The Thieves

Cast : Cho Kyuhyun

Choi Siwon

Shim Changmin

Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)

Lee Donghae

Lee Sungmin

Kim Kibum (Bryan Kim)

Choi Seunghyun, dll

Chapter 3

"kau baru pulang kyu?" Tanya changmin dengan suara yang entah mengapa terkesan dingin, nada yang tidak pernah dia gunakan saat berbicara dengan kyuhyun, sedangkan mata namja tinggi ini masih fokus pada namja berbadan atletis yang juga menatapnya intens.

"chang hyung? kenapa tidak bilang kalau mau dating?" tanya kyuhyun sambil menghampiri changmin yang masih berdiri mematung di depan pintu apartemennya.

"biasanya juga aku tidak perlu bilang terlebih dahulu" jawab changmin masih dengan nada yang sama, Kyuhyun bisa merasakan nada datar dari suara changmin, bahkan sekarang suasana pun jadi terasa dingin.

"setidaknya hyung tidak akan menunggu lama kalau bilang dulu" ucap kyuhyun canggung, dia tidak pernah menghadapi suasana seperti ini saat bersama changmin, karena tidak tau apalagi yang harus dia katakan untuk mencairkan suasana kyuhyun berinisiatif untuk mengenalkan kedua namja yang sama – sama tampan itu.

"oh ya, hyung kenalkan ini siwon hyung, dia penghuni baru apartemen di depan apartemenku" ucap kyuhyun kepada changmin, lalu tatapannya beralih pada siwon, "siwon hyung ini changmin hyung, dia hyungku"

Perlahan siwon mengangkat tangannya, "choi siwon imnida" ucapnya tenang, tentu saja dia tau siapa changmin, siapa yang tidak mengenal shim changmin putra salah satu pemilik pengusaha tersukses di korea.

Awalnya changmin hanya melihat tangan siwon yang terulur didepannya, namun dengan perlahan changmin menyambut tangan siwon, "shim changmin imnida" balasnya dengan sedikit mengencangkan genggaman tangannya pada tangan siwon.

Siwon merasakan remasan kuat ditangannya, namun namja tampan ini dengan sangat pintar menyembunyikan ekspresinya dan tetap terlihat tenang, siwon justru balik mengenggam tangan changmin dengan sama kuatnya, entah kenapa namja yang baru beberapa saat lalu dikenalnya ini terlihat sangat tidak menyukainya.

"hei mau sampai kapan kalian bersalaman?" ucap kyuhyun sambil memandang siwon dan changmin bergantian.

Kedua namja tampan ini langsung melepaskan tangan mereka.

"kyu ayo kita masuk, hyung sudah kedinginan menunggu disini" ucap changmin sambil menggandeng tangan kyuhyun

"ne, emmm siwon hyung terima kasih sudah mengantarku" ucap kyuhyun tulus

Siwon tersenyum, memperlihatkan lesung pipinya yang dalam, "sama – sama kyu terima kasih juga atas semua bantuanmu hari ini" balas siwon tidak kalah tulusnya

"kalau begitu aku masuk dulu" pamit kyuhyun

"ne, selamat malam" siwon melambai sekilas ke arah kyuhyun sebelum namja manis itu menghilang di balik pintu apartemennya.

Begitu kyuhyun masuk siwon bergegas memasuki apartemennya, ditekannya tombol lampu di dinding di samping pintu, membuat ruangan yang tadinya gelap gulita itu menjadi terang benderang, siwon langsung berjalan menuju sofa yang berada di ruang tengah, dan menjatuhkan tubuhnya disana, seharian berkeliling mencari informasi membuatnya lumayan lelah, apalagi dia belum mendapatkan informasi apapun, tidak tentang shadow maupun tentang kemana mereka menjual hasil curiannya.

Siwon mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, lalu tatapannya tertuju pada bingkisan coklat yang tergeletak di atas meja, dengan langkah pelan siwon menghampiri bingkisan berbentuk persegi dan berukuran sedang itu, diambilnya bingkisan itu, dibacanya tulisan yang tertulis di bagian atas bingkisan 'to: Mr. Choi', siwon membawa bingkisan itu menuju sofa, lalu diambilnya smartphone dari saku celananya.

"aku sudah menerima paketmu Bryan" ucapnya pada pria disebrang line telpon

"baiklah aku akan memeriksanya, kau carilah informasi lebih banyak lagi" ucapnya tegas lalu menutup telpon, dipandanginya paket yang ternyata kiriman dari partnernya itu.

Dengan perlahan siwon membuka bingkisan itu, di dalamnya terdapat berpuluh – puluh lembar foto, dan sebuah flashdisk, diraihnya foto – foto dengan gambar lokasi – lokasi pencurian yang dilakukan shadow dengan foto – foto barang bukti yang ditemunkan di TKP, siwon yakin flashdisk yang dikirim oleh rekannya itu adalah berisi rekaman sisi TV yang dimintanya dari gedung – gedung lokasi pencurian shadow dan sekitarnya.

"kurasa aku akan lembur malam ini" gumam siwon sambil mulai memperhatikan foto – foto itu dengan teliti satu – persatu.

.

.

"siapa dia kyu?" tanya changmin begitu namja tinggi ini memasuki apartemen sederhana kyuhyun diikuti dengan sang pemilik apartemen yang berjalan dibelakangnya.

"bukankah kalian tadi sudah berkenalan? Namanya siwon hyung dan dia tetangga baruku" jawab kyuhyun dengan nada kesal, menurutnya tingkah changmin sangat aneh saat ini.

"hyung? Kau bahkan sudah memanggilnya hyung kyu, seperti bukan dirimu saja" ucap changmin

"memang apa yang salah hyung? Apa salahnya aku memanggilnya seperti itu?"

"hyung mengenalmu kyu, kau tidak akan semudah itu memanggil seseorang dengan sebutan hyung kalau kalian tidak dekat" changmin sedikit emosi

"dia tetanggaku hyung, tidak ada salahnya kan kalau kami dekat?" kyuhyun memandang heran ke arah changmin sambil mendudukkan dirinya di sofa ruang tamunya.

"memang tidak ada yang salah, tapi kau baru mengenalnya kyu, kau tidak tau siapa dia, hyung hanya menghawatirkanmu" ucap changmin kali ini nadanya lebih lembut.

"hyung, tidak semua orang seperti kita, menutupi identitas yang sebenarnya, siwon hyung itu hanya seorang fotografer jalanan" sungut kyuhyun, entah mengapa dia merasa kesal

"terserah padamu, hyung tidak ingin berdebat ataupun bertengkar denganmu hanya karena orang asing itu, tapi hyung hanya mengingatkanmu untuk lebih hati – hati, kau tau pekerjaan kita bukan?"

"aku tau, dan aku akan berhati – hati, hyung tenang saja" jawab kyuhyun berusaha menenangkan changmin.

"baiklah, kemarilah" changmin memanggil kyuhyun untuk mendekat, setelah kyuhyun didepannya direngkuhnya tubuh yang lebih kecil darinya itu, "badanmu sangat dingin" komentar changmin

"tentu saja diluar sangat dingin" balas kyuhyun sambil menyamankan posisi tubuhnya dipelukan changmin, kyuhyun sangat menyukai pelukan changmin, begitu hangat, dia merasa seperti benar- benar memiliki kakak kandung yang sangat menyayangi dan melindunginya.

"karena itu berhentilah berkerja"

"kau sudah tau jawabanku hyung"

"ne, ne, dasar keras kepala, tapi sekarang kau harus turuti perintahku bocah nakal, tidurlah"

"baik ketua, dan jangan memanggilku bocah" kyuhyun hormat kearah changmin, membuat namja tinggi nan tampan itu terkekeh pelan.

"baiklah lalu aku harus memenggilmu apa? Baby?" canda changmin

"yak! Kubunuh kau shim changmin!" ancam kyuhyun

"aku akan dengan mudah mengalahkanmu" balas changmin

"sial!" umpat kyuhyun lalu meninggalkan changmin menuju kamarnya, sedangkan changmin hanya tersenyum senang karena berhasil membuat kyuhyun kesal, hahh menggoda kyuhyun memang menyenangkan.

.

.

Sudah berlalu hampir sebulan sejak hari perkenalan siwon dan changmin, namja dengan julukan tiang listrik itu jarang mengunjungi apartemen kyuhyun, yang kyuhyun tau changmin sedang sibuk mengurus salah satu cabang perusahaan Shim Corp yang ada di jeju, appa shim memang sangat ingin changmin menjadi pebisnis sepertinya sehingga dia sangat sering meminta changmin mulai mengurusi perusahaan, sebenarnya kyuhyun juga pernah diminta oleh appa angkatnya itu untuk membantu, walaupun masih sangat muda appa shim sangat tau kemampuan kyuhyuh, namun tentu saja kyuhyun menolaknya dengan tegas. dengan tidak adanya sang ketua kelompok otomatis seluruh anggota shadow sejenak meninggalkan profesi mereka sebagai pencuri, kyuhyun sibuk dengan aktifitas sekolahnya dan masih menjadi target pembulian teman – temannya, namja manis ini juga masih berkerja di cafe milik shindong. Untuk hubungan kyuhyun dan siwon sendiri semakin lama mereka semakin dekat, mengantar kyuhyun sekolah atau bahkan menunggui namja manis itu ditempatnya berkerja sudah menjadi kegiatan sehari – hari untuk siwon, kedua namja itu pun merasa nyaman satu sama lain, seperti mereka sudah kenal sejak lama, namun sudah hampir tigaa hari ini siwon seakan menghilang, biasanya setiap pagi siwon akan sekedar meminum kopi di apartemen kyuhyun, namun tiga hari ini siwon tidak datang sama sekali, namja tampan itu bahkan tidak ada diapartemennya, yahh tidak dapat dipungkiri kyuhyun agak kesepian dan sedikit merindukan tetangganya itu, ingat hanya sedikit lho.

Sore itu kyuhyun sedang berkerja di blue world cafe seperti biasanya, saat sebuah suara yang sangat dia kenal, yang sudah tiga hari ini tidak didengarnya tiba – tiba terdenga di dalam cafe yang tidak terlalu ramai itu.

"kyu!" panggil siwon sambil menghampiri namja manis berkacamata tebal yang tengah berjaga di belakang meja kasir.

"siwon hyung?" kaget kyuhyun, tidak menyangka siwon akan muncul disini setelah selama tiga hari menghilang tanpa kabar dan tanpa pamit.

"sibuk?" tanya siwon

"menurut hyung?" Tanya kyuhyun balik dengan nada yang agak ketus, sepertinya namja manis ini kesal karena siwon menghilang tanpa kabar dan diba – tiba saja muncul didepannya seolah tidak ada apa – apa.

Siwon memperhatkan sekeliling café yang hanya berisi beberapa pengunjung, wajar saja saat ini sudah lewat jam makan siang ataupun jam pulang kantor (jam – jam café sangat ramai). "sepertinya tidak" jawab siwon

"hmm" balas kyuhyun

"kyu?" panggil siwon lagi karena kyuhyun seperti mendiamkannya, dalam hati namja tampan ini merasa bersalah karena pergi tanpa pamit pada kyuhyun, salahkan ayahnya kapten choi yang memintanya ke kantor pusat pagi – pagi buta untuk menyelidiki sebuah kasus, membuatnya tidak sempat bahkan hanya untuk berpamitan dengan kyuhyun.

"ne?"

"kau marah?" tanya siwon hati – hati

Kyuhyun mengalihkan tatapannya ke arah siwon, "marah? Untuk apa aku marah? Memang hyung punya salah padaku? Tanya kyuhyun balik

"itu emmm tiga hari ini.." ucap siwon mendadak gugup, pertama kali dalam hidupnya seorang choi siwon merasa gugup di depan seseorang, dan dia hanyalah seorang siswa SMA yang bahkan usianya jauh dibawahnya, namun namja manis dengan tampilan nerd didepannya ini mampu membuat choi siwon bersikap tidak seperti biasanya.

"tiga hari ini?" tanya kyuhyun berlagak tidak tau, dalam hati dia sangat puas melihat tampang siwon yang seperti penjahat yang siap dieksekusi, awalnya dia memang kesal namun melihat ekspresi siwon kekesalannya hilang, kkekkekke ternyata tidak ada ruginya belajar cara mengintimidasi orang dari heechul, dan 'beruntunglah' siwon menjadi kelinci-ah bukan tapi kuda percobaan kyuhyun.

"ne, aishh kyu jangan marah, hyung minta maaf karena tidak pamit padamu" ucap siwon dengan wajah memelas yang sama sekali tidak cocok dengan wajahnya.

"oh, baiklah tidak papa, lagipula aku juga bukan siapa – siapa hyung, jadi tidak penting" ucap kyuhyun membuat siwon semakin merasa bersalah.

"kyu bukan begitu aishhh" frustasi siwon, "dengar, hyung harus pergi karena ada klien yang meminta hyung untuk memotretnya, maaf karena tidak sempat pamit padamu, kyu mau memafkan hyung kan?" jelas siwon yang tentu saja bohong besar, tidak mungkin kan dia bilang pada kyuhyun kalau dia harus menyelidiki kasus di kantor pusat, bisa terbongkar penyamarannya.

"hahahahaha" dan bukannya menerima permintaan siwon kyuhyun justru tertawa keras bahkan sampai memegangi perutnya, beruntung cafe sepi kalau tidak semua pengunjung pasti akan melihat ke arahnya saat ini.

"yak! Kenapa kau malah tertawa, Cho Kyuhyun!" ucap siwon mendadak jadi kesal padahal dia sudah setulus hati meminta maaf, jujur dia sangat takut kyuhyun marah padanya, entah apa yang dilakukan namja berpenampilan nerd itu sehingga membuat siwon jadi seperti ini, awalnya siwon memang ingin memanfaatkan kyuhyun untuk membantunya memperoleh informasi yang dia butuhkan namun seiring berjalannya waktu dia tulus berteman dengan kyuhyun, sejujurmya dia kagum pada sikap mandiri kyuhyun, diusianya yang sangat muda dia begitu mandiri padahal siwon tau siapa ayah angkat kyuhyun, yahh kyuhyun memang sudah bercerita tentang kakak angkatnya dan juga ayah angkatnya yang seorang pengusaha yang terkenal di asia dan tentunya mampu mengidupi kyuhyun dengan sangat layak, namun namja manis ini memilih berkerja untuk menghidupi dirinya sendiri, lagipula hanya pada kyuhyunlah siwon bebas mengekspresikan dirinya, seumur hidupnya siwon dikelili oleh orang – orang yang mendidiknya dengan keras terutama sang ayah, dan sejak muda dia sudah dididik menjadi polisi, bias dibilang hidupnya sangatlah monoton, dia begitu beruntung bertemu sosok polos dan menyenangkan seperti kyuhyun.

"hyung jangan memasang wajah seperti itu tidak cocok denganmu hahhemmmbbbbttt" lagi – lagi kyuhyun tidak tahan untuk tertawa.

"Cho kyuhyun, kau benar – benar menyebalkan!" kesal siwon

"hhe, mian hyung jangan marah" cengir kyuhyun

"tidak bertemu tiga hari kau jadi semakin menyebalkan"

"terima kasih atas pujiannya hyung" balas kyuhyun

"hah, sudahlah percuma bicara dengan bocah sepertimu"

"hyung jangan memanggilku bocah, seperti chang hyung saja" protes kyuhyun

"ne, ne ahjussi"

"ya, aku tidak setua itu, kau yang pantas dipanggil ahjussi" protes kyuhyun lagi

"kalau begitu haraboji?" ucap siwon semakin menggoda kyuhyun

"ishh kau menyebalkan" sungut kyuhyun

"satu sama cho" ucap siwon senang berhasil membalas kyuhyun

"kemana saja hyung tiga hari ini?" tanya kyuhyun dengan tangan dilipat di depan dada dan mata disipitkan, walaupun tidak terlihat jelas karena tertutupi kacamata tebalnya.

"seperti yang kubilang, aku ada pekerjaan" jawab siwon

"ckck, baiklah tuan Choi yang sangat sibuk, sampai pamit saja tidak sempat, padahal jarak apartemenmu dan aptemenku bahkan tak sampai lima langkah, apa susahnya datang, ketuk pintu, lalu 'kyuhyun-ah hyung akan pergi selama tiga hari karena ada pekerjaan'" sindir kyuhyun

"aku kan sudah minta maaf"

"ne, ne tuan choi kumaafkan" ucap kyuhyun akhirnya

"ahhh cho kyuhyunnie sangat baik hati hehe"

"hyung kesini, hanya ingin minta maaf saja?" tanya kyuhyun

"anny, hyung ada janji dengan teman hyung" jawab siwon

"ohh" balas kyuhyun

KRING lonceng diatas pintu cafe berbunyi menandakan ada yang baru saja memasuki cafe, sontak kyuhyun dan siwon mengalihkan tatapannya ke arah pintu cafe.

"Bryan!" panggil siwon pada namja yang baru saja memasuki cafe itu, namja yang dipanggil Bryan itu menengok ke arah siwon namun wajahnya tidak menampilkan ekspresi sama sekali, begitu datar.

"kyu, teman hyung sudah datar, hyung kasana dulu" pamit siwon

"ne" jawab kyuhyun sambil memperhatikan namja tampan berkulit putih dengan rambut berwarna hitam legam itu dari balik kacamatanya, saat itu juga Bryan yang merasa diperhatikan menengok ke arah kyuhyun, saat itulah kedua namja itu bertemu pandang, DEG DEG DEG, kyuhyun dapat merasakan jantungnya berdebar keras, rasa takut melingkupi hatinya, tatapan namja itu begitu tajam, seolah – olah dapat menyelami isi hati manusia dalam sekali lihat, tanpa sadar kyuhyun mengepalkan tangannya, dia merasa ada yang berbeda dengan namja itu, siapa kau sebenarnya?, batin kyuhyun.

.

.

"Bryan, Bryan Kim" panggil siwon pada namja yang duduk di depannya, saat ini kedua namja tampan itu sudah duduk di kursi yang terletak di bagian pojok cafe Blue World, namun sejak tadi namja dengan ekspresi datar itu terus memperhatikan ke arah meja kasir, tepatnya ke arah kyuhyun.

"Bryan!" panggil siwon lagi

"ne" akhirnya kibum mengalihkan tatapannya ke arah siwon

"apa yang kau lihat?" tanya siwon

"bukan apa – apa" jawab kibum datar, jelas sekali dia enggan menjawab pertanyaan siwon

"oh, yasudah sebaiknya kita memesan dulu" siwon memanggil pelayan untuk mencatat pesanannya dan kibum, lalu kembali memusatkan pandangannya pada namja minim ekspresi itu.

"bagaimana perkambangan tugas yang kuberikan padamu Bryan?" tanya siwon to the point, dia tau namja yang merupakan partnernya ini sangat tidak suka berbasa – basi, sungguh siwon sangat ingin merutuki ayahnya yang sudah memilih kibum sebagai partnernya, kemampuan kibum memang luar biasa, mereka juga sudah kenal sangat lama, bahkan bisa dibilang selama di akademi kepolisian kibum adalah saingan terberat siwon, bedanya bila siwon memilih menjadi polisi difisi kejahatan nternasional di korea kibum memilih menjadi agen khusus di Amerika. Sayangnya kibum sangat sulit untuk kerja secara tim, namja itu jarang seklali berbicara dan juga berekspresi, membuat orang lain sulit menebak apa yang ada didalam kepala namja jenius itu.

"kenapa melihatku seperti itu?, Dan panggil aku kibum saja selama di korea" ucap kibum karena siwon memandanginya intens

"baiklah, bagaimana perkembangan tugasmu kibum-ssi?" tanya siwon lagi

"seperti yang kau bilang mereka sangat sulit dilacak, aku bahkan sudah menyusup ke beberapa situs pelelangan ilegal di dunia maya, namun tetap tidak menemukan kemana mereka menjual barang curian itu" jawab kibum

"hahh, sudah kuduga, aku juga sudah menyangka pasti kan sulit menemukan penadah mereka, kurasa mereka memang memiliki jalur khusus untuk menjual barang curian itu" ucap siwon sambil mengusap dagunya yang ditumbuhi rambut tipis

"tapi aku menemukan sesuatu" ucap kibum yang langsung membuat siwon menoleh ke arahnya penuh minat

"apa itu?"

Kibum menyerahkan sebuah foto, foto seorang laki – laki dengan setelan jas mahal terlihat memasuki sebuah gedung.

"apa ini?" tanya siwon

"kau lihat dijarinya, dia memakai sebuah cincin dan kau lihat walaupun tidak terlalu jelas namun batu permata yang dipakainya jelas blood diamond" jelas kibum

Siwon memperhatikan daerah yang ditunjuk kibum, benar saja walau samar terlihat warna kemerahan dari batu permata itu, ck tak salah kibum mendapat julukan 'hawk eye' dia memang begitu jeli. "bagus kibum – ssi, aku ingin kau mengirim data orang ini segera" perintah siwon

"baiklah" patuh kibun, "apa hanya ini yang ingin kau bicarakan siwon-ssi?" tanya kibum, pasalnya kalau hanya ini mereka bisa membicarakannya di telpon

"tentu saja tidak, kau memang sangat peka" ucap siwon, lalu mendekatkan posisi mereka, "aku ingin kau melakukan sesuatu untukku" lanjut siwon

"apa?"

"kau tau, akan di adakan lelang permata terbesar di asia seminggu lagi?" tanya siwon

"ya, lalu?"

"aku ingin kau menyusup ke dalam sistem keamanan hotel tempat lelang itu diadakan" ucap siwon yang mendatangkan kerutan di dahi kibum

"untuk apa?"

"kau tau sendiri, pihak hotel tidak akan memberikan penguasaan penuh sistem keamanan hotel kepada pihak kepolisian, dan tentu saja itu akan menyulitkan kita untuk menangkap shadow" jelas siwon

"kau yakin mereka akan datang?" tanya kibum

"aku yakin, aku sangat tau siapa mereka" jawab siwon mantap

"baiklah, kau bisa mengandalkanku siwon-ssi" balas kibum.

Kedua namja tampan ini tidak sadar sejak tadi kyuhyun terus memperhatikan mereka berdua, namja manis itu sangat penasaran dengan sosok kibum.

"noona, kau mau kemana?" tanya kyuhyun sambil memberhentikan pelayan yeoja bernama jiyeon yang melintas di sampingnya dengan membawa sebuah nampan berisi dua gelas americano.

"aku mau mengantar pesanan ke meja 13" jawab jiyeon

"biar aku saja, noona tau dia temanku bukan" tanpa menunggu persetujuan jiyeon kyuhyun mengambil nampan dari yeoja yang lebih tua dua tahun darinya itu, dan langsung membawanya ke meja siwon.

"pesanannya tuan"ucap kyuhyun sambil meletakkan dua gelas americano itu ke meja siwon.

"kyu, aku tak menyangka kau yang akan mengantar" ucap siwon

"ne, jiyeon noona meminta bertukar" bohong kyuhyun, namja manis itu sesekali melirik ke arah kibum yang tampak cuek, ditelitinya namja tampan itu berharap menemukan petunjuk siapa namja itu sebenarnya.

"ada yang salah denganku?" tanya kibum tanpa melihat kyuhyun dan malah menyerupun americanonya

"ahh, an-aniyo, aku baru melihatmu, apa kau orang baru?" tanya kyuhyun

"dia dari seoul kyu, namanya kibum dia mau menyewa jasaku" siwon yang menjawab pertanyaan kyuhyun

"ah, pantas saja, emm kalau tidak ada yang bisa kubantu lagi aku permisi" ucap kyuhyun, tidak ingin berlama – lama didekat namja bernama kibum itu, dia merasa begitu tertekan.

"ne, berkerjalah yang rajin, hyung akan menunggumu nanti kita pulang bersama" ucap siwon yang dibalas anggukan kyuhyun.

"kau mengenalnya?" tanya kibum tiba-tiba

"siapa? Kyuhyun?"

"namanya kyuhyun?"

"ne, dia tetanggaku" jawab siwon

Kibum terdiam mendengar jawaban siwon, matanya memandang ke arah pintu khusus pegawai tempat kyuhyun menghilang, sejak awal dia melihat kyuhyun dia merasa ada yang berbeda dengan namja berpenampilan nerd itu, seperti menyimpan sesuatu, kibum memang memiliki insting yang sangat tajam dan sekali dia penasaran akan sesuatu dia tidak akan berhenti mencari tahu sampai menemukan jawabannya. Aku tau kau bukan namja biasa kyuhyun-ssi, batin kibum.

.

.

Seorang namja berseragam SM SHS tampak sedang menunggu bus di dekat sekolah elit tersebut, namja manis yang menggunakan kaca mata tebal itu nampak menunggu dengan tidak sabar sambil sesekali menggerutu kesal, pasalnya sudah hampir tiga puluh menit bus yang ditunggunya tidak kunjung datang, ditambah langit sangat gelap menandakan hujan akan segera turun, dan kyuhyun –nama namja manis itu- sangat tidak ingin dirinya kehujanan, karena jujur saja dia sangat tidak bersahabat dengan yang namanya hujan.

"aishh lama sekali sih?" gerutu kyuhyun sambil melihat ke arah jam tangan yang dipakainya, kyuhyun melirik sekitarnya, ternyata hanya dia sendiri yang tersisa di halte bus dekat sekolahnya ini, beberapa pekerja kantor yang tadi menunggu bersamanya sudah pergi menaiki bus tujuan masing – masing hanya busnya saja yang belum datang, sedangkan teman – teman sekolahnya ck jangan harap anak – anak manja itu mau berdempetan naik bus sedangkan mereka bisa duduk nyaman di mobil mewah mereka, mungkin dari seluruh siswa SM SHS hanya kyuhyunlah yang naik bus atau naik motor butut siwon, ahh mengingat tentang tetangga tampannya itu sejak siwon menemuinya di blue world satu minggu yang lalu namja tampan itu semakin sibuk, bahkan tidak sempat untuk menjemputnya dari sekolah, siwon hanya bilang padanya dia sedang ada pekerjaan, dan kyuhyun berfikir mungkin namja misterius bernama kibum itulah yang menyewa jasa siwon sehingga membuatnya sibuk. Mengingat pertemuannya dengan kibum sebenarnya kyuhyun sudah melupakan namja tampan itu, kyuhyun selalu berusaha manghilangkan fikiran negatifnya tentang kibum dan beranggapan kibum hanya namja biasa yang tidak perlu dia takuti, lagipula mereka tidak akan bertemu lagi bukan? Yahh setidaknya begitulah menurut kyuhyun, karena kita tidak akan tau takdir apa yang akan menghampiri kita bukan?

BRESSSSSHH, akhirnya hujan mulai turun, orang – orang yang sedang berada di tempat terbuka mulai berlarian untuk berteduh sambil menutupi kepala mereka dengan tangan ataupun tas yang mereka bawa, dan salah satu tempat yang paling tepat untuk berteduh adalah halte yang ditempati kyuhyun, halte yang tadinya hanya ditempati oleh seorang namja manis berseragam sekolah ini sekarang jadi sangat ramai bahkan padat, orang – orang berjejalan untuk menghindari air yang dapat mengenai mereka membuat sebagian orang lainnya terdorong, salah satunya kyuhyun, hampir saja namja manis itu terjungkal kedepan karena terdorong oleh para peneduh dadakan itu.

"aishh" kyuhyun mengusap lengan seragamnya yang sedikit terciprat air hujan, hahh sungguh hari yang menyenangkan untuk cho kyuhyun

TIN TIN tiba – tiba suara klakson memecah suara derasnya hujan, sebuah mobil audi berwarna biru berhenti di depan halte bis, lalu keluarlah seorang namja tinggi dengan menggunakan payung berwarna putih untuk melindungi tubuhnya dari guyuran hujan.

"kyunnie!" panggil namja itu sambil terenyum cerah yang membuat para gadis yang sedang berteduh menahan nafasnya sejenak, terpesona eoh?.

"changmin hyung?!" panggil kyuhyun kaget, bukankah hyungnya itu masih di jeju

"ne, astaga kau kehujanan" changmin menyampirkan jaketnya ke bahu kyuhyun, membuat para yeoja memekik pelan

"hyung kenapa disini?" tanya kyuhyun

"hyung baru pulang dari jeju, dan ingin menjemputmu dan ternyata tepat sekali, kau sedang menunggu bis disini" jelas changmin sambil menggiring kyuhyun menuju mobilnya

"ini mobil siapa hyung?" tanya kyuhyun karena mobil yang dinaikinya ini bukan mobil yang biasa dipakai changmin

"mobil hyung, hyung hanya sedang bosan memakai yang lama" jawab changmin enteng.

"ck dasar orang kaya" sindir kyuhyun

"kau mau?"

"tidak, terima kasih" tolak kyuhyun cepat

"hemm, yasudah" changmin mulai menjalankan audinya dengan kecepatan sedang, namja tampan itu sepertinya ingin menikmati hari hujan seoul.

"hyung kita mau kemana?" Tanya kyuhyun saat changmin melewati jalan menuju apartemennya

"ke markas, yang lain sudah disana" jawab changmin

"hyungdaeul?" Tanya kyuhyun

"tentu saja, siapa lagi yang tau markas kita" changmin mengacak rambut kyuhyun gemas lalu namja tampan itu kembali memfokuskan pandangannya ke jalanan didepannya, maklum saja jalan menuju markas shadow cukup berkelok, apalagi kalau sedang hujan seperti ini pasti akan sangat licin sehingga dia harus berhati – hati.

Setengah jam kemudian kedua namja ini sudah sampai ke markas shadow, terlihat anggota yang lain sedang sibuk dengan kegiatan masing – masing, heechul dan sungmin sedang berdiskusi, sedangkan eunhae sedang bermain kartu.

"ahh changmin-ah, kyunnie" sambut sungmin yang pertama kali menyadari kedatangan changkyu, namja bergigi kelinci ini langsung memeluk dongsaeng kesayangannya

"hyung, bogoshipo" ucap kyuhyun

"nado, lama tidak melihatmu kau semakin manis" goda sungmin, memang selama shadow tidak beraktifitas otomatis intensitas pertemuan mereka juga akan berkurang.

"heyy bocah kenapa lama sekali, apa sekolah kyuhyun pindah ke jepang sampai harus memakan waktu begitu lama untuk menjemputnya?" tanya heechul ketus pada changmin

"kau itu cerewat sekali hyung, nanti keriputmu akan bertambah" jawab changmin sambil berlalu.

"aishhh dongsaeng kurang ajar" heechul mendelik sebal, lalu mengambil cermin di atas meja "apa benar keriputku bertambah?" gumamnya, sambil memandang pantulan wajahnya di cermin.

"berkumpul" ucap changmin sambil berdiri di depan meja bundar tempat mereka biasa menyusun rencana dan misi mereka.

Begitu sang ketua sudah memrintahkan untuk berkumpul seluruh anggota shadow langsung meninggalkan kegiatan mereka masing – masing.

Changmin membentangkan sebuah kertas di atas meja, kertas yang merupakan blue print sebuah gedung tersebut langsung menarik perhatian seluruh anggota shadow.

"ELF hotel" gumam kyuhyun, namja manis ini sangat mengenali gedung tersebut tanpa changmin harus memberitahunya, apa perlu kuingatkan bahwa kyuhyun sangat jenius, tentu saja dia tau akan ada lelang permata terbesar dia Asia yang akan diselenggarakan di ELF hotel, dan kyuhyun yakin changmin tidak akan mungkin melewatkan kesempatan sebesar ini, maka sebelum di perintah oleh changmin kyuhyun sudah mempelajari seluruh hotel, bahkan letak seluruh sisi tv di hotel tersebut kyuhyun sudah menghapalnya di luar kepala.

Changmin melirik ke arah kyuhyun, "jelaskan kyu!" perintahnya.

Kyuhyun mengangguk singkat, "ELF Hotel, salah satu dari tiga hotel berbintang tujuh terbesar di asia, dan akan menjadi tampat pelelangan permata terbesar di asia, bahkan bisa dikatakan ini adalah pelelangan permata terbesar pada abad 21, yang akan mendatangkan permata – permata langka dari seluruh penjuru dunia" jelas kyuhyun panjang lebar

"wahhh sasaran besar" komentar eunhyuk setelah kyuhyun menyelesaikan penjelasannya yang disambut antusias anggota shadow yang lain.

"tapi, " ucap changmin yang membuat yang lainnya kembali diam, "sasara kita hanya satu, berlian biru milik kim joo won" tambah changmin

Seluruh anggota shadow mengangguk paham, walaupun masih banyak berlian lain yang lebih mahal dan berharga namun sesuai dengan komitmen mereka, mereka hanya akan mencuri dari 'pencuri'.

"cihh pejabat koruptor sialan itu, lihat saja aku akan membuatnya menangis darah" umpat heechul

"kyu, kau sudah mempelajari blue print ini kan?" tanya changmin

"ne, aku sudah mempelajarinya, bisa dibilang sistem keamanan mereka cukup ketat", kyuhyun menunjuk sebuah ruangan besar yang berada tepat di tengah area hotel "disini kemungkinan besar mereka menyimpan seluruh permata yang akan dilelang, mereka selalu menempatkan empat sampai enam penjaga yang akan berjaga secara bergiliran di depan pintu, lalu hanya orang tertentu yang memiliki akses ruangan ini, hanya beberapa orang saja, dan juga terdapat sesnsor gerak di lorong, sisi tv dan juga laser yang akan secara otomatis menyala jika sistem mendeteksi penyusup" jelas kyuhyun panjang lebar

"lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya sungmin

"pertama kita harus tau siapa saja yang memiliki akses masuk ruangan tersebut" ucap changmin yang diangguki yang lain.

"kyu" isyarat changmin

Kyuhyun yang mengerti langsung menuju komputer yang terletak di sudut ruangan, jemari lentik namja manis ini langsung menari di atas keyboard, kyuhyun menatap fokus layar datar di depannya. Beberapa menit kemudian seringaian muncul di wajah manis kyuhyun "i got it" gumamnya

"yes" ucap eunhae berbarengan sambil berhigh five

Kyuhyun langsung mencetak hasil pekerjaannya dan membawanya ke meja, meletakkan kertas – kertas itu di tengah teman – temannya. Seluruh anggota shadow memandangnya menunggu penjelasan, namja manis ini menarik nafas sejenak, "keempat orang ini adalah orang – orang yang memiliki akses ruangan itu, yang pertama kang ha neul pendiri sekaligus direktur ELF Hotel, usia 69 tahun seorang pengusaha sukses yang memiiki lebih dari sepuluh hotel berbintang yang tersebar di asia dan eropa, selanjutnya kang yi jung 42 tahun istri kang ha neul mantan model papan atas, yang ketiga kang min woo 59 adik kandung sekaligus orang kepercayaan kang haneul, dan yang terakhir kang jung hoon, 32 tahun, putera tunggal kang haneul" jelas kyuhyun.

"hemm, lalu dimana mereka sekarang?" Tanya donghae

"kang haneul, saat ini sedang menghadiri pertemuan para pengusaha di berlin, kang yi jung sedang mengikuti fashion week di paris" ucap kyuhyun

"jadi kalau mereka tidak mungkin, yang lain?" Tanya sungmin

"kang min woo dan kang jung hoon saat ini sedang berada di korea, namun untuk kang min woo" kyuhyun melirik arlojinya, "delapan menit lagi akan lepas landas menuju Australia untuk menghadiri rapat pemegang saham menggantikan kang haneul" jawab kyuhyun

"anak ini benar – benar mengerikan" komentar eunhyuk sambil memandang kyuhyun, namja bergummy smile ini tidak habis fikir bagaimana bias namja seusia kyuhyun bias mendapatkan informasi yang sedetail itu dengan sangat mudah.

"jadi harapan kita hanya kang jung hoon" ucap sungmin sambil menatap kyuhyun yang hanya dibalas anggukan dari anggota termuda itu.

"kalau begitu bisa kau cari informasi tentangnya kyu" pinta changmin

Kyuhyun menyeringai "tenang saja aku sudah mencarinya" ucapnya tenang, sedangkan yang lainnya hanya dapat menggelengkan kepala mereka, tidak habis fikir, kyuhyun memang selalu memikirkan sepuluh langkah kedepan, pantas saja dia selalu menjadi ahli strategi.

"Kang jung hoon 32 tahun, pimpinan bagian pemasaran ELF hotel, pernah menikah dengan seorang model ternama bernama kim sihyun, dan akhirnya bercerai setelah tiga bulan pernikahan karena hobinya yang suka bermain wanita dan minum – minum di klub malam" jelas kyuhyun lancar.

"bagus sekali kyu" puji changmin sambil mengacak rambut kyuhyun pelan, kemampuan adik angkatnya ini memang tidak perlu diragukan lagi. "kalau begitu kita bisa memanfaatkan hobbynya itu untuk menduplikasi id-cardnya" ucap changmin lagi

"kyu apa kau tau dimana klub yang biasa dia datangi?" Tanya sungmin

"tentu saja, miracle night club, dia selalu datang kesana tepat jam sepuluh malam" jawab kyuhyun

"bagus sekali , ayo cepat kita kesana, kita harus bergerak mala mini juga" seru donghae semangat

"kau benar sekali nemo, dan untuk dapat menduplikasi id cardnya itu kita butuh pengalh perhatian" tambah heechul sambil memandang kyuhyun penuh arti yang diikuti oleh anggota shadow yang lain.

Kyuhyun mulai merasakan aura yang tidak menyenangkan disekelilingnya, dan benar saja hyung hyungnya sedang menatapnya intens, "y-ya!? Kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanya kyuhyun panik

"kurasa aku menemukan orang yang tepat" ucap heechul tanpa menghiraukan pertanyaan kyuhyun

"kau benar chullie hyung" timpal eunhyuk dengan seringaian di wajahnya.

TBC

Apa yang akan terjadi?

Apakah shadow akan berhasil ataukan polisi berhasil menggagalkan mereka?

Tunggu di chap depan #plakkkk

Hai hai chingudeul, akhirnya bisa update lagi setelah kurang lebih tiga bulan saya menjalankan misi(?) di desa, seneng banget akhirnya bisa update, saya benar – benar minta maaf karena updatenya sangat lama, semoga dengan ini bisa membalas kesalahan saya :)

Terima kasih untuk yang sudah review di chap sebelumnya, saya usahakan yang lainnya segera menyusul.