`VYNDANIKA WORLD`

Cast : Siwon, Kibum and another Super Junior member

Another cast : Girls Generation and DBSK

Sejak hari itu, keduanya benar-benar sibuk dan terhanyut dalam pekerjaan mereka masing-masing. Kibum yang sibuk menyesuaikan diri dengan perannya dan juga Siwon beserta member lain yang sibuk mempromosikan lagu-lagu dialbum mereka. Semua member Super Junior sekarang sudah berada di backstage inkigayo. Mereka baru saja selesai perform.

"Siwon ah, neo gwenchana? Sejak tadi kau terlihat tidak fokus" Tanya Leeteuk saat melihat dongsaengnya itu hanya terdiam sambil memegang ponselnya.

"Ah, nan gwenchana hyung…"

"Jangan mengkhawatirkannya Jung soo ah. Dia baik-baik saja, hanya sedang merindukan uri snow white" ujar Heechul yang sedang mengganti pakaiannya.

"Kibum. Bagaimana keadaannya sekarang Heechul ah?"

"Dia baik-baik saja, hanya beberapa hari yang lalu dia demam tinggi"

"Demam? Kibummie demam hyung? Kenapa hyung tidak memberitahuku?" Tanya Siwon yang sekarang sudah berdiri di hadapan Heechul.

"Aku baru saja diberitahu Kibum hyung hari ini. Tenanglah, dia sudah membaik. Mungkin cuaca disana yang tidak cocok untuknya" kata Heechul yang berusaha menenangkan salah satu dongsaeng kesayangannya itu.

"Aku minta nomor ponsel Kibum hyung" ujar Siwon sambil menyodorkan ponselnya pada Heechul.

Heechul langsung mengetikkan nomor ponsel manager hyung mereka. Setelah itu, Siwon langsung keluar dari ruang ganti menuju basement sambil menghubungi nomor manager mereka.

"Yeobseo Kibum hyung. Bisakah aku bicara dengan Bummie"

"Siwon ah. Tunggu sebentar ne, kibum masih dikamar mandi. Kibum ah, siwon ingin bicara denganmu"

Lalu tak lama, siwon bisa mendengar suara kibum. "Yeobseo wonnie hyung"

"Bummie ah, kau baik-baik saja?"

"Ne, aku baik-baik saja. Pasti Heechul hyung yang memberitahumu tentang kondisiku. Iya kan hyung?"

"Ne, dia secara tidak sengaja menceritakannya tadi. Kenapa tidak memberitahuku, hm?"

"Aku tahu watakmu seperti apa hyung. Kalau aku memberitahumu, kau pasti akan langsung meninggalkan jadwalmu dan akan langsung kelokasiku"

"Hahaha, kau tahu saja Bummie ah. Sudah 3 bulan, aku tidak bertemu denganmu. Bogoshippo"

"Nado hyung. Bagaimana keadaan dorm? Apakah Heechul hyung masih sering bertengkar dengan Hankyung hyung?"

"Ne, kau seperti tidak tahu mereka saja. Apa kau tahu Bummie ah, mereka semua sekarang lebih sering bermesraan di dorm. Hanya aku dan SHindong hyung saja yang tidak punya pasangan di dorm ini"

"Mianhae hyung…"

"Gwenchana Love. Bukankah besok juga hari terakhirmu syutting?"

"Ne, besok adalah syutting terakhir. Setelah itu, kami akan berlibur ke Jeju untuk 1 minggu hyung. Setelah itu, baru aku kembali ke Seoul"

"1 minggu? Itu berarti aku harus menunggu selama 1 minggu lagi" Tanya Siwon dengan nada yang sangat menyedihkan.

"Mungkin bisa lebih hyung. Aku juga harus kembali ke USA untuk melihat sekolah acting yang waktu itu direkomendasikan oleh sajangnim" ujar Kibum dengan sangat ringan.

Mendengar kata sekolah dan USA membuat Siwon berfikir bahwa dia tidak akan bertemu dengan Kibumnya dalam waktu dekat. "sekolah acting?"

"Ne, selama proses syutting kemarin sajangnim memberikanku sebuah rekomendasi sekolah acting yang bagus di USA. Dia ingin aku mengasah aktingku lebih dalam lagi"

"Dan kau menerimanya?"

"Aku hanya bilang, aku akan memikirkannya terlebih dahulu" ujarnya lirih.

"Dan aku yakin kau pasti akan menerimanya 'kan?"

"Aku belum tahu hyung…"

"Huft, ya sudahlah. Lakukan saja apa yang menurutmu paling baik. Annyeong" kata Siwon yang langsung memutuskan hubungan telpon itu.

Siwon meletakkan ponselnya diatas meja nakas yang ada disamping tempat tidurnya. Dia melihat ponselnya yang sejak tadi bergetar. Kibum sejak tadi berusaha menghubunginya tapi Siwon mengabaikannya, dia butuh ketenangan kali ini. Siwon masuk kedalam kamar mandi, setelah keluar dia mengecek ponselnya dan ternyata sudah ada begitu banyak panggilan tak terjawab di ponselnya.

Tok…tokk…

"Siwon ah…" panggil Leeteuk dari luar kamarnya.

"Waeyo hyung?"

"Kibum… Kibum terjatuh dari tangga di tempat syuttingnya…"

"MWO?" Tanya Siwon dengan tatapan tak percaya.

"Ne, dia masih di lokasi. Beberapa kru sudah membawanya ke rumah sakit"

"Rumah sakit mana hyung?"

"Rumah sakit pusat. Syutting mereka hari ini di Seoul"

Siwon langsung mengambil jaketnya dan kunci mobilnya. Dia langsung kerumah sakit pusat. Fikirannya benar-benar kacau, hanya Kibum yang saat ini ada di fikirannya. Dia langsung memarkirkan begitu saja mobilnya di depan lobi, lalu menyerahkan kuncinya pada satpam yang ada disitu.

"Kim Kibum. Baru masuk hari ini, dimana?"

"Tuan Kim Kibum diruang perawatan dilantai 2 nomor 218"

"Khamsahamnida" ujar Siwon sambil berlari kearah lift. Dia menunggu lift, tapi tak kunjung terbuka. Akhirnya dia memutuskan untuk menaiki tangga darurat. Dia terus berlari menaiki tangga itu satu persatu. Sampai di lantai 2, dia segera mencari ruangan Kibum.

Fikirannya benar-benar kacau saat ini. Siwon sangat tahu, sifat dari kekasihnya itu. kibum memang berwajah dingin dan cool, tapi siwon sangat tahu kalau Kibum bukan tipikal orang yang bisa menahan sakit dan kibum sangat tidak suka merasakan sakit. Siwon membuka begitu saja pintu ruang rawat Kibum, tapi tidak ada satu orangpun diruanngan itu.

"Siwonnie hyung" panggil sebuah suara yang bergitu ia kenal.

"Bummie ah…" ucap Siwon saat melihat Kibum ada dibelakangnya dengan senyuman membunuhnya itu.

"Wonnie hyung, kenapa bisa ada disini?" Tanya Kibum namun tidak dijawab oleh Siwon. Siwon masih memperhatikan kekasihnya itu, lalu memeluk Kibbum dengan erat.

"Gwenchanayo?"

"Ne, nan gwenchana hyung"

"Jinjja? Bagaimana kalau kita periksa secara keseluruhan?"

"Tidak usah hyung, aku baik-baik saja. Hanya sedikit retak saja. Hyung tidak usah khawatir"

"Tidak usah khawatir kau bilang? Bagaimana kalau kau saja yang berhenti bersikap ceroboh dan membuatku khawatir?" kata Siwon sambil mencubit hidung Kibum.

"Appo hyung. itu juga bukan sepenuhnya kesalahanku. Itu salah Wonnie hyung, siapa suruh hyung tidak menjawab telponku dan justru mengabaikanku" jelas Kibum sambil mengerucutkan bibrnya dan terlihat semakin menggemaskan dimata Siwon.

Cup…. Siwon mengecup cepat bibir merah kibum yang mengerucut itu. kibum memegang bibirnya dan wajahnya langsung berubah merah.

"Mianhae. Kau tahukan, bagaimana hyung. Hyung tidak akan ingin berbicara, jika hyung masih emosi. Seharusnya kau tahu tentang hal itu Love"

"Tapi kan hyung juga tahu, aku tidak bisa didiamkan…"

"Arasseo, mianhae ne. Lebih baik kita masuk ne" ujar Siwon sambil berdiri dan mendorong kursi roda Kibum.

"Wonnie hyung, tadi Sajangnim kesini dan menawarkan lagi tentang sekolah yang waktu itu" ujar Kibum, sedangkan Siwon sedang mengangkat kibum keatas tempat tidurnya.

"Lalu, apa keputusanmu?" Tanya Siwon sambil merapikan rambut kibum.

"Aku menolaknya…" ujarnya lirih dengan nada menyesal.

"Wae? Bukankah kau menginginkan hal itu juga?"

"Ne, pada awalnya aku menginginkannya. Tapi, aku juga berfikir. Jika aku menerimanya, itu berarti aku harus vakum sangat panjang dari Super Junior. Meninggalkan member yang lain, meninggalkan ELF dan pastinya meninggalkan hyung juga. Aku tidak akan bisa hyung, lagipula masih ada banyak sekolah acting di Korea" jelas KIbum.

"Memang ada begitu banyak sekolah acting disini. Tapi hanya disekolah yang direkomendasikan sajangnim yang benar-benar kau sukai. Aku mengenalmu Bummie"

"Aniy, hyung tidak tahu apa-apa. Aku tidak terlalu menyukai sekolah itu" ucap Kibum sambil mengalihkan pandangannya kearah jendela. Siwon menghela nafasnya dan duduk di ranjang Kibum. Siwon memegang dagu Kibum dan mengarahkannya untuk memandangnya.

"Tatap kedua mataku dan katakan kau tidak menyukai sekolah itu"

Kibum menatap mata Kibum. Dia sangat ingin mengalihkan pandangannya dan tidak mengikuti perintah Siwon, karena dia tahu siwon bisa melihat kejujuran ataupun kebohongan hanya dengan menatap matanya.

"Aku tidak menyukai sekolah itu dan aku tidak akan menerima sekolah itu" kata Kibum dengan sungguh-sungguh.

"Geotjimal…" ucap siwon lirih.

"Apa aku salah, jika aku tidak ingin meninggalkan kalian terutama dirimu?"

"Aniy, kau tidak salah. Tapi itu mimpimu Bummie, hyung tahu kau sangat menginginkannya"

"Aniyo. Aku tidak menginginkannya. Aku ingin tetap disini, bersama member yang ain, bersama ELF, dan bersamamu hyung"

"Pergilah dan terima tawaran itu. Member yang lain, ELF dan aku akan selalu mendukungmu. Pergilah dan kejar mimpimu"

"ANDWAE… aku tidak akan pergi"

"Bummie ah…."

"Aku tidak pergi hyung. Aku ingin disini bersama kalian semua"

"Kenapa kau begitu keras kepala? Kau tahu 'kan, aku bukan orang yang egois. Aku tidak mau memaksakan kehendakku dan membuatmu kehilangan sebuah kesempatan emas. Aku yakin, member yang lain juga bersikap seperti itu" ujar Siwon dengan nada yang mulai meninggi.

"SHIRREOOOOO!" teriak kibum sambil menutupi kedua telinganya.

"Bummie…"

"Aku benci hyung. Apa hyung tidak tahu seberapa bingungnya aku. Aku memang menyukai acting dan jujur, aku cukup tertarik pada sekolah itu. Tapi aku juga tidak ingin egois hyung, aku tidak mau melepaskan tanggung jawabku sebagai member Super Junior. Aku tidak mau pergi dengan resiko kalau aku akan jauh dari kalian dan tidak bertemu kalian. Aku tidak mau hyung" ucap Kibum sambil menangis. Air matanya sudah membasahi kedua pipi pucatnya itu dan membuat Siwon semakin sakit melihatnya.

"Pergilah Kibum. Kami akan selalu mendukung semua keputusanmu" ujar sebuah suara dengan nada yang begitu bijak.

"Leeteuk hyung…"

"Pergilah dan ambil kesempatan itu. kami tidak ingin menghalangi mimpimu dengan cara menahanmu bersama kami"

"Maksud hyung?"

"Hyung akan menemui sajangnim dan memberitahunya kalau kau menerima tawaran itu" ujar Leeteuk yang langsung berbalik kearah pintu. Kibum yang melihat Leeteuk akan pergi, langsung turun dari tempat tidurnya tanpa mengingat kakinya yang masih terlilit perban itu.

"ARGHH….." pekiknya keras sambil terkapar dibawah tempat tidurnya.

"BUMMIEE…" pekik semua member yang ada diruangan itu.

Siwon langsung mendekati Kibum dan mengecek kaki Kibum. Kibum masih meringis kesakitan dengan air mata yang mulai mengalir, pencampuran dari rasa sakit dan rasa sesak di hatinya.

"Bummie, gwenchana Love?" Tanya Siwon dengan nada yang sangat khawatir.

"Wonnie hyung, aku tidak ingin pergi. Aku ingin tetap disini, hiks"

"Arasseo, kau tidak akan pergi dan tetap disini. Uljima love" kata Siwon sambil memeluk Kibum dengan erat.

"Aku tidak ingin pergi"

"Ne, kau tetap disini bersama kami. Hyung, bisakah memanggilkan dokter. Sepertinya kaki Kibum harus diperiksa" kata Siwon pada semua Hyungnya dengan masih memeluk Kibum yang masih terisak dipelukannya.

"Arasseo, aku akan memanggil dokter dulu" kata Leeteuk.

Siwon mengangkat tubuh Kibum dan menidurkannya di ranjang itu lagi. Dia mengelus rambut panjang kibum yang belum di potong.

"Hey, berhentilah menangis. Kau membuatku semakin tersiksa Love. Uljima" kata Siwon sambil menghapus air mata Kibum.

"Hiks… hiks…" tangis Kibum semakin menjadi, membuat semua orang di ruangan itu terdiam dan memandangi Snow White super junior itu. kibum adalah sosok namja yang cool dan kuat dimata member yang lain. Dia tidak pernah menangis dan selalu menjadi member yang paling kuat dalam mengontrol emosinya. Tapi kali ini, dia menangis untuk pertama kalinya dihadapan mereka.

Siwon memeluk Kibum dengan sangat erat dan berusaha menenangkan kekasihnya itu. "Aku mohon, berhentilah. Jangan menangis lagi Love" ujar Siwon dengan lirih.

"Hyung…" ucap Kibum lirih saat merasakan bahunya basah.

"Uljima, kau tahu kan betapa aku tidak tahan melihat tangisanmu"

"Mianhae hyung"

"Gwenchana. Uljimma" ujar Siwon sambil mencium dahi Kibum.

"Siwon ah. Dokter ingin memeriksa kaki Kibum"

Siwon sedikit menyingkir dan membiarkan dokter memeriksa kaki Kibum. Siwon menggenggam tangan Kibum saat melihat kibum menahan sakit di kakinya.

"Bagaimana Dok?" Tanya Siwon.

"Semuanya baik-baik saja. Hasil rontsen sudah keluar dan keretakkan di kaki Kibum ssi tidak terlalu parah, sekitar 2 minggu sudah akan membaik"

"Khamsahamnida"

"Baiklah, saya permisi terlebih dahulu"

"Leeteuk hyung, aku tidak mau pergi. Aku ingin disini bersama kalian saja" ucapnya dengan air mata yang masih mengalir.

Leeteuk mendekat ke tempat tidur Kibum dan memeluknya erat. "Arasseo, kau akan tetap disini bersama kami. Uljima, hyung tidak suka melihat Snow White Super Junior menangis seperti ini"

"Gomawo hyung. Gomawo" ujar Kibum dengan lirih.

"Cheonmaneyo saeng. Kami harus kembali sekarang, masih ada jadwal. Siwon akan menemanimu, karena jadwalnya kosong hari ini. Kami pamit dulu dan cepat sembuh uri Snow White"

"Ne hyung, gomawo"

Satu persatu member Super Junior keluar dari ruang rawatnya, meninggalkan sepasang kekasih itu.

"Hyung, berbaringlah disampingku" pinta Kibum pada Siwon. Siwon tanpa disuruh lagi segera naik keatas tempat tidur Kibum dan memeluk Kibum. Mereka saling memejamkan mata dan merasakan kehangatan yang mereka dapatkan satu sama lain. 3 bulan tidak bertemu, membuat keduanya benar-benar merindukan saat-saat seperti ini. Setiap menit bahkan detik yang mereka lewati saat ini, menjadi hal yang paling berharga bagi keduanya.

"Bogoshippo Bummie ah"

"Nadobogoshippo hyung"

"Apa kau tahu? Selama tidak ada dirimu di dorm, aku merasa suasana kamar kita terasa aneh…"

"Aneh? Waeyo?" Tanya Kibum sambil memeluk Siwon lebih erat lagi.

"Rasanya begitu dingin dan membuatku tidak nyaman. Mungkin karena tidak ada dirimu disana yang biasanya selalu menghangatkanku"

"Hyung sedang merayuku, hm?" ucap Kibum sambil memukul dada Siwon pelan.

"Aniy, memang begitu kenyataannya. Sudah malam, lebih baik kau tidur ne" ujar Siwon sambil mengecup kening Kibum.

"Jaljayo hyung"

"Jljayo Bummie ah"

Sudah semenjak 1 minggu yang lalu Kibum keluar dari rumah sakit. Dia harus kembali ke lokasi syutting untuk scene terakhir film Joomonjin. Siwon tidak menemani Kibum hari ini, karena dia ada latihan di SM.

"Baiklah, kerja yang bagus. Khamsahamnida untuk kerjasamanya" ujar sang sutradara kepada para Pemain dan Kru.

"Khamsahamnida…" ujar semuanya termasuk Kibum.

"Kibum ah, sekarang kita kembali ke penginapan dan membereskan pakaianmu. Kita akan kembali ke Seoul hari ini juga. Sajangnim ingin berbicara denganmu" kata sang manager.

"Apa sajangnim ingin membahas tentang tawarannya waktu itu?"

"Entahlah, lebih baik kita bergegas. Jadi kita tidak terlalu siang sampai di Seoul"

Tanpa menjawab lagi, Kibum segera pamit kepada sang sutradara, para kru dan pemain yang lalu. Setelahnya dia masuk kedalam mobil sang manager menuju ke penginapan dan dilanjutkan perjalanan ke Seoul.

Seoul, 11 a.m

Kesebelas member Super Junior sedang latihan. Satu orang member yang tidak ikut latihan saat itu adalah Siwon. Siwon saat ini sedang ada di sebuah ruangan bersama salah satu member Girl's Generation Tiffany. Siwon mengikuti latihannya dengan baik, sebelum Tiffany datang dan mengatakan ada sedikit keperluan dengan siwon.

"Oppa. Aku mencintai oppa. Sudah sangat lama, semenjak trainee. Oppa, aku ingin oppa menjadi namjachinguku"

"Itu tidak mungkin Tiff. Kau sendiri tahu 'kan, hubunganku dan Kibum. Semua orang di perusahaan ini mengetahuinya"

"Ne, aku tahu tentang hubungan kalian. Tapi aku tidak peduli oppa. Tidak masalah kalau aku menjadi selingkuhan oppa"

"Hahaha, itu sangat tidak mungkin Tiff. Kibum adalah satu-satunya orang yang aku sayang dan cintai. Lupakanlah semuanya. Kau cantik, baik dan suaramu juga bagus. Aku yakin ada begitu banyak namja yang mencintaimu"

"Aku tidak mau yang lain oppa. Aku hanya ingin oppa" ujar Tiffany sambil memeluk Siwon erat.

"Tiff, lepaskan pelukanmu sekarang. Sekeras apapun kau mencoba, aku tidak akan pernah bersamamu"

Tiffany tidak mendengarkan ucapan Siwon, dia justru menarik kepala Siwon mendekat kearahnya dan mencium bibir joker namja itu.

"Wonnie hyung…" siwon mendengar suara bergetar itu. suara yang sangat ia kenal, suara seseorang yang ia cintai. Siwon mendorong tubuh Tiffany dan melihat kearah pintu, disana Kibum sudah berdiri dengan tatapan penuh kesakitan.

"Bummie…"

Kibum langsung pergi dari ruangan itu. siwon melihat kearah Tiffany dan memandangnya tajam,"kau puas? Jika terjadi sesuatu dengan hubungan kami, bisa kupastikan kau tidak akan pernah hidup dengan tenang" ancam Siwon yng lalu menyusul Kibum.

Siwon berusaha mengejar Kibum. Dari jauh dia melihat Kibum memasuki ruang CEO. Siwon berjalan mendekat dan berdiri di luar ruangan itu.

"Sajangnim memanggilku" ucap Kibum dari dalam. Siwon semakin menajamkan pendengarannya.

"Ne, aku ingin menanyakan tentang keputusan akhirmu mengenai rekomendasiku waktu itu"

"Sekolah acting yang waktu itu sajangnim tawarkan padaku"

"Ne. Bagaimana Kim Ki Bum?"

"Aku… aku akan mengambil kesempatan itu. bukankah Sajangnim mengatakan, kesempatan tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya" ujar Kibum dengan dingin. Sedangkan diluar ruangan, Siwon yang mendengarnya terlihat begitu shock.

"Keputusan yang sangat bagus, Kim Ki Bum. Dengan begini sudah dipastikan kau akan vakum dari Super Junior dalam waktu yang belum bisa ditentukan. Semua kegiatanmu akan segera diakhiri, kegiatan yang boleh kau ikuti hanya syutting untuk drama dan film saja. Apa kau mengerti Kim Ki bum"

"Ne algesaemnida"

"Keluarlah, mengenai keberangkatanmu dan yang lainnya akan aku beritahu secepatnya"

"Ne sajangnim"

Kibum berjalan keluar dari ruangan itu. Dia melihat kearah Siwon yang berdiri didepan ruangan CEO mereka.

"Apa yang kau lakukan Kim Ki Bum?" Tanya Siwon sambil memandang kekasihnya.

"Mwo? Aku tidak melakukan apa-apa" ujar Kibum dengan dingin.

"Kenapa tiba-tiba menerima tawaran itu?"

"Bukankah itu hakku hyung?" ujarnya lagi dengan masih menggunakan nada dinginnya itu.

"Tapi kenapa tiba-tiba. Bukankah waktu itu kau bilang tidak ingin menerima tawaran itu. kau bilang, kau tidak ingin meninggalkan member yang lain, ELF dan aku"

"Iya, aku memang pernah mengatakan itu. Tapi kejadian hari ini mengubah pemikiranku. Aku yakin member yang lain dan ELF pasti akan mengerti juga mendukung keinginanku, sedangkan hyung… bukankah aku sudah tidak penting lagi buat hyung. Jadi, dengan ataupun tanpa dukungan hyung aku akan tetap pergi" kata Kibum yang lalu beranjak pergi meninggalkan Siwon.

Siwon menahan tangan Kibum, saat Kibum melewatinya. "Itu tidak seperti yang kau fikirkan Bummie. Kau salah paham Love, aku bisa menjelaskannya"

"Tidak perlu, aku tidak butuh penjelasan. Kalau hyung sedang dalam pekerjaan dan melakukan ciuman, aku mengerti karena hyung melakukan itu dalam konteks sebuah profesionalitas. Tapi ini… ini kantor bukan lokasi syutting maupun panggung yang membutuhkan ke profesionalitasan hyung. Bukankah itu berarti hyung sudah mengkhianatiku?" ucapnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca hanya tinggal menunggu air mata itu jatuh saja.

Siwon melepas cengkraman tangannya di lengan Kibum dan membiarkan Kibum pergi. Berakhir? Apakah hubungannya dan Kibum akan berakhir?

"Oppa…" panggil seseorang yang merupakan pelaku utama semua kekacauan ini.

"Kau, ikut denganku" kata Siwon sambil menarik tangan Tiffany dengan keras dan membawanya menemui Kibum.

Siwon masuk kedalam ruang latihan Super Junior dengan Tiffany di belakangnya. Semua member yang sedang berkumpul mengelilingi Kibum, langsung mengalihkan pandangannya kearah Siwon dan Tiffany.

"Siwon ah, kenapa kau membawa gadis itu masuk?" Tanya Heechul dengan nada marah.

"Tiff, jelaskan pada Kibum apa yang sebenarnya terjadi"

"Apa maksudnya ini Siwon?" Tanya Hangeng yang kali ini angkat suara.

"Biarkan dia menjelaskan semuanya" kata Kibum.

"Sebenarnya… sebenarnya aku dan siwon oppa memang menjalin sebuah hubungan di belakang Kibum Oppa. Hubungan kami sudah berjalan 2 bulan dan itu saat oppa sedang melakukan syutting. Siwon oppa ingin mengakhiri hubungan kalian berdua, tapi dia takut menyakiti oppa"

"KAU…." Bentak Siwon.

Kibum berdiri dari duduknya dan menghampiri siwon. Dia menatap Siwon nanar.

Plak…. Kibum menampar Siwon dengan keras. Siwon merasakan pipinya memanas, tapi apa yang dilihatnya sekarang jauh lebih menyakitkan. Kibumnya menangis lagi.

"Kita putus saja hyung…"

"Bummie…"

"Itu adalah keputusan yang terbaik. Tidak perlu takut menyakitiku, karena kali ini aku yang meminta putus darimu"

"Ini tidak seperti itu, Bummie. Aku bisa menjelaskan, ku mohon mengertilah"

"Aku sudah lelah dengan ini semua. Kenapa harus selalu aku yang mengerti dirimu hyung. Dulu, aku selalu mengerti dengan semua fanservice yang kau lakukan. Dulu aku juga mengerti dengan kedekatanmu dengan semua yeoja itu. Tapi kali ini… ini adalah yang terakhir. Kita putus saja, biar aku yang menjelaskan pada para Appa dan Umma"

"Bummie ah…"

"Sudah berakhir hyung, semua sudah berakhir" gumam Kibum lirih dan pergi dari ruangan itu.

"KAU PUAS TIFFANY. PUAS MENGHANCURKAN HIDUPKU? KENAPA KAU MELAKUKANNYA DI SAAT AKU AKAN MELAKUKAN MELAMARNYA? KENAPA? KAU BENAR-BENAR MENGHANCURKAN SEMUANYA TIFFANY HWANG!" teriak Siwon dengan sangat keras, membuat semua orang diruangan itu terkejut. Siwon langsung keluar dan mengejar Kibum.

"Apa maksudnya Siwon oppa?" Tanya Tiffany.

"Kau bodoh Tiffany. Kau benar-benar menghancurkan hidupnya. Dia akan melamar Kibum sebentar lagi, tepatnya saat Anniversary mereka yang kedua saat SBS GAYO DAEJUN nanti" ujar Kyuhyun.

"Melamar?" Tanya semua orang yang ada diruangan itu.

"Ne, dia akan melamar Kibum dihadapan ELF saat kita perform di SBS nanti. Dia sudah merencanakan semuanya. Dia juga sudah memesan sebuah cincin, aku baru saja mengambilnya hari ini. Dia juga sudah menyiapkan scenario untuk membuat sebuah proposal yang akan membuat Kibum terharu. Dia sudah menyiapkan semuanya selama 4 bulan ini dan kau menghancurkannya hanya dalam 1 hari" terang Kyuhyun panjang lebar.

"Benarkah itu Kyu?" Tanya Leeteuk.

"Ne hyung, aku, changmin dan Jiwon yang membantunya mengurus semua yang diperlukan"

Kyuhyun langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Changmin. "Changmin ah, semuanya gagal. Kibum hyung putus dengan Siwon hyung dan dia memutuskan untuk menerima tawaran dari sajangnim. Bicaralah dengannya dan bujuk dia…."

"…"

"Aku tahu, dia sangat keras kepala. Tapi hanya kau yang dia dengarkan saat seperti ini. Akan percuma jika aku, heechul hyung ataupun Donghae hyung yang menasehatinya, diia tidak akan mendengarkan kami. Ku mohon, apa kau mau perjuangan kita berakhir sia-sia"

"…"

"Ne, nanti hubungi aku secepatnya"

"Bagaimana Kyu?" Tanya Sungmin.

"Entahlah Ming. Changmin dan Siwon hyung akan berusaha menahannya. Kalau misalnya changmin tetap tidak bisa menahan Kibum hyung, aku tidak tahu lagi apa yang akan kita lakukan" kata Kyuhyun sambil menghela nafasnya berat.

'kau bodoh Tiff' rutuk Tiffany dalam hati.

TBC

Gomawo yang sudah comment dan baca cerita gaje ini. Kali ini sudah diperpanjang lagi, mian kalau tidak sesuai dengan harapan. Keep reading and review ya. Gomawo Jeongmal gomawoyo