Realize
Di dalam bus baekhyun sudah khawatir ia akan mendapat sanksi lagi karena telat datang untuk berjaga di ruang UGD. Hari ini adalah bagian jaga malam nya dengan kyungsoo. Seharus nya jongdae juga ikut. Hanya saja sampai saat ini jongdae susah untuk di hubungi.
Tadi sore padahal jongdae masih aktif di line nya. Namun tiba-tiba nonaktif 20 menit yang lalu.
"Ikh dia kemana sih" gerutu baekhyun, ini adalah untuk pertama kali nya mereka memiliki jadwal bersamaan. Dan baekhyun benar-benar sangat excited ketika melihat jadwal itu terpampang di ruang (gudang) koass.
#realize
Tangan jongdae bergemetar, meja ini bahkan terlihat bergoyang. Kai mencoba menenangkan teman baekhyun itu. Tak salah jika jongdae seperti itu. Bahkan ia berharap teman baekhyun itu memiliki sikap yang sama seperti teman nya.
"Kau teman nya baekhyun benar?" Kai berbicara sangat lembut. Namun itu tetap membuat kaca mata jongdae melorot karena keringat yang terus meluncur pada hidung dan wajah nya.
"Apa kau takut ? Ma-maksud ku yah well, kau pasti mengingatku sebagai kai yang dulu bukan?"
Baekhyun yang di hajar sampai babak belur, di aniaya oleh mereka. Kai, sehun tapi jongdae tak melihat satu pria tinggi bernama chanyeol itu menyiksa baekhyun secara fisik. Lebih kepada sebagai penonton. Dan jongdae tak mengerti itu. Apalagi saat chanyeol selalu pergi di akhir dan biasa nya melirik terlebih dahulu ke arah baekhyun.
"Jongdae-ya"
Jongdae tiba-tiba terkejut dan menghentikan aktifitas flashback nya di dalam otak kedokteran nya itu.
"Aku tahu kau pasti melihat semua perbuatan jahat ku pada teman mu. Aku punya alasan nya, itu pun jika kau ingin mendengarkan nya semalaman" kai menyender pada bangku nya. Jongdae terus melirik ke arah jam tangan nya.
"Ma-maaf kai-ah ta-tapi aku ha-harus pergi sekarang"
Kai memajukan kembali tubuh nya mendekati jongdae.
"A-aku bahkan belum bertanya apapun padamu"
Jongdae kali ini terdiam,kai mendesah nafas berat.
"Aku melihat mu bekerja di rumah sakit yang sama dengan baekhyun benar?"
Mata jongdae langsung membulat, jika benar kai mengikuti dia dan baekhyun. Apa artinya menghilang beberapa tahun dari kehidupan kai ?
...
Ia takut
...
Baekhyun nya terluka lagi
...
"Kai-ah"
"Uh, wow kau memanggil nama ku akhir nya"
Dengan percaya diri lagi tanpa kacamata yang melorot di hidung nya, jongdae berusaha menatap mata monster itu.
"Tolong jauhi aku dan baekhyun."
Kai terkesiap
"Apalagi baekhyun, tolong jangan dekati dia. Jangan ada hubungan apa-apa lagi antara kau dengan nya. Aku tidak mau melihat baekhyun terlibat lagi dalam kehidupan mu kai"
Yang di depan tak bisa berbicara apa-apa. Ia yang baru menyadari kejadian yang telah lalu itu tak akan pernah bisa sirna sekalipun itu telah berlalu beberapa tahun silam.
Kai tidak yakin lagi, untuk bisa merencanakan berbicara berdua dengan baekhyun seperti yang ia lakukan pada jongdae.
"Aku minta maaf"
"Aku akan sampaikan itu pada baekhyun, tapi jangan pernah kau menemui nya lagi"
Kai mengangkat wajah nya, entah kenapa mata nya tiba-tiba memerah dan meluncurkan air mata. Jongdae berusaha tak merasa kasian. Tak ingin.
"Bahkan jika aku merindukan nya, jongdae-ah"
Deg
#realize
Suara sirine ambulance menggema di depan pintu utama ruang UGD. Para perawat dan koass lain nya sedang berjaga -ugh jangan lupakan si ketua perawat DO KYUNGSOO. Ia sedang sibuk sana-sini mengatur anak buah nya. Semua pasien terlihat tak ada satu pun yang tersadar. Baekhyun segera berlari untuk mengambil peran. Ia melemparkan tas nya di meja administrasi. Ia bergegas memakai stetoskop nya dan menghampiri beberapa pasien yang tak sempat di tangani.
Baekhyun memasang stetoskop pada lubang telinga nya, mendeteksi gelombang detak jantung si korban yang tak sadarkan diri. paha si korban terlihat luka parah, tanpa basa-basi baekhyun langsung menyobek celana jeans itu dan luka pada paha terpampang jelas.
"Fraktura" ucap nya. Namun saat ingin kembali bertindak si pasien tiba-tiba kejang dan kembali tak sadarkan diri. Baekhyun panik kemudian harus kembali mengecek ulang detak jantung si pasien.
"Damn" gumam nya, detak jantung tak terdengar. Baekhyun berteriak meminta destribulator. Dan tebak siapa yang membawa nya.
Adalah si ketua perawat yang sangat membenci nya.
"Apa ? Jantung nya mati ? Diastol apa sistol? Coba kau check tekanan darah nya"
baekhyun mengangguk, untuk keadaan yang seperti ini ia tidak bisa berdebat. Baekhyun mengambil alat tensi darah otomatis. Si pasien kembali kejang dan tentu saja mesin tensi tak akan bekerja dengan baik.
"SIAL ! PANGGIL DOKTER JUNG" baekhyun melepaskan stetoskop nya. Keluar dari bilik si pasien kemudian mencari sosok dokter jung di antara para dokter yang berlumuran darah di jas putih nya. Ia kebingungan, di antara banyak dokter pria ia bahkan tidak bisa menemukan dokter wanita satu-satu nya di rumah sakit ini.
"Ah DAMN"
#realize
Jongdae masih diam di tempat nya, boleh ku ulangi ?
"Bahkan jika aku merindukan nya, jongdae-ah"
Ia tidak mengerti, bagian mana yang dirindukan kai dari sahabat nya.
"Apa maksud mu menyiksa,menganiaya dan menjahati nya bagian yang kau rindukan kai ?!"
Meja di gebrakan keras, jongdae beranjak berdiri. Kai ikut berdiri dengan pelan. Mencoba menenangkan jongdae yang pasti nya terbakar emosi setelah mendengar kata-kata manis bak gula dari seorang penganiaya yang bahkan tak pernah puas melihat si korban nya kalau sampai tak mengeluarkan liquid merah dari wajah BAEKHYUN.
"Jo-jongdae, bisa kah kau duduk. Aku akan menjelaskan nya"
Jongdae mengambil tas nya secara emosi.
"Aku permisi" pamit nya dengan suara tekanan yang tinggi. Kai ingin menghalang nya namun tidak bisa. Jongdae tidak lemah seperti baekhyun.
...
Kalian telah menemukan satu petunjuk baru dari seorang bullyer bernama kai.
...
#realize
Luhan in bottom and ofcourse sehun is seme so he on top now.
Kedua tangan luhan di ke ataskan, malam ini mereka melakukan kegiatan manis orang dewasa. Sehun mengecup bibir luhan, kemudian menekan nya lebih dalam. Sampai akhir nya ia memutuskan untuk menghisap bibir bawah luhan. Di gigit nya perlahan sampai yang si punya bibir mendesah.
Yang di bawah tak sabar ingin ikut berperang.
"NNnnnnghhh Ahn yahh Eugh sehun-MMmpph"
Sehun tak membiarkan luhan melepaskan pagutan nya. Sesekali sehun menggeram keras karena adik nya terus meronta.
"Anghh sial, han menungging lah"
"Tidak, aku gampang lelah jika harus bercinta dengan gaya vivi"
Sehun berdecih keras, ia mengalah dan kedua paha luhan sudah di buka nya lebar.
"Kau akan menyesal karena menolak saran dari ku han, ini akan memakan waktu yang panjang. Kau siap sampai pagi nanti bertahan sayang" sehun mengecup dada luhan, di tekan nya nipple luhan yang menegang.
"Aaangh yah well kurasa aku hanya takut kau berhenti di tengah jalan sehun"
Tak butuh basa-basi yang super paaaaanjang atau dirty talk yang menjijikan. Kepala bertopi itu sudah hampir masuk setengah ke dalam lubang anal luhan (nonperawan).
"Akh"
Sehun memperdalam nya lagi, dan..
" akh AKH"
Senyum sehun mengembang
1
2
3
JLEB
"AKHHHHHHH"
"Ssshhh nghhh"
"Akh akh ahh akhh ahhh oughh Akh ah ah ah sehun nghhh"
Sehun mengukung tubuh luhan, mencium bibir mania itu, mata luhan terpejam menahan nyeri di bawah. Kedua paha nya semakin terbuka lebar, dan pinggul sehun bergerak sangat lincah. Ranjang yang mereka nodai ikut berguncang. Gemerit suara bingkai kasur dengan tembok pun semakin terdengar keras.
"Akh ahh anghh ahhhh"
" shhhhh Shit ough" sehun menekan lubang luhan dalam-dalam dan lebih dalam lagi.
"Akh akhhhhhh sehun" luhan menjemput orgasme pertama nya. Namun kekasih nya sehun masih belum juga mendapat kepuasaan nya. ini benar-benar pertarungan sampai pagi.
Baekhyun
Tubuh sehun tiba-tiba jatuh di atas tubuh luhan. Badan nya seketika lemas.
Oh my god shit, bukankah kemarin lelaki itu terlalu cantik ?
"OH SE HOON !"
"maaf babe seperti nya aku lelah"
"SEHUUUN"
NEXT
-I BLAME ON YOU (2)-
chantellbyun
