Bebas

Megane Uzumaki

NARUTO MASASHI KISHIMOTO

RATE : M (Language)

WARNING : FEMALE NARUTO,BAHASA KASAR, BASED ON TRUE STORY (NOT ALL), NO LEMON, GAJENESS, DE EL EL.

PAIR : SasuFemNaru & GaaFemNaru

NOTE : Anggap Itachi itu bukan kakak dari Sasuke (demi kepentingan cerita) dan Naruko itu adik dari Naruto yang masih berusia sepuluh tahun.

Kau mengurungku, tali yang kau ikatkan di leherku semakin kencang hingga membuatku sulit bernafas, kaki dan tanganku juga telah kau pasung dengan janji kosongmu, hatiku sudah lama kau curi dan tidak pernah kau kembalikan lagi. Ne, kalau kau tidak pernah mencintaiku bisa kau bebaskan aku sekarang, kalau kau memang tidak tertarik dengan perasaanku bisa kau lepaskan aku. Asal kau tahu, aku juga berhak bahagia.

This fict inspired by Young Pal /용 팔 이 (Korean Drama)

Don't like Don't Read

No flame please

.

.

.

.

.

Happy reading !

Chapter 4 : Jalan Untuk Kembali

Kepulan asap dimangkuk ramen itu membuat safir Naruto berkilat bahagia, wajahnya tampak lebih baik setelah dia mengunjungi kedai ramen pinggir jalan yang sudah lama menjadi langganannya.

"Itadakimasu !"

Ucapnya lantang, lupa bahwa kodratnya sebagai perempuan yang harus bersikap lemah lembut. Sebenarnya Naruto memang tidak seperti perempuan pada umumnya, saat perempuan lain sibuk mengurus penampilan, dia lebih memilih menyibukkan diri untuk memeriksa harga saham terkini juga sesekali memeriksa berapa kali dia selamat dari jengukan malaikat penjabut nyawa. Hanya berputar pada lingkaran itulah Naruto sekarang, baginya tampil cantik itu merepotkan, dia memang lebih suka tampil apa adanya, bahkan di kantor dia hanya mengenakan bedak tipis dan juga lipstick dengan warna tidak terlalu mencolok. Berbanding terbalik dengan para bawahannya yang berdandan layaknya badut pesta ulang tahun. Itulah Naruto.

"Seharusnya aku melarangmu memakan makanan berlemak itu."

Gerutu Iruka sambil menyantap ramen yang ada di hadapannya. Sebenarnya dia tidak ingin membawa Naruto ketempat ini, tapi sayangnya hiburan Naruto sekarang hanya semangkuk atau mungkin beberapa mangkuk ramen, dia akan terlihat sangat bahagia saat bisa menyantap beberapa ramen. Iruka tahu perbuatannya ini bisa saja menjadi boomerang di masa depan, dengan kondisinya sekarang, seharusnya Naruto lebih memperhatikan makanan yang di konsumsinya. Tapi, setiap kali Iruka menceramahinya mengenai hal ini, Naruto pasti akan memiliki alasan yang menurut Iruka itu hal yang masuk akal, sehingga niat awal Iruka yang ingin menceramahi Naruto berubah menjadi dia yang di ceramahi. Lucu bukan.

"Sudahlah Iruka, aku tidak boleh memilih-milih makanan. Itu tidak baik tahu."

See, dia mulai mencari alasan lagi. Begitulah Naruto, dia adalah perempuan yang mencoba berpura-pura kuat, tapi sebenarnya dia masih membutuhkan pegangan untuk sekedar berjalan menuju tempatnya berada.

"Nanti malam apa aku perlu mengantarmu ?"

Naruto mengerutkan keningnya. Mencoba mengingat acara apa yang akan dia hadiri nanti malam. Hal tersebut membuat Iruka menggeleng tidak percaya, bagaimana bisa dia melupakan janjinya dengan kekasihnya sendiri.

"Kau ada janji makan malam dengan Gaara-san kan ?"

Naruto langsung menepuk jidatnya, tidak lama dia tertawa lebar, seakan tanpa dosa.

"Tehee, aku lupa."

Iruka lagi-lagi harus menghela nafas. Bagaimana awal cerita hingga dia bisa bekerja dengan bos yang ceroboh dan pelupa seperti ini. Entahlah, tapi yang dia tahu bahwa dia tidak menyesal sudah berada di sisi Naruto sekarang. Dia memang seharusnya melindungi perempuan pirang itu dari kejamnya tempat tinggalnya sekarang.

"Jadi aku antar atau tidak ?"

Gelengan Naruto sudah menjawab pertanyaan Iruka. Dengan perasaan tidak rela Iruka mengangguk. Sebenarnya dia masih ragu membiarkan Naruto berpergian sendiri, tentu saja dia tidak buta untuk mengetahui bahwa selama ini banyak usaha percobaan pembunuhan atas bos kesayangannya itu. Karena itulah dia melaporkan kejadian ini pada pihak kepolisian, dia tidak akan bisa tinggal diam saat nyawa Naruto terancam.

"Hati-hati, aku akan memeriksa kondisi mobilmu sebelum kau pergi. Jangan ngebut, patuhi rambu lalu lintas dan –"

Naruto memutar bola safirnya dengan malas, Iruka terlalu berlebihan.

"Ya ya aku tahu, gunakan sabuk pengaman."

Iruka hanya tertawa melihat wajah malas Naruto, gadis pirang di hadapannya ini memang sulit ditebak. Dia bisa menjadi gadis polos yang butuh perlindungan, dia bisa menjadi seorang gadis yang menjengkelkan, dia juga bisa menjadi perempuan yang berbahaya. Benar-benar perempuan yang unik.

"Kau tahu, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri kalau kau terluka lagi."

Naruto tersenyum lembut. Senang melihat ada yang mengkhawatirka kondisinya. Tapi tenang saja, Naruto tidak akan menyerahkan nyawanya semudah itu.

"Wakarimashita yo ~"

Sahut Naruto sing a song.

Jam telah menunjukkan pukul 18.30, Naruto dengan cekatan mengoleskan make up natural di wajahnya. Walaupun dia tidak menyukai segala jenis make up, tapi setidaknya dia harus tampil cantik di hadapan laki-laki yang dicintainya.

"Onee-chan !"

Naruto menoleh, melihat sosok anak kecil yang sedang mengintipnya dari balik pintu. Naruto member isyarat agar anak kecil menggemaskan itu masuk kedalam kamarnya. Tidak lama, anak kecil itu kini sudah berada di dalam dekapan Naruto.

"Daijobu ?"

Tanya Naruto sambil membingkai wajah bulat anak kecil yang berstatus sebagai adiknya tersebut.

"Uhm, Nee-chan mau kemana ? Naruko ikut ya ?"

Naruto memasang pose berpikir yang dibuat-buat. Dia lalu melirik kearah Naruko yang masih menatapnya penuh pengharapan. Tanpa sadar Naruto tersenyum melihatnya.

"Tidak bisa. Nee-chan ada urusan penting, hehe gimana kalau nanti pas pulang nee-chan bawain ramen ?"

Mata bulat Naruto berbinar bahagia saat Naruto menyebutkan kata ramen. Hah, tidak kakak tidak adik sama saja, dasar maniak ramen.

"Hontou ni ?"

Naruto mengangguk semangat. Tapi tidak lama ekspresinya berubah sedih. Ada apa ini, kenapa perasaanku tidak enak. Semoga semuanya baik-baik saja.

"Hontou ! "

Naruko bersorak kegirangan, dia mengepalkan tangannya keudara.

"Ye ! Ramen ramen ramen ramen ~"

Naruto sekarang sedang mengemudikan mobilnya, sebenarnya dia merasa bahwa ada yang salah dengan mobilnya sejak pertama kali dia menaikinya. Tapi dia pikir itu hanya kekhawatiran tanpa alasan, bukankah Iruka bilang kalau dia akan memeriksa mobilnya, jadi tidak ada yang perlu dia khawatirkan sekarang.

Jalanan cukup ramai malam ini, mungkin karena malam ini adalah malam minggu, jadi banyak pasangan yang berkencan. Jadi apa dia sekarang bisa disebut berkencan, aish dia terlalu tua untuk hal-hal berbau remaja seperti itu.

Drt drt

Naruto menyambungkan smartphonenya dengan earphone yang sekarang terpasang di telinga kirinya sebelum akhirnya dia menjawab panggilan yang masuk tersebut. Dari Iruka ternyata.

"Moshi – Mo –"

"Naruto, kau dimana sekarang ?"

Naruto mengerutkan keningnya saat mendengar nada panic Iruka yang sangat ketara. Apa yang terjadi sebenarnya.

"Di jalan."

Jawab Naruto jujur, sebenarnya dia sudah merasa ada yang aneh Iruka. Atau mungkin dia merasa aneh dengan dirinya sendiri, hei sejak kapan tangannya bergetar seperti ini.

"NANI ? KAU BERCANDA KAN ? TIDAK JANGAN BERCANDA NARUTO !"

Naruto masih tetap tidak mengerti kenapa Iruka semarah itu padanya, siapa juga yang bercanda. Dia hanya mengatakan bahwa dia sedang di jalan seka –tunggu, jangan bilang Iruka belum memeriksa mobilnya.

"Apa yang terjadi Iruka ? Kau sudah memeriksa mobilku bukan ?"

Iruka menghela nafas berat. Naruto semakin ketakutan sekarang, tangannya yang memegang strir mobil tampak bergetar hebat.

"Aku baru saja akan memeriksanya tapi mobilmu sudah tidak ada. Hentikan mobilmu sekarang, aku akan menjemputmu. Katakan dimana kau sekarang."

Naruto langsung menginjak rem mobilnya, tapi tidak bisa. Bukannya berhenti mobilnya semakin melaju dengan kencang. Mau tidak mau Naruto memekik keras, sungguh dia ketakutan sekarang.

"ARGH ! IRUKA TOLONG AKU ! MOBILNYA TIDAK MAU BERHENTI !"

Pekik Naruto dengan wajah pucat pasi.

"KATAKAN DIMANA KAU SEKARANG, AKU AKAN MENJEMPUTMU."

Balas Iruka dengan nada panic, dia langsung masuk kedalam mobilnya.

"IRUKA AKU TIDAK MAU MATI !"

Iruka lalu menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya menembus jalanan kota yang mungkin saja dilewati oleh Naruto. Sepanjang perjalanan dia tidak bisa menghentikan air matanya yang terus saja turun melewati pipinya.

"ARGH !"

BRUK PRANG

Hening, Iruka langsung menghentikan mobilnya. Lupa bahwa dia sedang berada di tengah jalan, pikirannya kini terpusat pada keadaan Naruto, suara tumbukan yang baru saja terdengarnya seakan menjadi melodi paling menyeramkan yang pernah dia dengarkan.

"N-Naruto, jawab aku."

Suara Iruka bergetar. Sungguh dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika hal buruk terjadi pada Naruto.

"KUMOHON JANGAN BERCANDA ! CEPAT JAWAB KAU DIMANA ?"

Teriak Iruka frutrasi. Pikirannya benar-benar kosong sekarang.

"Ugh, I-Iruka a-aku ti-tidak ma-mau m-mati. T-tatsukette."

Lebih baik kehilangan apa yang kupunya sekarang dibandingkan harus mengulang masa lalu kelam itu

TBC

Preview next chapter : Ingatan Yang Hilang

"Apapun yang terjadi tangkap mereka, hidup atau mati aku sama sekali tidak peduli."

"Apa kau bisa menjamin keakuratan dari laporan ini ?"

"Aku tidak mengerti maksudmu. Apa hubungannya dengan kecelakaan yang dialami Naruto sekarang ?"

"Kau tahu apa ini ?"

"Darimana kau tahu ?"

"Bingo ! kau tahu apa artinya itu ?"

"Dan pilihannya itu adalah Mati atau Gila ?"

"Lalu jika dia memilih gila ? kenapa dia lebih memilih mati, apa yang dia pikirkan sebenarnya ?"

"K-kau ? kenapa kau ada disini ?"

"CEPAT JAWAB !"

"Kenapa kau tidak mengatakan padaku kalau dia itu Naruto ? apa kau sengaja ?"

"Kau sendiri yang tidak bertanya."

"ARGH SIAL !"

Pojok Author :

Anyeong haseo, Hajimemashite, Bonjur ! hehe gimana cerita author gaje ini ? aneh ya ? haha sebenarnya cerita ini penting banget bagi author, jujur author sendiri juga belum tahu final pair di cerita ini siapa #digampar arigatou buat semua yang udah relain waktunya untuk baca cerita ini, yah mau dia silent reader, fav, follow, atau bahkan review cerita ini. Author bener-bener berterimakasih. Nah, 3 chapter sebelumnya itu Cuma pembuka dari tiga karakter utama di cerita ini. Sebenarnya ide cerita ini berdasarkan kisah nyata author, author bodoh yang dengan bodohnya nunggu seorang sampai lumutan tapi orang yang udah ada di deketnya malah dicuekin #curhat. Oke the last ! author boleh minta voting gak ? menurut kalian final pair itu SasuNaru atau GaaNaru. Tolong nilainya berdasarkan cerita loh ya bukan karna kalian SasuNaru Shipper kalian milih SasuNaru hehe see ya next chapter !