Qtalita..

.

.

Wonkyu Growing up

.

.

Siwon menatap wajah lelap Kyuhyun yang tengah tidur disampingnya, Ya, malam itu Kyuhyun menginap di rumah Siwon, setelah makan berbagai macam menu makanan, namja Cho itu benar-benar mengantuk, ia tidak lagi sempat mencuci wajah dan menyikat giginya, ia langsung terkapar saat kepalanya menyentuh bantal.

Mata.

Hidung.

Pipi bulat.

Dan.. Bibir.

Glek. Siwon menelan ludahnya, ia bukan lagi bocah kecil yang tidak akan tergoda dengan pemandangan di hadapannya, Kyuhyunnya, Kyuhyun namja bulat gembilnya kini berbeda, berubah menjadi namja mempesona dengan senyum menawan.

Siwon merengkuh Kyuhyun ke dalam pelukannya, mengecup puncak kepalanya yang beraroma apel segar. Manis.

"Jaljayo Kyunnie.." Bisiknya sebelum ikut terlelap.

...

Kyuhyun membuka matanya dipagi hari, Eum, bukan ini sudah siang, untung saja hari ini akhir pekan, dimana sekolah diliburkan selama dua hari. Kyuhyun ingin kembali bergelung dengan selimutnya seandainya hidungnya tidak menghirup aroma waffle dan omelette yang gurih.

"Hmmm.. Mommy pasti sedang memasak"

Kyuhyun terduduk di pinggir ranjang, ia melirik kamar Siwon, tersenyum senang. Akhirnya namja kesayangannya menepati janji, ia pulang.

Duk.

Duk.

Duk.

Kyuhyun menapaki anak tangga kenuju lantai bawah, ia masih mengenakan piyama biru, wajahnya sumringah memperhatikan Mommy Choi yang tengah memasak di dapur, ia mendekat lalu duduk di mini bar, di deoan tumpukan waffle yang sebentar lagi akan ia santap.

"Sudah bangun Kyunnie?"

Siwon menepuk bahu Kyuhyun, Mommy Choi berbalik.

"Oh, Selamat pagi chagi.."

"Eum.. selamat pagi Mommy"

Siwon mengacak rambut Kyuhyun lalu duduk disampingnya, ia meletakkan piring di depan Kyuhyun dan di depannya. Menaruh sepotong waffle dan melumurinya dengan coklat untuk Kyuhyun dan madu untuk dirinya.

"Daddy?" Siwon menatap eommanya.

"Daddymu harus berangkat ke jeju pagi tadi, cabang perusahaan membutuhkan bantuan disana" Mommy Choi tersenyum, ia mencubit pipi Kyuhyun yang terlihat menggembung dengan mulut penuh waffle. Yeoja paruh baya itu meletakkan sepiring omelette lagi di depan Kyuhyun, ia suka saat melihat mata Kyuhyun yang berbinar dengan berbagai macam makanan.

"Oh iya, Siwon. Kemarin ada yang mencarimu, eum.. Victoria, ya namanya Victoria"

Deg.

Siwon menghentikan kunyahannya, ia menatap eommanya lalu melirik Kyuhyun yang juga menatapnya.

"Oh"

"Nugu?" Kyuhyun bertanya pada Mommy Choi.

"Entahlah sayang, dia hanya mengatakan ingin bertemu dengan Siwon"

"Hah?" Siwon meletakkan garpunya, ia buru-buru meminum segelas susu coklatnya.

"Dia ingin bertemu denganku?" Lanjutnya dengan mata melotot. Kyuhyun mengernyitkan dahinya.

"Omo, dia siapa Siwon-ah? Kekasihmu? Ani! Mommy tidak setuju" Mommy Choi menghentikan aktifitas memasaknya, lalu duduk di depan Siwon dengan wajah garang. Kyuhyun menjatuhkan garpu yang setia menemani mulutnya.

"Ke-ka-sih?" Lirihnya.

...

Minggu pagi. Di kediaman Cho.

Donghae menggigit roti ham nya dengan mata melirik Kyuhyun sepenuhnya, adiknya itu hanya meletakkan kepalanya di atas meja dengan tangan masih mengacak-acak rotinya, memisahkan lapis demi lapis isinya.

Donghae melirik eommanya yang hanya mengangkat bahunya tidak mengerti.

"Hhhh.."

Kyuhyun menghela nafas panjang, membuat Donghae berfikir bahwa dirinya betul-betul membutuhkan penjelasan. Tidak biasanya sang adik bersikap seperti ini, di minggu pagi, apalagi jika di depannya sudah tersaji berbagai macam menu sarapan.

"kau kenapa Kyu?"

Kyuhyun menggeleng, ujung rambutnya yang masih basah setia meneteskan air ke pelipisnya. Donghae menghela nafas pasrah, memaksa Kyuhyun bercerita juga tidak akan ada manfaatnya. Ia kembali mengunyah rotinya, dan Kyuhyun dengan acara 'memilah-milah isi roti'.

...

Donghae masih menggerutu tidak jelas setelah melihat Kyuhyun hanya menatap jendela kamar Siwon dari balkonnya, ia duduk di ranjang Kyuhyun, menikmati pesawat-pesawat kertas yang digantung adiknya itu tersapu angin, melayang-layang.

"Kau kenapa?"

Kyuhyun berbalik sebentar sebelum beranjak mendekati hyungnya, ia berbaring di ranjang.

"Hyung, apa kau pernah patah hati?"

"Mwo?"

"Ne, patah hati, rasanya sesak"

Donghae ikut berbaring disamping adiknya, ia memeluk Kyuhyun, mengecup pipi Kyuhyun hingga bungsu Cho itu tersenyum.

"Siapa yang membuatmu patah hati eoh?" Goda Donghae, Kyuhyun cemberut.

"Ani, tidak jadi"

Donghae terkekeh, ia mengacak rambut adiknya.

"Sudahlah, jangan bersedih lagi, lebih baik temani hyung berbelanja, kajja"

Donghae menarik lengan adiknya agar bangun.

"Dengan banyak permen?"

"Neee.."

"Coklat?"

"Neeee.."

"Eummm." Kyuhyun berfikir dengan mengigit bibirnya.

"Apapun kyu, apapun.."

Kyuhyun bersorak, ia menarik lengan Donghae.

"kajja hyung"

...

Siwon menatap kesal yeoja yang bergelayut manja di lengannya ini, setelah menjemputnya di bandara, Victoria menempel ketat padanya, mengikutinya hingga menemaninya berbelanja. Siwon jengah.

"Oppaa.. kau tahu, aku merindukanmu"

"Ini baru seminggu Vic, jangan berlebihan"

"Aku serius oppa.."

Siwon mendecih, ingin rasanya ia berlari meninggalkan yeoja itu, namun ia bukanlah namja pengecut, ia namja bertanggung jawab, paling tidak Victoria sudah datang untuknya.

Siwon berhenti di depan sebuah etalasi boneka beruang coklat besar, ia tersenyum, melihat sang beruang malah mengingatkannya pada Kyuhyunnya, ia menarik Victoria masuk ke dalam toko boneka itu.

"Wow, kau membelikan ini untukku oppa?"

Siwon mengerling jengkel pada Vic. Ia menggeleng.

"Untuk Kyuhyun"

"Ck" Victoria melipat lengannya di depan dada kesal.

...

Sementara itu, Kyuhyun melompat-lompat senang dengan sebuah coklat besar ditangannya, ia meninggalkan Donghae beberapa meter dibelakangnya dengan belanjaan penuh. Donghae bisa apa? Melihat adiknya tersenyum lagi sudah cukup baginya, ia hanya berteriak-teriak kecil ketika Kyuhyun terlalu semangat berlarian, takut jika Kyuhyun terjatuh atau menabrak orang.

Bruk.

"Aduh.."

Dan benar saja, Kyuhyun menabrak sepasang kekasih yang tengah berjalan dengan boneka beruang besar di pelukan seorang yeoja.

"Nah kan, apa hyung bilang, seharusnya kau hati-hati" Donghae meletakkan barang bawaannya lalu memapah adiknya untuk bangkit, wajahnya sudah dipenuhi noda cokelat. Sementara pasangan didepannya sibuk dengan boneka besar yang menutupi wajah sang yeoja.

"Kyunnie?"

"Siwon hyung?"

Donghae menelan ludahnya, ia memperhatikan seorang yeoja yang memeluk beruang besar hingga wajahnya tertutupi. Ia sadar sekarang, ini yang membuat Kyuhyun uring-uringan seharian penuh. Dan benar saja, sekarang lihat Kyuhyun, namja berkulit pucat itu sudah berkaca-kaca, tatapannya tidak lepas dari yeoja yang siwon genggam lengannya.

"Kyuhyun!" donghae memekik kala Kyuhyun berlari meninggalkan dirinya dan Siwon serta yeoja satunya.

"Ck, kau berhutang penjelasan padaku Choi" Ancamnya sebelum berlari menyusul Kyuhyun.

Siwon yang kaget malah tidak bisa berbuat apa-apa, genggaman di lengan Vic bergetar.

"oppa.. gwenchana?"

Siwon tidak menjawab, ia masih bergetar. Marah pada dirinya sendiri, ia sudah melukai orang yang paling ia sayangi, namja macam apa dirinya.

"Oppa.."

"Gwenchana.. bisa kau pulang dengan taksi saja? Aku.."

"Ne, aku mengerti, oppa tenangkan dirimu arra"

Victoria menyerahkan boneka beruang besar di pelukannya ke pelukan Siwon, ia tersenyum sesaat sebelum beranjak pergi menjauh. Siwon berbalik, berjalan cepat mengikuti Donghae, ia tidak ingin Kyuhyunnya salah paham.

...

Kyuhyun memeluk bantalnya, menenggelamkan wajahnya, ia menangis terisak, entah kenapa ia merasa sesak melihat Siwon bersama yeoja, ia tidak ingin Siwon bersama dengan yang lainnya, ia hanya ingin Siwon ada untuknya. Kyuhyun telentang, menghadap langit-langit kamarnya dimana banyak pesawat kertas berwarna-warni tergantung. Wajah Siwon terlukis disana, diantara pesawat yang terlihat terbang.

"Seharusnya kau tidak usah kembali hyung"

Kyuhyun berdiri diatas ranjangnya, menarik semua pesawat-pesawat itu hingga terjatuh, berhamburan di lantai kamarnya. Kyuhyun terduduk, menangis lagi.

Tok. Tok. Tok.

"Kyui.. ini hyung, bisa buka pintunya saeng?"

Kyuhyun menggeleng, meskipun tak terlihat, ia tidak ingin diganggu siapapun sekarang meski itu Donghae sekalipun. ia melempar sebuah buku tebal ke arah pintu, menghasilkan suara bedebum menggema.

Donghae yang berdiri didepan pintu tersentak, ia melirik Siwon yang berdiri di sampingnya masih dengan boneka beruang besar. Ia menghela nafas, sepertinya Kyuhyun benar-benar marah, Siwon meletakkan bonekanya di samping pintu Kyuhyun. Ia tersenyum samar sebelum pamit pada Donghae.

Flashback

Donghae mengacak rambutnya frustasi sebelum berkacak pinggang, ia berhasil mengejar Kyuhyun namun anak itu sudah berada di atas Taxi dan melaju kencang. Ia bergegas ke arah parkiran, mengambil mobil appanya namun lengannya dicekal Siwon.

"mana Kyuhyun?"

Donghae mengatur nafasnya.

"Dia pergi, dengan taksi" Donghae berjalan, meninggalkan Siwon.

"Ini semua karenaku" Sesal namja berdimple itu, ia menunduk sangat menyesal.

"baguslah kalau kau menyadarinya" Donghae kembali menghampiri Siwon.

"Maaf.."

"yak! Sebenarnya siapa yeoja itu? kekasihmu?" Donghae menyeka keringat di pelipisnya, ia mengajak Siwon berjalan bersamanya ke arah parkiran.

"A-ani.. bukan, dia dia dia.. dia temanku selama di jepang" Siwon menggeleng cepat.

"Cih, semua orang tahu Siwon, yeoja itu memiliki rasa lain kepadamu" Donghae memutar bola matanya malas. Siwon terdiam.

"Tidak bisa menjawab eoh?" Donghae mendecih. Siwon tiba-tiba berhenti, membuat Donghae ikut berhenti dan memandangi sahabatnya itu.

"Aku.. aku.. aku mencintai Kyuhyun, kau boleh memukulku karena sudah menyukai adikmu, tapi aku benar-benar hanya bisa mencintainya, bukan yang lain" Ucap Siwon tulus.

Donghae tersenyum puas.

"Baguslah.. bantu aku membujuknya"

Flashback End.

Siwon duduk di balkonnya, menunggu Kyuhyun membuka jendelanya, ia sudah kedinginan, tapi niatnya untuk meminta maaf sudah bulat. Jika Kyuhyun tidak memaafkannya maka ia tidak akan pergi dari balkonnya itu.

Sementara itu Kyuhyun masih memandang Siwon dengan wajah di tekuk, Kyuhyun bisa melihat jelas Siwon yang memeluk tubuhnya namun matanya tidak beranjak dari kamarnya, beruntung Kyuhyun mematikan lampu kamarnya, ia bisa sesuka hati memandangi wajah bersalah Siwon.

"Rasakan itu.."

Kyuhyun hendak berbalik, meninggalkan Siwon namun namja tampan itu sedang melakukan sesuatu, ia berdiri di pinggiran pagar balkon, seperti sedang bersiap-siap untuk..

Hup..

Siwon melompat, bertepatan dengan Kyuhyun yang membuka pintu balkonnya dan..

Bruk..

Siwon terjatuh tepat di atas Kyuhyun, Kyuhyun mengeluh dengan menahan bahu Siwon yang menindihnya.

"Aww.. hyung apa yang kau lakukan?" Kyuhyun memukul pelan bahu Siwon.

"Kyunnie.. gwenchana? Appo? Mianhe" Siwon memeriksa seluruh tubuh Kyuhyun, takut jika lompatannya membuat tetangganya itu terluka.

"Issh.. kau berat hyung" Kyuhyun mendorong tubuh Siwon diatasnya.

"Ah, mianhe.. hehehe"

Siwon bangkit, duduk bersila di depan Kyuhyun.

"Kau gila hyung ini sangat tinggi kau bisa mati" Kyuhyun menggerutu, bibirnya mengerucut dengan lengan terlipat di depan dada.

"Aku ingin meminta maaf" Ucap Siwon tulus.

"..."

"Kyunnieee.. maafkan hyung.."

"..."

"yeoja itu bukan siapa-siapa, hyung tidak berbohong.. Kyunnie percaya hyung bukan? Ayolah Kyuuu.."

"..."

Kyuhyun mengulum senyumnya, ia memeluk siwon erat.

"nee, Kyunnie memaafkan hyung"

"Gomawo.. nae sarang"

"Hm?"

"Ani.."

"So, tidur bersama hyung lagi bukan?"

Kyuhyun mengangguk-angguk lucu, Siwon berdiri, meraih lengan Kyuhyun, menggandenganya keluar kamar Kyuhyun.

Mereka berjalan beriringan menuruni anak tangga sebelum bertemu Eomma dan Appa Cho serta Donghae di ruang keluarga.

"Ah Siwonnie? Mengajak Kyu menginap lagi?" Appa Cho tersenyum dan dibalas anggukan bahagia dari Siwon. Eomma Cho menepuk bahu Siwon lalu berbisik.

"Kami sudah tahu dari Donghae, kami mendukungmu nak"

Mata Siwon membulat senang, ia mengangguk lagi lebih riang. Ia berpamitan pada orang tua Kyuhyun dan menepuk bahu Donghae saat melintas di belakang namja sulung Cho itu.

"Eoh, kalian sudah berbaikan? Syukurlah. Yak! Kau jangan menyakiti hati adikku lagi arra" Omel Donghae yang hanya dihadiahi kecupan Kyuhyun di pipinya.

"Gomawo hyungie.." Kyuhyun tertawa lebar. Menghasilkan senyuman tulus yang lahir dari bibir Donghae, ia mengacak rambut adiknya sebelum Siwon dan Kyuhyun menghilang dari balik pintu utama.

.

.

.

.

"Eomma, dari mana Siwon masuk?" Donghae mengerutkan dahinya.

Dan Appa Cho berhenti membaca koran dan menatap horor istrinya.

...

Kyuhyun memeluk Siwon erat, dengkuran kecil dihasilkan bibir mungil itu, terkadang gumaman juga muncul seperti 'hae hyung, itu donatku nom nom nom' atau 'hihihi Minnie..' dan yang paling membuat Siwon terkikik adalah gumaman terakhir Kyuhyun 'Siwonnie.. nom nom nom'

Hanya sekedar menyebut namanya tapi sudah membuat Siwon memeluk gemas Kyuhyun. Biarkan saja besok ia harus berangkat ke sekolah dengan mata panda, yang penting ia tidak melewatkan semua mimik Kyuhyun ketika tertidur.

"Ahh, sepertinya Tuhan begitu mencintaiku Kyu, Dia mengirimkanmu untuk hyung" Lirih Siwon mengecupi dahi Kyuhyun.

Drrrt..drrrtt..drrttt..

Ponselnya bergetar, dengan sedikit malas, Siwon meraih ponsel hitam di atas nakas sisi ranjang.

From : Vic

Oppa, besok aku kerumahmu nee..

"Ck" Siwon mendecih. Ia membalas pesan itu cepat.

To : Vic

Ck, ada Kyuhyun disini. Aku tidak ingin dia salah paham.

Siwon menunggu balasan, namun 15 menit berlalu, sepertinya yeoja itu tidak akan datang besok, mungkin saja yeoja yang tergila-gila pada Siwon itu sudah menangis sekarang, tapi biarlah, yang penting Siwon tidak melihat tangisan Kyuhyunnya.

Siwon kembali memeluk erat Kyuhyun, mengikuti Kyuhyun ke alam bawah sadarnya.

...

Siwon menyeka keringatnya, ini sudah pukul 6 pagi, setelah berlari mengelilingi lokasi sekitar rumahnya, senam pagi dan melenturkan otot-otonya, ia bersiap untuk berkemas, melanjutkan aktifitasnya di sekolah.

Dahi Siwon mengernyit ketika melihat gerbangnya tidak tertutup rapat, dan ada sepasang sepatu boot di depan rumahnya. Ia memiringkan kepalanya.

"Apa yeoja itu nekat datang? Aiissh"

Siwon memasuki rumahnya, matanya menyusuri ruangan yang masih sepi, dari ruang tamu hingga ke dapur dimana Mommynya tengah membuat sarapan.

"Apa yang kau cari Siwon?"

"Apa ada tamu Mom?"

Eommanya menggeleng.

"Sejak Mommy terbangun sepertinya belum ada siapapun, wae?"

Siwon menggeleng, ia melirik pintu kamarnya yang terbuka sedikit, ia mngernyit.

"Ani Mom, Siwon ke kamar dulu"

Siwon bergegas, ke kamarnya, ia bahkan melompati dua anak tangga teratas, dan membuka cepat pintu kamar berwarna putihnya.

"Ssssttt..."

Siwon menutup mulutnya yang hendak berteriak kaget. Kyuhyun masih tertidur lelap dengan mulut menganga, sementara disampingnya seorang yeoja tertidur menyamping dengan menatap kagum makhluk disampingnya. Matanya berbinar seakan melihat mainan baru.

"Ya ampuunn, apa dia yang bernama Kyuhyun?" Vic berbisik sambil menunjuk wajah Kyuhyun. Siwon mengangguk ia masih berdiri di tempatnya dengan wajah sweatdrop.

"Siwonnieee.. dia sangaaaattt imuuutttt.." gigi Vic bergemeletuk, menahan rasa gemasnya untuk tidak menggigit Kyuhyun.

"Nom..nom..nom.." Kyuhyun kembali bergumam membuat pipi gembilnya terngkat.

"Omo! Lucunyaaa!" Vic tidak sadar berseru. Hingga membangunkan Kyuhyun, mata bulatnya membuka perlahan, mengedip-ngedipkan berulang kali, Kyuhyun terduduk dengan menguap lebar dan mengucek-ngucek matanya.

"Aigoooo!" Victoria tidak bisa menahan lagi, ia melompat, memeluk Kyuhyun dari samping. Kyuhyun yang baru mendapat kesadarannya menatap Victoria dengan wajah takut.

Siwon memisahkan Victoria dari Kyuhyun, melepas pelukannya. Kyuhyun yang terbebas sontak memeluk Siwon , wajahnya ketakutan. Semntara Vic masih menatap Kyuhyun dengan pandangan ingin meremas namja itu.

"Vic.." Lirih Siwon, yeoja itu tersadar, ia berdiri lalu menyalami Kyuhyun.

"Kyuhyun kan? Aku.. aku Victoria, teman Siwon, aigooo lucu sekali" Victoria hendak mencubit pipi Kyuhyun namun dihalangi tubuh Siwon.

"Siwon.. Siwon.. aku berhenti mengejarmu, tapi tapi.. ijinkan aku memeluknya neee"

Siwon sweatdrop. Kyuhyun mengintip dari balik bahu Siwon.

Hhhhh.. memang tidak ada yang mampu menolak betapa menggemaskan Kyuhyun..

END.

Tadaaaaaaa... dan jawabannya adalaaaahhh tidak ada konflik hehehehe, mungkin ada tapi yaa dibuat perchapter aja gimana? Ga bakal berat kok, ringan-ringan aja, n tetap fluffy, funny. Hehehehe

So, gimana? Setuju?

LOVE

QAI_