Are You My Romeo

Disclaimer : Naruto is Masashi Kishimoto's

Yuhuuu~ Update lagi.. Dibikin panjang banget biar puas~~ Selamat Membaca! Makasih buat yang udah review ya :)


3 hari telah berlalu, Sakura yang telah mondar - mandir mengurusi untuk liburannya, Sasuke yang masih bersifat mesum, telah siap untuk liburan musim panas pertama yang mereka lakukan bersama - sama. Dan hanya berdua saja.

"Sasuke.. Ini pelabuhannya?" Sakura menatap pelabuhan besar di hadapannya. Ia tampak senang dan menghirup bau asin di udara yang sangat dirindukannya.
"Tentu saja. Memang untuk apa kita kemari kalau ini bukan pelabuhannya." Sakura menggeram marah. Sasuke hanya tersenyum senang. Menggoda Sakura adalah hal paling menyenangkan dalam hidupnya.

Sasuke berjalan sambil memperhatikan kapal - kapal yang berlabuh. Sakura hanya mengikuti dari belakang. Ia memperhatikan Sasuke sambil memikirkan betapa tampannya laki - laki itu. Perempuan - perempuan yang berada di pelabuhan tersebut hanya dapat memandang Sakura iri.

"Hei itu kapal kita." Sasuke membangunkan Sakura dari lamunannya. Sakura melihat kapal yang dimaksud Sasuke dan dibuat terkejut lagi. Bagaimana tidak? Kapalnya memang tidak terlalu besar, tapi.. terlihat mewah... sekali.
"Kau jangan bergurau! Kapal itu tampak mewah sekali!"
"Hn. Memang kenapa?"
Sakura mendelik ke arah laki - laki itu. Bisakah ia tidak sok polos dan sok tidak berdosa seperti itu?!

"Kau ikut atau tidak?" Sasuke sudah berada di depan kapal. Sakura mendengus dan mengikutinya.

"Jadi kalian dari keluarga Uchiha?" Seorang laki - laki yang dikuncir dan memiliki luka di hidungnya tersenyum ramah.
"Ya. Perkenalkan namaku-"
"Uchiha Sasuke dan Uchiha Sakura." Sasuke memotong perkataan Sakura.
"Oh.. kalian adik kakak?"
"Bukan.."
"Lalu? Kalian tampak masih muda dan tidak terlalu berbeda umurnya."
"Kami suami istri." Inner Sakura menjerit, tetapi tak sanggup memukul Sasuke, pasti kapten kapal itu akan bingung. Kapten kapal tersebut memerah mukanya. Sasuke dan Sakura bahkan tampak belum menginjak 17 tahun dan mereka sudah mengaku suami istri.
"Nah, kami akan ke kabin kami. Ada dimana?"
"Umm.. Ada di sana. Jika kalian perlu bantuan, kau bisa panggil aku. Namaku Iruka."
"Baiklah, kami akan ke kabin kami." Sasuke menarik tangan Sakura yang ingin meledak - ledak meminta penjelasan.

Sesampainya di kabin mereka, Sasuke langsung menahan tangan Sakura yang ingin memukul pria di hadapannya.
"Kau! aku akan mem-" Sasuke menempelkan bibirnya di mulut Sakura. Membuat Sakura blushing dan marah! Ciuman pertamanya direbut oleh orang mesum!
Setelah Sasuke memisahkan bibir mereka, Sakura ingin memberontak, tetapi ia takut akan dicium lagi. Jadi ia diam dan bertanya dengan pelan.
"Sasuke kenapa kau menyebutku istrimu?"
"Memang tak boleh? Toh kau calon istriku. Menikah sekarang dan nanti, kau tetap akan bermarga Uchiha dan berstatus istriku."
"Apa?!"

"Huh.. Dan kenapa kau rebut ciuman pertamaku?!"
"Karena aku tak dapat menahan rasa ingin tahuku dengan bibirmu itu."
"Mesum! Dan kenapa kita harus satu kamar?!"
"Karena kita ini suami istri. Kau tidak ingin Iruka curiga kan?"
"Huh.. Tapi.."
"Tidak ada tapi - tapian. Ingat kan syarat liburannya?" Sakura teringat kembali di masa lalu dan menyerah. Sasuke menang lagi kali ini.
"Baiklah. Tapi kau jangan melakukan hal - hal aneh kepadaku mengerti?!"
"Hn." Sakura hanya dapat pasrah mendengar jawaban itu. Ia yakin Sasuke akan mengelak dengan 'hal - hal aneh' karena 'hal - hal anehnya' Sasuke pasti berbeda dengan 'hal - hal aneh' Sakura

Sakura merapihkan baju – bajunya ke sebuah lemari kecil. Sedangkan Sasuke.. Ia tidak terlihat di kamar itu. Entahlah.. Sakura merasa bersyukur akan hal itu.
"Pergi saja sana. Aku lebih baik tanpa ada di dekatmu." Sakura bergumam.
"Kau jahat Sakura – chan.. Aku senang kok berada di dekatmu.." Tiba – tiba Sasuke memeluknya dari belakang. Badannya yang lebih besar membuatnya dengan mudah meraup Sakura dari belakang.
"Sasuke!" Sakura yang terkejut dan tidak sempat melepaskan diri hanya dapat diam. Ia tahu ia tidak akan menang melawan Sasuke yang memiliki tubuh kekar.
"Hn. Apa?"
"Jangan memelukku! Toh Iruka tidak ada disini kan?"
"Memang tidak. Aku hanya ingin memelukmu.. Badanmu hangat.." Sakura berusaha memberontak, pipinya memerah.
"Lepaskan Sasuke! Aku akan menghajarmu setelah ini."
"Kalau begitu aku tidak akan melepaskanmu." Sakura benar – benar bingung menghadapi laki – laki ini. Bagaimana cara mengalahkan Sasuke? Ia bahkan kelelahan hanya untuk berontak dari pelukannya.
"Sasuke.."
"Hn?"
"Lepaskan aku.. Aku berjanji kau boleh menciumku." Sasuke menyeringai. Sakura menelan perkatannya dengan sangat terpaksa. Ia tidak mau terus dipeluk sepeti itu. Bagaimana jika Iruka masuk ke dalam, mendapati mereka seperti itu?
"Baiklah.. Tapi aku boleh menciummu kapanpun aku mau kan?"
"Tidak! Hanya sekali saja!"
"Hmm.. Bagaimana kalau hanya kita berdua saja? Jadi saat tidak ada siapapun selain kita berdua, boleh dong aku menciummu?" Tanya Sasuke dengan nada menggodanya.
"Cih.. Baiklah.. Tapi dengan satu syarat, hanya mencium!"
"…" Sasuke diam saja dan melepaskan pelukannya. Lalu mencium Sakura dengan lembut. Perempuan itu kaget, tapi Sasuke tidak salah, mereka hanya ada berdua disana.
"Hmmpphh.." Sasuke melepaskan bibirnya dan menatap Sakura dengan muka nakalnya.
"Bagaimana Sakura? Apakah kau mau lagi?"
"Tidak! Aku akan pergi ke atas, menikmati laut. Itu lebih baik daripada harus tinggal bersama dengan tuan mesum sepertimu!" Sasuke hanya terkekeh melihat tingkahnya. Sudah tidak diragukan lagi.. rencananya mendekati Sakura berhasil.

Sakura duduk di atas kapal tersebut. Ia menatap laut biru dan menghirup udaranya dalam – dalam. Sudah lama tak ke laut dan ia sangat merindukannya. Tinggal di dataran rendah yang penuh polusi, membuatnya bosan.
"Sakura?" Sasuke memanggil. Sakura hanya diam. Ia malas bertemu dengan laki – laki itu. Karena tidak ada jawaban dari Sakura, Sasuke tiba – tiba saja sudah berada di dekat Sakura. Ia duduk di sebelahnya sambil memperhatikan wajah Sakura yang menggemaskan.
"Sasuke, kenapa kau memperhatikanku seperti itu?" Sasuke hanya mengalihkan mukanya. Mukanya memanas, ia tahu mukanya pasti memerah.
"Huh. Jangan bilang kau menyukaiku?" Sakura meledek Sasuke dengan wajah gembira. Sasuke yang tidak terima mencium Sakura.
"Kau hanya membuatku bergairah. Jadi jangan macam – macam atau aku akan.."
"Akan apa?"
"Kau mau tahu? Nanti malam saja ya~" Sakura langsung menjauh. Ia benar – benar bingung akan tubuhnya. Jantungnya selalu berdegup kencang di dekatnya akhir – akhir ini, perasaan nyaman yang ia rasakan saat dipeluk atau dicium olehnya dan perasaan aneh yang menyenangkan dari dalam tubuhnya setiap kali digoda oleh Sasuke.
"Uh.." Sakura pun sadar, Sasuke mengajaknya liburan untuk menggodanya! Sial…

Malam pun tiba..

"Sasuke, apakah kita harus 1 ranjang?" Sasuke mengangguk lalu merebahkan dirinya di tempat tidur.
"Aku akan berada di lantai saja. Aku tidak mau disentuh oleh laki – laki sepertimu." Sakura mengambil jaketnya serta boneka teddy bear yang dibawanya untuk jaga – jaga seandainya ia perlu bantal, dan menaruhnya di lantai. Baru beberapa menit ia memejamkan matanya, seseorang menggendongnya ala bridal style dan menaruhnya di tempat tidur. Sakura tentu saja langsung membuka mata dan mendapati Sasuke lah yang menaruhnya.
"Kau tidak boleh tidur di lantai. Apa kata ibu nanti kalau kau masuk angin gara – gara aku." Sasuke lalu tidur di sebelah Sakura. Sakura pun menyerah dan menaruh sebuah guling di antara mereka dan tidur menggunakan jaketnya daripada harus satu selimut.

Matahari bersinar! (Cepat sekali pagi datang)

"Sakura? Kenapa kau tidak menggunakan selimut?" Sasuke mengguncang Sakura yang sudah setengah sadar.
"Aku tidak mau satu selimut denganmu."
"Aku tidak memakai selimutnya. Aku sudah meminjam sebuah selimut dari Iruka dengan alasan, takut malamnya terlalu dingin. Kukira kau akan memakai selimut."
"Seharushnya kau bilang dong!" Sakura merasa kesal. Untuk apa dia berdingin ria kalau ia bisa menghangatkan diri menggunakan selimut tebal tersebut?
"Hn." Sakura mendelik kesal. Tiba – tiba Sasuke mencium lembut Sakura.
"Oh ya.. Ohayo Sakura – chan." Sakura hanya blushing dan pergi.

Di laut, Sasuke dan Sakura semakin dekat.. diving dan snorkeling sampai puas! Mengerjai satu sama lain membuat mereka semakin dekat, Sasuke semakin mesum dan penasaran terhadap Sakura serta gadis berambut pink yang semakin lelah menghadapi Sasuke.

Malam terakhir di Laut..

Sakura duduk di kamarnya sambil membaca buku Romeo x Julietnya. Ia masih rindu dengan kisah itu. Membuatnya tenang dan masih memiliki harapan mendapatkan seorang laki – laki yang baik untuknya.

"Sakura, kau masih membaca buku itu?" Sasuke tiba – tiba saja sudah masuk ke kamar dan duduk di sebelahnya.
"Kalau iya kenapa? Aku suka buku ini!"
"Memang ada apa dengan buku itu?"
"Buku ini membuatku tenang dari kepanikanku karenamu!"
"Oh.."

"Sakura, seandainya Tuhan memberikanmu seorang romeo sepertiku, apakah kau akan menerimanya?"
"Tidak akan!" Sakura melangkah pergi dan membaca bukunya di tempat lain. Ia sedang sebal dengan Sasuke. Kenapa ia berkata seperti itu? Ia tidak sungguh – sungguh kan?

Cinta itu buta Sakura. Dan kau..

Tidak menerima apa yang telah diberikan kepadamu?

Sakura, pilihan apa yang kau pilih?

Aku atau.. Romeo khalayanmu?


Maaf lama banget updatenyaaa! Saya bingung sama ide saya. Agak nge stuck. Sebenarnya ini udah lama selesai, tapi saya nggak yakin ini memuaskan rasa kepo pembaca. Jadi review ya! Oh ya, aku mau bikin FF baru lagi. Tenang.. udah setengah jalan, jadi tinggal di post chapternya.