BOOTAE
.
361 [ Roommate ]
.
JUNGKOOKxTAEHYUNGxJIMIN
BTS' Member
.
Jungkook—si murid pindahan yang kurang beruntung karena mendapat roommate yang bernama Taehyung—yang menurut asumsinya sekarang, adalah preman.
.
BOYS LOVE, YAOI, AU
.
DON'T LIKE DON'T READ
.
Chapter 4
"Kenapa kau mengikutiku?" tanya Taehyung setelah dia sampai di rooftop bersama Jungkook yang sedang berdiri di belakangnya, mendengar pertanyaan itu Jungkook langsung mengusap tengkuknya, canggung.
"Eh, aku dihukum juga, dan aku tidak tahu harus pergi kemana." kata Jungkook, masih mengusap tengkuknya, dan dibalas Taehyung oleh anggukan.
Taehyung memutar badannya dan menatap Jungkook yang ada di belakangnya, Jungkook kaget dengan pergerakan Taehyung yang tiba-tiba, setelahnya dia menunduk. Taehyung hanya diam saja setelah itu, begitu juga Jungkook, dan hening lagi di antara mereka berdua. Awalnya Jungkook ingin bicara, namun bel tanda istirahat berbunyi, dan Taehyung tiba-tiba meninggalkannya begitu saja. Jungkook hanya bisa menghentakkan kakinya kesal karena hal itu.
.
.
Yoongi melirik Jimin di sampingnya, yang anehnya pria itu sedang menyeringai, entah apa yang dipikirkan olehnya.
"Jim, kau mikir apa sih? Wajahmu aneh," kata Yoongi sambil menyenggol bahu Jimin dengan bahunya, setelah mendapat senggolan itu, Jimin mulai mendapatkan kesadarannya dan mengalihkann pandangannya ke Yoongi.
"Apa kau berbicara sesuatu padaku, hyung?" tanya Jimin dengan tampang polos, membuat Yoongi gemas saat itu juga.
Yoongi menatap Jimin sebal, "Ya, kenapa kau menyeringai sedari tadi?" tanya Yoongi, Jimin hanya memberikan senyuman lebarnya sebagai jawaban. Dan Yoongi hanya bisa menggumam 'dasar aneh', setelahnya dia pergi dari sana.
Setelah Yoongi pergi, Jimin menyeringai kembali, sebuah rencana melintas di otaknya.
.
.
Jungkook memasuki kamarnya dengan tampang kelelahan yang jelas, dia melempar ranselnya ke sembarang tempat dan merebahkan tubuhnya di kasur, Jungkook benar-benar kelelahan hari ini kalau mau tahu.
"Kenapa harus aku yang membersihkan kelas, padahal aku sedang tidak piket." Keluhnya, sambil menenggelamkan wajahnya lebih dalam ke bantal.
Dia belum mengganti seragamnya dan tidak berniat untuk melakukannya sekarang, dia benar-benar lelah. Jungkook mengubah posisinya menjadi menyamping, dan saat dia hendak memejamkan matanya, suara pintu yang terbuka membuat matanya kembali terbuka dan Ia langsung duduk saat itu. Taehyung masuk dan menatapnya, setelah itu mengalihkan pandangannya dan berjalan ke kasurnya, lelaki berambut soft orange itu merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
"Pejamkan matamu lagi, Jungkook." Taehyung mendesis, nyaris seperti bisikan.
Jungkook langsung mengubah posisinya untuk membelakangi Taehyung, dan mencoba untuk tidur sampai makan malam nanti. Namun entah mengapa dia tidak bisa tidur, saat dia memejamkan matanya, beberapa detik kemudian akan terbuka lagi. Entah kenapa dia tidak bisa tidur, padahal dia sangat lelah.
Akhirnya Jungkook terpaksa mengeluarkan ponselnya dan memainkan game di sana.
Jungkook mendelik ke Taehyung, dilihatnya pria itu sedang diam, kedua tangannya terangkat menutupi muka. Jungkook sempat berpikir kalau menutupi muka dengan tangan itu adalah hobinya Taehyung, karena setiap dia melihatnya berbaring di ranjang, pria itu selalu melakukan posisi yang sama dan tidak merubahnya selama beberapa jam. Jungkook menghela nafas dan kembali memainkan ponselnya, tiba-tiba sebuah suara terdengar di ranjang Taehyung, Jungkook kembali mengalihkan pandangannya ke Taehyung dan mendapati dia sedang mengusap wajahnya dengan sebelah tangan.
"Pukul berapa sekarang?" tanya Taehyung, suaranya serak. Efek bangun tidur, mungkin.
Jungkook melirik jam di meja nakasnya, "Pukul enam, kau masih bisa tidur kalau mau." jawabnya.
Taehyung mengubah posisinya yang sebelumnya terlentang, jadi menghadap Jungkook. Dia menarik selimut yang ada di bawah kakinya, lalu tertidur kembali. Jungkook menatapnya, menurutnya, Taehyung lebih enak dipandang jika dia sedang tidur, wajahnya terlihat damai saat tidur, berbeda pula saat dia sudah bangun.
Jungkook akhirnya menguap beberapa kali, dia tidak bisa menahan kantuknya. Setelah menarik selimut, akhirnya dia tertidur.
.
.
Jungkook terbangun dari tidurnya.
Dia menggeliat pelan, merentangkan tangannya dan melirik jam di meja nakasnya. Ternyata sudah pukul sembilan, seharusnya dia tidur kembali agar bisa ba—
—ah tunggu, pukul sembilan?
Jungkook langsung terduduk dan menatapi jam di meja nakasnya, dia tidak bangun pukul tujuh tadi untuk makan malam, dan dia sangat menyesali hal itu. Perutnya terasa melilit, dia lapar, tapi tidak mungkin untuk mencari makan malam-malam begini, dia akan tertangkap oleh guru yang mengawasi asrama. Jungkook langsung mengacak rambutnya yang sudah berantakan sedari tadi itu, lalu mengeluh.
"Aku membawakanmu ramyun,"
Sebuah suara memanggilnya dari arah pintu, Jungkook langsung mendongak dan mendapati roommatenya sedang berdiri di sana sambil membawa dua cup ramyun di kedua tangannya. Taehyung menutup pintu menggunakan kakinya, lalu berjalan ke arah Jungkook dan memberikan satu cup ramyun yang dia genggam tadi. Jungkook menerimanya dan tersenyum kikuk, dan menggumamkan terima kasih.
Taehyung duduk di lantai yang dingin dan makan di sana, Jungkook jadi merasa tidak enak karena hanya dia yang sedang berada di ranjang. Saat Jungkook hendak turun untuk duduk di lantai, Taehyung menatapnya dan memberikan tatapan tidak-usah-duduk-di-bawah. Melihat itu Jungkook langsung mengurungkan niatnya dan kembali duduk di tepi ranjangnya.
Dan hening melanda lagi.
Sampai akhirnya Taehyung membuka mulut dan mengatakan, "Memang susah ya, membangunkanmu? Aku bahkan sampai menyetel lagu di samping telingamu dengan volume paling kuat, dan kau tidak bergerak sama sekali. Mengerikan,"
Jungkook merasa tersindir dan juga malu, dia hanya menunduk dan menggigit bibirnya. Taehyung yang menyadari Jungkook tiba-tiba seperti itu, langsung mendengus. "Tidak usah di bawa serius," katanya. Jungkook hanya bisa mengangguk pelan dan melanjutkan makannya.
.
Keduanya sudah selesai makan, kini mereka berdua sedang duduk di lantai, dengan selimut sebagai penghangat tubuh.
"Kenapa sifatmu… bisa dingin begini, Taehyung?" tanya Jungkook penasaran.
Mendengar pertanyaan seperti itu, kedua alis Taehyung saling bertaut, "Aku tidak akan menjawab untuk pertanyaan yang satu itu," katanya. Jungkook hanya bisa mencibirnya diam-diam, dan Taehyung mengalihkan pandangannya ke kuku jarinya.
"Kalau begitu, kenapa kau itu terlihat seperti alien sih?" –dor.
Taehyung mengernyit, ini pertama kalinya dia mendapatkan pertanyaan aneh yang seperti itu. Taehyung akhirnya menunjuk ke arah langit-langit, maksudnya—tanyakan saja kepada Tuhan.
Namun Jungkook tampaknya tidak mengerti dengan bahasa isyaratnya, lalu pria itu memiringkan kepalanya dan menatapi tangan Taehyung yang sedang menunjuk ke arah langit-langit kamar, "Kau terlihat seperti alien karena langit-langit kamar?" katanya polos.
Taehyung menarik tangannya dan mengusap pelipisnya, astaga pria di hadapannya ini memang terlalu polos atau memang dia tidak tahu apa-apa, atau mungkin dia tidak bisa mengerti bahasa isyaratnya, atau—kemungkinan besar memang Taehyung yang aneh dan mirip alien? Karena malas menjelaskan, akhirnya Taehyung hanya memberikan gelengan kepalanya ke Jungkook dan kembali mengusap pelipisnya.
Jungkook kembali meluncurkan beberapa pertanyaan, tentang hal-hal pribadinya, makanan kesukaannya, hewan peliharaannya, semuanya.
Entah kenapa Jungkook merasa senang mala mini.
.
.
Jungkook terbangun dan langsung saja merasakan tubuhnya pegal, mungkin karena dia kurang makan semalam, ya itu saja. Jungkook baru saja ingin memejamkan mata, sebelum matanya melihat sesuatu yang aneh.
Kenapa ada kaki ranjang beberapa senti di depannya?
Tunggu, dan bantal yang dia gunakan rasanya agak keras dan tidak terlalu nyaman memakainya. Dan juga kasur yang Ia pakai tidak empuk, melainkan sangat keras, rasanya seperti tidur di lantai—oh
Akhirnya Jungkook mendapatakan kesadarannya, nyawanya sudah terkumpul, dan yang Ia lihat pagi ini benar-benar nyata. Tangan seseorang menjulur di bawah kepalanya—yang Ia kenakan sebagai bantal kali ini. Kasurnya tidak empuk, dan ternyata dia sedang tidur di lantai kayu.
Jungkook menelan ludah, dan memutar badannya perlahan, dan benar saja. Kim Taehyung sedang tidur, tangannya terulur di bawah kepala Jungkook. Mengejutkan.
Jungkook membeku, kau tahu kan rasanya saat kau terlalu shock dan kau ingin berteriak, tapi teriakanmu tertahan begitu saja? Well, Jeon Jungkook sedang mengalami situasi seperti itu. Ingin berteriak namun tidak bisa, yang bisa Ia lakukan hanya menatap wajah Taehyung yang hanya berjarak sepuluh senti dari wajahnya.
Sampai pintu kamarnya tiba-tiba di dobrak masuk, dan seorang pria muncul di sana.
"Hey, Jungkook! Ayo kita ke—"
Jungkook menatap horror pria yang sedang berdiri beberapa meter darinya, pria itu segera memiringkan kepalanya ke kanan.
"Kalian sedang apa?"
TBC
.
Makin kesini makin ga seru ya? /muka sedih/
But well terima kasih buat yang sudah baca sampai kesini/?
Arigatou~
Maaf aku ga pernah balas review::_::
Ini pertama kalinya aku pakai ffn jadi tidak terlalu ngerti/?
.
Review again, please? :)
-bootae-
