Akhirnya bisa ngelanjutin Fanfic ini :D Mungkin akhir-akhir ini susah submit fanfic soalnya ulangan ulum sudah dekat D: Doakan saya ya 8D #PLAK
I don't own PokeSupe and it's character :D
Hide and Seek
Chapter 3 : The Second Victim - Gold
-xxxxx-
"uummm... Gold... apa kau yakin jalannya lewat sini?" Tanya Yellow gugup. "Tenang saja! Aku pernah kesini sebelumnya!" Gold meyakinkan.
Gold dan Yellow berjalan menelusuri rumah kosong itu. Mereka akan bersembunyi bersama. "aku... aku akan mencari tempat bersembunyiku sendiri...!" Seru Yellow. "terserah. Bagaimana kalau Red menemukanmu, dan akhirnya dia membunuhmu?" Tanya Gold menggoda. "Biar saja! Jika itu terjadi, berarti aku sudah kalah!" Kata Yellow sebelum pergi meinggalkan Gold.
Gold mendesah pelan dan berjalan menuju arah yang berlawanan dengan Yellow.
"Tempat sembunyi... tempat sembunyi..." Gumam Gold. Matanya berkeliling untuk mencari tempat persembunyian yang bagus. "Rumah ini... rumah yang sangat aneh..." gumamnya sambil tetap mencari tempat bersembunyi.
-kruyuuk- Perutnya berbunyi. "Aku... lapar" gumam Gold sambil memegangi perutnya yang terus berbunyi nyaring. Dia berjalan menuju pintu terdekat dan membukanya. Sebuah dapur.
"wow... kebetulan" Gold tertawa kecil.
Dia berjalan memasuki ruangan tersebut. "ada makanan tidak ya?" gumamnya sambil membuka pintu lemari.
Dia merasa pundaknya ditepuk. "tunggu sebentar..." gumamnya kesal.
Sekali lagi, pundaknya ditepuk. "Bisa sabar tidak?" tanya Gold ketus.
Pundaknya ditepuk lebih keras. Gold mendesah keras dan menengok kebelakang. "kenapa sih, kamu meng—"
Ucapan Gold terpotong ketika dia melihat orang yang menepuk pundaknya. "gang...gu" Lanjutnya tergagap.
Red. Red dibelakangnya, tersenyum lebar.
"Apa urusanmu sudah selesai?" Tanya Red masih sambil menyeringai. "uh... be—belum..." Kata Gold tergagap. "memang sedang mencari apa? Mungkin aku bisa membantu..." Senyum Red makin lebar. "uhh... a—aku... a—aku tidak tahu..." Kata Gold makin gugup. Rasa laparnya entah mengapa menguap begitu saja.
"Mungkin... kau bisa menemukannya..." Kata Red sambil memasukkan tangannya ke kantung celananya. "uh... di—dimana...?" Tanya Gold makin gugup. "di..." Red mengambil sebuah pisau lipat.
"Di dunia lain. Kau bisa menemukan apa saja disana..." Kata Red sambil tersenyum lebar.
Gold berteriak kencang dan berlari meninggalkan dapur. Red menyeringai lebar dan berlari mengikutinya.
Gold terus berlari. Keringat bercucuran. Dia terus berlari. Entah dimana dia sekarang. Yang penting... dia bisa pergi dari rumah itu, dan aman dari incaran Red.
Sesekali dia menengok kebelakang. Red masih mengejarnya. Masih jauh. Gold mempercepat larinya dan akhirnya bersembunyi di balik lemari cokelat besar.
Dia menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Jantungnya berdegup kencang. Sambil menahan nafasnya, dia melihat ke luar.
Sepi, tidak ada Red disana.
Gold tersenyum lega dan mendesah pelan. "Kurasa... Aku aman sekarang..." Gumam Gold sambil berbalik, lalu berteriak.
Red ternyata dibelakannya. Menyeringai lebar dengan pisau lipat yang terbuka. Beberapa tetes darah menetes dari ujung pisau itu.
"heh... kamu ketemu~" Kata Red riang sambil menusukkan pisau itu ke perut Gold. Gold sempat memuntahkan darah, mengotori jaket merah Red dengan noda merah darah lain. Lalu, dia terjatuh, ke kubangan darahnya sendiri.
Sebelum dia kehilangan kesadaran, dia sempat mendengar Red bergumam.
"Maaf... Gold..."
-xxxxx-
Red menyeringai lebar dan menarik pisau yang tertancap dalam di perut Gold. Dia menjilat darah yang berada diujung pisau itu.
"Korban kedua pun... jatuh..." Gumam Red sambil menyeringai. Dia berjalan santai meninggalkan mayat Gold di balik lemari.
Repiu apapun bisa diterima dengan senang hati ;D
