WAT?! UDAH 6 BULAN?! YANG BENER?! ugh.. maafkan lah author yang sengklek ini, tapi ini fic ane buat untuk rehat sejenak kok, fic ane yang on Going sekarang rada serius sih... duh aku tak tau apa yang harus kukatakan, tapi intinya satu kalimat:
Maafkanlah saya, saya mohon maaf untuk para reader yang menunggu dan masih bertahan mengikuti... TwT
Dan juga, untuk warning dan disclaimer, karena bikin repot jadi gak usah ya~ btw ide chapter ini berasal dari percakapan ane dan species ane...
.
[Jika para Kisedai satu Sekolah, beragama islam dan tinggal di Indonesia]
Para pemuda Indonesia yang cakep bingits dan terkenal se antero dunia karena sebuah film berjudul "Kurokono Tasuke" walaupun saya tau ini dari plesetan anime lain tapi ya udahlah, saat ini sedang belajar kelompok mengerjakan tugas Matematika dari guru mereka tercinta yang harus di kumpulkan besok. totalnya 10 soal, ab-ab.
"Hei! Ayo ngerjain pr mat bareng yok!" ajak Aomine bersemangat 76 saat mereka lagi bergerumbul di pojok kelas
"Lu kesambet apa tong?" Kuroko membelalakkan matanya, begitu pula dengan yang lainnya
"Mungkin Dai-chan trauma dihukum guru..." ucap Momoi.
"Anjay lu muncul dari mana?!" teriak Aomine dan yang lainnya bener-bener gak sadar dia ada di antara mereka sejak tadi.
"Aominecchi trauma?!" kata kise dengan wajah 'wow aku tercengang'
"Aku di sini dari tadi! Kau-bukan, kalian saja yang selalu tak peduli akan keberadaanku!" kini Momoi depresi oleh perkataannya sendiri.
"Yah, selama pelajaran dia terus disuruh mengerjakan tugas 40 soal di kertas folio, dengan cara dan harus betul semua, lalu mengerjakannya duduk di lantai depan kelas"
'itu mah siksaan batin' pikir Kise, Kuroko, Midorima dan Akashi sambil ngebayanginnya
Beberapa saat kemudian...
Sekarang mereka berada di taman beserta buku, pensil, penggaris dan penghapus rekan mereka selain meja dan kursi. Dan mereka mengerjakan dengan tenang sekali bagai anak rajin. Beberapa dari mereka kepalanya mengepul asap.
Tanpa terasa adzan Ashar berkumandang
[Allahu akbar Allahu akbar!]
"Ayo cepat-ssu! Aku mau solat!" Kise menambah manuvernya
"Kayaknya ya barusan adzan... kau panik amat-nanodayo" komentar Midorima
"Ki-chan tidurlah, entar aku aja yang solat" kata Momoi
"Kise-chin gak usah solat...entar aku yang solatin..." sahut Murasakibara
"Kalau kau males mandi...tak mandiin deh.. aku kan anak yang berbakti..." sahut Aomine dengan senyum pancaran sinar matahari
"terus kalau Kise-kun malas ganti baju, aku gantiin, tapi pake kain kafan..." Kata Kuroko tak mau ketinggalan
"Aaa! Kalian jahat! Aku kan...!"
"Kalau kau malas jalan, akan aku gendong... pakai keranda sekalian... enak sambil tidur..." kata Akashi dengan senyum lembut.
"Huwee! Kalian jangan gitu dooong!" teriakan Kise semakin menjadi. Aomine ketawanya makin kenceng.
"ah, kalau kau mau petak umpet, akan kugalikan sebuah lubang untukmu, lubang yang nyaman sambai bisa kau buat tidur...setelah itu kucarikan papan biar tidak dingin" kata Kuroko menambahkan.
"Terus Ki-chan bisa berubah jadi ini de~" kata Momoi sambil mengatupkan telapak tangannya di atas kepala. Kayak kuncup hantu bungkus
"Kita temen yang baik hati, pintar, tidak sombong dan setia kawan kaan~" kata Murasakibara.
"HUWAAAA! STOP DONG! ENTAR KALO AKU DI HAJIPIN GIMANAAAA!" Kise semakin histeris dengan muka horor setengah mati.
"Udah, udah, Kise, Aomine, Murasakibara, cepat selesaikan tugas kalian-nanodayo" kata Midorima menengahi.
"Ahahahahah! Kalian teman yang durhaka! Dafuq kalian greget men!" Aomine kepingkal-pingkal.
"Hati-hati entar malem ada putih-putih yang melompat di kamar kalian" ucap Kuroko datar sambil memandang Kise dan Aomine yang seketika langsung berkeringat dingin.
"Atau mungkin yang dateng pasangannya, yang rambut menjuntai indah bagai rapunzel dan sering nyangkut di pohon...Hihihihihihi" kata Momoi sambil menggerakkan jemarinya dengan absurd dan mengedepankan rambutnya dan menyeringai
Aomine merinding, Kise peluk Midorima, Midorima mendorong mukanya jauh jauh
"Atau mungkin anaknya, yang sering gak pake baju, gak punya rambut dan pecicilan kesana-kemari... ngomong ngomong akhir akhir ini tuh anak gak mampir lagi... kenapa ya?" kata Akashi dengan kasualnya
"Mungkin doi mulai lelah-nanodayo" Midorima menjawab ngasal "GAK, INI KAPAN SELESAINYA KALO KITA GINI TERUS?! UDEH CEPET GARAP!"
"Tapi Midorimacchi-!" kise mau protes tapi di potong-
"Tak ada tapi nak, turuti kata ibumu" -oleh Aomine
"AOMINE! MATI!"
.
.
.
END(?) :v
