Happy Reading...
#sorryfortypos#sorryforbadfic#hopeforyouradvice
Chapter 3: New Rival
The Plan
"Itachi-san, kalian serasi sekali."
"Pantas anda tidak menerima putri saya kali itu. Ternyata anda telah memiliki cinderella yang benar-benar cantik."
"Kenapa anda tidak langsung menikah saja? apa yang anda tunggu?"
"Semua tergantung pada tuan putriku ini." Jawabku akhirnya.
Nyuut….
"Aw…. " astaga, cubitan si gadis cantik ini. Bisa-bisanya ia memelintir lengan atasku disetiap ada kesempatan.
"Uchiha-san, anda baik-baik saja?" Tanya salah seorang tamu padaku.
"Ah ya, kalau begitu saya permisi dulu tuan-tuan." Jawabku menggiring Kyuubi menjauh dari kerumunan orang penting tersebut.
Yah, tunanganku sedang ngambek. Meski tiada satu orangpun yang tahu kalau ia sedang menahan kekesalannya terhadapku. Ia yang setia menghadiahi setiap tamu yang bertemu sapa padanya dengan senyum manisnya. Ia yang setia menggandeng lenganku mesra.
Tapi, coba saja perhatikan dengan sangat teliti, disetiap kesempatan saat para tamu tidak melihat kami, ia akan menghadiahiku dengan tatapan kesalnya, ia akan mencubit lenganku dengan kekuatan supernya hingga membuatku terkadang lepas kendali seperti tadi.
Aku harus menenangkannya. Jika tidak, bisa-bisa lenganku membiru selesai pesta ini. Hahaha,benar-benar rubahku ini….
Aku membawanya ke taman rooftop gedung dimana acara pertunangan kami diselenggarakan setelah permisi kepada ayah, ibu, Kushina baa-san, dan Minato jii-san untuk mewakilkan kami di pesta ini.
Bahkan sesampainya di taman yang hanya ada kami berdua, Kyuubi langsung melepaskan genggaman tangannya dari lenganku kemudian menyilangkan tangannya di dada, merengutkan wajahnya, dan berjalan mendahuluiku. Ia benar-benar marah.
"Kyuu…. " ia tidak menjawab.
"Kyuu…." Aku mendekatinya, mensejajarkan diriku dengan posisinya namun ia sama sekali tidak memperdulikanku.
"Kyuu…." Ia mejauhkan dirinya dariku.
"Aku minta maaf kalau aku punya salah." Ucapku akhirnya. Kami berbicara dengan jarak dua meter.
Ia mendelik. "Kalau?! Huhh!" ia melirikku sinis.
"Ehm, aku salah karena membuat acara pertunangan kita menjadi acara yang lumayan besar." Aku-ku.
"Lumayan?! Kau memang…. Hahhhh…. " Ia menghela nafas kasar.
"Memang pesta ini hanya pesta yang tidak terlalu besar kan Kyuu…. Lalu salah ku dimana?"
"Aku benar-benar tak habis fikir! Mengundang seluruh keluarga besar ku dan keluarga besarmu, seluruh kolega bisnis, beserta teman-teman mu juga. ini yang kau sebut LUMAYAN BESAR HAH?!" teriaknya padaku.
"Kalau besar itu aku akan mengundang teman-teman mu juga Kyuu…." Bela ku lagi.
Ia menarik nafas dalam. Mendelik ke arahku. "Pergi kau dari sini." Tandasnya.
"Kyuu…. "
"Jangan berani kau sebut nama ku Uchiha! Sebelum kesabaran ku habis, pergilah. Aku sedang ingin sendiri." Katanya dengan nada yang tidak ingin di bantah.
Sepertinya kesalahan ku besar kali ini. Akupun beranjak pergi, namun sebelum meninggalkannya aku membuka jas ku dan menyampirkannya dibahu terbuka Kyuubi. "Jangan lama-lama diluar, nanti kau masuk angin." Ucapku kemudian berlalu.
Aku tidak benar-benar pergi. Ku awasi ia dari jauh. Aku lihat ia menduduki tempat duduk panjang disana. Aku lega ia tidak menolak jas yang kuberikan. Mengenakan jas ku, ia menekuk lututnya, melipat lengan diatas lututnya kemudian menyandarkan kepalanya dilengannya.
Maaf kyuu, aku sudah terlalu banyak mengelabuimu. Besekongkol dengan keluargamu juga. Tapi aku tidak ada jalan lain. Waktuku hanya lima hari yang kau berikan.
Sudah sepuluh menit berlalu, kulangkahkan kakiku perlahan mendekatinya. Ia tertidur. Mana nyaman ia dengan posisi seperti itu. Pelan-pelan kubaringkan ia, duduk diujung kursi, kupangku kepalanya.
Kupandangi wajahnya yang damai. Make up tipis yang belum luntur dari wajahnya. Bibir merah dengan lapisan lisptik pink nya, blush on pink yang mempermanis wajahnya, serta rambut merahnya yang ia gerai. Meski ia mengatakan model rambutnya saat ini bukan untuk memenuhi permintaanku, lebih karena model rambut yang digerai cocok dengan gaun pink panjang tanpa lengan yang membentuk lekuk tubuhnya dengan pita di pinggangnya yang menjuntai sepanjang gaunnya sewarna dengan jas ku. Silver. Namun, sukses membuatku tersenyum setiap memandang rambutnya. Aku tidak bisa mencegah tanganku yang mengelus kepalanya.
Aku tahu aku salah. Aku sadar kalau aku pura-pura bodoh kalau telah melanggar ucapanku yang hanya akan menyelenggarakan pesta sederhana. Aku malah memerintahkan Kisame untuk menyiapkan pesta pertunangan ku se-megah mungkin, dan alasan teman-teman Kyuubi tidak ku undang, karena memang Kyuubi tidak memiliki teman di Jepang. Ia besar di negara barat, tempat kelahiran ayahnya. Aku tidak bisa mencegah diriku sendiri yang ingin mengumumkan kepada semua orang bahwa aku adalah pemilik dari nona merah ini. Mungkin dia berfikir pertunangan ini main-main dan hanya lima hari saja. Padahal aku benar-benar serius.
"engh…. " Kyuubi perlahan membuka matanya dan terkejut kalau ia tertidur berbantalkan paha ku. Ia yang akan bangkit kucegah dengan menahan keningnya. "Kau terlihat lelah sekali. Berbaringlah Kyuu…. Kalau kau masih tidak ingin melihatku, cukup menyamping saja." dan ia langsung menyampingkan badannya namun tetap berbantalkan pahaku. Aku masih mengelus kepalanya, ia yang tidak melarangku melakukannya yang kutebak karena ia terlalu lelah untuk beradu argumen denganku.
"Aku benar-benar minta maaf karena menyelenggarakan pesta semewah dan sebesar ini. Harusnya kita menyamakan persepsi kita tentang pesta yang akan kita selenggarakan."
"Aku juga minta maaf lagi-lagi memaksamu memakai pakaian pilihanku seenaknya, sepatu hak 17 cm yang aku yakin membuat kakimu pegal sekarang, bahkan kau rela mendampingiku menemui tamu-tamu yang banyak itu." Kuhentikan elusan tanganku. "Aku sudah meminta maaf. Jangan marah lagi, hm?"
Ia menghadapkan kepalanya kearahku, masih memandangku marah. Lalu kembali mengesampingkan kepalanya. "Masih ada lagi ya kesalahanku?" tanyaku.
"Tamu undangan." Gumamnya pelan. Ah ya, apa itu juga masalah? "Baiklah, aku minta maaf karena mengundang banyak pihak, tidak seperti yang kukatakan padamu sebelumnya. Meskipun aku merasa hal ini tidak salah sama sekali. Aku hanya ingin mengumumkan kesemua orang kalau kau sudah punya tunangan."Jawabku yang langsung dihadiahi nya dengan cubitan kerasnya di pahaku. "AAWW…. Baik-baik. Aku salah, kau memaafkanku kan?"
"Aku akan memaafkanmu kalau kau batalkan pertunangan ini." Katanya yang membuatku membeku. "Tidak bisa kan?" katanya menantang. "Ya sudah. Aku mau lanjut tidur." Ucapnya sambil mengambil posisi nyaman yang masih berbantalkan pahaku.
Aku beranjak dari dudukku, membuatnya seketika terduduk. Sebelum ia kembali marah dengan gerakan tiba-tiba ku, kuselipkan tangan ku di bawah lututnya dan dibelakang punggungnya. Menggendongnya a la bridal style. "Kau tidak akan nyaman berlama-lama tidur beralaskan bidang keras itu. Mau balik ke kediaman Namikaze atau aku book hotel terdekat untuk kau istirahat?"
"Kita akan meninggalkan pestanya? Apa tidak mengapa?" Tanyanya.
"Aku memang tidak bisa menerima maaf darimu sekarang, tapi paling tidak aku bisa melakukan beberapa hal kecil. Jadi, mau istirahat dimana?"
"Apa ada hotel terbaik selain Uchiha Hotel?"
"Tentu tidak. Uchiha Hotel?" Tawarku yang langsung mendapat anggukan kepala darinya.
"Oh ya, aku mau tipe royal penthouse suit."
"Kyuu, kamar itu terlalu luas untuk kau tinggali sendiri."
"Kau pelit sekali pada tunanganmu sendiri." Astaga, apa ia tidak tahu kalau kamar itu harus dipesan sebulan sebelumnya. Kamar termewah di Konoha ini, dengan 11 kamar tidur, Luas keseluruhan kamar mencapai sekitar 1.412 meter persegi dan meliputi seluruh lantai di lantai 31, tepat dilantai atas tempat Kyuubi terakhir menginap...
Lupakan masalah Tarif kamar per malamnya mulai dari 6 juta yen (setara dengan kurang lebih Rp 700 juta). Fasilitas di dalamnya termasuk pintu berlapis baja, jendela anti peluru, lift privat, dan akses ke lapangan helikopter. Materi bukan masalah buatku. Tapi bagaimana kalau kamar itu sudah ditempati? Tamu yang menempati itu pasti bukan orang sembarangan. Hahhhh...
"Kalau tidak bisa yah aku tidak memaksa." Ujarnya dengan nada kecewa yang kentara dibuat-buat. Dia mengujiku sekarang. Baiklah, demi masa depanku. "Oh ya, apa kau akan menggendongku sampai kebawah?" Tanyanya seketika panik.
"Apa ada masalah seorang tunangan menggendong tunangannya?"
"Kau tidak malu?"
"Karena menggendong gadisku? Tentu tidak. Kalau bisa aku mau menggendongmu kemana pun kau pergi." Ujarku setengah bercanda. "Yang jelas aku tidak akan menurunkanmu. Kalau kau malu, kau bisa memeluk leherku dan menyembunyikan wajahmu didadaku." Tawarku.
"Kalau aku meronta?" Ia bertanya namun dengan nada seakan menanyakan saranku tanpa disadarinya.
"Aku akan mengerahkan tenagaku untuk tetap menggendongmu, yang aku yakin aku yang akan menang, namun dampaknya, kita akan menjadi bahan tontonan, atau bahkan akan menjadi headline news besok 'Uchiha dan Namikaze bertengkar dihari pertunangan mereka' beserta serentetan gosip lain." Aku mengalihkan pandangan mataku padanya, manatapnya, "Pilih mana?"
Tanpa menjawab pertanyaanku, ia mengalungkan tangannya di leherku dan menyembunyikan wajahnya di dadaku.
...
Menggendong Kyuu untuk sampai ke lantai lobby restoran mengundang godaan setiap mata yang memandang kami, tak jarang pandangan iri juga dilayangkan. Intinya kami menjadi pusat perhatian. Bahkan setiap mendengar komentar orang yang melihat, entah itu 'Astaga, mereka romantis sekali' 'Aku iri dengan wanita itu' 'sepertinya mereka pengantin baru' dan banyak komentar lainnya, Kyuu semakin menenggelamkan wajahnya didadaku. Meski aku tidak melihat ia merona, namun aku tahu melalui telinganya yang memerah sempurna.
Tiba di depan restoran, kami langsung dihampiri oleh supir ku dan mempersilahkanku masuk ke Mercedes-Maybach hitam itu. Kali ini aku tidak menyetir sendiri. Setelah aku duduk dikursi sebelah Kyuu, aku menahan supirku untuk melaju karena aku harus menghubungi seseorang terlebih dahulu.
"Tuan, kita akan kemana?" Tanya Kotetsu, supirku.
"Sebentar, aku akan memastikan sesuatu dulu." Jawabku sambil menunggu Kisame mengangkat telfonku.
'Moshi-moshi, ada apa Itachi?'
"Kisame, royal penthouse suit apakah ada yang menempati?"
….
"Bisa kau batalkan?"
….
"Apa? Perdana Menteri Takigakure? Apa namanya Kakuzu?"
….
"Baiklah, kuhubungi lagi nanti."
Aku mencari kontak Kakuzu di ponselku, aku yakin aku memiliki kontaknya.
"Uchiha, apa kau sedang ingin membatalkan orang yang akan menginap di kamar yang kuminta?" Tanya Kyuubi padaku.
Hn.
"Sudahlah, tidak perlu….
"Duduk manislah Kyuu, aku harus mengingat dengan nama apa kusimpan kontaknya. Ah, pembeli jam." Aku langsung menyambungkan telfon kepada Kakuzu.
"Moshi-moshi Kakuzu-san, saya Itachi Uchiha."
….
"Ya, kita bertemu di Acara lelang Jam tangan Joaillene 103 Manchette men version di Swiss beberapa waktu lalu."
….
"Ehm, saya dengar anda akan ke Konoha malam ini dan menginap di Uchiha Hotel?"
….
"Apakah anda berkenan untuk menginap di penthouse suit Uchiha Hotel yang didekat pantai konoha?"
….
"Jika anda berkenan, saya akan memberikan Joaillene 103 Manchette men version yang hanya satu-satunya di dunia sebagai bonusnya."
….
"Tidak ada alasan khusus. Saya hanya sangat membutuhkan kamar itu malam ini, bagaimana?"
….
"Baiklah, arigatou Kakuzu-san." Fiyuuuhhhh…. Arlojiku.
"Uchiha, jangan bilang kau memberikan jam seharga 20.000 US$ yang hanya ada satu itu?" Tanya Kyuubi dengan tatapan tidak percaya nya.
"Aku sebenarnya tidak rela, tapi dibanding kehilanganmu, aku tidak akan ragu untuk kehilangan arloji itu. Tapi, bisa kah kau mengabulkan tiga permintaan ku?" Tanyaku sambil memandangnya dengan memelas.
"Aku kan tidak memaksamu tadi. Kau saja yang….
"Kyuu….
"Baiklah, kalau permintaanmu aneh-aneh, aku tidak akan segan-segan menolaknya." Kata Kyuu luluh.
"Pertama, kau harus memanggilku seperti kau memanggilku saat makan malam keluarga kemarin, kedua, ijinkan aku menginap bersamamu malam ini, lagian penthouse itu memiliki 11 kamar Kyuu, dan ketiga kau harus bersikap seperti tunangan pada umumnya. Bagaimana?"
"Kurasa aku memang harus mengganti panggilan ku padamu kan, apalagi kita sudah tunangan begini, untuk menginap bersama, karena memang banyak ruang yang kosong, berarti tidak masalah, untuk bertindak seperti tunanganmu, memang apa yang harus aku lakukan?"
"Itu kita fikirkan nanti Kyuu." kataku sambil menyandarkan kepalaku ke bahu nya. Ia yang akan menolak, kuhentikan dengan mengatakan "Kau bahkan meminjam paha ku dalam waktu yang tidak singkat, setidaknya ijinkan aku meminjam bahumu."
"Kotetsu-san, kita ke Hotel Uchiha pusat sekarang."
"Uchiha-san, kita sudah sampai."
"Uchiha-san…."
"Ita-kun bangunlah, sudah sampai." Aku membuka mataku perlahan yang sebenarnya aku sudah terbangun sejak tadi ia memanggilku Uchiha. Ia menyerah karena aku tak kunjung bangun, ia pun memanggilku dengan panggilan yang bahkan membuatku merona saat pertama kali ia memanggilku seperti itu.
Kamipun menuju lantai 31 tempat kami akan menginap malam ini. Sesampainya dikamar, Kyuubi langsung menyuruhku ke kamar paling ujung sementara ia akan menempati kamar utama. Aku menurut, dan sebelum menuju kamarku, kukatakan padanya bahwa segala sesuatu yang ia butuhkan seperti pakaian ganti sudah tersedia di lemari, lemari es pun sudah dipenuhi berbagai macam makanan dan minuman, Yang intinya tidak ada hal yang tidak ada di kamar ini. Kemudian aku pun menuju kamarku.
Setelah sekitar setengah jam aku berendam, mengganti pakaian ku dengan kimono tidur hitam selutut yang disediakan di kamar ini. Aku akan memejamkan mataku sebelum kudengar sayup-sayup teriakan Kyuubi. Keluar kamar, aku langsung menuju kamar Kyuubi.
"ITA-KUNNN!"
"ITAAAA.."
"Ada apa Kyuu?" Jawabku yang ternyata ia berteriak dari dalam kamar mandinya.
"Kau lama sekali, suaraku sampai serak." Cercanya.
"Apa yang terjadi Kyuu? Kenapa tidak keluar?"
Ia mengeluarkan tangannya sambil mengenggam sesuatu yang kurasa menjadi penyebab ia sewot.
"APANYA YANG KIMONO TIDUR! INI BAHKAN LEBIH LAYAK DISEBUT LINGERIE!" Kuambil kimono tidur tersebut, dan benar saja, ini benar-benar lingerie, dan wow, sexy sekali, transparan seperti ini. Aku sukses merona melihat lingerie ini. Tidak sanggup membayangkan Kyuubi mengenakannya. Kami, kenapa aku jadi mesum begini…. Ini pasti kerjaan si hiu sialan.
"ITACHI UCHIHA! APA KAU HANYA AKAN BERDIAM SAJA MEMBIARKANKU SAMPAI MATI KEDINGINAN HAH?!"
"Apa yang harus kulakukan Kyuu?" Tanyaku masih tak faham. Kinerja otakku melemah karena baju bodoh ini. Sial.
"Ambilkan kimono tidurmu tuan Itachi yang cerdas. Ayo cepat! Aku kedinginan sekali sekarang."
"Ah ya, sebentar." Lanjutku terburu-buru mengambil kimono tidur lain dikamarku.
…...
"Kyuu, aku membuatkanmu teh cammomile panas, kemarilah Kyuu" teriakku dari dari ruang makan. Kudengar pintu kamar Kyuubi terbuka. Aku menyesap teh yang masih panas perlahan. Kemudian kualihkan pandanganku kearahnya.
Prang…
"Auuu…." Ugh, panas
"Hei, kau kenapa?!"
…..
"Auu…. Pelan-pelan Kyuu, pedih sekali."
"Tahanlah tuan Itachi yang hebat. Tiba-tiba menumpahkan teh panas hingga mengenai tanganmu. Mana gelasnya pecah lagi. Apa sih yang kau fikirkan." Omel Kyuubi sambil mengoleskan cream luka bakar padaku.
"Salahkan kau yang tiba-tiba keluar dengan penampilan seksi begitu." Jujurku. Lihat saja penampilannya, rambut yang masih lembab tergerai indah, kimono super kebesaran berwarna hitam yang terbalut sampai ke mata kakinya, lengan kimono yang kepanjangan hingga ia melipatnya, yakinlah bahwa perempuan akan berjuta kali lipat lebih seksi jika mereka mengenakan pakaian super kebesaran, dan yang paling salah dari kimono itu adalah, bagian lipatan dada kimono yang kebesaran itu sukses mempertontonkan sebagian besar bahunya dan ehm, bagian da…
"Hei tuan, apa yang kau lihat hah?!" Kyuubi buru-buru memegang bagian leher kimononya. Oh astaga, apa aku berhak disebut Uchiha kalau mesum begini? Ya Tuhan, aku tidak bisa berlama-lama didekatnya. "Haaaaaahhhh…. " aku menghela nafas dalam sambil memalingkan badanku darinya, menunduk. Kemudian beranjak berdiri.
"Minumlah teh itu Kyuu, agar badanmu hangat, terima kasih sudah mengobati tanganku. Tidurlah yang nyenyak. Dan, ijinkan aku melakukan satu hal ini." Kataku sambil mengecup keningnya lama, ia terpaku."Oyasumi, Kyuu-chan." Akupun berlalu menuju kamarku. Aku bisa tidur nyenyak malam ini, kehilangan jam tangan itu tidak sebanding dengan mendapatkan gadis berharga seperti Kyuu yang tidak ternilai harga nya ini. Bahkan aku mendapatkan bonus mengecup keningnya. Ah, malam ini benar-benar indah….
"Apa GM Uchiha Corp seluang ini sampai kau bisa menungguiku LAGI disini?"
"Seharusnya kau bersyukur Kyuu, tunanganmu yang super sibuk ini bersedia menemanimu ditengah kerjaan menumpuk mu itu." Lagi-lagi aku meninggalkan segudang kerjaan ku pada Kisame dan Sasuke untuk bisa menempel dengan tunangan ku ini.
Ini sudah hari ketiga, namun aku belum merasa ada kemajuan pesat dengan hubunganku dan Kyuubi. Memang ia akan merona dengan beberapa tindakan yang kulakukan, namun hanya sebatas itu. Apa lagi yang harus aku lakukan? Saat ini aku hanya bisa termenung.
BRAKKkk…. !
"Kyuubi-sama! Shizune-san terlibat perkelahian dengan seorang wanita!" Seseorang berjas hitam, petugas keamanan Namikaze Mall mendatangi kantor Kyuubi dengan tergesa-gesa.
Mendengar apa yang dikatakan petugas tersebut, Kyuubi langsung berlari mengikuti petugas tersebut. Begitupun aku. Ternyata perkelahian itu terjadi di suatu toko berlian. Shizune yang sedang bertengkar dengan perempuan ber make up tebal dengan lipstik merah menyala dan berambut biru muda saling berjambakan dan disisi lain seorang laki laki berambut hitam gondrong yang sedang disekap oleh petugas keamanan.
Kyuubi menghampiri lelaki yang disekap tersebut.
"Lepaskan dia. Biar aku yang mengurusnya. Dan kalian urus penonton yang tidak semestinya ada disini." Perintah Kyuubi yang langsung dilaksanakan oleh mereka. Orang-orang yang awalnya berkerumun mendadak berkurang hingga menyisakan petugas keamanan, aku, Kyuubi, si lelaki gondrong dan Shizune beserta perempuan yang berkelahi dengannya.
Toko berlian itu pun tutup dan kami masih berada didalamnya. Kyuubi lalu menghantam perut si lelaki gondrong dengan lutut nya keras hingga membuat lelaki tersebut tersungkur menahan sakit. Lalu Kyuubi menghampiri Shizune dan melerai nya dengan mengatakan, "Lepasan jambakan mu pada nee-chan ku ini, sialan! Apa kau mau kuberikan pelajaran seperti kekasihmu itu?!" Ancam Kyuubi yang membuat perempuan itu berhenti dan bergidik ngeri melihat sorot serius Kyuubi.
Ia menghampiri lelaki yang sedang kesakitan itu dan dengan gemetar menuntun lelaki tersebut untuk meninggalkan toko berlian tersebut.
"Berani kalian menggangu Shizune-nee lagi, akan kubuat hidup kalian berasa di neraka. Camkan itu." Tambah Kyuubi sebelum mereka benar-benar pergi.
Shizune yang saat itu hanya menunduk dengan bahu bergetar hebat. Kyuubi menghampirinya dan memeluknya. Aku hanya memandang kejadian tadi dengan takjub dan penuh pertanyaan. Takjub akan keahlian berkelahi si gadis merah yang masih bertahan hingga kini dan penuh tanya akan apa yang sebenarnya terjadi.
Namun sebelum aku bertanya, dua lelaki dengan tergesa membuka pintu kasar, satu lelaki dengan rambut abu mencuat keatas dengan garis wajah dewasa, aku perkirakan lelaki ini berkisar 30 tahunan langsung menghampiri Kyuubi dan Shizune dan diikuti oleh lelaki berambut merah lurus sebahu dengan poni yang menutupi hampir sebagian wajahnya. Namun lelaki berambut merah ini hanya berdiri disampingku.
"Kyuu, maaf kembali merepotkanmu." Ujar si lelaki berambut abu. Kyuubi langsung melepaskan pelukannya dari Shizune dan menuntun Shizune kepada lelaki tersebut. Tanpa membuang waktu lelaki tersebut langsung memeluk erat Shizune sambil merapalkan maaf berulang-ulang.
"Kakashi-nii, bawalah Shizune-nee pulang. Ia butuh istirahat." Kata Kyuubi yang langsung direspon oleh Kakashi dengan anggukan. "Oh ya Kakashi nii, apa dia tidak ikut bersama mu?" Tanya Kyuubi.
"Berbaliklah Kyuu." Jawab lelaki bernama Kakashi sambil tersenyum dan berlalu. Kyuubi yang mendengar jawaban lelaki tersebut, dengan semangat membalikkan badannya dan berlari kearahku. Binar bahagia jelas terpancar diwajah cantiknya.
Melemparkan badannya yang ditangkap oleh lelaki disebelahku. WHAT?! APA-APAAN INI!
"Okaeri, Nagato-kun."
"I'm home, dear."
Kulihat Kyuubi memeluknya erat sekali, seakan tiada hari esok. Kami-sama, cobaan apa lagi ini?
Tbc.
chapter 4 yang aku posting rada cepat? Berhubung liburan 'lumayan' panjang. Semoga tidak mengecewakan…. 😊
hontou ni arigato gazaimashita Habibah794-san, Akira Hikari406, itayumi-san, aokiaoki95 , sudah menjadi reviewer , huhuhu. daisuki desu... (big hug for u). juga kepada silent readers (manatau ada, hehehehe), arigatou-na...
kitsune09-san- akan menjadi ita-femkyuu kok pada akhirnya, meski dengan perjuangan habis-habisan, hehehehe|| untuk pihak ketiga, Nagato sudah hadir dengan sejuta pesona… Akan menjadi pihak ketiga atau bukan, see ya next chappie yaaa… Hehehehehehe😉
and the last...
Thanks for reading... sangat mengharapkan kritikan dari para readers sekalian. Jaa nee...
