakan oleh Toma.

"Ya disebut zebracross karena garis-garisnya berwarna hitam-putih seperti zebra. Kalau garis-garisnya berwarna kuning-hitam namanya jadi tiger-cross!" Jawab Toma sambil terkekeh kecil. Nero pun hanya sweatdrop di tempat.

'Garing ah, Toma-san...' Pikir Nero masih sweatdrop. Toma pun masih terkekeh kecil-oh, ternyata dia sudah tertawa gaje! #ditendang

-VD:OST-

Kengo : "Yoosh! Akhirnya drabble ini selesai juga! Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada yang sudah mau membaca, me-review, danmem-favalert fic ini. Dan, untuk akhir kata..."

MIND TO REVIEW?