LOVE oh LOVE
By kimyhoney
Cast : Yewook,member SuJu dan Luna
Rate : T
Ganre : Romance,hurt,drama
Summary : Kini semua mengetahui jika Ryeowook mencintai Yesung
*Mianhe, bagi yang tidak suka terkena tag diremove saja*
Chap 4
Ryeowook hanya bisa menangis dihadapan Hyungdul, Kyuhyun dan Henry untuk saat ini. Mulutnya terasa terplester rapat hanya untuk menjelaskan apa yang ditulis di surat kabar hari ini. Airmata Ryeowook terus mengalir pikiranya kalut.
"Ryeowook apakah yang tertulis disini betul hahh!" bentak Kangin karena dari tadi Ryeowook tidak mengatakan sepatah katapun.
Hot News : Ryeowook super junior mengakui jika dirinya gay dan mencintai salah satu dari member Super Junior. Setelah didesak akhirnya dia mengakui bahwa dia mencintai Kim Jong Won atau yang kita kenal dengan nama Yesung. Sampai berita ini diturunkan kami belum mendapat konfirmasi dari Yesung maupun SM Ent selaku manajemen tempat mereka bernaung.
Akan menjadi kontroversi yang sangat besar jika hal ini sungguh terjadi mengingat hubungan sesama jenis di negara sangat tidak lazim. Kita lihat apa yang terjadi pada Super Junior dengan pengakuannya yang cukup berani itu, Apakah Super Junior akan tetap bertahan?
"Ryeowook apakah kau tuli eoh?Apa susahnya menjelaskan kepada kami tentang berita itu heh?" kali ini giliran Eunhyuk yang menggertak Ryeowook.
" Hyungdul mianhe, sungguh aku tidak pernah berbicara seperti itu, bahkan wawancarapun aku tidak pernah." Ryeowook mencoba membuka mulutnya untuk berbicara walau suaranya terdengar sangat pelan.
"Terus mengapa bisa ada tulisan seperti ini eoh?" tanya Heechul membuat ketakutan Ryeowook.
"Aku, aku tidak tahu hyung" Ryeowook semakin menundukkan kepalanya.
"Ryeowook-ah, apakah benar kau mencintai Yesung?" Leethuk bertanya kepada Ryeowook dengan suara yang lebih pelan dibandingkan ketiga hyungnya tadi.
"Nndee , itu benar hyung" jawab Ryeowook takut. Cepat atau lambat perasaan Ryeowook terhadap Yesung akan ketahuan, maka tidak ada salahnya jika Ryeowook mengaku saat ini. Dan membuat semua yang disitu kecuali Yesung dan Siwon kaget.
" Bagus Ryeowook kamu bisa menghancurkan Super Junior dalam waktu sekejap" bentak Heechul.
"Aku tak menyangka kau begini Ryeowook-ah, kau sungguh mengerikan." ucap Donghae membuat Ryeowook menggelengkkan kepala dengan lemah.
" Apakah Hyung harus menganggap benar omongan orang bahwa kau anak pembawa sial? Dulu kami tak peduli ketika orang-orang mengatakan kau anak pembawa sial yang menyebabkan kematian orang tuamu, apakah sekarang kami juga harus menganggapmu begitu karena menjadi titik awal kehancuran Super Junior?" Sungmin mengungkapkan apa yang selama ini dia dengar dari orang-orang disekeliling orang tua Ryeowook, bahwa Ryeowook adalah anak pembawa sial.
" Ryeowook-ah, kamu ditunggu Soo Man Sajangnim sekarang juga." Leethuk memberikan informasi kepada Ryeowook agar segera menuju gedung SMNet sekarang juga setelah Leethuk mendapat telphone dari sang menager sekaligus menghentikan memberdul mengintimidasi Ryeowook.
" Ne hyung, sekarang juga aku kesana." lirih Ryeowook.
" Semoga tidak terjadi hal buruk padamu Wookie" Kyuhyun berjalan mendekati Ryeowook kemudian memeluknya untuk memberi dukungan pada hyung mungilnya itu.
" Semangat ne Wookie, kamu pasti bisa melalui ini." Siwon berjalan mendekati dua megnaenya dan ikut memeluknya.
" Gomawo Siwon hyung, Kyu, hyungdul aku pergi dulu ne" pamit Ryeowook kepada Kyu dan hyungdulnya lalu melangkah keluar dorm.
Yesung hanya diam menatap kepergian Ryeowook, dia juga tidak tahu apa yang harus diperbuatnya saat ini. Selain Ryeowook, dirinya pasti juga akan dijadikan sasaran media untuk diwawancara mengingat nama Yesung juga ada dalam berita tersebut.
Setelah Ryeowook pergi memberdul membahas apa yang akan mereka lakukan untuk menyelesaikan masalah yang menimpa Yesung dan Ryeowook.
" Sebenarnya aku tidak percaya kalau Ryeowook yang menyampaikan berita mengenai dirinya pada surat kabar itu" ucap Kangin. Dia sadar bahwa Ryeowook tidak sering berurusan dengan media.
" Yesung, apa kamu juga punya rasa terhadap Ryeowook?" selidik Heechul.
"Aku tidak tahu hyung, tapi yang jelas aku selalu mengkhawatirkan dan memikirkannya" Yesung menghembuskan nafasnya setelah menjawab pertanyaan Heechul.
"Hyung, apa yang akan terjadi pada Ryeowook?Aku menyesal mengatakan dia anak pembawa sial" Sungmin mulai diliputi rasa takut, Ryeowook bukan anak pembawa sial yang akan menghancurkan Super Junior. Super Junior adalah Boyband yang kompak dan Sungmin yakin bisa melewati cobaan ini bersama-sama.
"Sebenarnya tidak ada yang salah dengan perasaan Ryeowook pada Yesung hyung" Eunhyuk ikut berbicara.
"Hanya saja hubungan sesama jenis dinegara kita masih dianggap tabu dan menyalahi norma". Komentar Donghae.
"Yang jelas kita harus melindungi Ryeowook bukan malah menyalahkannya" Leethuk angkat bicara.
"Kalian bukan hyung yang baik jika membiarkan Wookie menghadapi masalahnya sendiri" Evil Kyu mengemukakan pendapatnya.
"Betul kata Kyu, kita tidak boleh membiarkannya sendiri mengingat hanya kita yang Ryeowook punya sekarang" Shindong angkat bicara.
"Jangan sampai terjadi hal yang buruk kepada Ryeowook karena kita" imbuh Siwon.
"Oke, kita tunggu Ryeowook pulang dari SM, dan selesaikan masalahnya bersama" perintah Heechul.
"Sekarang bergegaslah bagi yang ada jadwal pagi ini, kita tunggu Ryeowook hingga siang nanti kalau tidak ada kabar kita cari dia." giliran Leethuk memberi pada dongsaengdulnya.
Ryeowook keluar dari gedung SM dengan langkah gontai, petinggi SM menyuruhnya vakum dari semua kegiatan Super Junior setelah mereka puas memarahi Ryeowook. Setelah menghindar dari kerumunan para wartawan, sendirian Ryeowook melangkahkan kakinya entah kemana.
Hari sudah malam, Ryeowook masih enggan beranjak dari tepi sungai Han. "Yesung hyung apa yang harus aku lakukan? Hiks." Ryeowook bermonolog dalam kesendiriannya. Puas menangis Ryeowook berdiri, meraih tas yang berada disampingnya kemudian melangkah kembali menuju dorm.
" Aku tak boleh menyerah, aku harus berjuang, dan aku tak akan membiarkan Luna memiliki Yesung hyung dengan cara yang licik." Gumam Ryeowook disetiap langkahnya.
Ryeowook membuka pintu dorm dengan sangat pelan agar tidak membangunkan hyungdulnya. Tetapi apa yang dipikirkannya salah, ada beberapa hyungnya mondar-mandir diruang tengah sambil sibuk dengan hanphonenya.
"Ryeowook!" Pekik Eunhyuk ketika melihat pintu dorm dibuka oleh Ryeowook.
Leethuk dan Heechul menoleh kearah pintu, memastikan yang dipanggil Eunhyuk adalah benar-benar Ryeowook. Keduanya langsung memeluk eternal magnae dan menyeretnya duduk di sofa ruang tengah. Eunhyuk segera berlari ke dapur mengambilkan minum untuk Ryeowook.
"Ryeowook-ah syukurlah kamu pulang, Hyung takut kamu kabur." Ucap Leethuk sambil mengusap rambut Ryeowook yang nampak sangat berantakan.
"Wook-ah kami sangat mencemaskanmu tahu." Heechul mengambil tisu dan mengusapkannya ke wajah Ryeowook.
"Hyung, maaf" lirih Ryeowook, airmatanya mengalir lagi begitu tahu hyungdul mengkhawatirkannya.
"Wook-ah minumlah dulu, aigoo kamu kemana saja sampai berantakan begini?" Eunhyuk menyerahkan segelas teh hangat untuk Ryeowook.
"Gomawo hyung" Ryeowook menerima segelas dari hyukjae dengan tangan gemetar, ingat Ryeowook belum makan sejak pagi, beruntung dia tidak pingsan.
"Sudahlah kita biarkan Ryeowook istirahat dulu." Heechul langsung menarik tubuh Ryeowook dan membawanya berbaring dipangkuannya.
"Hyukie-ah telphonelah member yang lain beritahu mereka kalau Ryeowook sudah pulang, aku akan menyiapkan makan untuk Ryeowook." Leethuk segera beranjak menuju dapur untuk memanaskan makanan untuk Ryeowook.
"Ne hyung, akan ku telphon mereka." Jawab Hyukjae.
"Ryeowook-ah, makan dulu ne! Setelah itu ceritakan semuanya pada hyung." Ryeowook hanya mengangguk pelan kemudian bangun dari pangkuan Heechul.
"Ryeowook! Ditelan makanannya bukan di kulum" Heechul mengingatkan Ryeowook ketika sang magnae hanya mengulum makanannya didalam mulut tanpa menelannya.
Ryeowook terkaget kemudian berusaha menelan makanannya sesudah mengunyahnya sebentar. Setelah lima suapan Ryeowook menolak suapan berikutnya dan memilih berbaring kembali dengan menjadikan paha Heechul sebagai bantal.
Leethuk semakin khawatir dengan Ryeowook, diusapnya lengan Ryeowook " Wookie-ah, jangan pendam perasaanmu, menangislah atau berteriaklah kalau kau ingin." Leethuk menarik nafas dan menghembuskannya kembali saat melihat Ryeowook masih diam.
"Benar kata Teuk hyung, bicaralah pada hyung Wookie!"kata Heechul memberi perintah.
"Hyung, apa perlu kita memanggil dokter?" tanya Eunhyuk.
"Kurasa tidak perlu, tapi kalau Wookie begini terus kita bawa kerumah sakit saja." jawab Leethuk, Leethuk sengaja mengatakan kata 'rumah saki' karena Ryeowook takut dengan rumah sakit.
"Aniya, jangan bawa aku ke rumah sakit aku tidak apa-apa" desah Ryeowook setalah mendengar percakapan Leethuk dan Eunhyuk.
"Kalau begitu ceritalah" ucap Heechul.
"Hyung.." Ryeowook masih nampak ragu untuk mengungkapkan segalanya. Namun detik berikutnya sudah terdengar tangisnya yang cukup keras.
"Huwaaaaaaaa..hyung sungguh aku tidak mengatakan seperti yang ditulis dikoran itu, mengapa aku tidak boleh bersama kalian lagi. Huuwaaaaa.." Ryeowook menangis cukup keras.
"Apa maksudmu tidak boleh bersama kami Wookie?" tanya Leethuk disela tangis Ryeowook.
"Aku dilarang tampil bersama Super Junior hyung." Ryeowook menjawab pertanyaan Leethuk masih dengan menangis.
" Aku lebih baik mati kalau tidak bisa bersama kalian, hanya kalian keluargaku sekarang. Huwaaaa.." lagi-lagi Ryeowook menangis keras meluapkan kesedihannya. Leethuk, Heechul dan Eunhyuk hanya diam dan membiarkan Ryeowook menangis keras.
"Aku hanya mencintai Yesung hyung apa itu salah? Mengapa jadi begini hyung" tanya Ryeowook entah kapada siapa.
"Kenapa aku tidak boleh mencintai Yesung hyung?"
Greep
Seorang namja yang baru masuk kedalam dorm langsung menarik namja mungil yang sedang menangis keras dan membawa kepelukkannya untuk meredam tangisnya dan juga untuk menenangkannya.
*t*b*c*
^Hanya ini yang dapat aku tulis untuk chap 4..hiks, mianhe^
tak bosan-bosannya aku minta review dan kritik dari kalian
aku harap kalian tidak bosan membaca FF ku yang aneh ini
Terimakasihhhhhhhhh...
