CHANBAEK FANFICTION


~0o0~


Author : lladyluck
Wattpad : lladyluck
Main cast : Park Chanyeol x Byun Baekhyun
Category : Boys Love
Genre : Romance, Yaoi
Rate : T-M
Bahasa Indonesia
.
.
Note :
cerita ini sudah di post di wattpad dengan nama author yang sama



Chapter 4

Chanyeol meneguk ludahnya kasar. Otak jeniusnya benar-benar kehabisan akal kali ini. Baekhyun berada di atasnya dada bidangnya sambil memeluknya dan kesempatan seperti ini tak akan datang dua kali seumur hidup.

Apakah ia harus mengikuti nafsunya? Tapi ia juga tak ingin menyakiti Baekhyun. Namja jangkung itu kini di hadapi oleh pilihan yang begitu sulit. Baekhyun tampak merona hingga telinganya ikut memerah. Sungguh dia begitu menggemaskan di mata Chanyeol.

"Cha-chanyeol.. " suara namja mungil itu terngiang di telinga Chanyeol. Begitu indah membuat namja jangkung itu benar-benar lupa daratan.

Chanyeol menatap Baekhyun dan kini menggeleng memantapkan pilihanya. Sepertinya pilihan pertama tidak buruk, mungkin mencicipi bibir manis Baekhyun lagi tak akan membawa masalah.

Dengan nekat, Chanyeol memegang bahu Baekhyun kemudian tangannya menjalar ke leher membuat Baekhyun hanya bisa terdiam melihat apa yang dilakukan Chanyeol.

"Baek, aku-,"

BRAK!

"CHANYEOL! KAU DI DALAM?!" Teriak suara cempreng diikuti suara gebrakan pintu kamar membuat Chanyeol dan Baekhyun yang berada dalam posisi tak senonoh menoleh.

Yoora terdiam dan tangannya masih memegang gagang pintu kamar Chanyeol. Ia seperti baru saja menggerebek pasangan yang akan melakukan hal-hal negative di sebuah apartemen. Perempuan itu terdiam sambil menatap Chanyeol dan Baekhyun bergantian.

"Aah, maaf. Silahkan dilanjutkan.." Yoora tak bisa memakai kata yang pas untuk situasi ini dan langsung menutup kembali pintu kamar Chanyeol.

Chanyeol mengumpat kasar dalam hati. Ia mengutuk kakak perempuannya itu dengan berbagai macam kutukan. Karena situasi yang di luar dugaan, mana bisa Chanyeol melanjutkan aksi bejatnya. Ia akhirnya menghela nafas kemudian melepaskan Baekhyun.

Baekhyun bangun dari posisi dan kini duduk disamping Chanyeol dengan jantungnya masih seperti baru saja ikut lomba marathon. Chanyeol menatap ke arah Baekhyun yang menunduk ke arah lantai.

"Maaf, itu tadi kakak perempuanku.." Baekhyun mendongakan wajahnya ke arah Chanyeol, air matanya lolos begitu saja membuat Chanyeol panik. Ia bahkan tak tahu alasan namja mungil itu menangis lagi.

"Hiks.. hiks... A-aku kaget sekali.. hikss.." tangisnya membuat Chanyeol tak bisa berkata apa-apa.

Ia tak bisa memahami kenapa Baekhyun menangis karena petir dan Yoora memergoki mereka. Chanyeol tersenyum hangat kemudian mengacak surai lembut Baekhyun.

"Tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir. Kakakku adalah orang yang baik."

"Ta-tapi bagaimana jika dia salah paham.. Hiks.. Chanyeol-ah, kau bahkan seperti ingin melakukan hal bejat padaku lagi tadi.." Chanyeol merasakan ucapan Baekhyun tepat sasaran.

Namja jangkung itu tak bisa mengelak karena memang benar ia sempat memikirkan akan melakukan hal bejat kepada Baekhyun. Ia tak pernah merasakan hal aneh seperti ini semenjak bertemu Baekhyun yang manis seperti gula kapas.

"Tidak usah khawatir, ayo. Kau pasti lapar kan?" Ajak Chanyeol bangkit dari duduk ya kemudian menawarkan tangannya untuk mengajak Baekhyun keluar dari kamarnya.

Sementara itu Yoora, gadis itu kini berkeliling kesana-kemari mengitari meja makan. Ia masih memikirkan apa yang dilakukan Chanyeol dengan seorang gadis di kamarnya! Demi Tuhan, Yoora begitu takjub menatap gadis mungil yang berada di kamar adiknya.

"Kyaaa! Kyaa! Sebentar lagi aku akan punya adik ipar!" Yoora memekik kegirangan tanpa tahu bahwa gadis yang ia lihat di kamar Chanyeol sebenarnya adalah seorang laki-laki.

Matanya menangkap dua sosok yang turun dari tangga lantai dua. Yoora menatap dua orang yang tak lain adalah adiknya dan yang masih ia yakini sebagai kekasih adiknya. Yoora mempersilahkan dua bocah SMA itu duduk di kursi meja makan. Chanyeol menatap noonanya tajam membuat Yoora kebingungan.

"Cepat minta maaf!" Suruh Chanyeol membuat Yoora membelakan matanya.

"A-apa salahku?" Yoora membela diri kemudian menatap Baekhyun yang mata dan hidungnya memerah sambil terisak.

"Kau membuatnya terkejut telah memergoki kami." Yoora menganga mendengar penjelasan Chanyeol kemudian menatap Baekhyun yang terisak.

"Aigoo, kenapa kau menangis? Eonni minta maaf ne? Sungguh, aku tidak bermaksud mengagetkanmu." Yoora kini memegang pipi Baekhyun kemudian membelainya dari depan.

Baekhyun yang terisak menatap Yoora dan seketika pandangan mereka bertemu. Walau keberatan, Yoora tak bisa memungkiri bahwa Chanyeol memiliki selera yang bagus seperti Baekhyun.

"Aigoo, manis sekali! Chanyeol dimana kau mendapatkan gadis manis ini?!" Pekik Yoora membuat Chanyeol menoleh. "Bodoh, dia laki-laki."

Yoora mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia menatap Baekhyun lagi yang masih terisak pelan dengan wajah unyunya. "Namanya Byun Baekhyun. Dia seumuran denganku." Ucap Chanyeol.

'Sungguh dia laki-laki?! Aigoo kenapa dia begitu manis. Ah, aku tidak perduli dia laki-laki! Selera Chanyeol tetap saja hebat!' Batin Yoora memekik gemas.

Baekhyun menatap Yoora dengan pandangan takut. "Tidak usah takut, aku tidak akan memakanmu hehehe.." Yoora berbicara dengan menyakinkan membuat Baekhyun mengangguk pelan.

"Jadi, kenalakan namaku Park Yoora. Kau bisa memanggilku noona. Ah, apa kau pacarnya Chanyeol?" Tanya Yoora dengan penuh rasa penasaran. Baekhyun menunduk kemudian menggeleng pelan membuat Chanyeol mendengus.

Yoora ingin sekali tertawa melihat reaksi keduanya. Apakah ini artinya, adiknya yang populer sedang bertepuk sebelah tangan? Ah, Yoora penasaran sekali.

"Chanyeol itu memang mesum, tapi percayalah dia adalah pria yang baik." Chanyeol menatap tajam kakaknya membuat wanita itu hanya tersenyum. Baekhyun menaikan alisnya bingung. Situasi ini begitu membingungkan.

"Ah, apa kau lapar? Tadi aku membeli pizza. Kau suka pizza?" Tawar Yoora sambil merogoh kertas plastik yang tak jauh dari hadapannya. Ia membuka pizza itu kemudian menyodorkannya pada Baekhyun.

"Aku juga punya pudding." Perkataan terakhir dari Yoora membuat mata Baekhyun berbinar. Yoora sadar akan hal itu langsung memberikannya pada Baekhyun.

"Te-terima kasih noona.." ucapnya pelan membuat Yoora gemas. Ia memandang Baekhyun yang kini sedang asyik melahap puddingnya membuat Chanyeol cemburu.

"Jangan melihatnya terus, nanti kau bisa suka padanya. Dia milikku!" Ucap Chanyeol mendelik tidak suka ke arah Yoora.

"Aku bukan milikmu." Baekhyun membalas Chanyeol dan hal itu membuat Yoora tak bisa untuk menahan tawanya.

Baekhyun memakan pudding pemberian Yoora dengan senang hati. Seakan tak pernah terjadi jika ia tadi sedang menangis. Chanyeol menatap Baekhyun lekat-lekat begitupula Yoora.

"Baekhyunnie, malam ini menginaplah disini," usul Yoora membuat Baekhyun hampir tersedak pudingnya.

"Ta-tapi aku belum beritahu ibuku,"

"Baritahu saja, lagipula ini sudah malam dan di luar hujan deras. Menginaplah ne?" Yoora tampak memohon penuh harap membuat Baekhyun dihadapi pilihan yang sulit.

Ia belum memaafkan kesalahan Chanyeol, dan sekarang apalagi ini?

Baekhyun terdiam memikirkan jawaban yang menurutnya paling baik. Ia takut jika menginap di rumah Chanyeol, orang yang saat ini ia benci akan melakukan hal yang tidak-tidak. Tapi, setelah mendengar kesungguhan Chanyeol yang berjanji tidak akan menyentuhnya sembarangan membuat buruk sangka Baekhyun sedikit berkurang.

"Um, baiklah.." jawaban Baekhyun membuat pupil mata Chanyeol membesar. Wajah namja jangkung itu memerah sementara Yoora memandang adiknya sambil menyeringai.

"Jadi, Chanyeol kau akan tidur di sofa malam ini. Biarkan Baekhyun tidur di kamarmu." Yoora memutuskan membuat Chanyeol sedikit tidak terima.

Ini tidak seperti ekspektasinya. Namja jangkung itu berfikir ia akan tidur satu ranjang dengan Baekhyun dengan penuh kehangatan. Tapi, sepertinya Yoora tidak bisa di ajak kerjasama.

"Kau masih kecil Chan, belum saatnya kau melakukan hal yang tidak-tidak." Ucapan Yoora langsung membuat pipi Baekhyun bersemu merah. Ia menghabiskan pudingnya dengan cepat dan Yoora hanya terkikik geli melihatnya.

"A-aku mau mengeringkan seragamku untuk besok dulu.." ucap Baekhyun kini berlari menuju kamar Chanyeol untuk mengeringkan pakaiannya diikuti Chanyeol yang mengekor pada Baekhyun.

Barkhyun sampai di kamar Chanyeol kemudian mengambil pakaiannya. Selang waktu beberapa detik, Chanyeol kini masuk ke dalam kamarnya dan menemukan Baekhyun yang kebingungan.

"Kenapa?"

"Dimana aku harus mengeringkan ini?" Chanyeol berjalan ke arah Baekhyun kemudian menyodorkan tangannya.

"Biar aku saja," tangan mungil Baekhyun langsung menyerahkan pakaiannya yang basah kepada Chanyeol.

"Um, terima kasih." Baekhyun memalingkan wajahnya yang memerah membuat Chanyeol tersenyum hangat kemudian keluar dari kamar untuk mencari mesin cuci.

Chanyeol's POV

Di tanganku kini sudah ada seragam Baekhyun yang basah. Aku berjalan ke arah ruang cuci yang berada tak jauh dari kamarku. Aku menghela nafas gusar.

Sungguh, ini gawat.

Dia akan menginap di rumahku. Terlebih lagi, kenapa dia manis sekali eoh?! Demi Tuhan, wajahnya sungguh membuat jantungku tak lagi sehat.

Aku menatap baju Baekhyun yang berada di tangan kananku. Aku menatapnya lama dengan wajah memerah. Aroma Baekhyun benar-benar menengkan. Aku yakin aku gila sekarang! Aku mulai mencium pakaiannya yang benar-benar wangi strawberry. Ah, sial celanaku mulai sesak.

Jika Baekhyun memergokiku seperti ini, mungkin dia akan langsung membenciku. Tapi sungguh, kenapa dia pandai sekali secara tak langsung menggodaku seperti ini?! Pakaiannya begitu wangi strawberry, jadi apakah orangnya juga rasanya akan seperti strawberry?

Sadar akan kelakuanku. Aku langsung menggeleng kemudian memasukan pakaian namja mungil itu ke dalam mesin cuci. Astaga, apa yang telah kulakukan tadi?

Sekarang, aku benar-benar mencuci pakaian Baekhyun kemudian menjemurnya. Setelah selesai, akupun segera balik ke dalam kamarku dan mendapati Baekhyun yang kini tengah menghubungi seseorang yang kuyakini adalah ibunya.

"Sungguh, Baekki hanya menginap di rumah teman, eomma.." ucapnya manja dan aku hanya terdiam di ambang pintu melihatnya yang tengah berbicara.

"Tidak apa-apa, lagipula Baekki sudah besar." Aku sedikit terkekeh mendengar percakapan namja mungil itu yang dengan manjanya memanggil dirinya sendiri dengan sebutan 'Baekki'. Sungguh itu terdengar begitu menggemaskan.

Lama ia berbincang, akhirnya Baekhyun selesai mengubungi ibunya dan kini menoleh ke arahku. Mata sipitnya mendelik lucu karena tahu bahwa tadi aku sudah menguping pembicaraannya.

"Kenapa kau diam disana? Cepatlah keluar lalu tidurlah di sofa!" Ucapnya dengan nada yang sedikit tinggi.

Aku hanya tertawa pelan mendengarnya dan masih setia bersandar di ambang pintu sambil melipat kedua tanganku. "Iya Baekki, kau cerewet sekali,"

"Jangan panggil aku Baekki!" Ucapnya sambil menggembungkan pipinya yang chubby. Aku tertawa mendengarnya kemudian menutup pintu kamarku dan pergi ke arah Sofa yang tak jauh berada di kamarku.

Aku menatap sofa di depanku. Untungnya aku punya bantal dan selimut yang bisa kugunakan karena suasana hujan di luar menyebabkan hawa begitu dingin. Ah, karena lelah aku jadi mengantuk.

Chanyeol's POV end

Sudah hampir tengah malam, dan semua orang sudah tertidur pulas. Chanyeol tampak terganggu oleh sebuah tangan mungil kini mencengkram selimutnya. Namja jangkung itu membuka matanya, dan kini mendapatkan sosok Baekhyun yang tengah berlinangan air mata menatapnya.

Chanyeol terkejut dan terlonjak dari sofa. Baekhyun tampak ketakutan dengan tubuhnya bergetar. Chanyeol khawatir. Ia bahkan kini sudah melupakan rasa kantuknya. Mata bulatnya memandang sosok mungil itu sambil memegang kedua bahunya.

"Ada apa? Apa ada pencuri? Kenapa menangis?" Tanya Chanyeol panik dan Baekhyun kini hanya menangis pelan.

"Hiks...pe-petirnya besar sekali.. hiks.. aku.. tidak bisa tidur. Chanyeol.. hiks,, temani aku.." rengeknya membuat Chanyeol luluh dan kini menggandeng Baekhyun masuk ke dalam kamar. Tak lupa ia ikut serta.

Baekhyun masih menangis dan Chanyeol buru-buru menenangkannya. Namja jangkung itu mengusap air mata pria mungil itu lembut membuat Baekhyun berhenti menangis.

"Tidurlah, aku disini." Baekhyun mengangguk kemudian membaringkan tubuhnya di kasur begitupula Chanyeol berada disampingnya.

Baekhyun kini tak ragu untuk memeluk pinggang Chanyeol erat karena ia begitu takut jika petir akan mengagetkannya lagi. Chanyeol tentu saja tengah malam itu benar-benar tak bisa tidur karena Baekhyun memeluknya. Jantung namja jangkung itu berdetak dua kali lebih cepat dan dia begitu bahagia. Apakah ini artinya Baekhyun sudah memaafkan kesalahan yang pernah ia buat beberapa hari yang lalu?

.

.

ㅎㅎㅎㅎㅎㅎㅎㅎㅎㅎㅎㅎㅎㅎ

A/n : berilah beberapa tanggapan