Hai Minna!
Terima kasih untuk yang sudah Review walau Risa ngga bisa membalas satu persatu karena mempunyai jadwal yang padat. Oh iya,Readers sudah banyak yang benar menebak siapa 'orang itu' tapi sayangnya bukan orang yang sama dengan yang dimaksud Ino.
Disclaimer : Naruto belong to Kishimoto-sensei
Warning : Typo,AU,Gaje,Ooc,Alur kecepatan,dll…
# # # # #
Sakura POV
Disinilah aku berada,sebuah butik terkenal yang mempunyai ratusan gaun didalamnya dengan harga yang bisa membuat seorang karyawan biasa tidak makan selama setahun penuh. Kenapa aku berada disini? Ya,karena aku diculik oleh suamiku saat pulang sekolah tadi hanya untuk pergi ke tempat ini dan itu sangat membuatku kesal. Demi apapun itu,aku masih memakai seragam!
"Kau suka warna apa?" tanyanya melihat deretan gaun yang dipajang
Aku melirik pria yang sama sekali tidak memperdulikan tatapan para pelayan toko padaku yang datang ke butik mewah ini dengan seragam. Suami apa dia?
"Putih atau merah muda," jawabku
"Hm,aku menyarankanmu untuk memakai ini,"
Ia memperlihatkan gaun berwarna putih indah dengan rok pendek selutut dan jujur saja itu sangat menarik membuatku ingin untuk mencobanya jika saja bagian dadanya tidak terbuka.
"Sasuke,tidak bisakah kau memilih yang lebih tertutup?" tanyaku
Ia menggeleng,"Kau tidak bisa memakai yang terbuka dengan level seperti ini?" tanyanya dengan nada mengejek
"Kau senang melihat istrimu memakai gaun terbuka?" tanyaku menahan emosi
"Ya kalau itu bisa membuatku bergairah,"
Cukup
Membiarkan pria ini mencari gaun untukku? Bodohnya aku,seharusnya aku tahu dia hanya mengandalkan otak mesum untuk mencarinya.
"Sasuke,duduklah disana dulu. Aku akan mencarinya sendiri," ucapku pasrah dan pergi meninggalkannya sebelum ia mengatakan hal lain.
Aku mencari gaun yang menurutku sopan untuk dipakai pada pesta Ino dan tentunya harus bermodelkan up to date jika tidak ingin dianggap berbeda pada pesta itu apalagi membuat sahabatku malu pada pestanya.
"Nona,bagaimana dengan gaun ini? cocok untuk pesta resmi," ucap seorang pelayan toko
Aku melirik gaun tersebut dan benar saja kata pelayan toko itu. sebuah gaun panjang berwarna putih kehijauan dengan korsase bunga mempermanis gaunnya. Dan yang terpenting gaun itu tidak terbuka seperti pilihan Sasuke tadi.
"Terima kasih,akan ingin mencobanya. Dimana ruang gantinya?" tanyaku "Oh,tolong panggilkan pria yang sedang duduk itu juga ya," ucapku sambil menunjuk Sasuke
Pelayan toko itu mengangguk dan segera pergi untuk memanggil Sasuke,sedangkan aku segera ke ruang ganti untuk mencoba gaun yang dipilihkan oleh pelayan toko tadi. Semoga saja bisa membuat si mesum itu setidaknya terpesona oleh penampilanku walau tanpa ada bagian yang terbuka.
Sasuke POV
Aku heran.
Bukankah seorang wanita suka memakai gaun terbuka dan memperlihatkan kemolekan tubuhnya? Apalagi setelah aku membawanya ke butik termahal di daerah elit istriku malah tidak? Padahal selama ini wanita-wanita yang mendekatiku selalu memakainya untuk menarik perhatianku. Dan sekarang aku hanya disuruh untuk duduk menunggu seperti ini. membosankan.
"Maaf,Tuan. Anda dipanggil oleh Nona di ruang ganti," ucap seorang pelayan yang melayani Sakura tadi
Aku mengangguk dan segera pergi untuk menemui Sakura. Sebenarnya aku penasaran untuk melihatnya memakai gaun terbuka dengan kulitnya yang berwarna putih bagaikan salju itu,tapi sudahlah. Aku bisa menikmati kulit putih mulusnya kapanpun aku mau saat aku benar-benar membutuhkannya di pelukanku. Tidak sekarang,tapi secepatnya.
Tok tok
"Sakura,ada apa?" tanyaku
Tidak ada jawaban dari balik pintu ruang ganti tersebut membuatku penasaran gaun apa yang ia coba kenakan didalam.
"Sa…"
Kreek
Dan pintu itu terbuka. Sakura tampil dengan menggunakan gaun yang sangat indah walaupun bagian dadanya tidak terbuka,tapi ia sangat… cantik.
Ehem,tentu saja. Dia istriku.
"Sasuke?" tanyanya
Aku segera mengalihkan pandangan dari tubuhnya ke iris hijaunya agar tidak membangunkan 'si kecil' yang haus akan tubuh istriku. Setidaknya tidak di tempat ini.
"Bagaimana penampilanku?"
Ia berputar dan aku bisa mencium harum rambutnya yang berwarna merah muda itu yang bagaikan bunga musim semi. Andai saja ia dirias dan rambut itu ditata,aku yakin wanita-wanita yang selama ini bersamaku tidak dapat menandinginya.
"Lumayan," komentarku singkat
Ia tersenyum manis,"Baiklah,beli yang ini saja," ucapnya kemudian menutup kembali pintu ruang ganti tersebut
Aku berbalik dan segera pergi untuk membayar gaun tersebut. berapapun harganya pasti akan kubelikan. Asalkan aku bisa melihatnya tersenyum manis seperti tadi.
Normal POV
Jadwal mereka memilih gaun sudah selesai dan kini Sasuke memutuskan untuk pulang sejenak dengan alasan ada rapat penting. Bagaimanapun ia dipercaya untuk memimpin sebuah perusahaan Uchiha dan ia akan melakukannya walau baginya itu membosankan.
"Aku akan menjemputmu jam 6,setelah itu bersiaplah untuk ke salon. Kita akan langsung ke pesta Yamanaka," ucap Sasuke
Sakura hanya bisa mengangguk dan turun dari mobil sport milik Sasuke yang kemudian melaju menghilang di tikungan. Ia pun segera memasuki rumah keduanya itu dengan hati gembira menanti suaminya menjemput untuk segera ke salon dan ke pesta yang sangat ia tunggu setiap tahun.
Sakura memasuki kamarnya yang bahkan belum sekalipun ia tempati bersama Sasuke membuatnya merasa bersalah. Ini adalah kamar mereka berdua sebagai suami istri walaupun pernikahan mereka hanya berada di atas kertas dan jika mertua dan orang tuanya tahu mereka pisah ranjang,apa yang akan mereka katakan?
Setelah hari ini ia berjalan dengan Sasuke,ia merasa sama sekali tidak ada salahnya menerima pria itu walaupun sifatnya yang mesum dan playboy melekat padanya. Sasuke bisa menerima dirinya yang sudah merugikan perusahaan Uchiha jutaan dolar dan putri dari pengusaha kecil-kecilan. Kenapa dia tidak?
Drrtd drrtd
Sakura mendengar handphone miliknya bergetar menandakan ada sebuah pesan yang masuk dan ia segera melihatnya. Iris hijaunya membesar melihat tulisan pada layar dan wajahnya pun berubah menjadi pucat pasi. Sebuah pesan yang ia sangat tahu siapa yang mengirimnya walaupun di pesan itu tidak tertulis namanya,tetapi Sakura sangat mengenal siapa yang mengirim dengan nomor tidak terdaftar dalam handphonenya.
Apa kabarmu,Sakura? Sekarang aku sudah berada di Konoha. Dan sesuai janjiku,aku akan membahagiakanmu.
Kita akan segera bertemu.
# # # # #
Sasuke ingin segera pulang dari kantornya setelah rapat dengan perusahaan sahabatnya sendiri,Naruto. Tetapi ia juga harus bertemu dengan temannya yang datang dari Suna untuk melanjutkan bisnis di Konoha.
Tok tok
Pintu ruang kerja Sasuke di ketuk seseorang,"Masuklah," ucap Sasuke
"Apa kabar Sasuke?"
Suara yang ia tunggu itu akhirnya datang di hadapannya bahkan tanpa memberitahunya bahwa ia sudah sampai di kantornya.
"Tidak perlu basa basi,Sasori. Kapan kau sampai?" ucap Sasuke
Pria berambut merah bernama Sasori itu tersenyum dan mendekati Sasuke kemudian menjabat tangannya layaknya seorang pebisnis yang bertemu dengan rekan kerjanya.
"Kau sudah sukses di Suna dan ingin bersaing denganku di Konoha,huh?" ejek Sasuke
Sasori terkekeh,"Kenapa kau sadis seperti itu? aku tahu belum bisa menggeser Uchiha sekarang,tapi mungkin kau perlu hati-hati saja," balas Sasori
"Teme!"
Suara yang besar itu sangat Sasuke kenali dan seperti biasanya,ia memasuki kantor tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Dobe,berapa kali aku harus memberitahumu? Ketuk…. "
"Sasori!" potong Naruto terkejut melihat orang di sebelah Sasuke kemudian mendekatinya "Kapan kau sampai di Konoha?" tanyanya
Sasuke hanya bisa memaklumi sahabatnya itu. Sebenarnya,ia juga sangat merindukan teman SMA mereka yang harus pindah ke Suna,tanah air pria berambut merah tersebut.
"Kemarin,Apa kabarmu Naruto?" tanyanya
"Baik! Kau sudah makan? Aku ingin mengajak Sasuke untuk makan ramen Ichiraku tapi ternyata kau juga ada disini. Bagaimana jika kita makan bersama?"
"Boleh juga," jawab Sasori kemudian melirik Sasuke "Bagaimana denganmu,Sasuke?"
"Aku tidak bisa,ada janji dengan istriku sebentar lagi,"
Naruto bersiul,"Teme enak,jangan lupa nanti malam datang," ucap Naruto
"Tunggu,Sasuke sudah menikah?" tanya Sasori tidak percaya
Sasuke mengangguk sedangkan Naruto hanya bisa tertawa melihat ada orang yang tidak percaya bahwa sahabatnya itu bisa menikah secepat ini.
"Kau tidak percaya bukan? Mereka belum mengadakan pesta karena pengantinnya masih bersekolah," ucap Naruto
Sasori kini semakin tidak percaya. Ia mengenal Sasuke dari SMA dan ia yakin pria yang terkenal dengan berganti-ganti wanita itu tidak akan cepat menikah apalagi istrinya masih bersekolah?
"Tunggu,jangan-jangan kau… " Sasori menduga
"Jangan berusaha menuduhku menghamilinya. Kau tahu aku selalu memakai pengaman," bantah Sasuke "Aku pergi dulu,sudah hampir jam 6. Makanlah bersama Naruto,aku jamin kau akan disuruhnya bayar," ucap Sasuke melangkah keluar dari ruangannya meninggalkan Sasori dan Naruto berdua.
Sasori kini melirik Naruto,"Apa itu benar?"
Pria berambut kuning jabrik itu mengangguk,"Apa? Jangan percaya Teme! Dia sedang kasmaran dengan Sakura-chan," ucap Naruto memajukan mulutnya
Sasori tertegun mendengar nama yang baru saja Naruto ucapkan barusan.
"Sakura?"
# # # # #
Sakura duduk di tepi kolam renang di rumahnya sambil mencelupkan kakinya ke air. Ia masih termenung dan teringat dengan pesan yang ia terima pada handphonenya. Ia tidak ingin membalasnya,bahkan untuk membacanya sekali lagi pun ia tidak sanggup.
Air mata membasahi pipi mulusnya. Mengingat sang pengirim pesan itu membuatnya takut untuk bertemu seperti yang diberitahu pada pesan yang dikirimkan padanya. Ia bahkan binggung harus mengatakan apa jika mereka bertemu nanti.
"Nyonya,"
Sakura menoleh ke sumber suara yang ternyata pembantu rumahnya. Ia membawa handuk pada tangannya.
"Tuan sudah pulang dan kini sedang berganti baju. Bagaimana jika Nyonya segera menemui Tuan?"
Sakura mengangguk dan segera keluar dari kolam renang kemudian memakai handuk yang diberikan untuk mengelap kakinya yang basah. Ia membasahi wajahnya agar tidak terlihat baru saja menangis.
'Aku tidak boleh memikirkannya lagi. Aku sudah mempunyai suami,' ucapnya dalam hati
Sakura melangkahkan kakinya memasuki rumah dan segera menuju lantai dua untuk menemui Sasuke yang sedang berganti baju.
"Kau belum bersiap?"
Mendengar suara yang terdengar akrab di telinganya membuat Sakura menolehkan kepalanya
"Maaf,aku tadi bengong di kolam renang," ucap Sakura
Sasuke menghela nafas dan berjalan melewati istrinya,"Aku menunggumu di mobil,"
Salon.
Tempat dimana seseorang yang penampilannya berantakan sekalipun bisa berubah bak seorang selebritis disini,di tangan para ahli dalam kecantikan perawatan tubuh. Sakura yang sedang di make over habis-habisan hanya bisa pasrah wajah cantiknya dipoles dan rambutnya diutak atik. Semua itu demi suaminya yang menuntutnya untuk berpenampilan high class di pesta Ino.
"Baik,silahkan buka matanya,"
Sakura membuka matanya dan menatap cermin di depannya dengan takjub. Wajahnya dipoles dengan cantik dan sama sekali tidak terkesan menor,sedangkan rambutnya dibuat berombak dengan sebuah hiasan berbentuk bunga yang sewarna dengan gaunnya disamping telinga miliknya. Secara keseluruhan,sempurna.
"Bagaimana? Apakah ada yang membuat anda tidak puas?"
Sakura menggeleng,"Tidak,ini sudah bagus. Terima kasih," ucap Sakura masih takjub
"Kalau begitu,sebaiknya anda berganti baju. Suami anda sudah menunggu,"
Tentu saja Sasuke menunggu. Pria tidak perlu di make up seperti halnya wanita. Mereka hanya perlu merapihkan rambut dan berusaha tampil segar saja sudah cukup untuk menarik perhatian wanita,apalagi sosok suami seperti halnya Sasuke yang diberkahi wajah tampan dan tubuh atletis.
Sakura menemui Sasuke yang sedang membaca majalah TIMES di ruang tunggu yang disediakan oleh salon tersebut. Jujur saja,Sasuke yang memakai jas yang berbeda dengan setelan yang biasa ia pakai saat bekerja membuatnya semakin mempesona. Wajahnya pun memerah.
"Ehm,Sasuke… "
Pria yang disebut namanya itu melihat ke arah Sakura dan seketika itupun ia tidak bisa menolehkan pandangannya ke arah lainnya. Baginya penampilan Sakura sangatlah sempurna melebihi wanita-wanita yang pernah bersamanya.
Sasuke menyeringai melihat penampilan istrinya,"Kau sangat cantik,sayang. Lebih bagus lagi jika kau memakai gaun yang kupilihkan tadi,"
Tentu saja mendengar hal itu membuat Sakura kesal,"Tidak akan pernah," tegasnya
Sasuke terkekeh mendengarnya dan segera menuju ke kasir untuk membayar biaya make over istrinya. Keduanya berusaha menutupi wajah mereka yang memerah karena terpesona oleh penampilan pasangan masing-masing.
# # # # #
Grand Konoha Luxury,
Sasuke dan Sakura turun dari mobil yang mereka valet kan di hotel tersebut. berjalan berdua menuju ruangan tempat pesta diadakan layaknya suami istri ideal membuat mereka berdua berjalan dalam diam. Disinilah tempat mereka bertemu,tempat dimana mereka menandatangani surat pernikahan mereka. Tempat mereka bersatu.
"Tuan dan Nyonya Uchiha?"
Sasuke mengangguk. Mereka memang diundang oleh Ino sebagai 'Uchiha' seperti undangan yang diberikan Ino pada Sakura. Dengan segera mereka berdua memasuki ruangan pesta setelah diperbolehkan masuk. Ruangan yang sangat besar dan penuh dengan artis,model dan siapapun yang sangat berpengaruh pada dunia hiburan hadir di pesta tersebut.
"Lalu,dimana putri Yamanaka temanmu itu?" tanya Sasuke
Sakura melirik kiri dan kanan mencari sahabatnya tersebut dan nihil. Ia tidak bisa menemukannya diantara ratusan orang yang berada di ruangan besar ini.
"Sebaiknya aku mencarinya dulu," ucap Sakura
Sakura meninggalkan Sasuke begitu saja membuat pria itu menghela nafas. Pria itu tidak keberatan ditinggal,ia bisa menemukan beberapa wanita di pesta ini yang pernah ia tiduri dulu. Ia ingat beberapa wanita itu berprofesi menjadi model dan pastinya berada disini.
Sakura masih mencari sahabatnya ditengah kerumunan orang-orang yang saling berbicara satu sama lain membuatnya seperti orang hilang sendirian dan ia mulai menyesali tindakannya untuk meninggalkan Sasuke.
"Sakura!"
Ah,suara yang dicari-cari oleh Sakura!
Dengan segera Sakura menolehkan kepalanya menuju ke sumber suara itu dan terlihat Ino yang bergandengan tangan dengan seorang pria berkulit pucat dan datar membuatnya terkesan emo.
Tunggu,Bergandengan tangan?!
Sejak kapan Yamanaka Ino mempunyai seorang pria yang pantas bergandengan tangan dengannya?
"Kau benar-benar berbeda,Sakura! Kalau saja kau menutupi rambut merah mudamu,aku pasti tidak akan mengenalimu," ucapnya
"Begitukah? Ini berkat rombakan Tuan Uchiha," timpal Sakura kemudian melirik pria disamping Ino,"Siapa dia?"
"Dia kekasihku. Kau tidak mengenalnya?"
"O-oh,Iya. Salam kenal,aku Ha… ehem. Uchiha Sakura,"
Pria disamping Ino tersebut hanya tersenyum,"Shimura Sai,"
Shimura Sai? Sai…
Baiklah sekarang Sakura sudah sadar siapa pria itu.
"Shimura Sai!? Pelukis muda terkenal yang menjadi pembicaraan di dunia?"
Ino tersenyum dan memeluk lengan Sai dengan manja,sedangkan pria itu lagi-lagi tersenyum sambil mengelus pipi Ino penuh cinta membuat Sakura merasa salah tempat.
"Ehem,Ino. Jadi dia yang ingin kau pertemukan denganku?"
"Yup. Asal kau tahu saja,Sakura. Sai tidak mempunyai banyak waktu untuk berada di Konoha jadi aku menggunakan kesempatan ini untuk mengenalkannya denganmu. Oh,dimana suamimu?"
"Suami?" tanya Sai heran
Ino mengangguk,"Iya,Sakura menikah muda dengan pengusaha Uchiha corp. kau tahu Sasuke,bukan?"
Sai tampak mengingat-ingat,"hmm… Pria playboy pewaris kedua Uchiha corp? sepertinya tadi aku ada melihatnya… "
Mendengar Sai menyebutkan reputasi suaminya,Sakura merasa marah. Ino tahu itu dan ia segera menutup mulut Sai yang ceplas ceplos sebelum Sakura benar-benar kelepasan emosinya. Ino sangat tahu betapa mengerikannya Sakura saat marah.
"Hei,Hei! Sai,aku haus. Bisakah kau mengambilkanku wine yang disebelah sana?" Ino berusaha untuk mengalihkan pembicaraan
Sai melihat arah yang ditunjuk Ino kemudian mengangguk dan segera mengambilkan seperti yang kekasihnya minta.
"Sakura,tolong jangan diambil hati. Sai memang seperti itu," ucapnya
Mau bagaimana lagi? Sahabatnya sudah meminta untuk tidak memikirkan hal tentang suaminya walaupun yang dikatakan oleh Sai semuanya benar. Seketika itu Sakura kembali terpikirkan oleh pesan yang ia terima tadi siang.
"Ino,aku menerima sms darinya… "
Tentu saja Ino terkejut mendengar hal itu. sudah 3 tahun mereka tidak mendengar kabar dari orang dimaksudkan oleh Sakura dan kini orang itu kembali begitu saja.
"Kau membalasnya?"
Sakura menggelengkan kepalanya. Tidak mungkin ia berani membalas pesan itu. ia tidak sanggup untuk menahan kenangan yang kembali keluar dari ingatannya yang sudah ia kubur dalam-dalam.
"Sakura,lupakan dia. Kau sudah tidak berada dirumah itu lagi dan kau sudah bersuami. Apakah kau tidak pernah menceritakan dirinya pada Sasuke?"
Sakura kembali menggelengkan kepalanya. Menceritakan masa lalu menyakitkan pada suaminya yang terkenal playboy itu?
Sementara itu,
Sasuke berbincang sambil meminum wine yang ditawari oleh para model wanita. Ditinggal oleh Sakura membuatnya mempunyai kesempatan untuk berkenalan dengan para model yang mendekatinya. Kenapa ia harus menolak? Toh dia sendirian.
"Hubungi saja kalau kau membutuhkanku," ucap Sasuke tersenyum
"Tentu,aku tidak akan menyia-nyiakan dirimu," balas salah satu dari wanita yang mengelilingi Sasuke
Para model yang mengelilinginya berteriak kegirangan begitu mendapatkan nomor handphone pribadi milik Sasuke. Mereka sudah merencanakan akan mendekati Sasuke untuk mengincar kekayaanya atau tubuhnya yang atletis itu.
"Yo,Teme! Sudah sampai,huh?"
Sasuke menoleh ke arah suara cempreng yang sangat ia kenal itu. wanita-wanita yang mengelilingi Sasuke hanya bisa terheran melihat siapa yang datang. Ternyata Naruto tidak hanya datang bersama dengan Hinata,tetapi juga Sasori.
"Kau menggoda wanita lagi?" komentar Naruto
Sasuke hanya tersenyum dan menyuruh para model tersebut untuk bubar dan meninggalkannya. Tentu saja para model itu mencibir atau lebih tepatnya melirik sinis kedatangan Naruto dan yang lain.
"Teme! Apa-apaan mereka melirik kami seperti itu?!" ucap Naruto tidak terima
"Hn,kenapa Sasori juga ikut?"
"Aku penasaran dengan istrimu," jawab Sasori santai
Sasuke menoleh ke arah tunangan Naruto yang berada disampingnya,"Apa kabar,Hinata?"
Perempuan yang dipanggil Hinata itu tersenyum malu,"Baik, Selamat atas pernikahanmu,"
"Hinata dan Sasori penasaran dengan Sakura-chan,Teme!"
Sasori tampak bereaksi walau hanya sedikit mendengar nama 'Sakura-chan' yang disebutkan oleh Naruto barusan. Ia sungguh penasaran apakah mereka adalah orang yang sama atau bukan.
Sasuke mengangkat bahu,"Entahlah. Aku akan mencarinya,kalian nikmati pestanya dulu," ucap Sasuke hendak berbalik
"Tunggu,aku ikut!"
Mata hitam Sasuke menatap heran pada teman SMA nya. Kenapa pria berambut merah itu sangat antusias untuk bertemu dengan istrinya?
"Pergilah,aku akan berkeliling dengan Hinata dulu. Sampaikan salamku pada Sakura-chan," ucap Naruto dan menghilang diantara kerumunan orang-orang bersama Hinata
# # # # #
Sakura masih bersama dengan Ino dan Sai yang sudah membawakan wine pada kekasihnya itu. mereka berbincang-bincang tentang hubungan Ino-Sai yang tidak pernah diceritakan pada siapapun bahkan kepada Sakura sendiri.
"Begitulah,kami memutuskan untuk menikah setelah aku lulus sekolah. Aku tidak sabar untuk berkeliling dunia bersama Sai," ucap Ino bangga
"Aku akan merasa kesepian tanpamu,Pig. Bagaimana dengan Yamanaka Entertaiment?"
"Tentu saja aku akan mengambil alih setelah menikah dengan Sai. Aku kan mempunyai asisten yang pastinya akan menghandle semua pekerjaan walaupun aku berada di luar negri bersama Sai,"
Sakura mengangguk mengerti. Bagaimanapun Ino adalah seorang putri yang bisa melakukan apapun,ia tidak akan membiarkan rencananya hancur begitu saja kecuali jika ia putus dengan Sai. Sakura harap pria itu sudah sangat serius dengan Ino.
"Kalau begitu bagai…"
Ino tidak melanjutkan kalimatnya setelah melihat siapa yang datang dari belakang Sakura menuju ke arah mereka. Ia sama sekali tidak ingat mengundang pria itu untuk datang ke pestanya. Tidak ada sama sekali. Kenapa pria itu ada disini datang bersama dengan suami Sakura?
Sakura binggung dengan Ino yang tiba-tiba berhenti dan bengong. Ia pun mengikuti arah pandang Ino di belakangnya. Seketika itu wajahnya pucat pasi melihat suaminya yang menuju kemari dengan seorang pria berambut merah yang sangat ia kenali mengikuti dibelakangnya. Pria itu bahkan memandang Sakura dan tersenyum.
"Sakura,kenapa kau tidak menemuiku setelah bertemu dengan putri Yamanaka ini?" tanya Sasuke
Tidak ada jawaban dari Sakura. Mata hijaunya hanya memandang pria yang berada di belakangnya saat ini.
"Ini Sasori,temanku SMA. Sasori,ini istriku Uchiha Sakura,"
Sasori tersenyum dan menjulurkan tangannya,"Uchiha Sakura?" ucapnya seolah ada sebuah ejekan,"Sabaku no Sasori,teman SMA Sasuke. Kau sangat cantik malam ini," tambahnya
Sakura mematung dan tidak mengulurkan tangannya untuk menyambut tangan Sasori. Mendengar dan melihat sosok yang ia hindari dan takuti berada di depannya saat ini lebih membuatnya shock. Kenapa si pengirim pesan tadi siang sudah berada di depan matanya? Terlebih bersama suaminya!
"Sasori… " gumam Ino
"Kau mengenal Sasori,putri Yamanaka?" tanya Sasuke
Ino mengangguk. Mata aquamarine nya melirik Sakura yang masih mematung dan tidak mengeluarkan sedikitpun suara. Ia tahu sahabatnya terlalu takut untuk menghadapi masa lalunya yang tiba-tiba berada didepannya saat ini.
"Sasori… kenapa kau bisa berada di Konoha?" tanya Ino
Sasuke mulai merasa ada yang aneh. Entah dari istrinya,teman SMA nya atau putri Yamanaka yang juga mengenal Sasori.
"Kalian semua… saling mengenal?" tanya Sasuke
Sasori menyeringai. Ia mendekati Sakura dan merangkul bahunya yang saat ini masih saja terdiam dengan wajah pucat pasi.
"Kau tahu Sasuke? Aku tidak menyangka kau menikahi mantan pacarku,"
Sasuke terdiam. tidak ada yang mengeluarkan suara sedikitpun diantara mereka bahkan alunan musik yang terdengar dalam ruangan sama sekali tidak mereka hiraukan sekencang apapun itu.
"Lepaskan Sakura,Sasori. Hubungan kalian sudah berakhir,Sakura sudah menjadi milik Sasuke," jelas Ino membuka suara
Sasori sama sekali tidak merasa terganggu. Ia bahkan mempererat rangkulan bahunya pada Sakura sambil menyeringai.
"Sakura,ayo kita pergi dari sini," ucap Sasuke menarik paksa tangan Sakura untuk segera mengikutinya kemudian melirik Sasori,"Kita bicarakan nanti," tambahnya berjalan menghilang diantara kerumunan orang yang berpesta
"Sasori… kenapa kau pulang ke Konoha?"
Ino menatap tajam pria berwajah babyface itu. walaupun umurnya sudah 22 tahun,wajahnya bagaikan masih seumuran dengan Ino atau Sakura.
"Aku bermaksud untuk membawa Sakura dan ternyata ia sudah menikah dengan teman SMA ku. Sedikit perubahan pada rencana,tapi itu tidak membuat masalah. Aku akan segera membuat Sakura memilihku daripada suaminya sendiri,"
"Kau… gila,"
Sai yang hanya berdiri diam karena tidak mengerti apa-apa sedari tadi,memegang lengan Ino agar kekasihnya sadar bahwa mereka masih berada dalam pesta.
"Ino,ayo pergi. Ini pesta," ucapnya
Sasori tersenyum dan menghela nafas.
"Aku pulang duluan saja,toh sepertinya aku tidak diterima dalam pesta ini," ujarnya berbalik pergi
Ino masih memandang punggung pria berambut merah itu menjauh dari pandangannya dengan geram. Ia yakin,pria itu merencanakan sesuatu untuk mendapatkan Sakura kembali ke tangannya.
# # # #
Sepanjang perjalanan pulang dari pesta Ino hingga keduanya sampai dirumah,tidak ada yang membuka suara untuk menjelaskan atau bertanya tentang apa yang terjadi tadi. Sakura masih diam dan tampak sangat pucat setelah bertemu dengan mantan kekasihnya terlebih kenyataanya ia mengenal baik suaminya.
Sasuke menuntun istrinya untuk segera memasuki kamar mereka. ia membantu Sakura duduk di kasur King Size mereka.
"Sekarang,bisakah kau menjelaskan apa yang terjadi?" tanya Sasuke
Gadis bersurai pink itu ingin menjelaskan dan meminta agar suaminya melindunginya. Setidaknya agar Sasori tidak menemuinya lagi. Tapi suaranya tercekat,tidak satupun suara terdengar dari mulut mungilnya tersebut. hanya air mata yang kembali turun membasahi pipinya.
"Apakah aku menyakitimu dengan bertanya tentang Sasori hingga kau perlu menangis?"
Sakura menggelengkan kepalanya. Sekelebat ingatan tentang masa lalunya terus berputar dalam kepalanya.
Sasuke menghela nafas,sebenarnya ia merasa sangat bodoh di pesta tadi. Ia sama sekali tidak berguna sebagai suami dan harga dirinya terlukai. Ia cemburu… mungkin itu yang sering disebut oleh orang lain tentang perasaan yang saat ini ia alami. Cemburu karena sakura memikirkan pria lain selain dirinya.
"Berhentilah menangis," ucap Sasuke
Sasuke merasakan berat pada kepalanya. Mungkinkah pengaruh wine yang diberikan para wanita tadi? Bukankah itu hanya wine yang tidak terlalu kuat? Ia bahkan bisa menghabiskan satu botol jika ia mau. Kecuali, jika para wanita tersebut memberi sebuah obat pada wine yang diberikan padanya.
"Shit," makinya
Sakura melihat keadaan suaminya yang tampak menahan sesuatu. Apakah kemarahan? Tidak,Sakura tidak melihat kemarahan pada mata Sasuke. Lalu apa?
"Sasuke?" tanya Sakura khawatir
Sejenak,ia melupakan tentang Sasori. Melihat pria didepannya meneteskan keringat yang tak wajar mengingat kamar mereka memiliki air conditioner dan Sasuke tadi menghidupkannya.
"Sa-Sakura… " ucapnya mengatur nafas
Sasuke bukan hanya merasa kepalanya pusing lagi,bahkan seluruh tubuhnya saat ini tampak bertenaga dan merasakan panas. 'adik' di bagian bawah tubuhnya entah kenapa tiba-tiba berdiri membuat Sasuke mengerti obat apa yang dimasukkan oleh para wanita model tadi.
Aphrodisiac
Sakura tidak mengerti apa yang menimpa suaminya dan mendekati pria itu membuat harum tubuhnya tercium oleh Sasuke yang sedang tidak bisa mengontrol nafsu pada dirinya. Sasuke ingin menahannya karena keadaan Sakura yang sedang down,tapi bagaimana mungkin jika seperti ini?
"SIAL!"
Sasuke mendorong Sakura ke kasur mereka dan memposisikan dirinya di atas tubuh istrinya itu. ia sudah tidak bisa menahan dirinya lagi untuk memuaskan bagian bawahnya yang sudah tegang. Ia butuh pelampiasan dan tidak mungkin hanya bermasturbasi di toilet menyelesaikan semuanya.
"Apa-apaan ini,Sasuke?" teriak Sakura berusaha untuk melepaskan diri
"Maaf… bisakah kau melaksanakan tugasmu sebagai istri sekarang?" tanya Sasuke masih berusaha untuk mengatur nafasnya yang memburu,"Aku tidak bisa menahannya… lagi,"
Sasuke segera mencium bibir mungil didepannya dengan ganas. Tidak ada kelembutan dan kasih sayang di dalamnya. Hanya ada nafsu dan Sakura tidak bisa melawan itu. permainan lidah yang diberikan suaminya bahkan lebih lihai dari saat mereka pertama bertemu dulu.
"Mmmph! Sas…mmphh!"
Sasuke tidak memperdulikan Sakura yang masih berontak dan ia tetap menikmati bibir mungil Sakura. Memperdalam ciumannya bahkan saat Sakura membutuhkan oksigen,Sasuke masih melumatnya dengan nafsu.
"Mmmph! Mm…!" Sakura berusaha untuk mendapatkan nafas di sela-sela ciumannya dengan Sasuke tetapi pria itu tidak memberinya kesempatan.
Tangan Sakura segera mendorong Sasuke yang menimpanya agar setidaknya pria itu melepaskan ciumannya. Sakura mendorong dengan sekuat tenaganya dan berhasil!
"Hah… ha…hah… "
Sakura segera mengambil nafas banyak-banyak agar tidak memperdulikan Sasuke yang masih menatapnya dengan lapar. Sasuke butuh lebih.
"Apa kau ingin membunuhku?!"
Sasuke tidak memperdulikan Sakura dan kali ini mencium leher putih milik istrinya dengan lebih ganas. Menggigit,mencium dan menjilat hingga meninggalkan sebuah tanda kemerahan pada leher tersebut. Tangan kanan Sasuke yang bebas menyentuh dada kanan Sakura kemudian meremasnya membuat Sakura melenguh.
"Aaah!"
Sasuke yang mendengar hal itu semakin brutal untuk membuat istrinya semakin mengeluarkan suara erotis. Tidak mungkin Sasuke bisa menahan hal ini. bahkan pria waras di luar sana,bohong jika mereka mampu untuk menolak semua ini.
Sasuke semakin turun dan turun mencium tubuh Sakura hingga tanpa gadis itu sadari,gaunnya sudah tidak melekat pada tubuhnya lagi. Pria itu tersenyum melihat tubuh Sakura yang indah yang hanya tertutupi oleh pakaian dalam yang seakan menantangnya untuk melepaskan semua itu. ia pun segera membuka jasnya dan hanya menyisakan celana kain miliknya.
"Kau indah,sayang… " ucap Sasuke mencium Sakura
Melihat tubuh atletis didepannya membuat Sakura menyerah. Jika memang ini saatnya ia harus memberikan semua yang ia jaga selama ini dengan baik-baik,ia terima. Mengikuti permainan dan ke arah mana suaminya bawa. Walau pria didepannya ini seakan tidak seperti Sasuke yang biasa ia kenali.
Sakura menahan desahan yang baginya sangat memalukan itu saat tangan Sasuke memasuki branya dan meremas payudaranya yang ranum. Bahkan jari-jari pria itu memainkan putingnya membuatnya semakin gila.
"Aaaahh! Sasuke…hah… "
"Hmm? Apa yang kau inginkan?"
Sakura menahan suaranya dan mengigit bibirnya agar tidak mengeluarkan suara-suara erotis lagi. Ia sungguh malu.
"Jangan digigit,Sayang… " ucap Sasuke kemudian mencium bibir Sakura. Kali ini,ia menciumnya dengan lebih lembut dan dalam.
Tangan Sasuke turun ke daerah yang paling bawah dimana daerah tersebut masih tersegel dengan celana dalam katun milik Sakura. Perlahan tapi pasti,tangan besar Sasuke masuk ke dalam celana dalam tersebut dan tanpa ijin memasukkan kedua jarinya.
Sakura tersentak dengan jari yang masuk begitu saja dalam tubuh bagian bawahnya. Melalui sela-sela ciuman mereka,Sakura tanpa sadar merespon ciuman Sasuke hingga membuat pria itu semakin bernafsu menggerakkan kedua jarinya keluar dan masuk.
"Aaah… Sasu.. ke… Aah!"
Sasuke yang mendengar suara penuh kenikmatan Sakura,memasukkan satu jarinya lagi agar menambah kenikmatan istrinya ini dan mempercepat keluar masuk jarinya sambil menciumi dua gunung yang tampak sempurna dimatanya. Sasuke tidak memperdulikan erangan atau tubuh Sakura yang semakin menggeliat hingga tubuh istrinya tiba-tiba saja bergetar.
Sasuke mengeluarkan jarinya dan melihat tetesan cairan lengket yang keluar dari tubuh Sakura. Ia melirik Sakura yang terengah-engah mengatur nafasnya. Hanya dengan jarinya,ia sudah membuat istrinya terpuaskan dan itu membuatnya bangga. Sasuke menjilat jarinya,menjilat seluruh cairan lengket itu kemudian mencium Sakura dengan lembut dan penuh dengan kehangatan. Ia kemudian melepas ciuman itu dan mendekatkan bibirnya pada telinga istrinya.
"Bersiaplah,Sakura… " bisik Sasuke
Sakura mengangguk. Ia mengerti inilah saatnya ia memberikan segalanya pada suaminya. Sasuke melepas ikat pinggangnya beserta celananya kemudian disusul boxernya yang memperlihatkan 'adiknya' yang sudah tegang dan keras daritadi terbebas.
"Sasuke?"
"Hn?"
"Kau… akan memasukan 'benda' itu dalam tubuhku?" tanya Sakura takut
Sasuke tersenyum. Sejujurnya ia tidak bisa menahan akal sehatnya,tapi ini adalah pengalaman pertama istrinya dan untuk itulah ia harus mempertahankan akal sehatnya yang ada saat ini.
"Ini bukan 'benda' sayang… kau akan merasakan sakit pertamanya,tapi rasa sakit itu akan menjadi nikmat setelahnya," ucap Sasuke mengelus pipi istrinya lembut
Sakura merasa ini salah. Tapi ia menginginkannya. Menginginkan suaminya untuk memilikinya seutuhnya daripada harus bermain dengan wanita lain di luar sana.
Dengan perlahan Sakura menganggukan kepalanya. Ia merangkul leher suaminya dengan kedua tangannya dan menutup matanya mempersiapkan dirinya. Mengerti Sakura sudah siap,Sasuke memposisikan dirinya diantara kedua kaki istrinya. Dengan perlahan ia memasukkan 'adiknya' dengan perlahan ke dalam lubang vagina milik Sakura.
"Uuugh… sakit," keluh Sakura
"Ssst… relax Sakura,percayakan padaku," ucap Sasuke berusaha menenangkan
Sasuke kembali menggerakkan pinggangnya maju. Begitu sempit dan hangat. Itulah yang ia rasakan.
"Sakura,aku akan memasukan semuanya. Bersiaplah,"
Gadis bersurai merah muda itu mengangguk. Ia masih menahan sakitnya dimasuki oleh 'adik' suaminya. Dan dalam sepersekian detik,Sasuke memasukkan kejantanannya ke lorong Sakura seluruhnya.
"Aaargh! Sakit… " teriak Sakura
Tampak darah keluar dari lubang milik Sakura yang menandakan kesuciannya sudah terengut. Sasuke tidak bergerak dan berusaha untuk mempertahankan kesadarannya akan obat tersebut. membiarkan Sakura terbiasa dengan ukurannya dan agar istrinya itu tidak merasakan sakit lagi.
"Sasuke… bergeraklah," ucap Sakura
"Kau yakin?"
Sakura mengangguk. Ia memeluk Sasuke dengan erat dan diam-diam mengeluarkan air mata yang mengalir pada pipinya. Sasuke bergerak maju mundurkan pinggangnya dengan tempo cepat. Ia menyerah. Obat itu menguasai dirinya untuk segera melampiaskan nafsunya pada Sakura.
"Aaah! Ah,ah,ah!" erang Sakura
"Emph… Sakura… "
"Sas… Sasuke…. Aku… "
"Aku juga,bersiaplah!"
Sakura merasa kejantanan Sasuke yang tertancap pada dirinya semakin berdenyut,begitu pula dengan miliknya. Ia merasa ingin mengeluarkan sesuatu dan tidak dapat menahannya lagi. Dengan sekali hentakan kuat dan keras,mereka berdua mencapai klimaks bersama.
"Aaah!" teriak keduanya penuh kenikmatan
# # # # #
Sakura POV
Tubuhku terasa berat. Rasanya seperti ada sebuah benda yang menimpaku. Aku membuka mataku dan melihat seorang pria yang sangat kukenal berada diatas tubuhku.
Tunggu!
Kenapa aku telanjang? Dan… Sasuke juga?!
Aku berusaha bergerak untuk menyingkirkan pria berambut bak pantat ayam itu,tetapi entah kenapa bagian bawah tubuhku sangat sakit. Aku bahkan merasakan ada yang menggesek bagian dalam tubuhku saat aku menyingkirkan pria ini.
Bruuk
Aku akhirnya berhasil menyingkirkan pria itu untuk tidur di sampingku dan ia belum terbangun. Ada apa dengan kami semalam? Jangan katakan kalau kami sudah…
Dengan segera aku melihat bagian bawah tubuhku.
Darah!
Ayah,ibu…
Sakura sudah menjadi seorang istri Uchiha yang sesungguhnya. Apa yang harus kulakukan saat ini?! bahkan pria itu tidak menggunakan pengaman saat melakukannya denganku. Aku masih dalam masa subur!
Apakah aku akan hamil?!
# # # # #
TBC!
God,ga nyangka Risa mengeluarkan lemon yang sama sekali ga asem di fic ini.
Gomen,Readers…
Risa sudah berusaha untuk membuat lemon dengan baik tapi ternyata menjadi jelek seperti ini. Risa masih belajar jadi harap maklum
Yosh!
Buat chap depan,apa yang kira-kira direncanakan oleh Sasori?
RnR please!
