Di chapter 4 ini sudah saya seimbangkan semaksimal mungkin atara prolog dan dialog *plak*

MENURUT SAYA INI ADA ADEGAN YANG MEMANG MENURUT SAYA HARUS DIRATED "M". JADI YG MERASA BELUM PANTAS JANGAN DILANJUTKAN YAH, MOHON MAAF (HASIL DISKUSI SAYA DENGAN OM AWTZ NIE) *Diinjek*


"Jadi begitu…"

"Ya…menurut buku yang kutemukan tadi, jika emosi atau ambisi kita meluap, kita bisa tak terkendali. Jika melebihi batas, Spirit kita akan bersatu dengan kita dan berusaha mengendalikan kita." Perjelas Sima Zhao

"Bagus, dengan begini kita mulai tau sedikit demi sedikit…" ucap Sima Shi sambil berjalan menuju kamarnya.

Sementara itu Sima Zhao kembali juga menuju kekamarnya menyusul Wang Yuanji. Saat ia sampai dikamarnya ia melihat Yuanji sudah tidur. Karena Sima Zhao ingin mengambil hati Yuanji, Ia memutuskan untuk tidur di kursi. Sejak kejadian malam itu mereka berempat mendapat cincin yang berada ditangan kananya. Cincin itu tidak bisa dilepas dengan cara apapun seperti dialiri kekuatan magic. Saat pagi tiba…

"Sima Shi! Bawa Cao Pi dan Lu Xun kehadapanku. Aku ingin mereka tunduk padaku." Perintah Sima Yi.

"Baik Ayah…" jawab Sima Shi sambil pergi dari ruangan raja.

"Bagaimana strategi kali ini pangeran Sima Shi?" Tanya Guo Hai

"Serang secara frontal pasukan WEI, Deng Ai habisi pasukan WU. Ayah ingin buat Cao Pi dan Lu Xun tunduk padanya." Ucap Sima Shi.

Setelah Itu para jenderal siap di posisi masing-masing… kecuali Xiahou Ba dan Zhong Hui yang masih mencari kuda perang dikandang.

"Xiahou Ba, kenapa kau hari ini ceria sekali?"

"Oh…itu karena tuan Sima Yi akan berdamai lagi dengan pamanku, Cao Pi," Jawab Xiahou Ba dengan senyum lebar

"Aku pikir itu mustahil…" kata Zhong Hui pelan-pelan sambil setengah melamun

"Hah?"

"Jenderal Xiahou Ba dan Jenderal Zhong Hui! Jika sudah memilih kuda cepat berada diposisi masing-masing," ucap salah satu utusan Sima Shi.

Xiahou Ba akhirnya memilih kuda berwarna hitam, yang secara tidak sadar kuda itu adalah warisan Cao Cao. Yaitu kuda Shadow yang dipercaya tidak akan membiarkan penumpang kuda tersebut jatuh atau terkena serangan dari musuhnya. Sedangkan Zhong Hui hanya memilih kuda putih. Lalu terdengar bunyi war drum… pasukan penyerang dari kerajaan JIN mulai menuju camp Pasukan Pemberontak yang tak jauh dari istana JIN. Ketika sampai di Camp tersebut Zhong Hui merasa aneh. Ia tak melihat prajurit satupun, melainkan puing-puing kayu kering. Saat itu Xiahou Ba menyadari…

"Sial ini pasti taktik Lu Xun…"

Memang benar, tapi sudah terlambat. Baru saja ia mengatakan kalimat itu ribuan panah api menyerang pasukan Xiahou Ba dan Zhong Hui. Ketika Pasukan Jin ingin kembali pasukan mereka dihadang oleh pasukan berarmor biru tua yang dipimpin oleh Cao Pi. Dengan Pasukan yang tersisa Xiahou Ba dan Zhong Hui mati-mati an melawan pasukan Cao Pi dan bertahan dari serangan (maaf) bokong dari pasukan berarmor merah yang dipimpin Lu Xun.

"Xiahou Ba! Aku akan menahan serangan dari Lu Xun, kau serang pasukan pamanmu," perintah Zhong Hui.

"Baiklah, kau tunggu sampai pasukan Deng Ai datang!" jawab Xiahou Ba.

Pertarungan berlangsung lama, sampai akhirnya Xiahou Ba dan Cao Pi bertemu 1 lawan 1.

"Paman menyerahlah! Tuan Sima Yi ingin membangun kerajaan JIN bersamamu!"

"Kau tidak tau apa-apa tentang dia Xiahou Ba!" balas Cao Pi dengan menyerang Xiahou Ba… tetapi seranganya berhasil dihindari Xiahou Ba dengan mudah.

"Tapi paman…EH!" baru saja Xiahou Ba ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba pamanya mengeluarkan darah dari mulutnya. Penyebabnya adalah peluru dari handcannon Guo Hai.

"Uhk! Uhk…" langsung saja Cao Pi pingsan ditempat

"Paman! Paman Cao Pi! Guo Hai apa yang kau lakukan?" Xiahou Ba panik setengah marah kepada Guo Hai.

"Tenang…aku tidak menembak nya didaerah vital. Itu hanya membuatnya pingsan dengan peluru bius itu." Jawab Guo Hai (Wah Peluru bius sampe pake Handcannon?) *dinuklir*

Sementara itu Lu Xun yang sudah merasa di atas angin melawan Zhong Hui dikejutkan dengan pasukan pelindungnya yang terbang diporakporandakan oleh pasukan Deng Ai. Lalu Lu Xun menjalankan rencana "B" nya yaitu RUNAWAAAAYYYYYYYY. Tetapi sayang sekali, tiba-tiba dia dihadang oleh tiga pedang melayang disekitar nya yang dialiri kekuatan listrik.

"Kena Kau…" Ucap Zhong Hui sambil tersenyum puas

"Hmph…Sial…"

Kini Lu Xun dan Cao Pi yang masih terluka telah dikurung dipenjara JIN. Semua prajurit dan jenderal merayakan pesta kemenangan kecuali Zhong Hui.

"Zhong Hui! Mau kemana kau? Nggak ikut pesta?" Tanya Xiahou Ba yang setengah mabuk

"Nggak, aku lelah… ingin tidur rasanya…" Jawab Zhong Hui sambil menuju kekamarnya

"Kenapa belakangan ini dia tampak selalu murung ya?"

"Nikmati saja pesta ini Xiahou Ba!" Kata Sima Zhao sambil mengagetkan Xiahou Ba

"Eheheheh…I…Iaa tuan…"

Zhong Hui yang berada dikoridor istana tiba-tiba ia bertemu dengan Yuanji.

"Yuan…"

Sayang sekali pembaca…Yuanji hanya membuang muka dan pergi langsung dari hadapan Zhong Hui. Mungkin ini bukan saat yang tepat, pikir Zhong Hui yang melanjutkan langkahnya pergi kekamarnya. Ketika ayam jago sudah bosan(?) berkokok (nah loh?)

"Uwaaaa…sial. Aku kesiangan, hari ini ada jadwal apa ya…?"

Ketika selesai mandi lalu mengenakan baju dan segala macam Zhong Hui tidak melihat satupun Jendral dikantornya masing-masing. Zhong Hui pun bergegas menuju Altar (tempat beribadah) dengan instingnya. Sayangnya itu bukan insting yang bagus… ia melihat pacarnya(sekarang bisa disebut mantanya :p) yang telah memakai pakaian adat semahal harga istana JIN yang kini berdiri berdampingan dengan seorang pria yang tentu dikenalnya. Tidak lain adalah Sima Zhao. Mereka sedang melangsungkan pernikahan. Di sana Zhong Hui hanya bisa melihat sambil melongo dari pintu utama.

"Aku bersedia…" Kata Yuanji

JDERRRRRRR!…Hati Zhong Hui seperti tersambar petir mendengar kata-kata itu dari orang yang paling dia cintai mengucapkan bukan untuknya (duh bingung sndiri bacanya).

"Sekarang waktunya…" belum selesai Guo Hai berbicara

BRAK! Bunyi seseorang menutup pintu utama altar dengan keras… Xiahou Ba yang duduk didepan sebagai saksi meminta izin untuk memeriksa. Saat itu Yuanji tau Zhong Hui kecewa denganya. Dengan berat hati sambil meneteskan air mata dia berciuman dengan Sima Zhao, dan membayangkan yang diciumnya bukanlah Sima Zhao melainkan Zhong Hui.

Sementara itu Xiahou Ba menangkap perusuh(?) acara tersebut dan tidak lain adalah temanya sendiri….

"Zhong Hui? Mengapa kau disini? Pangeran Sima Shi bilang kau sakit keras hingga tidak bisa menghadiri pernikahan tuan Sima Zhao." Ucap Xiahou Ba

"Jadi sekarang Sima Shi sudah tidak bisa diandalkan…" kata Zhong Hui dalam hati

Saat malam tiba…Zhong Hui melihat cahaya bulan yang begitu bersinar dengan terang. Dan Cahaya itu tiba-tiba begitu terang sampai membutakan matanya. Saat matanya terbuka dia melihat sosok pria berambut pirang menggunakan baju dan aksesoris yang melambangkan YinYang.

"Guru Fisika?"

"Bukan bodoh! Aku ini adalah Jiang Ziya" Bentak Pria tersebut

"Lalu…Siapa kau? Apakah kau Dewa?"

"Bukan…aku hanyalah utusanya, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu."

"Apa itu?"

"Kau dan teman-temanmu mempunyai spirit dan cincin. Jika kau tidak mematuhi Spiritmu perlahan semua teman-temanmu termasuk kau akan mati dengan tragis. Sama halnya dengan teman-temanmu. Satu lagi agar kau tidak banyak tanya, kau adalah orang ke2 dari 5 orang pemilik spirit yang kusampaikan berita ini dan hanya 2 orang yang boleh menerima berita ini."

"Lalu apa tujuan Tuhan memilih kami berlima?"

"Masih saja Tanya… tentu saja tuhan akan memilih 1 dari 5 pemilik spirit sebagai Messenger, sepertiku… yang dipilihnya adalah orang yang mati pertama. Tapi ingat Messenger ada berbagai macam derajatnya."

"Lalu siapa 1 orang pemilik spiritnya dan yang menerima berita yang sama dengan ku" Pikir Zhong Hui dalam hati.

DOK DOK DOK! Tiba tiba terdengar suara yang membangunkan Zhong Hui kezaman 3 kerajaan.

"Siapa? Oh kamu Xiahou Ba…"

"Sepertinya kau sudah agak baikan…ayo temani aku berpatroli…"

Setelah sampai di halaman Istana…

"JADI BEGITU? KAU MENCINTAI PUTRI YU…"

"SSStttt…diam…kau ini…mulutmu kayak ember ya?" Ucap Zhong Hui setengah kesal sambil menutup mulut sahabatnya itu.

"I…Iaa..maaf…aku kaget saja, ternyata…" belum selesai Xiahou Ba berbicara tiba-tiba terdengar suara 2 prajurit patrol yang sedang mengobrol.

"Ternyata…Tuan Sima Yi kejam ya…Bilangnya ingin membuat tunduk…tetapi malah menjatuhkan hukuman mati kepada Cao Pi…"

"APA KAU BILANG!" Xiahou Ba kaget setengah mati sambil mengangkat kerah salah satu prajurit tersebut.

"T…ttuu….tuan Sima Yi telah memenggal Kepala Cao Pi dengan tanganya sendiri…" jawab prajurit itu.

Xiahou Ba kini menjadi gemetaran, dia merasa telah ditipu oleh Sima Yi. Tiba-tiba kedua prajurit tersebut pingsan dan muncul dua orang dari belakangnya.

"Jadi…apa keputusan kalian berdua?" Tanya salah satu orang tersebut

"Zhuge Dan? Apa…apa maksudmu?"Tanya Xiahou Ba

"Tentukan kau ingin balas dendam, sekarang ikutlah denganku bersama Lu Xun,"

"Yak…kita ketempat Jiang Wei…Zhong Hui…kau ikut juga kan?" Tanya Lu Xun

"Aku tau…Kau ingin sekali membunuh Sima Zhao kan?" Lanjut Zhuge Dan

"Baiklah…" Ucap Zhong Hui dengan tegas walaupun agak bimbang karena dia merasa bukan dia yang mengucapkan kata-kata itu melainkan Shiji.

"Bagus sekali…" Zhuge Dan tersenyum puas

Sementara itu dikamar Sima Zhao…

"Kenapa kau terlihat sedih? Ini kan malam pertama kita?" Sima Zhao terlihat khawatir

"Tidak… kau memangnya mau apa?" Yuanji Keceplosan

"Jadi kau mau?" Tanya Sima Zhao sambil pasang wajah mesum.

"Eh…?"

"Kamu harus bisa" Terdengar suara Shin ditelinga Yuanji. Dan Suara itu membuat Yuanji Meng-iyakan permintaan Sima Zhao.


BERSAMBUNG

Sudah saya bilang yah ini di rated M XD

Jadi yang merasa masih dibwh umur jangan dilanjutkan ke chapter 5 yah?

Sabar ya Awtz! *plak*

Sepertinya kau bakal muncul dichapter 5 ^^

AN: Keceplosan Kelepasan bicara