Walaaah... i'm back guys...
Sepertinya sudah hampir setahun (atau malah sudah lebih dari setahun) ga update cerita lagi.. Soalnya lebih enak jadi pembaca dari pada penulis (lame excuse)
Sekarang saia kerja di tempat baru.. lebih numpuk kerjaan nya.. and lebih banyak lemburnya, jadi ga punya waktu buat duduk manis di depan PC deeeh (another lame excuse)
Well ga mau berbasa basi ria... please enjoy ^^
EVERY DAY I LOVE YOU
Setting : Karakura town after winter war
Pairing : Kurosaki Ichigo & Kuchiki Rukia
Disclaimers: Bleach is not mine and never be mine ( it's belongs to Tite Kubo sensei) .
Summary : Ichigo merasa ada yang aneh dengan perasaannya. Dia bertanya pada setiap orang yang dia temui. Akhirnya Rukialah yang menyadarkanya. Disaat Ichigo memutuskan untuk bertindak, Inoue terlanjur menyatakan perasaannya terlebih dahulu. Apa yang akan Ichigo lakukan? Dan apa yang sebenarnya dirasakan oleh Rukia?
Ichigo POV
Aku memang lelaki kejam dan super egois. Jujur aku memang pengecut, aku yakin sekarang inoue tengah menangis, dan apa yang aku lakukan? Aku lari, pergi meninggalkannya begitu saja. Aku tidak sanggup melihat air matanya.. air mata yang jatuh karena ke-egoisan ku. Aku tidak visa berbuat apa-apa. Aku harap Tuhan mau mengerti dan mau mengampuni dosa ku ini ..
'Argh.. bukan saat nya untuk menyalahkan diri sendiri. Enkah kenapa perasaan ku tidak enak. Sepertinya akan terjadi sesuatu hal yang tidak baik. Aku harus segera pulang'
Aku pun mulai berlari pulang menuju rumah ku. Seraya berlomba dengan waktu, tak sedikit pun ku perlambat langkah ku. 'Dia menunggu ku di rumah' pikir ku dalam hati, dan tanpa sadar aku tersenyum. Hanya dengan memikirkan dia yang sedang menunggu ku di rumah saja sudah bisa membuat ku berdebar dan sebahagia ini. Aku tidak sabar untuk mengungkapkan semua yang ku rasa selama ini. Perasaan yang berkecamuk di hati ku. Perasaan yang selama ini ku tidak sadari. Perasaan ku untuk shinigami mungil ku. Aku akan mengatakan nya hari ini. Tak sabar aku merasakan bagaimana hangatnya saat ia berada di pelukan ku.. uuh.. membayangkannya saja sudah membuatku berdebar dan wajah ku bersemu merah. Seperti gadis perawan saja..
Aku pun menghentikan langkah ku sejenak setelah sesuatu terlintas di benak ku.. Oh Tuhan, Bagaimana aku mengatakan perasaan ku pada Rukia. Aku belum mempersiapkan apa-apa. Aku bukan tipe pria romantis. Aku tidak tau harus berbuat apa. Aku pun terdiam sejenak untuk berpikir. Tetapi tetap saja. Aku tidak tahu apa yang harus ku katakan kepadanya. 'Oh Tuhan, mengapa cobaan ini begitu berat' Kataku dalam hati sambil menggaruk kepala ku tanpa alasan.
"Hewoo Kurosaki-Kun" sapa seseorang yang berhasil mebuyarkan pikiran ku
Aku pun berbalik ke arah datangnya suara yang memanggilku " Geta-boshi. Apa yang kau lakukan disini?" Tanya ku terkejut setelah mendapati ternyaa yang menyapa ku tak lain dan tak bukan adalah Urahara
" Aku sedang berjalan-jalan menikmati senja, kurosaki. Maklum saja lah, tidak ada hal lain yang dapat ku lakukan belakangan ini. Tidak ada hal yang menarik" Katanya seraya menaikan bahunya
" oh..." Jawab ku pelan dan kembali ke aktivitas ku sebelumnya... berpikir.
" Ada yang sedang kau pikirkan Kursosaki? Tanya lah pada ku, mungkin aku bisa membantu. Bagaimana pun juga aku ini sudah banyak makan asam dan garam dunia" katanya sambil mengedipkan matanya sebelah ke arah ku
Akupun bersungut "Tidak ada apa apa. Aku tidak sedang memikirkan apapun" Jawabku mengelak
" Tak perlu di tutup tutupi kurosaki. Aku tahu apa yang kau pikirkan" katanya seraya mentupi wajahnya dengan kipas kesayangan nya itu. Tapi tak terlewatkan oleh ku, nada saranya saat berbicara tadi. Sepertinya dia menahan diri untuk tertawa.
Akupun makin bersungut " Ah, Seperti biasa, Sok tahu. Aku sedang tidak memikirkan apapun. Sudahlah, aku harus pulang, Ayahku yang bodoh itu sedang menunggu ku" Kataku seraya mulai berjalan meninggalkan 'guru' ku itu
"Ara... Kurosaki-kun sungguh kejam" Katanya dengan nada seolah-olah terluka oleh perkataan ku " Tapi memang, sebaiknya kau cepat pulang. Sebelum kau terlambat" Lanjutnya
Aku terkejut mendengar kata-katanya dan segera berbalik kembali menghadapnya " Apa yang kau maksud dengan terlambat geta..." Belum sempat aku menyelesaikan pertanyaan ku, dia sudah menghilang.
'ah dasar orang aneh' pikirku dalam hati. Dan tiba-tiba perasaan aneh itu muncul lagi ' duh, perasaan tidak enak itu muncul lagi. Ada apa sebenarnya? Aku harus segera pulang' dan dengan itu aku pun kembali berlari pulang.
Normal POV
"Apa kau yakin akan keputusan mu ini? Cobalah kau pikirkan lagi" Tanya seroang laki-laki
"Ya, aku yakin akan keputusan ku dan ku rasa aku tidak perlu berpikir ulang" Jawab seroang perempuan dengan suara yang begitu lembut
"Ku Mohon.. jangan " Kali ini suara seorang gadis yang menahan tangisnya
" Maaf, ini sudah menjadi keputusan ku. Aku tidak bisa mengubahnya lagi" katanya
"sudah lah, kalau itu memang keputusan mu, aku mendoakan semoba ini yang terbaik bagi mu" ujar seorang gadis lainnya.
"maaf kan aku, semua." Kata perempuan itu menahan tangis seraya berjalan keluar dari pintu dan menghilang di ujung jalan
Ichigo POV
Akhirnya dari kejauhan aku sudah melihat atap rumah ku, ya.. sedikit lagi aku akan sampai di rumah dan akan menghadapi sesuatu yang akan merubah hidup ku selamanya. Bukan berarti akan menjadi sesuatu yang buruk, tapi akan menjdi awal baru yang indah. Ku percepat langkah ku. Semakin dekat dengan rumah itu, jantungku berdebar semakin cepat. Akan ku akhiri semua penderitaan ku ini dan memulai awal yang baru. Bersama dia...
Akhirnya aku tida di rumah dan tanpa menunggu lebih lama lagi, ku buka pintu ku dan meneriakan nama nya
"RUKIAAAAAAA..." kata ku sambil berlari kedalam rumah. Asat masuk ke ruang tamu, tidak ku dapati gadis ku di sana, aku pun segera naik ke lantai dua menuju kamar ku dan masih memanggil nama nya
"Rukia... " Kata ku sesaaat ku uka pintu kamar ku, dan lagi lagi tak ku dapati dia di sana. 'ah mungkin di lemari' pikirku seraya membuka pintu lemari dan "buuuu" kata ku sesaat setelah pintu lemari terbuka dengan harapan akan mengagetkannya. Ah tidak, justru aku yang kaget, karena gadisku tidak juga ada di lemari. Kemana dia
Aku pun mengecek kamar adik-adik ku. Mungkin saja rukia di tawan di kamar itu karena Yuzu dan Karin pasti merindukannya. Hanya kekecewaan yang ku rasa setelah mendapati kamar itu juga kosong. Kemana dia. Perasaan aneh tadi muncul kembali. Perasaan tidak enak ini. Aku membencinya.
Aku pun turun dan bergegas menuju dapur dengan harapan bisa mendapati gadis ku tengah duduk nenikmati ice cream kesukaan nya, tapi lagi lagi aku salah. Yang kudapati malah ayah ku dan kedua adik ku.
" Karin.. Yuzu.. apa kalian melihat Rukia? Dimana dia? Kok tidak ada di mana pun?" tanyaku
" Ichi-nii... " jawab Yuzu mulai terisak
"ada apa Yuzu.. kenapa kamu menangis" Aku mengambil satu langkah mundur.. Aku tidak sukaini.
Sepertinya aku tahu akan kemana pembicaraan ini berjalan
"Rukia-nee... Ichi-nii... Rukia-nee " Kata Yuzu semakin terisak
" Kenapa.. Ada apa Dengan Rukia.. Cepat katakan Yuzu" Oh aku semakin tidak suka ini
" Rukia Nee sudah pergi, ichi-nii.. " Kata Yuzu dengan tangisan nya yang semakin menjadi jadi
"Apa.. Itu tidak mungkin. Itu tidak benar. Ini semua hanya lelucon. Benar kan Ayah. Ini hanya lelucon mu saja kan? " Tanya ku penuh harap. Harapan bahwa ini semua hanya salah satu dari guyonan ayah ku
"Seandainya ini hanya lelucon ku nak " Kata Ayah ku
Tidak.. Ini tidak benar. Ini tidak mungkin terjadi . bagaimana mungkin dia pergi di saat aku sudah menyadari perasaan ku ini. Ini tidak boleh terjadi...
" Ichigo" Kata Ayah ku dan berhasil membawaku kembali ke dunia nyata
" Ayah... " jawab ku sendu
" Maaf kan ayah yang tidak bisa menahan nya.. Maaf Ichigo " kata nya seraya menepuk pundak ku
" Tidak apa.. Ini salah ku. Karena terlambat menyadarinya " kataku menunduk. " Aku akan kembali ke kamar ku" kata ku seraya beranjak meninggalkan dapur dan menuju kamar ku. Sesampai nya di kamar aku pun langsung menjatuhkan diri ku di atas kasur ku. Aku tidak punya tenaga lagi. Dia telah pergi. Meninggalkan ku dan membawa hati ku tanpa dia sadari...
Rukia... Aku mencintai mu
~ OWARI ~ ( di Tampol massa )
soundtrack kali ini :
"Re-Present" by Megurine Luka
"Aitaiyo" by GUMI
"Summer Rain" by Clear & Nero
"Fixing a Broken Heart" by Indecent Obsession
"Bella Luna" by Jason Myraz
"Mantan Terindah" by Kahitna
"Karna Ku Sanggup" by Agnes Monica
"Pelan pelan saja" by Kotak
Kali ini lagu nya kebanyakan...
Maklum nulis cerita ini sampe 2 jam an... playlist di ipod muteeeeer terus
And butuh muse buat dapet feel angst nya XD
Well... akhir kata.. thanks for the attention..
Thanks buat ide,saran, n kritik nya slama ini...
Mudah mudahan tergugah untuk nulis lagi suatu saat nanti :D
See you some other time guys... *waves*
~ Wakamurasaki Jie Signing off ~
Ps : Ceritanya gantung yah.. Mending di lanjutkan atau di biarkan tamat begini saja?
Maaf kalau ceritanya jadi ANGST begini... coz saya juga sedang patah hati yang tak kunjung Berakhir wkwkwkwk
