OWNED
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Byun Baekhyun, Park Chanyeol.
Warning : Boyslovers.
.
.
.
Kai menikmati wine merahnya dengan tenang seraya memperhatikan pemuda kecil yang tertidur dengan tangan dan kaki terikat di ranjang besarnya.
Seringaian bangganya tidak pernah terlepas dari wajah tampannya. Ia merasa sangat bahagia menemukan burung kecil yang tersesat di wilayahnya pada pesta malam itu, yang kini burung itu telah masuk ke dalam sangkarnya.
Kai akui, ia berterima kasih pada Baekhyun yang membawa burung kecil ini padanya.
Ah, mengingat dirinya yang ditenangkan oleh Kyungsoo, membuat ia tersenyum. Hanya Kyungsoo yang dapat mengerti dirinya, dan hanya dirinya yang mengetahui kesedihan dirinya.
Tapi Kai berjanji, ia tidak akan menunjukkan sisi lemahnya lagi pada siapapun, termasuk Kyungsoo. Cukup sekali, karena Kai memegang prinsip, kawan dapat menjadi lawan.
Senyuman lebar Kai nampak ketika melihat peliharaan kecilnya bergerak dalam tidurnya.
"Ah sepertinya kesayanganku bangun."
.
.
.
Setiap manusia mengartikan bahwa lari dari masalah adalah pecundang, tapi menurut Kyungsoo, lari bukan berarti pecundang, tapi merupakan cara untuk mencari jalan yang lain.
Untuk apa menyelesaikan masalah dengan pikiran yang entah kemana. Bukanlah lebih baik lari sebentar dan kembali lagi untuk menyelesaikannya?
Hari ini, ingin rasanya Kyungsoo lari dari kenyataan. Kenyataan yang mempertemukan dirinya dengan Kai. Jika ia bisa berlari ke masa lalu, ia akan memilih untuk kembali pada saat dirinya memasuki kamar Kai.
Dirinya ingin mengubahnya untuk tidak memasuki kamar pemuda itu. Namun untuk masalah kali ini, ia tau bahwa ia tidak bisa berlari.
Tidak, ketika pemuda tan itu mengclaim bahwa Kyungsoo adalah miliknya.
Kyungsoo berdecih mengingat kata-kata Kai saat mereka sedang berpelukan. Dan itu merupakan penyesalan keduanya. Tidak seharusnya ia berbaik hati menenangkan pemuda brengsek itu, jika dirinya harus berakhir menjadi tahanan.
"Sampai kapan kau akan melihatku? Dan mau sampai kapan kau mengikatku, bajingan?!"
Kyungsoo mengeluh saat kaki dan tangannya mulai sakit karena ikatan tali yang begitu kuat. Ia tidak masalah sebenarnya dengan dirinya yang terikat, tapi masalahnya adalah dirinya terikat dalam posisi yang merugikan untuknya.
Setiap kaki dan tangannya diikatkan pada sudut-sudut ranjangnya, yang membuat kakinya terbuka lebar. Itu merugikan Kyungsoo karena Kai dapat dengan bebas menatap tubuhnya.
Jangan lupakan semenjak Kyungsoo terbangun, ia mendapati Kai sedang tersenyum lebar kearahnya, dan tatapannya tidak pernah beralih dari dirinya, ingin rasanya ia mencolok kedua bola mata Kai. Jujur, tatapan Kai sangat creepy.
Terkutuklah si brengsek Kai.
"Sampai aku bosan memandangmu. Ah tapi seperti aku tidak akan bosan, kau terlihat menggairahkan."
"Brengsek, cepat lepaskan aku! Aku akan adukan ini pada Baekhyun."
Kai tersenyum menatap wajah Kyungsoo yang sudah memerah, menahan emosi.
"Kau sangat lucu, ia tidak akan berani denganku. Ah jangan menatapku dengan wajah merahmu itu, aku jadi berpikiran kotor."
"Kapan kau tidak kotor? Kulitmu saja terlihat kotor."
Kai tertawa terbahak-bahak, sedangkan Kyungsoo mengernyitkan dahinya, ia baru saja menghina pemuda tan itu, tapi yang dihina justru tertawa seperti orang gila.
"Kau mulai berani padaku, kukira saat pertama kali bertemu, kau seperti anak kucing yang penakut."
Kyungsoo tidak menanggapinya, ia hanya membuang pandangannya kearah lain, dirinya sudah lelah menjawab ucapan Kai.
Namun, tidak berapa lama, Kyungsoo merasakan sebuah tangan yang berusaha melepaskan ikatan pada dirinya. Kyungsoo dapat melihat Kai yang sedang membuka ikatannya dengan santai.
"Kukira kau tidak akan melepaskanku." Kyungsoo menatap Kai.
"Kukira kau ingin aku lepaskan?" Kai mengehentikan kegiatannya, menatap balik Kyungsoo dan mengangkat satu alisnya mengejek.
"Cih, buka ikatanku."
Kai terkekeh pelan, tetapi tetap melepaskan ikatan pada kaki Kyungsoo.
Sebelum Kai melepaskan ikatan terakhirnya, tangannya bergerilya nakal mengelus kaki putih Kyungsoo, Ia baru sadar, Kyungsoo bahkan tidak mempunyai bulu kaki. Benar-benar pria bersih.
"Jangan menyentuhku!"
Kai masih tersenyum menyebalkan, ia masih belum melepaskan ikatan terakhir pada tangan kanannya. Pria itu justru meraba plester di lehernya yang Kyungsoo gunakan untuk menutupi tanda merah buatan Kai.
"Kenapa kau menutupinya?"
Kyungsoo tetap diam ketika Kai membuka plesternya dengan perlahan. Kyungsoo dapat melihat Kai yang menyeringai seraya meraba-raba tanda kepemilikannya pada leher Kyungsoo.
"Aku suka tanda ini, terlihat--indah."
"Kau menghancurkan leherku, kau tau? Warna kulitku jadi jelek." Kyungsoo mengoceh sendiri.
"Menghancurkan, aku suka kata itu.--" Kyungsoo mengernyit, tidak mengerti kemana arah pembicaraan Kai, ia hanya diam mendengarkan lanjutan kata-katanya.
"Lehermu saja kuhancurkan, apalagi kewarasanmu ketika kau kuhancurkan dari dalam."
"Bajingan." Kyungsoo menampar Kai dengan tangan kirinya. Wajahnya sudah memerah, menunjukkan emosinya diatas ambang batas kesabarannya.
"Aku sudah katakan padamu, aku tidak tertarik dengan laki-laki."
"Lepaskan aku, brengsek!"
"Jika kau tidak melepaskanku, biar aku sendiri yang melepaskan ikatanku." Kyungsoo hendak membuka ikatan pada tangan kirinya, namun terhenti ketika Kai menahan tangannya untuk bergerak lebih jauh.
Kai terdiam, Kyungsoo mengernyit sakit ketika Kai mencengkram pergelangan tangan kirinya dengan kuat, menancapkan kuku-kuku panjangnya.
Tanpa melepaskan cengkramannya, Kai menatap Kyungsoo dengan tajam, membuat nyali Kyungsoo menciut untuk beberapa detik.
"Kau tau Kyungsoo?--
"--Aku tidak suka diperintah." Tanpa Kyungsoo sadari, Kai naik ke ranjang dan menindih dirinya, jarak mereka pun sangatlah dekat, membuat hidungnya hampir bersentuhan.
Kyungsoo menahan nafasnya ketika merasakan nafas Kai yang sangat dekat dengan telinganya, membuat dirinya sedikit bergetar merasakannya.
"Aku lebih suka memerintah."
.
.
Di tempat lain, Baekhyun masih sibuk berjalan-jalan dengan Chanyeol. Pemuda itu merasa sangat bahagia ketika ia akhirnya bisa berduaan dengan pria yang ia sukai. Mereka baru selesai membeli hadiah yang katanya untuk sepupunya, namun sebenarnya tidak, ia hanya ingin berdua dengan Chanyeol.
Jika Baekhyun ingat, sekitar satu tahun yang lalu, Kyungsoo mempertemukannya dengan Baekhyun.
Baekhyun sempat mengutuk Kyungsoo karena Kyungsoo terlambat memperkenalkan teman kecil tampannya pada dirinya, dan saat itu juga Kyungsoo malah mengatakan bahwa Baekhyun sudah berpacaran. Ingin rasanya waktu itu dirinya menikam mulut Kyungsoo.
"Hei Baekhyun." Baekhyun mendongak kala Chanyeol memanggil dirinya.
"Sepupumu--bernama Kim Jongin?" Baekhyun mengerutkan alisnya. Darimana Chanyeol tau bahwa Kai bernama Jongin, padahal selama ini hanya dirinya dan keluarga tertentu yang mengetahui nama aslinya.
Setaunya, ia tidak berbicara tentang apapun tentang sepupunya itu selama diperjalanan dengan Chanyeol.
"Darimana kau tau?"
"Kyungsoo selalu bercerita." Chanyeol tertawa seraya mengibaskan poninya kebelakang.
Bohong.
Kyungsoo bahkan belum bertemu dengan Kai-- atau dia sudah, namun hanya dirinya yang belum bercerita padanya?
"Ah begitu ya, ternyata ia terlalu banyak bicara." Baekhyun tertawa terpaksa, mencoba menghilangkan pikiran negatifnya. Ia akan bertanya pada Kyungsoo nanti.
"Kita akan kemana sekarang?" Baekhyun bertanya pada Chanyeol, berharap pria itu akan mengajaknya berjalan-jalan lebih lama.
"Lebih baik kita pulang."
Baekhyun tidak bisa menyembunyikan kesedihannya ketika Chanyeol justru memilih untuk kembali.
"Hei, jangan sedih. Aku janji kita akan pergi lagi, ini karena aku ada pekerjaan, jadi aku harus kembali." Chanyeol mengacak rambut Baekhyun gemas dan tertawa ketika pemilik rambut mengerucutkan bibirnya.
"Kau berjanji?"
"Iya, aku berjanji. Aku akan mengajak Kyungsoo."
"Kenapa harus mengajak Kyungsoo?" Baekhyun menatap Chanyeol bingung, begitupun sebaliknya.
"Aku kira kau suka kita mengajak Kyungsoo?" Chanyeol justu balik bertanya.
Pemuda bermata sipit itu menghela nafasnya pelan,"Aku tidak masalah jika Kyungsoo ikut, mungkin akan lebih ramai."
"Bagaimana jika sepupumu juga ikut?"
Baekhyun kaku, ia bingung harus berkata apa, ia hanya membuka mulutnya tanpa berkata apa-apa.
Baekhyun harus mencari alasan. Ia tidak mungkin mengajak Kai. Bisa mati dia.
"Ta-tapi--"
"Kurasa akan lebih ramai dan seru kan?"
"A-aku--"
"Aku juga ingin berkenalan dengannya. Kurasa dia orang baik, karena kau sampai membelikannya hadiah."
Baekhyun masih terdiam, ia ingin berbicara, namun Chanyeol terus memotong ucapannya. Seperti tidak membiarkan Baekhyun untuk mencari alasan.
"Oke sudah diputuskan. Aku akan menjemputmu besok. Sekarang mari kita kembali ke mobil, ini sudah malam."
Bahkan sampai detik terakhirpun, Baekhyun hanya mengangguk pasrah.
.
.
Tbc
Hallo, siang semuanyaa. Apa masih ada yang baca? Terima kasih untuk kalian yang masih baca, selanjutnya aku akan update The Boy, semoga kalian sabar yaa, aku update kalo lagi mood...
Tolong maafkan jika ada typo atau pun cerita tidak menarik. Saranghae.
-zarry
