LIFE'S TALK

Summary : huang zi tao terperangah, dia punya rumah baru yang besar dan mewah

Tao mulai sumpek rumahnya yang mungil semakin sesak dengan kehadiran ayah serta saudara tirinya,ketika mereka pindah tao malah kaget rumah baru pilihan orang tuanya ternyata adalah rumah termewah dan termegah di distrik Gangnam .. sekarang tao menjadi warga pemukiman elit tapi ia justru merasa risih

Genre : friendship, familly and little hurt *apa ini genre ?

Pairing : Kristao/Taoris (main) and other EXO couples.

Inspiration : Girls Talk sebuah novel karya L.E BLAIR.

Warning : semua karakter di ff ini OCC, yaoi alias boyslove, cerita berantakan, story kependekan/kurang panjang alur lambat alias bertele-tele, bahasa membingungkan *karna saiia yg nulis juga bingung.

NB: disini aku itu huang zitao/tao

Mohon maaf Chapter kemarin banyak banget 'miss kata' padahal sudah saiia edit tapi entahlah kenapa masih begitu .. T_T

000ooo000

Luhan memelukku perlahan,kelihatanya memahami betul apa yang sedang aku rasakan saat ini yang sangat aku rindukan dari luhan 'pelukan hangat yang menenangkan..

Chapter 4 ready goooooo ~~~~~~~

Hari berikutnya seperti biasa aku bangun pagi dan berangkat ke sekolah tapi hari ini aku berusaha lebih terbuka pada kris, aku meminta ijin pada kris agar bisa menggosok gigi dulu sebelum dia mandi. Biasanya aku mandi pagi-pagi lalu sarapa setelah itu baru gosok gigi lagi menjelang berangkat sekolah nah waktu gosok gigi itulah yang biasanya berbarengan dengan waktu mandi kris.

Eomma harus menghadiri rapat pagi-pagi sekali dikantornya dan aku hanya sempat berpapasan dengan wu-yunho sebentar sebelum eomma dan wu-yunho berangkat kekantor , sikap wu-yunho tenang sekali seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa, sebenarnya sih aku ingin segera membahas dan menyelesaikan masalahku secara tuntas.

Kemarahan eomma dan bayangan wajah wu-yunho yang penuh kekecewaan kemarin membuat perasaanku tertekan dan tidak tenang aku merasa berdosa pada keduanya.

Kuambil tas makan siangku dimeja dapur kemudian menghampiri luhan yang telah siap mengantarku dan kris kesekolah tapi kali ini luhan tidak memmaksa kami untuk bergegas karna kami sudah siap tepat pada waktunya sehingga luhan tidak perlu khawatir terlambat kesekolahnya sendiri.

Begitu tiba disekolah kutemui lay, baekhyun, kyungsoo dan xiumin yang sudah menunggu didepan lokerku, mereka semua kelihatan prihatin. Aku hampir saja lupa bahwa kemarin aku baru saja mengutarakan kejengkelan dan kesedihanku lewat telepon pada mereka.

"annyeong gege ~~" sapaku pada mereka , kumasukkan tas kedalam loker dan kugantungkan hoodie diatasnya.

"annyeong baby panda .. gwencana ?" Tanya xiumin

Ku angkat bahuku "sepertinya sih begitu ge .. aku belum sempat bicara dengan eomma, dan wu-yunho sama sekali tidak menyinggung masalah kemarin"

"apa aku bilang .. semua pasti beres" kata baekhyun tersenyum

"arra .. hanya waktu yang bisa menyelesaikan masalah seperti itu" timpal kyungsoo disambut anggukan oleh lay

Aku bersyukur bahwa sahabat-sahabatku berusaha menjaga perasaanku dan sama sekali tidak menanyakan soal pesta besok malam, padahal aku yakin mereka semua pasti sangat ingin hadir dipesta itu.

"hmmm .. gege aku sudah memutuskan untuk datang kepesta itu kalau eomma mengijinkan" ujarku pada mereka

"itu bagus baby .." seru baekhyun gembira campur kaget

Lay memelukku "kalau kau benar-benar mantap dan yakin berarti kau memang harus hadir panda" sambung xiumin

Aku mengangguk dan bergumam "aku harap si rubah Jessica tidak hadir dipesta itu" kuhembuskan nafas dengan perlahan "tapi kalau dia datang juga, yahhh apa boleh buat aku palingan bisa cuek menganggap dia tidak ada."

Ketika aku mengutarakan keluhan itu, ku lihat lay, xiumin, baekhyun dan kyungsoo bertukar pandang sambil menahan tawa

"ada apa sih ge ?" tanyaku penasaran atas sikap mereka

"menurut perasaanku, kalaupun datang dia tidak akan lama dipestamu panda" jawab baekhyun cekikikan

"pokoknya urusan nona muda jung, serahkan pada kami " tambah kyungsoo

Kutatap lay dan xiumin berharap mereka mau mengatakan rahasia mereka padaku, namun lay menggelengkan kepalanya dan menjawab "pokoknya kau tenang saja, kalau ingin tau tunggu saja besok oke ?"

"sudahlah, sekarang lebih baik kau ambil semua bukumu dan cepat masuk kelas karna sebentar lagi jam pertama dimulai" xiumin berusaha menghentikan percakapan kami.

Ketika kami melangkah menuju kelas tiba-tiba baekhyun meremas lenganku erat-erat mambuat kami semua terperanjat

"arghhhhhtt aku lupa !" seru baekhyun panik "buat pesta besok aku pakai baju apa nih ?! aku belum punya baju!"

Astaga, aku kira ada apa ! aku, lay, xiumin dan kyungsoo hanya bisa sweatdrop memandang ulah baekhyun, masalah baekhyun ternyata tidak serumit cengkramannya dilenganku yang nyata-nyata membekas itu.

Bel jam pertama sudah bedering kami pun berpisah kekelas masing-masing. Sulit rasanya memusatkan perhatian pada pelajaran hari ini karna aku masih memikirkan rencana sahabat-sahabatku

"apa yang akan mereka lakukan?" batinku

000ooo000

Jam tiga lewat aku menghambur keluar gedung sekolah ketempat luhan biasa menjemputku. Sialnya didepan gerbang sekolah aku berpapasan dengan Jessica dan kris mereka terlihat bercakap-cakap dengan akrab dan mesra

"krissie serius tidak mau pulang bersamaku ? ayolah krissie sebentar lagi eomma menjemputku" bujuk Jessica pada kris

"gomawo .. tapi luhan sudah datang menjemput , mungkin lain kali " elak kris sambil melirik ke-arah ku

"tao-ie ! kajja kita pulang " ucap kris seraya menggandeng tanganku.

Aku hanya bisa mengikuti langkah panjang kris, sedangkan Jessica langsung membuang muka dengan raut sinis ketika bertemu pandang denganku dan aku rasa kris melihatnya.

"krissie .. sampai jumpa besok " Jessica berteriak sambil melambaikan tangannya pada kris

Aku hampir muntah melihat gaya Jessica, 'gimana sih kris ini masa tidak bisa merasakan kepalsuan sikap jessica' umpatku dalam hati

Aku benar-benar ingin menceritakan kemunafikan Jessica pada kris, ingin sekali kukatakan pada kris kalau Jessica hanya pura-pura bersikap ramah dan bersahabat karena ingin diundang kepesta dan hanya karna kris anak orang kaya.

Tetapi sepanjang peerjalanan kris terus berceloteh tentang pesta, para undangan dan tentang pertandingan The aliens nanti, sepertinya kris sedang bersemangat , maka kuputuskan untuk menahan diri sampai pertandingan berakhir lagi pula setelah pesta dan pertandingan berakhir mungkin Jessica akan menjauh dari kris-ku ..

tunggu ..

apa aku bilang tadi ….' KRIS-KU ?'

aku gelengkan kepalaku kasar mencoba menjeernihkan pikiran aneh yang sering datang menghampiri akhir-akhir ini.

"kris .. berapa orang sih yang kau undang ?" Tanya luhan menginteruksi aktivitas konyolku

"tidak banyak .. hanya chanyeol, chen, minho dan beberapa team basket sekolah" jawab kris sambil menghitung dengan jari-jarinya

"Tidak banyak apanya ? team basket sekolah itu ada banyak .. aku sendiri hanya mengundang baekhyun, lay, xiumin dan kyungsoo" sahutku lagi pula aku tidak tau seberapa besar pesta yang direncanakan wu-yunho

"kau yakin appa tidak keberatan kris ?" Tanya luhan " ku kira kita hanya boleh mengundang tema dekat saja"

Kris menatapku dan luhan bergantian seakan heran "mereka semua memang teman baikku, lagi pula appa memang suka pesta besar-besaran tidak perlu khawatir" jawabnya

Aku yakin kris tentu lebih mengenal appanya daripada aku ataupun luhan karenanya aku pun diam dan kembali menatap jalanan didepan.

"panda .. kau tidak mengundang taemin ?" Tanya luhan padaku, aku hanya menggeleng sebagai jawaban

"sebenarnya sih aku ingin mengundang taemin , tapi kubatalkan karna itu berarti aku harus mengundang Jessica dan teman-temannya"lirih kujelaskan pada luhan nama Jessica sengaja kusebut perlahan dan samar dengan harapan kris tidak ikut mendengarkan.

Taemin cukup baik padaku bahkan sebelum berita tentang the aliens beredar, sebenarnya aku merasa bersalah tidak mengundang taemin. Tapi kali ini aku hanya ingin mengundang sahabat-sahabat dekatku saja.

Luhan memarkirkan mobil kehalaman garasi besar rumah kami, ku lihat Mercedes hitam wu-yunho yang mewah itu juga sudah ada.

"wu-yunho pulang lebih cepat dari biasanya" gumamku sambil melirik arloji "baru setengah empat"

Kris mengangguk "nde .. tadi pagi eomma bilang, appa harus memeriksa kesiapan pesta besok karna eomma tidak bisa memeriksanya"

Ku balikkan tubuh dan menatap kris dengan pandangan tak percaya, sejak kapan kris memanggil eomma-ku dengan sebutan 'eomma' sebelumnya kris hanya memanggil 'jae ahjumma' atau 'eomma-mu' jika kris bertanya padaku atau luhan. Kualihkan tatapanku ke luhan tapi kelihatannya luhan sama sekali tak memperhatikan perubahan itu malah sudah keluar dari mobil.

"panda .. kajja kita turun .." ajak kris yang sudah membuka pintu mobil untukku.

Aku mengangguk lantas mengikuti langkah kris dari belakang, jonghyun salah satu maid kami membuka pintu menyambut kami

"selamat sore tuan muda" sapanya dengan sopan "tuan wu sudah menunggu kalian diruang kerjanya"

Wu-yunho memiliki ruang kerja pribadi berdampingan dengan perpustakaan, ruang kerja wu-yunho bisa disebut ruang kantor mini yang lengkap karna wu-yunho sering membawa pulang pekerjaan yang mungkin belum terselesaikan dikantornya.

"sebentar lagi saya akan kesana .." luhan bergegas naik kekamarnya, aku yakin luhan akan menelpon sehun dulu , luhan memang tidak pernah absen memberi kabar pada namja-nya setiap ada kesempatan.

"kamsahamnida jonghyun-ssi" kata kris diletakkannya tas serta buku-bukunya dilantai dan segera melesat keruang kerja appa-nya

Jonghyun merapikan dan mengangkat tas serta buku-buku kris "bolehkah saya membawakan tas anda kekamar tuan zitao? Tuan wu ingin segera bertemu anda juga" katanya padaku

Tadinya aku ingin mengatakan bahwa aku akan membawa tasku sendiri tapi jonghyun sudah terlanjur mengambilnya dari tanganku "gomawo" ujarku kemudian

Sambil berjalan pikiranku berputar ada apa gerangan kenapa wu-yunho ingin bertemu dengan kami sekaligus ? mobil eomma tidak ada digarasi jadi aku bisa merasa sedikit tenang mudah-mudahan bukan soal kukurang ajaran-ku kemarin.

Kumasuki ruang kerja melewati perpustakaan, wu-yunho duduk dikursi berlapis kulit berwarna merah anggur dibelakang meja yang terbuat dari kayu ek. Kris baru saja memeluk wu-yunho

"papa … merci beaucoup !" seru kris dengan aksen Canada-prancis, ketika melihat ke arahku kris berseru " panda … lihat ! hebatkan .." diacungkannya jaket yang kelihatannya seperti seragam team basket The aliens

"woooowww .. ! " aku pun ikut berseru jadinya saat melihat jaket warna bercorak hitam putih itu

" ini seragam resmi mereka kan ?" tanyaku

Wu-yunho mengangguk dan tersenyum "ye .. dan saya menyiapkannya untukmu dan luhan juga" ujar wu-yunho sambil mengeluarkan dua buah jaket lagi dari laci meja kerjanya

"saya masih membiarkan bagian belakangnya tidak dibordir karna saya belum tau nama apa yang ingin kalian cantumkan disitu" tambahnya

Kulihat bagian belakang jaket kris tersulam tulisan KRIS WU dari bordiran benang warna putih, tiba-tiba aku tersadar bahwa barangkali wu-yunho berharap aku dan luhan mau meletakkan nama marganya dibelakang jaket itu.

Aku tak pernah sekalipun berpikir untuk mengubah nama huang zitao menjadi wu zitao, sejak lahir aku terbiasa dengan nama pemberian appa kandungku aku harus membicarakan ini dengan luhan dan eomma.

Ku-ulurkan tangan menerima jaket pemberian wu-yunho "kamsahamnida .. biarkan saja bagian belakangnya kosong, gwencana" sahutku sambil memperhatikan bagian belakang jaketku yang masih kosong, biasanya para pemain mencantumkan nama mereka dibagian ini.

"arraso .. kalau kau sudah memutuskan sesuatu tolong beritahu saya secepatnya" wu-yunho tersenyum padaku

"ye .. sekali lagi kamsahamnida" jawabku bingung tak tahu lagi harus berkata apa.

"appa ? apakah bahan dekorasi sudah siap ?" Tanya kris. Ahhh untung kris mengalihkan pembicaraan aku merasa lega karena merasa 'terselamatkan' dari kekakuan yang membuatku salah tingkah.

"oui .. apakah kalian siap membantu appa dan eomma memeriksa pendekorasian pesta besok ?"

"pasti ! " seru kris "appa .. aku akan mengajak chanyeol dan chen untuk membantu"

Wu-yunho mengalihkan pandangan untuk menatapku "tao-ie kau mau hadir dipesta itu kan ?"

Seketika mendengar ucapan wu-yunho aku jadi teringat peristiwa kemarin. Aku mengatakan tidak akan hadir kepesta sambil marah-marah bahkan menohok (?) wu-yunho dengan kata-kata tajam

"emmm … emmm .. " aku menunduk karena tidak bisa menjawab pertanyaannya.

"nah .. kalau kau mau , kau juga boleh mengajak sahabat-sahabatmu untuk membantu kami, bagaimana ?" timpal wu-yunho

"akan ku telp baekhyun, lay, xiumin dan kyungsoo , aku Tanya mereka dulu dan juga akan kuceritakan soal jaket ini" kuputar tubuhku, bersiap meninggalkan ruangan

"tao-ie tunggu .. " sergah wu-yunho

Aku terkesiap, kembali menghadap wu-yunho dengan hati penuh tanda Tanya

"eomma tidak bisa pulang untuk makan malam bersama kita nanti." Tutur wu-yunho

Oohhh .. kukira ada apa " ye .. ye .." aku tidak tau lagi harus menjawab apa selain 'ye'

Aku tengah melangkah keatas menuju kamar ketika berpapasan dengan luhan

"ada apa wu-yunho memanggil kita?" Tanya luhan

"bagi-bagi hadiah" kutunjukkan jaket baru itu

"daebak ! aku juga dapat ?"tanyanya lagi , aku mengangguk

"ahhh .. akan kuberikan pada sehunie dia pasti senang" seru luhan bergegas menuruni anak tangga

Kelihatannya luhan tidak perlu bingung memikirkan nama apa yang harus dicantumkan dibelakang jaket itu.

Aku berlari kecil menuju kamar, kusambar handphone dan sambil duduk diatas kasur ku dial no kyungsoo.

"annyeong .. !" kyungsoo mengangkat telp didering yang kelima dengan nafas terengah-engah

"annyeong soo-ge , coba aku tebak pasti gege sedang menemani kai latihan basket dan ikut kai lari keliling lapangan" terka-ku

"loh kok kamu tau panda ?" Tanya kyungsoo masih dengan nafas menderu "oya .. panda , kau pakai apa untuk pesta the aliens ?" lanjutnya

Kutarik nafas dalam-dalam agar bisa bersuara tenang, kyungsoo bisa berteriak histeris mendengar apa yang akan ku katakana ini

"aku .. mau pakai jaket resmi Tha aliens ." jawabku

"mwooo ? jinjayo ? dapat dari mana ?" teriak kyungsoo antusias

"wu-yunho " ujarku "kris ge dan luhan ge juga"

"daebakkkk … " komentar kyungsoo "tunggu .. tunggu .. jaket itu bisa kau padukan dengan jeans biru, dan septu biru !"

"ide bagus ge .." kataku "hmmm … aku rasa kalian juga bisa mengenakan pakaian dengan warna bercorak lambing the aliens "

"yap ! tepat .. kita akan tampil sebagai mascot The aliens" seru kyungsoo penuh semangat

"akan kubongkar lemariku, akan kucari dulu kombinasi pakaian hitam-putih + biru, akan ku telp baekhyun, lay dan xiumin ge untuk rencana kita ini .. eothe?"

"oke ge .. oya ge kalau kalian mau besok kerumah ya buat bantu menyelesaikan dekorasi pesta jam delapan pagi " kataku lagi sebelum menutup pembicaraan ditelp.

"nde nde .. annyeong panda" –kyungsoo

Kami menyudahi percakapan setelah kyungsoo menutup line telp, karena hari ini hari jum'at tak banyak pr yang harus aku kerjakan hanya beberapa soal matematika dan hanya beberapa bab materi sains yang harus kubaca. Satu setengah jam kemudian semuanya sudah selesai kukerjakan.

Ketika malam tiba aku dan luhan maen game sebentar sebelum sehun menjemput luhan untuk makan malam diluar, setelah luhan pergi dengan sehun rasanya suasana rumah agak aneh, rasa canggung dan sendirian mulai merayap lagi.

Jam Sembilan lewat kris mengetuk pintu kamarku, entah hanya perasaanku saja atau memang wajah kris terlihat sangat tampan dengan shirt lengan panjang hitam putih yang dikanakannya sekarang.

"panda … boleh gege masuk ?" Tanya kris sambil melangkah masuk , dasar napeun belum dipersilahkan masuk tapi sudah masuk huh !

"gege kan sudah masuk" jawabku entang

Kris nyengir sambil menggaruk kepalanya yang entah benar-benar gatal atau memang karna salah tingkah, kris duduk disamping kasurku menatapku intens, aku terdiam menunggu kris mengatakan sesuatu mungkin

"hmmm .. kau sudah makan tao?" ucap kris .. astaga pertanyaan macam apa itu, kita baru saja selesai makan malam bersama setengah jam yang lalu, aku memutar mata bosan sebagai jawaban

"ma-maksud gege .. apa kau masih lapar atau mau ngemil ?"

Aku mendengus mendengar pertanyaan konyol kris tanpa menjawab .. kris tertunduk menatap karpet bercorak tengkorak dibawah kasurku

"tao .. mianhae " ujar kris lirih , aku terdiam berusaha mencerna ucapan lirih kris sebelum aku menyahut kris lanjut berujar "nah … sudah malam kau tidurlah tao .. good night my panda" kris mengusap rambutku lembut sekilas lalu beranjak keluar dari kamarku

Apa-apaan dia masuk dan keluar kamar orang seenaknya 'mianhae untuk apa?' dan apa itu 'my panda' 'aishhhh .. dasar namja aneh' gerutuku

000ooo000

Baru saja aku menutup mata , aku sudah terlelap tapi aku dihantui mimpi buruk. dalam mimpiku pesta the aliens berubah menjadi arena pertandingan yang dihadiri oleh ratusan anak-anak sekolahku, mereka demikan rapatnya mengelilingi arena pertandingan sampai-sampai aku tidak bisa melihat apapun dari tempat dudukku.

Kemudian mereka meneriakkan namaku keras-keras, bahkan anak-anak yang tak kukenalpun memanggil-mangil namaku "ZITAO … PANDA .. TAOTAO !" teriak mereka memekakan telinga.

Tahu-tahu aku sudah berada dilapangan basket mengenakan baju seragam the aliens menjadi salah satu pemainnya, chanyeol dan kris pun ada didalam lapangan, aku hendak mengoper bola pada kris tapi kris mengacuhkanku kulihat kris sedang asyik berbincang dengan Jessica bahkan mereka bercumbu, kulihat kris mulai menciumi leher Jessica , kualihkan pandangan ke-arah chanyeol tapi anehnya dia malah tertawa terkikik lantas chen berlari ketengah lapangan dan menunjuk-nunjuk wajahku.

Aku kaget karna sekarang semua orang menatapku dan menertawakanku ketika kusadari ternyata aku masih mengenakan masker lumpur hijau lumut .. aku cemas dan malu aku ingin berlari tapi tidak bisa , aku berteriak pada lay meminta tolong tapi lay malah pergi menggandeng lengan suho.

Aku menangis kencang seketika itu aku terbangun, jantungku berdetak amat cepat mataku membelalak menatap langit-langit, kucoba menenangkan diri.

kadang-kadang mimpi yang tidak masuk akal sekalipun terasa sangat nyata, kupeluk boneka panda besarku, kulirik jam digital disamping tempat tidur masih jam setengah tiga pagi.

Aku yakin tak akan bisa tidur lagi dengan mudah, mungkin segelas susu hangat dan sepotong cookies akan membantuku minimal menghangatkan badanlah.

Kuayun-ayunkan kaki kebawah tempat tidur sampai menyentuh karpet , dalam remang lampu tidur kuambil mantel dan sandal kemudian bangkit dan melangkah menuju dapur.

Ternyata lampu dapur masih menyala, mungkin koki kami lupa mematikan lampu ketika merapikan dapur setelah makan malam tadi. Aku pun melangkah masuk namun ketika daun pintu terbuka aku terhenti kaget.

"ahh … tao-ie ? mian saya membuatmu kaget nde ?" sapa wu-yunho lembut.

Aku masih diam sungguh tak mengira wu-yunho akan berada didapur pagi-pagi buta seperti ini.

"aku mimpi buruk dan tidak bisa melanjutkan tidur" kataku setelah beberapa saat diam terpaku.

Kelihatannya wu-yunho juga mengalami hal yang sama , dia mengenakan piama dengan bahan sutera warna merah. Didepannya teronggok beberapa potong kue dan segelas susu hangat.

"sini tao-ie, minum susu hangat dulu" wu-yunho mengangsurkan panci susu hangat padaku, aku bimbang haruskah aku kembali kekamar dan menghindarinya atau kuungkapkan isi hatiku sekarang.

Akhirnya kuputuskan untuk menyatakan permintaan maafku sekarang juga aku tak mau terlalu lama terbebani perasaan bersalah lebih lama lagi. Lagipula wajah kecewa wu-yunho akibat sikap kasarku kemarin terus membayang dia pasti gundah juga.

"gomawo .." kuambil gelas lalu wu-yunho menuangkan susu kedalam gelas kosongku, setelah itu dia menyodorkan piring kue dihadapannya. Diam-diam kuperhatikan lingkaran hitam dibawah pelupuk matanya, wu-yunho terlihat lelah sekali.

Aku tengah menyusun kata-kata untuk memulai pembicaraan yang mengarah kepermintaan maafku ketika wu-yunho tiba-tiba bertanya "tao-ie baby … bisakah kita bicara sekarang?"

Aku mengangguk kecil sambil membalas tatapannya sekilas hanya beberapa detik kemudian kutundukkan lagi wajahku, tak kuat memandang terlalu lama tatapannya yang terlihat begitu lembut tapi juga lelah.

"saya tahu , belakangan ini kau tidak bahagia, tertekan dan sepertinya semua itu karna saya" wu-yunho memulai pembicaraan

Aku tetap menunduk mendengarkan dengan cermat setiap kata yang keluar dari mulutnya.

"apa yang kita alami memang berjalan sangat cepat, bahkan diluar perkiraan saya dan saya tau itu semua sulit bagimu untuk menyesuaikan diri dengan kehadiran appa dan sodara baru karena itu saya berusaha melakukan apa saja untuk membuatmu agar bisa menerima kami. Paling tidak agar kamu bisa menyukai kami.. tapi ternyata emmm .. saya rasa . emm .."

Wu-yunho tidak melanjutkan kata-katanya tapi aku dapat menerka apa maksudnya, belakangan ini sikapku padanya dan kris memang tidak ramah dan kurang sopan, wu-yunho bisa merasakan itu tapi entah si-kris.

"apa lagi yang dapat saya lakukan?" Tanya wu-yunho kemudian "apalagi yang harus saya perbuat agar kamu bisa menerima dan menyukai kami tao-ie?"

Kutatap wajahnya aku bisa merasakan kejujuran dalam kata-kata yang diucapkan dengan nada gundah, wu-yunho tidak sedang mengiba belas kasihanku apalagi berpura-pura. Aku tahu dia hanya tidak habis pikir mengapa aku tetap merenggangkan jarak dengannya.

"aku menyukai kalian berdua sungguh" jawabku lugas

"masalahnya justru anda berbuat terlalu banyak untuk kami" lanjutku

"saya ? berbuat terlalu banyak?" wu-yunho mengerutkan keningnya rapat

"nde .. misalnya membeli rumah ini"

"tapi rumah lama kalian terlalu kecil untuk dihuni berlima, saya pun tidak bisa mengajak kalian tinggal diapartemen karna jauh lebih kecil lagi dari rumahmu" kilah wu-yunho

"aku mengerti, tapi apakah itu berarti harus membeli rumah termegah di gangnam ini ?"

Sungguh percakapan kami diluar dugaanku, semula aku hanya ingin minta maaf itu saja. Tak pernah terpikir olehku 'mengkoreksi' tindakan-tindakan wu-yunho yang aku anggap tidak benar.

Luhan pernah menasehatiku agar berterus terang mengungkapkan masalah-masalah yang mengganjal, berterus terang merupakan langkah yang terbaik karna membuat masing-masing pihak bisa memahami apa masalahnya. Tapi kali ini aku ragu apakah sekarang saat yang tepat untuk itu ? Wu-yunho duduk diam menatapku kemudian ia menarik nafas

"tao-ie .. ketika saya masih kecil –jauh lebih kecil dari luhan, kris bahkan dirimu. Keluarga saya sangat miskin, appa saya berjuang keras untuk menyelesaikan sekolahnya dengan harapan pendidikan yang memadai dapat membantunya memperoleh pekerjaan yang lebih layak dibandingkan kakek saya yang hanya seorang petani miskin"

Aku ternganga mendengarnya, sulit bagiku membayangkan seorang wu-yunho dulunya orang miskin.

"setelah lulus, appa saya nekat mendirikan perusahaan dengan modal seadanya , lima tahun pertama kami berusaha sehemat mungkin tak pernah menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi atau keluarga" lanjut wu-yunho

"eomma saya harus bekerja sampingan mengasuh anak agar bisa menghidupi keluarga, membeli makanan atau membiayai sekolah saya yang bertambah mahal dan saya pun bekerja mencuci piring dikantin sekolah itu semua berlangsung sampai perusahaan kami maju dan mendapatkan laba"

Aku terdiam takjub mendengarkan cerita wu-yunho, hei siapa sangka wu-yunho pernah menjadi tukang cuci piring.

"kini perusahaan itu saya yang melanjutkan dan bisa bertahan bahkan bisa menjadi perusahaan terbesar di kanada bahkan tiga besar di asia, mungkin orang mengira saya membeli rumah termegah digangnam ini karena reputasi bisnis tapi untuk kamu ketahuai tao-ie saya punya alasan yang lebih penting … " wu-yunho menggantung kalimatnya.

Aku mendongak penasaran menunggu kelanjutan kisahnya

"saya ingin istri dan anak-anak saya mendapatkan yang terbaik, memang saya salah harusnya saya membicarakan dulu dengan kalian, semula saya yakin kau akan senang menerimanya" wu yunho mengakhiri ceritanya

"kau sama sekali tidak suka rumah ini tao-ie ?" Tanya wu-yunho tiba-tiba , Ku coba temukan kata-kata yang tepat untuk menjawab tanpa menyinggung perasaannya

"bu-bukan tidak suka, tapi … terlalu jauh dari sekolah. Tak enak rasanya harus merepotkan luhan-ge setiap hari, lagipula aku tak bisa lagi jalan kaki dengan teman-teman dekatku" jawabku sejujurnya

Setelah mendengar cerita wu-yunho tiba-tiba saja aku merasa menjadi orang yang tak tahu terimakasih atas usahanya untuk membahagiakan ku.

Wu-yunho mengangguk "saya faham, kau benar luhan memang seharusnya tidak direpotkan terlalu banyak. Ahhh mengapa tidak saya pikirkan hal itu sejak awal ? hmmm begini saja besok saya carikan supir khusus untuk mu atau kau mau mobil baru , bagaimana ?" kata wu-yunho dengan mimic wajah bersungguh-sungguh

"andwaeee … ! bukan itu maksudku" sergahku dengan suara keras " eng …. Aku sebenarnya risih dianggap anak orang kaya disekolah"

Wu-yunho tertawa kecil "loh .. kenyataannya memang begitu sekarang tao-ie"

"aku tidak mau dianggap sombong , bayangkan aku punya rumah super megah , punya maid pribadi ,tukang kebun bahkan aku memiliki club basket nasional .. apa tanggapan orang melihatku ?" bisikku seolah-olah menjadi kaya adalah sesuatu hal yang memalukan.

"baby .. semakin banyak kau belajar tentang manusia dan kehidupan semakin banyak kau akan mengerti" tutur wu-yunho lembut

"menjadi kaya bukan berarti menjadi lebih baik dalam segala hal dibandingkan dengan orang lain bukan ? harta toh hanya sarana penunjang hidup agar lebih baik" lanjutnya

Aku terdiam merenungkan kata-katanya. Kurasa wu-yunho benar kutimbang-timbang (?) wu-yunho dan kris tak pernah menunjukkan sikap angkuh sama sekali walaupun mereka sangat kaya raya.

"nah , sekarang tentang pesta. Mengapa kau tidak mau datang ? mengapa pula kau sangat marah ketika saya mengundang jung Jessica , dia sahabat dekatmu kan ?" Tanya wu-yunho

"saya bisa memberikan undangan maupun tiket sebanyak yang kau butuhkan" sela wu-yunho sebelum aku menjawab pertanyaannya

"bukan itu masalahnya" tukasku cepat , ahh wu-yunho pasti tidak mengerti apa maksudku padahal luhan merasakan hal yang sama

"banyak orang yang tidak aku kenal tiba-tiba saja rajn menyapaku dan ikut-ikutan meminta undangan" aku menjelaskan dari awal

"tiba-tiba saja aku menjadi pusat perhatian , banyak orang yang jadi sok akrab aku jadi risih . dan yang lebih menjengkelkan anak-anak yang semula memusuhiku mendadak berlagak jadi sahabat karibku tapi setelah dia mendapatkan apa yang dimau, dia kembali sinis padaku"

"seperti Jessica misalnya ?" terka wu-yunho degan mata penuh selidik.

Kutengadahkan kepala aku tak menjawab tapi aku yakin tatapanku sudah cukup menjawab pertanyaannya.

"maafkan saya taotao " wu yunho menghembuskan nafas pelan "seharusnya saya menyadari apa yang terjadi. Sikap Jessica begitu manis bahkan dia selalu membawa bunga setiap datang kerumah kelihatannya dia juga sangat akrab dengan kris"

Aku langsung cemberut mendengar kata-kata terakhir wu-yunho "selama ini dia selalu memusuhi dan melecehkan aku dan teman-temanku, aku tidak dendam tapi aku tidak suka denga kepura-pura-anya. Kris ge belum tau sih siapa Jessica itu" desisku lirih

Wu-yunho menengguk susunya "kau sudah pernah membicarakan masalah ini dengan kris?"

Aku menggeleng "mungkin Jessica itu tipe ideal kris-ge" jawabku

"hmmm … sebaiknya kalian bicarakan , aku rasa kris sangat menyayangimu tao-ie bahkan lebih dari sekedar saudara apa kau tidak bisa merasakannya baby ?"

Aku mengangguk , tunggu apa maksudnya kris menyayangiku aku ? aku gelengkan kepala yang tearasa pusing dengan omongan wu-yunho

"apa masih ada masalah lain yang mengganjal hatimu ?" Tanya wu-yunho lembut menginteruksi kerja otakku yang berputar sangat lambat malam ini.

"ohh .. soal kamarmandi pun sama, katakan saja pada kris, kris belum terbiasa hidup dengan orang lain, maklumlah sejak kecil dia hanya terbiasa hidup berdua dengan saya bahkan kadang hanya hidup sendirian ketika saya dinas keluar" jelasnya

"sendiri ? hmmm … eomma kris ?" interuksiku , wu yunho menatap langit-langit dapur dan menghembuskan nafas panjang sebelum menjawab pertanyaanku

"eomma kris meninggal ketika melahirkan kris , jadi kau harus memaklumi sikapnya yang kadang manja terhadap eomma-mu , kris sebenarnya merindukan figure seorang eomma , dia juga membutuhkanmu tao-ie, kris itu memang susah untuk terbuka dengan oranglain .. saya mohon berusahalah lebih dekat dengannya" pinta wu-yunho seraya menggenggam jemariku lembut

Kuanggukkan kepala sekali lagi, tanpa kusadari tiba-tiba pipiku sudah basah oleh airmata

"mmm … aku .. mmm aku minta maaf " sela-ku tergugup

"aku minta maaf karena selama ini bertingkah kurang sopan dan seperti tidak tahu diri bahkan mungkin menyakitimu. Itulah yang ingin aku katakana setiap kita berpapasan " lanjutku agak terbata-bata

"saya maafkan" sahut wu-yunho dengan suara serak.

Kulirik wajah wu-yunho, matanya berkaca-kaca entah kenapa aku jadi tersenyum membuat dia juga ikut tersenyum sementara masih terlihat ada sedikit titik bening diujung matanya. Tanpa sadar kugamit tangannya yang ada dihadapanku.

"sekarang aku hanya perlu minta maaf pada eomma" kataku lagi

"lakukanlah baby, eomma-mu tau kau masih mendapat kesulitan menghadapi situasi seperti ini" tutur wu-yunho bijaksana

Aku tersenyum lega "yang anda lakukan untuk membuat kami bahagia sudah sangat banyak, gomawo .."

Wajah wu-yunho berbeda sekali dengan pertama kami mulai pembicaraan tadi. Wajahnya kali ini terlihat lebih cerah tak ada lagi keletihan dimatanya, sepertinya dia juga merasa lega, akhirnya ganjalan diantara kami bisa juga dibicarakan dalam suasana terbuka penyelesaiannya pun menyenangkan.

"wu-ssi" panggilku setelah hening beberapa saat

"ye .. ?" sahutnya

"emmm … boleh minta sesuatu ?"

"tentu, tentu … apa yang kau inginkan ?" wu-yunho tampak begitu serius memperhatikan permintaanku

"enggg … itu , kue-nya kan tinggal dua, buat aku semua ya ?" pintaku , jujur saja setelah kepengapan dalam hatiku mencair keroncongan dalam perutku pun sangat terasa

"hhahahahaha … " bahak wu-yunho "ada-ada saja kamu ini , sudah habiskan saja" wu-yunho meremas tanganku sebelum mengucapkan selamat istirahat dan kembali kekamanya.

000ooo000

Aku bangkit dari tempat tidurku mengeliat dan meluruskan tubuh sejenak lalu perlahan kulangkahkan kaki menuju kamarmandi. Nyaman sekali rasanya menikmati mandi dengan berendam air hangat setelah selesai kukeringkan rambut dengan hairdryer yang tersedia didinding kamarmandi setelah itu aku kembali kekamar dan berpakaian.

Tepat setelah selesai mengenakan jeans, wu-yunho memanggil kami untuk sarapan lewat intercom yang memang terpasang disetiap ruangan, sekarang wu-yunho hanya punya waktu sekali seminggu untuk menyiapkan sarapan bagi kami karena hanya pada akhir pekan koki kami libur.

Ketika aku dan luhan memasuki ruang makan wu-yunho tersenyum lebar kepada kami, suasana sarapan berubah menjadi menyenangkan. Kudengar eomma tengah berbincang dengan gembira dihandphoneya entah dengan siapa namun sempat juga eomma melayangkan senyum untukku. Keliahatannya semua sedang diliputi kegembiraan.

Sarapan pagipun terasa nikmat dan lezat wu-yunho memasak waffle ala belgia, pancake apel daging panggang dan sari jeruk segar tidak lupa susu coklat kesukaanku , mungkin karna aku mulai menyukai wu-yunho maka aku juga mulai menghargai dan menyukai masakannya.

Kami hampir selesai sarapan saat bunyi telp berdering menginteruksi kegiatan pagi kami, ternyata handphone kris. Beberapa menit setelah menerima telp kris kembali kemeja makan sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"mon dieu ! si Jessica itu benar-benar aneh , masa dia Tanya pakaian apa yang harus dia kenakan untuk pesta nanti , terus dia Tanya hadiah apa yang akan diberikan nanti selesai pesta. Apa dia tidak punya pikiran lain selain pesta ?" ujar kris sesaat kemudian wajahnya memerah menahan dongkol mungkin

"mian ya panda , bukan maksud gege melecehkan temanmu" lanjutnya

Aku tatap kris dengan pandangan heran "temanku ? kukira kaulah yang menyukainya ge!" bantahku

Sekarang gantian kris yang menatapku bingung "loh loh loh .. gege ramah padanya hanya karna dia teman baikmu panda"

Kami bertatap pandang begitu mengerti duduk persoalan yang sebenarnya terjadi. Sekarang jelaslah bagi kami masing-masing, tiba-tiba saja tawa kris meledak. Rupanya kris baru menyedari kebodohannya, tanpa terasa tawaku pun menyusul dan .. tawa kami makin lama makin keras. Kami geli membayangkan kelakuan konyol Jessica.

Luhan menaikkan alis matanya dan menatap eomma, eomma hanya membalasnya dengan tersenyum, tak lama kemudian wu-yunho ikut tertawa

Apa yang kurasakan sekarang ? bukan lagi dongkol kesal ataupun amarah tapi suasana dalam rumah yang mendadak berubah seratus delapan puluh derajat, sungguh ! semua jadi lancar dan menyenangkan.

TBC

Fyuhhh ~ garing ? biarinlah yang penting Masalah keluarga baru taotao terselesaikan hhehehehe piss yoo ^_^V

menuju ending tinggal masalah hati panda dan si dragon .. I'll be back soon

Balasan Review

Myjonggie

Ini sudah dilanjut … gomawo reviewnya ^^

ayulopetyas11

mian saengie chap kemarin miss kata'a banyak banget .. taoris moment'a juga blum nonggol-nonggol tapi janji chap depan full bahas taoris tapi slight couple lainnya ya hhehehe piss ^^v

review lagi ya ^_^

volume48

keep fighting '-')9

ini sudah dilanjut mian lama .. ^.^v

Carkipul94

Iya pengen selesein masalah keluarga barunya taotao dulu saeng , mian mengecewakan blum ada taoris moment'a .. *bungkukin badan berkali-kali

Riyoung kim

Ini sudah dilanjut chagi-ya .. mian lama , eonni lagi mudik soalnya *ga ada hubungannya woii !

Gomawo reviewnya ^_^

Vickykezia23

Serem ? hhehehe .. akhirnya ada yang bisa ngerti perasaan taotao dipart itu.. eonni sebenernya bingung mau bales review apa saeng .. tapi jeongmal gomawo sudah mau review ^_^

Renachun

Iya saeng eonni juga suka kok sama Jessica … mian sudah menistakan Jessica disini *deepbow

Tapi part depan khusus bahas taotao sama si duizhang .. tapi slight exo couple yg lainnya juga gpp kan ?

365

Sabar baby sabar … next chap ada slight kaisoo kok hhehehe ..

mian lama update'a .. *tebar smile

Syita Ariellin

Itu masuk kok chagi … gomawo sudah mau bersusah payah review , serius eonni terharu .. *lap ingus

Di chap ini sepertinya taotao udah bisa merima yunho oppa … kaisoo'a nonggol chap depan ya ..

Gita safira

Hhahaha makhlum rate-m yee ,,,, eonni juga si makhluk yadong kkekekeke *tosh

/ketawa setan/

All

Semua~~~~ Gomawo udah mau baca ff absurb saiia yang jauh dari kata bermutu jeongmal gomapta , review lagi yaaa .. *kedipin mata

FINALLY

Dengan segenap kerendahan hati , saiia memohon Yang sudah terlanjur baca ataupun yang tidak sengaja baca tolong tinggalkan jejak di review

/ deep bow /

Put_chan