Monster Myth

.

Genre : Mystery, Fantasy, Adventure

.

Disclaimer : Yamaha Corporation & Crypton Future Media

Tapi Kamui Gakupo a.k.a Gakkun milik saya seorang #dihajar

.

Author : Junko Hinakama

.

Warning : (Kemungkinan) Out Of Character (OOC), Alternate Universe (AU), Dll.

.

Happy Reading!

.

"Len, kau dimana ?" Rinto tiba - tiba terbangun di tempat Rin & Lenka dan membuat Rin yang baru bangun terkejut karena suara Rinto yang terjatuh dari atas langit (?).

"Bi... Bidadari!" Secara reflek, Rin yang terkejut malah menyebut Rinto bidadari karena di cerita cerita fiksi pasti hanya bidadari yang bisa jatuh dari langit. Dan karena merasa dihina karena disebut bidadari, secara reflek Rinto menjitak kepala Rin.

"Ittai! Eh, Rinto-nii ?" Rin terkejut untuk ketiga kalinya karena melihat kakak sulungnya ada di tempat seperti ini. Karena Rin takut bahwa kakaknya ternyata adalah Zetsu Putih yang sedang menyamar #SalahFandomWoy#. Ok, kita ulang adegan yang tadi.

"Ittai! Eh, Rinto-nii ?" Rin terkejut untuk ketiga kalinya karena melihat kakak sulungnya ada di tempat seperti ini. Karena Rin takut bahwa ini adalah mimpi, maka Rin mengucek - ngucek kedua matanya untuk memastikan bahwa ini bukan mimpi.

"R-R-Rin ? Ini kau ?" Karena sama tidak percaya layaknya Rin, Rinto menggoyang - goyangkan bahu adik perempuan paling kecilnya itu.

"Ini aku, Rinto-nii. Tidak usah seperti itu juga." Rin lalu melepaskan tangan Rinto dari bahunya.

"Sudah belum pertemuan kakak adiknya ?" Lenka yang baru bangun langsung meregangkan kedua tangannya untuk melepas rasa kantuknya. Tetapi rasa kantuk itu masih belum terusir sepenuhnya. Setelah Lenka meregangkan seluruh badannya, akhirnya rasa kantuk itu hilang juga.

"Kau baru bangun, Lenka ? Rupanya kebiasaanmu dari dulu tidak berubah - berubah." Pendapat Rinto. Lenka hanya bisa mendecih pelan.

"Nah, sekarang dimana Len ?" Lenka kini kembali bersuara. Dari tadi dia tidak melihat keberadaan Len, si bungsu keluarga Kagamine.

"Ano, Len... " Rinto terlihat gugup menjawab pertanyaan Lenka. Walaupun dia laki - laki dan merupakan kakak Lenka, Rinto masih takut terhadap Lenka karena jika Lenka marah Lenka terlihat seperti Gorilla yang mengamuk. Sama seperti anggapan Rin.

"Dimana Len ?! Rinto-nii tadi bersamanya kan ?" Tanya Lenka sekali lagi dengan tegas. Yang membuat Rinto bergidik ngeri kalau Lenka tahu bahwa Len hilang.

"L-L-Len hilang. Aku tadi memang bersamanya. Begitu aku terbangun disini, aku mencari Len dan tidak menemukannya." Jelas Rinto. Rinto yang ketakutan langsung menundukkan wajahnya dan berdoa agar dia tidak mati disini, karena dia masih muda dan belum menikah. Punya pacar aja belum, dasar Jones aka Jomblo Ngenes
#digamparinrinto.

"Oh begitu, ayo kita cari saja." Ucap Lenka tenang tanpa bereaksi apa - apa terhadap Rinto. Rinto yang tidak
mendengar teriakan Lenka langsung menaikkan kembali kepalanya.

"Kau tidak marah ?" Tanya Rinto dengan penuh selidik. Biasanya kalau mendengar Len atau Rin menghilang, dia langsung mengamuk dan marah bak Gorilla.

"Tidak, memangnya kenapa ?" Tanya Lenka balik.

"Tidak apa - apa sih."

"Apa Lenka kesambet ya, kok sikapnya jadi seperti itu ?" Batin Rinto dalam hati.

Mereka terus berjalan, namun tidak ada satupun monster yang kelihatan batang hidungnya. Sampai akhirnya mereka haus dan lapar, mereka berhenti di sebuah rumah bercat hitam gelap. Dengan gugup Rinto mengetuk pintunya.

Tok! Tok! Tok!

Pintu tak kunjung dibuka saat ketukan pertama. Lalu Rinto mengetuk sekali lagi.

Tok! Tok! Tok!

Tepat pada ketukan kedua, sang pemilik rumah pun keluar,

"Ada apa ?" Tanyanya. Untuk menjawab pertanyaan sang pemilik rumah, Lenka dan Rin mendorong - dorong Rinto agar segera menjawab pertanyaannya. Dengan berat hati, akhirnya Rinto pun mau menuruti keinginan kedua adiknya itu.

"Ka.. kami kesini mau meminta sedikit makanan dan minuman. Apakah boleh ?" Tanya Rinto dengan gugup.

"Boleh, silahkan masuk." Sang Pemilik Rumah pun menyuruh mereka masuk. Lalu Rinto, Lenka, dan Rin pun segera masuk.

~~Monster Myth~~

"Namaku Shiyo Akaito, kalian ?" Tanya Sang Pemilik Rumah yang diketahui namanya adalah Shiyo Akaito.

"Aku Kagamine Rinto, mereka berdua adikku. Yang berambut panjang itu adalah Kagamine Lenka, sedangkan yang
berambut pendek adalah Kagamine Rin."

"Begitu ya."

"Hei, Rin. Kau ingat nama Shiyo Akaito tidak, yang diceritakan Meiko kemarin." Bisik Lenka kepada Rin.

"Iya, apakah ini orangnya ?" Bisik Rin balik.

"Mungkin iya." Jawab Lenka.

"Apakah kalian sedang mencari adik kalian yang bernama Kagamine Len ?" Tanya Akaito lagi. Rinto, Lenka, dan Rin membelalakkan mata mereka.

"Benar." Jawab Rinto santai.

"DIMANA ADIKKU HAH ?! KALAU KAU KETAHUAN TELAH MENCULIK ADIKKU, KAU AKAN KUJADIKAN SEPERTI ITU!" Jawab Lenka yang sambil menunjuk potongan ayam panggang yang sedang dimakan kucing di sudut ruangan. Sedangkan kucing yang sedang makan itu menoleh ke arah Lenka dan segera pergi karena takut.

"Tenang, tenang. Adikmu tidak kuculik. Adikmu kutemukan di dekat rumahmu, lalu kubawa kesini." Jelas Akaito. Sementara Rinto dan Rin menenangkan Lenka, Akaito memanggil Len.

"Len! Come here boy!" Panggil Akaito sok sok-an bahasa inggris #RIPEnglish. Lalu yang dipanggil pun muncul.

"LENNN!" Teriak Kagamine Bersaudara (kecuali Len). Dan mereka semua pun berhamburan memeluk Len.

"Rinto-nii ? Lenka-nee ? Rin-nee ? Kenapa kalian bisa ada di sini ?" Len juga heran karena ketiga kakaknya bisa berada disini.

"Awalnya Rinto terbangun di tempatku dan Rin tidur, lalu aku menanyakan dimana keberadaanmu. Lalu kami terus berjalan dan mencarimu. Lalu kami tiba di rumah ini kare-" Lenka yang sedang menjelaskan dipotong oleh Rinto, lalu Lenka mendengus sebal ke arah Rinto.

"Intinya, kami sedang mencarimu dan menemukan rumah ini." Jelas Rinto singkat tanpa mengeluarkan banyak kata -
kata.

"Ayo kita teruskan perjalanan." Ajak Len.

"Sebaiknya kau ganti bajumu dulu, Len-chan." Ejek Rin karena Len sedang memakai baju Maid. Apakah Readers sekalian bisa membayangkan Len memakai baju Maid ? Sudah pasti sangat imut. Ingat, jangan bayangkan Len memakai baju Butler, tapi Maid. Karena menurut saya Len lebih cocok memakai baju Maid #digebukinLenFG.

"AH! AKU LUPA KALAU AKU MASIH MEMAKAI BAJU MAID! AKU GANTI BAJU DULUUU!" Teriak Len sambil pergi dengan cara berlari (baca : ngacir) ke kamar Akaito.

"AKAITO-SAN, AKU PINJAM BAJUMU DULU YA!" Izin Len. Sedangkan Akaito menjawabnya dengan anggukan kepala.

"Ahh, sudah. Ayo!" Ajak Len yang baru mengganti bajunya sambil menggamit tangan Rin dan Lenka.

"Hei, katanya kalian mau meminta makanan. Tidak jadi nih ? Kalau jadi aku akan ambilkan." Tawar Akaito. Karena tawaran yang menggiurkan itu, mereka semua menganggukan kepala. Parahnya lagi, Rin sampai meneteskan air liurnya.

"Hei, Rin. Biasa saja kali, tidak usah meneteskan air liurmu seperti itu." Ingat Rinto. Rin langsung cepat - cepat mengelap air liurnya dengan memasang tampang Watados alias Wajah Tanpa Dosa

"Kalian mau makan apa ?" Tanya Akaito.

"STEAK!"

"OMELET!"

"AYAM PANGGANG!"

"MIE INSTAN!" Sudah tau kan, yang teriak mie instan siapa. Yang pasti inisialnya R, dan gendernya perempuan. Lengkap sudahlah petunjuk sang peneriak mie instan.

"Kalian tidak tahu ya, kalau makanan di dunia manusia berbeda dengan di sini ?" Tanya Akaito lagi.

Gluk!

Terdengar Kagamine Bersaudara menelan ludah masing - masing. Karena ada empat orang yang menelan ludah, jadi
bunyinya keras kan.

"Me.. memang, makanannya a... a... apa ?" Tanya Rin gugup,

"Daging Monster yang telah mati." Jawab Akaito. Kagamine Bersaudara lagi - lagi membelalakkan matanya.

"Kita tidak jadi meminta makanan deh, ehehehe." Tolak Rinto mewakili ketiga saudaranya, sementara Rin & Len pergi mengendap - endap keluar dengan cara berjinjit. Kalau Lenka ? Sebelum pergi dia menarik tangan Akaito lalu membawanya keluar. Lalu Rinto menyusul mereka berempat.

"Apa - apaan ini ?" Protes Akaito yang tangannya ditarik oleh Lenka. Dengan cepat Akaito menepis tangan Lenka
yang memeganginya.

"Hey, namamu Shiyo Akaito kan. Kau bisa membantu kami menemukan Kasane Bersaudara Pemegang Pedang Elemen kan ?" Tanya Lenka sengit.

"Iya, tetapi aku malas karena sikapmu itu." Jawab Akaito ketus. Saat ini Lenka rasanya ingin menonjok muka Akaito.

"Jadi aku harus apa hah ?" Tanya Lenka sekali lagi.

"Ubah sikapmu itu, kau harus menjadi gadis manis, baru aku akan menolongmu." Jawab Akaito sambil memasang senyum penuh kemenangan. Lenka benar - benar ingin membuat Akaito babak belur saat ini, tetapi karena Akaito itu adalah orang yang jarang ditemukan dan bisa membantunya mencari Kasane Bersaudara, maka Lenka pasrah saja

"Terserah lah." Ucap Lenka ketus.

"Asal kau harus membantuku mencari Kasane Bersaudara. Ingat itu!" Sambung Lenka.

"Dengan senang hati, nona cantik." Goda Akaito sambil memasang senyum terbaiknya #AkaitoFGmulainosebleed.

"Berhenti menggodaku!" Ucap Lenka sambil memasang Death Glare tersadisnya ditambah dengan aura mautnya.

"Hei, jangan mengganggu dia ketika sedang marah." Nasihat Rinto sambil berbisik kepada Akaito.

"Dia kalau marah menyeramkan sekali." Balas Akaito sambil berbisik lagi.

"Memang." Balas Rinto lagi.

"Hei, kalian sedang membicarakan aku ya ?" Tanya Lenka penuh selidik

"Tidak kok." Bela Rinto

"Ya sudahlah."

Mereka terus berjalan sampai mereka tiba di depan Hutan, namun kali ini Hutannya penuh dengan tumbuhan yang membuka mulut mereka menandakan bahwa tumbuhan - tumbuhan itu siap memasang mereka.

"Hutan ini dinamakan Plantations Cannibals, karena di Hutan ini terdapat banyak tumbuhan kanibal. Mereka akan memakan siapapun yang melewati Hutan ini. Kita harus lincah untuk menghadapi tumbuhan ini, kalau tidak, kita akan mati. Kalian sudah tahu kan ?" Jelas Akaito. Semuanya pun (kecuali Rinto & Len) mempersiapkan senjata masing - masing.

"Kalian belum punya senjata kan, ini kuberi. Kebetulan aku membawa 3 buah Pedang." Ucap Akaito sembari memberi dua buah Pedang pada Rinto & Len. Rinto & Len pun mengucapkan terima kasih.

"Sudah siap ?" Mereka memasang ancang - ancang untuk bertarung melawan tanaman - tanaman kanibal itu.

"1... 2... 3!" Hitung Akaito. Dengan tekad yang bulat, mereka percaya bahwa akan menang melawan tanaman itu.

To Be Continued

Readers sekalian, maafkan dakuh yang telah membuat Vocaloid Favorit kalian menjadi OOC seperti ini.

Ingat, Akaito tidak akan pernah menjalani hubungan dengan Lenka, karena Rinto yang Siscon #digamparrinto

Oke, karena perbuatan Junko sudah dimaafkan Readers #SiapaBilang#, mari kita balas Review.

Kurotori Rei :

Mungkin di Dunia Nyata tidak ada yang gratis, sedangkan di Dunia Game ada yang gratis
#digamparinrinlenkadanmeiko
Akhirnya Len dan Rinto masuk ke dalam Game. Hore! Hore! Hore! #MKKB
Silahkan Tunggu Chapter Berikutnya!

Fuyukaze Mahou :

Mungkin Rin sudah menjadi gila #dibacokrin
Kayaknya emang Gamers deh. Beli DVD Game aja sampe diborong, mungkin Penjualnya dibeli juga ya
#ditendanglendanrinto
Sepertinya Rinto dan Len itu mau Nge-cheat #ditabokin
Silahkan Tunggu Chapter Berikutnya!

Kagawita Hitachi :

AIHHHHHHHHH, MAKASIHHHHHHHH, AAAAAAAAAAAAA #menggila
Baru kali ini saya dipuji kayak gitu, hiksu #lebay
Nama Monsternya saya ambil dari Monster Monster Mitologi kok, ehehehehe #garukgaruk
Oke, permintaan anda sudah dipatuhi, My Lord #berasajadisebastian
Hitachi bukannya nama produk ya #dilempar
Silahkan Tunggu Chapter Berikutnya!

Dont Forget To Review Minna!