Chapter 4 : Team Baru dan Petualangan Baru...

Spirit Shinobi

Disclaimer: I don't own anything from Naruto manga. But this fic is mine.

Rate: M

Pair: Naruto x ?

Warning : Typo, AlurPasaran, OC, OOC, GodLike.

Summary :Terlambat dalam berkembang, walau begitu dibalik itu semua terdapat sebuah Hikmah yang dapat diambil. GagalSummary, SpiritShinobi...


Yo, kembali lagi dengan saya author yang terkenal dengan updatenya yang lama :v dan kini chap empat dari Spirit Shinobi sudah up, mungkin dalam chap ini tak begitu banyak adegan fightingnya…

Silahkan dicomot bavak bavak,,


Warning : Don't Like, Don't Read…

Pagi yang indah diKonohagakure, masih seperti sebelumnya keramaian sekali lagi terjadi dikediaman Namikaze, ya tepatnya Kushinalah yang membangunkan Naruto dan Menma dengan cara yang bisa dibilang extreme. Dua buah gayung yang berisi penuh dengan air jernih dia siramkan kearah Naruto dan Menma yang tengah tertidur pulas dikasur masing masing, walau kamar berbeda tapi bunshin Kushina sudah cukup untuk membuat mereka berdua terbangun secara bersamaan.

Dan karena hal itulah Naruto serta Menma dengan gerakan cepat langsung berlari menuju kamar mandi mereka masing masing karena Kushina tengah masuk kedalam mode Habanneronya guna membuat Naruto dan Menma terkejut saat itu. Kushina yang melihat hasil pekerjaannya tersenyum sadis dan keluar kamar dengan tawa yang mengelegar, Minato yang mendengar tawa istri tercintanya tersebut hanya dapat tertawa gugup seperti biasa.

Tak berapa lama Naruto dan Menma keluar dari kamar mereka masing masing dan segera menuju ruang makan untuk sekedar sarapan pagi guna mengisi kembali energi mereka untuk melalui hari ini. Wajah mereka nampak lesu akibat terkejutnya mereka saat bangun pagi hari ini, Minato yang melihat hasil kerjaan Kushina tak kuasa untuk tak tertawa, lihat saja kantung mata dan mata mereka berdua yang berwarna merah pertanda bahwa mereka berdua belum sepenuhnya sadar dari tidur mereka.

Sarapan hari ini dihiasi dengan canda tawa seperti biasa, kehangatan keluarga ini benar benar membuat iri bagi mereka yang melihatnya.

"Jika kalian telah selesai sarapan lebih baik kalian berdua segera berangkat menuju Akademi, pembagian tim genin serta Jounin pembimbing diadakan hari ini." Naruto dan Menma mengangguk bersamaan dengan mulut yang masih tersumpal beberapa jenis makanan yang mereka masukan kemulut mereka secara bersamaan, tak lebih dari lima menit Naruto dan Menma sudah menyelesaikan sarapan mereka, setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya Naruto dan Menma segera beranjak pergi menuju akademi.

Kushina sedikit mengerutkan dahinya saat melihat Minato yang sedari tadi tersenyum kecil saat melihat Naruto dan Menma berangkat menuju akademi. "Apa ada sesuatu yang menarik anata ?" Minato sedikit melebarkan senyumnya saat mendengar pertanyaan dari Kushina barusan, dia kini kembali menyeruput teh hijau yang dihidangkan istrinya tadi.

"Ya, akan ada sedikit hal yang menarik Tsuma."


Akademi Konoha hari ini terlihat cukup sepi, kenapa ? karena hampir seluruh murid yang ada disana telah memasuki ruangan pembelajaran guna mengikuti pemberi tahuan tentang ROTY serta pembagian tim, mereka tidak ingin terlambat mengikuti hal ini, terlebih lagi para fansgirl yang ada disana, kalian tahu sendiri apa yang mereka inginkan bukan.

Naruto dan Menma saat ini pun telah sampai disana, lebih tepatnya Menma saat ini tengah berbincang bincang dengan Shikamaru, Kiba, dan Chouji, ya walau sebenarnya ada Shino disana dan dia tampak diacuhkan -_-

Sedangkan Naruto, dia lebih memilih untuk berbincang bincang dengan Sasuke prihal latihan apa yang biasa dia lakukan bersama Shisui, Sasuke pun juga nampak antusias dalam mengikuti pembicaraan ini walaupun dia nampak masih setia dengan wajah ekstra datarnya tersebut. Namun tak berapa lama pintu ruang akademi tersebut terbuka dan menampakkan Umino Iruka selaku wali kelas tersebut.

Semua murid segera menuju tempat duduk masing masing saat melihat Iruka sudah memasuki ruangan tersebut. Iruka meletakkan sebuah kertas diatas meja gurunya dan kini dia menatap kearah seluruh siswa yang memasang wajah tegang mereka. "Baiklah semuanya, kalian semua lulus dengan sangat baik dan ROTY tahun ini adalah-" Iruka menjeda sedikit ucapannya selagi menikmati wajah wajah penuh harap dari para siswa siswi disana.

"-Uchiha Sasuke!" Para fansgirl Sasuke kini tengah berteriak teriak keras memberi ucapan selamat bagi Sasuke, namun bocah yang menjadi ROTY hanya memasang wajah datarnya, kenapa ? karena dia bingung kenapa, kenapa dia yang menjadi ROTY tahun ini, dia tahu jika Naruto dan Menma lebih baik dalam melakukan tes kemarin, namun dia tidak ambil pusing dalam hal ini.

"Walau sebenarnya nilai yang diperoleh Sasuke sama dengan Naruto serta Menma, namun karena tehnik yang digunakan Menma terlihat belum sempurna serta Hange yang dilakukan Naruto nampak ada sedikit kesalahan, oleh karena itu Sasukelah yang menjadi ROTY tahun ini." Sasuke nampak menatap Naruto yang tengah tersenyum kecil seraya menatap kearah Iruka, begitu pula dengan Menma.

"Apa yang kau sembunyikan Namikaze," Nada berbisik dari Sasuke dapat didengar oleh Naruto, Naruto yang merasa dirinyalah yang dimaksud oleh Sasuke mengalihkan perhatiannya mengahdap kearah Sasuke. "Aku dan Menma sengaja untuk tak mengeluarkan kekuatan kami berdua sesungguhnya, kau tahu sendiri bukan jika seorang Shinobi harus sebisa mungkin menyembunyikan kekuatannya agar nampak lemah dihadapan musuh."

Naruto nampak tersenyum kearah Sasuke, begitu pula dengan Sasuke yang kini tersenyum kecil kearah Naruto."Ya aku tahu, itu juga yang diajarkan oleh Shisui-nii padaku walau ego Uchihaku masih sedikit mendominasi." Adu kepalan tangan dilakukan Naruto dan Sasuke saat ucapan Sasuke barusan terselesaikan, setelahnya mereka berdua pun mulai kembali memperhatikan Iruka yang mulai membacakan susunan tim angkatan tahun ini.

Tak berapa lama. "Team tujuh, Namikaze Menma, Uchiha Sasuke, dan Haruno Sakura dengan Jounin pembimbing, Hatake Kakashi." Sakura berteriak keras saat mendengar dirinya berada satu team bersama dua orang tertampan yang ada diAkademi tersebut. Iruka saat itu masih terus membacakan susunan team selanjutnya sampai pada akhirnya.

"Team Zero, Namikaze Naruto dengan Jounin pembimbing Uchiha Shisui." Naruto, Menma dan Sasuke sukses membulatkan matanya saat mendengar apa dan siapa yang berada didalam team terakhir tersebut. "Maaf Iruka-sensei, bukankah Uchiha Shisui berada didalam kesatuan anbu saat ini?" Shikamarulah yang bertanya prihal hal tersebut, Iruka yang mendengar pertanyaan dari Shikamaru tersenyum kecil.

"Ya memang aku berada dikesatuan anbu beberapa jam yang lalu, namun Sandaime-sama dan Yondaime-sama memintaku untuk menjadi Jounin pembimbing team Zero saat ini, team Zero adalah team yang dapat masuk kedalam team yang lain guna membantu team tersebut dalam melakukan misi yang dilakukan." Bukan Iruka yang menjawab pertanyaan Shikamaru, namun Shisuilah yang langsung menjawab pertanyaan tersebut.

"Baiklah, tunggu Jounin pembimbing kalian datang dan selamat untuk kalian semua yang telah menjadi Genin Konoha, mulai dari sini perjalan kalian akan penuh dengan rintangan oleh karena itu kalian harus mulai berlatih bersungguh sungguh untuk tetap hidup didalam dunia Shinobi yang penuh dengan bahaya ini." Semua murid mengangguk dan berdiri dengan serentak setelahnya mereka membungkuk untuk memberi hormat pada Iruka yang mulai berjalan keluar.

"Untuk Namikaze Naruto, temui aku diatas patung Shodaime hokage secepatnya." Dengan selesainya kalimat yang diucapkannya Shisui pun menghilang dengank kepulan asap yang menandakan bahwa Jounin tercepat tersebut sudah beranjak dari tempat itu. Naruto menepuk pundak Sasuke dan Menma menandakan bahwa dia memberi tahu jika dia akan pergi, Sasuke dan Menma mengangguk meng'iya'kan.


Naruto kini telah sampai diatas patung Shodaime hokage, disana telah menunggu Shisui yang tengah memakan beberapa bekal yang sengaja dia bawa saat ini. "Kau mau?" Naruto yang mendengar tawaran dari gurunya tersebut mengangguk dan mengambil sebuah roti yang disodorkan Shisui padanya, mereka berdua kini tengah menatap kearah desa Konoha yang tengah ramai disiang ini.

"Apa kau tahu kenapa kau dimasukkan kedalam team Zero, Naruto?" Naruto menggelengkan kepalanya saat pertanyaan tersebut selesai terlontar dari Shisui, Shisui yang melihat hal itu nampak tersenyum kecil. "Tehnik dan gaya bertarungmu sama denganku yang lebih mengandalkan Kenjutsu dan kecepatan, perubahkan chakra yang kau miliki sama denganku walaupun aku memiliki tiga perubahan chakra."

Naruto nampak kagum dengan penjelasan Shisui barusan, tepatnya pada bagian perubahan bentuk chakra, Shisui mengerti apa yang akan ditanyakan Naruto selanjutnya. "Aku memiliki perubahan bentuk chakra Raiton, Katon, dan Fuuton. Dan karena perubahan jenis chakramu adalah Raiton aku akan lebih mudah dalam mengajarimu, sama dengan Kakashi dia memiliki empat perubahan jenis chakra yaitu Suiton, Doton, Katon, dan Raiton..."

"...Dan karena tiga dari perubahan tersebut Menma dan Sasuke memilikinya maka dari itu Kakashi menjadi jounin pembimbing mereka, mungkin itu yang aku tahu dan prihal lainnya lebih baik kau tanyakan saja pada Yondaime-sama atau Sandaime-sama." Naruto mengerti akan hal ini, dia kini mulai memasukkan potongan roti terakhir miliknya dan menelannya bulat bulat tanpa dia kunyah sedikitpun, ya karena hanya sekitar ibu jari tangannya saja sisa roti yang dia miliki.

"Jadi, apa ada tes lagi untukku?" Shisui menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, mungkin hari ini aku ingin mengajarimu control chakra dan setelah itu mungkin aku mengajarkan beberapa tehnik Raiton yang aku miliki, setelahnya aku ingin kau menguasai Shunsin sebelum kau menjadi Chunin agar gelar Jounin tercepat milikku ini kau ambil." Ucapan dari Shisui barusan selesai dengan terpampangnya senyum lebar dari Shisui dan Naruto.


Hari ini diisi oleh Naruto dan Shisui untuk berlatih, sudah hampir tiga jam Naruto berlatih bersama Shisui untuk berjalan diatas air guna memperkuat control chakra yang dimiliki Naruto, namun latihan tersebut belum sama sekali memperlihatkan hasil yang memuaskan. Shisui tahu jika kapasitas chakra yang dimiliki Naruto benar benar besar karena darah Uzumaki yang mengalir didalam tubuhnya.

"Focus Naruto, contol chakramu secukupnya!" Shisui berteriak disebrang sungai yang digunakan Naruto untuk berlatih control chakra, Shisui ingin Naruto berjalan diatas air untuk mencapai sebrang sungai ini, namun belum sampai tiga meter Naruto berjalan dia sudah terlebih dahulu tercebur kedalam dinginnya sungai yang ada diKonoha ini.

"Sial, kenapa sulit sekali –tebbayo!" Sekali lagi Naruto berusaha melatih control chakranya, namun hasil yang dia peroleh masih sama seperti sebelumnya, Shisui merasa cukup latihan hari ini dia pun mendekati Naruto untuk membicarakan hal tersebut. "Sudah cukup Naruto, kita teruskan besok lagi latihanmu." Naruto yang mendengar ucapan Shisui barusan cukup kecewa, namun apa daya fisiknya sudah mencapai batasnya walau latihan yang dilakukan oleh ketiga gurunya lebih menguras tenaga.

"Baiklah, akan aku antar kau pulang dan istirahatlah, kita bertemu lagi besok disini dan selama seminggu aku ingin kita tak mengambil misi apapun untuk memfocuskan latihan control chakramu ini." Naruto mengerti dan dalam hitungan detik mereka berdua menghilang bersama dengan kepulan asap hasil tehnik Shunsin milik Shisui Si Tubuh Berkedip.


SKIP TIME

Malam ini Naruto tengah duduk dibelakang rumahnya menatap lurus kearah hamparan pepohonan dan beberapa rumah warga Konoha yang berada didekat kediamannya. Namun tak berapa lama Minato datang dan ikut duduk bersama Naruto disisi kiri Naruto, Naruto tahu siapa yang datang namun Naruto lebih memilih untuk diam beberapa saat.

"Bagaimana pembagian teammu Naru?" Naruto mendecih mendengar pertanyaan ayahnya yang pastilah dia sudah tahu jawabannya. "Bukannya tou-san yang membagi anggota team itu, kenapa ayah bertanya padaku, pastilah aku siap dengan segala hal yang terjadi." Minato hanya tertawa mendengar jawabannya anaknya tersebut, namun dia lebih memilih kembali menatap kearah depan.

"Tou-san, aku dan Shisui-sensei tak akan mengambil misi apapun selama satu minggu atau lebih, aku akan memfocuskan latihan control chakra terlebih dahulu." Minato mengerti apa maksud yang terselubung dibalik hal ini, Minato tahu jika kapasitas chakra Naruto sangat besar, oleh karena itu dia ingin lebih memperkuat kekuatan serta dapat lebih mengontrol kekuatan yang dia miliki.

"Tou-san mengerti, setelah selesai kau berlatih control chakra tou-san akan mengajarimu tehnik Rasengan tou-san padamu." Naruto menggelengkan kepalanya sedangkan Minato sedikit mengerutkan dahinya. "Aku tak begitu berminat dalam rasengan tou-san, aku lebih memilih menciptakan jutsu andalanku sendiri dari pada menggunakan jutsu yang sudah ada." Minato tak kuasa mengembangkan senyumnya dan membelai lembut rambut pirang Naruto tersebut, namun-

"NII-SAANNN!" Naruto sedikit terkejut saat mendengar teriakan dari dalam rumah, dia tahu siapa yang akan datang , bocah berambut merah darah yang dia panggil dengan sebutan Otouto tersebut kini sudah sampai dibelakang Naruto. "Nii-san, menurutmu aku harus sarapan atau tidak besok?" Naruto mengerutkan dahinya saat mendengar pertanyaan Menma barusan, sedangkan Minato dia tersenyum karena mengetahui apa yang terjadi.

"Apa maksudmu, kau perlu sarapan besok bodoh apa kau ingin terlihat seperti mayat hidup seharian besok?!" Menma mendecih kesal mendengar jawaban dari Naruto barusan, tapi jika dia fikir fikir lagi jawaban Naruto barusan memang benar dan- "Aku tahu sekarang, Kakashi-sensei memintaku dan anggota teamku tidak sarapan agar aku dan anggota teamku lemah agar dapat dengan lebih mudah mengalahkanku, cih pintar juga Jounin mesum itu."

Setetes keringat mengalir dipelipis Minato dan Naruto saat mendengar ucapan Menma barusan, tapi mereka sadar maksud Menma barusan. "Tumben kau pintar Menma, biasanya kau lebih memilih menggunakan otot dari pada otak." Sindiran dari Minato barusan sukses membuat Menma pundung dipojokan dengan aura hitam yang menyelubungi hampir dua puluh lima persen tubuhnya.

"Tou-san fikir aku seperti Kaa-san." Dengan nada yang lemah Menma memberi sanggahan pada Minato yang saat ini tengah tertawa gugup seperti biasa namun-

"Gen yang kau miliki lebih condong kearah Kaa-san, dan gen yang aku miliki lebih condong kearah Tou-san, maka dari itu aku lebih pintar dari kau Menma dan fisikmu lebih kuat dariku-" Menma tertawa keras saat mendengar ucapan dari Naruto barusan, namun-

"-Maka dari itu kau lebih seperti Kaa-san, menggunakan otot dulu baru otak, ya walau memang kau sangat sangat jarang menggunakan otakmu hehe."

"Betul kata Naruto, Menma." Naruto dan Minato nampak mengadu kepalan tangan mereka, bullying yang mereka lakukan pada Menma berdampak besar pada-

"Jadi, inti dari pembicaraan kalian itu adalah aku dan Menma itu bodoh begitu." Naruto dan Minato merasakan aura yang menakutkan dari depan mereka dan benar saja. "Ya itu benar Kaa-san, dua makhluk kuning yang ada didepan ini menghina aku dan Kaa-san, mengatai aku dan Kaa-san itu bodoh benar itu." Dan malam yang panjang dilalui Naruto serta Minato yang harus tidur ditemani dinginnya udara malam diLUAR RUMAH.


SKIP TIME

.-.

Pagi hari telah kembali diKonohagakure, Naruto dan Menma saat ini telah tak berada dirumah mereka, tepatnya mereka kini telah berangkat menemui sensei mereka masing masing, Naruto kini telah berada diatas patung wajah Shodaime-Hokage sedangkan Menma tengah berada diTraining Ground tujuh bersama kedua anggota teamnya.

"Yo Naru, maaf aku terlambat." Naruto melihat siapa yang datang nampak tersenyum kecil. "Tak apa Shisui-sensei, ah ya aku sudah dapat berjalan diatas air walau masih sedikit kesusahan." Shisui nampak kagum dengan kegigihan Naruto, walau dalam jangka waktu satu hari dia sudah dapat sedikit menguasai control chakra.

"Jika begitu lebih baik kau membuat sepuluh bunshin Naruto, lima diantaranya gunakan untuk berlatih meditasi guna mengontrol emosimu, lima lainnya gunakan untuk menguasai jutsu yang akan aku ajarkan nanti dan kau berlatihlah control chakra bersamaku, kau sudah tahukan keistimewaan Kagebunshin?" Naruto mengangguk menjawab pertanyaan dari Shisui barusan, dan dengan segera dia membuat sepuluh kagebunshin dengan sempurna.

"Kalian telah mengerti tugas kalian, ikuti bunshin Shisui-sensei dan berlatihlah!" Semua bunshin Naruto mengangguk mengerti dan dengan cepat pergi bersama Shisui. 'Buat empat bunshin lagi gaki, aku dan Scorpion akan masuk kedalam bunshinmu dan melatih dua bunshinmu yang lainnya.' Naruto mengangguk dan segera membuat dua bunshin lagi yang sukses membuat Shisui sedikit mengerutkan dahinya, namun-

'Aku dan dia adalah Spirit Naruto, aku akan melatih bunshin Naruto agar dapat menguasai beberapa tehnik yang kami miliki, kau focuskan saja melatih control chakra Naruto.' Shisui sedikit tersentak kaget namun setelahnya dia tersenyum dan mengangguk mengerti, bunshin Naruto yang dirasuki -_- oleh Sub Zero dan Scorpion pun menghilang setelah menyentuh pundak dua bunshin Naruto yang lainnya.

Shisui nampak terkejut saa melihat bagaimana kedua Spirit Naruto tadi menghilang, mereka meninggalkan jejak berupa butiran es dan beberapa batu magma. Namun Shisui tak ambil pusing dia tahu jika dari pengelihatannya tepatnya tatapan mata dari kedua Spirit Naruto barusan dapat dilihat jika mereka berdua adalah Ninja yang sudah melalu ribuan pengalaman bertarung dan kini dia mulai berfocus kembali pada Naruto.

"Baiklah Naru, ayo kita berlatih!"

"SIAP SENSEII!"


SKIP TIME

.-.

Lima hari telah terlewati dimulai saat pertama kali Naruto berlatih bersama Uchiha Shisui, guru pembimbing dari team Zero yang berisikan Naruto saja. Pagi ini Naruto tengah berada dirumah bersama dengan Uzumaki Kushina atau kini biasa dikenal dengan Namikaze Kushina, wanita cantik dengan rambut merah darah yang biasa disebut Akai Chiiso no Habannero saat berada diPerang Dunia Shinobi ke-tiga.

Jika kalian bertanya kenapa Naruto tak pergi untuk berlatih bersama Shisui, jawabannya adalah Shisui tengah melaksanakan misi untuk mengantarkan sebuah paket menuju perbatasan Konoha dan Suna, dan misi yang dia jalani saat ini adalah misi Solo, dimulai saat tadi malam, Naruto mendapatkan kabar dari salah satu Anbu yang dititipkan pesan oleh Shisui sendiri.

Oleh karena itu Naruto lebih memilik beristirahat dirumah dan memberikan sedikit waktunya untuk membantu Ibu tercintanya.

Untuk hasil latihan yang telah dia lewati selama enam hari dimulai saat hari pembagian team, Naruto sudah dapat dibilang cukup baik, dia sudah dapat menguasai Senjata Spirit dari Sub-Zero sampai kamar peluru kedua dari sembilan kamar pelurunya, cukup hebat memang dan mungkin Naruto harus berterima kasih pada Jutsu Kage Bunshin miliknya.

Untuk pedang Spirit milik Scorpion yang bernama Glory of Ten Power dia pun juga sudah menguasainya cukup, Scorpion bicara bahwa dia hanya butuh sampai pada level tujuh untuk dapat mulai belajar mode Inferno miliknya, sedangkan untuk Pistol milik Sub-Zero atau dia sebut dengan Nine Aisurumu Naruto hanya membutuhkan enam dari sembilan kamar pistol yang harus dia kuasai secara penuh.

Jika dilihat saat ini Naruto tengah membaca sebuah buku yang berisi berbagai jutsu jutsu berbasis elemen petir, api, dan air. Ya Naruto tengah berusaha menemukan jutsu jutsu baru buatannya sendiri, dia menginginkan sebuah tehnik yang sedikit menggunakan energi namun dampak yang didapat tak begitu besar, dia ingin jutsu yang menyerang korbannya dari dalam tubuh korban tersebut dengan luka dalam yang sangat mematikan.

Namun, sampai saat ini dia masih belum menemukan titik terang dari jutsu yang dia inginkan tersebut, sampai...

BRRAAKK

Naruto benar benar terkejut akan suara yang baru saja dia dengar, dengan sigap Naruto segera berlari menuju dapur dimana tempat sang ibu berada. Sampai disana, dia pun menemukan Kushina yang tengah bersiap dengan sebuah teflon serta sebuah nampan yang tengah dia pegang. "Kaa-san, ada apa?!" Naruto dengan cepat bertanya pada ibunya yang tengah dalam posisi siaga, Kushina yang mendengar pertanyaan Naruto barusan hanya menggelengkan kepalanya.

BRAK BRAK BRAK.

Mata Naruto dan Kushina seketika menajam saat mendengar suara yang berasal dari kamar Menma, Naruto bahkan telah mengambil sebuah kunai yang memang selalu dia bawa kemanapun guna berjaga jaga, sesampainya dipintu kamar Menma Naruto dan Kushina saling pandang seketika, dengan sekali tendangan kaki jenjang Kushina...

BRAK

Pintu kamar tersebut terbuka dengan lebar dan menunjukkan . . . Menma yang tengah melemparkan sebuah baju kekasur yang berada dikamar miliknya. Menma yang melihat Kushina dan Naruto berdiri didepan pintu kamarnya dengan senjata mereka hanya mengerutkan dahinya.

"Ada apa Kaa-san dan Nii-san disini." Naruto dan Menma hanya dapat menghela nafas panjang saat melihat siapa yang membuat suara gaduh siang ini, ya anak bungsu dari pasangan Minato dan Kushinalah yang menjadi penyebabnya, Namikaze Menma, dia tengah bersiap dengan tas pungung yang sudah berisi beberapa helai pakaian miliknya.

"Dasar adik bodoh, aku kira kenapa! Apa yang kau lakukan sampai membuat suara yang benar benar bising seperti itu hah!" Menma yang mendengar umpatan kakaknya tersebut hanya tertawa dengan tangan kanan yang dia gunakan untuk menggaruk tengkuknya yang pastilah tidak gatal sama sekali, Kushina yang melihat interaksi kakak beradik tersebut tersenyum kecil karena teringat saat saat mereka tengah dalam umur dua tahun dahulu...(?)

"Aku akan menjalankan misi Rank C Nii-san, kau tahu Rank C aku akan keluar desa untuk menjalankan misi!" Dengan semangat Menma memberi tahu tujuan yang sebenarnya dia mengorak arik kamar pribadinya tersebut, Kushina sedikit tersentak kaget mendengar jika anak keduanya tersebut akan menjalankan misi keluar desa, walau memang dia tahu Jounin pembimbing team tersebut adalah Jounin Elite Konoha tapi rasa khawatir tetaplah ada.

Naruto baru saja ingin membuka mulut guna bertanya pada Menma, namun hal tersebut didahului oleh Kushina. . . "Kau akan pergi kemana Menma? Dan misi seperti apa yang akan kau lewati?" Menma tampak menyeringai saat mendengar pertanyaan Kaa-sannya tersebut, Naruto yang sebenarnya ingin bertanya akan hal yang sama pun juga menatap penuh harapan jika Menma menjawab dengan cepat dan pastilah . . . . JUJUR.

"Aku akan pergi keNami no Kuni untuk mengawal seorang pembuat jembatan yang ada disana Kaa-san, dan kau Namikaze Uzumaki Naruto, kau tak boleh iri ya bwlekk" Sebuah perempatan muncul didahi Naruto saat mendengar ejekan adik tunggalnya tersebut, dia benar benar berniat memukul kepala adik kembarnya jikalau dia tak mendengar suara Kushina yang tertawa akibat ucapan Menma barusan.

"Cih, lihat saja sebentar lagi aku akan menjalankan misi berRank S jika aku ingin." Menma dan Kushina benar benar tertawa keras saat mendengar penuturan Naruto barusan, setelahnya Menma pun beranjak pergi dari rumah keluarga Namikaze setelah meminta izin pada Kushina dan Naruto. Dan hari ini dilalui Naruto dengan berlatih kembali ditempat kesayangannya, Hutan Kematian.


SKIP TIME

Pagi hari telah kembali, dan hari ini Shisui telah kembali keKonoha untuk melaporkan misi pada Yondaime Hokage, percakapan mereka dilalui lebih dari sepuluh menit, memang terdengar cukup penting tapi bagi author hal tersebut lebih baik kita lewati sampai pada bagian...

"Baiklah Shisui, aku memberikanmu misi dengan teammu untuk membantu team tujuh menyelesaikan misi yang awalnya hanya misi rank C kini berubah menjadi misi rank A." Shisui sedikit membulatkan matanya saat mendengar ucapan Yondaime tersebut, dia tak percaya jika misi yang tadinya memiliki rank C berubah menjadi rank A, namun dia masih tetap memperhatikan Yondaime yang menatap tajam kearahnya saat ini.

"Berarti aku harus membawa Naru-chan dalam misi ini?" Yondaime Hokage a.k.a Minato mengangguk menjawab pertanyan Shisui barusan, Shisui nampak mengerti akan apa maksud dari Minato yang ingin membawa Naruto dalam misi kali ini. "Kau pasti tahu maksudku bukan Shisui?" Shisui tersenyum seraya mengangguk menjawab ucapan sang Yondaime tersebut, bukan rahasia lagi jika Minato penasaran akan kekuatan anak sulungnya tersebut.

"Anda pasti ingin saya melihat kekuatan Naruto bukan Yondaime-sama, dan tenang saja saya pasti memberikan informasi akurat tentang kekuatan Naru-chan." Minato nampak tertawa saat mendengar pernyataan Shisui barusan, sedangkan Shisui hanya tersenyum pada Minato yang tengah kembali menatapnya.

"Dan kau jangan lupa menungguku saat mendapat kabar tentang kekuatan Naru-chan." Shisui dan Minato sedikit tersentak kaget mendengar suara yang baru saja terdengar dari ambang pintu kantor hokage tersebut, disana berdiri Hokage tertua yang tengah meniupkan asap dari pembakaran pada cerutunya, Shisui dan Minato tahu jika dia adalah Sandaime-Hokage yang memang hampir setiap hari berada diKantor ini.

"Tentu saja Sandaime-sama, anda pasti akan mendengar kabar akan kekuatan Naru-chan setelah ini." Sandaime dan Minato nampak tertawa kecil, setelahnya... "Baiklah Shisui, kau bisa menjemput Naruto dirumah dan tolong bawa surat ini lalu berikan pada Kotetsu dan Izumo." Shisui mengangguk lalu membungkuk untuk memberi salam pada sang Hokage, setelahnya dia menghilang bersama kepulan asap yang tertinggal diruangan tersebut.

Untuk beberapa saat Sandaime dan Yondaime nampak terdiam dengan fikiran mereka masing masing, mungkin beberapa ide untuk melihat kekuatan Naruto tengah terlintas difikiran mereka saat ini, namun tak berapa lama Yondaime kembali mengambil kertas kertas yang memang selalu menjadi musuhnya setiap hari.

"Kau nampak tertarik dengan kekuatan anakmu itu bukan Minato." Minato sedikit tersenyum mendengar ucapan yang terlontar dari mulut berasap Hiruzen barusan, Minato mengangguk menjawab pertanyaan Hiruzen barusan sembari dia memberi sebuah stempel pada salah satu kertas yang memang sedari tadi masih berada digenggaman tangannya.

"Pasti Sandaime-sama, sebagai seorang orang tua aku pasti sangat ingin tahu sejauh mana kekuatan anakku sekarang ini, terlebih lagi jutsu yang dia keluarkan saat ujian Genin beberapa minggu silam, jutsu yang dapat menjadi jutsu pertahanan sekaligus jutsu berbasis serangan itu sama sekali belum ada yang memilikinya, dan ucapannya jika dia lebih tertarik mewujudkan jutsu baru selalu terngiang dikepalaku, mungkin dia akan menjadi Shinobi yang hebat suatu saat nanti..."

Minato mentap langit langit ruang Hokage saat ini, dalam fikirannya dia sangat sangat penasaran akan apa yang Naruto bisa lakukan, Hiruzen yang melihat Minato hanya tersenyum seraya menghisap pipa tembakaunya. "Kau akan mengetahui dan melihat sendiri beberapa minggu lagi Minato, apa kau lupa jika bulan depan akan ada Ujian Chunin yang akan diadakan diKonoha, Shisui pasti akan mengikutkan Naruto kedalamnya."


At Kediaman Namikaze.

"Naruto! Jangan lupa membakar sampah yang ada disamping rumah!" Dari ruang tamu rumah yang bisa dibilang cukup mewah tersebut terdengar teriakan yang menggema cukup keras, suara perempuan tersebut berasal dari salah satu Kunoichi yang cukup menakutkan saat adana perang dunia Shinobi ketiga beberapa tahun yang lalu, ya dia Akai Chiso no Habannero atau biasa disebut dengan nama Uzumaki Kushina.

Perempuan cantik dengan rambut merah darah tersebut adalah Istri sah sang Yondaime Hokage saat ini, sekaligus orang tua atau ibu dari Namikaze Naruto dan Namikaze Menma, bocah kembar dengan sejuta bakat yang saat ini tengah menyandang gelar Genin, dan salah satu dari mereka Namikaze Naruto tengah mencuci piring didapur kediaman Namikaze ini, ya bisa dibilang ini adalah kegiatan sehari harinya, membantu orang tua pastinya.

"Siap Red Habannero!" Dari dapur terdengar balasan yang tak kalah keras dari suara perempuan tadi, Naruto membalas dengan semangat teriakan Kaa-sannya karena dia tahu pasti Kushina tengah tertawa mendengar panggilan dari Naruto barusan, dan benar saja satu detik setelah Naruto berteriak tersebut terdengar suara kikikan dari Kushina yang tengah mengepel ruang tamu rumah Namikaze ini.

Tak sampai lima menit Naruto telah menyelesaikan kegiatan cuci mencucinya, dan dia saat ini tengah berjalan menuju samping rumahnya guna membakar sampah yang sempat ibunya kumpulkan beberapa saat yang lalu, cukup banyak memang dan Naruto sama sekali tak membawa korek api sama sekali mungkin...

BWUUSH

Benar saja, energi Spirit miliknyalah yang dia gunakan untuk membakar sampah sampah yang terkumpul tersebut, dia kini tengah menepuk nepukkan kedua tangannya guna memberi tahu jika dia telah menyelesaikan tugas yang diberikan Kushina padanya, namun sebuah suara terngiang dipikiran Naruto...

'Cih, tak aku sangka jika kekuatanku hanya digunakan untuk membakar sampah!' Naruto hanya terkikik mendengar protes dari salah satu Spirit yang mendiami tubuhnya tersebut. "Kau tenang saja Scorpion-san, mungkin sebentar lagi aku akan mendapatkan misi untuk bertarung melawan musuh musuh dan aku pastikan kekuatan kalian berdua yang akan mendominasi pertarungan itu."

Setelah menyelesaikan ucapannya barusan Naruto berjalan menuju rumahnya guna sekedar mengambil air minum untuk menuntaskan rasa dahaganya, namun samar samar Naruto mendengar jika ibunya saat ini tengah berbicara pada seseorang, walau tak cukup terdengar jelas Naruto tahu jika yang tengah berbicara dengan ibunya saat ini adalah seorang laki laki.

"Naruto! Shisui mencarimu dia bilang ada misi yang cukup penting!" Mata Naruto nampak bersinar, Naruto tahu jika sebuah kata penting pastilah akan menjadi sebuah misi yang menantang ataupun mengasikkan, dia dengan segera berjalan kedepan rumahnya guna menemui Shisui yang mungkin tengah menunggunya disana, dan benar saja sesampainya Naruto disana dia telah menemui Shisui yang tersenyum kearahnya.

"Yo Shisui-nii, misi seperti apa sampai sampai kau bilang ini misi penting."

"Seperti biasa, kau langsung bicara pada intinya saat mendengar kata misi yang penting..." Naruto hanya tersenyum lebar seraya menggaruk tungkuk kepalanya yang pastilah tidak gatal saat ini, dia tahu mungkin kebiasaannya yang satu ini harus sedikit dia kurangi. "Hehe, baiklah baiklah lebih baik Shisui-nii segera beri tahu aku." Shisui mengangguk mengerti.

"Kita akan pergi keNami no Kuni untuk membantu team tujuh menjalankan misi, misi mereka yang tadinya adalah misi rank C kini berubah menjadi misi rank A karena mereka bertemu dengan salah satu Missing-nin Kirigakure." Mata Naruto dan Kushina tak kuasa untuk tak membulatkan mata mereka saat mendengar penjelasan Shisui barusan, Missing-nin dengan rank A tak bisa diremehkan.

"Bagaimana bisa!" Kushinalah yang berujar sedemikan rupa saat mendengar penjelasan Shisui barusan, bahkan aura merah nampak mulai menguar dari tubuh Kushina saat ini, dia tahu jika team tujuh adalah team yang ditempati anak bungsunya, dia sangat tak menginginkan jika Menma kenapa napa mana ada seorang ibu yang ingin anaknya terluka.

Aura yang dikeluarkan Kushina sedikit membuat Shisui menelan ludahnya berat. "Maafkan aku Kushina-sama, namun anda bisa sedikit tenang disana ada Kakashi yang menjadi Jounin pembimbing team Tujuh." Shisui sedikit merasakan apa itu rasanya takut saat melihat Kushina yang hampir masuk kedalam mode Habanneronya, jikalau dia membawa pedang mungkin ketakutan Shisui bisa menjadi dua kali lipat.

"Grr, jika terjadi apa apa pada Menma kau harus siap Naruto jika makluk kuning yang kau panggil Tou-san itu harus babak belur saat itu juga!" Keringat sebesar butiran jagung menetes mendengar ucapan dari ibunya barusan, namun Naruto hanya tertawa hambar menanggapi ucapan ibunya barusan, sedangkan Shisui, walau dia Uchiha tapi apa yang terjadi didepannya sedikit membuatnya takut.

"Kaa-san tenang saja, aku akan menjaga Menma sebagai kakak dan sebentar lagi akan ada dua Jounin Elite Konoha yang akan menjaga dia." Aura yang tadi menguar dari tubuh Kushina mulai mereda mendengar kata kata yang menenangkan dari Naruto barusan, Kushina pun mengangguk menanggapi ucapan Naruto barusan.

"Baiklah lebih baik kita pergi Shisui-sensei, aku sudah menyiapkan barang barang saat mendengar ucapan penting dari Kaa-san tadi." Shisui mengangguk mendengar jawaban Naruto barusan, mereka berdua pun segera berpamitan guna menjalankan misi yang akan segera mereka emban kali ini, misi yang akan membawa nama Spirit Shinobi melenggang diseluruh dunia perninjaan.

.

.

.

.

.

.

To Be Continue...

Gaje ya :v saya sudah berusaha semaksimal mungkin hehehe, dan semoga chapter ini lebih baik dari chap sebelumnya, serta jangan lupa untuk meninggalkan jejak '-')/

.

.

.

.

.

.

.

~.~ Froozo Out ~.~