"LOVE BLIND"
YAOI AREA
BXB
GENRE : ANGST ROMANCE
PAIRING : CHANBAEK
CAST : CHANYEOL , BAEKHYUN AND THE OTHERS
NB : INI CERITA ASLI KARYA SAYA DARI OTAK YANG TIDAK SEBERAPA INI JIKA ADA NAMA TOKOH , TEMPAT ATAU KEJADIAN ITU HANYA KEBETULAN SEMATA .
.
.
LOVE BLIND
.
Hingga pagi menjelang Chaeyoung tidak tidur, dia terus menangis seraya menutupi tubuhnya dengan selimut, sedang Chanyeol sudah tertidur lelap disampingnya. Suara tangisan Chaeyoung taunya mengusik tidur Chanyeol, ia perlahan membuka matanya membiasakan sinar matahari yang berlomba memasuki retinanya.
"Nggh.." Chanyeol melenguh pelan merasakan pening akibat hangover, ia perlahan bangkit seraya memegangi kepalanya yang pening, lalu mengalihkan eksistensinya pada Chaeyoung yang menangis, wanita itu lantas memalingkan wajahnya, hatinya sakit sungguh. Keperawanannya terenggut begitu saja oleh bosnya yang bahkan sudah menikah.
"Oh shit, Jangan bilang jika aku melakukannya!" Ujar Chanyeol bergidik ngeri pada dirinya sendiri, Chaeyoung tak mengujar apapun, ia hanya menangis semakin kencang. Chanyeol kelabakan lalu memegang kedua lengan sekretarisnya itu.
"Maafkan aku, aku sungguh tak sadar tadi malam, berhenti menangis." Bujuk Chanyeol, ia tak berbohong, ia memang tidak sadar jika ia melakukan hal keji tadi malam, ia terlalu banyak minum dan membuatnya mabuk. Alih-alih menjawab, Chaeyoung malah menutupi wajahnya dengan kedua tangannya ia malu pada dirinya sendiri.
"Tenang saja, jika kau hamil aku akan bertanggung jawab." Ujar Chanyeol mantap. Chaeyoung tertegun lalu membuka wajahnya yang ia tutupi tangannya tadi dan menatap Chanyeol sejurus.
"Percayalah padaku." Chanyeol meyakinkan, Chaeyoung dengam ragu mengangguk dan Chanyeol membawanya kedalam pelukannya.
Setelah keadaan membaik Chaeyoung dan Chanyeol lantas meninggalkan hotel tersebut lalu pulang menggunakan mobil Chanyeol yang sudah selesai diperbaiki.
"Kau istirahat saja hari ini, tak perlu bekerja." Tutur Chanyeol, wanita yang menjadi sekretarisnya itu tak membantah lalu memasuki rumahnya. Setelah Chaeyoung memasuki rumahnya, Chanyeol kembali mencap gas menuju rumahnya. Suami mungil nya itu pasti tengah mengamuk karena ia tak pulang dan tak memberi kabar. Jika beberapa waktu lalu ia tak pulang, itu lain cerita.
.
LOVE BLIND
.
Chanyeol memasuki rumahnya dalam keadaan sepi, bukan sepi karna tidak ada yang bicara, melainkan benar-benar sepi. Para maid yang biasanya tengah membersihkan rumahnya tak terlihat keberadaannya.
Chanyeol semakin bingung saat masuk semakin dalam.
"Hai sayang, tidurmu nyenyak?" Baekhyun bertanya dibalik bar dapur, Chanyeol terlonjak kaget.
"Baby, maaf tadi malam aku tak pulang, ban ku pecah dan hujan lebat menghambat semuanya." Jelas Chanyeol spontan, Baekhyun terkekeh geli tak benar menghiraukan penjelasan dari suaminya itu.
"Ayo sarapan, aku membuatkan omelet." Ajak Baekhyun mengabaikan wajah kebingungan Chanyeol. Apakah Baekhyun tak ingin memahari dirinya, fikir Chanyeol.
Chanyeol keheranan tapi tak menyuarakan tanya apapun, ia dengan patuh mengikuti Baekhyun menuju meja makan dan benar tersedia dua omelet di atas nya. Mereka duduk saling berhadapan, Chanyeol dengan ragu memasukkan sesuap omelet kedalam mulutnya dan hampir saja memuntahkan itu kembali kala rasa aneh menghampiri lidahnya.
"Enak kan, aku berusaha semaksimal mungkin membuatnya." Ujar Baekhyun pura-pura antusias, Chanyeol dengan terpaksa mengangguk dab tersenyum paksa. Ia dan Baekhyun memutuskan untuk mempensiunkan Jung ajjuhma beberapa hari lalu karena menurut mereka Jung ajjuhma sudah terlalu tua untuk bekerja.
Acara makan mereka selesai tanpa pembahasan apapun tentang ketidak pulangan Chanyeol tadi malam, Baekhyun agaknya tengah berbaik hati dan melepaskan Chanyeol begitu saja, yaa setidaknya itulah fikiran Chanyeol sebelum ia memasuki kamar mereka dengan rahang ternganga.
"Baby, kemana barang-barangku?" Tanya Chanyeol was-was.
"Aku pindahkan kekamar lainnya karena sepertinya kau sudah tak mau tidur bersama ku." Jawab Baekhyun acuh, Chanyeol speechless. Ia seharus nya tahu, ketenangan Baekhyun tak harus ia syukuri sementara suami mungil nya itu tak pernah pengampun.
"Baek, aku bersumpah aku tak bisa pulang tadi malam karena ban ku pecah dan hujan lebat menghambat ku, batrai ku habis saat hendak menghubungi mu." Jelas Chanyeol panjang lebar seraya memegangi kedua lengan Baekhyun. Baekhyun tak perduli, ia melepaskan pegangan Chanyeol dan hendak berlalu, tapi Chanyeol dengan big hand nya menahan Baekhyun.
"Baek kumohon maafkan aku, aku janji tidak akan mengulanginya," Bujuk Chanyeol memelas, Baekhyun memandang remeh. Chanyeol mengeluarkan jurus terakhirnya, ia berlutut didepan Baekhyun.
"Ampuni aku kali ini saja, please." ucap Chanyeol seraya menyatukan tangannya didepan wajahnya. Baekhyun mendesah pelan.
"Kau beruntung aku tengah berbaik hati sekarang, jadi aku memaafkanmu." ujar Baekhyun akhirnya. Chanyeol tersenyum senang, ia bangkit lalu mencium Baekhyun hingga mereka berakhir dengan beronde-ronde pagi panas.
.
LOVE BLIND
.
Detik berlalu berganti menit, menit berlalu berganti jam, jam berlalu berganti hari, hari berlalu berganti bulan. Sebulan sudah kiranya accident yang Chanyeol lakukan terhadap Chaeyoung, perubahan benar-benar ditunjukkan wanita itu, ia selalu menghindari Chanyeol sebisa mungkin dan sekarang ia tengah berdiri didepan Chanyeol tak sedikitpun membuat kontak mata, meskipun saat ia menyerahkan surat pengunduran dirinya pada pria itu.
"Bisa kau jelaskan apa maksudnya ini?" Tanya Chanyeol datar, tatapan nya tajam mengintimidasi. Chaeyoung makin menunduk takut, ia dengan ragu meletakkan map berwarna padi pada Chanyeol.
Chanyeol membola tak percaya, ia dengan sangat jelas bisa melihat dan membaca seluruh isi map itu yang pada intinya mengatakan bahwa Chaeyoung tengah mengandung dan itu adalah anaknya. Chanyeol tak berkata ia hanya terlalu bahagia, tetapi Chaeyoung menanggapinya dengan maksud lain.
"Ma..maafkan aku, aku bisa menggugurkan nya jika kau mau tapi jangan bunuh aku, kumohon." Chaeyoung berkata panik, ia jelas mendengar rumor bahwa ParkBaekhyun pernah membunuh wanita yang mengandung anak dari suaminya. Chanyeol mengernyit tak suka mendengar apa yang barusaja Chaeyoung katakan.
"Aku pernah mendengar bahwa tuan Baekhyun pernah..mm.." Chaeyoung tak berani melanjutkan kata-katanya, Chanyeol pun tak harus bertanya lebih lanjut karena ia pun dengan jelas mengetahui kemana arah pembicaraan sekretarisnya itu.
"Tak perlu kau gugur kan, aku akan bertanggung jawab untuk anak yang kau kandung, suamiku tak akan mengusikmu," Chanyeol teringat akan anak didalam kandungan Jiyeon yang mati karena Baekyun, "tidak lagi."
Sebenarnya Kai dan Sehun telah memberitahu Chanyeol tentang kebenarannya, tapi Chanyeol berasumsi jika saja Baekhyun tidak terlalu kejam memperlakukan Jiyeon mungkin wanita itu tidak akan melarikan diri yang mengakibatkan Chanyeol kehilangan anaknya.
Chanyeol memutuskan akan membawa Chaeyoung tinggal bersama nya untuk sementara waktu, itu akan memudahkan nya mengawasi Chaeyoung dari kekejaman Baekhyun. Chaeyoung menurutinya, ia pulang dan membereskan barang-barangnya untuk pindah kerumah Chanyeol.
Saat Chaeyoung keluar dari ruangan Chanyeol bertepatan dengan kedatangan Kai dan Sehun.
"Sehun, aku ingin kau mencarikan aku sekretaris baru." Ucap Chanyeol to the point, Sehun mengernyit.
"Aku tadi melihat sekretaris mu menangis, kau memecatnya?" Tanya Sehun penasaran. Chanyeol mendesah lelah.
"Dia tengah mengandung, jadi aku memutuskan untuk member hentikan nya." Jelas Chanyeol ambigu tak benar memberi pencerahan pada kaki tangannya itu.
"Lalu apa masalahnya jika ia hamil? Dia masih bisa bekerja!" Kai berseru, Chanyeol lagi-lagi mendesah lelah.
"Ia tengah mengandung anakku." Ucap Chanyeol memberitahu. Jika saja Sehun tak mengingat wajah datarnya mungkin ia sudah pingsan ditempatnya saat ini.
"What the fuck! Lalu kau pikir Baekhyun akan diam saja begitu?" Tanya Sehun mengintimidasi. Chanyeol menggeleng pelan.
"Maka dari itu, aku akan membawa nya tinggal bersama ku agar aku bisa mengawasinya dari kekejaman Baekhyun." jelas Chanyeol, Kai dan Sehun mengernyit tak suka, Baekhyun dan sifat kejam nya itu tak pernah bisa diatasi.
"Kau gila! Kau tahu sendiri bagaimana sifat suami mu itu!" Tutur Kai emosi, ia benar-benar tak habis fikir dengan kelakuan Chanyeol yang satu ini. Sehun tak banyak memberi respon karena Chanyeol akan tetap pada pendiriannya, Sehun hanya mendesah pelan lalu tersenyum simpul pada Chanyeol, begitupun Kai yang memberinya pukulan main-main dilengan Chanyeol. Ia tau bahwa ia sudah mendapatkan dukungan dari kedua sahabatnya itu.
Sekarang yang perlu Chanyeol lakukan adalah meyakinkan Baekhyun untuk menerima Chaeyoung yang tengah mengandung anaknya.
.
LOVE BLIND
.
Saat Chanyeol pulang kerumahnya, ia mendapati Baekhyun tengah menonton film dengan buah strawberry ditangannya, jika Chanyeol perhatikan. Akhir-akhir ini Baekhyun lebih sering berada dirumah dan lebih banyak makan, yang artinya ia memakan apapun termasuk buah pisang yang tak ia gemari, tapi Chanyeol tak mengambil berat hal itu.
Ia mendudukkan dirinya disamping Baekhyun.
"Serius sekali," Celetuk Chanyeol, Baekhyun menoleh memberikam senyuman bulan sabit miliknya.
"Kau sudah pulang." Ujar Baekhyun lalu memeluk suaminya erat, entah kenapa hari ini Baekhyun sangat merindukan Chanyeol.
"Umm.. Baek, ada sesuatu yang ingin kuberitahu padamu." Chanyeol memulai dengan ragu, Baekhyun memperbaiki posisi duduknya dan siap mendengarkan Chanyeol, akan tetapi Chanyeol malah menyuruh seseorang masuk, Baekhyun mengalihkan pandangannya, ia melihat Chaeyoung beserta Kai dan Sehun berada dibelakangnya dan yang membuat Baekhyun heran adalah koper yang tengah diseret oleh Chaeyoung.
"Apa yang kau coba untuk sampaikan?" Nada Baekhyun berubah drastis dari sebelum melihat Chaeyoung tadi, Chanyeol mengumpulkan keberaniannya, ia menggenggam kedua tangan Baekhyun.
"Mulai saat ini, Chaeyoung akan tinggal bersama kita," Mulai Chanyeol.
"Kenapa begitu?"
"Ia tengah mengandung anakku, jadi aku membawa nya kesini agar aku bisa mengawasinya." Bagaikan mencium gas beracun, Baekhyun tiba-tiba menegang dan tak bernafas untuk sesaat, jelas itu membuat Chanyeol khawatir, pria itu lantas menanyai keadaannya dan tak meninggalkan sepersekian detik Baekhyun bangkit menuju Chaeyoung, ia menampar wanita itu hingga jatuh tersungkur, Baekhyun memakinya sampai urat-urat lehernya timbul. Chanyeol tak berdiam diri, ia segera menghampiri Baekhyun, berusaha menenangkan amukan Baekhyun, akan tetapi Baekhyun malah menyentaknya kuat.
"Kau!" Baekhyun menunjuk tepat di wajah Chanyeol, "Kau pria brengsek yang selalu kekurangan lubang untuk kau masuki, enyah dari rumahku sekarang bawa serta jalangmu, aku jijik melihat wajahmu." Baekhyun meninju Chanyeol tepat di rahang Chanyeol membuat pria itu kelimpungan, walau tak sampai terjatuh. Baekhyun berlari menuju kamarnya, wajahnya merah menahan amarah serta tangisan, tapi ia tak akan pernah menumpahkan air matanya hanya untuk menangisi kebodohannya.
Kai dan Sehun sampai menganga melihat itu, Baekhyun baru kali ini memukul Chanyeol, kesadaran mereka pulih kala Chanyeol menginterupsi, meminta mereka untuk membawa Chaeyoung duduk diatas sofa sementara ia mengejar Baekhyun ke kamar mereka.
.
LOVE BLIND
.
Kamar mereka dikunci, Chanyeol tak hilang akal langsung mendobrak pintu mereka, tapi tak mendapati Baekhyun didalamnya, Chanyeol terserang panik tiba-tiba, ia dengan cepat berlari kebalkon kamar untuk mengecek kemungkinan yang paling buruk bisa terjadi, ia bersyukur dugaannya salah. Chanyeol mendengar suara gemericik dari kamar mandi, ia melangkahkan kakinya besar-besar menuju kamar mandi dan mendapati Baekhyun bejongkok didepan kloset tengah memuntahkan sesuatu.
"Baby, are you allright?" Tanya Chanyeol khawatir, ia hendak menolong Baekhyun, namun lagi-lagi tangannya ditepis oleh Baekhyun.
"Baek, aku mohon biarkan aku mendapatkan anakku, biarkan ia disini hanya sampai ia melahirkan, setelahnya kau boleh berbuat apapun padanya bahkan kau boleh membunuhnya, tapi setelah ia melahirkan bayinya." Ujar Chanyeol tak berotak, Baekhyun menamparnya sekali lagi untuk membuatnya sadar.
"Kau fikir aku ini apa sampai aku bisa membunuh seseorang, jika pun aku bisa membunuh maka yang akan aku bunuh bukan dia, tapi dirimu!" Sinis Baekhyun, Chanyeol tersentak. Ia sadar ia telah salah bicara.
"Tidak, tidak.. Bukan itu maksudku, maaf kan aku, kau boleh marah padaku asal kau biarkan ia melahirkan bayinya." Bujuk Chanyeol memelas. Baekhyun mengabaikannya lalu berlalu keluar kamar mandi dan dookuti Chanyeol dibelakangnya, saat ia hendak mencapai kenop pintu yang telah bobol karena ulah Chanyeol tadi, Chanyeol menarik tangannya, ia menyudutkan Baekhyun ke dinding dan membawa simungil dalam ciuman panjang penuh lumatan. Baekhyun berontak, namun dengan sigat Chanyeol membawa tangan Baekhyun keatas kepalanya dan menahannya disana menggunakan satu tangannya sementara tangan yang lainnya sibuk melucuti pakaian Baekhyun.
Mmhh.." Desahan Baekhyun lolos diantara ciuman panas mereka kala penis mungilnya diremas oleh suami tingginya. Pertahanan Baekhyun luntur seketika saat Chanyeol mengurut penisnya pelan hingga Baekhyun mengejang melepaskan spermanya ditangan Chanyeol. Chanyeol membawa Baekhyun dalam gendongannya seperti koala lalu membaringkan tubuh Baekhyun diatas kasur mereka dengan Chanyeol menempatkan tubuhnya diatas Baekhyun tanpa berniat mmenindihnya. Ia melebarkan paha Baekhyun dan disuguhi langsung dengan lubang berkerut milik Baekhyun, Chanyeol menjilat bibirnya lalu tanpa segan menjilati lubang berkerut itu.
"Asshh.. Ohh fuck, lebihh dalamhh.." Baekhyun meminta putus asa, Chanyeol memasukkan lidahnya makin dalam, tapi Baekhyun tak cukup puas karna lidah Chanyeol kurang panjang untuk menyentuh prostatnya.
"Yeolhh, berhenti bermain-main ngghhh..." Ucap Baekhyun, Chanyeol menyeringai dan menjauhi tubuh Baekhyun guna melepaskan pakaiannya sendiri. Memompa milik nya sebentar agar menegang sempurna lalu perlahan-lahan mulai memasuki manhole Baekhyun.
Membiarkan Baekhyun menyesuaikan miliknya dan setelah mendapat persetujuan dari simungil, Chanyeol mulai bergerak, menggoyangkan pinggulnya dengan tempo yang teratur.
"Hanya sampai ia melahirkan, aku janji.. Ughh sempit sekali." Chanyeol masih berusaha membujuk Baekhyun. Baekhyun tak benar peduli akan apa yang diucapkan Chanyeol, hasrat bercintanya tiba-tiba membumbung tinggi dan ia ingin Chanyeol melepaskannya untuk dirinya,
"ahhh fasterhh.." Baekhyun meracau, ia akan segera mencapai klimaksnya, Chanyeol menggeleng, ia seolah enggan melajukan temponya.
"Biarkan ia melahirkan bayinya, ku mohon.." Chanyeol berusaha bernegoisasi, ia menutup lubang kencing Baekhyun membuat Baekhyun menggeleng frustasi,
"Lepashh yeollh lepashh..." Pinta Baekhyun putus asa.
"Berikan izin ia tinggal disini dan melahirkan bayinya maka aku akan memberimu pelepasan." Chanyeol dengan sengaja menghentak milik nya semakin dalam dan tepat menyentuh prostat Baekhyun.
"O..okehh, iya ahh dia boleh..Ohh fuck, tinggalhh disini dan melahirkan bayinyahh.." Ucap Baekhyun susah payah, Chanyeol tersenyum senang lantas menciumi seluruh wajah Baekhyun. Ia mempercepat gerakannya, Baekhyun kembali meracau.
"so tight, together baby.." Chanyeol pun sudah hampir mencapai klimaksnya. Baekhyun dan Chanyeol mendesah nikmat kala pelepasan menjemput mereka. Chanyeol mengatur nafasnya, ia masih berada diatas tubuh Baekhyun. Terdengar dengkuran halus dari simungil, Chabyeol terkekeh, akhir-akhir ini Baekhyun selalu cepat lelah dan tertidur usai percintaan mereka, Chanyeol melepas tautan mereka dan menutupi tubuh Baekhyun menggunakan selimut, Chanyeol mengecup kening Baekhyun.
"Aku mencintaimu." Ujar Chanyeol, ia meraih jubah bajunya lalu keluar dari kamarnya. Ia harus mengurus Chaeyoung, Chanyeol menyerahkan Chaeyoung kepada maidnya untuk ditunjukkan arah kamar yang bisa dipakai wanita itu.
"Kau mendapat izin Baekhyun?" Tanya Sehun penasaran, Chanyeol menyeringai penuh kemenangan.
"Seks selalu menjadi solusi yang terbaik."
Tapi sayang Chanyeol salah mengartikan, bukan karena seks Baekhyun memberi izin, Baekhyun hanya tak mampu bersikap tegas pada Chanyeol. Sekali lagi, ia hanya terlalu mencintai Chanyeol.
.
.
.
.
.
.
.
NEXT?
RIVIEW PLEASE;*
.
.
Cangkem :
Wkwkwkwk duuhh makasih loh udah mau riview dan nungguin, pokoknya setiap 10riview langsung py lanjut, jadi cepet atau lambat up nya yaa tergantung kalian :)) seriusan ini udah berusaha untuk dipanjangin partnya cuma entah kenapa selalu jadi pendek :'((
makasih yang udah nyempetin riview ;* n3208007, Hyera832, mikaanggra, godtaemwithfairybee, chika love baby baekhyun, riska.dictator.II, justqwerty, BaekHill, Pcyrealwife, Hyunbee, Chanbaeknaena, yoogeurt, kickykeklikler, Andiani9.
NB :
itu Baekhyun kenapa ;P
annyeong chingudeul ;*
#CHANBAEKISFUCKINGREAL
#CHANBAEKMENUJUHALAL
