Jin & Joon
Main Cast : Kim Nam Joon (Rap Monster), Kim Seok Jin (Jin)
Cast : Jung Ho Seok (J-Hope), Kim Tae Hyung (V), Jeon Jung Kook, Min Yoon Gi (Suga) & Park Ji Min
Gendre : AU (Omegaverse), Family, Romance, M-Preg
Rating : T to M
Warning : Cerita sedikit ngawur dan berbelit-belit.
No Flame, No Bashing, No Plagiat.
Don't Like Don't Read
Summary : Pilihan yang Namjoon ambil membawanya pada kebahagiaan yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Omeganya, Seokjin dan puteranya Taehyung serta Jungkook merupakan hadiah tak ternilai yang tak akan pernah Namjoon sesali selamanya.
Chapter 3 : Kookie~
Jin sedang duduk di atas matras yang terhampar di ruang tengah, wajahnya terlihat cukup pucat namun senyuman masih terpasang di bibirnya. Matanya tak lepas dari sosok putera kesayangannya Taehyung, yang tengah duduk manis sambil memakan camilan siangnya. Semangkuk buah-buahan yang terdiri dari potongan kiwi, strawberi, apel dan pir.
" Taetae, makanlah dengan pelan " Ujar Jin pada puteranya itu.
Wajah putih Taehyung kotor karena cara makannya yang belum benar. " Ya Umma.. " Sahut Taehyung kecil.
Taehyung menusuk sepotong strawberi dengan garpu plastiknya setelah itu dia memberikannya pada Jin.
" Umma aa.. " Taehyung membuka mulutnya lebar-lebar.
Jin tersenyum melihat tingkah puteranya itu, dia pun melahap strawberi yang Taehyung berikan untuknya.
" Sekarang Taetae yang makan lagi ne ? " Jin menusuk sepotong kiwi dan mengarahkannya pada mulut kecil Taehyung.
" Ani Umma.. " Taehyung menggelengkan kepalanya. " Kookie " Tunjuknya pada sosok bayi kecil yang tengah tertidur tidak jauh darinya.
" Tidak boleh, Kookie belum boleh makan buah. Nanti saat Kookie sudah agak besar Taetae baru boleh memberikan Kookie buah, arasso ? " Jin memberikan pengertian pada bocah kecilnya itu.
Taetae mem-pout-kan bibir kecilnya. " Kookie " Gumamnya.
Jin mengambil sehelai tisu basah yang terletak di atas sofa lalu menyapukannya pada mulut Taehyung yang belepotan. " Taetae anak baik, Kookie masih sangat kecil jadi belum boleh makan buah. "
Taehyung tak mengatakan apa-apa lagi bocah kecil itu kembali menyantap potongan buahnya dalam diam sambil sesekali melihat adik kecilnya yang masih tertidur dengan lelap.
Kookie, atau Kim Jungkook lahir 15 hari yang lalu. Bayi kecil anak kedua dari Namjoon dan Jin itu lahir lebih awal dari perkiraan, tapi tidak terjadi masalah serius saat proses kelahirannya. Jungkook lahir dengan berat 3, 2 Kg dan panjang 49 cm, bayi kecil itu memiliki kulit putih dan mata bulat yang menggemaskan. Jin dan bayi Jungkook baru pulang ke apartemennya beberapa hari yang lalu karena Jin yang harus dirawat pasca melahirkan.
" Hyung " seru seseorang dari pintu depan.
Jin bangkit dengan perlahan lalu kembali menatap kedua puteranya.
" Taetae, tolong jaga dulu Kookie sebentar ne ? Umma akan mmebuka pintu dulu. " Pesan Jin pada Taehyung.
Bocah kecil itu melihat adiknya dan Umma-nya berulang kali sebelum mengangguk pelan.
" Dan ingat jangan ganggu tidur Kookie, apalagi memberikannya buah oke ? "
Taehyung kembali mengangguk. " Oke Umma " Sahutnya.
" Anak baik. " Jin mengusak pelan rambut halus Taehyung.
Jin pun melangkah menuju pintu depan meskipun beberapa kali terlihat meringgis akibat tubuhnya yang belum pulih pasca melahirkan.
KLEK
Setelah pintu terbuka, terlihat sosok Jimin yang tengah menyunggingkan senyuman lebarnya dan di sebelahnya ada Yoon Gi yang cukup risih melihat tingkah alpha-nya itu.
" Jim, Yoon Gi " Jin memperhatikan kedua tamunya.
" Hai hyung, kami kesini untuk melihat keadaanmu sekaligus baby Kookie. " Sahut Jimin.
Jin tersenyum. " Masuklah " persilahkannya.
Jimin dan Yoon Gi mengikuti langkah Jin menuju ke ruang tengah.
" Taetae, coba lihat siapa yang datang ? "
Taehyung yang masih menyantap potongan buahnya mengalihkan tatapannya dan melihat Jimin dan Yoon Gi yang berjalan di belakang Umma-nya.
" Chim Hyung " Seru Taehyung dengan ceria.
" Anyeong Taetae " sahut Jimin yang dengan segera menghampiri bocah kecil itu.
" Apa yang Tae lakukan ? " Tanya Jimin yang kini sudah duduk di hadapan Taehyung.
" Buah " Taehyung memperlihatkan mangkuk buahnya yang sudah separuhnya kosong.
Jin dan Yoon Gi juga ikut duduk di atas matras mengelilingi Taehyung dan Jungkook. Yoon Gi yang memperhatikan interaksi Jimin dan Taehyung hanya tersenyum kecil, Jin memeriksa Jungkook yang tidur dan memastikan posisi bayi kecilnya itu.
" Jungkook tidur ? " Tanya Yoon Gi.
" Setelah meminum susunya dia tidur dengan lelap. " Sahut Jin.
" Lalu kemana Namjoon ? " Tanya Yoon Gi lagi.
" Tadi dia bilang ingin membeli susu Jungkook dan Taehyung yang hampir habis, tapi kenapa dia belum kembali juga ? " Jin melihat jam dinding dan merasa heran karena alpha-nya itu belum kembali.
" Umma, bis.. " Taehyung berseru pada Umma-nya.
Jin melihat mangkuk Taehyung yang sudah kosong lalu melihat Jimin yang sedang mengunyah sesuatu.
" Taetae memberikan buahnya pada Jimin Hyung ? " tanya Jin.
Taehyung mengangguk sambil menyunggingkan senyuman kotaknya, Jin hanya mendesah pasrah lalu mengambil tisu yang tadi digunakannya untuk menyeka mulut Taehyung.
" Maafkan aku hyung, Taetae memaksaku memakannya. " Sesal Jimin.
" Tidak masalah, sepertinya Taetae sudah kenyang. " sahut Jin.
Jin hendak bangkit untuk menyimpan mangkuk dan garpu yang Taehyung gunakan sebelum Yoon Gi melarangnya.
" Biar aku saja hyung " Ujar Yoon Gi.
" Jangan, biar aku saja. " Tolak Jin.
" Berikan saja padaku, biar aku yang meletakannya di dapur. " Yoon Gi mengambil mangkuk itu dari tangan Jin.
Yoon Gi pergi begitu saja ke dapur sambil membawa mangkuk kotor itu. Jimin setelah menghabiskan buah Taehyung mendekati bayi Jungkook yang tertidur dan menatap bayi manis itu.
" Kookie lucu sekali " Gumam Jimin.
Jin tersenyum seraya memangku Taehyung.
" Hyung, bisa berikan Jungkook untukku ? " Pinta Jimin.
Jin terkekeh pelan. " Memang kenapa ? "
" Kookie sangat lucu aku jadi ingin selalu melihatnya, jadi berikan dia untukku ya ? "
Taehyung yang mendengar permintaan Jimin bangkit dari pangkuan Umma-nya dan berjalan menghampiri Jimin.
PLUK
Taehyung memukul kepala Jimin, Jin dan Jimin terlihat kaget melihat kelakuaan bocah kecil itu.
" Taetae.. " seru Jin tak percaya.
" Kookie puna Taetae, Chim yung no.. no.. no.. " Taehyung menunjuk-nunjuk Kookie dan dirinya lalu menunjuk Jimin sambil menggelengkan kepalanya.
Jimin mengusap kepalanya yang dipukul Taehyung. " Ya, hyung tahu. "
" Hyung tidak akan mengambil Kookie, dia milikmu sepenuhnya. " Lanjutnya.
Yoon Gi yang abru saja kembali dari dapur langsung duduk di sebelah alpha-nya. " Kenapa ? " Tanyanya heran.
" Taetae memukulku. " Sahut Jimin.
Yoon Gi melihat Taehyung. " Kenapa Tae memukul Jimin hyung ? "
" Chim yung Kookie ambil " Sahut Taheyung dengan kata-katanya yang belum jelas.
Yoon Gi dan Jin tertawa melihat hyung kecil itu, Taehyung memang sangat menyukai Jungkook.
" Kenapa tidurnya nyenyak sekali ? " Yoon Gi melihat bayi Jungkook lebih dekat.
" Bayi memang seperti itu, waktunya lebih banyak tidur. Mereka akan bangun ketika lapar atau tidak nyaman. " Jin menjelaskan.
" Seperti Yoon Gi hyung. " Celetuk Jimin. " Yoon Gi hyung juga sangat suka tidur, jadi dia adalah bayi besar. "
Yoon Gi mendelik tajam pada Jimin hingga membuatnya bungkam.
Jin tak bisa menahan tawanya. " Kalian itu lucu sekali, bukankah sudah seharusnya kalian juga memiliki bayi ? "
Yoon Gi dan Jimin melihat Jin bersamaan.
" Kenapa ? " Tanya Jin.
Jimin menatap omega manisnya. " Aku sih mau saja memiliki bayi, tapi Yoon Gi hyung kukuh ingin aku lulus kuliah dulu. "
Yoon Gi memutuskan menatap arah lain sambil berpura-pura tidak mendengar perkataan alpha-nya itu. Jin menghela nafasnya melihat pasangan itu.
" Kenapa Namjoon belum kembali juga ya ? " Gumam Jin seraya kembali melihat jam dinding.
Dari luar terdengar seseorang memasukan password pengunci pintu dan tidak berapa lama pintu terbuka.
" Appa pulang. " Seru suara Namjoon.
Taehyung yang mendengar suara Appa-nya segera bangkit dan berlari menuju pintu depan.
" Taetae jangan lari, kau bisa jatuh. " Jin memperingatkan bocah kecil itu.
Namun Taehyung tak mendengar kata-kata Umma-nya, bocah itu sudah menghilang di balik tembok.
" Appa.. " Taehyung berseru begitu melihat sosok Appa-nya itu.
Namjoon yang tengah melepas sepatu tersenyum menyambut puteranya. Sosok lain di belakang Namjoon juga tersenyum melihat bocah kecil yang bersemangat itu.
" Anyeong Taehyungie~ " sapa sosok itu.
" Siki Jushi~ " sahut Taehyung dengan semangat.
Sosok yang ternyata Hoseok itu menghembuskan nafasnya pelan. " Sudah berapa kali aku katakan Taehyungie harus memanggil Hosiki uncle. " ujar Hoseok pada Taehyung.
" No.. no.. Siki Jushi~ " balas Taehyung.
Namjoon yang sudah selesai melepas sepatunya terlihat heran melihat sepatu lain di bawah kakinya. " Apa ada tamu Taetae ? " tanya Namjoon pada puteranya.
" Chim yung Gi yung " Taehyung menunjuk ruang tengah.
Namjoon lalu menggendong Taehyung dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya membawa sekantung belanjaan dari supermarket, dia lalu melangkah menuju ruang tengah dengan Hoseok yang mengikutinya dari belakang.
" Anyeong Namjoon hyung . " Sapa Jimin begitu melihat sosok Namjoon dengan Taehyung dalam gendongannya.
" Hai Jim. " Sahut Namjoon yang kemudian menurunkan Taehyung dalam pangkuan Seokjin.
" Kenapa lama sekali ? " Tanya Jin.
" Aku bertemu orang itu, jadinya kita berputar-putar di supermarket. Dia juga memaksa ingin ikut kemari. " Namjoon menunjuk sosok Hoseok yang tengah tersenyum lebar.
" Hosiki ? " Gumam Jin.
" Hai hyung. " Sapa Hoseok.
Hoseok akhirnya ikut duduk di atas matras tepat di sebelah Yoon Gi. " Hai Jim, Hai Sugar. " Sapa Hoseok pada Jimin dan Yoon Gi.
" Ya hyung jangan panggil omegaku seperti itu, itu nama panggilan sayangku untuknya. " Jimin memprotes.
" Kau juga jarang memanggilnya begitu. " balas Hoseok.
" Aku memanggilnya begitu jika kita hanya berdua, Yoon Gi hyung tidak suka aku memanggilnya sugar di hadapan banyak orang. "
Hoseok mencebikan bibirnya, kemudian dua orang itu kembali mengoceh hal tak penting. Yoon Gi sendiri tidak tertarik mendengar perdebatan dua orang itu dan memilih memperhatikan bayi Jungkook yang mulai terganggu karena ocehan Jimin dan Hoseok.
" Sepertinya Kookie akan bangun. " Ujar Yoon Gi.
Namjoon dan Seokjin segera saja melihat keadaan bayi kecil mereka, dan tidak berapa lama terdengar tangisan nyaring Jungkook yang membuat Jimin dan Hoseok yang masih berdebat terdiam.
" Taetae dengan Appa dulu ya ? " Namjoon menarik Taehyung dalam pangkuannya.
Jin sendiri dengan cekatan mengangkat Jungkook dan menggendongnya sambil mengayunkannya dengan pelan. " Aigo Kookie bangun.. Apa Kookie lapar ? "
Yoon Gi mendelik tajam pada Jimin dan Hoseok. " Ini gara-gara kalian. "
Jimin dan Hoseok bungkam sambil mengalihkan tatapannya ke arah lain, yang jelas mereka tak mau menatap Yoon Gi.
Jin meletakan telunjuknya pada mulut kecil Jungkook dan bayi kecil itu langsung mengecap jari telunjuknya.
" Sepertinya Kookie lapar. " ujar Jin.
" Aku akan buatkan susu. " sahut Namjoon.
" Taetae mau ikut Appa membuatkan susu untuk Kookie ? " tanya Namjoon padaa puteranya.
" Tae kut, Appa.. " Taehyung menganggukan kepalanya dengan semangat.
Namjoon akhirnya membawa Taehyung dan kantong belanjaannya menuju dapur.
" Maafkan kami hyung, karena kami Kookie akhirnya bangun. " sesal Jimin karena melihat Jungkook yang masih menangis.
" Tidak apa-apa Jiminie, Kookie bangun karena lapar lagipula dia sudah terlalu lama tidur. "
Jin bangkit dari duduknya dan kembali mengayunkan Jungkook, bayi kecil itu terus saja menangis hingga wajahnya memerah.
" Sabar ne Kookie, Appa dan hyung sedang membuatkan susu untuk Kookie. " ujar Jin sambil terus mengayunkan Jungkook.
" Apa tidak apa-apa hyung ? Suara Kookie semakin nyaring. " tanya Yoon Gi.
" Tidak apa-apa, ini biasa Yoon Gi. " sahut Jin.
" Aku belum pernah mendengar bayi menangis begitu keras sebelumnya. " gumam Yoon Gi.
Karena melihat Jin yang terlihat kewalahan, Hoseok berinisiatif untuk menyusul Namjoon ke dapur.
" Aku akan melihat pekerjaan Namjoon dulu. " kata Hoseok sebelum meninggalkan ruang tengah.
Jin tersenyum maklum melihat tingkah Hoseok, Namjoon memang agak ceroboh jadi kemungkinan sahabat baiknya itu cukup khawatir dan berniat melihat atau membantunya.
Hoseok masuk ke dapur dan mendapati Namjoon yang tengah menuangkan air panas pada botol susu yang telah di sterilkan sebelumnya, Taehyung yang menjadi anak baik hanya duduk diam sambil memperhatikan Appa-nya dari baby chair miliknya.
" Masih lama ? " tanya Hoseok.
" Sebentar lagi, aku hanya tinggal menambahkan air dingin dan mengecek suhunya. " sahut Namjoon.
Appa dua anak itu mengambil botol air dingin dan menuangkannya pada botol bayi sesuai takarannya, setelah itu Namjoon menutup botolnya lalu mengocoknya pelan. Dengan hati-hati Namjoon memeriksa suhu susunya.
" Selesai, kajja Taetae kita berikan susunya untuk Kookie. " Namjoon kembali menggendong Taehyung dan membawanya menuju ruang tengah.
Hoseok melihat keadaan dapur yang cukup berantakan. " Diakan hanya membuat susu kenapa sampai berantakan begini. " gerutu Hoseok seraya merapikan kekacauan yang sudah Namjoon buat.
Namjoon memberikan botol susunya pada Jin yang kini memilih duduk di atas sofa, Jin memasukan dengan perlahan dot susunya pada mulut Jungkook. Dengan cepat bayi kecil itu mengecapnya lalu tidak lama dia menyedotnya dengan tenang. Taehyung berontak ingin turun dari gendongan Appa-nya dan memilih duduk di sebelah Umma-nya sambil memperhatikan Jungkook yang tengah meminum susunya.
" Kookie suka susu. " ujar Taehyung, bocah kecil itu mengusap pelan kepala Jungkook yang ditumbuhi rambut lebat berwarna hitam.
Namjoon dan Jin tersenyum melihat putera sulungnya itu.
" Taetae sangat menyayangi Kookie ya ? " tanya Namjoon.
" Uuh.. " Taehyung menganggukan kepalanya dengan imut. " Tae sayang Kookie.. "
Dengan gemas Namjoon mencium pipi Taehyung. " Anak pintar. "
Namjoon beralih pada Jungkook yang hampir menghabiskan setengah botol susunya, lalu mengusap dengan lembut pipinya.
" Aah, aku jadi iri. " ujar Jimin melihat keluarga itu.
Jimin bergelayut manja pada lengan Yoon Gi. " Hyung, ayo kita juga punya anak. " rengek Jimin.
Yoon Gi menghempaskan lengan Jimin begitu saja. " Tidak, sebelum kau lulus kuliah. Aku tidak mau mempunyai anak jika kau masih kuliah. "
" Ya hyung.. " Jimin menunjukan wajah sedihnya.
" Aku jadi iri pada kalian semua. " Hoseok yang sudah kembali dari dapur ikut berkomentar. " Senangnya yang sudah punya pasangan. "
Namjoon mencibir sahabatnya itu. " Makanya, menikah sana. "
" Jangankan menikah. Pacarpun aku tidak punya. " sahut Hoseok.
Jin terkekeh pelan. " Kau terlalu pemilih. "
" Aku kan hanya ingin yang sepertimu hyung, kenapa sulit sekali ? "
" Hey, kau tidak akan mendapatkan yang seperti omegaku ini. Soalnya Jinseok hanya satu-satunya dan hanya di takdirkan untukku. " sahut Namjoon sambil menatap langsung mata omeganya.
Wajah Jin bersemu merah, omega manis itu memukul pelan lengan alpha-nya. " Cheesy.. "
Taehyung yang tidak tertarik dengan pembicaraan orang dewasa di sekitarnya hanya terus menatap Jungkook yang kini juga balas menatapnya. Taehyung tersenyum lebar lalu mengecup dahi adiknya itu dengan cepat. Orang dewasa yang sempat melihat aksi itu hanya terkekeh pelan.
" Aigoo.. Anak-anakku sungguh sangat lucu. " seru Namjoon dengan gemas.
" Taetae kau saja yang ikut dengan Jimin hyung ne ? kau jusa sama lucunya dengan Kookie.. " ujar Jimin kemudian.
" Hah, aku juga ingin punya anak.. " Hoseok menghela nafasnya.
Yoon Gi yang risih mencoba terus menolak Jimin yang terus-terusan mencoba bergelayut di lengannya. Jin sendiri hanya tersenyum melihat orang-orang di sekitarnya sambil sedikit mengayunkan bayi Jungkook.
-END-
Anyeong..
Kookie udah hadir di ff ini. #taburkonfeti #tepuktangan
Author lagi semangat nerusin cerita ini makanya udah update lagi, banyak waktu senggang sih. #boongbanget #ketahuan. Untuk kedepannya seriusan bakal jarang update, tapi tergantung mood juga sih. Hahaha.. Oh, seriusan lupakan saja, auhtor sedang agak stress karena proposal skripsi yang belom di acc juga tssaahhh.. #usapairmata #nangisgaje #ceritanyacurcol
Oh ya, terima kasih untuk yang sudah meninggalkan jejak baik itu berupa reviews, fav atau pun follow cerita ini. Author gak bisa sebutin satu-satu soalnya. Pokoknya terima kasih banyak #bow
Akhir kata, berikan reviews kalian jika kalian menyukai cerita ini.
Regards,
StarSky3095
