Stupid Bet! Lovely Bet!
Chapter 4 – Heart!
A fanfic by SashaCloudie
Main Cast :
Yesung (Super Junior)
Ryeowook (Super Junior)
Other Cast :
Donghae (Super Junior)
Kyuhyun (Super Junior)
Henry (Super Junior)
Siwon (Super Junior)
Sungmin (Super Junior)
Warning :
It's shonen-ai story, if you don't like story like it please don't read.
Desclaimer:
They are belong to themselve except Kim Yesung. He's Mine.
.
.
Henry menatap eskrimnya yang hampir mencair tanpa berniat memakannya. Belakangan ini hari - harinya terasa sangat membosankan.
"Kyu semakin susah aku ajak pergi berdua!" Gerutu namja berpipi chubby ini. Dia merasa sangat dilemma. Disatu sisi dia mengerti Ryeowook memang sedang memerlukan perhatian ekstra, tapi disisi lain dia merasa cemburu dan diabaikan.
"Diantar jemput, diperhatikan, bahkan dipinjamkan handphone! Aku juga mau diperlakukan seperti itu!" Kembali gerutuan terdengar dari bibirnya.
"Henry?"
Henry menoleh dan mukanya terlihat tegang. "Yesung Ge?" Henry menoleh sekeliling, kedai eskrim sedang dalam keadaan sepi.
"Tidak usah takut begitu padaku, Henry." Yesung lalu duduk di bangku di depan Henry sehingga kini mereka berhadapan. "Aku perhatikan kamu sedang kesal sekaligus sedih ya?"
"Eh itu..." Dari awal Henry sudah takut dengan Yesung, tapi selama ini ada Ryeowook dan Kyuhyun di dekatnya. Sekarang dia harus berdua saja dengan Yesung, itu membuatnya benar - benar takut.
"Tunggu sebentar disini." Yesung beranjak pergi, lalu kembali dengan cup eskrim ditangannya. Yesung lalu membuang eskrim Henry yang sudah mencair.
"Eskrim itu enaknya dimakan saat masih membeku."
Henry menatap Yesung bingung, namun akhirnya dia memutuskan untuk mulai memakan eskrimnya.
"Jadi kenapa kamu bisa disini sendirian, Henry? Mana Kyu dan Wookie?"
"Tidak tahu!" jawab Henry cepat. "Ini juga gara - gara Gege!" Henry menutup mulutnya cepat lalu mulai merutuki dirinya sendiri yang bisa keceplosan seperti itu.
Yesung mencondongkan badannya ke depan. "Kenapa ini jadi salahku?"
Henry terlihat panik, kalau saja bisa dia ingin mencabut kata - katanya kembali.
"Tidak usah takut Henry-ah, aku hanya ingin tahu apa kesalahanku."
Henry menarik nafasnya panjang mencoba menenangkan diri. Akhirnya dia memutuskan untuk bercerita.
"Gara - gara Gege membuat Wookie bersedih, Kyu jadi hanya memperhatikan Wookie dan mengabaikanku."
Yesung tersenyum samar. "Jadi kamu menyukai Kyu?"
Henry mengangguk lemah. "Ne, Gege! Tapi aku menyukai orang yang salah, orang yang tidak menyukaiku. Nasibku dan Wookie sama."
"Wookie? Menyukai seseorang? Siapa?"
"Ish Gege Pabbo!" Henry kembali menutup mulutnya cepat, dia benar - benar merasa bodoh tidak dapat menjaga kata - katanya. Tapi ternyata Yesung tetap tersenyum samar.
"Kyu juga bilang aku Pabbo, aku jadi penasaran kenapa aku dibilang Pabbo?"
"Itu..." Henry menghela nafasnya. Mungkin sebaiknya dia memang menceritakan semua. "Gege masa tidak bisa peka siapa orang yang Wookie sukai? Aish Gege!"
Yesung mengkerutkan keningnya sejenak karena merasa bingung, tapi kemudian dia mengerti.
"Wookie menyukai ku?"
"Akhirnya Gege sadar juga..."
Yesung terdiam. Jadi itu yang membuat Ryeowook menangis saat itu. Perasaan bersalah semakin menghimpit perasaannya.
"Henry-ah, bantu aku!" Henry menatap Yesung bingung. "Ceritakan semua hal yang kamu tahu soal Ryeowook, aku mohon."
Henry tertegun. Kim Yesung memohon padanya? Tapi kemudian dia tersenyum. "Asal Gege mau berjanji berusaha untuk menghilangkan kesedihan Wookie."
Yesung mengangguk. "Ne, Henry! Aku berjanji."
"Wookie itu..."
.
.
"Wookie!" Ryeowook menoleh dan terlihat seorang namja bergigi kelinci sedang berlari kecil ke arahnya.
"Minnie?"
"Wookie, aku sudah mulai masuk sekolah hari ini, dan kita ternyata satu kelas." Sungmin terlihat begitu senang.
Ryeowook tersenyum sementara Kyuhyun yang berdiri disampingnya hanya menatap datar.
"Kyu, berarti aku sekelas juga denganmu kan?"
Kyu mengangguk. "Ne, Minnie!"
"Ya sudah ayo ke kelas, Minnie." Ryeowook menarik tangan Minnie pelan sementara Kyuhyun mengikuti mereka dari belakang.
"Henly-ah. Kamu sudah datang?" Henry terlihat sudah berada di bangkunya sambil mendengarkan musik lewat Earphone. Henry hanya mengangguk singkat. Saat Ryeowook mengenalkan Sungmin pun Henry hanya merespon seperlunya.
"Apa dia memang pendiam seperti itu?"
Ryeowook menggeleng. "Biasanya tidak, mungkin Henry sedang ada masalah."
Ryeowook menoleh ke arah Kyuhyun, dan ternyata namja itu sedang menatap Henry bingung. Pasti Kyuhyun juga merasa aneh dengan sikap Henry hari ini.
Hingga waktu istirahat tiba pun Henry tetap bersikap seperti itu. Dia hanya berbicara seperlunya.
"Wah, kantinnya penuh ya." Saat ini mereka berempat sudah ada di kantin. Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari meja kosong.
"Henry-ah." Serentak semua menoleh karena mereka hapal dengan suara itu.
"Yesung Ge." Henry tiba - tiba tersenyum, membuat Ryeowook dan Kyuhyun merasa semakin bingung karena sejak tadi Henry tidak tersenyum.
"Minnie-ah, syukurlah kamu sudah punya teman." Yesung kini menatap Sungmin. Sungmin mengangguk senang.
"Aku duluan ya, Donghae dan Siwon sudah menungguku."
Kyuhyun menatap tajam Yesung yang sudah beranjak pergi. Lalu tatapannya beralih ke Henry yang bersikap seolah - olah tidak terjadi apa - apa.
Setelah hampir 5 menit berkeliling akhirnya mereka menemukan meja kosong.
"Berhenti menatapku seperti itu, Kyu!"
"Ada yang kamu sembunyikan, Henly-ah?" Kyuhyun sepertinya tidak menggubris kata – kata Henry. "Kenapa kamu aneh begini?"
Henry tiba - tiba berdiri, kedua tangannya mengepal menahan marah.
"Bukan urusanmu, Kyu! Bukannya kamu sekarang hanya peduli pada Wookie?"
Ryeowook menatap Henry bingung. Dia tidak pernah melihat Henry marah seperti itu kepada Kyuhyun.
"Aku sudah tidak nafsu makan!" Henry pun berbalik pergi meninggalkan mereka.
"Kyu, Henry kenapa?"
Kyuhyun menggeleng namun sepertinya dia cukup mengerti apa yang terjadi.
"Apa Henry memang akrab dengan Yesung Hyung?"
"Maksud Minnie?"
Sungmin menunjuk ke arah pintu keluar, Ryeowook dan Kyuhun mengikuti arah telunjuk Sungmin, dan mereka terkejut.
Yesung sedang berbicara kepada Henry, Henry terlihat mengangguk lalu dia pun mengikuti Yesung ke bangku di pojok kantin. Yesung memilih memisahkan diri dari Siwon dan Donghae.
Raut muka Ryeowook berubah datar. Kyuhyun dapat melihat kesedihan di mata Ryeowook.
"Aku mau ke Donghae Hyung dulu ya." Sungmin tiba - tiba berdiri. "Ada yang harus aku bicarakan dengannya."
Ryeowook hanya mengangguk kaku. Kyuhyun pun tidak bicara apapun. Mereka hanya bisa menatap Henry yang sedang berbicara dengan Yesung. Sesekali Henry terlihat tertawa.
"Aku benar - benar merasa bingung, Kyu. Apa cinta memang selalu membingungkan?"
Kyuhyun terdiam. Dia hanya bisa menatap Henry, perasaannya tiba - tiba bercampur aduk. Dia sadar, dia sudah bersikap tidak adil pada namja berpipi chubby itu.
.
.
"Jauhi namja bernama Kim Yesung itu, Henly-ah!"
Henry yang sedang tiduran di tempat tidurnya terlonjak kaget. Kyuhyun sudah berdiri di depan pintu kamarnya yang memang tidak dia tutup.
"Kyu, apa yang kamu lakukan disini?"
"Jauhi dia, Henry-ah! Dia hanya akan mempermainkanmu!"
"BERHENTI MENILAI SECARA SUBJEKTIF, KYU!"
Kyuhyun terdiam. Henry membentaknya dan ini pertama kalinya terjadi.
"Apa kamu benar - benar ingin melindungi Wookie agar tidak terluka? Atau..." Henry berjalan mendekati Kyuhyun. "...kamu hanya cemburu?"
"Henly..."
"Awalnya aku fikir kita memang harus menjauhkan Wookie dari Yesung Ge, tapi apa sekarang Wookie sudah kembali seperti dulu? Apa dengan menjauhkan mereka berdua Wookie bisa merasa bahagia?"
Kyuhyun kembali terdiam. Harus dia akui bahwa dia tidak benar - benar berhasil membuat Ryeowook kembali seperti dulu, bahkan Ryeowook sering terlihat semakin murung akhir - akhir ini.
"Kamu cemburu, Kyu! Dan itu membuatmu bersikap berlebihan! Apa kamu pernah bertanya kepada Wookie apa yang sebenarnya dia inginkan?"
"Aku... Aku hanya mencoba melakukan yang terbaik yang aku bisa, Henly."
Henry menghela nafas panjang. "Kyu, Kamu mungkin bisa menjauhkan Wookie dari Yesung Ge, tapi kamu tidak akan bisa membuatnya berhenti mencintai seorang Kim Yesung."
Kyuhyun menundukan kepalanya. Perasaannya bercampur aduk sekarang. Dapat dia rasakan tangan Henry memegang pundaknya.
"Aku hanya ingin bisa membuat Wookie bahagia, Henly."
"Kalau begitu bantulah dia berbahagia, Kyu." Kyuhyun mengangkat wajahnya. Kini matanya bertemu dengan mata Henry. "Kebahagian Wookie itu namja bernama Kim Yesung, kita hanya perlu memberikan dia kesempatan memperbaiki kesalahannya dan membahagiakan Wookie."
Kyuhyun mencoba menatap kedalam mata Henry, mencari kekuatan dan dukungan bagi dirinya untuk merelakan Ryeowook mencari kebahagiaannya yang tidak bisa dia berikan. Dan Kyuhyun menemukan itu di mata Henry. Ada dukungan dan ketulusan di kedua mata Henry.
"Ini akan terasa sakit awalnya untukmu, Kyu. Tapi membiarkan dia yang kita cintai terus merasa tidak bahagia pada akhirnya akan jauh lebih menyakitkan."
"Bantu aku, Henly. Bantu aku."
Henry mengangguk pasti, dan dapat dilihat sebuah senyuman di bibir Kyuhyun.
.
.
"Wah ramai sekali ya!" Sungmin menatap sekeliling. Saat ini dia, Henry, Kyuhyun, dan Ryeowook sedang berada di taman hiburan.
"Namanya juga hari Minggu Minnie," jawab Henry sambil membagikan tiket masuk yang sudah di robek setengahnya. "Ini kalian pegang masing - masing ya."
"Ayo kita naik Rollercoster!" Kyuhyun berseru girang sambil mengepalkan tangan kanannya ke atas. Sejak menemui Henry di rumahnya waktu itu Kyuhyun terlihat lebih santai.
"Andweee!"
Kyuhyun sweetdrop di tempat. Dia sudah menghayal untuk naik rollercoster sampai 3 kali tapi ternyata ketiga namja manis di depannya menolak ajakannya.
"Henly-ah, temani aku naik rollercoster ya." Kyuhyun menarik - narik ujung baju Henry. "Masa aku naik sendiri."
Henry menggeleng. "Aku tidak berani, Kyu. Sama Wookie saja ya."
"Aku juga takut, Henly-ah."
Kyuhyun menatap lesu kedua temannya.
"Biar aku yang menemani Kyu naik rollercoster."
"Kamu yakin, Minnie?"
Sungmin mengangguk yakin. "Setelah aku fikir - fikir aku jadi ingin naik Rollercoster."
Kyuhyun berteriak senang, ditariknya Sungmin ke wahana Rollercoster. "Wookie, Henly, kalian tunggu disitu sebentar Ne?"
"Ne, Kyu!" Jawab Henry dan Ryeowook serempak.
Henry dan Ryeowook memutuskan untuk membeli gulali dan duduk di bangku taman di dekat kedai gulali.
"Henly sekarang akrab dengan Yesung Hyung ya."
Henry tertawa pelan. "Wookie cemburu, Eoh? Tenang saja, aku tidak tertarik ke Yesung Ge, Yesung Ge juga tidak tertarik padaku."
"Aku tidak cemburu!"
"Aish Wookie! Sampai kapan sih mau membohongi diri sendiri?"
Ryeowook terlihat gugup. Henry tersenyum maklum, bagaimanapun Yesung adalah cinta pertama Ryeowook.
"Kalau Wookie mau jujur aku juga akan jujur tentang sesuatu."
"Jujur tentang apa?"
"Jawab dulu pertanyaanku. Wookie suka, eh ralat, Wookie jatuh cinta ke Yesung Ge kan?"
Ryeowook terlihat bimbang, namun kemudian dia mengangguk. "Tapi sepertinya Yesung Hyung tidak punya perasaan yang sama denganku."
"Wookie payah! Belum apa - apa sudah menyerah! Kim Ryeowook yang aku kenal biasanya pantang menyerah dalam hal apapun."
Ryeowook tertunduk lesu. "Masalahnya ini tentang perasaan, Henly..."
"Justru karena ini tentang perasaan makanya harus diperjuangkan!"
Ryeowook menatap Henry bingung. Henry sudah banyak berubah sekarang. Dia menjadi lebih bijaksana dan bersemangat.
"Henly banyak berubah ya."
Henry tersenyum lebar. "Itu karena aku pun sedang memperjuangkan perasaanku!"
Ryeowook menegakan badannya. "Sesuatu yang akan Henly katakan itu maksudnya ini? Siapa orangnya, Henly?"
Henry menggoyang - goyangkan gulalinya sambil tersenyum.
"Aish Henly! Jangan buat aku penasaran, siapa orang itu?"
"Orang itu... Cho Kyuhyun."
"Eh?" Ryeowook menatap tidak percaya kepada Henry. Henry Lau jatuh cinta terhadap Cho Kyuhyun? Mereka berdua sudah bersahabat sejak SMP, dan ternyata Henry jatuh cinta terhadap sahabatnya itu.
"Wookie-ah, bantu aku."
"Bantu apa, Henly."
"Bantu aku mendapatkan hatinya Kyuhyun."
Ryeowook tertegun. Bukannya dia tidak ingin membantu, hanya saja semalam Sungmin menelponnya dan mengatakan hal yang sama.
'Wookie-ah, bantu aku mendapatkan hatinya Kyu, Ne! Aku suka dia sejak pertama melihatnya.'
Ryeowook menggeleng kepalanya bingung. Demi apapun dia rela kembali ke masa dimana dia belum mengenal cinta. Cinta di hidupnya terlalu membingungkan. Bagaimana bisa kedua temannya meminta bantuannya untuk mendapatkan hati orang yang sama?
"Wookie..."
"Ne Henly! Aku akan membantumu."
Henry sepertinya terlalu senang hingga tidak melihat wajah Ryeowook yang berubah menjadi kusut.
"Henly, Wookie."
Ryeowook yang masih syok dengan pengakuan Henry tidak menyadari saat seseorang memanggil namanya.
"Yesung Ge! Donghae Ge!" Suara Henry yang menyebut nama keduanya yang akhirnya menyadarkan Ryeowook. Saat menganggkat kepalanya Ryeowook langsung melihatnya. Namja tampan yang telah membuat hati dan hidupnya seolah jungkir balik.
"Ye - Yesung Hyung?"
"Hai Wookie, senang bisa bertemu denganmu disini."
Ryewook menatap sekelilingnya. Ada Henry, Donghae dan Yesung. Sebentar lagi Sungmin dan Kyuhyun akan datang. Kepala Ryeowook mendadak pusing.
"Wookie? Kamu kenapa?"
Ryeowook memaksakan sebuah senyum. "Aku baik - baik saja, Henly."
"Wookie?" Kyuhyun dan Sungmin ternyata sudah kembali. "Kamu sakit? Ayo kita pulang saja."
"Andwee! Aku... Aku hanya lapar." Ryeowook memasang cengirannya, berharap semuanya percaya. Ryeowook beruntuk karena sepertinya teman - temannya juga sudah mulai merasa lapar.
"Yesung Hyung, Donghae Hyung, mau bergabung bersama kami?"
Yesung dan Donghae menatap tidak percaya kepada Kyuhyun, tapi kemudian keduanya mengangguk.
Mereka memutuskan untuk makan siang disebuah restaurant siap saji. Ryeowook yang mendadak memiliki mood yang baik pun makan cukup banyak.
"Aku tidak menyangka kalau Wookie ternyata hobi makan ya."
Pipi Ryeowook mendadak memanas. Kalau yang bicara seperti itu Henry atau Kyuhyun mungkin dia tidak akan peduli, tapi yang bicara barusan itu Yesung.
Henry melirik pipi Ryeowook yang bersemu pink dan tersenyum.
"Ish Yesung Hyung! Aku ini masih masa pertumbuhan, wajar saja makanku banyak."
Yesung tertawa keras membuat semua serempak menatapnya.
"Wae?" tanya Yesung bingung. Sepertinya dia tidak sadar apa yang sudah dia lakukan berusan.
"Lama tidak mendengar mu tertawa seperti itu, Sungie."
Yesung tersenyum, lalu menyeruput kopinya santai. "Aku hanya merasa sedang senang."
Mereka dapat melihat mata Yesung yang melirik Ryeowook kecuali Ryeowook sendiri, dia sedang menundukan kepalanya karena malu.
Henry menatap Kyuhyun, bagaimana pun terlihat ada luka dimatanya walau dia tersenyum. Henry tersenyum tulus yang dibalas anggukan kecil dari Kyuhyun.
Sementara itu Donghae menghela nafas, mencoba mengerti dan bertolerir dengan hatinya yang retak.
.
.
"Untukmu." Yesung menyodorkan sebuah boneka kura – kura yang tadi dia dapat saat memainkan di salah satu wahana permainan kepada Ryeowook.
Mereka sudah berada di depan pintu keluar taman bermain. Hari sudah sangat sore dan mereka pun sudah mulai lelah.
"Gomawa, Hyung." Ryeowook meraih boneka itu sambil tersenyum. Boneka itu terlihat lucu dengan kedua matanya yang besar.
"Aku antar pulang ya, Wookie."
"Tidak usah Yesung Hyung, aku pulang naik bis saja bersama Kyuhyun, Henry, dan Minnie." Sebenarnya Ryeowook sangat ingin pergi bersama Yesung, tapi dia tetap merasa tidak enak kepada Kyuhyun.
"Aku akan pulang dengan Donghae Hyung, Wookie. Aku mau ke rumah Donghae Hyung dulu," jawab Sungmin yang sekarang sedang ada di rangkulan Donghae. Donghae dan Yesung memang membawa mobil masing – masing.
"Wookie-ah, sebaiknya kamu ikut dengan Yesung Hyung, aku mau mengantar Henry ke toko kaset dulu."
Ryeowook terlihat terkejut. Kyuhyun yang selama ini paling melarangnya untuk berhubungan dengan Yesung sekarang malah menyuruhnya untuk pulang bersama Yesung.
"Baiklah, Kyu. Tolong jaga Henry, Ne!"
Mereka pun berpencar. Kyuhyun dan Henry menuju halte bus, sementara Ryeowook, Yesung, Donghae, dan Sungmin menuju parkiran mobil.
Sesampai di halte handphone Henry berbunyi. Pesan dari Yesung.
'Henry-ah, Gomawa sudah membantuku meluluhkan hati Kyuhyun dan memberitahuku tentang acara kalian hari ini.'
Henry membalas pesan itu cepat.
'Ne, Gege! Tolong lakukan semua hal terbaik yang Gege bisa lakukan untuk Wookie."
"Yesung Hyung." Yesung yang sedang membaca pesan dari Henry menoleh, saat ini mereka berdua sudah berada di dalam mobil di parkiran. "Apa tidak merepotkan mengantarku dulu?"
"Tidak Wookie. Oh iya kita ke toko buah – buahan dulu ya, aku ingin membawakan Kim Ajhuma buah melon."
"Hyung tau Umma suka buah melon?"
Yesung mengedipkan mata kanannya. "Hanya menebak saja."
Ryeowook merasa pipinya memanas, Yesung berubah menjadi hangat sekarang dan tidak dingin lagi seperti dulu. Sementara Yesung pun merasa hatinya menghangat. Mungkin dia belum jatuh cinta kepada Ryeowook karena dia belum merasakan getaran yang dulu pernah dia rasakan kepada Sungmin, tapi dia sudah memutuskan untuk membuka hatinya karena Ryeowook lah yang paling bisa membuatnya nyaman sekarang ini.
.
.
"Kamu yakin, Hae?"
Donghae mengangguk. "Ne Siwonie! Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana Wookie menatap Sungie. Jadi lebih baik aku mundur sebelum perasaanku ke Wookie benar – benar dalam."
Siwon menepuk bahu Donghae pelan. "Kalau itu keputusan mu, Hae. Lagipula pasti ada orang lain yang mencintaimu."
Donghae tertawa. "Siapa ya orang yang benar – benar mencintaiku? Aku jadi ingin cepat bertemu orang itu."
Siwon merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Ingin rasanya mengungkapkan perasaannya sekarang juga tapi dia mengerti semuanya butuh proses.
Handphone Donghae berbunyi, pesan masuk dari Yesung.
'Hae-ah, Mian! Aku tidak bisa jadi ikut kalian berdua ke bioskop, kamu pergi berdua saja dengan Siwon, Ne!'
"Aish! Namja kura – kura itu selalu saja se'enaknya!"
"Wae, Hae?"
Donghae menyerahkan Handphonenya ke Siwon. "Ya sudah, kita pergi berdua saja, Hae. Ayo berangkat!"
"Baiklah, Wonnie. Kamu yang bawa mobil ya, aku sedang malas."
Siwon mengangguk. Donghae sudah berjalan lebih dulu di depannya. Diraih Handphone dari saku celananya dan diketiknya sebuah pesan.
'Sungie-ah, Gomawa sudah membantuku. Akan aku membuat malam ini terasa istimewa untuk Hae!'
TBC
Kenapa jadi Sinetron begini yak? #Colek – colek reader# Der,, itukan orangnya kurang satu, enaknya gimana ya? Biarin jomblo aja atau tambahin tokoh (lagi)? BTW GOMAWA yak udah mau pada baca FF ku yang pada abal – abal ini.. maafkan Author yang belum bisa balas review satu – satu ini yaaak... Keep RnR, Ne! GOMAWAAA!
