Woojin mengusap wajah nya kasar. Ia menghela napas nya setelah yakin dengan keputusannya.
"eh seob , udah bangun" ujar woojin. Ia menahan diri untuk tidak berlari menghampiri hyungseob dan mencubit kedua pipi nya. Sungguh, hyungseob begitu menggemaskan ketika bangun tidur.
"tadi mamih nelpon nyuruh aku pulang,Jin" kata hyungseob dengan suara seraknya. Hyungseob yang setengah sadar tak menyadari perubahan raut wajah woojin.
Pemuda gingsul itu duduk disebelah hyungseob.
"ada yang pengen aku omongin dan ini serius" katanya.
Hyungseob mengerjap,"ngomong apa jin?"
"seob , kamu beneran suka sama aku kan?" tanya Woojin retoris.
"jangan tanya gitu ih, malu jawabnya"
"aku seirus seob, kamu beneran suka aku kan?" ulang woojin.
Hyungseob menggelengkan kepalanya, "aku koreksi, bukan suka, tapi cinta" jawabnya.
Woojin memegang tangan hyungseob, "aku belum yakin, tapi aku pengen kamu buat aku yakin-" woojin member jeda.
"gimana kalau kita pacaran?" tanya nya.
Cinta itu buta, cinta itu bikin kita jadi bodoh. Dan hyungseob pun begitu. Ia dibutakan oleh ccintanya untuk woojin. Tanpa berpikir ia menjawab "a-aku mau Jin" kata hyungseob malu-malu.
Ia berharap bisa membuat woojin melupakan youngmin.
Meski ia sendiri tidak tau , kapan cinta nya terbalaskan.
"eum, boleh aku cium kening kamu?" tanya woojin hati-hati. Waja hyungseob langsung memerah dengan cepat woojin angkat bicara "kalau ga mau , gak apa apa kok, aku ga maksa"
"cium bibir juga boleh kok Jin!"—eh , dasar hyungseob.
"ugh—"hyungseob yang sadar dengan ucapan nya barusan menunduk malu sambil menampar pelan bibir nya.
"lucu banget sih kamu" kata woojin sambil mengacak rambut hyungseob yang sebenarnya sudah acak-acakkan.
Woojin mendekatkan wajah nya kewajah hyungseob, mencoba untuk meraih kening hyungseob untuk di kecupnya, hyungseob memejamkan matanya tak sabar juga degdegan.
Baru saja bibir itu hendak menempel, sebuah suara menginterupsi.
"Jin , nganterin donat pesenan bunda—eh maaf, aku ganggu ya? Donat nya aku taroh dimeja ya jin" –itu youngmin.
"o-oh, makasih kak" jawab woojin.
hyungseob diam, ia tersenyum, woojin masih suka kak youngmin batinnya. Cukup jelas dimata hyungseob. Bahkan saat youngmin pergi , woojin masih menatap pintu samping rumahnya. Aku pengen kamu move on jin, ada aku disini batin hyungseob lagi, ia memegang wajah woojin untuk diarahkan menghadapnya, dengan cepat dan sedikit malu hyungseob mengecup kilat bibir woojin.
"anterin aku pulang yuk Jin, mamih dari tadi spam chat nih"
.
.
Sekarang status Woojin dan Hyungseob udah resmi pacaran, meskipun masih belum jelas gimana perasaan woojin ke hyungseob.
"seob—" panggil woojin, mereka sekarang udah didepan rumah hyungseob.
"kenapa jin?"
"ga jadi" tadi woojin pengen bilang sesuatu. Tapi dia pikir ga baik. Takut nanti dia yang labil. Kan kasihan hyungseob nya.
"aku pulang ya" pamit woojin.
"ga mampir dulu?" tanya hyungseob. Woojin menggeleng.
"ngga dulu seob, bunda sendirian dirumah, pulang dulu ya" hyungseob mengangguk dan melambaikan tangannya.
Woojin biasanya hanya tinggal dengan bunda nya. Ayah nya kerja di luar kota dan pulang dua bulan sekali. Jadi dia sering nolak ajakan temannya buat keluar sore hari. 'kasihan bunda, masak ga ada yang bantuin' , 'bunda sendiri, ga ada yang nemenin' , 'ga bisa, bunda sendiri dirumah' –rentetan alasan kalau woojin diajakin pergi sama temannya.
Woojin sangat mencintai bunda nya. Dari kecil ia terbiasa tinggal bersama bunda. Karena pekerjaan ayahnya yang mengharuskan ia jarang dirumah. Keluarga kecil itu hanya berkomunikasi lewat video call setiap malamnya. Tuan Park akan selalu menyempatkan diri untuk menghubungi anak-istrinya.
Waktu woojin masih kecil , ayahnya pernah berpesan 'jangan tinggalin bunda sendiri, bunda Cuma punya ayah sama woojin doang' , makanya dia selalu mengusahakan untuk tidak meninggalkan bundanya sendirian.
Hal itu pula yang membuat woojin jadi orang yang 'sekali cinta' , maksudnya, dia pengen melabuhkan hatinya buat satu orang.
Bisa ngertilah ya kenapa woojin susah banget move on dari youngmin.
.
.
.
to be continue..
.
.
.
maaf kan atas labilnya penggunaan gaya bahasa saya :'v
aku mulai nyaman dengan gaya nulis gitu '-'
ojin-keponakan aku yang 3th manggil woojin gitu,ehe.
kira-kira itu si woojin mau ngomong apa ke hyungseob sampai gajadi gitu '-'?
