Airin Heartfilia 376 : wah.. benarkah? Makasih banget ya buat dukungannya! Hehe ^_^
Velika : wahh, makasih banyak! Nanti author coba tambahin gula dan susunya ya #ehh
Shiki : hehehe, authornya lagi ingin buat mereka sengsara wuehehehe
Fairy Tail NaLu Collection with Every Theme Represented For Every Seasons
-Winter-
Musim dingin telah tiba, seluruh kota Magnolia telah dipenuhi oleh tumpuksn salju dan bulir-bulir es. Boneka salju dapat kau temukan di setiap ujung jalan, dan tentunya, ketika kau pergi ke luar rumah, kemungkinan untuk kembali dengan kering itu hanya sekitar 9%
Terkecuali untuk orang seperti dirinya,
Lucy Heartfilia
Lucy Heartfilia adalah ice skater seluncur indah terbaik di Magnolia, gadis itu telah memenangi beberapa pertandingan-pertandingan baik di tingkat regional maupun nasional. Kemampuannya sudah tak perlu diragukan lagi
Kedua orang tuanya telah tiada, ia tinggal di bawah asuhan Mrs. Scarlet, seorang mantan pembantu di rumahnya juga mama sahabatnya, Erza.
Dengan menumpangnya Lucy di rumah Erza, dirinya sudah tak mau lagi menyusahkan ibu satu anak itu. Mrs. Scarlet hanya bekerja sebagai suster di salah satu rumah sakit di Magnolia, sedangkan Erza adalah seorang ice skater cabang seluncur cepat jarak pendek. Maka dari itu, Erza dan Lucy sering bersama-sama mewakili kotanya untuk bertanding.
Gadis itu tak pernah mencoba-coba berurusan dengan cinta, sampai dengan saat itu, ia bertemu seseorang di dunia maya
Winter X787
"Lucy, lihat sini!" teriak Erza dari kamarnya
"Ada apa Erza?" tanya gadis blonde yang berusia 15 tahun itu sembari memasuki kamar sahabatnya
Redhead itu menggerakan laptopnya ke arah sahabatnya dan memulai videonnya. Gadis blonde itu terlihat kebingungan tapi, setelah video itu diputar, ia mengerti. Dalam video itu terdapat lelaki berambut biru, yaitu, Jellal Fernandes, seorang atlet seluncur cepat jarak pendek.
"Dia super sekali!" sahut Erza sambil mengatupkan kedua tangannya
"Kemampuannya atau mukanya?" tanya Lucy dengan nada nyindir lalu tertawa
"2 2 nya, dan berita bagusnya, dia bakalan ikut serta di Olimpiade Musim Dingin Fiore tahun depan!"
"Oh, benarkah? Kau sebaiknya bersiap-siap Erza, kau akan melawannya" jelas Lucy sembari memperhatikan video tersebut dengan seksama
"Eh, Lucy, aku sudah invite kamu ke komunitas seluncur es, kau tahu, disana banyak banget yang ramah loh" jelas gadis itu
"Hmm.. baiklah, aku akan membuka laptop ya, nanti aku kemari lagi"
Dengan cepat Lucy berlari menuju kamarnya sendiri lalu membuka laptopnya. 2 buah pesan muncul di layarnya.
'You're invited to Skating Community'
'Natsu Drragneel just send you a messages'
Tentunya, dengan cepat gadis itu membuka pesan yang kedua terlebih dahulu
'Hey bagaimana keadaanmu? Jangan sampe mati kebosenan karena tahun ini ga diadain olimpiade'
Gadis itu tertawa
'Ga segitunya juga bodoh haha, aku baik baik sajaa! Ga latihan, Natsu?'
Yap, lelaki itu adalah Natsu Dragneel, seorang atlet seluncur cepat dari Crocus, mereka berkenalan tepat 1 tahun lalu ketika Erza membuat semacam skype berkelompok antar peluncur es di Fiore. Sejak saat itu, keduanya pun menjadi sahabat dekat, walaupun belum pernah benar-benar bertatapan muka
'Nah.. Tadi pagi udahh! Hey, kau tahu, Jellal bilang Erza keren banget!'
'Aku tak tahu laki-laki suka bergosip' sekali lagi Lucy tertawa
'Hey! Aku hanya mencoba memberitahu mu .'
'Kalau begitu, beritahu aku pendapatmu tentang aku xD'
'Penampilanmu indah.. AHH! AKU TERKESAN SEPERTI STALKER PENGGILA DIRIMU! LUPAKAN SAJA!"
Natsu itu aneh, menurutnya, tapi entah mengapa dirinya selalu merasa bahagia ketika mengobrol dengannya. Bahkan tanpa gadis itu sadari, kehangatan telah menjalar ke tubuhnya yang tadi kedinginan
'Thanks, Natsu! :d'
Winter X788
"Hey Lucy, siap berangkat?" tanya Erza sembari menunggu gadis itu di depan pintu
"Uhm!" sahutnya sambil berjalan menuju Erza
Mrs. Scarlet sudah menunggu di dalam mobil, siap mengantar mereka berdua ke Crocus, Ibukota Fiore.
Hal tersebut telah menjadi rutinitas mereka tiap 2 tahun sekali.
"Aku deg-deg an! Stadium Seluncur Crocus itu sangat besar!" sahut Lucy sembari menyandarkan diri di kursi mobil
"Tenang Lucy, aku yakin kau dan Erza akan melakukannya dengan baik" jelas Mrz. Scarlet tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan
"Thanks, Mrs. Scarlet!"
Beberapa menit kemudian mereka sampai di bandara, Mrs. Scarlet dan Erza pergi untuk membeli makanan, sedangkan Lucy menjaga tas-tas mereka.
TRING
'Hati-hati di perjalanan! Aku dan Jellal akan menunggu di bandara nanti'
Gadis itu tersenyum simpul dan menjawab pesan itu
'Baiklah, ada acara apa nanti ?'
'Well, kita bakalan testing arena perlombaan lalu makan-makan bareng Gray dan Juvia'
"Lucy ayo! Siap-siap, sebentar lagi kita berangkat!" sahut Erza
"Baiklah!" sahut Lucy kemudian menarik tasnya menyusuri bandara menuju pintu masuk lapangan
'Berangkat Sekarang, sampai nanti!'
TIME SKIP
"Akhirnyas sampai!" seru Erza sambil berlari-lari keluar pesawat (?)
"7 jam melelahkan, aku akan langsung menuju hotel. Kalian peri testing arena sendiri oke?" kata Mrs. Scarlet sembari mengambil barang di bagasi. Mukanya terlihat lelah
"Baiklah, Ma! Aku dan Lucy bakalan pergi dulu, nanti ada staff yang anter barang kita ya" jelas Erza sembari menarik tas rodanya
"Jaa-ne!" sahut Mrs. Scarlet ketika telah menemukan taxi untuk pergi.
Dari kejauhan, Erza dan Lucy melambaikan tangan. Lalu mereka berjalan ke arah stadium. Tanpa disadari, 2 orang mengikutinya dari belakang
"HOI!" teriak kedua orang itu dengan nada yang mengagetkan
"AHHH!"
BUGH!
Tas roda dibantingkan Erza kepada kedua orang itu, membuat keduanya terkapar di trotoar jalan yang dipenuhi es
"Erza! Itu Jellal dan.. NATSU?!" teriak gadis blonde itu sembari berjalan menuju lelaki berambut salmon itu dan menggerakan tubuhnya
"Hey Natsu, Jellal! BAGAIMANA INI ERZA?!" panik Lucy
"KALIAN BANGUN ATAU MAU AKU BUNUH!" sentak Era sinis.
Spontan, kedua lelaki itu bangun dan berdiri tegap lagi
"AYE MA'AM!"
Lucy Heartfilia hanya dapat terbengong melihat kejadian tersebut
Mereka pun akhirnya berjalan menuju Crocus Winter Stadium, walaupun baru pertama kali bertemu dengan mereka, keempatnya terkesan sudah berteman sejak lama.
Ketika pertama kali melihat Natsu dengan mata kepalanya sendiri, Lucy langsung menyukai penampilan lelaki itu. Rambut salmon itu terlihat cocok dengan lelaki itu, Natsu adalah salah satu dari orang-orang tampan.
Lucy Heartfilia telah menyukai Natsu sejak sekitar musim panas lalu. Lelaki 17 tahun itu mengirimnya video mengenai liburan musim panasnya di salah satu pantai di SaberCity.
Dalam video itu, Natsu menganggap bahwa Lucy ada di sebelahnya dan mereka sedang berjalan-jalan bersama di pantai tersebut dengan bahagia. Dia menyebut itu Friend-Date, untuk membuat Lucy senang karena ia hanya menghabiskan musim panas untuk latihan.
Kalau saja lelaki itu tahu seberapa gadis itu menyukainya.
"Nah, ini dia arena seluncur cepat jarak pendek" kata Jellal sembari menunjukkan arena memutar es yang tak terlalu panjang. Stadium itu tidak terlalu dingin, keduanya langsung menyukai suasana tersebut.
"Jellal, aku akan mengantar Lucy ke bagian seluncur indah, kita ketemuan 20 menit lagi oke?"
Jellal mengangguk
"Nah, Luce, sini!" sahut pemuda itu sembari menarik tangannya ke section berikutnya. Entah mengapa tangan lelaki itu terasa begitu hangat
Ditunjukannya sebuah stadium dimana terdapat lapangan seluncur bundar di tengahnya, dibatasi oleh-kaca-kaca tembus pandang. Stadium itu jauh lebih indah dari stadium di Magnolia.
"Ah.. Bagus banget! Aku mau coba dulu ya!" sahut gadis itu lalu menuju ke salah satu kursi di sana dan memasang sepatunya
Ketika ia baru saja mau menuju lapangan es tersebut, dilihatnya Natsu Dragneel telah berada di tengah lapangan dengan senyum khasnya
"Kesini, Luce!" sahut lelaki itu
"Eh, kau bisa seluncur indah?" tanya Lucy sambil memiringkan kepalanya
"Mhmm.. kemarilah!"
Lelaki itu menggenggam salah satu tangannya, dan tangan lainnya berada di pinggang gadis itu.
Tiba-tiba, entah dari mana, terdengar suara musik mengalun pelan.
Mata keduanya saling bertatapan, seakan dunia adalah milik mereka sendiri. Dengan satu gerakan, Natsu memimpin gerakan memutari arena itu.
Gerakan mereka begitu halus
Ketika lelaki itu melepaskan tangan dari pinggangnya, gadis itu berputar beberapa kali lalu meluncur melingkari lelaki itu sambil memegang salah satu tangannya.
Gadis itu adalah penari es yang cerdas.
Gerakan berikutnya, Natsu memegang pinggang gadis itu dan melontarkannya ke belakang sambil meluncur. Keduanya terlihat begitu serasi
Natsu memutuskan untuk membiarkan gadis itu sendiri.
Dilihatnya Lucy melompat, berputar dan berseluncur dengan sangat anggun. Senyuman manis itu tak pernah meninggalkan wajahnya
"Bagaimana?" tanya Lucy sembai berhenti menari dan mendekatkan dirinya pada pemuda yag terbengong itu
"Sangat bagus, aku tak mengerti kau bisa selentur itu!" sahut Natsu tak percaya
"Latihan hehe" lanjutnya sambil tertawa pelan
"Aku menyukaimu Luce, sangat-sangat menyukaimu" kata pemuda itu singkat lalu menunjukkan grins khasnya
DEG DEG DEG
Jantungnya tiba-tiba berdekup kencang seperti mau copot! Kehangatan menjalar ke tubuhnya dan siapapun yang melihat muka gadis itu akan mengira bahwa dia adalah kepiting rebus!
"Ayo kembali Luce! Jellal sudah nungguin itu" kata pemuda itu sambil sekali lagi menarik tangan gadis itu menuju Jellal dan Erza di depan pintu
Lucy hanya mampu mengikutinya, tanpa mengatakan sepatah katapun, pikirannya masih kalut oleh kata-kata yang baru saja dilontarkan Natsu
Parahnya, jantungnya itu terus terus berdekup kencang, sampai gadis itu takut Natsu dapat mendengarnya.
Winter X789
Telah setahun berlalu sejak Olimpiade di Crocus itu. Natsu meraih mendali emas, Jellal emas, Erza perak, dan Lucy emas.
Telah satu tahun berlalu sejak kejadian itu, hubungan Natsu dan Lucy masih sama seperti sebelumnya. Hanya, entah perasaannya saja atau memang fakta bahwa lelaki itu memang lebih memperhatikan dirinya sekarang.
Jellal dan Erza telah berpacaran sejak pertemua terakhir mereka di Crocus. Kadang Jellal suka menyindir-nyindir Lucy untuk segera berpacaran dengan Natsu.
Sebenarnya, Lucy juga menyukai lelaki itu, sangat menyukainya. Hanya saja, ia tak tahu bagaimana menanyakan hal itu pada lelaki yang hanya dilihatnya melalui layar setahun terakhir ini.
"Mrs. Spetto, aku pesan mochachio nya 1 ya!" sahut Lucy kepada penjaga kasir di kafe bernama Love and Lucky itu
"Oke"
TRING
DEG DEG DEG
'Hey, Luce, kau di rumah?'
Dengan cepat gadis itu menjawab, 'tidak, aku lagi di Love and Lucky, sebentar lagi mungkin sampai. Ada apa?'
'Baiklah.. Nanti kalau sudah sampai, kabari oke, ada yang mau aku tanyakan lewat video call'
DEG DEG DEG
'Astaga, apa yang mau ditanyakannya.. Tenang Lucy, tenangkanlah dirimu..'
'Baiklah, nanti kukabari Natsu :D'
'Oke! Jangan sampai kepeleset loh hahahaha xD'
'Hey! Tidak akan hmph..'
"Lucy,, ini mochachino mu" kata Mrs. Spetto sambil memberikan segelas mochachino panas di meja gadis itu
"Terima kasih Mrs. Spetto!"
Dengan segera gadis itu berlari keluar toko menuju rumahnya, menembus jalanan yang licin dan lalu lintas yang padat.
Hari itu adalah 10 hari sebelum natal, lampu-lampu natal telah terpajang di sudut kota dan toko-toko perhiasan natal selalu ramai dikunjungi dari pagi hingga malam.
Setelah 10 menit berlari pelan, akhirnya gadis itu sampai di rumahnya. Erza dan Mrs. Scarlet sedang pergi ke Winter Stadium Magnolia untuk mendaftarkan Lucy dan Erza di perlombaan berikutnya. Dengan segera gadis itu memasuki kamarnya dan menyalakan laptopnya
Ia membuka chat dengan Natsu kemudian mengiriminya sebuah link untuk video chat. Ketika lelaki 18 tahun itu telah menerma video itu, mereka berdua langsung berhadapan muka lewat video call
''Hey Luce" terlihat di layar itu seorang Natsu Dragneel, ruangan di belakangnya terlihat begitu cerah, bahkan di dalam ruangan yang sepertinya adalah kamarnya itu, terdapat pohon natal kecil. Ruangan itu anehnya terlihat rapi!
"Hey Natsu, apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Lucy sembari memiringkan sebelah kepalanya dan meneguk minumannya
"Etto.. pertama-tama.."
Natsu terlihat menundukan kepalanya dan mengambil sesuatu.
DEG DEG DEG
"Aku mau kau bertemu Happy!" sahut Natsu dari layar sambil mengangkat kucing birunya (?)
Kucing itu bermata hitam, bulunya terlihat selembut salju dan berwarna biru langit. Binatang itu merupakan binatang paling menggemaskan yang pernah dilihatnya!
"Aw.. Natsu! Lucu banget! Dan kulitnya biru?" tanya Lucy kebingungan
"Nah, dia terlahir biru kata penjaga petshop" lanjut lelaki itu sambil mengelus kepala si kucing
"Happy, kau makan dulu ya! Ada yang mau kubicarakan dengan Weirdo di layar" jelas Natsu sambil tersenyum lebar dan menurunkan si kucing
"Hey! AKU BUKAN WEIRDO!" teriak Lucy sambil memalingkan kepalanya dari layar itu
"Aye.." kata si kucing
Tunggu... Kucing bilang 'aye'?!
"Really? Aye?" tanya Lucy sembari bersweat drop lalu tertawa simpul
Happy akhirnya meninggalkan ruangan itu lalu Natsu kembali mengalihkan padangan ke gadis di layarnya
"Luce, kau masih ingat ketika aku mengatakan kepadamu kalau aku menyukaimu?" tanya pemuda itu sambil menatap gadis itu lekat
Semburat merah seketika memenuhi muka gadis itu. Dengan susah payah gadis itu mencoba menelan kopi yang diminumnya.
"Ya.." jawabnya singkat
"Bagaimana kalau aku benar-benar menyukaimu? Sejak saat itu?" tanya Natsu dengan senyum hangatnya
"A-aku... T-tu-tunggu.. Sejak saat itu?" tanya gadis itu dengan gagap tapi kebingungan
"Mhmm.. Sejak saat aku berkenalan denganmu di chat itu.." jelas Natsu tanpa mengalihkan pandangannya dari gadis itu
"Aku tidak jago menggunakan kata-kata, jadi.. maaf, tapi aku menyukaimu, sangat-sangat menyukaimu" jelasnya lalu tersenyum lebar.
Senyum yang dapat melelehkan hati siapapun yang melihatnya
"Natsu..Kau serius?"
"100%"
Gadis itu tidak lagi menyembunyikan rona merah di pipinya, ia tersenyum lebar, "Aku juga menyukaimu Natsu, kukira kau hanya main-main waktu itu!" sahutnya sambil tertawa lepas
Mata pemuda itu membelalak "Eh? Benarkah? Kau serius Luce?"
"100%" jawabnya dengan nada yang sama dengan lelaki itu
"Aku senang mendengarnya Luce!" sahut Natsu dari layar, wajahnya sungguh berseri-seri
"Jadi sekarang?"
"Tujuanku begitu, kau keberatan?" tanya Natsu dengan senyum tipis
Gadis itu menggeleng
"Tidak-tidak, jadi mulai sekarang, Natsu Dragneel adalah pacarku" katanya singkat lalu tersenyum lebar. Sebelah tangannya menopang kepala gadis itu
"Dan kau, Lucy Heartfilia, adalah pacarku untuk sekarang dan selamanya!" sahut Natsu gembira
Mendengar perkataan Natsu, Lucy merasakan kupu-kupu berterbangan di perutnya. Semuanya terasa begitu benar
"Eh ya, Luce, satu lagi"
"Apa?"
TIME SKIP – 25 Desember X789
Natal kali itu, keluarga Scarlet tidak pergi kemanapun, karena tidak ada kerabat mereka yang datang berkunjung. Maka dari itu, Mrs. Scarlet sedang mempersiapkan makan malam natal paling enak bersama Lucy, ketika tiba-tiba ada seseorang di pintu
TOK TOK TOK
"Sebentar!" teriak Erza dari dalam.
Dibukanya pintu depan oleh gadis itu, anehnya, yang dilihatnya itu hanyalah boneka beruang yang sangat besar dalam plastik bening, sebesar pintu masuk! Warnanya putih, seputih salju, dengan pita berwarna pink di leher beruang itu.
"Kiriman untuk Lucy Heartfilia?" tanya pengirim barang itu
"Lucy!" panggil Erza dari pintu
Dengan cepat gadis itu keluar dari dapur dan menuju ke pintu depan
"Ada .. apa?"
"Ada kiriman ini" kata Erza sembari tersenyum manis
Ketika pengirim barang itu menyerahkan data pengiriman untuk ditanda tangani, Lucy menanda tanganinya dengan bingung
"Selamat Natal!" sahut pengirim itusembari mengambil data pengiriman yang telah ditanda tangani dan pergi
"ERZA, LUCY ADA APA?!" tanya Mrs. Scarlet dari dapur
"MA, KEMARI, LIHAT LUCY DAPET KADO NATAL!" sahut Erza dengan antusias
Mrs. Scarlet dengan cepat berjalan menuju ruang tengah dan..
"Astaga! Lucu sekali!" sahut Mrs Scarlet sambil memegang salah satu tangan beruang itu.
Mereka bersama-sama membuka plastik pembungkus itu, dilihatnya ada sebuah surat di tangan beruang itu. Dengan cepat, Lucy mengambilnya, dan membacanya
Peluk beruang ini kalau kau kedinginan
Selamat Hari Natal!
Semoga tahun depan kita bisa merayakannya bersama
~Natsu Dragneel
Lucy tersenyum pada dirinya sendiri, dan mengalihkan pandanganya pada Erza, Mrs. Scarlet dan beruangnya.
'Jadi untuk itu dia meminta alamat ya? Arigatou-ne Natsu'
Winter X790
"YA SEMUANYA! NATSU DRAGNEEL DAN GRAY FULLBUSTER SALING MENYUSUL! NATSU! GRAY! SIAPA YANG AKAN MENANG?! GARIS FINISH SUDAH DEKAT! DAN.. DAN.. PEMENANGNYA.."
TRASS
Pita garis finish putus
.
.
.
.
.
"NATSU DRAGNEEL SEKALI LAGI MEMPEROLEH EMAS CABANG SELUNCUR CEPAT UNTUK CROCUS!"
Seketika itu seluruh stadium bersorak atas kemenangan 3x berturut-turut Natsu Dragneel pada cabang tersebut.
Selebrasi sungguh meriah diadakan kemudian, lagu We Are The Champions pun diputar, Gray medekati Natsu dan memberikan selamat atas kemenanganya tersebut. Sesaat setelahnya, penonton telah menutupi ujung arena untuk mengambil foto Natsu.
Ketika pemuda itu melihat gadis yang dicintainya berada di antara kerumunan itu, dengan segera ia tersenyum pada gadis itu dan menuju ke arahnya.
Gadis itu mengenakan dress selutut berwarna putih dengan motif berwarna merah. Rambutnya telah digerai bebas dengan gelombang yang terlihat natural.
Dengan 1 gerakan, Natsu menarik tangan gadis itu dan membawanya ke tengah arena. Tentu saja gadis itu masih mengenakan sepatu skatenya. Sebuah mendali emas terkalungkan di lehernya sekali lagi.
Ketika keduanya tengah berada di tengah arena, banyak wartawan memotret mereka. Banyak pertanyaan dilontarkan mereka, kebanyakan pertanyaan itu mempertanyaan mengenai hubungan keduanya.
Dengan segera, Natsu mengeluarkan sesuatu dari dari kantongnya. Sebuah kalung perak.
Dipasangkannya kalung perak dengan bandul hati berwarna merah itu di lehernya. Lelaki itu kemudian menarik gadis blonde itu menuju dekapannya
"Happy 1st Anniversary Lucy" bisik pemuda itu di telinga Lucy
Dengan muka bersemu merah, gadis itu tersenyum manis, "Happy 1st Anniversary, Natsu Dragneel"
Dengan 1 gerakan, Lucy melingkarkan tangannya di leher pemuda itu, menyuruhnya untuk membungkukan badannya.
Lalu,
Sebuah ciuman diberikan Lucy Heartfilia di pipi Natsu Dragneel.
Dengan mata membelalak, Natsu menatap Lucy dengan kaget, gadis itu hanya mampu tersenyum lebar serta tertawa pelan
"I love you Natsu" katanya singkat sambil menatap mat onyx itu dengan lembut
Kini giliran pemuda itu yang merasakan pipinya memanas.
Natsu memberikan grins khasnya, lalu mengangkat gadis itu bridal style
"EH?!" teriak Lucy dengan kaget
"I love you too, Luce, always" jelas Natsu sambil menatap lembut gadis yang dicintainya dan membawanya keluar arena.
Semua penonton hanya dapat bersorak gembira, bahkan sebagian masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Wartawan-wartawan telah bersuka cita karena mereka dapat melaporkan sesuatu yang menarik seperti ini, dan memiliki foto bukti yang bagus!
Semua penonton pun turut tertegun menyaksikan kejadian tersebut,
Cinta memang bisa membuat siapapun menjadi buta
~Seasons To Remember, SELESAI~
Bagaimana Minna? Tolong sampaikan pendapatmu di Review Box yaa!
Akhirnya Seasons To Remember selesai hehe
Terima kasih untuk dukungannya dan masukannya selama membuat fanfiction ini
Aku akan melanjutkan fanfic ku yang lainnya,
Jaa-ne! ^-^
