Tika memutuska untuk mengupdated ulang chapter ini karena ada beberapa yang harus dirubah. Jadi tika mohon maaf bukannya untuk ketidak nyamanannya. sekali lagi tika ucapin Gomenasai...

My Love My Friend

Chapter 4 : Best Friends

Author : atika chan

Naruto by Masashi Kishimoto

Pairing : NaruSasu

Genre : Friendship/Romance

Summary: Kehidupan Namikaze Naruto di sekolah barunya. Di hiasi dengan masalah pertemanan dan cinta. Serta masalalu yang selalu menghantuinya.

.

.

.

.

.


"Inspirasi terbesar,

Bukanlah dari membaca buku,

Bukanlah dari pertunjukan,

Bukanlah dari music yang di dengarkan,

Melainkan,

Dari pengalaman yang kau alami bersama orang-orang di sekitarmu…"

- Namikaze Naruto –

.

.

.

"Apa syaratnya?" Tanya Gaara.

"Kalian jangan pernah memberitahukan hal ini kepada siapapun dan yang paling penting adalah setelah kalian tahu tentang hal ini jangan sekalipun kalian berpikir untuk bersikap berbeda kepadaku. Karena aku paling benci orang-orang seperti itu, bagaimana?" jelas Naruto kepada mereka.

Sedangkan Gaara, Kiba, dan Chouji yang mendengarkan penjelasan Naruto saliang berpandangan, dan kemudian mereka dengan serempak memandang Naruto sambil memberikan senyum tulus mereka.

"Tentu saja kami setuju Naruto, kau kan teman kami juga." Jawab Kiba sambil memamerkan cengiran khasnya, dan diikuti oleh anggukan setuju dari Chouji dan Gaara.

"Hn. yang dikatakan Kiba benar Naruto, mulai sekarang kau adalah sahabat kami dan itu berarti kau juga termasuk bagian dari kami. Maka dari itu sebagai sahabat yang baik kami akan selalu mendukungmu dan membantumu. Kami tidak perduli kau siapa Naruto." Jelas Gaara dengan panjang lebar disertai dengan senyum kecil diwajahnya yang biasanya selalu datar itu.

Sedangkan Naruto yang mendengarkan penjelasan mereka hanya dapat tertegun tidak dapat berkata apapun. Ia hanya bisa menatap haru dan kemudian senyum kecil menghisi wajah tampan Naruto. Namun bukan senyum yang biasanya ia tampilkan didepan umum melainkan senyum tulus yang biasanya hanya ia berikan kepada keluarganya saja.

"Arigatou teman-teman." Ucap Naruto kepada Gaara, Kiba, dan Chouji.

"Itulah gunanya sahabat Naruto!" seru Kiba dengan semangat sambil memukul bahu Naruto.

"Sudahlah jangan dibahas, lebih baik kita lanjutkan pembicaraan kita yang tertunda tadi." Ucap Gaara sambil menatap Naruto yang sedang meringis kesakitan memegang bahunya yang baru saja menjadi sasaran pukul Kiba.

"Hahhh… baiklah karena kalian sudah memenuhi persyaratan yang aku ajukan tadi, maka aku akan memberitahukan semuanya kepada kalian." Kata Naruto sambil menatap mereka bertiga.

"Yang dikatakan Kiba tadi memang benar, aku adalah anak pemilik sekolah ini. Dan kalian pasti tahu, tidak semua orang bisa tahu siapa pemilik sekolah ini sebenarnya. Hanya orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi disekolah ini saja yang bisa tahu, dan hanya segelintir murid saja yang tahu tentang hal ini. Dan itupun yang mereka tahu hanya keluarga Namikaze merupakan salah satu donator terbesar di sekolah ini. kecuali murid tersebut merupakan pencari informasi hebat seperti kalian." Ucap Naruto sambil menatap mereka bertiga dengan intens.

"Hahahahaha… kau berlebihan Naruto, kami ini hanya mencari informasi yang kami butuhkan saja. Jadi kami tidak sehebat seperti yang kau katakan tadi Naruto." Kata Kiba salah tingkah mendengar pujian yang baru saja dilontarkan oleh Naruto.

"Dan kalian pasti bingung bukan, kenapa selama ini kalian tidak pernah mendengar pemimpin keluarga Namikaze memiliki seorang anak bungsu, yang selama ini kalian hanya mengetahui bahwa pemimpin keluarga Namikaze hanya memiliki satu anak tunggal yaitu Namikaze Kyuubi yang sekarang sedang menjalankan kuliahnya diluar negeri. Benar bukan?" Tanya Naruto kepada mereka bertiga.

"Ah! Benar juga ya, kenapa aku baru menyadarinya sekarang. Dan Naruto kenapa keberadaanmu selama ini dirahasiakan oleh keluargamu?" Kiba memandang Naruto dengan tatapan bertanya.

'Hahh… sebenarnya aku malas memberitahukan tentang hal ini, tapi karena sudah terlanjur sejauh ini, ya sudahlah.' Batin Naruto pasrah.

"Kenapa keberadaanku dirahasiakan? Kalian juga pasti tahukan keluarga Namikaze merupakan keluarga pebisnis dengan kesuksesan terbesar di jepang. Dan semakin besar kesuksesan yang didapat oleh keluargaku semakin banyak pula orang yang iri dan berusaha menjatuhkan keluarga Namikaze dengan berbagai cara, bahkan dengan cara kotor sekalipun. Oleh karena itu banyak lawan bisnis dari keluargaku mengirim orang suruhan untuk menculikku maupun kakakku untuk dijadikan Sandra dan kemudian menjadikanku dan kakakku sebagi senjata mereka untuk menjatuhkan keluargaku. Dan karena itu juga alasan kenapa kakakku sekarang dikirim keluar negeri untuk meneruskan sekolahnya dan keberadaanku dirahasiakan oleh keluargaku. Mereka takut orang-orang itu akan menculikku dan bahkan yang lebih parah mereka bisa saja melukaiku dan membunuhku." Jelas Naruto panjang lebar. Sedangkan Gaara, Kiba dan Chouji yang sedari tadi mendengarkan Naruto hanya dapat terdiam karena syok mendengar penjelasan yang baru saja Naruto katakan. Bahkan Chouji sampai melupakan kripik kentangnya saking syoknya.

"O-oh Naruto nasibmu tragis sekali" tutur Kiba kepada Naruto.

"Hahh… ternyata menjadi anak dari keluarga yang terkenal dan juga kaya raya tidak selamanya menyenangkan ya." Gaara pun yang baru saja tersadar dari rasa syoknya pun ikut berkomentar.

"Ternyata kehidupanmu sulit juga ya Naruto kraukk…" timpal Chouji sambil memakan kripik kentangnya yang tadi ia sempat lupakan.

"Hahahahaha… sudahlah respon kalian ini sangat berlebihan tahu. Lagi pula nasibku tidaklah seburuk yang kalian pikirkan. Positifnya orangtuaku jadi lebih memperhatikanku dan menyayangiku dari pada sebelumnya. Aku juga bisa mendapatkan lebih banyak teman tanpa takut mereka hanya ingin berteman denganku karena memandang nama keluargaku. Dan yang paling penting aku bisa berpergian kemanapun tanpa ada yang mengawalku dan mengawasiku." Kata Naruto sambil menampilkan cengiran lima jarinya kepada mereka bertiga. Mereka bertiga yang mendengarkan perkataan Naruto ikut tersenyum senang.

"Kau tenang saja Naruto, sekarangkan kau sudah memiliki teman seperti kami jadi kau tidak perlu khawatir lagi akan merasa kesepian. Jika kau merasa kesepian tinggal hubungi kami saja. Oke?" kata Kiba sambil merangkul bahu Naruto.

"Kau juga tidak usah khawatir tentang keselamatanmu mulai sekarang. Karena kita bertiga akan selalu melindungimu dan menghajar siapa saja yang berani mengganggumu mulai sekarang. Kraukk…" kata Chouji dengan percaya diri Sambil memakan kripik kentangnya entah untuk yang keberapa kalinya.

"Yang dikatakan Chouji benar. Kemampuan beladiri kami juga lumayan, terutama aku dan kiba yang merupakan anggota klub judo dan taekwondo dan chouji yang memiliki tubuh besar yang tidak mudah untuk di tumbangkan." Jelas Gaara sekaligus membanggakan kemampuan yang di milikinya.

Sedangkan Naruto, Kiba,dan Chouji hanya dapat sweetdrop mendengar penuturan Gaara.

'Hahhh… kenapa sekarang dia malah membanggakan dirinya sendiri sih.' Keluh Kiba dalam hati.

'Hahaha… ternyata mereka bertiga orang-orang yang unik dan baik hati ya.' Batin Naruto senang.

"Ternyata kalian adalah orang-orang yang unik ya. Gaara orang yang pendiam tapi terkadang bisa sangat cerewet, Kiba orang yang hiperaktif dan juga ceria, sedangkan Chouji pemuda gen-Hppmmmnn." Naruto tidak dapat menerusakan ucapanya Karen tiba-tiba saja ada sepasang tangan yang membekap mulutnya.

"Naruto! Kau jangan pernah mengatakan kata gendut di depan Chouji atau kau akan habis di tangannya kau tahu. Karena Chouji itu sangat sensitive kalau mendengar kata terlarang itu." Bisik Kiba panik, yang ternyata dialah yang baru saja membekap mulutnya.

Glek!

Naruto menelan ludah takut setelah mendengar perkataan Kiba yang sangat serius itu.' Aduhhh! Untung saja aku belum sempat meneruskan perkataanku barusan. Bisa mati aku kalau hal itu benar-benar terjadi' Batin Naruto panik.

"Kau tadi ingin mengatakan apa Naruto? dan kau Kiba kenapa kau membekap mulut Naruto seperti itu?" Tanya Chouji bingung melihat kelakuan teman-temannya.

"Ah! B-Bukan apa-apa kok Chouji, aku dan Naruto sedang bercanda saja. Y-ya kan Naruto ?"Jawab Kiba gugup sambil menyikut perut Naruto sebagai tanda untuk meng-iyakannya.

"I-iya benar kok. Hehehe…" Jawab Naruto meng-iyakan perkataan Kiba barusan sambil meringis memegang perutnya yang sakit karena terkena sikutan Kiba tadi.

Sedangkan Chouji yang melihat kelakuan aneh kedua temannya hanya dapat mengangkat bahunya tidak perduli."Hahh~ sudahlah. Kraukk…" Gumam Chouji dan segera melanjutkan acara makannya yang tertunda tadi.

'Fuhhh… untung saja.' Batin Naruto dan Kiba lega.

Gaara yang dari tadi melihat kelakuan teman-temannya hanya dapat menghelang nafas maklum sambil menggelengkan kepalanya. Walau kelakuan teman-temannya sangat kekanakkan tapi karena itulah dia memilih berteman dengan mereka. Karena menurutnya hanya merekalah yang cocok menjadi temannya, mereka tidak pernah memakai topeng ataupun berpura-pura dihadapan orang lain.

Mereka selalu menjadi diri mereka sendiri tanpa berusaha menutupinya sedikitpun. Mereka pun tidak segan untuk saling membantu satu sama lain. Mereka selalu berusaha dengan semaksimal mungkin dalam membantu teman-teman mereka yang membutuhkan bantuan.

Dan bagi Gaara yang merupakan anak bungsu dari keluarga Sabaku dan sang ayah merupakan walikota Suna yang otomatis membuatnya menjadi salah satu murid yang disegani disekolahnya. Dan karena itu pula Gaara sulit untuk memiliki teman maupun sahabat.

Dan dengan bertambahnya Naruto sebagai sahabat barunya, Gaara juga akan semaksimal mungkin membantu dan melindungi Naruto apabila ada bahaya yang mengancannya. Walau nyawa sebagai taruhannya Gaara tidak akan mudur karena sahabat akan selalu ada jika temannya senang maupun susah bukan? Gaara pun begitu, dia akan selalu ada untuk sahabatnya. Tidak peduli mereka sedang senang maupun susah dan itu juga berlaku untuk Naruto yang merupakan sahabat baru mereka.

"Oh ya Naruto! Katamu tadi kakakmu dikirim keluar negeri bukan? apa kau masih sering berkominakasi denagnnya sampai sekarang?" Tanya Kiba dengan penasaran.

"Tenang saja, aku dan kyuu-nii masih sering berkomunikasi kok. Sekitar seminggu yang lalu dia baru saja menghubungiku dan memberikan kabar tentang kuliahnya di Amerika. Dia juga sering menceritakan kepadaku tentang pengalamanya tinggal dan berteman dengan orang Amerika." Jawab Naruto dengan wajah senang.

"Sepertinya kau sangat dekat dengan kakakmu ya Naruto. Kraukk…" Kata Chouji kepada Naruto.

"Hehehehe… biasa saja kok, aku dan Kyuu-nii bahkan sering sekali bertengkar Cuma karena hal-hal kecil." Kata Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Hahahaha… kau bernasib sama denganku Naruto. Aku juga sering bertengkar dengan nee-chanku yang sangat cerewet itu." Kiba merangkul leher Naruto sambil memasang senyum prihatin. Sambil meratapi nasibnya yang hampir sama dengan Naruto. Sedangkan Naruto hanya mengangguk menyetujui perkataan Kiba.

"Oh ya Naruto dikelas tadi kau sempat bertengkar dengan Sasuke bukan. Memang ada masalah apa kau dengannya sampai bertengkar seperti itu?" Gaara tiba-tiba saja bertanya mengenai pertengkaran Naruto dan Sasuke tadi pagi. Naruto yang mendengar pertanyaan Gaara sontak saja memasang wajah kesal dan jengkel saat mendengar nama Sasuke yang baru saja disebutkan oleh Gaara.

"Benar, bahkan sampai Iruka Sensei marah seperti itu. Untung kau tidak sampai dikeluarkan dari kelas oleh Iruka Sensei. Karena Iruka Sensei itu terkenal tidak segan-segan mengeluarkan murid yang berbuat gaduh itu dari kelasnya. Kraukk…" Timpal Chouji sambil memasang tampang yang menyeramkan yang tentu saja tidak mempan dengan Naruto yang sudah terbiasa dengan sikap Iruka yang notabennya merupakan guru pembimbing Naruto saat di SJS dulu.

"ARRGhh! Jangan pernah sebut nama menyebalkan itu lagi didepanku!" Kesal Naruto mengingat bagaimana sikap sang Uchiha kepadanya tadi pagi.

"Memang kenapa Naruto? Apa saja yang dikatakan Sasuke sampai kau kesal seperti ini." Sungguh Kiba sangat penasaran apa saja yang sudah Sasuke katakan sehingga Naruto sangat kesal seperti ini sekarang.

"Kau tahu Kiba. saat tadi aku berkenalan dengannya dan mengajaknya berteman, dia hanya membalasnya dengan 'Hn' saja, bahasa alien mana coba itu. Dan yang paling membuatku kesal adalah dia menyebutku Dobe! Dalam seumur hidupku belum pernah ada orang yang berani memanggilku Dobe bahkan oleh orang tuaku sekalipun. Dan dia dengan santainya memanggilku Dobe tanpa rasa bersalah sedikitpun. Aku rasanya ingin sekali merusak muka datarnya itu." Jawab Naruto panjang lebar dengan penekanan pada kata 'Dobe' sambil memasang raut muka kesal.

Sedangkan Kiba, Gaara dan Chouji yang dari tadi mendengarkan penjelasan Naruto hanya dapat menghelang nafas maklum. Karena mereka tahu betul bagaimana sikap sasuke yang sangat terkenal dengan sifatnya yang sangat dingin dan jarang sekali berbicara. Dia hanya akan berbicara hal-hal yang menurutnya penting saja, dan apabila ada hal yang membuatnya terganggu dia tidak akan segan mengomentarinya dengan kata-kata pedas andalannya. Karena itu pulalah Sasuke diberi julukan pangeran es oleh teman-teman sekelasnya bahkan oleh satu sekolah, dan itulah yang terjadi pada Naruto pagi tadi saat berusaha berkenalan dengan Sasuke.

"Kau harus terbiasa dengan sikap Sasuke, Naruto. Dia itu termasuk murid terpopuler di sekolah ini. Hampir semua murid sekolah ini mengenalnya, bahkan banyak murid perempuan yang mendirikan Fansklub untuknya. Tapi itu semua tidak mengherankan sih, perempuan mana yang tidak terpesona melihat Sasuke. Memiliki wajah tampan di atas rata-rata, cool, kaya dan yang menjadi poin plusnya adalah Sasuke itu orang yang misterius. Bahkan tidak ada yang pernah melihatnya benar-benar dekat dengan seseorang." Terang Kiba yang notabennya merupakan teman satu kelasnya Sasuke sewaktu Junior High School.

"Apa siTeme itu tidak pernah telihat memiliki kekasih?" Tanya Naruto penasaran.

"Jangankan kekasih, teman saja dia tidak punya. Banyak anak yang ingin berteman dengannya tetapi selalu berakhir dengan anak itu yang sakit hati setelah mendenagra kata-kata pedas yang dilontarkan oleh Sasuke." Kata Kiba sambil meringis mengingat bagaimana nasib anak-anak setelah mencoba mengobrol dengan Sasuke. Kalau perempuan mungkin akan langsung menangis sedangkan laki-laki pasti pada saat itu juga akan menetapkan Sasuke sebagai musuhnya.

"Hahh… aku jadi ingat saat si Sakura memberikan surat kepada Sasuke dan ternyata surat itu adalah surat cinta." Ucap Gaara dengan tiba-tiba sambil mengingat kejadian yang terjadi seminggu yang lalu.

.

.

.

-Flashback-

.

.

.

Suasana kelas X-1 terlihat sangat ribut setelah beberapa menit yang lalu guru Matematika yaitu Sarutobi Kurenai meninggalkan kelas setelah bel istirahat berbunyi.

Terlihat remaja laki-laki dengan wajah tampan di atas rata-rata yang dilengkapi dengan sepasang mata hitam yang senada dengan dengan langit malam, dan dapat membuat siapa saja yang melihatnya seolah terhipnotis oleh lautan hitam tersebut. Dan jangan lupakan rambut yang berwarna dark blue menambah kesempurnaan paras pemuda tersebut.

Kalian pasti tahu siapa orang yang memiliki ciri-ciri seperti itu bukan?

Yap! Dia adalah Uchiha Sasuke sang pangeran sekolah. Ya walaupun dia baru saja menjadi murid disekolah ini beberapa hari yang lalu. Dia sudah sangat terkenal dikalangan murid kelas X. bahkan dikalangan murid senior sekalipun dia sangat terkenal, termasuk kalangan murid perempuan yang mengincarnya untuk di jadikan pacar.

Siapa yang tidak kenal dengan Uchiha Sasuke. Putera bungsu pasangan Uchiha Fugaku dan Uchiha Mikoto yang merupakan keluarga pebisnis terbesar kedua setelah keluarga Namikaze. Dia juga merupakan adik dari Uchiha Itachi yang merupakan lulusan terbaik diKonoha Internasional High School. Selain parasnya yang hampir sempurna Sasuke juga terkenal dengan kepintarannya. Dia bahkan memperoleh juara 1 saat mengikuti olimpiade Matematika. Sasuke juga membuktikan kecerdasannya dengan memperoleh nilai tertinggi saat pelaksanaan tes masuk KIHS yang terkenal sangat susah itu kemarin.

Jadi jangan heran apabila banyak murid perempuan yang mengincarnya dan mencoba menyatakan cintanya kepada Sasuke. Bahkan hampir setiap hari loker Sasuke selalu penuh dengan surat berwarna merah muda. Yang pada akhirnya semua akan berakhir ditempat sampah.

Walau pun begitu, semua perempuan itu tidak pernah kapok untuk mengirimkan surat cinta kepada Sasuke. Bahkan jumlah surat berwarna merah muda itu semakin banyak setiap harinya.

Begitu juga dengan murid perempuan yang satu ini, yaitu Haruno Sakura. Sakura merupakan salah satu murid cerdas yang dapat masuk dalam kelas X-A yang merupakan kelas unggulan yang berisi murid-murid yang berprestasi.

Dia merasa sangat beruntung karena bisa satu kelas dengan Sasuke yang merupakan pujaan hatinya sejak penerimaan murid baru kemarin. Dan dia sekarang bertekat untuk mengungkapkan perasaannya kepada Sasuke. Dan dia yakin Sasuke pun memiliki perasaan yang sama dengannya. Dan dia akan pastikan Sasuke akan menjadi kekasihnya.

Sakura pun dengan percaya dirinya mengampiri Sasuke yang sedang memandang keluar jendela.

"Sasuke-kun." Sakura pun mencoba memanggil Sasuke untuk mendapatkan perhatian darinya.

"Hn." Balas Sasuke tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela.

"Sasuke-kun aku ingin memberikan ini kepadamu, tolong dibaca ya!" Ucap Sakura dengan semangat. Dia yakin Sasuke akan menerima pernyataan cintanya ini.

Seketika kelas yang awalnya ramai berubah menjadi sunyi. Semua penghuni kelas memusatkan perhatian mereka kepada Sasuke dan Sakura sambil sesekali berbisik-bisik.

Karena merasa terganggu Sasuke pun akhirnya memutuskan untuk melihat siapa orang yang berani mengusik ketenangannya itu. Dihadapannya kini berdiri seorang murid perempuan bersurai merah muda yang terlihat sedang menunduk dengan wajah agak merona sambil menyelipkan rambutnya kebelakang telinga agar terlihat semanis mungkin didepan orang yang disukainya.

Sasuke sekarang ingat siapa perempuan ini, dia merupakan salah satu teman sekelasnya. Dia juga termasuk salah satu fansgirl yang mendirikan fansklub untuknya.

Perhatian Sasuke sekarang teralih kepada surat yang disodorkan kepadanya saat ini. Tanpa dibuka atau pun dibaca Sasuke tahu surat itu adalah surat cinta. Dan Sasuke paling malas kalau sudah berhubungan dengan surat cinta, karena Sasuke sendiri tidak peduli dengan yang namanya cinta. Menurutnya cinta itu adalah hal yang sangat merepotkan dan dia tidak percaya dengan yang namanya cinta.

Setelah sunyi beberapa saat akhirnya Sasuke memutuskan untuk mengambil surat tersebut dan membacanya dengan malas.

Surat yang berada digenggamannya saat ini menurutnya sama saja dengan surat cinta yang dia terima setiap hari dilokernya. Surat berwarna merah muda dan mengeluarkan bau parfum yang menyengat, yang membuat kepalanya sakit.

Setelah membaca isi surat tersebut yang menurutnya ditulis dengan lumayan rapi dari pada surat yang lainnya. Sasuke segera menghadap Sakura yang dari tadi menunggu jawabannya sambil tersenyum manis.

"Bagaimana Sasuke-kun apa kau menerimaku menjadi kekasihmu?" Tanya Sakura dengan percaya dirinya.

"Memang apa yang kau miliki sehingga berani menilai dirimu pantas menjadi kekasihku?" Sasuke bertanya kembali kepada Sakura, sambil memandang Sakura dari atas sampai bawah dengan pandangan dingin dan meremehkan.

"A-Aku- " Sontak saja senyum yang terpasang di wajah Sakura hilang seketika. Rasa percaya diri dan yakin yang sempat dimilikinya tadi dengan perlahan luntur digantika oleh perasaan gugup setelah mendengar pertanyaan dari Sasuke, dan segera menundukan kepalanya dan enggan menatap Sasuke.

Sasuke yang melihat kegugupan Sakura memutar bola matanya bosan dan segera berdiri dari tempat duduknya sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana. "Hn. Sudahlah lagi pula aku sama sekali tidak tertarik denganmu. Jadi simpan kembali surat cintamu itu."

Sakura yang mendengar perkataan Sasuke sontak saja mengangkat kepalanya dan mendapati Sasuke menatapnya dengan datar. Ia mencoba mencari sedikit saja kebohongan dimata Sasuke saat ini atas perkataannya barusan. Namun yang ia temukan hanyalah tatapan dingin menusuk yang dilayangkan kepadanya.

"Dan satu lagi, bisakah kau minggir dari hadapanku. Kau menghalangi jalanku."

Sakura yang baru saja sadar dari rasa syoknya hanya dapat menuruti perkataan Sasuke dan segera menggeser tubuhnya untuk memberikan jalan.

Sasuke segera meninggalkan kelasnya dengan langkah ringan, tanpa memperdulikan Sakura yang terus menatapnya sedih.

.

.

.

-Flashback End-

.

.

.

"…-Sampai sekarang sudah puluhan murid perempuan yang ditolak oleh Sasuke." Kata Gaara menyelesaikan ceritanya.

"Kasihan sekali murid-murid itu. Ditolak dengan cara seperti itu. Dasar siTeme itu kalau memang tidak menyukainya, dia bisakan menolaknya dengan cara baik-baik bukan dengan cara yang tidak berperasaan seperti itu." Naruto tidak menyangka ada orang seperti itu disekolah ini . Tidak hanya perkataannya yang berengsek prilakunya pun tidak jauh beda. Menurutnya Sasuke sangat pantas menerima julukan 'Teme' darinya. Dan dia tidak menyesali perkataanya tadi pagi kepada Sasuke.

Teng tong ~ Teng tong ~

"Sebaiknya kita kembali kekelas sekarang. Aku tidak mau terkena hukuman dari Orochimaru Sensei yang terkenal sebagai guru killer dan aneh. Kraukkk…"Kata Chouji mengingatkan teman-temannya.

"Benar yang dikatakan Chouji sebaiknya kita segera ke kelas. Aku tidak mau bernasib sama dengan anak kelas sebelah. Hiiii~ " Kiba merinding horror membayangkannya saja.

"Hahh…Baiklah ayo, aku juga tidak mau dicap jelek dihari pertamaku masuk." Naruto segera beranjak dari kantin menuju kelas yang diikuti oleh teman-temannya.

.

.

.

-Skip Time-

.

.

.

Teng tong ~ Teng tong ~

"Baiklah Karena waktunya sudah habis. Saya akan menyudahi pelajaran hari ini dan selesaikan tugas yang kalian kerjakan tadi dirumah. Dikumpulkan minggu depan. Mengerti?" Kata Orochimaru didepan kelas sambil tersenyum. Senyum yang menurut anak-anak kelas X-A malah terlihat aneh dan menyeramkan.

"Ha'I Sensei." Jawab anak-anak kelas X-A

"Bagus, dan kalau ada yang tidak mengerjakan tugas akan mendapatkan hukuman. Baiklah kalian boleh pulang." Kata Orochimaru sambil berlalu dari kelas.

"Huhh~ baru saja masuk sekolah. Sudah diberikan tugas sebanyak ini." Gerutu Naruto yang terlihat sibuk membereskan peralatan sekolahnya.

"Bilang saja kau tidak bisa menerjakannya Dobe, kaukan bodoh." Sebuah suara tiba-tiba saja menyahut dari arah samping. Terlihat Sasuke yang sedang menyenderkan badannya di pinggir meja dengan tas yang tersampir dibahunya sambil memandang Naruto dengan seringai mengejek terpatri manis dibibirnya.

"Heh, Teme! Aku tidak Dobe kau tahu. Aku hanya sedang malas mengerjakannya, lagipula soal seperti ini aku bisa mengerjakannya dengan mudah. Mana mungkin aku bisa masuk kelas ini kalau menyelesaikan soal seperti ini saja tidak bisa." Naruto berkata kesal. Oh ayolah, dia sudah kesal dengan kejadian tadi pagi. Apa Sasuke tidak bosan mencari masalah dengannya dari tadi pagi? Dia hanya ingin pulang dan segera pergi ke kamara untuk mengistirahatkan badannya yang pegal.

"Hn, baiklah kalau kau berkata seperti itu. Bagaimana kalau kita buktikan dengan mengalahkanku mendapatkan nilai terbaik tahun ini. Itupun kalau kau bisa, bagaimana?" Tantang Sasuke.

"Cih! Tentu saja aku bisa. Dan bagaimana agar adil kalau yang menjadi pemenangnya boleh meminta 1 permintaan kepada yang kalah. Dan yang kalah harus mengabulkannya tanpa protes walaupun itu permintaan yang tidak masuk akal sekalipun. Bagaimana, deal?" Tanya Naruto sambil mengulurkan tangannya, dan segera disambut oleh Sasuke yang merasa dirinya tidak akan kalah dari Naruto.

"Deal."

.

.

.

.

.

'Sasuke, mari kita lihat siapa yang akan menjadi pemenang dan siapa yang pada akhirnya menjadi pecundang…aku atau malah bisa saja

...Kau."

.

.

.

.

.

-To Be Continue-

.

.

.

.

.


.

Yosh! Akhirnya chapter 4 selesai juga… setelah perjuangan yang cukup panjang sampai tika kena flu, tapi tika perjuangin buat tetep nyelesain chapter ini. Entah berapa lembar tisu yang sudah tika habiskan selama ngetik chapter ini. :3

Dichapter ini udah mulai ada sedikit konfliknya, tika akan bikin Naruto sama Sasuke deket melalui pertengkaran" kecil, dan tika juga bikin Sasuke sedikit keluar dari karakternya yang biasanya dingin dan jarang banget bicara kalau udah sama Naruto. Jadi maklum disini Sasuke jadi banyak ngomong kalau udah sama Naruto.

Di chapter depan akan ada orang dari masalalu Naruto yang datang. Ada yang bisa nebak?

arigatou Gozaimasu yang udah nyempetin baca dan Review. Dan tika minta maaf soal typo di chapter sebelumnya, juga soal keterlambatan Update dan mungkin tika akan lama updated buat chapter depan. Jadi jangan bosan menunggu ya. XD

Oke udah cukup curcolnya, sampai ketemu di chapter depan…

See You ^-^)/

.

.

.

Review Please~?