Author: Daku hampir kehilangan motivasi ngelanjutin ini. Dasar daku tak punya komitmen! Maaf yah aha.. (nangis)
Disclaimer: Persona milik Atlus, FGO milik DW, Aniplex, dan terutama Type-Moon
Warning: kekerasan sedikit
Ketiga orang yang sibuk berlari sekarang memilih berhenti, nafas tersengal-sengal karena paru-paru meminta jatah oksigen. Saat sedang terdiam, pertanyaan-pertanyaan makin muncul di kepala. Pertanyaan paling utama ialah bagaimana keadaan orang-orang terdekatnya? Bagaimana dengan Nanako!? Yu membesarkan mata, kalau kabut tebal begini berarti Ameno-Sagiri benar-benar berhasil merubah orang menjadi shadow?
"Narukami-san, kelihatannya stress sekali dengan keadaan di sini"
Yu yang mendengar perkataan Mashu langsung mengalihkan pandangannya pada gadis berambut merah muda.
"Ah, itu karena di sini-"
"Yuhuu, apa kalian bisa mendengar jelas suaraku?"
Suara Da Vinci memotong Yu yang sudah bersiap-siap menjelaskan keadaan di Inaba, ketiganya memilih diam.
"Oke, di sini… anehnya aku bisa mendeteksi seperti Kekkai, bahkan di beberapa tempat ada titik-titik penyangga kekkai dunia ini. Yup, monster hitam itu bukan berasal dari dunia ini, benar bukan Saber-kun?"
Yu mengelus bagian leher, "ya, aku bisa jelaskan semua ini tapi Da Vinci-san, lebih baik panggil namaku. Entah kenapa dipanggil kelas Saber membuatku tak nyaman. Oh, tentang monster hitam bukan berasal dari dunia ini memang benar."
Yu menghela nafas, bersiap-siap menjelaskan semua hal yang ia ketahui saat ini.
"Jadi… uh, kabut tebal ini berasal dari Ameno-Sagiri, ia bilang manusia… ingin jadi shadow sehingga dia menciptakan kabut ini. lalu monster hitam yang tadi ku serang itu namanya shadow, mereka monster berasal dari hati manusia. Bahkan beberapa shadow adalah bagian dirimu sendiri yang ditekan biasanya lebih ke bagian aspek negative dirimu. Kalau diterima atau shadow tersebut 'didik' atau bisa dikendalikan akan berubah menjadi persona" Yu melakukan peregangan.
"Berarti Personamu?" Fujimaru hanya bertanya, rasa keingin tahuan cukup jelas terlihat di wajah.
Yu menggeleng, "kecuali persona milikku… tidak serta-merta bertemu shadow milikku tidak seperti yang lain"
"Yang lain?"
"Teman-teman… astaga, Da Vinci-San! Apa kau bisa mendeteksi ada manusia selain kita bertiga?"
Da Vinci yang hanya diam mendengarkan penjelasan Yu ketika ditanya hanya menggeleng lewat hologram. Yu menghela nafas lelah, ia mengetuk-ketukkan kaki.
"Berarti tidak ada yang selamat ya…" Gumam Yu sedih.
"Ah! Aku membaca ada pergerakan di sekitar penyangga kekkai. Mereka punya… energi magis yang cukup kuat, Yu-kun!"
"Energi… magis, mungkinkah?" Yu menopang dagu dan berpikir sejenak. "Baiklah, di mana lokasi pergerakan tersebut?"
Maka Da Vinci mulai menjadi navigator, ketiganya berjalan beriringan menuju lokasi di mana pergerakan misterius ada sambil menghindari sedikit mungkin shadow. Bahkan sejauh ini, ketiganya jika bertemu shadow tidak mau mengangkat senjata, lebih baik lari (kabur) untuk menghemat energy. Sejauh ini, taktik berlari dinilai efektif.
Kedua mata abu-abu milik Yu mulai mengidentifikasi lokasi tujuan dari arahan Da Vinci. Ia menatap nanar karena kenal sekali dengan lingkungan sekitar mereka bertiga berdiri. Mashu dan Fujimaru berakhir melihat Yu, mereka makin tidak mengerti dengan gerak-gerik pemuda rambut abu-abu yang ikut berpetualang di singularity aneh ini.
Yu menggelengkan kepala, mencoba mengedepankan akal sehatnya. Pasti ada alasan di balik kenapa Da Vinci memerintahkan mereka untuk ke tempat ini, "Aku… kenal baik tempat ini, apa kau serius, Da Vinci-san? Kenapa harus di sini?"
"Karena di sini paling dekat sekaligus jelas energi magisnya. Ada beberapa titik lain, tapi ini paling dekat dengan di mana titik kalian berhenti tadi."
Yu menganggukkan kepala, ia hanya bisa menerima penjelasan dengan pasrah.
"Distrik Perbelanjaan menjadi seperti ini… bagaimana dengan yang lain?"
Distrik Perbelanjaan Inaba seharusnya menjadi tempat kedua teramai, pertama adalah sekolah Yasogami di mana Yu pernah bersekolah selama setahun di sana. Tempat ini biasanya juga menjadi tempat di mana ia bisa bertemu dengan mudah teman-temannya. Oh, bicara dengan teman-temannya bagaimana mereka? Entah kenapa perasaan Yu makin tak enak saat kedua kaki makin melangkah ke dalam wilayah pusat belanja di Inaba.
Ia sampai di titik yang seharusnya tempat pandai besi milik Daidara dan disamping toko tempat ia jadi pelanggan dalam membeli senjata pasti ada pintu berwarna biru. Pintu yang menghubungkan dunia ini dengan Velvet Room, sebuah ruangan di mana hanya pemegang kontrak khusus bisa memasukinya.
Yu menyadari kalau pintu warna biru itu tidak ada, pandai besi Daidara juga terlihat sudah lama tak ada pemiliknya. Pintu dan bangunan sudah reyot.
"Narukami-san, tatapanmu tajam sekali menatap tembok antara toko mencurigakan dengan toko buku…"
Yu terhenti dari lamunannya, ia mengelus bagian belakang leher dan tertawa kecil. "Maaf, aku mencari yang seharusnya ada di sini, tapi ternyata tak ada. Yah tak bisa dipungkiri… ini sepertinya dunia parale- MASTER, MASHU AWAS!"
Langsung Mashu mengangkat perisai miliknya dan melindungi mereka bertiga. Suara tembakan terdengar jelas, tiga peluru bertemu dengan perisai Mashu menciptakan suara nyaring.
"Luar biasa, kalian bisa membaca pergerakanku" suara tak dikenal membuka pembicaraan bersamaan dengan si penembak memperlihatkan diri.
Mata Yu membesar, entah sudah beberapa kali ia kehilangan ketenangan diri semenjak terpanggil sebagai Servant.
"…Naoto, apa yang terjadi denganmu?"
Ketiga pasang mata tertuju pada pemuda berambut mangkok warna abu-abu dengan katana.
…
Naoto Shirogane, seorang detektif termuda di Jepang. Dikenal sebagai Pangeran Detektif karena 'ketampanan' serta betapa kerennya ia saat menghadap kasus. Namun kenyataannya, si detektif muda berambut biru satu ini bukanlah seorang pangeran atau laki-laki, ia adalah perempuan yang menyamar. Alasannya? Karena banyak yang memandang dirinya rendah sebagai detektif termuda, penyamaran sebagai laki-laki hanya cara agar ia mendapat pengakuan di dalam dunia kepolisian.
Yu tiba-tiba merasa bersalah.
Gadis yang ia kenal sebagai salah satu teman dekat dan paling professional diantara anggota tim investigasi dulu terlihat bersenang-senang saat bersosialisasi dengan mereka. Ia bahkan menangkap beberapa senyuman kecil dari Naoto saat berkumpul membahas selain masalah yang serius. Tapi sekarang, mata biru Naoto telah hilang, berganti dengan warna kuning. Sebuah warna tak lazim menandakan ada yang salah, antara ini versi shadownya (membuat Yu berpikir, seberapa buruk dirinya versi dunia ini) atau seperti kasus Adachi atau Namatame di mana shadow bergabung dengan manusianya.
Berbeda dengan Yu, gadis mungil di depannya terkesiap.
"Senpai, kenapa bisa di sini? Senpai seharusnya berada di singgasana, kan? Jangan katakan aku melakukan… kesalahan?" suara Naoto seperti anak kecil, tak berdaya dan mungil.
Yu hanya mencatat kata singgasana di dalam otak, apa maksudnya?
"Uh… Naoto, sebenarnya apa yang terjadi di sini?" Yu berjalan ke depan, walaupun Mashu si demi servant berambut ungu muda mencoba mencegah Yu mendekati Naoto bermata kuning.
"Kenapa senpai bertanya padaku? Ini kan dunia yang senpai inginkan?"
Hah? Sungguh, Yu makin bingung. Sudah ia dipanggil menjadi servant, Inaba berubah menjadi seperti Silent Hill dan sekarang kekacauan ini dikarenakan keinginan dirinya?
"Tunggu… kalian… kalian pasti penyusup yang dikatakan Rise-chan beberapa waktu yang lalu? Kalian… kalian ingin menghancurkan kerajaan milik senpai dan kau yang memakai wajah senpai, berani-beraninya! Sukuna-Hikona!"
Aura biru muncul dari badan Naoto, Yu menarik katana dari sarungnya. Tak ada cara lain selain bertarung kalau melihat keadaan Naoto sekarang.
"Mashu, lindungi Master! Teman-ah tidak, Naoto biasanya menggunakan skill almighty sehingga cukup kuat untuk meledakkan kita"
"Ba-baiklah, Narukami-san!" Mashu memegang perisai dengan dua tangan, bersiap-siap melindungi sang master.
Yu langsung mengangkat katana dan menerjang Naoto dengan cepat.
"Izanagi!"
Ia tidak mau memberi kesempatan kepada detektif muda untuk menyerang karena berbeda dengannya, tipe serangan Naoto memiliki dampak luas, bukan untuk perseorangan lagi. Belum ditambah beberapa skill yang bisa menyebabkan kematian secara langsung.
Sebuah serangan listrik terarah ke Naoto, sayang mudah dihindari. Memang dalam soal kecepatan menyerang, Naoto kedua tercepat setelah Yosuke. Yu sendiri berada di urutan ketiga dan Kanji paling lambat namun memang paling tinggi dalam ketahanan.
Tapi bukan berarti Yu menyerang tanpa rencana, ia bersyukur kalkulasi yang ia telah siapkan saat sebelum menerjang benar-benar terjadi.
Saat Naoto bersiap menyerang Mashu yang memilih untuk bertahan, dari belakang ia tarik baju warna biru dan membanting badan gadis terebut. Yu meringis, ia jujur tidak ingin melukai teman versi parallel apalagi ditambah orang ini sebenarnya perempuan. Bersamaan dengan bantingan keras, Naoto mengerang kesakitan, persona miliknya hilang bersamaan dengan kesadaran.
Yu hanya bisa menatap Naoto dengan pandangan bersalah.
"Narukami-san tidak apa-apa kan?" Fujimaru yang paling sedikit bicara pada akhirnya bertanya, Yu hanya mengangguk.
"Aku… merasa tak enak menyerang Naoto sampai begini, apalagi aku tidak menyangka kekuatanku separah ini. Padahal tadinya hanya ingin menarik Naoto sehingga personaku bisa langsung menyerang dengan tipe zio" Yu menggendong badan Naoto dengan bridal style
Benar saja dugaan Yu, ia mengangkat badan Naoto tanpa merasa berat sama sekali.
"Itu karena parameter Yu-kun meningkat semenjak terpanggil sebagai servant" Da-Vinci muncul berbentuk hologram.
"Parameter?"
"Yup! Setiap orang memiliki kualitas dalam tubuhnya, mulai dari kekuatan, ketahanan hingga sirkuit magis dan origin seseorang. Dipanggil sebagai Servant biasanya membuat orang meningkat parameter standarnya, apalagi jika ternyata dia adalah demi servant atau pseudo servant di mana Heroic Spirit atau dewa memakai vessel untuk bisa bermaterialisasi di dunia"
"Jadi secara tidak langsung kekuatanku jadi dua kali lipat dari sebelumnya, pantas sejak tadi memakai Izanagi untuk melawan shadow tidak begitu melelahkan. Uh, masalahnya sekarang Naoto-kun pingsan ditambah karena suara kita bertarung tadi bisa mengundang banyak shadow lain, lebih baik kita pergi dari sini" Yu berjalan duluan di depan sedangkan Mashu dan Fujimaru hanya mengangguk, mengikuti pemuda berambut abu-abu dari belakang.
Ketika kelompok kecil dari Chaldea telah pergi meninggalkan bagian utara Distrik Perbelanjaan Inaba, sebuah siluet menatap ketiga orang yang sedang berlari menghindari banyak shadow dengan tatapan tajam.
Author: chapter pendek karena bisa dibilang ini arrow pertama kalau main FGO, jadi chapternya masih pendek-pendek
Oh Yu terlalu OP? Sebenernya keliatannya OP tapi skill dia bisa dibilang masih kalah dibanding dia sendiri kalau jadi Pseodo Servant (dan udah pasti jauh banget perbedaannya). Ini skill dia lebih jelasnya
Charisma of a Leader: Ini skill dia yang unik, walaupun sejenis Charisma, cuma bisa aktif di antara orang-orang biasa (manusia) atau kalaupun Servant juga, syarat dia aktif kalau servant yang jadi timnya nggak ada skill charisma sama sekali. Ini juga cuma bisa aktif kalau dia dipilih jadi leader.
(Kalau di game FGO, dia 20% atk up, cooldown di maks level 6, dan cuma bisa aktif ditaro di depan party alias leadernya)
Victory Cry: Skill dia paling kuat diantara semuanya, tapi kalau mau aktif harus dia hampir diambang batas kematian. Masalahnya lagi? Cuma bisa dipakai sekali.
(Di game ngebersihin debuff, heal maks 3000, dan guts sekali, CD? Nggak ada CD. Ini langsung nggak tersedia lagi sekali main)
Ziodyne/Maziodyne: Skill stun dia, sayangnya bisa dihindari kalau servant atau seseorang punya kecepatan (agility) di atas dia. Dan juga kalau punya magic resistance di atas skill ini yah… selamat juga
(Stun 50% lah, bisa dibersihin suramnya, CD 5)
Ini skill passive, maaf lupa ditaro
Magic Resistance: dan yak, tergantung Persona dia. Cuma karena dia pakai Izanagi… rank dia lebih ke C karena sering pakai persona satu itu
Wild Card: Wild Card ini bisa dibilang ngasih dia kesempatan, meningkatkan tingkat luck dia dan komunikasi dia apalagi kalau situasinya berhubungan sama Persona tapi nggak begitu ngaruh
