Chapter 4
Suasana sore menjelang malam, angin – angin yang bertiup membuat sebuah pohon tomat kecil yang berada disuatu rumah bergoyang. Rumah yang tak terlalu besar yang hanya berlantai dua, dengan pagar besi berwarna emas dengan bentuk ukiran yang cantik itu sebagai pengaman. Lampu taman juga diletakkan masing-masing disebelah kiri dan kanan pagar juga menambah terlihat cantik rumah itu.
Terlihat sosok laki-laki berambut raven sudah duduk disofa ruang tamu, sementara gadis yang memiliki emerald cantik sedang membereskan barang-barang disalah satu kamar.
"akhirnya sudah beres…" ujar Sakura sambil mengelap keringat didahinya menggunakan punggung tangannya itu.
Terlihat kamar itu sangan rapi, tempat tidur king size yang terbalut bad cover berwarna merah marun dengan corak indah, dan bantal serta selimut dengan warna senada. Dinding putih yang dihiasi beberapa foto, tentunya foto pernikahan Sakura dan Sasuke bukan…? Dan sebuah lukisan desa Konoha yang begitu unik. Serta susunan benda-benda lainnya yang terlihat begitu menawan.
Sakura pun duduk di kasur king size nya untuk beristirahat sejenak. Sebenarnya rumah baru yang ditempati mereka sudah rapi, namun karena ada barang-barang yang dibawa Sakura dan Sasuke jadi harus sedikit di ubah.
Kreekk…
Suara berasal dari pintu kamar Sakura pun terdengar, terbukanya pintu itu dan dilihatnya laki-laki yang ternyata adalah suaminya, namun Sakura sudah mengetahui itu.
Onyxnya menelusuri sekeliling kamar itu, sangat rapi dan tak ada sama sekali barang-barang yang memiliki unsur warna pink. "sudah rapih ya…" ucap Sasuke yang sedang berjalan menghampiri Sakura. Sakura yang mendengarnya hanya bergumam pelan. Sasuke pun sampai dan langsung duduk tepat disebelah Sakura.
"Sakura… buatkan aku kopi" pinta Sasuke yang sudah merebahkan tubuhnya dan menggunakan kedua tangannya sebagai bantalan.
" kopi ? nanti kau tak bisa tidur" jawab Sakura yang sudah berdiri.
"kalau begitu kau juga minum kopi untuk menemaniku begadang.." ujar Sasuke yang masih stay cool.
"a..apaa? aku tak suka begadang.." jawab Sakura gugup. Onyx itu malah memandang Sakura intens..
"besok kan hari minggu Sakura.." ucap sasuke.
Sakura hanya memandang Sasuke sejenak dan langsung kedapur untuk memenuhi keinginan suaminya itu.
"aku tunggu diruang tengah" sahut Sasuke.
.
.
"ini.." ucap Sakura yang memberikan secangkir kopi pada Sasuke dan meletakkan secangkir teh untuk dirinya. Ia pun juga duduk disebelah Sasuke.
Sasuke yang sedang asyik menonton acara tv menghentikan kegiatannya itu, lalu meminum kopi buatan istrinya.
"bukankah aku menyuruhmu minum kopi juga?" Tanya Sasuke selepas meneguk kopinya saat melihat yang ada didalam cangkir istrinya adalah teh bukan kopi.
"aku tak terlalu suka kopi.." jawab Sakura tersenyum, mungkin supaya suaminya itu tak marah.
"hn, seterahmu sajahlah" gumam Sasuke yang pandangannya kearah tv, Sakura yang mendengarnya hanya melirik Sasuke sekilas dan langsung mengikuti pandangan Sasuke.
Suasana diantara dua sejoli itu sepi, hanya ada suara televisi yang mereka tonton.
"Sasuke…" panggil Sakura.
"hn.." jawab Sasuke yang pandangannya masih ke tv.
"apa kau bekerja akan pulang siang?" Tanya Sakura lembut..
"tidak, memangnya kenapa?" kini Sasuke yang bertanya..
"mmm… aku mulai senin saat kuliah akan selalu pulang sore" jelas Sakura.
"mungkin aku pulang sekitar jam 7-an, aku kan sudah menikah, jadi aku harus bersungguh-sungguh bekerja" ujar Sasuke yang membuat Sakura tersenyum.
" Sasuke.. boleh kah aku minta sesuatu?" pinta Sakura.
"apa?" Tanya Sasuke yang saat ini onyxnya bertemu dengan emerald.
"setiap hari Sabtu aku ingin kerumah tou-san, sekalian menjenguk ne-chan.. boleh kan?" Tanya Sakura senang. Sasuke yang mendengarnya tak langsung menjawab.
"tentu… tapi aku ikut bersamamu" jawab Sasuke.
"yapp.. arigatou Sasuke" jawab Sakura gembira.
"yasudah aku tidur duluan ya.." ujar Sakura yang sudah bangkit dari duduknya dan langsung berlalu lalang ke kamarnya. Sasuke yang mendengarnya malah mendelik.
"a..aapa? tidur? Ini kan baru jam 20.00.." heran Sasuke sambil melihat Sakura yang sudah meninggalkannya yang menggunakan pyama bergambar kartun itu.
Tanpa basa-basi Sasuke langsung mematikan tv dan pergi kearah kamarnya, dirasakan sedikit geram, bagaimana tidak kan seharusnya dia menemani Sasuke, bukan malah pergi tidur duluan…
Dibuka pintu kamarnya, tak lupa ditutup kembali. Dilihatnya Sakura masih terduduk dikasur king size milik mereka berdua itu. Diwajah Sasuke pun terlintas seringai kecil, sudah diduganya ini terlalu sore untuk tidur bukan?..
"hey…" tegur Sasuke yang sudah ada dihadapan Sakura. Namun Sakura baru menyadarinya, ya karena dari tadi ia hanya senyum-senyum sendiri tanpa menyadari kehadiran Sasuke.
"kau kan harusnya menemaniku" ucap Sasuke yang langsung duduk disebelah Sakura. Pandangan Sakura mengikuti pergerakan Sasuke.
Sakura tak menjawabnya dan hanya memandang onyx itu yang terus menatap emerald miliknya. 'Menemaninya? Memangnya mau ngapain sih,' itu lah yang sekarang Sakura pikirkan.
Sakura dan Sasuke pun duduk berhadapan satu sama lain, perlahan Sasuke mendekatkan dirinya ke Sakura, sangat pelan, namun Sakura menyadari itu. Sakura yang memperhatikan hanya menatap heran sekaligus takut, apa yang mau dilakukan Sasuke?. Jarak diantara mereka kini hanya hitungan cm, Sakura sedikit gemetar, matanya sedikit melebar, kini keringat yang ada dipelipisnya pun sudah turun ke pipi putihnya, bagaimana tidak… saat ini tangan kekar Sasuke sudah mencengkram pinggang sebelah kanan Sakura, sementara tangan kirinya sudah berada di bahu sebelah kiri Sakura. Perlahan Sasuke mendekatkan wajahnya, perlahan juga matanya menutupi onyx miliknya, dan Sakura ? ia malah mengikuti Sasuke, emerald miliknya pun kini sudah tenggelam, dan….
Prangg…!
Suara yang terdengar seperti piring yang beradu itu tentu sangat mengejutkan mereka berdua, dan alhasil.. gagalnya rencana Sasuke.
"cihh.. apa itu?" decih Sasuke kesal memalingkan wajahnya, namun kedua tangannya masih diposisi semula.
"aaa… pasti itu kucing, biar aku yang mengeceknya" ujar Sakura yang masih terlihat pucat itu dan langsung melepaskan cengkraman Sasuke, ia juga langsung menuju kerah suara itu.
Dengan cepat ia melangkahkan kakinya, keringatnya masih menetes, ditambah jantungnya terus saja berdebar, wajah blushsing nya pun belum menghilang. Sasuke hanya memandang Sakura dari belakang yang dan terasa kesal. 'Dari mana kucing sialan itu masuk' gumam inner Sasuke kesal.
Bruukk..!
Sakura jatuh dan langsung duduk tersungkur sambil memegang jidatnya, payah… gara-gara masih kepikiran yang tadi ia jadi terpentok kusen pintu kamarnya itu, ditambah tadi langkahnya sangat cepat, pasti sangat sakit.
"aduuhh…." Rintih Sakura yang masih terus memegangi jidatya itu..
" Sakura…" Sasuke yang melihat kejadian itu sedikit khawatir, dan langsung menghampiri Sakura yang sedang duduk tersungkur diambang pintu.
" kau tak apa Sakura?" Tanya Sasuke yang sudah berjongkok untuk melihat keadaan Sakura.
"jidatku sakiit.." ucap Sakura yang mengeluh seperti anak kecil itu.
"coba kulihat…" ujar Sasuke yang langsung melihat luka di jidat Sakura yang lebar itu.
"hanya memar sedikit, biar aku obati" ucap Sasuke menenangkan.
Sasuke pun membantu Sakura berdiri dan mengajak Sakura ketempat tidurnya, namun wajah Sakura masih memerah, yaa.. ditambah lagi saat Sasuke mengecek lukanya, wajah Sasuke begitu dekat dengan wajahnya.
"singkirkan tanganmu.." perintah Sasuke yang tangan kirinya sudah menggenggam obat, entah obat apa itu tapi yang jelas untuk mengobati luka Sakura yang memar.
Tangan kanan Sasuke pun menyingkirkan helaian rambut pink yang menghalangi luka Sakura itu, sontak pipi mulus Sakura kembali menampilkan semburat merah. Entah sudah jadi apa pipi Sakura yang selalu blushing akibat perlakuan Sasuke, ya… mungkin seperti kepiting rebus.
Dioleskan lah obat itu ke luka Sakura, yang diobatinya sedikit merintih menahan sakit.
"aku juga beranggapan kucing itu sudah membuat kita sial" ucap Sasuke selepas mengobati Sakura.
"ya masa kau mau menyalahkan hewan.." sahut Sakura.
"oh ya.. arigatou" tambah Sakura malu-malu.. Sasuke hanya menatap Sakura dan tak menjawabnya..
Cup!
Bibir laki-laki berambut raven pun telah mendarat di jidat lebar Sakura, namun tak pada lukanya. Alhasih kini pipi Sakura sudah menjadi seperti kepiting rebus.
"aku yang akan mengecek kebelakang, kau tidur saja duluan" ucap Sasuke selepas mencium kening Sakura, dan langsung menuju ketempat yang dimaksud.
Kini Sakura masih melamun atas perlakuan Sasuke barusan, sebenarnya apa yang dirasakannya sekarang? Jantungnya terus berdebar kencang.
.
.
.
.
Pagi pun datang, Sakura kini sudah ada didapur tak seperti kemarin yang jam segini belum bangun, karena ia tak mau lagi dibangunkan oleh laki-laki berambut ayam itu. Ya karena dia sadar kalau ia harus membuat sarapan untuknya dan juga suaminya, kalau bukan dia siapa lagi? Sasuke?. Terlihat Sakura sudah rapi, dipakainya T-shit merah berlengan pendek dan rok span berwarna indigo, rambutnya pun dihiasi pita merah menambah kesan manis.
"sedang masak ya?" ucap Sasuke yang sudah berada dibelakang Sakura, sontak Sakura terkejut dan menghentikan kegiatan memotong sayurannya itu. Kegiatannya pun masih belum dilanjutkan dikarenakan tangan Sasuke sudah berada dipinggang Sakura yang ramping itu.
"bagaimana kalau Sasuke tunggu saja dimeja makan…" pinta Sakura yang sudah berbalik dan langsung mendorong pundak belakang Sasuke keluar dapur.
"sekarang aku bisa melanjutkan masaknya dengan tenang" gumam Sakura tersenyum.
.
.
"makanannya sudah matang…" gurau Sakura sambil membawa beberapa piring terakhir yang berisi makanan kemeja makan. Tanpa basa-basi Sasuke langsung menyantap makanan yang sudah disiapkan istrinya itu. Sakura yang melihat suaminya melahap makanannya itu merasa senang.
"bagaimana? Enak kan Sasuke?" Tanya Sakura tersenyum yang sudah duduk tepat didepan Sasuke.
"iya.. mungkin karena aku lapar" balas Sasuke yang masih dengan kegiatannya itu, namun berbeda dengan Sakura yang sejenak mendengar jawaban Sasuke, kini pipinya mengembung sambil mengerucutkan bibirnya, jawaban yang menyebalkan..
"ne-chan dan tou-san bilang, masakanku enak, bahkan sampai menyamakan kaa-san" sahut Sakura yang malah memain-mainkan sendoknya dan garpunya itu, bibirnya masih berbentuk kerucut, sepertinya Sakura masih kesal..
"berarti ne-san, tou-san dan kaa-san mu sama denganku" balas Sasuke tanpa melirik Sakura..
"uuhh.. kau menyebalkan sekali" runtuk Sakura yang sudah menyilangkan kedua tangannya didepan dada, ekspresi wajahnya pun masih sama. Sasuke malah terkikik pelan melihat tingkah istrinya itu.
TBC
