Yahaloooo~ update chapter pgn panjang tpi jarinya males ngetik tapi diotak cerita udah padet panjang minta diketik -_- /bows/

.

.

Cast : Mingyu x Wonwoo (Meanie) and other cast

Genre : Yaoi/Sad

Rating : M

.

.

Wonwoo membalikan tubuhnya. Kini dia ada diatas tubuh mingyu. Ia menciumi leher mingyu.

Perlahan tubuhnya merosot kebawah. Sampai wajahnya tepat diselangkangan mingyu.

Wonwoo mengelus sesuatu dibalik celana mingyu.

"Wonu hyung!" mingyu mendorong dan menahan kuat kedua pundak wonwoo yang sedang menciumi lembut tepat di kejantanan mingyu dibalik celana sekolahnya.

Mingyu menarik wonwoo yang berjalan sempoyongan kedalam kamar mandi kamar wonwoo. Membawanya ke westafel. Memegang tengkuk wonwoo dan membasuh wajah wonwoo dengan air dari westafel.

"Akh!" wonwoo merasakan dingin saat air tersebut menyentuh kulit mukanya.

"Sadar hyung.. kenapa kau mabuk segala?" mingyu terus membasuhkan air dengan lembut ke wajah wonwoo.

"Hmhh.. sudah hentikan!" bentak wonwoo sembari membanting tangan mingyu dari wajahnya.

Wonwoo pun yang masih belum seutuhnya sadar badannya yang lemas pun tersungkur pelan kebelakang sampai badannya menyentuh sudut pintu kamar mandi.

Mingyu mendekati kembali kakaknya. Kedua tangannya memegang tengkuk sang kakak dengan kuat.

"Kau mabuk dengan siapa semalam saat aku dikamar hah?"ujar mingyu dengan nada sedikit keras. Kedua mata wonwoo yang masih sayu menatap mingyu yang bisa diliatnya dengan samar samar sedang menatapnya dengan tajam.

"Aku.. aku sangat menyayangimu mingyu yaaa.. jangan tinggalkan akuuu" wonwoo merengek seperti anak kecil. Tentu saja dengan keadaannya yang masih tak sadar.

Wonwoo memeluk mingyu kuat. Menyandarkan kepalanya ke dada sang adik yang jauh lebih berisi darinya.

"Kau taukan aku selalu memberikan apapun yang kau mau… apapun itu.. andai dulu ayah dan ibu tak melihat kita, mungkin kita takkan seperti ini" lanjut wonwoo dengan suaranya yang masih merengek tapi tanpa tangisan. Mingyu masih terdiam. Ia mengingat kejadian 3 taun yang lalu…

Wonwoo melepas pelukannya. Ia membuka baju piyamanya dan menyisakan celana piyamanya. Bagian atas tubuh nya yang mulus dan putih pucat itupun terpampang didepan mingyu.

Wonwoo membawa kedua tangan mingyu menempatkannya di kedua dada rata nya. Menggesekan kedua tangan mingyu didadanya itu.

"Ahh sentuh aku mingyu ya.. sentuh aku.. aku sangat mencintaimu! Aku tidak peduli jika aku harus mati setelah aku berhubungan badan dengan adikku sendiri" mata mingyu membulat mendengar kalimat terakhir kakaknya.

Mingyu menarik badan wonwoo menempel dengan badannya. Memegang erat pinggang kurus kakaknya.

"Eummh" mingyu meraup bibir wonwoo dengan bibirnya. Menciumnya kasar. Menjilat dan melumat setiap inch bibir sang kakak. Menggerakan kepalanya kekiri dan kekanan dengan tempo cepat.

Wonwoo pun membelasnya tak kalah cepat. Mengimbangi tempo ciuman adiknya. Memeluk leher mingyu membuat badannya semakin menempel kebadan mingyu. Mingyu bisa mencium bau dan merasakan rasa pait alcohol dari lidah wonwoo.

"Agghh" mingyu menggigit menarik pelan bibir bawah wonwoo dan melumatnya kembali. Lidah nya bergelut didalam mulut wonwoo. Saling bertukar saliva.

Tangan kiri wonwoo turun kebawah secara perlahan. Mengelus lembut dada kanan mingyu yang masih terbungkus baju seragamnya. Turun lagi kebawah sampai tangannya menyentuh sesuatu yang sudah berereksi di selangkangan mingyu. Wonwoo meremasnya pelan membuat mingyu mengerang pelan disela sela ciumannya. Darahnya terasa berdesir dan panas saat tangan kakaknya meremas kejantanannya.

Mingyu melepas ciumannya. Mengelus lembut kedua pipi wonwoo.

Wonwoo membuka kedua matanya malas. Kesadaran wonwoo mulai kembali walau belum seutuhnya. Kedua matanya yang sayu dan sipit bertemu dengan kedua mata mingyu. Mereka saling menatap. Kedua mata mereka seolah saling berbicara…

"Jangan hyung…" ucap mingyu pelan.

"Kenapa? Sedangkan kau semalam melakukannya dengan wanita itu" jawab wonwoo dengan nada kecewa. Tangannya pun terhenti meremas kejantanan mingyu.

Mingyu mengerutkan kedua alisnya.

"Tadi malam? Tadi malam aku apa?" Tanya mingyu bingung.

"Aku mendengarnya. Kau melakukannya dengan wanita itukan?" jawab wonwoo.

"Aku tidak melakukukan apa apa dengan yeoreum" balas mingyu.

"Bohong! Aku mendengarnya!" mingyu menghela nafasnya pelan.

"Apa yang kau dengar hyung?" Tanya mingyu lembut.

"Dia menawarkan tubuhnya untuk kau setubuhi…"jawabnya

"Lalu?"

"Itu saja yang kudengar"

Mingyu tersenyum mendengar jawaban wonwoo. Wonwoo cemburu…

Mingyu memeluk sayang tubuh kurus wonwoo.

"Dan aku menolaknya.." ucap mingyu.

Kedua mata sipitnya membulat mendengar jawaban adiknya. Lega dan senang saat mendengarnya..

Mingyu melepas pelukannya.

"Aku harus kesekolah sekarang hyung.. aku kesiangan kau tau" mingyu cemberut lucu membuat wonwoo tersenyum manis.

"Maaf.." wonwoo mengecup sekilas bibir mingyu dan mingyu pun tersenyum.

Mingyu mengambil baju piyama wonwoo yang tergeletak dilantai dan memakaikan nya kembali ke badan wonwoo.

"Kau kurus sekali hyung.. semakin kurus.. jangan terlalu banyak pikiran. Jangan memikirkan sesuatu yang bisa membuat tubuhmu kurus" ujar mingyu seraya mengancingkan piyama wonwoo.

"Aku hanya memikirkanmu.. itu saja" jawabnya datar.

Mingyu meliriknya sebentar.

"Apa pacar pacarmu tidak ada masuk dalam pikiranmu?" balas mingyu.

Wonwoo menatapnya mendelik. Mingyu balas menatap. Ia tau wonwoo tak suka kalau mingyu mulai berkata seperti itu.

"Kau masih mabuk.. minum jus jeruk dulu" ujar mingyu tersenyum kecil dan menarik kakaknya keluar dari kamar mandi, mengambil tasnya dikasur wonwoo, dan membawa wonwoo menuju dapur.

Ia mendudukkan kakaknya di kursi meja makan, dan mengambil 1 botol kecil jus jeruk dari kulkas.

Menusuk botol jus tersebut dengan sedotan dan menyodorkan nya kepada wonwoo.

"Minumlah.."

Wonwoo membuang muka kearah lain dan memijat kepalanya.

"Nanti saja.. aku masih pusing belum nafsu minum dan makan"

Mingyu menghela nafasnya. Ia menyedot sendiri jus tersebut.

.

- Ting Tong –

.

"Ada tamu.. kau cepat berangkatlah" wonwoo pun berdiri bergegas jalan berniat untuk membukakan pintu tapi mingyu menarik pergelangan tangan kurusnya refleks tubuh wonwoo berbalik kearah nya secepat mungkin mingyu mendudukan kembali wonwoo dikursi dan kemudian memegang tengkuk wonwoo membuatnya mendongak keatas kearah mingyu yang berdiri, mingyu mencondongkan tubuhnya kearah wonwoo dan menciumnya. Mencium bibirnya…

Wonwoo terbelalak kaget. Mulut wonwoo pun terpenuhi air jus yang mingyu salurkan melalui mulutnya. Setelah wonwoo teguk habis, mingyu menggoda nya dengan melumat lembut bibir wonwoo, menarik halus lidah wonwoo membuat wonwoo mengeluarkan desahan geli.

Mingyu tersenyum mendengar desahan lucu kakaknya. Wonwoo pun demikian. Ia memukul pelan bahu mingyu dan kemudian membalas tautan lumatan bibir mingyu.

"M-mingyu… wonwoo ssi…" sahut seseorang. Membuat mingyu dan wonwoo sontak melepaskan ciumannya, wonwoo mendorong dada mingyu dan berdiri, mereka berbalik melihat kearah suara tersebut berasal.

"Yeoreum nuna?" dilihatnya yeoreum yang berdiri dengan mata yang terbelalak kearah mereka. Wonwoo dan mingyu saling menatap sejenak.

"Ada apa? Kenapa tidak ketuk pintu dulu?" lanjut mingyu. Ia memberikan jus ditangannya ke wonwoo dan mendekati yeoreum.

"A-aku kebetulan ada jadwal kuliah pagi jadi aku sekalian kesini untuk menjemputmu dan maaf… aku tadi sudah membunyikan bel tapi tidak ada jawaban dan pintupun tak terkunci dan aku langsung masuk saja dan aku melihat kalian….. tadi itu… apa…." jelas yeoreum panjang dan memelan saat ucapan terakhirnya.

"Ah baiklah kalau begitu ayo berangkat, kebetulan sekali aku kesiangan" jawab mingyu dan menarik yeoreum keluar.

"Hyung! Habiskan jus nya. Aku berangkat!" sahut mingyu pada wonwoo yang masih berdiri dengan wajah datarnya dan memegang sisa jus tadi. Mingyu dan yeoreum pun sudah tak terlihat.

Wonwoo memegang kepalanya yang merasa berdenyut sedikit sakit karena sisa alcohol.

"Kakak macam apa aku ini yatuhan…."

.

.

.

.

TBC~~~ '3' review yang menggugah selera mengetik plis~