.

Bleach © Tite Kubo

Bleach Fanfic Story – Dragon Ice and Wolf of Black Snow

Bount Arc

-I do not own Bleach-

Don't Like, Don't Read

Warning : TYPO, OOC, OC, AU, Etc


- Chapter 4 -

Sore hari, di kediaman urahara.

Akatsuki dan Toshiro berdiri didepan pintu masuk. Akatsuki mengetuk pintu itu beberapa kali, terdengar suara feminim yang berkata "sebentar...". Akhirnya pintu itu dibuka dari dalam oleh seorang gadis kecil berambut hitam. "Ya, siapa kalian?" tanyanya pelan dan sopan. Akatsuki tersenyum kecil, "ini kediaman Urahara Kisuke?" gadis itu mengangguk sebelum terlihat Urahara dengan pakaian hijau dan topinya datang memeriksa.

"Ah! Sebuah kunjungan mengejutkan! Biarkan mereka masuk Ururu." Kata Urahara pada gadis kecil itu yang segera membuka pintu. Akatsuki dan Toshiro berjalan masuk, mereka bertemu dengan Tessai dan dibawa ke ruang tengah.

Urahara membuka kipasnya, "Sebuah kehormatan untukku bertemu dengan kalian berdua. Aku sudah mendengar dari Yoruichi tentang kemampuan kalian dan apa yang telah kalian lakukan untuk membantu Ichigo. Aku sangat berterima kasih."

"Itu bukan masalah. Kau adalah korban dari Aizen dan aku juga tidak menyukai orang itu sejak awal" jawab Toshiro sebelum mengangguk terima kasih pada Tessai yang membawakan teh. Pria besar itu juga memberikan satu pada Akatsuki sebelum duduk dekat dengan Urahara.

Urahara tersenyum, "jadi ada keperluan apa kau kemari?"

Toshiro terdiam dan menyilangkan kedua tangannya di dada. "Aku ingin tahu apa yang akan kau lakukan dalam masalah Bount kali ini" kata Toshiro tenang. Urahara berhenti sebentar mengipasi dirinya sebelum melihat pada keduanya.

"Jadi kalian sudah mengetahuinya?" tanyanya.

"Kami menemukannya secara tidak sengaja. Akatsuki menemukan gelombang berbeda dalam patrolinya dan menyelidiki sumbernya. Dia menemukan para Bount itu dan memutuskan memberikan laporan padaku" Toshiro menjelaskan sebelum membuka matanya dan menatap balik Urahara "dia juga tidak sengaja berpapasan dengan Yoruichi dan Soifon-taichou. Untuk itu bisa disimpulkan kalau kau juga masuk dalam masalah ini. Apa aku benar?"

Urahara tersenyum, "itu benar! Tapi aku sedikit terkejut kalau kau menemukannya secepat ini. Kami bahkan belum mendapatkan bukti kalau itu benar-benar adalah Bount."

"Apa sesulit itu menemukan buktinya?" tanya Toshiro.

Urahara mengangguk, "aku tidak tahu dengan jelas, tapi mereka sepertinya memiliki tempat persembunyian yang sangat tersembunyi. Aku ingin memeriksanya dengan jelas apakah ini Bount atau hanya subspesies."

Toshiro dan Akatsuki masih menatap pada Urahara. Akatsuki memutuskan berbicara dan mengejutkan kedua orang disana "Jadi apa yang kau ingin manfaatkan dari kejadian ini, Urahara-san?"

Urahara berkedip dan tersenyum kecil, "sepertinya kau bisa mengetahui pikiranku. Sebenarnya aku ingin memanfaatkan kejadian ini untuk membuat Kurosaki-kun untuk bisa menguasai bankai-nya secara sempurna sebelum Aizen melakukan rencananya."

"Kau tampak mempercayainya tapi Kurosaki sendiri sama seperti ayahnya. Terburu-buru dan penuh dengan rasa keadilan" kata Toshiro.

Tessai mengangkat satu alisnya, "kau tahu?"

Toshiro menghela nafasnya, "setelah semua yang telah terjadi. Tentu saja aku harus mengenal setiap orang tersebut. Walau aku terkejut dengan penampilan dia yang mirip dengan Kaien Shiba. Kau memiliki keyakinan kalau Kurosaki bisa mengatasi Aizen sebagai Shinigami hybrid pertama. Dan Akatsuki melihat Kurosaki bisa membuka era baru dalam Soul Society, jadi aku percayakan dia dalam pengawasanmu."

Urahara tersenyum, "tentu saja! Percayakan padaku!"

Toshiro menghela nafasnya dan saling bertukar pandang pada Akatsuki. Dia mengangguk kecil pada Akatsuki yang mengeluarkan sesuatu dari bajunya. Mata Urahara melebarkan matanya, apa yang ada ditangan Akatsuki adalah salah satu dari sampel Reishi dari Bount. Dia meletakannya sampel itu diatas meja.

"Ini adalah sampel Reishi yang berhasil didapatkan oleh Akatsuki. Kuberikan ini padamu untuk kau selidiki tapi..." Toshiro terdiam sebentar "aku harap mulai sekarang jika kau berniat untuk melakukan sesuatu dengan Kurosaki, kau memberitahuku dulu."

"Oh?" Urahara melihat pada Toshiro dan Akatsuki. Dia tampak berpikir sebentar sebelum kembali membuka kipasnya, "tawaran menarik. Aku terima dengan senang hati" jawabnya. Toshiro melihat pada Akatsuki yang mengangguk kecil memberitahu kalau Urahara tidak berbohong sebelum kembali pada Urahara dan memberikan beberapa data lainnya.

"My Lord..." Akatsuki berbicara "...aku pikir ini saatnya kita kembali ke Soul Society."

Toshiro mengangguk setuju dan berdiri. Urahara dan Tessai menemani mereka hingga didepan pintu. Akatsuki kembali membuka pintu dimensi, mengejutkan dua mantan shinigami disana. "Sampai bertemu segera, Urahara Kisuke" kata Toshiro berjalan masuk. Akatsuki juga memberikan hormatnya, "terima kasih atas tehnya, sungguh rumah yang nyaman."

.

.

.

Setelah pertemuan dengan Urahara, Toshiro dan Akatsuki mendapatkan undangan dari Ukitake. Toshiro sedikit kebingungan dan berpikir kalau Ukitake ingin membicarakan sesuatu tentang Bount. Atau... memberikan mereka berdua permen dan makanan manis lagi seperti yang biasa dia lakukan setiap bulan. Toshiro tahu kalau kapten itu memiliki kesehatan fisik yang mudah memburuk dan mengancam nyawanya. Dia dan Akatsuki tidak pernah menolak pemberiannya karena mereka tahu keduanya telah berhutang banyak pada Ukitake. Untuk itu mereka segera datang, Sentarou dan Kiyone segera menyambut mereka di depan pintu divisi tiga belas.

"Hitsugaya-taichou! Nokage-fukutaichou! Ukitake-taichou sudah menantikan kedatangan kalian, silakan masuk" kata keduanya membukakan pintu. Toshiro dan Akatsuki berjalan masuk kedalam ruangan tersebut. Mata mereka segera bisa melihat pada salah satu kapten senior itu. Ukitake tampak sangat tenang seperti dirinya yang biasa disana. Dia tersenyum sedikit melihat kedua orang itu.

"Ah, Hitsugaya-taichou, Nokage-Fukutaichou! Terima kasih sudah datang!" katanya.

Toshiro dan Akatsuki mengangguk, "ada apa, Ukitake-taichou? Apa ada masalah?" tanya Toshiro.

Ukitake masih tersenyum, "sebenarnya bukan aku tapi..." dia melirik pada pintu lain dan Rukia berjalan masuk. "Hitsugaya-taichou, Nokage-fukutaichou" katanya memberi hormat.

"Rukia disini ingin berlatih dibawah bimbingan kalian berdua sebagai sesama pemegang zanpakutou es. Aku harap kalian bisa menerima permintaan ini" kata Ukitake penuh hormat.

Toshiro dan Akatsuki melihat Rukia yang akan membungkuk, "tidak perlu membungkuk, Kuchiki" kata Toshiro berhasil menghentikan adik dari kapten Kuchiki. Rukia mengangkat kepalanya dan terkejut sedikit, "Aku dan Akatsuki akan dengan senang hati membantumu tapi aku harap kau tidak keberatan jika aku memberikanmu beberapa misi."

"Kita bisa memulai persiapannya pagi besok hari pada saat matahari terbit. Kau bisa datang ke tempat latihan divisi sepuluh dan kusarankan kau bergerak pada tempat pertama" kata Akatsuki. Rukia terlihat heran, Toshiro bisa membaca pertanyaan diwajahnya dan segera menjawabnya "itu adalah tempat latihan khususku dan Akatsuki. Dengan ini kau tidak perlu khawatir menyerang orang lain dan bebar menggunakan seluruh kekuatanmu."

Rukia tersenyum lebar dan mengangguk, "saya mengerti, Hitsugaya-taichou, Nokage-fukutaichou."

"Terima kasih..." kata Ukitake "aku serahkan Rukia dalam pengawasan kalian, Hitsugaya-taichou, Nokage-Fukutaichou."

"Bukan masalah. Rukia, jika tidak keberatan aku dan Akatsuki ingin berbicara dengan Ukitake-taichou bertiga saja" kata Toshiro. Rukia memberi hormat sekali lagi dan berjalan keluar. Akatsuki mengangguk pada Toshiro tanda kalau gadis itu sudah keluar dari jangkauan. Toshiro kembali pada Ukitake, mulai membahas tentang masalah sebelumnya." Ukitake-taichou, apa kau sudah mengetahui sesuatu tentang apa yang terjadi di dunia hidup?"

Ukitake terlihat sangat kaget, "apa kau mengetahui sesuatu Hitsugaya-taichou?" tanyanya.

Toshiro terdiam, "Akatsuki secara tidak sengaja merasakan keanehan ketika dia sedang berpatroli di dunia nyata. Dia menyelidiki asal dari fenomena itu dan tanpa sengaja bertemu dengan Yoruichi dan Soifon-taichou."

"Ah, begitukah? Maaf belum memberitahumu, sebenarnya Soifon-taichou bersama Yoruichi sedang memeriksa di dunia nyata. Mereka menangkap beberapa fenomena aneh dan berniat untuk mencari bukti" kata Ukitake.

"Aku mengerti, Aku juga akan menyelidiki lebih dalam. Jika ada sesuatu aku akan segera memberitahumu dan membantumu" Toshiro mengangguk dan pergi kembali keruangannya sambil berbicara yakin dalam hatinya.

'Perang akan segera dimulai...'

.

.

.


.

.

.

Oh, saya punya pengumuman kecil. Beasttamer memutuskan hanya membuat cerita hingga Aizen. Bagian Lost subtitute shinigami sama yang terakhir, pertarungan dengan quincy sayangnya gga bisa saya buat. Saya kesulitan membuat ceritanya hanya dari manga. Tapi ini bisa berubah kembali, habisnya ide untuk dua cerita itu hilang entah kemana. Saya benar-benar minta maaf... Tapi jangan khawatir, saya juga membuat beberapa series lainnya yang sedang dipersiapkan sebagai cerita lain.

Tolong berikan Review!