Mari Menginap!
.
.
.
Chapter 4
.
.
.
Siang itu, mereka ber-6 sampai dirumah Kuroko. Rumah yang terbilang sederhana, namun tampak rapi dan nyaman untuk ditinggali.
"Ehm, Tetsuya," sang Kapten menatap rumah Kuroko, "Apa cukup?" dan sang Bayangan langsung mengerti ucapan dari Akashi.
"Jika tidak keberatan, kau bisa tidur dikamarku, Akashi-kun," Ujar Kuroko, ah Anggota yang lain merasakan firasat buruk—Benar saja, Akashi menyeringai.
"Aku tidak keberatan, jika Kau tidur bersamaku, Tetsuya,"
Krik.
Kise bersiap mengomel jika saja Kuroko tidak segera berkata,
"Ah, baiklah Akashi-kun. Aku juga ingin tidur bersama Akashi-kun saja,"
Krik krik.
Jangkriknya sudah bertambah ternyata.
Anggota Kiseki no Sedai yang lain membatu; Akashi dan Kuroko sebenarnya memiliki hubungan seperti apa sih-?
"Ah, Kuroko!" sebuah suara yang asing tiba-tiba terdengar. Mereka menoleh; lelaki berambut coklat berdiri disana, "Ini titipan dari kaa-san untuk Ibumu. Katanya, ini semacam balas budi terimakasih karena ibumu sudah membantu kami tempo hari,"
"Furihata-kun, Ohisashiburi," ujar Kuroko. Ia menerima bungkusan yang disodorkan padanya, "sampaikan terimakasih kami kepada ibumu, ya"
"Ah, hai'... ano- Kuroko, siapa mereka?" tanya Furihata—sambil menatap anggota Kiseki no Sedai. Tiba-tiba, Kise ngeksis duluan,
"Kise Ryouta desu. Anak model, tampan, keren, ganteng, anak basket dari generasi keajaiban, terus te—JDAK! ADUH!" Kise mengaduh. Ditatapnya Aomine yang mengambil bola basket—yang terjatuh karena habis dibuat untuk melempari Kise, "BAKA, AHOMINECCHI, DASAR DAKIANq"
"SALAH SENDIRI, MAU MEMPERKENALKAN DIRI APA PIDATO SIH! DAN SIAPA YANG KAU PANGGIL BODOH?!" Manusia berkulit remang-remang tidak terima. Ia masih melanjutkan, "DASAR KEPUTIHAN, KEBANYAKAN MAKAN BEDAK? APA ITU ALAMI JADI PUTIH KARENA PANU?!"
Ckris.
Satu isyarat yang membuat semua bungkam seribu bahasa.
"Kalian tadi malem homoan sekarang tengkar? Jangan bercanda," ujar Akashi, kalem.
Kalem sih, tapi kalau megang gunting sama aja boong.
Akashi menatap Furihata, "Ah, maafkan teman-temanku ini, Furihata. Namaku Akashi Seijuurou," ujar Akashi. Furihata menatap Akashi sebentar, menatap mata dwiwarna milik Akashi—seolah terpana. Sedetik kemudian, Ia sepertinya tersadar untuk kembali ke dunianya.
"Furihata Kouki desu," ujarnya. Ia bersalaman dengan Akashi, lama—
Sampai tidak sadar bahwa seseorang menatap mereka dengan tatapan cemburu.
"Ah, maaf Furihata-kun tapi kami harus cepat masuk kedalam," Kuroko menyela, membuyarkan lamunan Furihata. Ditariknya lengan Akashi oleh Kuroko; dan terlepaslah genggaman Akashi dan Furihata, "Arigatou, Furihata-kun. Minna-san, ayo masuk,"
Dalam hati, Akashi merasa menang atas hati Kuroko.
.
.
JDUK.
"Kuro-chin, pintunya kependekan"
"Tidak, Murasakibara-kun. Kau yang ketinggian."
.
.
"Ah, Tetsuya. Okaeri," Seorang wanita tua terlihat turun dari anak tangga, menyambut Kuroko. Ia tersenyum, tampak cantik walau keriput menghiasi wajahnya. Kuroko tersenyum tipis,
"Tadaima—Ah, Obaa-chan, perkenalkan, Mereka teman-teman basketku yang pernah kuceritakan," Ujar Kuroko. Neneknya mengangguk senang,
"Souka. Ibumu tadi bilang kalau mereka mau menginap, kan? Obaa-chan akan siapkan futon untuk mereka. Tapi, sepertinya ruang tamu tidak akan cukup," ujar Nenek Kuroko. Kuroko menatap Akashi,
"Aku dan Akashi-kun akan tidur dikamarku saja," ujar Kuroko. Nenek Kuroko menatap Akashi—semacam tatapan curiga.
"Nenek takut kalian ada hubungan apa-apa,"
Krik krik krik krik.
Wah jangkriknya udah ngelahirin nanodayo—pikir Midorima
"Obaa-chan, kurasa tidak baik mencurigai cucu sendiri," Ujar Kuroko.
Enggak, Kalian memang harus dicurigai—pikir yang lain
Obaa-chan menghela nafas lega, "Obaa-chan hanya takut kalian yaoi. Sekarang banyak kasus gitu," ujarnya sambil tertawa .
Dia tertawa tanpa melihat bahwa Kiseki no Sedai membatu.
Jangan bilang bahwa cerita ini akan mengarah ke genre; Unforgivable Love.
Tidak, tentu saja tidak.
"Ah, nek. Memang apa yang akan kau lakukan jika Kurokocchi homo-ssu?" Sekarang Kise angkat berbicara. Sang nenek masih tertawa,
"Wah ada-ada saja. Nenek yakin kalau Tetsuya masih normal kok,"
Enggak nek.
Serius.
"Tapi kalau Tetsuya yaoi ya nenek terima saja, apalagi kalau suaminya kayak yang rambut merah itu. Kelihatannya cocok,"
Mampus.
Ternyata nenek kuroko memiliki benih-benih fujoshi.
"Ah, baiklah nek. Kalau begitu aku akan menjaga Tetsuya," Ujar Akashi. Akashi tersenyum dam Kuroko sedikit tersipu.
Sepertinya cinta mereka akan direstui, eh?
.
.
.
Malam telah tiba. Kuroko menggelar futon disamping kasurnya,
"Akashi-kun tidur dikasurku dan aku akan tidur di futon," ujar Kuroko. Akashi menatapnya datar dan hanya mengangguk. Akashi berbaring dikasur Kuroko dan memejamkan matanya lalu diikuti oleh Kuroko juga ikut berbaring. Ruangan itu terasa sunyi, tidak seperti suara yang berasal dari Ruang Tamu; terlampau ramai.
"...Tetsuya? Kau sudah tidur?" tanya Akashi sambil membuka matanya perlahan. Ditatapnya langit-langit yang gelap sambil menunggu jawaban dari Kuroko, namun nihil. Saat Akashi memutuskan untuk kembali memejamkan matanya, tiba-tiba terdengar suara
"Belum, Akashi-kun," dan Kuroko mendudukkan dirinya. Dilihatnya Akashi yang ikut mendudukkan dirinya juga,
"Bagaimana jika kita mengobrol sebentar?" tanya Akashi. Kuroko mengangguk lalu kelihatan berpikir—mencari topik yang bagus. Akashi tersenyum, "Kurasa, nenekmu sudah menyetujui kita walau aku tahu dia pasti akan tetap shock—lalu, bagaimana ya dengan ayahmu, ibumu dan ayahku..."
Kuroko menatap Akashi, datar. Namun perlahan senyum muncul diwajahnya, "Aku.. masih belum memikirkan itu, Akashi-kun," ujarnya. Akashi menatapnya, "Yang kupikirkan sekarang hanyalah.. Bagaimana agar bisa selalu bersama Akashi-kun, itu saja," Akashi tersenyum usil, lalu berkata,
"Oh, jadi itu sebabnya kau menarikku saat aku bersalaman dengan Furihata?" tanya Akashi—ingin menggoda Kuroko.
"Itu karena kalian bersalaman terlalu lama. Aku hanya—"
Ucapan Kuroko terputus.
Saat bibirnya yang ia buat untuk berbicara telah dibungkam.
Dengan bibir seseorang yang dia ajak bicara sedari tadi.
Manis—pikir Akashi.
Ciuman itu singkat dan tidak ada permainan apapun. Namun itu cukup, setidaknya untuk malam ini.
.
.
.
Hosh-hosh
Kise mengatur nafasnya yang memburu.
"A-Ahominecchi—"
"Sudah kubilang jangan panggil Ahomine dan—Apa kau habis dikejar hantu? Kau takut pada hantu? HAHA—"
"Hei kau berkata pada orang yang salah, Ahominecchi! Bukankah kau sendiri yang memelukku saat kau takut pada hantu?!"
"A-Apa?!"
"Sudahlah, ada yang lebih penting-ssu" Kise mengisyaratkan Aomine untuk mendekat; dan ia berbisik, "sepertinya Akashicchi dan Kurokocchi memang pacaran-ssu. Tadi aku lewat dan iseng mengintip kamar Kurokocchi dan ternyata mereka berciuman-ssu!"
"A-APA?!" untuk kedua kalinya, Aomine bilang apa.
"Huh, ternyata mereka memang ada apa-apa sejak awal-ssu!" lalu hening menyelimuti mereka. Fokus dipikiran masing-masing.
"Hei, Kise" dan kise menoleh kearah Aomine. Aomine menghela nafas, "Apa kau pikir, lebih baik kita juga menyusul hubungan mereka secepatnya?"
.
.
.
Akashi hari ini terlihat bersemangat.
Dan Akashi yang bersemangat itu menakutkan.
"Hei Daiki! Kusuruh kau lari 50 kali atau kusobek majalah pornomu!"
"Hei Shintarou! Jangan hanya diam disana atau kuhancurkan lucky itemmu!"
"Ryouta! Segera lari bersama Daiki atau Kuhancurkan karirmu!"
"Atsushi jangan hanya makan dan segera latihan atau kusita jajanmu selama sebulan!"
"Tetsuya, larilah lebih cepat dan kuberi kau Vanilla Milkshake."
Cuman Kuroko yang dibaikin ternyata.
Yang lain sakit hati atas perlakuan Akashi—dasar ibu tiri.
"Ah, Kuroko!" terdengar suara lelaki yang memanggil Kuroko. Lelaki itu berlari mendekati Kuroko dan menatap anggota Kiseki no Sedai yang lain, "Ohisashiburi,"
"Ohisashiburi," ujar yang lain. Akashi mendekati Furihata dan Furihata terdiam,
"Furihata, sedang apa kau kemari?"
"A-ah, ibu Kuroko menitipkan bekal kepadaku untuk kalian. Ini," ujar Furihata, lalu menyodorkan bekal itu ke Kuroko. Furihata dan Akashi berbincang-bincang dan..
Kuroko merasa cemburu.
"Ah, sudah jam segini! Aku harus pulang! Kuroko, Akashi-kun dan yang lain, sampai jumpa!" ujar Furihata. Kuroko menarik pergelangan tangan Furihata,
"Ngomong-ngomong Furihata-kun. Akashi-kun, milikku," Kuroko berbisik. Suaranya datar, namun terdengar jelas bahwa Kuroko kesal,
"Sampai jumpa, Furihata-kun,"
.
.
.
"Sekarang berarti kerumah..." ujar Midorima. Serentak semua menatap ke arah Aomine.
"Huh, baiklah. Ayo, kutunjukkan jalannya," ujar Aomine memimpin jalan, diikuti oleh Aomine
.
.
TBC~~
A/N: WAAAAH SELESAAAI. Dan bagian Murasakibara kejeduk itu saya dapet dari ai selai strawberry MAKASIH UDAH NGASIH IDEEE. Dan ini... maaf makin absurd—tapi garing, terus makin... menurun kualitasnya u_,u Tolong kritiknya onegaaaiii
Balesan ripiuw u_u)/
DevilFujoshi: Itu tetep latihan kok tapi memang gak ditulis xD mungkin karena memang gaada yang menarik di bagian itu—makasih reviewnyaaa
Ai selai strawberry: saya berterimakasih atas ide anda, juara! xD KISEDAI EMANG HOMO DAN AKASHI CE- /dilempar gunting/-terimakasih reviewnyaaa
Seijuurou eisha-chan: Wah gomeen u_u boleh kok saya mah terima dipanggil apa aja xD iya ya maaf ya u_,u tapi saya berterimakasih lho, saya juga jadi semangat buat nulis, berharap makin bagus dan baik. Jadi tolong berikan pendapat jujur anda, jika anda berkenan ^^)b makasih reviewnyaaa
Yui yutikaisy: iniiii he-he-he /krik. Makasih reviewnyaaa
Shiori Kurotsu: HORE ADA YANG NGAKAK /Author cium Akashi/ /di ignite pass kuroko/ iya tuh kakak ceweknya diem diem fujo :p ini rumah kurokonyaaa, gimana? AkaKuronya puas nggak?:")))) Makasih reviewnyaaa
LadySaphireBlue: AKASHI CE- /ditimpukbatubeneran. Iya nih iya YAOI IS ABSOLUTE /HUSH. Ini AkaKuronya gimanaa?:3 Gapapa asal situ seneng aja bacanya saya udah bahagia')) tapi reviewnya jangan jarang jarang ya /APA. Makasih reviewnyaaa
Kiria-nekatbikinfic: sejujurnya saya nggak tau mau bales apa... ini ya update-annya xD makasih reviewnyaaa
Kurosaki Yukia: Ini chapter 4 nyaaa, silahkan dibaca. Chapter 5? Waaaah nanti dulu hehe. Makasih reviewnya yaaa
Ichigo 'Momo' Citrusz: Mereka #DuoModus sih, sekalinya modus, gak ketulungan. Mau ikut ke rumah kuroko? Bayar sini ke pacarnya /tunjuk diri sendiri/ /dibunuh. Makasih reviewnyaaaa
Rahel-chan desu: ini kelanjutannya, rumah Akashi masih 2 chapteran mah u_u iyaaa makasih reviewnyaaa
Kisafuuma: yang ini nggak ambigu ambigu amat kok /sujud/ Aku ngebayangin gakupo kakaknya si murasakibara sih soalnya mukanya gakupo ga kayak om-om- /desh. Makasih reviewnyaaa
Mikkinekonyann: AkaKuro memang sesuatu apalagi kalo ada aku nyempil ditengah mereka /JANGAN. Makasih reviewnyaaa
InfiKiss: Masterpiece untuk ngakak itu apa tolong HAHA makasih ya i love u too:3 beneran nyempil itu mah Makasih reviewnya yaaa
.
.
Keep Review ya, kalian semangat saya buat ngelanjutin fic ini:')
