A/N: Ok, makasih atas reveiw kalian. Maafkan saya atas kesalahan saya. Ini ffic emang rada sinting kok. (kok bangga?). OK, lanjut.


Genre: Humor/Fantasy/Action (sebagian kecil)

Disclaimer: Mana Khemia series © GUST & NISA, Ar Tonelico series © Bandai Namco, GUST & NISA

Warning: Jangan dianggap serius, budaya campur (Asia (Indonesia, Jepang, Cina dll) & Eropa), karakter ngaco, adegan yang tidak masuk akal, dan bahasa yang tidak baku.


Chapter 3: Meeting of The 4 Chronicles


Reicher akhirnya dapat bernafas lega. Begitu juga dengan Ayatane & Anna. Mereka lega karena adiknya bebas dari hukuman karena tidak mengerjakan PR Matematika, Fisika, Kimia, & Biologi.

"Woy! Cut! Balik ke awal!" Teriak sang Author.

Mereka lega karena Reicher bebas dari hukuman yang dikarenakan Reicher memutilasi & mengubur senjata-senjata itu hidup-hidup. Ayatane & Anna langsung menghampiri Reicher.

"Fiuh... untung hukumannya geje..." kata Anna lega

"Gundulmu cepot kuwi! Yang aku dijemur itu apa dong?" tanya Reicher yang udah matang.

"Dan sekarang kamu matang..." kata Ayatane sambil menyembunyikan tawanya. Reicher mengetahuinya duluan.

"Ngapain ente ketawa?"

"Nggak... hahaha... cuma, lucu aja..." jawab Ayatane sambil tertawa kecil.

"Grh! Anyway, apa kita bilang soal ini ke ortu?" tanya Reicher kesal.

"Mending jangan. Tunggu saatnya tepat saja..." kata Anna. "Oh, Reicher, kamu kan gosong. Nih, pake lulur bengkoang ane." Lanjutnya sambil mengeluarkan lulur bengkoangnya. Wajah Reicher langsung memerah.

"Kenapa?" tanya Anna bingung.

"Masa'... laki-laki luluran...?" tanya Reicher balik masih dengan wajah tersipu.

"Udah, cepet luluran sana! Beruntung Anna mau nolongin kamu!" perintah Ayatane. Reicher langsung ngacir ke kamar mandi dan luluran disana.


Sementara itu, kita lihat dulu Putri Ulrika dan rombongannya yang sedang menuju Dieng.

Raze, Puniyo & Yun sedang jalan santai keliling desa untuk melihat kondisi rakyatnya. Tiba-tiba Ulrika menabrak Raze dan mereka langsung jatuh ke tanah. Pepperoni, Yun, Leyka, Uryu, Gotou, & Puniyo langsung kaget melihat mereka jatuh. Puniyo & Goto pun menghampiri Raze & Ulrika yang jatuh ke tanah.

"Puniii! Puninipuni? (Kakak Raze! Kakak baik-baik saja?)" Panik Puniyo.

"Ulrika! Kau baik-baik saja?" Panik Gotou. Beberapa menit kemudian, Ulrika bangkit duluan, sedangkan Raze belakangan karena Ulrika menindihnya tadi. Mereka memegang kepala masing-masing.

"Punini? Puniiiiii~! (Kakak Raze? Syukurlah kakak baik-baik saja~!)" girang Puniyo.

"Ulrika! Syukurlah kamu baik-baik saja... makanya... hati-hati dong..." kata Gotou dengan suara lembut karena Ulrika adalah seorang wanita. Gotou kan Playboy *Author ditendang Gotou*

"Uhh... aku gak apa-apa..." kata Ulrika.

"Aku... keberatan..." kata Raze. Ulrika pun melihat Raze.

"Hei! Kalo mlaku mbok yo liat-liat toh!1" marah Ulrika.

"Kamune seng ati-ati! Kecepatanmu yo mbok kontrol toh! Moso' ono' orang lagi mlaku langsung mbok srodok?!2" bentak Raze balik.

"Sopo seng nyuruh kamu mlaku!? Wes ngerti keadaanne gawat!3" bentak Ulrika.

"Gawat? Dawet* ora? Wes ngono kamu berat pisan!4" bentak Raze. Yang lainnya hanya bisa cengo melihat pangeran & puteri yang bertengkar ini.

"Hei, memangnya ada apa sih?" tanya Pepperoni.

"UDAH LOE DIAM AJA!" bentak mereka berdua. Pepperoni langsung mojok.

"Tuan Puteri Ulrika! Sekarang bukan waktunya untuk bertengkar!" Bentak Leyka. "lihat, semua orang mengerumuni kita!" sambungnya sambil menunjuk orang-orang yang melihat mereka. Raze kaget karena yang menabraknya adalah seorang puteri.

"Maaf..." Ujar Ulrika sambil menunduk. Lalu Leyka menolong Raze untuk berdiri.

"Terima kasih banyak karena telah menolongku." Ucap Raze.

"Ah, tidak apa-apa... oh, tolong maafkan saudaraku ini ya? Dia agak panik waktu itu... gara-gara kerajaan kami diserang..." papar Leyka.

"Puni? Puninii? Puniipunii?" tanya Puniyo.

"Apa yang dia katakan?" tanya Leyka.

"Dia menanyakan siapa yang menyerang kerajaanmu." Kata Raze menerjemahkan ucapan adiknya.

"uhm... kalo gak salah... pasukan putih-kuning..." kata Leyka ragu-ragu.
"Jadi dia kembali lagi..." gumam Raze. "Light Mana...". Raze kembali melamun jika kata 'Light Mana' disebutkan.

"Halo?" Tanya Leyka

"Oh, iya. Maaf, saya melamun. Ngomong-ngomong, kita belum kenalan kan?" Tanya Raze ramah. "Nama saya adalah Razeluxe Aurelius dan ini adik saya, Puniyo Aurelius." Katanya sambil memperkenalkan dirinya dan Puniyo. "Dia Yun, pelayanku." Sambungnya sambil menunjuk Yun.

"Punii!"

"Dia bilang 'senang bertemu denganmu!'," Ucap Yun. Ulrika langsung kaget karena orang yang ditindihnya adalah anak dari Prabu Vayne Aurelius.

"Saya Leyka Trulywaath. Ini Ulrika Rosenkrantz, Gotou Rosenkrantz, dan Pepperoni." Ucap Leyka sambil menunduk & memperkenalkan yang lainnya juga.

"Aahh... maaf ya, Raden Razeluxe... saya tidak sengaja nabrak..." kata Ulrika gagap.

"Panggil saja saya Raze. Tidak apa-apa kok." Katanya sambil tersenyum. Melihat pangeran 1 ini tersenyum, Ulrika & Leyka langsung bling-bling selama 30 menit.


"Hei, kalian kenapa?" tanya Raze.

"Ah? Ng... nggak apa-apa... Cuma, kami butuh tempat tinggal... bukannya kerajaan kita mengadakan aliansi?" kata Ulrika.

"Iya, memang." Jawab Raze. Mereka membisu selama beberapa saat. Leyka merasakan aura aneh keluar dari Raze, yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa. Apakah... dia salah 1 pemilik ke-4 senjata legendaris itu? Uryu pun mulai merasakannya juga. Bahkan Uryu bisa merasakan 3 pemilik senjata lainnya tidak jauh dari sini. Puniyo mulai memperhatikan Leyka & Uryu yang sepertinya memerhatikan kakaknya terus.

"Uuhh... Uryurika... Weyka..." kata Uryu.

"Oh, maaf, Raden Raze, kami permisi dulu." ujar Ulrika kemudian dia lari dari Raze bersama kelompoknya.

"Punipuniiniii... (Perasaan, Leyka & Uryu memperhatikan kamu terus deh...)" kata Puniyo pelan.

"Iya... apa... mereka tahu kalo aku salah 1 pemilik senjata legendaris itu?" gumam Raze.

"Jangan-jangan..." gumam Yun. Merekapun melanjutkan jalan-jalan mereka.


Mari kita lihat Reicher.

Reicher keluar dari rumah untuk menemui Ayatane & Anna. Kulitnya sudah kembali jadi putih seperti sedia kala.

"Buset nih lulur dikasi apa? Kok aku begitu pake langsung jadi putih gini?" tanya Reicher. Dengan sekejap, dia langsung dikerubungi cewek-cewek sekampung. "Sampai-sampai aku dikerubungi pula..." keluh Reicher.

"Ehehe... ane gak tahu... nyak ane yang beliin..." kata Anna sambil menggaruk-garuk kepalanya. "Oh, Ayatane, kamu pake juga ya~!" tawar Anna.

"Untuk apa?" tanya Ayatane bingung.

"Ini kesempatanmu! Cepet sana!" ujar Anna sambil mendorong Ayatane & memberikan lulur ajaib itu kepadanya. Ayatane pun bergegas luluran di kamar mandi.

"Reicher..." pikir Anna. Tiba-tiba Anna melihat 3 siluet samar-samar. 1 warna merah, 1 sosok yang kecil, & 1 lagi berwarna biru. Sosok itu semakin dekat... dekat... dekat... dan akhirnya Anna bisa melihat siapa mereka. Ya, mereka adalah Pangeran Raze, Putri Puniyo, & Yun. Anna juga mendengar percakapan mereka samar-samar.

"Hm? Siapa tuh? Kok kayaknya tuh cowok dikerubungi?" tanya siluet warna biru.

"Hamba tidak tahu, tapi kita lihat saja." Kata siluet warna merah. Anna langsung memukul jidat sendiri karena dia malah membuat Reicher dikerubungi cewek.

"*sigh* kok malah jadi gini sih... WOY, REICH! Ada pangeran disini!" begitu mendengar perkataan Anna, semuanya langsung bubar jalan dan kembali ke habitat semula. Raze menghampiri gadis yang mirip dengannya, Anna. Mereka saling menatap 1 sama lain.

"Buset, ada cewek yang mirip gw!" kata batin Raze.

"Ternyata pangeran mirip denganku..." kata batin Anna. Anna pun mulai berimajinasi. Mari kita nge-Dive di Cosmosphere Anna ini (Emangnya Anna Reyvateil? *langsung dibelah 600 bagian ama Anna*). Di dalam cosmo- maksud saya imajinasi Anna ini, Anna menganggap Raze adalah adiknya. Kemudian dia berimajinasi lebih jauh, dan hal-hal yang tidak penting dalam imajinasi gadis pengkhayal satu ini. Di dunia nyata, Anna melamun sampai-sampai dilihati semua orang termasuk Raze, Reicher, & Ayatane.

"Anna... bangun..." kata Reicher. Anna langsung kembali ke dunia nyata setelah pergi ke dunia imajinasinya alias sadar. Anna langsung kaget begitu melihat banyak orang mengerumuninya.

"Ada apa nih? Kok banyak orang mengerumuni...?" tanya Anna.

"Kamu tuh melamun dari tadi. Bahkan sang pangeran tadi ngelihatin kamu terus dari tadi." Kata Ayatane. Wajah Anna langsung memerah begitu mendengar itu, malu karena sang pangeran tahu kalo dia adalah seorang pengkhayal tingkat tinggi stadium 10 (Buset, tinggi amat.).

"Maafkan hamba..." kata Anna. Semuanya langsung bubar dan kembali ke habitat semula lagi.

"Tidak apa-apa..." Kata Raze lembut. Melihatnya Anna langsung mimisan.

"Cut! Backward 2x!" Perintah sang author.

Melihatnya Anna langsung memerah. Yah, siapa sih cewek yang gak mau dimaafin ama pangeran yang lembut satu ini? *Author dilempari panci ama Raze*. Tiba-tiba, Keris Reicher, Kujang Ayatane, & Clurit Anna beresonansi dengan Golok Raze. Keempat remaja itu kaget melihatnya.

"Jadi..." kata Reicher.

"Yang mulia..." sambung Anna.

"Pemilik Golok of Light...?" tanya Ayatane. Raze langsung bingung dengan 3 remaja ini.

"Punipunini!" bentak Puniyo. Mereka tidak mengerti apa yang dikatakan anak kecil itu.

"Dia mengatakan: 'jangan membuat kakakku bingung!'," kata Yun menerjemahkan ucapan Puniyo.

"Tidak apa-apa... akhirnya... aku bisa menemukan ketiga pemilik senjata lainnya..." Kata Raze. Dia ingin menanyakan banyak hal soal senjata ini kepada mereka. "Ehm, apa kalian tahu sesuatu soal senjata ini?" tanya Raze. Reicher pun menjelaskan mimpinya semalam kepada Raze dari A sampe IV [Baca: I Ve] dan dari kolom 1 sampai kolom 65536 (loe kira MS. Excel?).


"Jadi kita tinggal mencari Soul Mana & IPD Maiden Reyvateil..." gumam Raze. "Sebenarnya tadi saya bertemu dengan seekor Mana yang selalu memperhatikanku sejak kami bertemu sampai kami berpisah..." tutur Raze.

"Mungkin itu Soul mana-nya, Raden." Kata Anna.

"Mungkin juga, tapi dia kelihatannya masih bayi... jadi kekuatannya belum diketahui... dan 1 lagi, Mana itu dimiliki oleh Putri Ulrika, anak kedua dari Prabu Roxis, aliansi kami..." Ujar Raze. Tiba-tiba Yun mengatakan bahwa Raze & Puniyo harus kembali ke istana. Raze & Puniyo pamit dari Reicher, Ayatane & Anna dan beranjak dari tempat mereka. Anna pun kembali ke rumahnya. Akhirnya tinggal Reicher & Ayatane saja yang disitu. Mereka pun memasuki rumah, menunggu orang tua mereka pulang.


Bersambung


Author: Akhirnya selesai~!

Raze: tumben pendek, biasanya panjang...

Author: Maaf, tugas numpuk, Raze-niichan. *Author langsung dihajar fans Raze* dan maaf juga, yang ini Humornya kurang...

Raze: hey, ada yang mau tanya.

Reader 1: Boleh tanya? Mir yang disini itu Mir yang mana?

Author: Mir yang kupakai disini adalah Mir dari AT2 alias Jakuri/Jacqli karena Jacqli lebih cantik, lebih pengertian, lebih berperikemanusiaan (Buktinya dia suka sama Croix), lebih humoris (dari skill memasaknya yang payah) & lebih baik daripada Mir (padahal mereka 1 orang yang sama.) *Author ditinju Jacqli + dikasi virus H1N1 ama Mir*

Jacqli: Deskripsi darimana tuh?

Mir: cih, Jacqli kan aku juga... dengar ya, Author. Aku gak pernah suka sama manusia, jadi kalo mau cari mati silahkan saja... Kamu sudah menghinaku, mencaci-maki aku, dan membuatku sakit hati.

Jacqli: whoa! Kok... dia disini?

Author: HAH? MIR ADA 2?

Jacqli: Gak mungkin... apa dia... Shadow-ku?

Mir: Aku gak percaya kamu menyukai manusia, Jacqli. Kenapa kamu menyukai Croix?

Jacqli: Karena... dia udah level terakhir di Cosmosphere-ku... Teehee...

Mir: Hmph, kok diriku yang 1 tahun kemudian jadi bego gini yah?

Jacqli: entah...

Author: WOY! 2 MIR YANG BERANTEM DISANA! Jangan berantem dong... *puppy eyes*

Mir: kamu pikir dengan jurus itu bakalan mempan?

Jacqli: Hei, sadar diri dong! Ini di studio!

Author: OK, Dictionary Time.

1 = Ulrika: "Hey, kalo jalan itu lihat-lihat dong!"

2 = Raze: "Kamunya yang hati-hati! Kontrol tuh kecepatan! Masa' ada orang lagi jalan santai langsung ditabrak?"

3 = Ulrika: "Siapa suruh jalan santai?! Udah tahu keadaannya gawat!"

4 = Raze: "Gawat? Dawet (sejenis es cendol) gak? Udah gitu kamu berat lagi!"

Cloche: wew, ternyata... Butler-nya Lily ganteng juga~!

Croix: Lalu aku? Bahkan istriku juga udah jadi Maid-mu! *nunjuk Mir berkostum Spirit Gunner yang sedang nyapu lantai kamarnya Cloche*

Jacqli: kenapa, Croix?

Author: Stop! Cloche! Ini giliranmu!

Cloche: ehem, Saudara-saudara! Demi kelangsungan hidup cerita ini, tolong di-review! Saran juga tidak apa-apa yang penting di-review! Ini untuk kelangsungan hidup kita!

Author: sok demokratis...

Cloche: *death glare ke Author*

Author: Iya~! Ampun!

Cloche: nah, gitu dong...

Lily: tunggu, urusan kita belum selesai.

Cloche: Mampus aku... Author~!

Author: ok. kita tutup dulu Gordennya karena 2 Lady ini. Ja Ne! Jangan lupa di-review ya~! Oh iya, yang bisa Hymmnos Pastalia hubungi aku ya!