Best Mistake

Main Cast : Kwon Soon Young ; Lee Jihoon

Support Cast : Lee Seung Cheol, Lee Seok Min, Chwe Hansol, Kim Mingyu, Jeon Wonwoo, another Seventeen's member.

Rate : T - M

Genre : Drama, Romance

Words :

Disclaimer : Tokoh bukan milik saya, tapi karakter dan cerita ini murni dari otak saya.

Warning : Yaoi. AU. Typo. sesuai EYD. Bahasa slang. Dll/?

Summary : Soonyoung yang mabuk, bertemu dengan Jihoon yang juga mabuk. Jadi nya? Ya seperti itu. SEVENTEEN FF! SoonHoon / HoZi couple! Slight SeungHoon couple! Meanie couple! Seokhan / VerDK couple! SeungHan couple! Another SEVENTEEN's Couple!

.

.

.

.

.

.

.HoZi.

.Enjoy.

.

.

.

.

.

Jeon Wonwoo menghela napasnya. Dia sudah menunggu sejak 20 menit yang lalu tapi Mingyu belum juga datang. Dia menengokkan kepalanya kekiri dan kekanan, mencoba mencari sosok tinggi pemuda itu.

"Hai, hyung!"

Pemuda itu menoleh pada Minghao yang kini mendudukkan dirinya disamping Wonwoo. Wonwoo sendiri hanya menatap polos pada Minghao yang tersenyum kearahnya. Ah, Minghao memang selalu tersenyum.

"Ada apa Ming?"

Minghao menggeleng. Dia menyandarkan dirinya dan terkekeh pelan. "Tidak hyung. Aku hanya sedang menunggu Jun hyung, karena aku melihat mu disini ya.. lebih aku bersama mu daripada sendiri kan?"

Wonwoo mengangguk pelan tanda mengerti. "Apa kuliah mu sudah selesai?"

Minghao kembali menggeleng dengan cengiran lebar diwajahnya. "Aku menitip absen, hehe." Jawaban yang membuat Wonwoo menggeleng heran dengan wajah datarnya.

"Lalu, Jun?" Minghao yang sedang asik mengangguk-anggukkan kepalanya sembari bersenandung dalam hati menoleh sekilas pada Wonwoo dan mengangkat acuh bahunya.

"Sidang, tapi sebentar lagi mungkin selesai. Kemarin dia hanya mendapat sedikit revisi."

Wonwoo kembali mengangguk. Dia menatap Minghao yang kembali sibuk dengan anggukkan kepalanya. Dia heran, bagaimana bisa Jun yang dikenal sangat rajin dan disiplin itu bisa jatuh cinta pada pemuda cina yang pemalas dan berjiwa pemberontak disampingnya ini. Walaupun harus Wonwoo akui, kalau wajah Minghao terlihat imut. Dan dia ramah. Mungkin itu yang membuat Jun jatuh hati pada pemuda bersatu kebangsaan dengannya itu.

"Ming!"

Minghao dan Wonwoo menatap kesamping kiri mereka. Disana, Jun tengah melambai pada mereka. –atau mungkin pada Minghao saja?- . Lelaki tampan itu mendekat dengan berlari kecil.

"Hai Ming. Wonwoo."

Wonwoo tersenyum kecil membalasnya. Sedangkan Minghao langsung melompat dari duduknya dan bergelayut dibahu Jun dengan melingkarkan tangannya dileher kekasihnya itu.

"Sudah selesai hyung? Kenapa lama sekali?"

Dengan sedikit cemberut Minghao berkata. Membuat Jun gemas melihatnya. Dengan lembut, diusapnya rambut pirang kekasihnya.

"Maaf, tadi dosen Jung sedang ada keperluan, jadi aku harus menunggunya."

Minghao memainkan bibirnya sembari mengangguk malas. Namun dengan cepat dia mengganti ekspresi wajahnya menjadi begitu ceria.

"Kalau begitu, kita berangkat sekarang hyung! Aku sudah lapar~"

Jun tertawa kecil dan menganggukkan kepalanya. Dilepaskannya rangkulan Minghao dibahunya dan menggenggam tangan kekasihnya itu. Dia menatap pada Wonwoo yang sedari tadi memperhatikan mereka.

"Wonwoo-ya, kami duluan ya.."

Wonwoo mengangguk kecil sebagai jawaban. Minghao melambai padanya dan mereka dengan perlahan mulai berjalan meninggalkannya. Mata Wonwoo tidak berhenti mengikuti mereka.

'Mereka terlihat sangat cocok. Jun yang gentleman dengan Minghao yang menggemaskan.'

Dengan bibir sedikit mengerucut, pria bermata tajam sayu ini mendengus. Dia sedikit iri melihatnya, kalau boleh jujur.

Pemuda itu mengambil ponselnya dan melihat jam berapa sekarang. Sudah lebih dari tiga puluh menit dan Mingyu belum juga datang. Dengan kesal dia bangkit dan berjalan dengan langkah menghentak menjauh dari lingkungan kampusnya itu.

Namun baru sampai digerbang universitasnya ini dia melihat Mingyu yang baru saja turun dari mobil namja itu dan tersenyum dengan santainya kearah wanita yang sibuk fansgirl-ing menatapnya. Dan dia dapat dengan jelas melihat bagaimana Mingyu dengan sok cool nya membuka kacamata hitam yang ia pakai. Membuat decihan dengan kasar keluar dari bibir Wonwoo.

Semakin kesal dengan yang dilihatnya, membuat Wonwoo dengan cepat berjalan kearah lain. Mengabaikan Mingyu yang sempat melambai padanya.

Sekitar sepuluh langkah, tangannya dicekal. Tanpa menoleh, Wonwoo tahu dengan jelas siapa yang mencegahnya. Dengan kesal dia mencoba melepaskan diri, tapi cengkraman Mingyu terlalu kuat untuk ia lawan.

"Lepas! Kim Mingyu jelek!"

Pemuda tinggi tampan itu terkekeh. Dengan tenang ditariknya tangan Wonwoo dan membawa tubuh yang lebih kecil darinya itu kedalam dekapannya.

"Mian aku terlambat, tadi appa meminta ku menemaninya menemui rekan bisnisnya. Jadi aku agak terlambat, mian.."

Wonwoo merenggut kesal. Kalau sudah bersangkutan dengan appa Kim, Wonwoo tidak berani merajuk lama-lama.

"Hm."

Mingyu kembali terkekeh. Dia membawa wajahnya untuk menatap milik Wonwoo dan mengecup singkat puncuk hidung kekasihnya itu.

"Ayo beli beanie, tadi aku melihat ada yang bagus saat dijalan. Mau?"

Mendengarnya, Wonwoo mengangguk semangat. Dengan senyum lebar dia membalas senyum lembut Mingyu.

"Ayo!"

.

.

.

.

.

Hari ini hari libur Junghan. Lebih tepatnya, dia sengaja tidak masuk karena sedang dalam mode malasnya. Pemuda cantik itu tengah sibuk berkutat didapur. Membuat sebuah sandwich tuna untuk sarapannya yang sudah sangat telat ini.

Selesai dengan urusan dapur, dia beranjak menuju ruang tengah sembari membawa sandwich nya. Niatnya ingin makan sembari menonton.

Lelaki itu mendudukkan dirinya disofa. Mengangkat kakinya dan menyalakan tv. Mencari channel yang menarik dan memakan sandwich nya.

Setengah jam dia habiskan hanya untuk menonton drama. Terlalu serius sampai dia mengabaikan suara pintu terbuka dan seseorang yang masuk dan langsung duduk disampingnya. Bahkan saat orang itu memeluknya. Junghan masih sibuk dengan tontonannya.

"He-"

Pria cantik itu bangun dan mengambil bekas makannya. Membawa piring dan gelas yang dia tadi dia gunakan kembali kedapur dan mencucinya. Setelah selesai, dia langsung masuk kekamarnya dan mandi. Meninggalkan lelaki tampan yang kini menghela napasnya dengan berat.

.

.

Junghan keluar dari kamar mandinya masih mengenakan handuk sebatas pinggang. Rambut panjangnya dia keringkan dengan handuk lain yang melingkar dilehernya. Dia berjalan menuju kasur nya dan duduk ditepian. Membuat seseorang yang tengah sibuk dengan ponselnya, langsung menatap kearah si cantik saat merasa sisi lain dari kasur yang tengah ditidurinya terasa berat.

"Kau sudah selesai?"

"Hm."

Lelaki tampan itu menghela napasnya lagi. Sudah terbukti dengan jelas kalau Junghan tengah marah padanya.

"Maafkan aku karena tidak mengabari mu seminggu ini. Aku sibuk dengan perusahaan, kau tahu itu kan baby?"

Junghan berdecak dan memutar malas matanya. Baru saja dia akan bangun, lelaki itu sudah dengan cepat berpindah dan berdiri didepannya. Memeluknya.

"Aku merindukan mu. Jangan mendiamkan aku seperti ini Yoon Junghan."

Lagi, Junghan menghela napasnya malas. Dia mencoba melepaskan pelukan itu, namun tangan yang melingkari pinggangnya semakin kuat.

"Lepaskan aku."

"Tidak."

Dengan cepat, lelaki itu menciumnya. Mengulum bibirnya dengan kerinduan disana. Junghan mengangkat tangannya dan melingkarinya dileher lelaki itu. Membalas lumatan yang memanas dibibirnya.

"Eungh~"

.

.

Sudah pukul sembilan dan saat ia melihat keluar, bisa dipastikan kalau hari mulai larut.

Junghan mendudukkan dirinya dengan pinggang polosnya yang masih dipeluk dengan cukup erat oleh kekasihnya yang masih berbaring. Melihatnya, Junghan tersenyum. Kekasihnya ini sangat suka bermanja padanya.

"Aku tahu aku tampan."

Junghan mendengus pelan. Dia mencubit kesal lengan diperutnya dan terkekeh saat orang itu meringis kesakitan.

"Kau terlalu percaya diri. Aku bahkan tidak sedang memikirkan wajah jelek mu itu."

"Yeah-yeah whatever~"

Junghan kembali terkekeh saat dilihatnya raut aneh kekasihnya. Bahasa inggris nya bahkan jadi terdengar lucu.

"Lihatlah, bintang nya indah."

Junghan menatap keluar jendela besar dikamarnya. Bulan sabit diluar sana terlihat sangat terang. Bersama beberapa bintang yang menemaninya. Membuat senyum, mengembang diwajah cantiknya.

"Aku lebih indah dari bintang itu, jadi tatap saja aku."

Mendengarnya, Junghan menggeleng pelan. Dia heran dengan tingkat kepercayaan diri kekasihnya yang terlalu tinggi didapatnya dari mana.

"Ya ya ya ya ya."

Lelaki itu tertawa. Dia menganti posisinya menjadi duduk dan memeluk Junghan yang langsung menyenderkan kepalanya didada sang kekasih.

"Cinta kita lebih indah dari apapun."

Lelaki itu berujar dengan tatapan kosongnya. Sama kosongnya dengan senyum Junghan saat ini.

"Tidak dengan dengan adanya Jihoon."

Seungcheol menghela napasnya. Dia mengecup lama puncak kepala Junghan. Mengirup aroma manis yang menguar dari sana.

"Maafkan aku."

Pemuda cantik itu memejamkan matanya. Menikmati kehangatan dikulitnya yang polos.

"Aku tidak perduli kau tidak menghubungi ku selama apapun karena aku sadar dengan betul kalau kau sibuk. Tapi, berbicara didepan ku kalau kau mencintai Jihoon.. itu membuat ku sakit."

Seungcheol sadar. Benar-benar sadar kalau ini memang salahnya.

"Maafkan aku, sungguh.. Junghan aku-"

"Aku selalu memaafkan mu. Aku tidak pernah lelah untuk memaafkan mu. Tapi, aku lelah karena terus menjadi yang kedua. Katakan Seungcheol, aku menerima dengan ikhlas kalau kau memang lebih memilih Jihoon karena dia yang pertama untuk mu. Tapi kalau kau memang mencintaiku.. buktikan.."

Seungcheol mengeratkan pelukannya. Berkata seolah dia tidak ingin kehilangan seseorang yang kini berada didalam pelukannya.

"Aku mencintaimu.. sangat mencintaimu.."

'...Lee Jihoon'

.

.

.

.

.

Soonyoung terdiam. Menatap pada beberapa berkas dan foto-foto yang dikirim Seokmin padanya beberapa jam yang lalu. Matanya kecilnya, kembali menelisik setiap sudut informasi ataupun gambar disana.

Choi Seungcheol. 23 tahun. Calon penerus Choi Corp yang kini tengah sibuk dengan berbagai cabang di Eropa. Mempunyai kekasih bernama Lee Jihoon. Tiga tahun berpacaran tidak lebih dari menggenggam tangan dan berciuman.

Soonyoung terkekeh pelan. Tiga tahun eoh? Apa dia harus bersyukur karena 'mendapatkan Jihoon sepenuhnya' hanya dengan satu malam? Atau..

Soonyoung menyandarkan tubuhnya. Mengingat kembali percakapannya dengan Seokmin beberapa jam yang lalu.

'Aku sudah mengirim semuanya hyung.'

Soonyoung mendengus. 'Aku bilang dua jam bukan satu hari.' Dan dia dapat dengan jelas mendengar suara kekehan dari sana.

'Hehe, aku sibuk hyung.' Membuat Soonyoung memutar matanya malas.

'Teruslah bercumbu dengan kekasih mu itu. Aku kebiri baru tahu rasa kau.'

Kini suara tawa Sokmin yang meledak. Soonyoung kembali memutar matanya dan berkata dengan malas, 'Aku tutup telponnya. Terima kasih bantuannya Seokmin.'

Baru saja dia akan menekan tombol merah dilayar ponselnya, suara serius Seokmin menghentikan.

'Apa aku belum bilang...?'

Suara Seokmin yang terdengar tidak yakin membuatnya menyergit.

'Ada apa?'

Jeda.

Soonyoung semakin bingung. Apa ap-

'Junghan hyung.. dia juga kekasih Choi Seungcheol'

Soonyoung mendengus. Dia mencengkram stir mobilnya dengan cukup kuat.

'Brengsek! Dua tahun berselingkuh?! Apa dia gila?!'

Lelaki tampan itu membuang napasnya dengan kasar. Matanya beralih menatap kedepan. Dimana seorang namja mungil sedang sibuk makan disalah satu kedai kecil disana.

Pemuda ini tersenyum. Merasa senang karena kini dia dapat melihatnya lagi. Sosok yang membuatnya seperti tidak bebas bernapas selama dua minggu ini, kini ada didepan matanya.

'Apa aku harus kesana?'

Kepalanya menggeleng dengan kuat.

'Apa yang harus aku katakan?'

Soonyoung memiringkan sedikit kepalanya. Dia mulai menegakkan tubuhnya dengan wajah berpikirnya.

"Hm.. Hai. Kita bertemu lagi."

Lelaki itu memukul kepalanya. Bodoh. Setelah tidur bersama dengan mudahnya kau menyapa seperti itu?! Baiklah, coba yang lain,

"Hai, bagaimana kabar mu?"

Kau gila?! Yang lain!

"Hai Lee Jihoon , aku mencari mu dua minggu ini dan kau asik makan?! Kau tahu aku hampir gila karena mu!"

Ya benar, kau memang gila!

"AARRGHHH!"

Soonyoung mengacak rambutnya kesal. Apa yang harus dia lakukan?!

Soonyoung kembali menjatuhkan tubuhnya. Tangannya masih sibuk mengacak rambutnya dengan kekehan yang kini mulai terdengar. Matanya melirik pada pemuda yang kini sudah bangkit dan perlahan pergi dari sana.

'Lee Jihoon.. kau benar-benar sudah membuatku gila..'

.

.

.

.

.

-TBC-

Yoooooo! Hahaha apa lagi ini?! :'v

Keknye makin aneh yeh? Makin gaje yeh? Ngebosenin? Maaaaaap :'

Balesin review dulu deh/? :'v

Bubble-hope: Hehe :'v makasih udah mau review :' ending nya udah pasti SoonHoon kok tenang aja/? :'v

GameSMl: Iya jihoon pacarnya seungcheol :'v dan yaaah, seungcheolnya juga udah sama Junghan hehe :'v ini juga ada kopel baru nongol hehe :'v

Anna-Love 17Carats: Kodee keraaas :'v haha :'v

Oreobox: hehe emang belum kalo yang kemaren, tapi disini udah kok :'v hehe gimana encehnya SeokSol? Kurang yak/? :'v hehe, mungkin iya kali yah mabok :'v kepala lagi pusing banget pas ngetik yang kemarin :'v tapi, setau gue ngetik nih/? Jihoon itu pink pucat, yang kuning pucat itu Soonyoung beb :'v maaf deh kalo bikin lo bingung hehe ntar dikoreksi lagi deh yaa :'v makasih loh :'v

ParkMitsuki : Yo hidup SeokSol/? Budayakan Hansol uke/? :'v vhak enggak ding :'v gue juga suka dia yang jadi seme kok :'v tapi gue lebih ngefeel di SeokSol :'v hehe :'v puas gak sama encehnya SeokSol/? Vhak haha :'v ini udah mulai ketemu/? Sama udah ada meanienya lagi yeeeeyyy :'v tapi tetep dikit hehe :'v yo fightiiiing~ :'v

Panda Qingdao : panggilnya Bsion aja kaya nya gimana gitu kalo thor atau author atau apa/? Hehe :'v NC nya keren? :'v saoloh gue berasa mesum banget dah/? Yawlah maap kan hamba/? Hehe :'v tapi, makasih yaaa :'v nanti ada SoonHoon nc nya lagi kok/? :'v

ohyuns: Jangan baper :'v gue juga baper/? :'v hehe :'v udah jangan galau/? Hoshi nya udah gak galau lagi tuh/? :'v

Baek Gain: haha :'v makasiiiiih yawlaaahh :'v sambil baca denger arina yang best mistake? Gue justru ngetik ini sambil denger Ciara yang I Bet hehe :'v uji ama hoshi ketemuan langsung nc lagi/? Niatnya sih gitu/? Haha :'v ini udah dilanjut beb :'v maap kalo mengecewakan ya :'v

dhantieee: Nah ini nih review yang bikin gue muter otak/? Terobsesi ya? Kaya nya sih iya, tapi menurut gue enggak/? Yah liat aja nanti lah :'v hehe :'v ada deh, yang jelas dia emang bakalan bertindak lah/? :'v hehe ini udah di lanjut moga suka ya/? :'v

SeungHan17Ever: ini udah lanjut beb :'v hehe dua hari update kok :'v hehe, makasih udah suka sama scene SeokSol nya hehe :'v sama gimana nih Seungcheol ama Junghannya/? :'v hehe :'v maap udah menistakan mereka :'v

shabrinadivaniarl : hehe akhirnya soonyoung pun menemukan uji/? :'v suh Seokmin sih muka mesum/? Kan gue jadi pengen nistain dia/? :'v

gspghea: nunggu hozi enceh ya/? Sabar yak/? Sedang dalam proses/? Wkwkwk :'v hehe, hamdulilah direstuin/? Wkwk :'v serasa om om pedo gitu yeh/? Wkwk :'v sekarang udah gak galau lagi kok hehe :'v nc nya? Liat ntar aja deh/? :'v

xavieryo4: hehe :'v tenang uji pasti sama soonyoung kok hehe :'v ini udah dilanjut beb/? :'v

270: hehe :'v suka gak enceh nya hehe ? kurang hot gak/? Wkwk :'v jangan dibunuh dulu lah, ntar gak ada yang review lagi/? :'v ini udah ketemu kok :'v SeungHan? Meanie? Udah nongol juga nih hehe :'v

jeonjk: Deka muka mesum sih/? Pengen bikin nistain ini anak :'v hehe ini udah dilanjut beb/? :'v

Ghea atreides: gimana? Masih adem ayem aja/? Tunggu Soonyoung bergerak/? :'v sengatan listrik apaaaa wkwkwk :'v ini udah dilanjut hehe :'v

Miku Onekawa: duh emaaak/? :' hehe mungkin bapaknya seungcheol pedo/? :'v hehe :'v hehe encehnya hozi nanti dulu lah/? Putus dulu sama seungcheol/? :'v hehe wkwk :'v makasih makasih :'v review terus biar semangat/? Hehe :'v semoga sukaaaa:'v

Huuhh! Gilaaaaa! Kenapa harus banyak yang minta nc hozi/? :'v wkwk :'v jujur nih yeh, awalnya gue masih trauma gitu nulis nc lagi gegara pernah ketauan ibu gue :'v sumpah bener-bener di baca ama die! Nc meanie! Anjir gue langsung diplototin! :'v trus abis gue gue gak berani lagi deh :'v tapi ff ini gue ketik sih :'v dan karena gue suka ceritanya/? Jadi gue lanjut dan yaaahhh :'v entah lah gue bingung :'v takut ketauan lagi ama emak tapi otak gue terlalu mesum buat berenti bikin enceh/? Wkwk :'v

Yayaudah lah gak usah banyak bacot lagi/? Hehe :'v

Review please?