A/N : Rasanya sedikit tidak sabar untuk menulis adegan klimaks yang terasa masih lama XD enjoy the story~
Chapter 3
Third Person POV
Di rumah Fate dan Alicia
"Kupikir kamu akan memintaku menggantikan dirimu lagi." kata Fate.
"Aku merasa nggak enak kalau terus-terusan merepotkanmu." kata Alicia sambil mengepak barang-barangnya. "Fate, lebih baik kamu juga segera cari pacar."
Fate hanya bisa terdiam.
"Nah aku berangkat dulu, tolong jaga Ibu."
"Ya, hati-hati...sesekali berilah kabar."
"Aku akan, Fate dari dulu kamu benar-benar tukang khawatiran, sampai sekarang masih pula."
"Aku memang terlahir begini."
"Aku pergi dulu"
Alicia mencium pipi Fate dan kemudian pergi. Itu adalah hal yang sudah biasa dilakukan oleh Alicia sejak mereka kecil.
~***~
Nanoha POV
Sudah 3 minggu berlalu sejak Alicia-chan pergi. Dia memang sesekali memberi kabar tapi aku ingin bertemu dengannya. Aku merasa ada bagian dari diriku yang hilang ketika aku tidak bersama Alicia-chan.
Tiba-tiba Ibuku, Momoko masuk ke dalam kamarku.
"Nanoha, ada temanmu yang datang."
"Siapa?" kataku bangkit dari tempat tidurku.
"Katanya dia adalah temanmu sejak kecil"
Lalu aku berjalan keluar kamarku menuju ke pintu depan.
"Nanoha-chan!" dia langsung memelukku.
"Eh?! Suzuka-chan? Dan Arisa-chan?"
"Yup"
"Hei bagaimana kabar kalian?" rasa kangenku pada mereka tiba-tiba muncul dan serasa mau meledak.
"Kami baik-baik saja, kamu?"
"Aku juga baik-baik saja, ayo masuk" aku menjadi excited.
Lalu kami semua pergi ke kamarku.
"Aku benar-benar tidak menyangka kalau kalian akan datang ke rumahku tiba-tiba"
"Hehe biar jadi kejutan"
"Benar...sudah lama sekali ya..."
"Iya, terakhir kali kita bertemu waktu kelulusan SMA kan"
2 temanku sejak kecil ini bernama Suzuka dan Arisa. Suzuka berambut ungu tua dan Arisa berambut pirang keoranyean. Sifat Suzuka lembut dan ramah sedangkan Arisa justru sebaliknya, tsundere. Biasanya aku memanggil mereka Arisa-chan dan Suzuka-chan. Kami sudah berteman sejak SD kelas 1 dan awal pertemanan kami agak unik. Pada saat itu Arisa sedang menindas Suzuka. Waktu itu meskipun aku belum mengenal mereka tapi aku datang ke antara mereka untuk menghentikannya dan aku pun menampar Arisa. Dan kemudian sejak saat itu kami pun menjadi teman dan perlahan-lahan hubungan di antara kami semakin akrab.
"Lalu apa pekerjaanmu sekarang Arisa-chan Suzuka-chan?"
"Sekarang aku menjadi pendesain baju dan Arisa-chan membantuku, baru-baru ini desainku sukses."
"Kalau kamu Nanoha?" tanya Arisa.
"Em aku belum bekerja." Kataku malu-malu.
"Jangan khawatir Nanoha-chan, aku yakin dengan wajahmu yang manis itu kamu pasti akan dapat pacar yang kaya."
Wajahku menjadi memerah teringat akan Alicia-chan, Alicia-chan memang bekerja di sebuah perusahaan besar yang kaya. Dan itupun aku baru tahu ketika Alicia-chan pamit padaku.
Lalu Suzuka-chan dan Arisa-chan mengajakku pergi berbelanja bersama.
~***~
Malamnya
HPku berbunyi, aku segera mengangkatnya mengetahui dari ringtone khusus yang kuberi pada nomor Alicia-chan.
"Hallo Nanoha?"
"Alicia-chan" aku saking bahagianya sampai hampir menangis.
"Kamu baik-baik saja kan?"
"Bodoh! Kenapa baru sekarang kamu meneleponku?!"
"Maaf Nanoha aku.."
"Aku kangen, Alicia-chan..."
"...aku juga..."
Kami terdiam selama beberapa saat.
"Berapa lama lagi kamu pulang?"
"Em...aku tidak tahu pastinya tapi kira-kira lebih dari 1 bulan lagi..."
Aku merasakan tusukan yang menyakitkan di dadaku. Aku ingin protes, tapi aku menahannya.
"Oh...ya sudah jaga diri baik-baik ya Alicia-chan..."
"Ya kamu juga, good night, love you…"
Kami saling menutup HP masing-masing. Aku melirik jam di Hpku, menunjukkan pukul 11.32
Dia bekerja sampai larut malam…mungkin saja dia tidak meneleponku belakangan ini karena kecapekan atau tidak mau menggangguku malam-malam. Aku menguap, merasa kelelahan mulai menguasai diriku dan aku pun terlelap.
~***~
HPku berbunyi, aku melihat nomornya tak dikenal. Sejenak aku ragu tapi kemudian aku mengangkatnya karena kupikir mungkin saja penting.
"Hallo?"
"Hei, Nanoha"
Terdengar suara laki-laki dan sepertinya dia mengenalku.
"Maaf, siapa ya?"
"Jahat..masa sudah lupa sih? Ini aku Yuuno Scrya" katanya riang.
Aku serasa shock ketika mendengarnya dan hampir saja aku menjatuhkan HPku. Ingatkah kalau aku pernah bilang bahwa aku punya pacar sewaktu SMA? Dan dia adalah mantan pacarku dan juga orang kubenci.
"Ada perlu apa?" tanyaku dingin
"Wah jangan jadi dingin begitu dong, bukankah dulu kita pernah jadi kekasih."
"Kenapa kamu bisa tahu nomor Hpku?!"
"Rahasia"
"Untuk apa kamu menelponku lagi?! bukankah dulu sudah kutegaskan kalau kita sudah putus?!" darahku mendidih.
"Sabar Nanoha sabar"
"Kita sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi, jangan ganggu hidupku!"
"Oke oke sepertinya aku mengganggu di saat sibuk, sampai nanti ya"
"Jangan telpon lagi!" bentakku.
Kemudian aku menutup HPku.
Bagus benar-benar bagus…dia baru saja mengacaukan moodku. Lalu aku mulai berpikir dan bertanya-tanya tentang siapa yang memberitahu nomor HPku padanya.
Kemudian terlintas dalam pikiranku. 'Ah pasti!'
Lalu aku dengan yakin 99% segera menekan nomor HPnya.
Setelah bunyi yang ketiga HPku diangkat.
"Ah Nanoha-chan ya? Tumben kamu telpon aku" suaranya terdengar riang.
"Ha-ya-te-chan" terdengar ada ancaman bahaya dari nada suaraku. Hayate sepertinya mulai menyadarinya. Hayate-chan juga temanku sejak SD kelas 3 tapi sejak aku bersama dengan Alicia-chan kami mulai jarang berhubungan. Dia gadis manis berambut coklat tua (panjangnya)seleher dan bermata biru tua.
"A ada apa ya Nanoha-chan?"
"Kamu memberitahukan nomor HPku pada Yuuno-kun kan?"
"Ah..jadi soal itu ya? Memang benar aku yang memberitahukan nomormu pada dia"
Aku menendang Hayate dalam di imej kepalaku.
"Kenapa kamu seenaknya saja" aku berusaha menekan amarahku.
"Nggak apa-apa cuma nomor HP saja tidak akan melukai kan" dengan innocentnya dia berkata begitu.
"Tapi kamu kan tahu kalau aku benci sama dia!"
"Sudahlah, kan kasihan Yuuno-kun.." "Lagian aku tahu kalau akhir-akhir ini kamu dapat gebetan kan"
Aku tidak dapat membalas kata-katanya.
"Nah benar kan, makanya itu kamu juga jarang menghubungiku karena itu kan? Nanoha-chan sombong.."
"Maaf deh kalau gitu...dan..memang benar kalau aku sudah punya pacar jadinya aku.."
"Ya ya kumaafkan, btw cerita ow tentang pacarmu itu."
Lalu aku menceritakan banyak hal tentang hubunganku dengan Alicia-chan.
"Aww…Alicia-chan so sweet"
"Hehe…" aku jadi malu.
"Lalu kamu sendiri bagaimana?"
"Aku akhir-akhir ini terlalu sibuk dengan desain baju cosplayku jadi aku belum punya pacar."
"Oww..."
"Sepertinya kamu dan Alicia-chan berjodoh, dia pasti akan melamarmu jadi siap-siap saja ya Nanoha-chan"
"Aa mana mungkin, kamu bercanda."
"Itu bukan hal yang tidak mungkin hehe"
Kurasakan pipiku menjadi panas.
"Kalau nanti menikah, ngundang-ngundang ya"
Aku bisa mengimajinasikan Hayate-chan mengedipkan mata padaku ketika berkata itu.
"Iya, oh ngomong-ngomong soal Yuuno-kun"
"Kenapa? Cinta lama bersemi kembali?"
"Bukan itu, aku hanya ingin kamu tidak cerita macam-macam soal aku ke Yuuno-kun" 'karena kamu mulut ember' tambahku dalam hati.
"Sip deh"
"Kamu sama Yuuno-kun saja, aku (sangat)rela kok" kataku.
"Sepertinya Alicia-chan lebih menarik"
"Ha-ya-te-chan"
"Whoops just kidding, Nano-chan"
"Dasar kamu ini.."
"Ah sudah waktunya, sudah dulu ya Nano-chan aku harus menjemput Vita-chan"
"Ya, dah…"
Kami sama-sama menutup HP kami. (Vita adalah saudara Hayate yang masih duduk di SD kelas 1)
Lalu aku segera mulai melakukan pekerjaan rumah membantu Ayah dan Ibuku di toko agar aku tidak semakin kangen pada Alicia-chan.
TBC~
A/N : Mudah-mudahan fanfic ini bisa selesai :p
