Itachi sedang menonton TV dengan sangat serius, sampai-sampai ia tidak mendengar suara ketukan pintu kamarnya. Bahkan, ketika sang pengetuk pintu sudah bosan mengetuk dan memutuskan untuk langsung membuka pinta kamar—yang untungnya tidak terkunci—pun Itachi masih tidak sadar juga. Memangnya Itachi sedang nonton apa, sih, kok, serius banget?
"Apakah kau melihat jembatan?" Itu suara TV.
Dengan semangat Itachi menunjuk ke layar TV. "Ya! Ya! Di sana!"
"Di mana?" tanya suara yang sama.
"Di sana! Di belakangmu sebelah kanan!"
Tokoh gadis di layar TV menengok ke kirinya. "Tidak ada, tuh. Di mana jembatannya?"
Akhirnya Itachi pun bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri TV. Kali ini ia menunjuk layar dengan benar-benar menyentuh telunjuknya ke layar. "Di sini, Dora!"
Tetapi 'Dora' tidak langsung menoleh. Malah, tokoh monyet di samping Dora yang menoleh. "Ah, itu di sana!" sahut sang Monyet.
Dora pun menoleh. "Oh, iya! Ayo!"
"Ih, apa jadinya coba ntuh acara kalo bukan gue bantuin nunjuk ini-itu? Tersesat di piramid, kali dia!" gerutu Itachi sambil duduk lagi.
Seorang kru, yang daritadi dicuekin yang empunya kamar, agak sweatdrop. T-tapi, bagaimana pun, acara Are You Smarter sudah akan dimulai beberapa detik lagi. Jadi ia pun berdeham. Masih dicuekin, sang Kru mencolek pundak Itachi. Masih dicuekin juga, kru itu pun akhirnya menggunakan toak yang dipinjamnya dari Masjid.
"PERHATIAN KEPADA UCHIHA ITACHI! CELANA DALAM ANDA TERTINGGAL DI PANGGUNG ARE YOU SMARTER!"
Itachi terjungkal dari tempat duduknya, lalu buru-buru berdiri dan lari keluar kamar menuju panggung.
.
.
Disclaimer: Naruto milik Masashi Kishimoto, setiap fandom disebut di fanfict ini dan program Are You Smarter adalah milik penciptanya masing-masing, author tidak mengambil keuntungan.
Warning: sangat OOC. Jangan lupa baca author's note untuk mengirim soal dan pemberitahuan lainnya.
.
Are You Smarter Than Akatsuki?
Chapter 4: KW1 VS KW2
by Fei Mei
.
.
Penonton dibuat sweatdrop massal oleh Itachi. Pasalnya, pria yang ngakunya masih muda padahal sudah keriputan itu berkeliling di atas panggung dan melihat setiap sudutnya. Yep, penonton tidak tahu kalau sejak naik panggung tadi Itachi langsung mencari celana dalamnya di setiap sudut tempat itu.
" ... Aniki lagi ngapain?" tanya Sasuke, menghampiri kakaknya.
Tanpa menoleh, Itachi pun menjawab, "celana dalam gue! Tadi ada yang bilang kalau CD gue ketinggalan di sini!"
" ... Sejak kapan Aniki pake CD? Bukannya Aniki pakainya boxer?" tanya Sasuke menyerngit.
Dan di situlah Itachi baru ngeh dengan unyu. "Oh iya, ya. Hehehe~"
Sai naik panggung. "Nah, silakan kalian berdua berdiri di belakang panggung, ya, kita sudah telat, nih," ujarnya dengan wajah datar.
" ... Eh? T-tunggu. Aku dan Sasuke, maksudnya?" tanya Itachi, Sai mengangguk. "Aku harus lawan dedekku yang unyu badai ini?" Sai mengangguk lagi. "Enggak, aku enggak mau! Aku mau mengalah aja!"
Kakuzu melempat bakiak ke kepala Itachi. "WOI! KALO ELU NGALAH BEGITU AJA, DAPET DUIT DARI MANA KITE?!"
"NYANTAI AJA WOI!" sahut Itachi sambil melempar balik bakiak Kakuzu.
Itachi dan Sasuke pun akhirnya berdiri di belakang podium juga. Penonton masih agak sweatdrop. Tapi sesuai dengan status di facebook Konan kemarin, mereka harus teuteup cemungudh!
"Halo! Selamat datang di episode 3 Are You Smarter Than Akatsuki!" sahut Sai yang matanya masih merem seakan tidur. "Yang diadu pada tengah malam ini adalah Itachi dan Sasuke, alias KW1 dan KW2 dari Uchiha Fugaku! Dan untuk episode ini, saya, Sai, yang akan menjadi pembawa acara. Peraturannya mudah! Peserta akan menjawab pertanyaan yang diberikan secara bergantian. Jawaban benar akan dapat 1 poin, yang salah atau tidak menjawab dengan suara, ya, tidak dapat poin."
'Yah, setidaknya pembawa acara untuk giliran gue tidak separah Anko apalagi Tsunade...' batin Itachi sambil mengangguk kecil.
"Akan ada tujuh pertanyaan," lanjut Sai. "Yang bisa mendapat 10 poin akan menjadi pemenang!"
...
...
Eh?
"T-Tunggu!" sahut Sasuke. "Satu jawaban benar akan dapat satu poin. Ada tujuh pertanyaan, kalau benar semua baru dapat tujuh poin. Bagaimana ceritanya pemenang harus dapat sepuluh poin?"
Sai mengangkat bahu dengan cuek. "Entah. Pikir saja sendiri."
'...ternyata yang ini parah juga...' batin Itachi, mengoreksi dirinya sendiri.
"Nah, soal pertama!" kata Sai. "Di fandom Sengoku Basara, siapa nama orang yang berjenis kelamin lelaki, tapi berwajah cantik? Apakah Chosokabe Motochika, Takenaka Hanbei, atau Toyotomi Hideyoshi?"
"Sengoku Basara itu apaan?" tanya Itachi.
"Itu, kan, judul sinetron terbaru di Indonesia, Aniki!" sahut Sasuke, membuat sejuta umat ber-sweatdrop-ria. "Aniki kebanyakan nonton Dora Di Eksplorer, sih!"
"Ah, kayak kamu gak pernah nonton aja!" balas Itachi. "Gue inget banget dulu elu jingkrak-jingkrak sendiri saat ada Diego, lalu pingsan saking senengnya saat Diego dibuat acara tersendiri!"
"Jangan buka aib gue!" sahut Sasuke lagi.
Kakuzu melempar dua bakiak. Satu pada Itachi, satu pada Sasuke. "Fokus sama pertanyaannya, woi! Waktunya terbatas!"
"Eh, iya, hehehe~" gumam Itachi sok imut. "Hm, aku jawab Coklat aja, deh."
Sai menyerngit. "Coklat?"
"Ituuu, pilihan pertamanya!"
"Oh, Chosokabe itu?" tanya Sai, Itachi mengangguk. "Sasuke mau jawab apa?"
"Yang ada Hanbei-Hanbei-nya itu aja, namanya mengingatkan aku akan senbei..."
Sai mengangguk. "Jawaban yang benar adalah... Takenaka Hanbei! Skornya 1-0 untuk Sasuke! Untuk soal kedua, silakan lihat di layar. Saya akan membacakannya bagi yang tidak kelihatan tulisannya."
'Apa yang muncul satu kali di setiap menit, dua kali di setiap malam, tetapi tidak muncul sekali pun dalam jutaan tahun?'
"AAAAAHH!" sahut Sasuke sambil menunjuk layar, membuat semua orang menoleh padanya sambil menyerngit. "I-itu! Itu soal teka-teki bodoh yang pernah Dobe tanyain ke aku!"
"Emang jawabannya apa?" pancing Itachi.
"Ih, enak saja!" ujar Sasuke. "Aniki duluan, dong, yang jawab! Kalau aku duluan, entar Aniki malah ikut-ikutan!"
"Kamu duluan aja, kan sebagai kakak, aku harus ngalah," kata Itachi sambil tersenyum sumringah.
"Sudah, kalian suit aja, yang kalah jawab duluan!" usul Sai.
Usul itu diterima baik oleh kakak-adik ini. Mereka hanya suit sekali. Sebenarnya Itachi inginnya 50 kali, tapi ia malas kalau harus dilempar bakiak lagi oleh Kakuzu. Itachi mengeluarkan batu, sedangkan Sasuke gunting.
Sasuke menggerutu, tapi akhirnya ia terpaksa menjawab duluan. "Jawabannya adalah huruf M!"
"Hohoho, yaudah, aku juga jawab huruf M!" kata Itachi sambil tersenyum penuh kemenangan.
Sai mengangguk lagi. "Jawaban yang benar adalah Huruf M! Skornya menjadi 2-0 untuk Sasuke.
Senyum Itachi lenyap. "Loh, bukannya jadi 2-1, ya? Kan jawaban gue bener juga?"
Sambil tersenyum dingin, Sai menoleh pada Uchiha sulung. "Menyontek itu tidak baik." Lalu sang pembawa acara membacakan soal berikutnya. "Pertanyaan ketiga. Yang mana yang lebih baik?Tomat, Onigiri, Cheesecake, atau Salad?"
"TOMAT! ITU MAKANAN PALING ENAK SEPANJANG ABAD!" sahut Sasuke spontan.
"Woi, pertanyaannya itu 'mana yang lebih baik', bukan 'mana yang lebih enak'! Dan lagi, kalau sepanjang abad ini tomat makanan paling enak, berarti abad berikutnya bukan, dong?" tanya Itachi sambil menyerngit.
"Sebodo teuing! Jawabannya tomat! Harus tomat!" rengek Sasuke.
"Aku pilih salad aja deh," jawab Itachi yang masih sweatdrop, tapi perkataan pemuda ini yang berikutnya membuat penonton lebih sweatdrop, "aku pilih salad karena bunyinya mirip dengan nama keponakanku di masa depan."
...
...
Memangnya Itachi bisa melihat masa depan?
Sai yang sweatdropnya selesai duluan, langsung berdeham. "Jawaban yang benar adalah ... RED VELVET!"
"...hah?" tanya Itachi dan Sasuke bersamaan.
"Iya, Red Velvet itu enak, loh," jawab Sai enteng.
"I-itu, itu enggak ada di pilihannya, kan?" tanya Sasuke. Sai mengangguk. "Kok, bisa itu jawabannya?"
Sai mengangkat bahu. "Bisa aja. Udah, yuk, pertanyaan keempat: Ibu punya sepuluh telor. Pecah tiga. Siapa nama anaknya ibu? Uchiha Itachi, Haruno Sakura, atau Vira dan Violet?"
Sasuke langsung memasang wajah serius. "Kayaknya teka-teki begini udah sering, deh ... tapi gaya kalimatnya beda ..."
"Hmm... aku jawab 'punya'!" kata Itachi, menjawab di luar pilihan yang ada, mengingat jawaban atas pertanyaan sebelumnya pun tidak ada di pilihan. "Kan, 'Ibu Punya'! Nama panjang sang ibu adalah 'Punya Sepuluh Telor'!"
"K-kalau begitu, jawabanku adalah Vira dan Violet!" jawab Sasuke. "Karena ibunya Itachi kan, ibuku juga, tapi beliau sudah di surga, jadi sudah tidak punya telor. Kalau Sakura, ibunya gak pernah punya telor. Vira dan Violet itu aku gak kenal, tapi kalau jawabannya bukan Itachi maupun Sakura, berarti jawabannya ya, Vira dan Violet itu!"
Sai mengangguk lagi. "Yang benar adalah ... Vira dan Violet! Skor sekarang adalah 3-0 untuk Sasuke! Pertanyaan kelima: Dari trio ASL, jika A adalah Ace, L adalah Luffy, siapakah yang S? Apakah Sai, Sasori, atau Sabo?" Lalu yang membacakan soal menyerngit. "Kok ada namaku?
"Wah, harusnya aku dibayar tuh," celetuk Sasori. "Namaku dibawa-bawa!"
"Kayaknya jawabannya Sabo, deh, karena gak mungkin Sasori atau Sai," jawab Itachi.
"Aku juga jawab Sabo, deh," kata Sasuke ikut-ikutan.
Sai mengangguk. Eh, kok, dari tadi mengangguk terus, ya? Yaudah, deh, habis ini menggeleng aja. "Jawaban yang benar adalah Sabo! Skornya jadi 4-1!"
"Loh, Sasuke, kan, nyontek, harusnya gak dapat poin, dong!" kata Itachi gak terima.
"Ini, kan, pilihan ganda. Kalau esai, itu baru nyontek!" sahut Sai.
"T-tapi—"
"Itachi-san," tekan Sai sambil tersenyum horor. "Kalau masih tidak terima, poinmu kutarik, loh."
Itachi mingkem dan langsung berkeringat dingin.
"Pertanyaan keenam," ujar Sai lagi. "Kenapa ayam menyebrang jalan?Karena mau ke rumah teman, untuk sampai ke seberang jalan, atau ingin cepat mati tertabrak?" Sai menyerngit kecil. "Ayam di sini maksudnya Sasuke, ya?"
"Kurang ajar lu," dumel Sasuke. "Aku jawab yang B, untuk sampai ke seberang! Namanya juga nyebrang!"
"Hmm," Itachi menyengir. "Kalau si Ayam adalah Sasuke, berarti jawabannya karena mau ke rumah teman, yakni Naruto! Cieee~"
"Aniki!" sahut Sasuke spontan dengan wajah merah padam.
"Eh, benaran, ya?"
"Sudah, sudah, jangan berkelamin di sini," kata Sai. Sadar salah bicara, ia buru-buru mengoreksi. "Maksudku, jangan berkelahi di sini."
"Sai, tolong jangan bikin acara ini naik jadi Rate M, gak kuat bayarnya!" sahut Kakuzu.
Sai mengangguk. Eh, menggeleng aja, deh, capek dia mengangguk terus. "Ehem. Jawaban yang benar adalah ... untuk sampai ke seberang jalan! Skor akhir adalah 5-1, pemenangnya adalah Sasuke!"
"TUNGGU DULU!" sahut Itachi tidak terima. "Katanya ada tujuh pertanyaan, kok cuman enam yang dibacain? Dan lagi katanya harus sepuluh poin dulu biar menang, Sasuke kan, baru dapat lima poin!"
Sai menoleh pada sang sulung dan tersenyum horor lagi. "Sekali pun gue bacain soal ketujuh dan elu jawab dengan benar, skornya hanya 5-2, elu tetep kalah." Kemudoan Sai menoleh pada penonton sambil tersenyum ramah. "Dan tentang harus sepuluh poin biar menang ... itu cuman becanda, kok! hahaha!"
...
...
Secara tidak langsung, Sai tidak bisa disebut sebagai pembawa acara yang normal ...
.
.
BERSAMBUNG
.
.
A/N: Halo, ini Chapter 4! Terimakasih untuk Hyudate'8576, RAN UCHIDA, Vira D Ace, dan mlzlogin untuk soal-soalnya, terimakasih kepada itakun, Guest, Anni593, Kyoheeeei, dan Mirai kamiNami untuk reviewnya.
Peserta berikutnya dari Akatsuki adalah Kisame. Pilih SATU untuk menjadi lawan Kisame: Sakura, Lee, Neji, Tenten, Kiba, Shino, Shikamaru, Ino, Choji, Gaara, Temari, Kankurou. KETENTUAN SOAL ADA DI CHAPTER 1.
Reviewnya kakak~
