Note awal :

Setelah kurang lebih satu bulan Noe baru bisa mengUpkan cerita ini...

Ini sebenarnya Ekstra Chapter...but ku tambah 1 lagi Chap karena pending Up...

Jadi adakah Chapter 5 ?

Kalian Check sendiri deh...

Selamat membaca Minna...

Sekaligus salam perpisahan...

"A Little Thing of Ego (ALTOE)" © Noeruhi Karachou

Disclaimer : Naruto Punyanya Masashi Kishimoto-san

numpang obrak-abrik hehe...

: ) Plakk...( digampar fansx Naru...)

Pairing : Sakura H x Itachi U

Rate : M

Warning : OOC,NC21+,Longshoot,Gaje,Miss Tipo,Ejaan tidak Sesuai EYD,

Lime/Lemon .

Anak kecil Silahkan tekan Kembali , Hanya Untuk 21+...

Nekat! Dosa ditanggung sendiri…

Uchiha Itachi : 30 Thn

Haruno Sakura : 25 Thn

.

.

.

.

Sudah ada Warning di atas lo ya….

.

.

.

Chapter 4 : It's All Happen

Sakura berdiri canggung di depan Mikoto Uchiha yg menatapnya shock, apalagi dengan kondisi perutnya yg membuncit. Gadis itu menggenggam tangan Itachi dengan erat, setelah berhari-hari dibujuk Itachi akhirnya dia meneguhkan diri untuk menemui ibu Itachi itu.

Lalu kemudian raut Mikoto berubah sumringah, ada cairan bening yg turun dari pelupuk itu.

"Selamat Datang sayang" ucap Mikoto kemudian agak bergetar, lalu kemudian wanita paruh bayah itu sudah tidak bisa membendung dirinya untuk mendekap tubuh Sakura. Hatinya menjadi tenang seketika saat melihat Itachi tersenyum kecil. Kami~sama telah mengabulkan doanya…

Sakura ikut terharu dengan kata selamat datang itu, seolah dirinya punya tempat untuk pulang dan keluarga yg menunggu. Gadis itu menyamankan wajahnya dipundak Mikoto, menerima wanita paruh baya itu sebagai ibunya sendiri. Tempat sebuah buaian kasih sayang dan juga ketenangan yg abadi serta kelembutan seorang ibu.

"Terima kasih" hanya kata-kata itu yg bisa ia ucapkan.

Mikoto segera melepas pelukan itu dan mulai mendesak Itachi…..

"Kalian harus segera menikah minggu depan" dia harus bertindak cepat dan segera mengikat Sakura, dan jika mereka memang sudah saling memaafkan maka dengan kondisi Sakura yg seperti ini keduannya harus segera menikah sebelum kandungan Sakura makin membesar. Alasan lainnya adalah Mikoto sudah tidak sabar menjadi seorang nenek, perut Sakura yg membuncit itu memberi roh kehidupan baru bagi Mikoto untuk hidup lebih lama dengan menimang cucunya…..sunggu kabar yg sangat bahagia bagi Mikoto….

Sakura yg mendengar itu hanya mengirim pandangan pada Itachi, karena masalah itu belum sempat ia bahas dengan pria itu. Sakura tidak berharap banyak, semua keputusan ada ditangan Itachi. Ia sudah cukup nyaman dengan situasi yg makin membaik, adanya Itachi disampingnya sekarang juga bagai angin segar yg menghapus kepiluan Sakura selama ini. Sekarang tergantung Itachi akan membawanya kemana….dia akan menuruti pria itu…

Itachi menggenggam tangan Sakura lagi dengan erat, senyum tipis yg dilemparnya pada Sakura terlihat tulus dan sorot itu juga mengisaratkan keseriusan yg membuat Sakura tidak mengerti apa yg akan dilakukan pria itu. Lalu Itachi mulai menghadap ibunya…

"Aku membawa Sakura kesini untuk meminta restu ibu, dan aku memang berencana menikahi Sakura secepatnya" setelahnya Itachi kembali menatap senduh pada Sakura yg mengerjap-ngerjap tidak percaya. Tangan Sakura membalas genggaman tangan Itachi lebih erat, lalu mata gadis itu berkaca-kaca dan memeluk tubuh Itachi cepat, tidak perduli disana masih ada Mikoto yg ikut bahagia.

Sakura menangis terseduh-seduh karena bahagia, semua hal baik yg datang pada gadis itu terus mengalir dan tidak berhenti. Apakah ini adalah balasan atas hal buruk yg sudah menimpanya hingga sang Kami pun memberinya kebahagiaan sebesar ini ? jika iya, maka Sakura akan berterima kasih…atas segalanya….

============**~o-o~**=============

Uchiha Mansion, Satu Minggu Kemudian...

Sasuke Uchiha berdiri di samping ibu dan ayahnya yg terus memasang wajah bahagia, menyalami setiap tamu yg datang meski undangan yg disebar terbatas. Setelah agak bosan Sasuke mulai memisahkan diri dan menuju ruangan serba putih dimana kakaknya yg lumayan sialan itu sedang merapikan jasnya.

Setelahnya Sasuke menjatuhkan dirinya dikursi dan memijit pelipisnya. Tubuh pemuda itu terlihat lesu dan kepayahan...

"Kau benar-benar akan menikah sekarang, Aniki ?" tanya Sasuke malas seraya menyandarkan tubuhnya.

Itachi melirik sejenak adiknya yg terlihat sangat tidak bersemangat...yah dia bisa memaklumi...pasalnya Sasuke baru mendarat 3 jam yg lalu dan belum sempat beristirahat.

"Aku memang harus menikahi ratuku secepatnya"

Lagi, Sasuke mulai memejamkan matanya...masih menyantaikan tubuhnya...merenggangkan ototnya yg agak kusut...

"Kau itu membuatku kerepotan mencari jeda cuti kerja dan juga mencari penerbangan cepat" ucap Sasuke mulai menguap...

"Aku bukan boss yang punya waktu senggang, tapi kau menikah dalam waktu yg singkat dengan persiapan kilat" gerutu si bungsu lagi...

Itachi menyerigai kecil, mulai ikut duduk disamping Sasuke yg benar-benar kusut.

"jika tidak seperti ini kau tidak akan pulang, aku..." Itachi menyentuh bagian tengah dahi Sasuke, sebuah gerakan semacam isarat yg selalu Itachi lakukan saat dia ingin minta maaf. Kata itu hanya tergantung disana dan sudah cukup dimengerti oleh Sasuke...karena sentuhan didahinya itu adalah kelanjutannya...

Sasuke membuka matanya, melirik kearah Itachi yg menatapnya senduh.

"Aku tidak keberatan Aniki, Lagi pula ini adalah hari bahagiamu" balas Sasuke sedikit serius dan sisanya mengejek.

Itachi berkedut dan menyentil dahi Sasuke ringan...

"Kau masih tidak berubah" ucapnya agak kesal.

Sasuke mengelus dahinya dan menjauhkan tangan Itachi kasar...raut itu bertambah kusut...

"Memang apa yg kau harapkan dariku ini" ucap Sasuke sinis...mulai membuang mukanya kearah lain dan membiarkan Itachi menang untuk hari ini saja.

Meskipun sebenarnya dia sangat tidak ikhlas...

Itachi mulai berdiri dan beranjak keluar ruangan...

"Setidaknya kau datang dan Konan juga" dalam sekelebat Sasuke melihat kearah Itachi menghilang dan melihat gadis berambut biru yg berdiri disana dengan nampan berisi kopi panas.

Keduanya saling menunjukkan ruam merah tipis dan Itachi yg melihat hal itu hanya menyerigai...

"Itu hadiah karena kau datang Otouto~Chan" ucap Itachi entah pada siapa dan semakin menjauh dari kedua sosok yg juga sama saling jatuh cinta.

"Istirahatlah sejenak"

"Karena malam ini masih sangat panjang"

Punggung tegap itu menyusuri teras Mansion Uchiha. Membawa sebuah kotak kecil di tangannya...yg mengantarkan dirinya pada kehidupan baru bersama Sakuranya...Jas pas yg sewarna hitam malam dengan garis kelabu menurun, kemeja putih dengan dasi kupu-kupu dan celana panjang hitam dengan garis yang sama...penampilan Itachi bak pangeran yg diidam-idamkan seorang wanita...mempesona dan juga tampan...lalu jangan lupa aksen bunga sakura dikera jas itu juga sakunya...

Itachi sekarang hanya memikirkan bagaimana cantiknya Sakura dengan gaun pengantin. Sungguh di sudah tidak sabar untuk melihat Sakura sekarang, tapi dia harus menunggu sampai mereka dipertemukan dialtar nanti dan bersabar adalah hal yg harus dilakukan Itachi...hanya sedikit bersabar dan Sakura akan selalu bersamanya...

============**~o-o~**=============

Sakura mulai cemas saat Hinata mulai memanggilnya. Gaara dengan tampilan tidak kalah tampan dengan jas merah marunnya mengulurkan tangannya dengan senyum kearah Sakura yg semakin ragu...

Gaara berdiri disebelah Sakura dan membimbing tangan kakaknya itu untuk menggandeng lengannya.

"Jangan khawatir Nee~san...Nee~san terlihat sangat cantik meski perut Nee~san buncit...aku ada disisihmu jadi Nee~san tidak usah takut" Ucap Gaara mencoba menguatkan. Meski sampai sekarang Gaara sendiri tidak percaya bahwa kakaknya itu sudah ada didepannya dan baik-baik saja.

Wanita yg tampak anggun itu menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Mencoba mengurangi kegugupannya...gaun putih dengan bordiran bunga sakura berwarna pink yg menyebar di dada hingga perut semakin membuat tampilan Sakura terlihat cantik dan juga memukau.

Saat Gaara mulai melangkahkan kakinya melewati pintu utama itu sembari menuntun Sakura disampingnya, ada rasa bangga karena dirinya bisa menjadi saksi di pernikahan kakaknya itu bahkan menempati posisi pamannya, dia semakin merasa ikatan saudara kandung dengan Sakura.

Sakura menatap sekeliling sekilas dan menemukan hal yang jauh dari dugaannya. Riasan make up yg pas dan terlihat natural akhirnya membuat para tamu undangan hanya bisa melongo melihat pengantin wanita memasuki ruangan. Suasana yg hening dan juga hangat itu membuat Sakura relaks dan mulai fokus kearah pria yg menunggunya diujung jalan dengan senyum tampannya. Tadinya Sakura takut jika kehamilannya membuat Itachi malu didepan para tamu tapi sekarang wanita yg telah hamil dibulan ketujuh itu lega karena semua tamu menyambutnya hangat.

Itachi yg terus memandangi Sakura dari jauh juga membuat wanita itu bersemu malu juga bingung. Sakura mulai berpikir mungkinkah ada yang salah pada penampilannya ? Gadis itu terus berdoa agar semua berjalan lancar.

Gaara berhenti beberapa centi dari Itachi berdiri dan memberikan tangan Sakura yg agak gemetar kearah Itachi yg langsung menyambutnya dengan tatapan intens diantara keduanya dan kemudian Gaara undur diri dan mengambil posisi di bangku saksi mempelai wanita dengan senyum ringannya.

Mempelai wanita menggenggam tangan Itachi lebih erat saat pendeta mulai menyuruh mereka mengucap janji...

Itachi memulai lebih dulu...dan yg langsung membuat Sakura menitihkan air matanya saat mendengar Itachi mengucap janji akan menjaga dan mengasihinya sampai maut memisahkan...semua yg terjadi bagai mimpi yg terlalu indah bagi Sakura...

"Aku bersumpah" dan kata terakhir Itachi itu diiringi genggaman hangat pria itu lebih erat.

Sakura juga mulai mengucap sumpahnya setelah Itachi, sambil sesenggukan Sakura terus melantunkan janjinya untuk Itachi yg memandang senduh kearahnya...

Lalu Hinata datang dengan nampan berisi kotak yang terbuka, menampakkan cincin berlian dengan permata merah muda, dan disebelahnya sebuah cincin berlianpula dengan aksen kristal hitam disekelilingnya. Itachi mengambil cincin itu dan menyematkannya pada jari Sakura, dan Sakurapun melakukan hal yang sama...Hinata tersenyum tipis dan kembali kesisi Gaara...

Keduanya pun saling berhadapan dengan bergenggaman...dari atas mulai turun kelopak-kelopak bunga sakura yang sengaja di taburkan...menimpa tubuh keduanya...

Saat pendeta mengatakan keduanya telah sah menjadi suami istri dan mempersilahkan pengantin pria untuk mencium pengantin wanita...

Pria itu mendekatkan wajahnya pada Sakuranya...

Itachi berbisik sejenak ketelinga Sakura yg masih menguncikan pandangan padanya...

"Aku berjanji akan terus menjagamu dan anak kita sampai kapanpun, itu sumpah Uchihaku"

Lalu Itachi itu merangkum rahang Sakura dan mencium bibir berhias warna soft pink rasa cherry itu dengan cepat bahkan melumatnya. Sorak bahagia riuh rendah disana, Sasuke ikut mendoakan kakaknya di bangku paling belakang. Menggandeng Konan disampingnya yg memandang kearah kakaknya dan kakak iparnya dengan takjup...

Gaara dan Hinata saling bergandeng tangan erat sembari memandang haru pada Sakura yg terus menangis bahagia...

Dan saat tautan bibir itu lepas, Itachi dan Sakura langsung berpelukan. Lelehan tangis Sakura telah berubah menjadi senyuman kebahagiaan...ketakutan Itachi telah berganti menjadi rasa syukur dan kelegahan...

Semua orang memberi selamat...

Kakashi dan Minato juga hadir melancarkan ejekan pada Itachi yg akan segera menjadi ayah...Kushina yg juga hamil muda memeluk Sakura penuh kerinduan...

Acara itu berlangsung meriah tapi Sakura tidak bisa terlalu lama berdiri maupun duduk. Gadis itu tampak ngos-ngosan, Itachi jadi khawatir dan menuntun istrinya itu untuk beristirahat saat jam menunjuk pukul 7 malam.

Itachi bahkan menggendong istrinya itu ala bridal saat Sakura sudah tidak kuat berjalan. Meninggalkan pesta yg masih berjalan diluar sana...

Dengan perlahan Itachi meletakkan tubuh Sakura ke ranjang kamarnya yg sudah ditata seperti kamar pengantin baru...yah itu benar...tapi nuansa merah disana membuat Sakura tergelak...

"Merah..., malam pertama kita datang lebih dulu sepertinya ?" Tanya Sakura mengelus perutnya. Mengedarkan pandangan keseluruh dekorasi.

Itachi duduk diujunng ranjang tempat kaki Sakura berada. Melepas baju formalnya dulu dan juga membantu Sakura mengganti bajunya...

Itachi membalikan badannya dengan bosan saat Sakura berkeras memakai bajunya sendiri dan dia yg berstatus suaminya dilarang melihat istrinya sendiri berganti baju. Hhhhhhhh... Itachi benar-benar harus bersabar...

"Sudah ?" Tanya Itachi saat akan berbalik...

Sakura bergumam lirih dari balik Itachi dan pria itupun berbalik dengan wajah lebih datar. Benarkah Itachi marah ? Mungkin juga...

Sakura melirik suaminya yg lebih jadi pendiam. Sorot itu bahkan tidak melirik kearahnya sedikitpun...Terlihat sibuk melepaskan kancing-kancing kemejanya dan menanggalkannya...Sakura membuang muka kearah lain saat tubuh atas Itachi sudah tanpa pelindung, pipinya bersemu tipis...

Itachi yg menyadari itu hanya tersenyum kecil. Sejujurnya dia juga merasa gugup meski mereka sama-sama pernah melihat tubuh telanjang masing-masing. Tapi yang lebih Itachi syukuri adalah Sakura yang sekarang telah menjadi miliknya.

Tubuh Sakura agak tegang saat Itachi duduk disampingnya dan mengendus leher miliknya, hanya endusan mengambang tanpa bersentuhan. Itachi mulai berbisik lirih yang hanya mampu didengar Sakura...

"Aku merasa ini sebuah mimpi" dan kemudian ujung hidung itu mendarat dipelipis...

"Aku sangat bahagia Sakura" lanjutnya penuh ketulusan...

Sakura hanya menikmati sentuhan itu tanpa berniat mengganggu aksi Itachi. Ia hanya mengiyakan perkataan itu dalam hati, karena dia juga berpikiran dan merasakan hal yang sama...

Itachi memeluk tubuh istrinya itu dalam rindu. Menghisap aromanya hingga memenuh dadanya, merasakan segala hal baik yang terus menghujani mereka hingga mereka masih merasakan ini hanya sebuah bunga tidur. Tapi Itachi kemudian mengecup sudut bibir Sakura, memastikan segala benar-benar nyata, melihat kedua mata emerald itu memandangnya dengan gairah kecil. Dan akhirnya pria itu lupa bahwa dia tadi sempat kesal, bahkan sempat berencana menggoda Sakura dan mendapat perhatian istri tercintanya itu.

"Anakku baik-baik sajakan, Nyonya Uchiha Sakura ?" bisik Itachi lagi, bertujuan langsung membuat sang Haruno itu lebih merebak merah dan menghadiahinya tatapan tajam.

"Aku baik-baik saja Tou~san" Ucap Sakura dengan nada anak kecil sambil mengelus perutnya, dan membuat Itachi sejenak terdiam. Kata-kata Tou~san itu sangat asing tapi membuatnya mulai melelehkan air mata...

Jemari Itachi ditaruh diatas tangan Sakura yg masih mengelus perutnya dan menyembunyikan wajahnya di balik rambut Sakura. Berharap Sakura tidak menyadarinya menangis...

"Anak Tou~san pasti sangat kuat" Ucapnya agak bergetar. Mengelus perut Sakura perlahan dan agak terkejut saat merasakan gerakan dari balik perut Sakura. Itachi juga melihat Sakura agak mengernyit kecil saat anaknya menendang.

"Jangan nakal sayang, lihat, ibumu sampai terkejut" Ucap Itachi lagi lebih lembut.

Pria itu bahkan tidak menyadari Sakura melihat lelehan air matanya. Wanita yang akan menjadi ibu itu agak khawatir dan mengusap lelehan itu dari pipi Itachi yang langsung agak mundur. Mengusap kasar lelehannya sendiri dan memandang Sakura seolah semua baik-baik saja. Sakura mengulurkan tangannya untuk mengelus pipi Itachi dan mengamati wajah itu lebih lama.

"Dia tidak nakal Itachi, dia hanya bahagia ayahnya ada disisihnya..."

"Aku hanya sangat bahagia Sakura, kita sudah bisa berkumpul sebagai keluarga" Itachi menyatukan kedua kening mereka dan merangkum rahang istrinya.

Sakura tiba-tiba mengernyit lagi saat akan mengatakan sesuatu pada Itachi.

"Dia menendang lagi" bisik Sakura dengan senyumnya.

"Itachi~sama, anak anda ini sepertinya laki-laki" Lanjutnya lagi... "Dia mewarisi kekerasan kepala anda Itachi~sama" Sakura mulai mengejek dan memasang wajah cemberut.

"Aku sendirian sepertinya" sebuah tendangan bernada protes membuat Sakura agak menggigit bibirnya.

Itachi yg melihat itu mengelus perut Sakura...

"Anak ayah marah ya ? Ibu tidak bermaksud begitu" bahkan kepala Itachi agak menunduk untuk mencium perut Sakura.

Sakura mengelus rambut panjang Itachi, menyusupkan helaiannya di sela-sela jemarinya. Ikut tersenyum melihat kelakuan Itachi yang manis.

"Ayahmu sangat tampan bukan, sayang ? Dan juga baik" Ucap Sakura sembari meremas rambut itu dan juga menunduk untuk melihat wajah Itachi yang menyerigai.

"Ibumu itu juga sangat cantik dan juga sangat seksi tau" balas Itachi dan melirik kearah Sakura sekilas.

"Aku benar-benar tersanjung tuan Uchiha" Ucap Sakura agak terkekeh.

Itachi bangun dari posisinya terakhir dan memberi pandangan pada istrinya yg terlihat sangat senang. Tubuh itu tanpa aba-aba mulai mempersempit jarak wajah mereka.

"Ayah boleh menengokmu kan sayang" Ucap Itachi bukan pada Sakura tapi pada anak dikandungan wanita itu. Tatapan tajam itu mengamati wajah Sakura yg akan memprotes dan tidak jadi saat wajah itu kembali mengernyit. Lengkungan kecil tercipta dibibir Itachi...

"Itu artinya bolehkan sayang ?" kali ini ucapan bernada seksi itu ditujukan pada Sakura.

Sakura mulai bersemu dan belum menjawab saat kedua bibir mereka bertemu. Tangan Itachi merabah dada yg bertambah penuh itu hanya sekedar mengusap. Lumatannya begitu menuntut pada Sakura yg mulai membalas melumat, kedua bibir mereka bertautan bukan untuk menentukan siapa yang paling mendominasi tapi untuk menikmati malam ini. Dimana semuanya yg mereka reguk 7 bulan lalu akan terulang lagi...dengan situasi lebih panas dan juga penuh kelembutan...

Tangan Sakura merabah dada bidang dan kekar Itachi bahkan sedikit bermain disana. Memainkan kedua pucuk Itachi yg mulai mengeras sembari mengirim sinyal gairah yang sama pada suaminya itu. Lumatan itu semakin membakar Itachi untuk melakukannya lebih jauh, sesuatu dibalik kain bawahnya sudah terhimpit.

Sekarang tangan itu mulai menyusup dibalik baju tidur satin sang nyonya Uchiha. Dan mulai meremas dada Sakura yg masih terbungkus bra, sang nyonya itu mendesah lirih mungkin juga mendesis disela ciuman mereka.

Itachi memberi ruang untuk Sakura bernafas, dengan melepas ciuman itu.

"Aku boleh membuka hadiahku kan ?" tanya Itachi lebih lirih.

Sakura mengangguk ragu sambil mengatur nafasnya...tapi wanita itu agak takut jika apa yg mereka lakukan akan menyakiti anak mereka didalam sana. Dia sudah menjadi istri Itachi dan sudah menjadi tanggung jawabnya untuk memberikan itu...dia tidak ada diposisi untuk bisa menolak...

Itachi mengecup leher Sakura untuk membuat istrinya itu lebih tenang, tanpa bertanya pun ia tau apa yang mengganggu Sakura.

"Aku akan sangat berhati-hati" ucap Itachi langsung disela kecupan dan lumatannya pada leher Sakura.

Sakura menengadah atas rasa nikmat juga memberi akses lebih pada Itachi ketempat yg disukai pria itu. Tubuhnya sudah lebih siap setelah mendengar janji Itachi padanya...

Itachi menurunkan kecupannya saat sudah membuat banyak tanda dileher Istrinya yg tersegal-segal menahan sensasi panas dari aksinya. Kedua tangan Itachi menurunkan satin itu dari dada Sakura dan membuat kedua benda kenyal dan padat itu menyembul. Dengan bercak basah di bagian tengah bra berwarna putih itu. Pandangan Itachi tiba-tiba fokus pada bercak basah yg tembus itu, menurunkan cup bra itu perlahan hingga payudara itu terlihat sepenuhnya dengan cairan putih diujung kuncupnya.

"K-kau...su-dah meng-ha-sil-kan susu Sakura ?" pertanyaan terbata yg terdengar aneh itu membuat Sakura jadi mengernyit.

"Kurasa sudah sejak 5 bulan kandungan cairan itu merembes keluar" ucap Sakura polos sembari menyentuh payudaranya. Lalu mengambil tisu di samping ranjang dan akan mengusap cairan itu tapi Itachi menghentikannya.

"Aku...bo-leh men-cobanya ?" semu tipis juga wajah penasaran itu agaknya membuat Sakura berpikir dengan mungkinkah sekarang Itachi harus meminta izin atas apapun ? Dan kenapa dia jadi menyukai sikap pemuda itu yang berubah agak ektrim.

Sakura menutup kedua payudaranya dengan kedua tangannya mencoba mengetes sampai dimana suaminya itu bertindak.

"Ini untuk bayi kita Itachi" Ucap Sakura mendelik seraya memasang ekpresi tidak mengijinkan.

Dan tak disangka Itachi justru memohon dan mendesaknya dengan raut penasaran yg sepertinya menyiksa. Sakura kembali terkekeh kecil dan menyingkirkan tangannya dari kedua payudaranya...

"Kurasa aku akan punya dua bayi nanti, tapi yang besar lebih merepotkan" Ucap Sakura memasang wajah geli dan menarik kepala Itachi keatas dadanya.

"Cobalah bayiku sayang" goda Sakura.

Itachi meneguk ludahnya seakan dia akan mencicipi sesuatu yg sangat nikmat, bahkan lelehan yg turun itu sangat menggodanya untuk mencoleknya dan menghisapnya. Pria itu tidak memperdulikan godaan Sakura dan mulai mengeluarkan lidahnya untuk menyapu bagian aerola Sakura dan tidak sedikitpun menyentuh kuncupnya. Saat lidahnya mulai menyapu lelehan kental itu dan mengecapnya, Itachi mendengar istrinya menahan nafas. Bahkan saat suara cap bibir Itachi terlepas dari dadanya, Sakura juga mendesis lirih.

"Itachi Ssssssttttttt" jemari Sakura mulai tidak bisa berahli dari kepala Itachi, meremas juga kadang menjambak rambut itu. Lidah itu berputar dan menghisap kulit payudaranya hingga memerah, mengirimkan sengatan gairah yg membuat celanya mulai lembab dan juga berkedut.

Kepala Sakura agak terangkat untuk mengawasi apa saja yg Itachi lakukan pada payudara montoknya itu. Sejak ia hamil ukuran payudaranya itu semakin besar dan menggantung saja, dan saat sekarang Itachi sedang menikmatinya. Gunungnya semakin besar, tegang dan kencang...

Saat rangsangan itulah ujung kuncup Sakura semakin banyak mengeluar cairan kekuningan.

"Aaahhhhh Ita-chiiiiii" Sakura mulai terpekik saat mulut itu langsung menghisap kuncupnya yg sudah sangat tegang. Remasan didadanya yg lain makin gencar dan cairan itu menyembur-nyembur dari sana.

Itachi semakin takjup, mulutnya itu menghisap dan terus menghisap. Sementara mulut Sakura semakin merengek dan tubuh itu terangkat-angkat. Raut Istrinya itu menahan nikmat dan juga rasa geli.

Aliran cairan yg keluar dari kuncup itu langsung di teguk Itachi seakan sedang meminum air dari sebuah gelas. Tangannya yang menganggur merabah perut Sakura yg membuncit dari balik gaun satin Istrinya yg makin menggelinjang.

"Saku...ini sangat luar biasa" muka mesum itu terlihat jelas dan wajah Itachi untuk pertama kalinya. Bayi Sakura yg semakin aktif bergerak di dalam perutnya, juga membuat dia semakin tidak terkontrol.

Tubuh Sakura mengejang saat jemari Itachi baru memainkan bijinya. Sementara mulut Itachi masih betah menghisap dada Sakura yg agak memerah karena remasan juga kissmark suami mesumnya.

"AAHHHHHGGGG...iTACHIIII" Dan cairan itu mulai menyembur dengan tak terkira dari sana membasahi jemari Itachi yg sama sekali tidak terganggu untuk terus mengelus biji Istrinya yg bahkan harus menarik tangan Itachi saat ia tidak berhenti.

Nafas Sakura tersegal-segal dan dadanya agak nyeri, mata emerald itu sudah diselubungi dalam nikmat. Itachi tersenyum puas saat melepas kuncup Sakura sampai tertarik , membuat sebuah bunyi lepas yg erotis juga desisan Istrinya yg menggairahkan.

"Memuaskan" Bisik Itachi merengangkan paha Sakura, dan menempatkan badannya disana.

Lalu menunduk untuk menerma ciuman dari Sakura yg sudah membuka matanya.

"Boleh ku jenguk anakku sekarang Nyonya Uchiha ?" tanya Itachi menggoda istrinya itu, dan menyerigai puas saat melihat pipi itu bersemu.

Sakura membuang mukanya malu, pasalnya dia masih tidak biasa dengan panggilan itu dan juga marganya yg berubah. Wanita itu baru melihat kearah Itachi dengan terkejut saat sesuatu yg keras sudah ada di depan pintu surganya. Ia bahkan tidak merasakan saat Itachi melepas celana dalamnya dan juga tak menyadari bahwa Itachi sudah telanjang.

Tubuh Sakura menagang saat benda mengganjal dan juga berukuran besar itu mulai masuk. Tangannya meremas dan juga berpegangan pada pundak Itachi, mulut itu terkunci rapat dan matanya menatap mata Itachi dengan bibir setengah digigit.

Itachi cukup sadar untuk membuat jarak aman dengan perut Sakura. Pria itu menahan nafas dengan peluh yg berjatuhan, muka Itachi menahan gairah hingga memerah...

Jika saja ia bisa mengumpat, maka suda ia lakukan dari tadi. Betapa sempit dan juga nikmatnya...lengan kekar Itachi mengapit paha Sakura untuk lebih mengangkang dan saat penetrasi itu telah sampat batas terdalam. Keduannya mulai mengatur nafas...

Itachi memandang kearah Sakura yg tadi sempat merengek kecil saat penyatuan mereka. Mulut setengah terbuka itu, akhirnya dikecup dengan raupan rakus Itachi. Hanya sekejap...lalu kemudian bibir itu mendesahkan namanya saat Itachi mulai menarik dan mendorong pinggulnya dengan perlahan.

"Sempit sekali" Ucap Itachi tersegal.

"Ita-chi" suara Sakura terputus saat satu tusukan dalam membuat wanita itu memekik bercampur desahan.

Itachi menenggelamkan wajahnya di dada Sakura dan mulai menyusu. Rangsangan dikedua titik sensiti Sakura sangat menyiksa wanita itu...

"Ahhhh...ahhh...ahh...Ita-chi..." dadanya yg lain dipilin kuncupnya bahkan ditarik-tarik oleh sela jari Itachi yg mulai mendengus-dengus.

Udara makin panas...dan pendingi ruangan itu sama sekali tidak membantu...karena justru tubuh kedua anak manusia itu makin memuncak...

"Sedikt lagi" Itachi makin kesetanan mengisap dan menusuk Sakura.

Sementara Sakura baru saja keluar dan kembali teransang lagi saat tusukan itu makin gencar menyentuh g-spotnya. Kepala Sakura menengadah dan saat kepala itu menatap Itachi ternyata pria itu juga melihatnya. Rengkuhan Itachi makin erat dan kedua bibir itu melekat erat...

Pinggul Sakura dikunci dan Itachi menusuk dengan tenaga penuh.

Dan...

"Umpp...umpppppp" Sakura mengejang dalam lumatan itu...

Cairan semen Itachi meledak dan masuk kerahim Sakura yang sudah berisi bayi.

Keduannya melepas lumatan itu...

Mengatur nafas masing-masing dari mulut yg setengah terbuka...

Hah...hah...

Mata Sakura yg berat segera tertutup...suasana senyap itu hanya diisi deru nafas keduanya...

Itachi menarik kejantananya perlahan. Dan duduk disela kangkangan Sakura yg sudah tertidur...

Peluh yg turun dari dahi pria itu sangat berlawanan dengan udara diluar sana yg dingin...

Itachi mengamati tubuh Sakura yg hanya dilekati gaun tidur satin tadi yg tergulung diperut istrinya. Bibir Itachi mereka kecil melihat posisi Sakura yg cukup berantakan dan itu karena ulahnya.

Cairan bening mulai merembes dari vagina itu dan meleleh ke sprei. Kembali Itachi menunduk dan menghisap cairan itu untuk membersihkan vagina Sakura. Tubuh Sakura agak menggeliat sejenak dan mata itu terbuka sedikit.

Itachi mengangkat wajahnya dari daerah pribadi itu. Pria itu mulai mengambil posisi disamping Sakura dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Mematikan lampu itu dan memeluk tubuh Sakura...

"Selamat malam sayang" bisik Itachi lirih tapi cukup didengar Sakura.

Mata emerald itu kembali terpejam, menggenggam tangan Itachi yg memeluknya...

Keduannya mulai memasuki mimpi masing-masing...dalam kepuasan...

Dan besok mentari akan menyambut mereka dengan hangatnya...juga status baru keduannya...

Pelukan Itachi makin posesif, dan suara jangkrik mulai terdengar...

Krikk...krikk...krikk...

Sudah tidak terdengar aktivitas diluar sana...

Dan inilah akhir cerita malam ini...

.

..

...

============**~o LANJUT CHAPTER 5 o~**=============

Tapi bolehlah Noe sapa dulu...

Hai Mina~san...

Karena kemarin adalah bulan puasa dan kalian pasti menghindari fict dengan lemon, akhirnya aku Update nie Fict setelah ramadhan...takut nambah dosa...hihihi...karena akhir Chapter empat yg agak kecut...

Terima kasih buat kalian yg sudah meninggalkan jejak kalian dikolom review selama ini dan cukup sabar untuk menunggu kelanjutan fict ini...

Lemon ini menurutku sih lumayan dan aku memang mau bongkar sisi mesum si Itachi yang wah dan wah...#Di amaterasu...Hyaaaa...

Ok...

Ini Noe mau balas review kalian :

: Side story tentang rumah tangga mereka ada di chap 5 Geegee kutambah satu ektra Chap buat pembaca setia...hyaaaa...jadi baca ya...

sitilafifah989 : Ku tambah satu Chap sayangku...kalau seratus Noe angkat tangan deh...macam ditangkap polisi...hihihi...#kibarin bendera putih...

Dwisuke : uw...uw...masih lanjut loh bahkan ku tambah Chap terlima hyahaha...seneng gak Dwisuke~san...tapi upnya habis lebaran...lama bingitz cuy...hihihi...gomen...gomen semua...

ddafmipa97 : udah lanjut nie...ada chap 5 loh...

Guest : Hwahhhhhh...ok kita lihat aksi AKIRA KITA di chapter 5...lanjut...

Luca Marvell : Noe juga ngikut deh...ku tambah Chapter 5 loh...masih mau baca gak atau dah bosen ?

Itu adalah review minna di chapter kemarin...

Thanks semua dan tetap baca karyaku lainnya ya...

Langsung Chapter 5...Go...Go...