Chapter 4…!!

Disclaimer : Arakawa Hiromu

Chapter 4 ini juga dibuat olehku dan temanku~ ^w^ eit, huruf capital juga bakalan ada yang salah…karena virus..=.=''….nah, selamat membaca yah~! ^o^/

-- - -- -- - --

The mission

"Love is everything it's cracked up to be…It really is worth fighting for, being brave for, risking everything for"

Erica Jong,

Letnan Riza Hawkeye bangun dari tidurnya

"…..hm?" ia terbangun di tempat pengobatan, yang membuatnya penasaran mengapa ia bisa berada disitu.

Riza lalu melihat ke sebelah kanan, dan disitu ia terkejut melihat…. Kolonelnya sedang menunduk seperti hantu Sadako bermuka pucat.. "k-kolonel?" tanyanya, ia penasaran mengapa atasannya bisa seperti itu.

"o-oh.. l-letnan satu, kau sudah bangun?" jawabnya

"anda kenapa, kok wajah anda pucat sekali?" tanyanya

"b-bukan apa apa.."

Sudah pasti Roy berwajah pucat karena diejek letnannya sendiri… (lihat chapter 3)

"……ya sudah, ayo pergi, mau kuantar pulang?" "kamu masih perlu beristirahat lho.."

"tidak usah… saya bisa sendiri"

-- -- -- -- -- --

"jadi… kalian ingin kami bekerja sama dengan kalian untuk menjodohkan… letnan satu hawkeye…dan colonel mustang?" kata Ed

Ed, al, winry dan 4 anak buah mustang sedang berbicara di ruang tamu.

"iya!! Karena itu… bantu kami yaaaah???" jawab Winry

"….ogah! males ah!!" teriak Ed dengan nada pemalas

"………………………………..ku…ku…ku…" terdengar suara ketawa yang menyeramkan dari Winry

"w-wi-winry?" Tanya al dengan gugup, tiba tiba terdapat aura seram dari winry, "sepertinya… kalau kalian menolak……kalian akan langsung berada dikuburan…." Kata winry.

"wegh!!" teriak ed dan al, mereka pasti sudah ketakutan dengan aura dan cara bicara winry itu. "i-iya iya! Kita bakal bantu kok!! J-jadi tolong jangan bunuh kita, ya!? Ya???"

Setelah mendangar itu, winry langsung tersenyum lebar, "okeeee…. Ayo!! Kita laksanakan misinya!!"

Dibelakang gadis maniak mesin itu, 4 anak buah mustang berdiri ketakutan…

"gadis rockbell ini… menyeramkan juga… ya.." gumam mereka dalam hati…

Sementara ed dan al hanya bisa menuruti perintah gadis itu


Di kantin markas central, duduklah sang pangeran yang dating dari xing, Ling Yao.

"waaaah, makanan makanan disini enak banget yaaah, supeeer!!" teriaknya sendiri sambil makan, dan disampingnya, duduklah sang colonel mustang, orang yang mentraktirnya.

"kau ini makan terlalu banyak loh, sudah 7 piring nih.. untung saja ada yang mentraktir, berterima kasihlah padaku" kata Roy.

"nyem..nyem.. iya. Iya.. habis aku lapar sekali sih…"

Setelah itu, datanglah suasana sunyi..

"hum….omong omong… letnan itu dimana?" Tanya lin, dan yang pasti yang ia maksud adalah riza.

"ng…." tiba tiba, wajah roy memerah.

"hm? J-jangan jangan… kau biarkan ia pulang sendiri!?!?!?" Tanya ling dengan nada seru

"b-bukan.." wajah roy makin memerah "l-letnan satu…letnan satu itu berada di…."

"???? Sudah, ucapkan saja!"

Roy lalu menunjukkan jari telunjuknya kearah bawah. "hm?" ling melihat kebawah dan melihat… Riza yang sedang tertidur di pangkuan roy

'eh?'

-- -- -- --

"Flashback"

"……ya sudah, ayo pergi, mau kuantar pulang?" "kamu masih perlu beristirahat lho.."

"tidak usah… saya bisa sendiri"

Riza lalu berjalan kearah pintu keluar ruang pengobatan, dan karena ia belum pulih benar, ia sakit kepala dan tidak sengaja tersandung sisi sebuah ranjang. "ah! Letnan! Hati-hati!" roy menangkap riza sebelum ia terjatuh.

"h…ha…ha…" nafas riza terenggah enggah. "sudah kubilang kau ini belum sembuh benar..jangan memaksakan diri.."

"………….." tak ada jawaban

"letnan?"

Riza tertidur dengan nyaman di dekapan roy, ia memang sudah terlalu capai.

"…." Terdapat suasana sunyi untuk beberapa saat. Dan tiba tiba Roy melepaskan sebuah senyuman kegemasan saat melihat wajah tidur letnannya itu."hahaha… dari dulu sampai sekarang, wanita ini masih saja keras kepala…"

"MAKNYOOOOOOOOS!!! NYAM NYAM!! ENAK SEKALIIIII!!!!"

Suasana menyenangkan itu tiba tiba dipotong oleh suara pangeran xing

Wajah Roy hancur ketika melihat ling yang mengacak-acak kantin markas central dan mencuri semua makanannya, dan semua penjaga kantin itu berkumpul bersama sambil ketakutan. "hiiii~ monster!!!!" teriak semua penjaga kantin itu. Sementara ling masih saja mencemot makanan makanan yang ada disitu

"L-LING YAO!!!!!!! HENTIKAN ITU!!" roy berteriak, ia memakai sarung tangan spesialnya dan.."ctik!" api menyampai keujung rambut ling.

"…..waaaakh!!! ampuuun!! Padamkan api ini!! Padamkaaaan!!" teriaknya.

"maafkan saya… saya yang akan membayar semua ini.." kata roy pada semua penjaga kantin.

"b-baik…"

-- -- - -- -

"karena aku tak bisa meninggalkanmu mengacaukan kantin ini, aku harus menjagamu dari berulah. Jadi untuk sementara letnan satu kubiarkan beristirahat dulu…" kata roy.

"oh… gitu toh…" ling sudah selesai makan.

"nah…. Sekarang, cepat kau antar dia kerumah!" ling lalu berdiri, dan pergi lewat jendela."makasih ya traktirannya!!"

Roy lalu menggendong riza melewati koridor, dan banyak orang melihat nya.. dan membuat roy malu.

Hujan sudah hilang, tergantikan oleh sinar mentari yang cerah. "yup" roy berjalan sambil menggendong riza kearah rumah letnannya itu. "cepat sembuh ya, letnan"

Sementara dibelakang mereka berdua, terdapat 7 orang yang mengintai.. dan tentu saja mereka adalah.. Ed, Al, Winry, Havoc, Fuery, Falman, Breda.

"wah…. Sweet banget ya.."

"wajah letnan satu Hawkeye saat tertidur imut juga…"

"hhh…. Ternyata colonel dungu itu memang mencintai letnannya.."

"memang begitu kan? Jangan jangan kau cemburu yaaaa? He he he"

"eh? Nggak kok!! Huh!!"

"helo!!!"

….

..

.

Tiba tiba terdengar suara familiar dari belakang mereka, dan ternyata itu adalah ling..

"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!" teriak mereka kaget.

"ng?" wajah roy berbalik kebelakang karena mendengar sebuah teriakan. "apa itu?"

Mereka langsung berusaha diam sambil sembunyi di balik pohon dekat colonel itu. Dan sebelum sang colonel berada terlalu dekat dengan tempat persembunyian itu..

"hoi! Winry! Kenapa kamu teriaknya keras keras begitu sih!?" bisik Ed

"ih!? Apaan!??!? Orang kamu kok yang teriaknya kenceng!!!hih!" jawab winry dengan nada kesal

"hoi!! Jangan kencang kencang dong!! Dasar cewek!! Sensitif!!" kata Ed yang mulai jengkel

"hih!! Dasar kacang!! Kamu itu gak bakalan nge-…." Tiba tiba winry tersandung sebuah batu, dan jika ia jatuh ia akan terjerumus ke dalam kolam ikan piranha yang berada hanya 4 inci darinya (maksa banget, maap banget ya.. =.='') dan…"ah…."

"Winry!!!!!" teriak Ed dan Al bersamaan

Sementara Al hanya bisa terdiam panik..

"bruk!! Gushrak!"

"u-ukh…" Winry terselamatkan, dan Ed lah yang menyelamatkannya. Namun.. ia berada dalam posisi yang cukup tidak nyaman..

Ed berada diatas tubuh winry . "wa-wakh…" ed langsung bangun dan pada detik itu juga… disebelah kiri , kira kira 67cm darinya, berdirilah roy mustang yang menggendong letnannya. Ia hanya melihat ed dan winry,karena yang lain masih ia melihat ed dan winry dengan pose seperti itu.

"wah.. wah… fullmetal… kamu ini sudah dewasa ya??" kata roy

"w-wakaah!! Bukaaan!!! Ini salah paham!!!" teriak mereka berdua

"hahaha tenang!! Aku tak akan bilang ke siapa siapa kok!! Bye! Selamat bersenang senang!!" roy lalu lekas pergi .

--- --- -- ----

"dasar! Coba aja kamu gak bertingkah kayak gitu! Dia gak bakal salah paham begini!!" teriak Ed

"e-enak aja kamu!! Ini kan salah ka-.."

"jangan buat aku cemas lagi!"

"…e-eh?"

'selama ini, kami hanya bisa bertengkar. Tapi, sesaat ini, sekilas saja, aku merasakan suasana yang menyenangkan … diantara kami berdua, dibalik wajah kasarnya itu,terdapat ekspresi lembut. Setidaknya aku tahu, kalau aku sempat terdapat dipikiranmu, Ed.'

To be continued…


Akhirnya!!! Selesai juga nih chapter 4!! Woo-hooo!! Kali ini endingnya agak gak jelas… jadi maaf ya!! Gak puny ide… . nah, jangan lupa! READ EN REVIEW!!