Reviews :
Guest (Rahasia) : Gpp kok :p /plak. Doain Author supaya tambah semangat ya! ;)
Mikazuki Ryuuko : Iya karma agressive... yah, chapter ini khusu buat SugiKanza & NagiAka (walaupun agak pendek)
Bagaimana perasaanmu jika kau melihat orang yang kamu suka masuk ke toko, untuk membantu temannya agar tidak terlihat oleh orang yang akan menjadi suaminya 1 minggu lagi? Sugino sudah merasakannya dan dia sekarang melihat hal tersebut terjadi.
"Kanzaki!" Teriaknya membuat Nagisa dan Akari menutup mulutnya sebelum ketauhan oleh Karma. Mereka menariknya ke tanah, tapi tetap saja di memberontak. "Sugino- tenanglah tidak ada hal buruk yang akan terjadi kepada Kanzaki jika kau tenang" bisik Akari mengitip Karma dan Okuda. "T-t-tapi dia akan masuk ke toko itu dengan orang aneh-yang-akan-menikah dengan Okuda satu minggu lagi!" Seru Sugino yang masih meronta-ronta (kayak cacing kepanasan /plak)
"Tenanglah, apa yang mungkin terjadi?" Kata Akari.
Yah... mungkin tidak.
Kanzaki yang berjalan dengan santai memasuki toko boneka berjinjit mencoba untuk menemukan lelaki dengan rambut coklat muda di sekelilingnya. 'Hmm, perasaan aku melihatnya masuk kesini' guman Kanzaki saat seseorang menabraknya, dia kehilangan keseimbangannya, terhuyung ke belakang sebelum seseorang mengambil posisi dengan melilitkan tanganya ke pinggang Kanzaki.
"Ah, maafkan aku, aku sangat ceroboh hari ini" kata orang tersebut. Kanzaki bisa melihat rambut coklat mudanya bertengger di matanya, orang tersebut masih melilitkan tanganya di pinggang Kanzaki. "Ah, tidak apa-apa kok~" jawab Kanzaki berdiri kembali membetulkan dressnya. "Terima kasih sudah menangkapku"
"Ah, tidak apa-apa mungkin hanya keberuntunganmu" tawa orang tersebut, ia memeluk sebuah beruang coklat sedang. "Sekarang, aku permisi- aku akan telat-". Tapi sebelum orang tersebut pergi, Kanzaki mengangkap lengannya, dan melilitkan kedua tanggannya di lengan orang tersebut. Orang tersebut tersentak melihat seorang wanita menahannya saat hendak membayar boneka beruangnya.
"Eh-"
"Sepertinya, kau orang yang memiliki style berberlanja yang bagus ya? Aku sedang mencari kado untuk sepupuku yang masih kecil, tapi aku kurang tahu hadiah apa yang harus ku belikan untuknya, mau kah kau menemaiku berbelanja?" Tanya Kanzaki sambil berkedip kecil ke arahnya.
Orang tersebut agak syok mendengar permintaan Kanzaki sampai ia harus sadar diri bahwa ia akan menikah nantinya. "Umm- baiklah, mungkin dia juga harus mendapatkan istirahat sejenak sebelum aku datang" jawab orang tersebut saat Kanzaki melepaskan ikatannya.
"Maaf ya, telah merepotkanmu sampai begini" senyum Kanzaki.
"Tidak apa-apa, aku juga punya sepupu umurnya baru 5 tahun" jawab orang tersebut.
"Oh iya, aku belum tahu namamu, aku Yukiko, salam kenal"
"Ah, iya, Mimoru Osamu, panggil saja Osamu" katanya.
"Eh, Nagisa- apakah ini tepat membiarkan Kanzaki masuk kesana?" Tanya Akari menarik lengan baju Nagisa.
"Memangnya kenapa?" Tanya pria (eh, maksud author lelaki /plak) dengan rambut biru tersebut. Akari menunjuk ke arah Sugino yang hampir merobek semak-semak di depannya, setelah ia melihat kejadian dimana si br*ngs*k Osamu menahan Kanzaki di pinggangnya. Nagisa hanya bisa sweatdrop melihat prilaku temannya.
"Jadi, bagaimana ini? Apakah kita harus menarik Sugino balik? Sebelum ia pergi ke toko tersebut?" Tanya Akari.
"Mungkin itu lebih baik untuk dia dan juga Kanzaki, aku tidak percaya teknik bu b*tch berhasil dengan baik, dulu Kanzaki yang malang dengan lelaki sekarang yang lebih pede" kata Nagisa mengintai dari belakang pohon.
"Iya, untung saja bu b*tch tidak mempraktekkan te-" dengan cepat Akari menutup mulutnya sebelum ia mengatakan teknik 'itu' di depan Nagisa sendiri. Dia sudah berjanji dalam seumur hidupnya ia tidak akan berbicara tentang teknik tersebut lagi.
"Eh, tunggu sebentar- SUGINO KEMANA?!" Seru Nagisa melihat Sugino yang telah menghilang dari penjagaan dia dan Akari. Mereka berdua hanya bertukar pandangan sebelum melompati semak-semak menuju toko boneka tersebut.
Seperti yang sudah diduga Nagisa dan Akari Sugino telah memasuki toko boneka dan sekarang sedang mengintai Kanzaki dengan lelaki yang sekarang ia cap menjadi lawan terbarunya. Ia mungkin akan membuat pinggiran salah satu rak boneka hancur berkeping-keping. Matanya sama sekali tak bisa melepaskan dari pandangan kedua orang tersebut.
"Sugino!" Bisik Nagisa menariknya kembali. "Hmmmph!"
Kanzaki tersentak, dia merasa dia pernah mendengar suara tersebut, dengan cepat ia menoleh kebelakang dimana Sugino telah kembali 'tertangkap' oleh Nagisa dan Akari. "Hmm? Ada apa? Apa kau berpikir yang lain?" Tanya Osamu memegang pundak Kanzaki. "Ah, tidak- mungkin warna merah tua lebih cocok" lanjut Kanzaki menunjuk ke arah boneka beruang di rak paling ujung. "Sepupu perempuan, kan? Atau ungu juga bagus untuknya" senyum Osamu.
[Kembali di belakang rak]
"Sugino! Kami sudah bilang jangan kacaukan ini! Bagaimana jika Okuda dan Karma datang ke sini tiba-tiba?" Bisik Akari mengintip Kanzaki dan Osamu yang masih berbincang-bincang. "Bagaimana?! Aku sudah tidak tahan Kanzaki bersama orang lain! Rasanya... aneh!" Bisik Sugino.
Akari dan Nagisa hanya tersenyum kecil mendengar jawaban itu. "Yah! Tidak seperti kalian! Jika salah satu dari kalian melihat salah satu dari kalian pergi dengan orang yang kalian kenal satu pun!" Desis Sugino menunjuk ke arah mereka berdua. Nagisa dan Akari bisa merasakan kedua wajah mereka memerah, "T-tidak kok! Mana mungkin kita akan seperti itu!" Seru mereka dengan serentak dan dengan cepat menutup kedua mulut mereka.
Rencana Sugino berhasil, dengan cepat ia berlari ke arah rak di belakang Kanzaki, meninggalkan kedua orang 'pacaran' tersebut masih merenungkan kejadian tersebut lagi. Sugino berlutut dan menggeserkan boneka-boneka di rak hadapannya untuk mengintip keadaan Kanzaki. "Sudah kubilang, merah jambu adalah warna yang bagus bukan?" Tanya Osamu menggambil boneka beruang pink dan memberikannya kepada Kanzaki.
"Iya, kau benar- terima kasih ya" senyum Kanzaki memberikan sebuah kecupan kecil di pipinya. Darah Sugino mulai memanas, mana mungkin ia akan membiarkan orang yang ia sukai mengecup pipi lelaki lain! Sugino kembali berdiri, akibat emosinya keseimbangannya jatuh dan ia terhuyung kebelakang mengenai rak di belakangnya. Di saat tersebut, ia baru menyadari bahwa kedua orang tersebut masih berada di rak belakangnya.
"Gawat!" Seru Sugino.
INagisa masih tidak bisa melupakan kata-kata Sugino. Mukanya masih memerah saat ia akan mengecek keadaan Akari, kenapa Sugino harus mengatakan hal tersebut secara dak-dakan? Nagisa menampar pipinya, 'Nagisa! Lupakanlah lah tersebut'.
"Umm- Akari?" Panggil Nagisa, sebelum Akari sempat menoleh rak boneka di depan mereka mulai goyah, Nagisa hanya membeku di tempat sebelum rak tersebut terhuyung ke arah mereka. "Akari!" Seru Nagisa meraih lengan temannya, ia menghadang rak yang akan jatuh dengan punggungnya, melindungi Akari dari bonek-boneka yang berjatuhnya, sayangnya Nagisa tidak bisa menahan semua barang-barang yang berjatuhan dengan punggungnya bersamaan dengan Akari (yang malang) terbaring di lantai menghadap dengan Nagisa.
"Na-na-nagisa, awas!" Seru Akari saat (entah) ada bola meluncur ke arah belakang kepala Nagisa. Nagisa yang malang tersentak saat bola tersebut menghajar belakang kepalanya membuatnya menutup jarak antara ia dari Akari dan...
*DI SENSOR OLEH AUTHOR* /dikeroyok massa
Muka kedua mulai memerah, lebih merah dari pada warna rambut Karma. Kedua tangan Nagisa sekarang menahan kedua tangan Akari yang terbaring di lantai. Rasanya dunia berhenti sejenak untuk mereka, sebelum Nagisa bangkit kembali menatap muka merha Akari.
"A-a-akari! Itu tidak sengaja! Maafkan aku!" Seru Nagisa terbata-bata, serasa ia telah kehilangan kekuatan untuk berbicara. Akari hanya membatu sebelum ia mendorong Nagisa dari hadapannya dan berlari keluar toko sebelum Okuda dan Karma melihatnya. Nagisa hanya bisa membatu saat Akari mendorongnya. Hatinya terasa hancur, padahal ia sudah berjanji pada dirinya untuk melakukan hal yang sama lagi kepada Akari.
Dan sekarang ia telah melanggar janjinya lagi.
"Nagisa! Maafkan aku! Eh, dimana Akari?" Tanya Sugino menggoncangkan tubuh Nagisa sebelum temannya terhuyung lemas ke lantai, menekuk kedua kakinya sambil mengeluarkan air mata penyesalan seumur hidup.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung~
Yuhuu~ Author is back! Maafkan author yang malang ini menghilang tahun di akibatkan dengan urusan sekolah, keluarga, dan pribadi yang menumpuk dan menghalang author untuk menulis apa-apa, maafkan auhtor *sujud*.
Tolong ditunggu kelanjutannya ya! Author akan mencoba menyelesaikan cerita ini selama 2017 dengan acara yang bertumpuk seperti gunung, btw bagaimana menurut kalian dengan adegan NagiAka? Hanya pembaca manga dan penonton Anime mengerti dengan teknik bu b*tch yang hampir dibeberkan Akari.
See u on the next chapter
