NARUTO UZUNAMI SHINOBI PERTAMA

Chapter 4 : Shinobi dan Negara Elemental

Author Notes :

Bagi yang tidak menyukai fanfiction ini, harap tidak usah membaca. Karena fanfiction ini akan jauh berbeda dengan alur cerita aslinya, sebab itulah yang disebut fanfiction, harus ada perbedaan dengan manga dan anime aslinya.

Terima kasih untuk semua pereview untuk reviewnya. Juga terima kasih kepada semua pembaca yang menempatkan saya atau cerita ini untuk fovorit mereka, dan juga semua yang mengikuti cerita ini.

Dalam fanfiction ini Naruto akan godlike atau super power dengan multi kekei genkai. Dan pairingnya adalah Naruto/Mass Harem, dengan rating M biar aman.

Fanfiction ini di inspirasi oleh beberapa fanfiction yang menjadi favorit saya jadi mungkin ada kemiripan.

Disclaimer : Naruto adalah milik Masashi Kishimoto, saya hanya meminjam karakternya saja.

"Uzu Nami" : Orang berkata

'Uzu Nami' : Orang berpikir

"Uzu Nami" : Dewa atau Summon berkata

'Uzu Nami' : Dewa atau Summon berpikir

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Kini telah satu minggu sejak berakhirnya perang besar dunia ninja kedua, semua pasukan ninja telah kembali ke desa masing-masing. Kini semua desa sedang memperhitungkan akibat dari perang besar yang sudah berlangsung cukup lama ini.

xxx Amegakure no Sato xxx

Amegakure no Sato kini telah sepi dari teriakan-teriakan dan suara ledakan pertempuran. Desa pimpinan Shonsuou no Hanzu ini memang desa yang mengalami kerusakan paling parah, karena memang menjadi medan pertempuran utama dari semua desa tersembunyi.

Hanzu sang pimpinan desa sedang berdiri mengawasi para kunoichi yang sedang membenahi keadaan desa mereka. Kunoichi bertopeng ini sebenarnya baru saja sembuh dari luka-luka dan kehabisan cakra di pertempuran terakhirnya. Di belakang kunoichi bertopeng ini berdiri Mayu dan dua orang kepercayaannya memberi laporan tentang hasil pertempuran dan keadaan desa. "Mulailah bicara, Mayu-san" ucap sang pimpinan Amegakure itu.

Mendengar itu, kunoichi berambut hitam itu berkata "Pasukan Iwagakure telah meninggalkan desa, Hanzu-sama. Persekutuan kita untuk menghancurkan Konoha telah berakhir". Melihat Hanzu hanya menganggukkan kepala, Mayu kembali berkata "Maafkan kami, Hanzu-sama. Saya dan Fuku-san dan para kunoichi Iwagakure tidak sanggup menahan Sukino Hatake dan anak buahnya"

Berbalik dan memandang ketiga kunoichi dihadapannya, tatapannya berhenti pada kunoichi berambut biru dengan katana di punggungnya, Hanzu kemudian bertanya "Ceritakan apa yang terjadi, Fuku-san?". Mendapat pertanyaan begitu, Fuku yang tak lain teman Mayu saat bertarung melawan Sukino, menceritakan apa yang terjadi.

"Mendengar cerita, Fuku-san dan Ne-san. Berarti para kunoichi yang menerobos menara tahanan waktu itu adalah teman orang yang mengaku sebagai shinobi itu, Hanzu-sama" sahut kunoichi berambut hitam yang ternyata saudari dari Mayu.

Melihat pimpinannya hanya terdiam setelah mendengar keterangan-keterangan itu, Fuku memberanikan diri untuk bertanya "Apakah kita akan mencari informasi tentang orang-orang itu, Hanzu-sama?"

"Tentu saja, Fuku-san. Tapi sekarang kita akan fokus pada pembenahan desa terlebih dahulu". Terdiam sejenak Hanzu kemudian menambahkan kata "Percepat program pelatihan ninja yang baru, Mayu-san. Kita harus mendapatkan kekuatan pasukan kita kembali secepatnya, Amegakure tidak boleh terlihat lemah"

Mendengar perintah dari sang pimpinan, dengan jawaban "Baik, Hanzu-sama". Ketiga kunoichi itu segera pergi melaksanakan tugas.

'Kalau memang si 'Shinobi' ini bukan dari salah satu desa tersembunyi, berarti semua desa akan mencarinya. Tapi sepertinya pemuda pirang itu begitu membela Konoha, mungkinkah dia salah satu ninja desa itu?' pikir Hanzu tanpa tahu jawaban yang pasti.

xxx Kirigakure no Sato xxx

"Laki-laki itu menyebut dirinya 'Shinobi' dan mengaku tidak tergabung dengan desa manapun, Mizukage-sama" ucap kunoichi berambut coklat yang berdiri menghadap pimpinan desa kabut itu menyudahi laporannya

"Jadi laki-laki itu sangat kuat?" tanya perempuan cantik berambut hitam yang dihiasi butiran seperti mutiara, memakai baju standar Kirigakure yang dilengkapi jubah hitam dengan lengan compang-camping. Wanita ini tak lain dari Sandaime Mizukage, kunoichi yang baru saja menduduki jabatannya setelah sang pendahulu tewas saat bertarung hidup dan mati dengan Nidaime Tsucikge dari Iwagakure no Sato.

"Benar, Mizukage-sama" jawab kunoichi berambut coklat itu dengan cepat tanpa sedikit keraguan dalam kata-katanya.

"Kalau begitu teruskan penyelidikan tentang orang asing ini, tapi jangan sampai terlibat perselisihan langsung dengan desa lain. Kematian Nidaime-sama dan banyaknya kunoichi kita yang tewas dalam perang ini sudah sangat menyusahkan kita"

"Baik, Mizukage-sama^ jawab bawahannya yang kemudian segera meninggalkan ruang pimpinan desa Kirigakure itu untuk melaksanakan tugas.

'Desa lain pasti telah mengetahui perihal 'Shiinobi' ini dan akan segera mengirimkan ninja mereka untuk mencarinya. Kalau begitu Kirigakure harus segera bertindak juga' pikir sang Mizukage sambil kembali melanjutkan pekerjaannya.

xxx Kumogakure no Sato xxx

"Apa.." teriak wanita berambut pirang dengan pakaian rompi ninja khas Kumogakure itu, setelah mendengar laporan dari salah satu kunoichi yang ditugaskan mengumpulkan informasi tentang perkembangan perang.

"Be.. benar, Raikage-sama. Hanzu memang berhasil dikalahkan oleh orang yang mengaku 'Shinobi' dalam pertarungan singkat itu" jawab kunoichi berambut abu-abu dengan seragam standar jonin Kumogakure yang berdiri di depan Sandaime Raikage itu mengulangi keterangannya, walau sebenarnya ia merasa agak takut karena bentakan sang pimpinan tadi.

'Mungkinkah, Konoha telah berhasil menemukan cara untuk membuat para laki-laki bisa memiliki inti chakra yang kuat' pikir sang Raikage. "Kita harus segera mencari tahu dari desa mana datangnya si shinobi ini. Bila perlu kita harus menangkapnya. Cepat bentuk satu tim untuk melakukan misi ini"

"Baik, Raikage-sama" jawab kunoichi berambut abu-abu itu yang kemudian menghilang dibalik asap shunshin no jutsu.

'Banyak hal tidak terduga terjadi dalam perang dunia ninja kedua ini. Seberapa kuat Konoha dibawah pimpinanmu Hiruko-teme' pikir perempuan berambut pirang itu sambil duduk memandangi desa yang di pimpinnya.

xxx Iwagakure no Sato xxx

Perempuan bertubuh kecil dan berambut hitam itu terlihat mondar-mandir di depan seorang kunoichi berambut hitam di depan sang kunoichi berambut hitam yang tak lain dari Aika itu, perempuan bertubuh kecil itu berhenti dan berkata "Apakah kau yakin tentang informasi itu, Aika-san?"

"Benar, Onoka-sama" jawab kunoichi Iwagakure itu dengan cepat. "Kami tidak mendapatkan keterangan yang banyak, sebab peristiwa itu begitu tak terduga dan berlangsung sangat cepat, dan ketika kami terbebas dari genjutsu itu sang 'shinobi', tiga orang kunoichi itu dan para kunoichi Konoha telah lama pergi, Sandaime-sama" sambung Aika setelah melihat sang Sandaime Tsucikage hanya terdiam.

Setelah berpikir sejenak, sang Tsucikage kemudian berkata "Kau yang paling mengenal si 'Shinobi'inidan teman-temannya, Aika-san. Jadi kau yang memimpin penyelidikannya, bila perlu kau harus menangkap mereka, bawa satu tim pencari informasi terbaik kita bersamamu"

"Baik, Tsucikage-sama" jawab Aika yang segera berjalan meninggalkan ruangan kantor pimpinan Iwagakure itu.

Onoka sang Sandaime Tsucikage sendiri hanya berdiri dan berpikir 'Kekuatan Iwagakure telah banyak berkurang sejak tewasnya Nidaime Tsucikage, jadi Iwa harus mendapatkan ninja-ninja hebat itu agar kekuatan desa kembali pulih dengan cepat'

xxx Sunagakure no Sato xxx

Sandaime Kazekage adalah perempuan cantik dengan rambut hitam sebahu yang dikuncir dua dan mengenakan jubah hitam diatas baju putihnya, dilengkapi dengan celana berwarna biru.

Saat ini sang Kazekage sedang duduk dibalik meja kerjanya mendengarkan laporan dari bawahannya. "Akhirnya perang ini berakhir juga. Bagaimana dengan jalannya pertempuran di Amegakure itu, Ibiza-san?"

"Konoha berhasil memenangkan perang ini, Kazekage-sama" jawab seorang kunoichi berambut hitam yang berdiri didepan sang Kazekage, kemudian si kunoichi menceritakan hasil penyelidikannya di desa hujan.

Setelah mendengar laporan Ibiza, sang Kazekage kemudian berucap "Berarti kita harus segera melakukan penyelidikan lebih lanjut, karena desa lain pasti sudah mendapatkan berita tentang si 'Shinobi' ini". Setelah diam sejenak pimpinan Sunagakure itu memberi perintah "Keserahkan tugas mencari informasi ini padamu, Ibiza-san. Kau boleh memilih anggota tim ini sendiri"

"Baik, Kazekage-sama. Tapi bagaimana jika kami bertemu langsung dengan mereka?" tanya jonin berambut hitam itu.

"Kalian harus berusaha meyakinkan mereka agar mau bergabung dengan desa kita!" jawab sang Kazekage.

"Kalau begitu aku akan segera menyiapkan anggota tim dan berangkat, Kazekage-sama". Setelah melihat pimpinannya menganggukkan kepala, Ibiza segera meninggalkan kantor pimpinan Sunagakure itu.

Tinggal sendirian di ruangan kerjanya Sandaime Kazekage mulai melanjutkan pekerjaannya sambil berpikir 'Sebenarnya desa mana dibalik kemunculan si 'Shinobi' ini?. Semoga saja Ibiza berhasil dalam misinya'

xxx Konohagakure no Sato xxx

Didalan ruangan yang menjadi kantor pimpinan desa Konohagakure, terlihat seorang wanita yang sedang duduk dibalik meja kerjanya. Wanita ini mengenakan pakaian berupa jubah putih diatas baju dalamnya yang berwarna merah, dia mengenakan topi yang berwarna merah dan putih dengan tulisan kanji untuk 'Api'. Wanita ini tak lain dari Hiruko Sarutobi sang Sandaime Hokage. Dihadapan Hiruko berdiri empat orang kunoichi yang menggunakan rompi standar konoha berwarna abu-abu, mereka berempat tak lain dari Sukino Hatake, Tsunade Senju, Miraiya dan Orika.

"Sepertinya misi kalian berjalan dengan baik, Sukino-san?" tanya Hiruko sambil menghembuskan asap dari mulutnya setelah menghisap pipa rokok kegemarannya.

"Sebenarnya misi pembebasan tahanan ini hampir saja gagal, Sandaime-sama" jawab Sukino yang dibenarkan oleh ketiga murid dari sang Hokage. Selanjutnya hampir satu jam keempat kunoichi yang baru pulang itu menceritakan dan menjelaskan semua yang mereka alami selama melaksanakan misi di Amegakure.

"Jadi begitu rupanya. Berarti si 'Shinobi' ini adalah orang yang menerobos desa empat hari yang lalu" ucap Hiruko yang segera menyedot pipa rokoknya beberapa kali untuk menenangkan diri. Setelah menghembuskan asap tembakau itu ia lalu berseru "ANBU, bawa dia kemari sekarang!"

Ucapan Sandaime Hokage tentang orang yang menerobos desa membuat keempat kunoichi itu terkejut hingga hanya saling pandang satu sama lain. Baru saja Sukino hendak berkata, di ruangan itu muncul pusaran daun shunshin khas Konoha. Ketika pusaran daun hilang, di depan sang Hokage atau di sebelah kiri keempat kunoichi itu berdiri seorang ANBU bertopeng motif burung dengan menggandeng seorang gadis kecil berambut coklat, berumur sekitar tiga belas tahunan.

Keempat kunoichi itu hanya bisa memandangi kedua orang yang baru tiba itu, hingga si gadis kecil berkata "Tsunade nee-chan, Orika sensei"

Perkataan si gadis kecil membuat sannin berambut pirang dan hitam itu tersadar dan memandang sang Sandaime Hokage dengan mata menyipit di susul teriakan marah Tsunade Senju "Lelucon ini sama sekali tidak lucu Hiruko sensei!". Sedangkan Orika sendiri dengan rasa marah segera mencabut pedangnya siap menyerang sang guru.

Kemarahan kedua orang murid Hiruko ini sangat bisa dimaklumi, karena kini berdiri di depan mereka, di ruangan itu tak lain dari Niwako Senju, saudari dari Tsunade Senju dan murid kesayangan dari Orika. Sedangkan semua orang tahu bahwa si gadis kecil itu telah tewas hampir setahun yang lalu, tewas pada misi pertamanya diluar desa.

Merasakan aura membunuh yang di keluarkan sannin siput dan ular itu, sang guru segera berkata "Tenang dulu, Tsunade, Orika. Ini bukan lelucon Niwako-chan ini nyata dan dia benar-benar hidup". Belum sempat Tsunade ataupun Orika bertanya apa maksud ucapan guru mereka, Tsunade telah dipeluk oleh si Senju muda. Merasakan pelukan yang begitu hangat itu membuat si putri siput mau tak mau membalasnya dengan meneteskan air mata kebahagian.

Setelah kedua Senju bersaudara itu melepaskan pelukan masing-masing, terdengar sang Hokage berkata "Seperti yang kukatakan tadi, di hari kebangkitan Niwako-chan seseorang dengan ciri-ciri seperti si 'Shinobi' ini memasuki desa dan berhasil lolos dsri satu tim ANBU". Berhenti sejenak untuk menghisap pipa rokoknya dan menghembuskan asapnya, Hiruko kemudian berucap "Sekarang saatnya kau bercerita apa sebenarnya yang terjadi waktu itu, Niwako-chan"

Perkataan Hiruko membuat semua mata kini tertuju pada sang Senju muda, sedangkan gadis kecil berambut coklat itu hanya mengangguk dan mulai bercerita.

- Kilas Balik Mulai -

Sesosok bayangan merah bergerak dengan cepat memasuki desa Konoha dari arah barat desa. Bayangan ini bergerak begitu cepat dan menuju ke arah pemakaman para ninja desa ini.

Ketika sosok ini menjejakkan kakinya di kawasan makam itu, terlihatlah sosoknya dengan jelas yang tak lain dari Naruto Uzunami dengan mengenakan tudung kepalanya. Bergerak cepat di dalam kawasan makam, Naruto berhenti dihadapan batu nisan dengan tulisan nama Niwako Senju. Memandang berkeliling dan tidak melihat adanya ANBU yang berpatroli, tanpa melakukan segel tangan Naruto menghentakkan kaki kanannya ke tanah dan makam adik dari Tsunade ini terbuka menunjukkan sebuah peti mati.

Dengan sebuah tiupan jurus elemen angin tutup peti mati itu terbuka memperlihatkan sesosok tubuh manusia yang tidak utuh lagi. Dengan mengaktifkan doujutsunya 'Tengan' Naruto memandang kesebelah kanan dengan mengangkat tangan kanannya, maka muncullah dari dalam tanah sebuah kepala raksasa yang dikelilingi api ungu dengan mata yang sama dengan mata Naruto dan di dahinya terlihat tulisan kanji untuk 'Raja'. Ketika sang Uzunami memandang tubuh didalam peti mati dengan doujutsunya, maka si kepala raksasa membuka mulutnya dan menjulurkan lidah yang memiliki jari, dengan lidah ini si kepala raksasa menarik kerangka cucu Shodaime Hokage ini dan mengunyahnya. Ketika kunyahannya selesai dan mulut itu terbuka maka lidah berjari itu mengeluarkan tubuh seorang gadis kecil berambut coklat dengan pakaian berwarna hitam dan celana hijau.

Setelah tubuh gadis kecil berambut coklat itu diletakkan di atas tanah, dan si kepala raksasa menutup mulutnya. Dengan melakukan segel tangan domba dan ular, Naruto berucap "Gedo : Rinne Tensei no Jutsu (Gedo : Jurus Kelahiran kembali). Dengan selesainya ucapan Naruto si raja neraka kembali membuka mulutnya dan seberkas cahaya hijau melesat keluar dan meluncur deras masuk kedalam tubuh Niwako, begitu cahaya hijau memasuki tubuh gadis kecil itu kepala raksasa raja neraka itu menutup mulutnya kemudian menghilang.

xxx Alam yang Tidak Diketahui xxx

Enam orang sedang duduk mengelilingi sebuah api unggun ketika tiba-tiba seberkas cahaya hijau menyambar punggung salah dari mereka yang tak lain dari Niwako Senju. Kemunculan cahaya hijau yang membungkus tubuhnya membuat si Senju muda panik dan berteriak "Apa yang terjadi pada diriku, Oba-chan?"

Melihat cahaya hijau yang membungkus tubuh cucunya, wanita berambut hitam itu berkata "Sepertinya ada kekuatan yang menarikmu kembali ke dunia, Niwako-chan"

"Apakah ini Edo Tensei no Jutsu, One-san?" sahut wanita berambut putih sebahu dengan nada panik.

"Semoga saja bukan, Tobiko-chan" jawab wanita berambut hitam yang ternyata Hashiko Senju.

"Apapun jurus ini dan siapapun penggunanya pasti memiliki kekuatan yang tinggi. Kau harus berhati-hati, Niwako-chan" ucap wanita berambut merah yang duduk disebelah Hashiko, berhadapan langsung dengan sang Senju muda.

Melihat cahaya hijau itu semakin membungkus tubuhnya, Niwako berucap "Sampai jumpa lagi, Oka-chan, Oba-chan". Dan cahaya hijau itu memancar terang dan menarik tubuh Niwako dari hadapan kelima orang itu, namun sebelum adik dari Tsunade ini menghilang ia masih sempat mendengar teriakan "Jaga dirimu, Musume-chan" dari perempuan berambut hitam dan putih yang baru saja tersadar dari kakagetan mereka.

xxx Pemakaman Konoha xxx

Setelah sinar hijau memasuki tubuh cucu Shodaime Hokage ini, maka tubuh itu mulai bergerak dan membuka matanya. Melihat gadis kecil itu mulai berusaha duduk dengan keadaan yang masih lemah, Naruto segera berjongkok dan membantunya sambil berucap "Selamat datang kembali, Niwako-chan"

Memandangi orang yang telah menolongnya si gadis kecil segera berkata dengan suaranya yang masih serak "Siapa kau? Apa yang terjadi padaku?"

"Aku Naruto. Teman dari Tsunade-san, Niwako-chan" ucap sang shinobi sambil mengeluarkan botol air dan memberikannya kepada si gadis kecil dan berkata "Minumlah, Niwako-chan!"

Begitu Niwako selesai minum, ia langsung bertanya "Nenekku berkata ada kekuatan yang menghidupkanku kembali. Apakah kau menggunakan jurus Edo Tensei?"

Mendengar pertanyaan Niwako dan mengerti kekhawatirannya, sang shinobi segera berucap "Tak usah khawatir, Niwako-chan. Kau telah di hidupkan dengan jurus kelahiran kembali jadi tidak ada yang akan mengendalikanmu"

"Rupanya mereka telah tiba" gumam Naruto cukup keras sehingga Niwako bisa mendengarnya. Ketika si gadis kecil berpakaian hitam dan hijau hendak bertanya, muncul di hadapan mereka empat orang ANBU yang masing-masing mengenakan topeng bermotif burung, singa, kura-kura dan kucing.

Para ANBU yang baru saja tiba itu di buat terdiam beberapa saat ketika mengenali siapa yang ada dihadapan mereka, namun karena latihan yang telah mereka jalani membuat mereka segera menguasai kekagetan mereka. Dengan cepat ANBU bertopeng singa dan berambut hitam itu berkata "Kau telah memasuki desa Konoha tanpa izin, orang asing. Kau harus ikut kami"

"Mungkin lain kali saja, ANBU-san. Aku masih ada urusan di tempat lain" ucap Naruto. Sambil berpaling kearah Niwako sang shinobi kemudian berkata "Sampai jumpa lagi, Niwako-chan. Berhati-hatilah". Setelah selesai berucap demikian tubuh Naruto perlahan seolah terbakar sedikit demi sedikit dan menghilang, meninggalkan si Senju muda dan para ANBU yang tidak sempat melakukan sesuatu untuk mencegah kepergian sang shinobi.

Setelah terdiam untuk beberapa lama sang kapten ANBU berkata "Apa ini benar-benar kau, Niwako-sama?". Mendapat pertanyaan seperti itu si gadis kecil berambut coklat menjawab hanya dengan menganggukkan kepala.

"Kalau begitu kau harus ikut kami menghadap Hokage, Niwasko-sama" ucap sang kapten. Kemudian tanpa menunggu jawaban dari si gadis kecil sang kapten memberi isyarat dan ANBU bertopeng burung dan berambut coklat telah memegang lengan Niwako, dan berikutnya mereka semua menghilang dengan shunshin khas Konoha.

- Kilas Balik Selesai -

Begitu Niwako menyelesaikan ceritanya, Hiruko kemudian berkata "Niwako telah di periksa secara pisik maupun mental, dan apapun jurus yang di gunakan si 'Shinobi' ini benar-benar telah menghidupkan adikmu kembali, Tsunade-chan"

Setelah mendengar cerita adiknya dan kata-kata sang guru membuat Tsunade menggumam sendiri "Hadiah yang menunggu di Konoha, apa ini maksudnya?"

"Jika kita bertemu dengannya lagi sepertinya kita harus berterima kasih padanya. Ya kan kapten Hatake, Tsunade-chan, Orika-chan?. Dia tidak hanya menolong kita tapi juga mengembalikan Niwako-chan" ucapan Miraiya itu dijawab dengan anggukan kepala ketiga rekannya.

"Apapun yang terjadi kita harus mendapatkan informasi tentang orang ini. Miraiya gunakan jaringan mata-matamu untuk mencari informasi, kalau memungkinkan kita akan mengajaknya bergabung dengan Konoha". Setelah mendengar jawaban "Baik, Sensei" dari Miraiya sang Sandaime Hokage mempersilahkan mereka pergi.

Miraiya yang terakhir keluar dari ruangan itu, namun sebelum dia menutup pintu, dia masih sempat berucap "Sepertinya orang ini ada kaitanya dengan ramalan tetua katak tentang perubahan dunia ninja. Jadi aku pasti akan menyelidikinya, Sensei"

Begitu pintu telah ditutup oleh muridnya yang berambut putih itu, Hiruko segera menyedot pipanya sambil berpikir 'Semoga itu perubahan yang baik, bukan kehancuran'

xxx Uzushiogakure no Sato xxx

Naruto dan keluarganya telah tiba di Uzushiogakure desa tempat tinggal klan Uzxumaki. Awalnya Naruto bermaksud bergabung dengan klan Uzxumaki di pulau ini dan mencegah kehancuran Uzushio, namun ketika mereka tiba di pulau ini keadaannya telah porak-poranda.

Keadaan inilah yang membuat kesepuluh orang ini hanya bisa memandangi reruntuhan desa pusaran air ini dengan rasa sedih yang mendalam. Naruto sendiri tanpa sadar meneteskan air mata, karena seharusnya Nagisa bisa berkumpul dengan klannya, lebih lagi di hatinya ia telah berjanji pada dirinya sendiri akan menyelamatkan klan ini. Janji yang tidak bisa ditepatinya.

"Maafkan aku, Mito-chan, Nagisa-chan. Kita terlambat untuk menyelamatkan mereka semua" ucap Naruto sambil menatap Mito yang terduduk di samping kirinya sambil memeluk Nagisa yang sedang menangis.

Melihat sang suami dalam keadaan sedih seperti itu, Sakura kemudian berkata "Ini bukan kesalahanmu, Naruto-kun. Sepertinya penyerangan ini terjadi lebih awal"

"Sakura-chan benar, Naruto-kun. Sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Hinata yang juga berusaha menahan kesedihannya,

"Kita akan membangun pulau ini lagi, Hime" ucap Naruto sambil terus mengamati reruntuhan desa. Berjalan beberapa langkah dan memandang kearah barat dimana matahari mulai tenggelam, Naruto menepukkan tangannya ke tanah sambil berucap "Mokuton : Shichuka no Jutsu (Elemen Kayu : Jurus Rumah Empat Pilar)" dan dari dalam tanah muncul batang-batang kayu yang segera membentuk sebuah istana kecil berlantai dua.

Kembali ke tempat dimana para keluarganya berada, Naruto kemudian berkata "Bawa Nagisa dan yang lainnya beristirahat Mito-chan". Mendengar itu, Mito Uzunami segera mengajak ketiga gadis kecil itu masuk kedalam istana kecil itu untuk beristirahat.

Tak lama kemudian Naruto mengajak para istrinya yang lain memasuki bangunan baru itu dengan berkata "Ayo kita masuk, Hime. Kita akan melakukan ritual perkawinan itu malam ini". Mendengar ajakan sang shinobi, kelima wanita itu segera mengikutinya masuk kedalam istana kecil itu.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Naruto Uzunami Shinobi Pertama chapter keempat selesai. Kritik dan saran yang baik selalu diterima. Ini akan membuat chapter berikut yang akan datang lebih baik.

Sekarang fanfiction ini telah diinstal dengan fire prooping sehingga flames dan penghinaan atau caci-maki tidak akan berpengaruh apa-apa.

Selanjutnya, saya masih perlu saran untuk nama-nama gender bending karakternya.

Sayonara...