Boost By Pjmseoltang
BTS belong To Bighit ent, their Parents and God. saya tak mengambil keuntungan materil dari cerita ini.
enjoy!
WARNING! RATE M!
.
.
.
.
..
"Yoongi, apa yang kau lakukan disini nak?"
Ya, apa yang dirinya lakukan di tempat asing ini? Yoongi memijak rumput selembut permen kapas karena warnanya yang merah muda, Yoongi merasa ada yang salah dengan tempat ini, semuanya berwarna lembut dan beraroma sangat manis. Yoongi menatap takjub pada sungai yang mengalirkan air warna-warni dan berkilau, pohon-pohon sakura berwarna kuning dan cahaya matahari bersinar cerah namun tak membakar kulit. Disini nyaman dan penuh cahaya.
"Yoongi sayang?" di atas batu pualam putih meloncat turun sesosok yang sepertinya pernah Yoongi lihat. Itu seekor kucing putih besar berbulu seputih salju. Bukan kucing, lebih tepatnya singa betina berbulu putih lebat dengan bola mata sejernih permukaan air yang tenang. Menentramkan.
"kau bisa bicara?" ada suara kekehan yang Yoongi tak yakin berasal dari singa itu.
"ya, aku bisa anakku" sosok itu semakin mendekat, Yoongi tanpa sadar mengulurkan tangan. Di elusnya badan singa itu yang ternyata benar-benar lembut. Yoongi merasa takjub lebih-lebih saat hidungnya dapat menghirup aroma manis yang menguar dari singa itu. Peach and cream menariknya untuk memeluk tubuh besar sang raja hutan yang terasa hangat dan nyaman. Yoongi menyukainya mana kala singa putih itu mengendusi rambutnya persis seperti ketika menenangkan bayi singa.
"siapa kau? Kenapa aku bisa ada disini?" pertanyaan yang sejak tadi ingin Ia katakan akhirnya terucap, netra setenang air itu menatap teduh pada Yoongi.
"kau tak tahu alasannya? Kupikir kau sudah membuat pilihan untuk bertemu denganku" kening mereka saling beradu, Yoongi memejamkan matanya tenang.
"aku tak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi?". Yoongi baru bertemu dengan ensitas ini namun rasanya seperti kembali ke rumah.
"kau bisa memanggilku nenek" raut tanya jelas terlihat di wajah Yoongi, sosok itu melepaskan kekehan rendah, paham jika Yoongi masih bingung.
"aku adalah leluhur dari klan kalian anakku, ini pertama kali kita berjumpa karena kau sudah Heat untuk pertama kalinya"
Yoongi menjauhkan wajahnya. Sebersit takjub dan bingung tergambar jelas di raut manisnya.
"ya anakku, kau sedang mengalaminya sekarang maka dari itu ruhmu datang padaku kucing manis".
"kucing?" Yoongi merasa salah dengar saat dirinya di sebut kucing? Dirinya manusia kan?.
"anakku, kau kucing yang paling cantik yang pernah klan kita miliki, kemarilah" Yoongi mengikuti langkah sang Singa menuju ke tepian sungai. Saat nenek moyangnya itu mengisyaratkan menatap pada permukaan sungai, Yoongi takjub dengan apa yang Ia lihat. Disampingnya berdiri seorang wanita yang paling cantik dari semua wanita yang pernah Ia lihat, di tatapnya lama wanita itu yang sedang tersenyum anggun. Yoongi terhipnotis dengan keindahan wanita itu.
"anakku, jangan lihat padaku, lihatlah dirimu" wanita itu tersenyum lebar, senyum gusinya sangat cantik. Tapi Yoongi tersadar dari kekagumananya cepat-cepat menoleh ke depan memandang pantulan dirinya sendiri. Matanya terbelalak tak kalah takjub. Didepan sana berdiri se ekor cheetah putih dengan tutul abunya, warna bola mata bagai samudra yang tenang, itu shapire yang sangat indah.
"i-itu?"
"ya anakku, itu sosok dirimu dalam wujud animagus, omega yang sangat cantik"
"ini pertama kalinya bagiku melihatnya. Sangat indah"
"ya, kau sangat cantik, dan Alphamu sangat tampan" wanita di pantulan air itu tersenyum kagum pada Yoongi, menarik minat omega itu.
"kau belum pernah melihatnya saat berubah kan? Dia Alpha yang gagah. Kau beruntung mendapatkan belahan jiwa seperti Park Jimin. Dia tulus mencintaimu anakku".
Yoongi terdiam mendengar penuturan leluhurnya. Ini pertama kali bagi Yoongi mengenal Alpha karena dulu Ia menolak takdir dan ingin merubah nasib, namun takdir alam tentu tak bisa di ubah, Yoongi sudah menerima dirinya sejak menginjak usia dewasa manusia namun belum matang sebagai omega.
"cobalah membuka hati pada Alphamu nak, karena kau tak akan bertahan hidup jika kau menolak takdir sekali lagi. Jadilah Min Yoongi yang bahagia anakku". Sosok singa putih itu mendekatkan wajah hingga hidungnya menyentuh kening Yoongi, ada untaian kata-kata bagai mantra yang Yoongi dengar hingga satu kecupan panjang Melekat di kening omega itu. Lalu tubuhnya terasa di lingkupi hawa menyejukkan, Yoongi mengawang di udara dan tubuhnya mengeluarkan cahaya putih. Yoongi merasa hawatir karena di dalam tubuhya terasa mengalir sesuatu yang hangat hingga berhenti di perutnya.
"apa yang terjadi padaku? Apa ini?" Yoongi linglung, tubuhnya menjadi lebih ringan, Yoongi takut sesuatu yang buruk akan terjadi padanya.
"anakku, sekarang kau adalah omega sepenuhnya. Maka jagalah dirimu dan apa yang kelak akan ada dalam dirimu". Sosok singa putih itu berjalan kembali ke atas singgasananya dan duduk dengan anggun, di tatapnya tubuh Yoongi yang perlahan memudar lalu menghilang.
"akhirnya, takdir Keluarga Min menjadi jelas sekarang". Air sungai yang tadi berwarna kembali berubah jernih dan mengalir semakin tenang. Sosok singa itu mengucap sukur dengan lega.
WARNING!
BERISI ADEGAN DEWASA YANG VULGAR. DIBAWAH UMUR 18 TAHUN DI LARANG BACA!
JIKA MASIH NGOTOT, DOSA DI TANGGUNG MASING - MASING!
Bagi Yoongi, apa yang sedang di alami seperti mimpi yang terasa nyata, jelas dirinya sedang tak sadarkan diri namun semua indranya aktif terlebih sensitive. Tubuhnya terasa panas, gerah namun meremang. Yoongi ingin seseorang membantunya menyelesaikan masalah ini, ingin seseorang menyentuhnya agar rasa panas di tubuhnya menghilang.
"nghh...". Berakhir dengan tubuh yang bergerak gelisah di atas seprei putih, Yoongi ingin membuka matanya yang terasa berat. Seseorang kumohon.
"Yoongi sadarlah, istriku buka matamu" Jimin sadar situasi Yoongi yang akan semakin parah beberapa waktu kedepan, sebagai Alpha Ia tak mengerti cara kerja Heat pada diri seorang omega, namun antara Heat dan Rut punya satu kesamaan. Hasrat yang begitu besar untuk mating, Jika tubuh tak bisa mengontrol, efek buruknya akan membuat tubuh melemah dan berujung tak sadarkan diri. Jimin tak mau sesuatu yang buruk itu terjadi lebih-lebih kondisi Yoongi yang sedang tak sehat.
Ini menyiksa bagi Jimin pribadi bagaimana aroma manis yang menguar dari tubuh istrinya semakin kuat memanggil jiwa Alphanya keluar, lelaki Park menekan energinya sekuat mungkin agar tak menjadi liar demi keselamatan istrinya itu.
"Yoongi buka matamu, omega dengar perintahku" tak ada pilihan lain, Jimin harus mengeluarkan aura Alphanya untuk memancing Omega dalam diri Yoongi untuk sadarkan diri. Sebesar hasrat diri untuk mating, namun Jimin tak akan melakukan hal bodoh dengan tubuh manusia Yoongi yang lemah. Keringat semakin terproduksi banyak dimana tubuh omega itu sudah memerah di bagian wajah dan lehernya. Jimin semakin khawatir, lelaki bersurai hitam itu melepas infus di pergelangan tangan Yoongi karena omega itu yang tak bisa berhenti menggeliat dan mendesah di alam bawah sadarnya.
Jimin kalut dan bingung menghadapi situasi tak terduga ini, meminta bantuan pada orang lain juga di rasa bukan pilihan tepat mengingat sekarang adalah tanggung jawabnya sebagai Alpha Yoongi.
"nnghh.. Panas.. Uhhh" tubuh itu tak bisa diam, jemari jenjangnya menggerayangi tubuhnya sendiri, Jimin yang melihat itu semakin tak kuasa, Alpha dalam dirinya sedari tadi mencoba mendobrak jalan keluar untuk menjamah tubuh itu. Jimin memejamkan mata dan mengatur emosinya.
"supresant, ya Yoongi butuh itu". Walau tak tahu keberadaan benda yang di maksud lelaki kalut itu tetap menggeledah isi laci dan lemari yang berada di dalam kamar. Semua di acak oleh Jimin yang mati-matian menolak aroma manis yang menggoda dirinya.
"sial! Dimana benda itu? Yoongs dimana kau letakan supresantmu?" Tangannya masih cekatan menggeledah laci lemari tanpa hasil, Jimin mengacak rambutnya frustasi, kenapa benda itu tak ada disini saat dimana situasi sangat mendesak? Alpha itu geram.
"Ji-Jimin nnhh". Jimin yang masih membongkar isi lemari di kejutkan dengan suara yang memanggil namanya dengan desahan. Susah Jimin menelan ludah namun tetap berbalik ke arah ranjang.
Yoongi disana duduk dengan usaha melepas celananya, kemeja sudah lepas dari tubuh putih meronanya. Ekspresi sayu menggoda itu menaikan tensi dalam diri lelaki Alpha itu.
"Jiminhh.. Tolong akuh.. Sesuatu keluar di bawah sana" Yoongi hampir merengek penuh desah mana kala celananya sudah lepas dari tungkai, kedua pahanya terbuka lebar memamerkan genitalnya yang sudah mengeluarkan precum, Jemari Yoongi bergerak sesuai insting menjamah lubang senggamanya yang sama basah mengeluarkan cairan lubrikan. Yoongi mendesah nikmat kala jari-jarinya bermain di daerah itu.
"Jiminh.. Katakan sesuatu.. Tolong aku.. Ini sakit" kedua netra Yoongi yang telah berubah kelabu itu tertutup kabut nafsu, air mata kenikmatan membasahi pipinya, tampilan Yoongi sangat berantakan dan menggairahkan hingga Jimin mencapai puncak kesabarannya. Alpha dalam dirinya melolong gembira kala kabut nafsu menyelimuti Tubuhnya, netra yang semula segelap malam berubah sekuning cahaya senja. Alpha dalam diri sudah menguasai Jimin hingga semua apa yang lelaki itu lakukan murni karena insting.
Lelaki Park itu hampir menerjang tubuh lemah sang submisif membawa dalam dekapan erat, hidung Alpha itu mengendusi tubuh omeganya, menghirup lebih banyak aroma manis hingga kepalanya terasa pening namun Jimin tak mau berhenti, suara geraman rendah dari Alpha itu memanggil Omeganya untuk menatap pada kedua sorot matanya.
"Yoongi, kau milikku, seutuhnya milikku"
lelaki manis dalam dekapannya hanya mampu mengeluarkan desahan tertahan, bagaimanapun sentuhan yang Jimin berikan pada tiap jengkal kulitnya terasa semakin membakar gairah Yoongi, lengan kurus itu mengalung di sekeliling tengkuk Alphanya, menatap Jimin dengan shapire yang berkabut. Bibir tipisnya meraih bibir sang Alpha, mengulumnya penuh damba pada lelaki itu. Dapat Jimin rasakan betapa manisnya penyatuan lidah mereka yang saling bertaut, saling melumat, memburu kenikmatan dari gigitan dan saliva yang mereka bagi bersama.
Tangan Jimin mulai aktif memeta setiap jengkal tubuh Yoongi yang lebih hangat. Jimin tau omega itu tidak demam, suhu tubuhnya meningkat karena efek dari heat itu sendiri.
Tungkai Yoongi terangkat, lututnya menyentuh kesejatian sang Alpha membuat Jimin mengeram dalam ciuman mereka, ciuman terlepas dengan suara kecupan keras menyisahkan seuntai saliva yang jatuh ke dagu Yoongi, bibirnya merekah merah karena ciuman yang mereka bagi sangat panas dan liar. Mungkin dalam keadaan tubuh normal, Yoongi tak akan sanggup menerima ciuman sebrutal itu.
"Yoongi, aku mencintaimu".
"nghh.. Jimin anhh" sekali sentak tubuh polos Yoongi telah menelungkup, hidung Jimin berada di tengkuknya mengendusi aroma pekat omega itu yang merespon dengan desahan tertahan.
"kau milikku selamanya omega" Lidah basah milik sang alpha menyentuh titik klaim di tengkuknya menorehkan api gairah yang semakin membesar.
"akh!" mata sipit itu membelalak nikmat saat Jimin menanamkan taringnya disana, menjilati darah yang menetes dari dua titik klaim yang Ia berikan terlalu dalam.
"ahh.. Hahh.. Jimin kau melakukannya" suara Yoongi bergetar nikmat, air matanya menetes ke permukaan seprei putih. Jimin meraih omega itu, menciumnya dengan lembut seolah menyalurkan kasih sayang yang tulus. Dua netra berbeda warna itu saling menatap lama.
"ya Omegaku, mulai sekarang kita akan hidup terikat selamanya karena kau sudah utuh milikku sekarang" sekali lagi bibir itu bertaut, saling mengulum dalam kenikmatan. Tangan kekar Jimin memeluk perut omeganya posesif, jemarinya merambat hingga menyentuh titip sensitif di dada omeganya yang di balas lenguhan manja dari belah bibir Yoongi yang terbuka.
"Jimin, lakukan sesuatu.. Aku tak suka ini, nghh.. ini menyiksaku" air mata tak henti menetes dari shapire omega itu. Serbuan hasrat yang mendera tubuhnya tak bisa Ia tangani seorang diri. Yoongi meraih satu tangan Jimin menuju ke selatan tubuhnya, bagian itu sejak tadi terasa menyakitkan ingin di puaskan. Jimin paham dengan apa yang Yoongi inginkan, namun lelaki itu terlalu menikmati bagaimana Yoongi sangat menginginkan dirinya sekarang.
Tubuh Yoongi di naungi Jimin, keningnya di kecup lama dengan untaian kata cinta mengalir dari sana. Yoongi kembali merengkuh tubuh kekar alpha itu, benar-benar gila mendambakan sentuhan Jimin.
Belah bibir merah omega itu tak hentinya menyanyikan desahan ketika sapuan bibir tebal menjamah lehernya, Jimin menanamkan gigitan disana dan menghisapnya tak kalah kuat sehingga leher pucat lelaki di bawahnya berhiaskan bekas gigitan yang membara, Yoongi tak keberatan malah semakin merapatkan kepala Jimin disana, meminta agar lelaki itu tak berhenti dengan apa yang Ia lakukan.
Kala kedua dadanya diremas oleh telapak tangan panas dari Alphanya, Tubuh Yoongi akan menari di atas kasur, sangat menikmati sentuhan yang Jimin berikan.
"bagaimana kau bisa menjadi semenggairahkan ini Yoongi?"
"nghh... Jimin, lakukan lagi" kepala Jimin di bawa ke depan dada putih yang tengah membusung seolah mengisyaratkan agar bibir tebal Jimin untuk memanja dua titip merah muda itu, dengan senang hati lelaki Park melakukannya. Mulutnya meraup dengan rakus dada kiri sang omega, kembali menanamkan giginya disana hingga Suara pekikan mengisi kamar yang menjadi saksi betap panasnya pergumulan dua insan di atas ranjang itu.
Mulut Jimin aktif menjamah puting Yoongi, sesekali Ia akan menghisap kuat untuk melihat respon dari tubuh Yoongi yang telah lembab karena keringatnya sendiri, lubang senggamanya berkedut nyeri ingin di jamah namun Jimin masih betah berlama-lama di dadanya. Yoongi mendesah frustasi.
"Jiminh.. Sentuh aku disana kumohon". Lelaki dewasa yang tengah asik menyusu menaikan kepalanya, setetes saliva lolos dari bibirnya yang merekah.
"dimana sayang? Kau ingin ku sentuh di bagian mana?". Jimin menjilati torso omeganya yang sama merah dengan wajahnya, Yoongi menatap frustasi ke arah suaminya itu, lagi-lagi air mata lolos dari kelopak yang terbuka sayu.
"Jimin kumohon nghh" Yoongi meremas surai hitam lelaki itu yang tengah meninggalkan bekas gigitan di sepanjang perut hingga pinggulnya, hidung Jimin aktif membaui aroma manis yang tak berhenti Yoongi keluarkan, semuanya bermuara pada pusat senggama omega itu yang tak henti mengeluarkan sarinya. Yoongi menyentak pinggulnya naik ketika hidung Jimin berhenti di penisnya yang sejak tadi ingin di manjakan, lama netra emas itu memeta cantiknya penis mungil dengan kepala berwarna merah muda itu.
"ahh! Jimin!".
lidah panas milik alpha itu menjamah ujung penisnya, Yoongi merasa pening di hantam kenikmatan yang baru kali ini Ia terima, rasanya seolah ada aliran listrik yang menjalar hingga ubun-ubun. Itu ngilu yang nikmat lebih-lebih ketika mulut hangat suaminya melingkupi pusat panas dirinya, Yoongi merasakan Ia akan klimaks sebentar lagi. Kenikmatan yang asing ini membuat tubuhnya merespon di luar kendali. Jimin menikmati bagaimana tubuh istrinya melengkung bagai busur panah, Yoongi sangat sensitif karena Dirinya belum pernah merasakan sentuhan seintim sekarang. Maka Jimin akan dengan senang hati memberikan pengalaman pertama yang tak akan pernah lelaki manis itu rasakan di manapun.
Kepala Jimin bergerak naik turun memompa penis Yoongi yang tak lebih besar dari miliknya, lidah Jimin turut serta memanjakan lubang pipis disana.
"ahh.. Jimin apa yang kau lakukan nnnhh..." rambut Jimin di remat kuat jemari jenjang, tubuh Yoongi bergetar nikmat ketika sesuatu berkumpuk di perut bawahnya. Omega itu semakin gelisah saat Jimin memompa penisnya semakin cepat dan rapat.
"Jimin.. Hentikan.. Ahh.. Aku ingin pipis.. Jiminhh..." surai alpha itu semakin berantakan di acak oleh Yoongi, lututnya tak mau diam hingga Jimin memilih menahan pergerakan kaki itu dengan kedua tangannya dan melanjutkan apa yang Ia senangi di bawah sana. Suara becek percampuran saliva dan precum di selingi desahan indah dari bibir Yoongi menjadi melodi paling menggairahkan yang pernah Jimin dengar. Jimin menikmati itu sekalipun kesejatiannya dibawah sana sudah tak sabar ingin mengambil bagian dalam pergumulan yang terjadi.
"ohh Jimin.. Akuu nnhhh..". Tubuh Yoongi mengenjan penuh antisipasi kala semburan putih membasahi mulut Jimin. Kain pengalas kasur diremat kuat oleh Yoongi yang merasakan dasyatnya pelepasan pertama yang Ia alami seumur hidup. Untuk sesaat Yoongi merasakan terbang ke langit ketujuh. Semuanya putih.
Jimin melepaskan kulumannya setelah memastikan Yoongi telah keluar semua, cairan manis itu berkumpul dalam mulutnya, wajahnya mendekat pada Yoongi yang masih menikmati pelepasannya. Kedua pipi semerah plum di tangkup lembut, Jimin menyatukan bibir mereka kembali, membuka belah ranum Yoongi dan membagi manisnya sari omega itu berdua dengan liar di selingi gigitan di belah bibir Yoongi yang semaki merekah.
Tatapan berkabut dari shapire istrinya semakin menipiskan kesabaran seorang Park Jimin, Ia ingin menyentuh tubuh itu sepuasnya namun Ia masih sadar bahwa ini adalah pengalaman pertama bagi Yoongi pun bagi dirinya. Walau Yoongi mungkin tak sepenuhnya sadar namun Jimin tak akan sampai hati jika Ia sampai merusak omeganya dengan pengalaman pertama yang meninggalkan luka. Bibirnya kembali mendarat di kening berpeluh istrinya.
"Jimin, aku ingin dirimu". Namun segala kekhawatiran Jimin runtuh ketika tubuh telanjang Yoongi beranjak membalik posisi. Jimin terduduk di sudut ranjang dengan Yoongi yang merangkak menuju kakinya. Omega itu melepas celana Jimin dan membuangnya jauh-jauh. Jemari lentik menangkup kesejatian milik Jimin yang setegak paripurna. Hidung mungilnya dengan terampil mengendus penis itu, sepasang shapire menatap penuh minat dengan lidah yang menjilat bagai menikmati es loli. Yoongi mendesah penuh kenikmatan kala urat-urat penis Jimin menonjol Ia emut dengan manja.
"ughh.. Yoongi" ingin rasanya kepala dengan surai pirang itu Jimin tekan hingga penisnya dapat tenggelam dalam mulut omega itu, membayangkan mulut sempit Yoongi di paksa mengulum penisnya yang gemuk membuat Jimin semakin mengeram frustasi. Jimin hanya mampu melampiaskan keinginanya dengan meremas bantal tak berdosa di sampingnya karena Yoongi yang masih betah menjilati penisnya tanpa berniat memasukannya ke dalam mulut. Benar-benar kucing nakal.
"Yoongi berhenti main-main, masukan ke dalam mulutmu sayang" suara Jimin semakin berat karena hasratnya tak kunjung terpuaskan, namun Yoongi menantapnya dengan sorot mata lugu itu membuat Jimin semakin tersiksa.
"Jimin, ini tak akan muat di mulutku" Yoongi mengulum ujung penis alpha itu, benar mulutnya tak bisa membungkus sepenuhnya, hanya sepertiga yang bisa masuk dan itu menyiksa Jimin.
"sayang, jangan paksakan dirimu, kemarilah" lengan ringkih Yoongi di tarik hingga omega manis itu berada di pangkuan suaminya. Kedua paha terbuka menjepit kaki Jimin yang terjulur panjang. Wajah Yoongi semakin memerah kala emas di kedua mata Jimin menatapnya begitu intens.
"Yoongi, kau begitu indah". Kecupan kembali mendarat di dada omega yang sudah kembali merasakan panasnya hasrat membungkus diri, Ia terpejam nikmat kala puting kirinya kembali di kulum oleh bibir sang alpha, kedua tangan Jimin menangkup bongkahan bulat milik Yoongi yang terasa sangat lembut, dapat Jimin rasakan cairan dari lubang senggaman omega itu masih keluar.
"anhhh..." lenguhan pendek lolos dari belah ranum Yoongi menikmati jemari Jimin bermain di sekitar lubangnya, ujung jemari itu menekan masuk dan memijat area itu, Yoongi merasakan kembali penisnya menegang hanya karena sentuhan yang Jimin berikan. Pinggulnya bergerak turun menyambut dua jari Jimin yang telah melesak masuk.
"kau sangat basah sayang" dapat Jimin rasakan jari-jarinya di lumat oleh lembutnya rektum Yoongi, penisnya semakin tak sabar ingin di manjakan juga. Yoongi mabuk oleh sentuhan di bawah sana.
"Jimin, lakukan terus nnhh". Wajahnya Ia bawa ke leher Jimin, tenggelam disana dengan desahan kenikmatan saat jari-jari Jimin bergerak keluar masuk. Rona wajah Yoongi semakin pekat kala mendengar suara erotis yang di perbuat jari suaminya itu, geliginya tertanam di bahu Jimin melampiaskan nikmat.
Jimin tau walau Ia masuk sekarang Yoongi tak akan kesakitan, namun saat istrinya lepas dari masa heat, efeknya akan terasa sakit, Jimin akan melakukan semua penyatuan mereka dengan perlahan.
Yoongi tak henti mengalunkan desahan di telinga Suaminya, di bawah sana sangat nikmat namun rasanya belum puas, Yoongi inginkan lebih. Tubuh polos itu menegak, kedua tangannya menangkup kesejatian lelaki tan itu dan memompa tak sabaran, binar shapire miliknya tak bisa dusta bahwa Ia ingin milik Jimin ada dalam dirinya.
"Yoongi, jangan memaksakan diri"
Omega itu menggeleng, wajahnya merajuk erotis saat pantatnya terangkat dan ujung penis Jimin berada di depan lubang senggamanya, saliva Yoongi sampai menetes saking inginnya benda itu masuk.
"Ji-Jimin.. Kumohon" shapire itu bertemu emas, kabut nafsu jelas melingkupi udara kamar yang semakin panas yang memicu Sang Alpha sampai di ambang batas. Tubuh Yoongi di dorong hingga terlentang di hadapannya, omega itu mengerti apa yang akan di lakukan. Kedua pahanya di buka lebar dengan wajah memohon membuat Jimin gelap mata.
Kesejatian lelaki itu berkedut saat melihat betapa siapnya Yoongi menerima Jimin.
"I want You to beg me, say please baby kitten" seringai di bibir lelaki Park semakin membuat omega itu mengelinjang di atas ranjang, namun egonya masih tak mau mengijinkan untuk memohon.
"kenapa? Kau tak mau hm?" aura Dominan sang alpha menguar, Yoongi merasa bergetar sekujur tubuh ketika emas netra Jimin memaku pada tubuhnya.
"Yoongi want daddy's big penis in Yoongi's little pussy, please.. say it"
"nghh.. Jimin" tubuh omega itu mengenjan karena aura milik alpha itu seolah menindasnya tanpa ampun, shapirenya kembali berair, rasanya begitu tersiksa namun Yoongi inginkan Jimin sekarang juga. Belah bibir itu terbuka sempit, suara Yoongi bergetar penuh permohonan.
"daddy please... Yoongi want daddy's big penis in my little pussy, fuck me daddy". Yoongi memang di takdirkan untuk tunduk atas semua perintah alphanya, holenya Ia buka lebar meminta untuk di puaskan. Seringai Jimin semakin lebar.
"now, good boy"
"anghh!" Jimin tak pernah main-main dengan omega yang memohon padanya, dirinya tenggelam penuh di dalam kehangatan Yoongi, penisnya terasa di remas oleh dinding lembut milik Yoongi. Omega itu terisak karena besarnya kenikmatan yang Ia terima, Ia klimaks sesaat Jimin menghujamkan kesejatiannya jauh di dalam diri Yoongi. Semuanya terlihat terlalu putih di balik kelopak matanya yang terpejam rapat.
"aku mencintaimu omegaku" Jimin menarik diri singkat, menyaksikan betapa indahnya omega itu yang setengah switch ke bentuk animagusnya, tubuh putih mulus itu di hiasi tutul-tutul keabuan dengan telinga kucing berbulu putih bertutul keabuan, punggung Jimin di sapu oleh ekor Yoongi yang berbulu putih juga.
"Jiminhh... Nghh" lelaki Park itu menghentak kuat hingga titik manis di dalam Yoongi di sentuh dengan kuat, Jimin mengeram di perpotongan bahu omega itu, tak bosan-bosan menanamkan gigitan dan hisapan kuat. Jimin bergerak konstan di bawah sana, menikmati bagaimana Yoongi menghisap dirinya lebih dalam, sesekali omega itu akan memekik saat Jimin bergerak terlalu cepat, kukunya sampai menggores punggung alpha itu.
Bagi Jimin, ini adalah penyatuan diri yang sangat indah, tubuhnya menikmati bagaimana Yoongi membuka diri untuk menyambut dirinya, omega itu tak bisa berhenti mendesah saat Jimin memanjakan dirinya lebih banyak.
"Yoongi, kau mencintaiku kan?" wajah sayu istrinya menatap tak fokus, semua rangsangan di tubuhnya membuat Yoongi hampir gila.
"akuhh.. Hhmm.. Cinta.. Ahh Jimin" Yoongi klimaks lagi untuk kesekian kalinya. Tubuh itu melengkung cantik membuat Jimin tak bisa menahannya Juga. Alpha itu bergerak semakin cepat, rektum Yoongi semakin menghisap dirinya.
"Yoongi... Aku mencintaimu..."
"akh! Jimin sakit! Aghh apa yang kau lakukan?" Yoongi membelalak kaget saat merasakan Jimin masuk terlalu dalam, penis itu terasa semakin besar, air mata kenikmatan yang jatuh di pipinya bercampur rasa nyeri yang teramat sangat, Jimin tak berhenti membesar di dalam dirinya.
"Yoongi, diamlah shh..." tubuh omega itu di rengkuh lalu di tarik hingga terduduk di pangkuan alpha itu.
"akhh! Jimin sakit.. Hikss.. Keluarkan.. Itu sakit.." Jimin memeluk tubuh istrinya rapat, Ia tak bisa berhenti sekarang karena Ia sedang melakukan knoting pada Yoongi, pinggulnya semakin cepat menghentak saat klimaksnya datang di dalam rahim omega itu.
"Jiminn Jimin... Kumohon berhenti... Aghhh!" cairan bening keluar dari penis Yoongi, Ia ikut klimaks saat rahimnya masih menerima benih Jimin yang belum berhenti mengisinya.
"hikss.. Sakit Jimin.."
"sstt.. Diamlah, tunggu sebentar lagi hmm.." Punggung Yoongi di belai dengan lembut. Ekor omega itu melilit di pinggangnya terasa geli.
"kau sangat cantik omegaku" kecupan kecupan lamban di seret pada bahu sempit omega itu membuat Yoongi sedikit lebih tenang, lengannya semakin merengkuh tubuh Alphanya itu. Jimin melepas penyatuan mereka perlahan setelah proses knoting selesai, sebagian cairannya ikut meluber karena rahim Yoongi yang tak mampu menampung benih Jimin. omega dalam remgkuhannya terkesiap saat merasakan dirinya kosong, tubuhnya terkulai lemas, Jimin membawa mereka untuk merebahkan diri tanpa melepaskan pelukan. Yoongi membuka mata perlahan hingga wajah suaminya dapat terlihat jelas. Netra itu masih sekuning emas, yang tak Yoongi sadari ternyata Jimin setengah switch ke bentuk animagusnya. Yoongi menatap takjub bagaimana bahu hingga dada bidang suaminya berhiaskan corak tutul hitam bercampur coklat keemasan. Daun telingan yang hitam pekat dan ekornya yang bercorak hitam dan emas. Jimin sangat gagah di mata Yoongi terlebih aura alphanya bercampur dengan aroma manis dari tubuh Yoongi, omega itu merasakan dadanya di sesaki rasa bahagia yang terlalu banyak, air matanya menetes lagi.
"sstt... Apa sesakit itu? Maaf, ini penyatuan kita yang pertama dan aku sudah melakukan knoting. Aku han-"
"bukan" Yoongi menggeleng, air matanya di sapu jemari Jimin, omega itu terpejam menikmati hangatnya telapak Alpha itu.
"aku sangat bahagia Jimin, akhirnya kita telah menjadi pasangan seutuhnya" Yoongi tertawa namun air matanya tak henti mengalir, Jimin menatap teduh pada kekasihnya itu kemudian merengkuhnya kedekapan hangat.
"ya, tak ada yang lebih membahagiakan selain memilikimu seutuhnya Yoongi" Jimin mengecup kening Yoongi yang tertutup anak rambutnya, ekor Yoongi bergerak aktif menandakan Ia sangat bahagia sekarang, Jimin terkekeh saat rona merah menjalar hingga bahu Yoongi yang di hiasi corak keabuan itu.
"Yoongi, tak masalah kita belum bisa berbulan madu, toh akhirnya aku bisa memilikimu sesaat kepulanganku dari luar negeri. Kau tau, aku lelaki paling beruntung di dunia"
Yoongi menggigit bibir malu mendengar pengakuan Jimin yang selalu lelaki itu ucapkan tanpa keraguan dan jujur, Yoongi merasa sangat di cintai.
"Jimin... Aku juga mencintaimu". Setelah mengungkapkan perasaannya dengan malu-malu omega itu semakin menenggelamkan dirinya ke pelukan Jimin, Ia tak berani menatap langsung ke arah suaminya karena seumur hidup Yoongi tak pernah menyatakan cintanya kepada orang lain selain orang tua dan neneknya. Jimin melebarkan senyum mengetahui bahwa perasaannya bukan hanya cinta sepihak. Tubuh omega itu semakin Ia peluk erat dan berjanji tak akan melepaskannya. Jimin hampir tertidur ketika rahangnya terasa di kecup basah.
"Jimin... Kau tidur?" jemari hangat Yoongi merambati perut berbentuk suaminya itu, bibirnya memburu hingga bertemu dengan milik Jimin, omega itu mengecup dan mengulum lamban namun menuntun. Jimin melenguh dalam ciuman mereka manakala aroma manis menyebar dari tubuh Yoongi. Tentu Jimin tau, masa seperti ini tak akan berhenti hanya sekali pelepasan, Yoongi sedang dalam kondisi ingin kawin, jadi Jimin tak akan segan menyatukan tubuh mereka berapa kalipun Yoongi meminta akan Jimin berikan sepuasnya.
TBC
Yuhuuu... Update lagi ciyeekkk xD
Gimana? Gimana? Sanggup baca kan? Ini ampe 4 word isinya hanya ena-ena :3
Maaf jika eyd dan typo yang masih bertebaran
Please vote and coment sekali lagi ya... Saranghaeee.. *
Anyeoongg...
Pyooongggg
