~~CHAPTER 4~~
|MASASHI KISHIMOTO©|
|KELVIN LUMBAN RAJA/KLR|
|T|
|ROMANCE,DRAMA&SUPERNATURE|
×|WARNING◇TYPO,ETC,OOC,ANY MORE|×
_
PERTARUNGAN YANG MELELAHKAN _
"VERSCHIEBUNG DIMENSION" ucap Kakashi memunculkan sebuah bola yang transparant, bola itu diarahkan ke Badan Naruto, bola itu menarik tubuh Naruto perlahan
"RYUNZSAIGEN VERWSHEIBANG ATTACK" Ucap Naruto menggunakan matanya yaitu RYUNZSAIGEN. Efeknya adalah memunculkan 10 bola Hitam yang mengelilingi Naruto secara Horisontal
Ternyata satu dari 10 bola tersebut menahan jurus Kakashi. Tubuh Naruto sudah lepas dari perpindahan dimensi dan ruang oleh jurus mata kiri Kakashi
"Aa... bagaimana bisa ?" Kaget Kakashi yang mengetahui jurus specialnya yang telah membunuh ribuan ClassAxl bisa dipatahkan dengan mudah
"Sensei... aku akan mencoba satu jurus yang membuatku penasaran, maaf melibatkanmu" ucap Naruto memajuka tangan kirinya kearah Kakashi
"DEMNSPIYS" Ucap Naruto mengeluarkan jurus yang berbeda. Namun tiba-tiba tubuh Kakashi tertarik bagaikan besi yang didekatkan kemagnet. Para murid dan guru hanya bisa...
Tubuh Kakashi makin dekat kearah Naruto, dan nampak Naruto telah menyiapkan gempalan tangannya tuk memukul Kakashi
Dan saat sudah begitu dekat, Naruto langsung mendekatkan gempalan tangan kanannya kearah Kakashi. Namun...
"DEMON BANG... FLOTS ATHUM" ucap Neji memunculkan Cahaya hitam lalu Neji memukul Cahaya itu , dan karna Efek jurus keduanya membuat Cahaya Hitam itu makin besar, kuat, dan cepat
Duummmm...
Naruto langsung terpental sangat jauh karna terkena jurus Neji dari samping. Dan itu membuat Kakashi terselamatkan
"Ahhh... terima kasih Neji.." ucap Kakashi berterima Kasih lalu dibalas anggukan arti 'Sama-sama'
"Kakashi-kun apa kau tak apa" ucap Anko yang tiba-tiba muncul lalu memeluk Kakashi dengan manja
"Maaf Anko.. aku terlalu lemah maaf" ujar Kakashi yang mencoba berdiri dibantu Anko
"Kami akan membantu jadi kau tenang saja Kakashi-kun" balas Anko diakhiri senyuman manis tuk Kakashi agar lebih semangat
Beralih ke Naruto yang sedang berjalan kembali ketempat pertarungan, ia langsung memajukan telapak tangan kirinya kembali. Dan salah satu bola Hitam yang memutari tubuh Naruto langsung melesat menembus asap dengan cepat bagaikan anak panah yang melesat ke targetnya
Bola Hitam itu langsung melesat kekerumunan tadi dan meledak
Duummm
Dentumannya membuat Kakashi,Neji,Anko,dan guru lainnya terpental. Dapat dirasakan ternyata setelah meledak Naruto tiba-tiba muncul ditengah-tengah mereka
"Maaf membuat kalian terkejut heheheh" ucap Naruto, dan kini para Guru dan Kakashi sudah berdiri dan bersiap tuk kembali menyerang
"SNAKE AIR TYLUCN" OROCHIMARU
"FIRE DEYTREZ SNAKE HULF" ANKO
"DEMON BANG" NEJI
"FIRE,LIGHTNING,WATER,WIND,ROCK FALLEN SKOUY BANL" KAKASHI
"MONGKEY STUCK" HIRUZEN
"HOLY SPIRIT WALL 5, KICK BEAR DOKUY" GAI
"WIND DRILL CCLE" ASUMA
"FIRE AUTHY" DANZO
Ucap mereka mengkombinasikan jurus masing-masing ke arah Naruto
Karna jurus Orochimaru, Tubuh Naruto dililit ular sekeras batu, ditambah lilitan ular api dikedua lengan Naruto. Membuatnya tak bisa menggunakan pelindungnya
Tiba-tiba Cahaya Hitam Neji mendekat kearah Naruto
Daarghhh
Naruto terseret Cahaya Hitam Neji, ini yang kedua Kalinya Naruto terkena jurus Neji
Lalu datang jurus Kakashi berbentuk Naga dengan bola dimulut mereka. Naga itu masing-masing memiliki elemen masing-masing, yang langsung menabrak kearah perut Naruto. Dan sekali lagi Naruto kembali terseret
Dufffff Duuummmm
Naruto langsung terkapar ditanah, Namun ia kembali bangkit berdiri . Dapat dilihat ia telah babak belur dan darah diluka robek
"MONGKEY STUCK" HIRUZEN yang muncul dari atas
"HOLY SPIRET WALL 5, KICK BEAR DOKUY" GAI dari depan
"WIND DRILL CCLE" ASUMA dari kanan
"FIRE AUTHY" Danzo dari kiri
Daaaarrrrrrrrrrrr
Suara ledakan yang sangat keras, dan itu bisa jadi serangan terakhir dari mereka ke Naruto
Dan nampak jelas Naruto terjatuh dan tak berdiri lagi, sepertinya ia sudah kalah. Namun 10 bola Hitam itu menempel ke tubuh Naruto yang penuh luka
"Sepertinya ia sudah kalah Master-sama" ucap Beberapa orang yang berada didekat Kakashi
Namun Kakashi mencoba mengecheck keadaan Naruto sekarang dengan mata Hassternya
"Ti-Tidak mungkin..." bata Kakashi melihat bola hitam itu menyembuhkan luka-luka Naruto. Dan alhasil Naruto pulih kembali tanpa bekas pertarungan sama sekali
"Aku akan akhiri ini" muncul suara Naruto dari dalam kebulan asap dan sontak para orang yang melihat hanya terkaget
"Ba-ba-bagaimana mungkin..."
"Mu-mustahil..."
"Hehehhhh"
Naruto melayang keatas menembus kebulan asap, ia menatap ke bawah sambil memajukan kedua tangannya
"Maaf..."
"RYUNZSAIGEN AITHUM BANG" Ucap Naruto membuat 7 bola berwarna merah, besarnya sebesar bola sepak. Dan 7 bola hitam yang mengengelilingi Naruto tadi menempel dibelakang bola merah Naruto
Bola Hitam itu membentuk mulut naga yang menggigit bola merah Naruto dan...
Slashhh
Tiba-tiba kepala naga itu muncul tiba-tiba di depan orang yang menyerang Naruto tadi. Mereka semua hanya membulatkan mata tanda tak percaya
Draaggggggggggggggg...
Ledakan yang dahsyat membuat tempat itu luluh lantah bagaikan terkena ribuat dinamit
Naruto tiba-tiba tersungkur ketanah. Ia sudah sangat lelah, namun ia masih tersadar
"RINWOL TERHOLIG" ucap Naruto sebelum pingsan, dan seketika tempat yang telah luluh lantah itu kembali seperti semula
Bahkan bagian-bagian kecilpun tak terlewatkan, sungguh tempat ini jadi begitu rapih dan bersih tak lupa para korban yang tadi badannya hangus setengah kini telah kembali normal. Dan anehnya tak ada luka sedikitpun
"Ahhh... bagaimana bisa ?" Tanya Kakashi menatap tubuhnya
"Naruto-kun... Hiks..." ujar Hinata berlari ke Naruto yang sudah tak sadarkan diri
"Bangun Naruto-kun... Bangun... Kumohon Bangun... Sayang Hiks.. Hiks... Hiks... Naruto-kun" panggil Hinata berulang-ulang sambil menggoyangkan tubuh Naruto, namun hasilnya nihil. Naruto sudah tak sadarkan diri atau lebih tepatnya pingsan
_
2 HARI BERLALU _
Aku mencoba membuka mataku, putih ? Aku berada dimana ? Dan kenapa saat bernafas rasanya dingin dihidung dan paru-paruku
Ahhh... ternyata aku sedang berada dirumah sakit, heh kenapa aku bisa berada disini ? Apa jangan-jangan karna yang waktu itu ? Entah
Kumelihat kekanan dan kiri namun tak ada satupun pasien kecuali aku dan diatas pintu ada tulisan UGD hah apa yang sebenarnya terjadi ?
Sreet
Suara pintu yang terbuka dan memunculkan wanita yang kucintai. Hyuga Hinata
"Naruto-kun... kau sudah sembuh" girangnya langsung memelukku, ugh kenapa ia memelukku ? Dipastikan wajahku pasti sudah memerah
"Naruto..." ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dari balik pintu
"Sensei" gumanku kepada Kakashi Sensei. Ia dulu adalah guru kami ( Aku,Sasuke dan Sakura) saat di Academy ia menjadi guruku bahkan sampai sekarangpun masih tetap berlanjut
"Naruto.." ucap kembali seseorang dibalik pintu. Ia..
"Gaara" kagetku melihatnya, aku dulu pernah tinggal di Suna 8 bulan dan aku tinggal bersama Gaara saat usia 7 tahun. Kami teman yang begitu akrap
"Ada apa denganmu... kenapa kau bisa melakukan itu ?" Tanyanya yang membuatku bingung
"Maksudmu ?" Balikku bertanya
"Kau mempunyai mata RYUNZSAIGEN.. bagaimana bisa, itu'kan kekuatan mata legendaris bahkan tak ada bukti keberadaannya.."
"Tapi bagaimana caramu bisa membangkitkan RYUNZSAIGEN ?" Tanyanya dan aku sudah mengerti apa maksudnya
"Entahlah, tapi yang jelas aku juga tak tahu bagaimana aku memiliki mata ini" jawabku menatap Gaara dan bisa kulihat melalui iris mata. Hinata yang kebingungan dan tak mengerti perbincangan kami
"Naruto.. akan kuijinkan kau mengikuti TEMPTATION sendiri, tapi.." ucap Kakashi Sensei membuatkku senang Namun..
"Tapi ?"
"Aku akan memasukkannya keagenda rapatku besok dengan Calon Master Kiri, jadi kuharap kau langsung ikut saja sebelum kau tidak diperbolehlan oleh Kiri" jelas Kakashi Sensei membuatku tambah percaya diri dan bangga memiliki Guru sepertinya
Dan setelah beberapa menit berlalu...
"Baiklah jaga dirimu, kalau begitu kami pergi dulu" ucap Kakashi Sensei yang melangkah keluar diikuti Gaara namun Gaara malah berhenti dan membalik badannya kearahku
"Oh iya kau siapanya Naruto-kun ?" Tanya gara Gaara pada Hinata yang gemetar ? Hahh kenapa sampai gemetaran pula
"A-A-A-A-A-A-Aku.. Pa-Pac."
"Dia bukan siapa-siapa" potongku memotong perkataan Hinata yang merona begitu merah. Pacar ? Ayolah kita bukan pacaran Hinata, aku memang mencintaimu. Tapi kau tak mencintaiku bukan ?
"Ohhh... tapi kau sering bilang bahwa Hyuga Hinata akan menjadi istrimu dimasa depan Naruto" goda Gaara berlari meninggalkan kami
Dan muncullah suasana Hening diantara kami berdua, aku rasa sudah ada 1 menit kami tak bergeming sedikitpun
"Be-Be-Benarkah yang dikatakan Gaara-san Naruto-kun ?" Tanya Hinata memojokanku. Sial bagiku, dasar Gaara sialan
"Benar" singkatku. Namun itu membuat wajah Hinata menjadi merah bagaikan kepiting rebus. Apa ia begitu senang ? Tidak mungkin
"Yah... sayangnya Calon Istriku tak mencintaiku.." ucapku membuat Hinata membulatkan matanya
"Karna ia tak pernah mencintaiku . Kurasa aku harus melupakannya tuk menjadikannya istriku hah malangnya hidupku" singkatku dan disitulah Hinata malah menangis , kenapa harus menangis ? Bukannya ia yang bilang ?
Setelah mengucapkan itu, Hinata masih saja terus menangis. Bahkan sampai terisak, ia sebenarnya kenapa ?
Aku coba menenangkannya dengan meminta maaf,memanggil,memuji,ataupun menggodanya
"HINATA" teriakku memanggilnya. Dan akhirnya kami saling menatap, untung mataku sudah kembali seperti semula
"Na-Na-Na.. Hiks... Hiks..." ia malah tambah menangis. Sue
Tapi ia tiba-tiba pingsan dan sontak membuatku panik. Aku turun dari ranjangku kumelepaskan benda-benda rumah sakit yang menempel padaku. Tenang, karna tubuhlu akan sembuh dengan sendirinya
Aku menggendongnya lalu meletakannya diatas ranjangku. setelah itu aku menuju pintu lalu menutupnya , agar tak ada orang yang mengintip bahkan aku kunci menggunakan segel dan jurus
Dan bisa dirasakan bagian bawah celanaku yang mulai menyempit, aku harus cepat melakukannya. Kesempatan otong bersenang-senang
Aku menaiki ranjangku, dapat kulihat tubuh sexy Hinata berada dibawahku. Sial bagian bawahku sudah sangat maju dan celana makin sempit
Kumelepaskan kancing seragam sekolahnya satu-persatu sampai terlepas semua. Buum aku melihat payudaranya yang terbungkus Bra ungu sialan
Perlahan kumemasukkan tangaku kebagian belakang tubuh Hinata tuk melepaskan pengait Bra yang menyusahkan itu
Clekk
Akhirnya terlepas, setelah melepaskan seragam dan Bra Hinata, kini aku melihat secara langsung dadanya yang besar tanpa dihalangi oleh benda yang membuat kesal
"Dadamu begitu besar dan Indah Hinata" ucapku memuji payu dara Hinata yang memiliki puting berwarna pink
Haap
Kumelahap puting Hinata, aku memutar-mutar lidahku diputingnya dan tak lupa dada satunya yang kuremas dengan tangan
"Ahhh..." ia mendesah dan itu makin membuatku terangsang
Aku terus menerus menjilati puting pink Hinata yang tadinya lembek, sekarang sudah sangat keras
Aku lupa sesuatu. Bagian bawahnya aku lupa, kumenurunkan tanganku secara perlahan kearea sakral Hinata. Perlahan tapi pasti akhirnya aku berhasil menyentuh Vagina Hinata yang terhalang CD ungu. Namun kugeser bagian ujungnya dan dengan itu aku dapat bermain dwngan vagina Hinata yang mulai basah
Aku langsung memasukkan jari kananku kedalam vagina Hinata yang ternyata sudah begitu basah. Sampai-sampai jari-jariku ikut basah
"Ahhh..."
"Aw.."
"Ahhhh..." Hinata kembali mendesah dan itu semakin membuatku terangsang, ia merona merah dan ikut terangsang
Akupun menghentikan permainanku pada Hinata, kulepaskan kaos,celana,dan sempak hari Seninku. Ituku sudah sangat terangsang. Taklupa rok dan CD Hinata ikut kulepaskan
"Kau begitu cantik dan sexy Hinataku" gumanku memeluknya dari atas. Aku kembali bermain dengan tubuh Hinata yang begitu menggoda
Kudekatkan penisku didepan vagina Hinata. Tak kumasukkan namun hanya kugesek-gesekkan penisku kevagina Hinata, dan itu membuatnya tambah terangsang
Tak lupa kumenjilati kembali putingnya yang masih keras. Ini mengasikkan dan ia...
"Na-Na-Naruto-kun" ucap Hinata yang kubalas senyum lalu kembali melumat putingnya. Ehh ia telah sadar
"A-Ap-Apa yang ka-kau lakukan Naruto-kun.. ?" Tanyanya membuatku terpaku diatas tubuhnya. Aku bingung tuk menjawab, tapi aku harus menjawabnya
"Ahhh..." ia mendesah karna kugesekkan penisku kevaginanya yang basah kuyup
"Kenapa kau tadi menangis Hinata ?" Tanyaku padanya yang malah terdiam
"Se-sebenarnya aku..." tahannya namun ia masih merasa keenakan karna aku masih menggosokan penisku
"Sebenarnya apa ?" Tanyaku kembali
"Se-Se-Sebenarnya Ak-Ak-Aku... me-mencintaimu Naruto-kun" ucapnya membuatku kaget. Ia mencintaiku ? Benarkah ?
"Jangan main-main Hinata" balasku namun ia menatapku serius
"Aku tak main-main soal perasaanku Naruto-kun.. aku sangat mencintaimu. Aku serius" balasnya membuatku yang kini terdiam
"Hinata"
"Apa kau masih me-me-mencintaiku Naruto-kun ?" Ia bertanya padaku
"Akan kujawab setelah kita selesai melakukan ini.." jawabku menciumnya dan tak kusangka ia membalas ciumanku. Dan kamipun saling melumat
"Aku mencintaimu Naruto-kun"
"A..."
"Kumohon ayo lakukan ini. Aku sudah tak tahan lagi" ucap Hinata memelukku
"Kurasa kau masturbasi sambil memikirkankukan Hinata ?" Godaku dibalas cubitan kecil dipunggungku
"Kau mesum Naruto-kun. Dan dari mana kau tahu ?" Ia menatku merona
"Tebakan yang beruntung Sayang" balasku menggesekkan penisku kembali
"Tunggu Naruto-kun" cegah Hinata yang otomatis aku berhenti
"Aku masih perawaan, jadi pelan-pelan ya. Dan bisakah kita melakukannya, ditempat yang lebih pantas dan wajar ?" Tanyanya merona sangat merah
"Baiklah jika itu maumu Sayang" balasku
"Sa..Sa.."
"DETOLITY AREA" ucapku dan..
"Ummmmmmm" rontah Hinata saat kulumat lidahnya, namun ia langsung membalasnya. Dan kami saling melingkari lidah masing-masing
"Ini dimana Naruto-kun ?" Tanya Hinata menatap sekitar
"Ini Apartemenku.. apa boleh kumasukkan ?" Jawabku sekaligus bertanya
"Masukanlah aku sudah tak tahan. Tapi pelan-pelan ya" jawabnya menggigit jari telunjuknya dan ekspresinya menjadi takut namun merona
Dan supaya rasa takutnya bisa hilang, walau sedikit. Aku langsung menciumnya
Kememajukan penisku didepan Vagina Hinata yang sangat basah itu, perlahan kutempelkan ujung penisku
"Aku masukkan" ucapku lalu dibalas anggukan tanda ya dari Hinata
Perlahan kumendorong penisku dengan tenaga. Lama kelamaan mulai masuk dan saat sudah mesuk kepalanya. Aku langsung mendorong penisku. Masuk !
"Ahhhhhhh Sakit... Sakit... Hiks.. Hiks... itu Sa-Sakit Naruto-kun" ucap Hinata menitihkan air mata
Dan perlahan keluar darah dari vagina Hinata melalui sela-sela vaginanya dan penisku yang telah masuk semuamya
"I-itu menyentuh rahimku..."
"Maaf apa perlu kucabut" ucapku namun dibalas gelengan kepala oleh Hinata
"Jangan. Rasa sakitnya mulai reda jadi tunggu beberapa saat lagi Naruto-kun.." jelas Hinata membuatku sedikit lega
Namun dari pada tak ada kerjaan lebih baik kami menyatukan lumatan saja. Ya sambil merangsang Hinata kembali
"Kau boleh menggerakannya Naruto-kun, tapi janji setelah ini kau langsung menjawab pertanyaanku tadi Naruto-kun" Ujar Hinata
"Baik... Aku janji uhh" desahku merasakan sensasi dari Vagina Hinata yang menjempit Penisku dan sungguh ini begitu nikmat
"Aku mulai.."
.
.
.
TO BE COUNTINUED _
GIMANA GAN CHAPTER YANG KE EMPAT INI ? MAAF YA KALO YA GITU DEH
POKOKNYA DIENDINGNYA SETELAH KEMATIAN NARUTO , PAST HIMAWARI BERUMUR 7 TAHUN . NARUTO BAKAL DIBANGKITIN OLEH MUSUH YANG BARU ( KYK EDO TENSEI TAPI INI BEDA, NARUTO MENGGUNAKAN JURUS YANG SANGAT TERLARANG ) WALAU DIAWALNYA IABAKAL NYERANG BORUTO,HIMAWARI,BAHKAN HINATA JUGA AKAN DISERANG OLEH NARUTO NAMUN...
JIKA PENASARAN STECION TERUS YA DISINIH..
DAN SEKEDAR PEMBERITAHUAN.
ADMIN KLR DALAM BEBERAPA HARI LAGI BAKAL "PKL". JADI WAKTU KEPAKE BUAT KERJA TAPI TETEP BAKAL POST KOK YA WALAU RADA LAMA TAPI DIMAKLUMIN AJA
DAH SEGINI AJA DULU BYE
SEE YOU AGAIN :/ :( :) :'( ;) -_- :3 :D :P O:)
