My Beatiful Destiny

Kim Jong in / Do Kyungsoo

SM Family

Rate : Aman

Happy Reading

Baekhyun memijat kepalanya pening. Dia baru saja hendak tidur karena lelah seharian bekerja, namun si bodoh Jongin dengan seenaknya meminta Baekhyun untuk datang ke apartemennya dengan alasan ia telah menabrak seseorang. Baekhyun menyuruh Jongin melakukan perawatan sendiri dengan prosedur yang akan ia beri tahu. Tapi Jongin bersikeras Baekhyun harus datang karena menurut Jongin seseorang yang ditabraknya itu mengalami patah tulang.

Dan alangkah terkejutnya Baekhyun ketika menemukan seseorang yang ia tahu sedang berada di New York malah duduk dengan wajah tersenyum kaku kepadanya.

"Noona, sebaiknya kau duduk. Mataku pusing melihatmu berdiri mematung disitu." Jongin menyuruh Baekhyun duduk karena setelah berteriak serupa pasien rumah sakit jiwa, Baekhyun sama sekali tidak beranjak dari tempat berdirinya.

Baekhyun melirik sinis Jongin, dan kemudian memilih duduk di sisi Kyungsoo yang masih tersenyum dengan kaku. Jongin sendiri duduk di sofa single yang terletak di samping kiri Baekhyun.

"Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi." Baekhyun berkata seperti hakim yang hendak menyidang tersangka pembunuhan. Kyungsoo sedikit bergidik dibuatnya sedang Jongin hanya menatap Baekhyun aneh.

"Jadi noona, aku -

"Bukan kau Jongin. Tapi dia!" Baekhyun menunjuk tepat di wajah Kyungsoo membuat gadis itu terkejut gugup. Sedangkan Jongin menggeram kesal karena Baekhyun seenak jidat memotong perkataannya.

"Tidak noona. Kyungsoo tidak salah. Aku yang-" perkataan Jongin langsung terputus saat Baekhyun kembali membentaknya.

"Aku bilang bukan kau Kim Jongin!!!-" Menghela napas sesaat, Baekhyun memilih mengabaikan Jongin yang terlihat kesal karena perkataannya dua kali di potong oleh Baekhyun. Baekhyun menghadapkan tubuhnya, menaruh atensi penuh pada Kyungsoo yang sedari tadi terlihat diam saja.

- Jelaskan dengan alasan yang masuk akal. Mengapa dan apa yang sedang kau lakukan di tempat ini bodoh!!!" Kyungsoo hanya tersenyum manis dengan harapan Baekhyun akan meredakan amarahnya. Kyungsoo juga tidak habis pikir mengapa Baekhyun bisa semarah ini. Kyungsoo baru akan membuka suaranya namun Jongin telah mendahuluinya.

"Tunggu. Apa kalian saling mengenal?"

"Ya. Dan jangan berbicara sebelum aku menyuruhmu untuk bicara Kim Jongin!" Kyungsoo hampir tertawa melihat Jongin yang merajuk karena bentakan Baekyun. Bibir Jongin mengerucut sebal dan menurut Kyungsoo itu lucu. Dia tidak mengira Jongin memiliki sisi imut seperti itu, dan hal tersebut membuat Kyungsoo semakin yakin untuk mencari tahu seluruh sisi dalam diri Kim Jongin. Hal itu membuat Kyungsoo tersenyum senang dan membuat ia melupakan Baekhyun yang masih menatap marah padanya.

"Yak!!! Aku tidak menyuruhmu untuk senyum, aku menyuruhmu menjelaskan." Kyungsoo terkejut dan di seberang juga Jongin ikut terkejut.

"Tenanglah Baek. Jangan marah-marah." Kyungsoo mengelus pelan lengan Baekhyun tapi detik berikutnya Baekhyun langsung menepisnya.

"Baiklah. Baiklah. Tapi aku tidak bisa menjelaskannya di sini,"

"Jonginnah, kau keluarlah sekalian belikan aku dan Kyungsoo makan malam. Aku tau anak ini belum makan dan aku juga mendadak lapar karena emosi berlebihan kepada kalian berdua." Baekhyun berkata tanpa memikirkan tanggapan Jongin. Dia hanya ingin Jongin pergi karena menurutnya sesuatu yang hendak Kyungsoo katakan adalah rahasia karena mata Kyungsoo saat menatapnya berkata demikian.

"Apa noona mengusirku? Ini apartemenku loh." Jongin bemberenggut kesal karena ia di perlakukan tidak adil di rumahnya sendiri. Sedari tadi dia di marah tidak jelas dan sekarang dia di usir dari rumahnya sendiri. Demi koleksi boneka Hello kitty milik sepupunya, ini sangat tidak adil.

Baekhyun sama sekali mengabaikan protes dari Jongin, dan Jongin semakin kesal dibuatnya. Ia berdiri dari tempatnya duduk dan menyambar kunci mobil yang tergeletak di atas meja. Jongin melangkah dengan kaki yang dihentak-hentakkan dan Baekhyun hanya mendengus melihatnya.

"Jadi? Apa yang sedang kau lakukan di Korea Do Kyungsoo??" Cecar Baekhyun begitu Jongin sudah menutup pintu apartmen dari luar.

"Aku akan menjelaskannya tapi berhentilah marah-marah. Telingaku sakit jika harus mendengar suaramu yang melengking itu." Baekhyun hendak protes tapi diurungkannya karena melihat Kyungsoo yang meringis kesakitan.

"Ada apa? Kau sakit?" Tanya Baekhyun. Kyungsoo menggeleng pelan tapi matanya mengarah ke arah lututnya yang ternyata masih mengeluarkan darah. Melihat arah pandang Kyungsoo, Baekhyun sedikit terkejut, "Omoo, aku lupa kalau ternyata kau korban tabrakkan yang dibilang Jongin. Tunggu sebentar, aku akan mengambil kotak obat." Baekhyun langsung berlari masuk ke dalam kamar Jongin dan semenit kemudian telah kembali dengan kotak obat berukuran sedang. Kyungsoo bertanya-tanya dalam hati mengapa Baekhyun terlihat sangat akrab dengan Jongin hingga rasanya telah hapal keseluruhan apartment Jongin.

"Kau bisa mulai bercerita sementara aku akan mengobati lukamu. Kemarikan kakimu."Kyungsoo megubah posisi duduknya, punggungnya ia sandarkan pada tangan sofa sedang kakinya ia letakkan di atas paha Baekhyun.

Kyungsoo mulai bercerita mulai dari bagaimana ia bisa lolos dari pengawasan Minseok, bagaimana ia merayu Minseok, dan alasan mengapa ia mempercepat kepulangannya ke Korea.

"Lalu, bagaimana Jongin bisa menabrakmu dan membawamu ke apartmennya?" Baekhyun mulai mengolesi alkohol di lutut kiri Kyungsoo sesaat setelah selesai dengan lutut kanan. Kyungsoo sedikit meringis merasakan perih saat Baekhyun terlalu keras menekan lukanya.

"Sebelumnya Baek, aku ingin bertanya sesuatu," Baekhyun menatap Kyungsoo dengan tatapan -apa yang ingin kau tanyakan- sebelum kembali sibuk mengolesi betadine di luka Kyungsoo.

"Apa kau tau siapa pacar Luhan?"

"Pacar Luhan?" Ulang Baekhyun, ia menyingkirkan secara perlahan kaki Kyungsoo karena ia telah selesai dengan luka tersebut. Kyungsoo memperlihatkan telapak tangan kirinya pada Baekhyun dan Baekhyun segera mengambilnya untuk diobati.

"Selama kau tak ada di sini, ku rasa Luhan sama sekali tidak memiliki seseorang. Ya mungkin memang beredar gosip tentangnya dengan beberapa aktor, tapi itu hanya keperluan produksi. Lagi pula Luhan tidak bercerita apapun padaku, dan aku tidak melihatnya dekat dengan seseorang secara pribadi. Selama denganku juga ia tidak pernah bercerita tentang seseorang atau yang berhubungan dengan pacar." Kyungsoo menatap telapak tangannya yang sudah dibubuhi plester luka oleh Baekhyun. Otaknya berpikir apakah ia harus mengatakan hal itu pada Baekhyun. Tapi ia harus melakukan sesuatu dan menurut Kyungsoo, Baekhyun satu-satunya yang bisa membantu kelancaran misinya. Apalagi Baekhyun terlihat akrab dengan Jongin. Ngomong-ngomong soal Jongin, Kyungsoo penasaran apa hubungan keduanya.

"Oh ya Baek, aku melihat kau terlihat akrab dengan Kim Jongin itu. Kau tidak sedang selingkuh dari kakakku bukan?" Baekhyun memutar bola matanya malas. Menowel kepala Kyungsoo pelan tapi lumayan membuat Kyungsoo mengaduh.

"Dasar. Kau sih terlalu lama di luar negeri. Jongin dan Chanyeol itu sahabatan. Mereka dulu satu fakultas meskipun Jongin satu tahun di bawah Chanyeol. Lagi pula, Jongin itu kan sepupunya Luhan dan adiknya Junmyeon oppa." Baekhyun menjelaskan panjang lebar sembari kembali memsukkan botol alkohol, kain kasa, dan kapas ke dalam kotak obat.

"Apaaaa?????"

"Yak. Kenapa kau begitu terkejut?" Baekhyun kesal karena Kyungsoo berteriak tepat di telinganya. "Dari pada itu kau bahkan belum menjawab pertanyaanku." Kyungsoo hanya menatap Baekhyun dengan pandangan bertanya. Baekhyun mencubit gemas pipi sahabatnya itu. Biar bagaimanapun ia rindu gadis berambut pendek ini.

"Aduh. Jangan mencubit pipiku," Kyungsoo mengelus pipinya yang baru saja menjadi korban tangan halus Baekhyun. Dan ia semakin bingung ketika mengetahui kebenaran bahwa Jongin adalah sepupu Luhan. Tapi karena kekuatan cinta pada pandangan pertama, ia akhirnya memilih untuk menceritakan hubungan Sehun dan Luhan.

"Baekhyun~ahh, ada yang ingin ku sampaikan. Tapi aku harap kau tidak terkejut." Kyungsoo berucap takut-takut sedang Baekhyun mengernyit penasaran.

"Ada apa?" Tanya Baekhyun penasaran.

"Luhan . . ." Baekhyun menatap heran saat Kyungsoo menyebut nama Luhan. Dan perkataan Kyungsoo berikutnya berhasil menghapus rasa penasarannya. "Ku rasa Luhan berpacaran dengan Sehun."

Oke. Baekhyun terkejut tapi tidak bisa dikatakan terkejut. Dari awal ia tahu bahwa ada sesuatu di antara Sehun dan Luhan mengingat beberapa kali ia tidak sengaja melihat keduanya bepergian , atau terlibat makan malam bersama . Baekhyun pernah sekali memergoki mereka namun alasan 'tidak sengaja bertemu' cukup membuat Baekhyun percaya, tapi tidak setelah Baekhyun kembali melihat keduanya bersama dan terlihat cukup mesra. Baekhyun juga tidak langsung menanyai Luhan mengenai hal ini, karena ia menunggu Luhan untuk lebih jujur kepadanya. Biar bagaimanapun Baekhyun menghargai apa yang menurut Luhan privasi. Tapi, Baekhyun penasaran dari mana Kyungsoo mengetahui hal ini? Dia saja belum 24 jam berada di Korea.

"Kau sudah tau ya Baek?" Tanya Kyungsoo karena Baekhyun terlihat seperti memikirkan sesuatu.

Baekhyun menggeleng, kemudian melanjutkan "Aku tidak tau kalau mereka menjalin hubungan meskipun aku tau kalau mereka terlihat seperti menyembunyikan sesuatu. Kau tau, Luhan tidak pernah menyinggung hal ini. Bahkan saat pengumuman pertunanganmu dengan Sehun beberapa waktu lalu, ia tidak terlihat terganggu akan hal itu." Jawab Baekhyun meyakinkan.

Kyungsoo mengangguk sekali. Ia kemudian menjelaskan saat ketika ia melihat Sehun dan Luhan di bandara dan juga saat makan malam sebelum ia kecelakaan, bagaimana mereka berdua terlihat saling mencintai bahkan hanya dari cara menatap. Kyungsoo jadi heran sendiri, bagaimana bisa orang di sekitar mereka tidak mengetahui kebenaran hubungan tersebut? Karena menurutnya Sehun dan Luhan terlalu gampang untuk di baca.

"Oh iya Baek. Aku mau kau menolongku," Baekhyun merasa ada yang tidak beres dengan kata 'menolong' yang baru saja di katakan Kyungsoo. "Tolong kau bujuk Jongin untuk mengizinkan aku menetap di apartmennya selama kurang lebih dua minggu sesuai tanggal kepulanganku yang sesungguhnya." Baekhyun hampir menjatuhkan kaleng soda milik Kyungsoo yang baru saja di minumnya. Apa Kyungsoo sudah gila?

"Yak! Kau gila eoh? Kau bahkan tidak mengenal siapa itu Kim Jongin dan kau menyuruhku untuk ..." Bakhyun kehabisan kata-kata akibat kelakuan aneh Kyungsoo. "Aku tidak ingin melihat Chanyeol murka jika dia tahu adiknya tinggal di rumah Kim Jongin." Baekhyun menggeleng-geleng kepalanya tidak percaya.

"Oppa tidak akan marah kalau kau tidak membocorkannya Baek. Lagian, apa yang salah dengan tinggal bersama Kim Jongin?" Kyungsoo bertanya polos dengan mata bulatnya yang entah mengapa terasa menghipnotis Baekhyun untuk menyetujui permintaannya. Apa Kyungsoo sedang menghipnosisnya?

"Tidak Kyungsoo. Kau tidak tau berapa banyak perempuan yang menghabiskan malamnya secara sia-sia bersama Kim Jongin itu. Dan aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika kau seatap bersamanya. Tidak. Aku tidak setuju dengan idemu. Kau bisa tinggal di Hotel atau di apartmentku." Baekhyun bersikeras tidak menerima tindakan bodoh Kyungsoo. Membiarkan kyungsoo tinggal bersama Jongin itu serupa menyerahkan bayi pinguin ke dalam kandang beruang. Bisa saja bayi pinguin dimakan hidup-hidup oleh si beruang,kan?

Kyungsoo sendiri terlihat kecewa saat Baekhyun mengatakan bahwa Jongin sering bermain dengan beberapa perempuan, namun ia berjanji pada diri sendiri bahwa ia akan menaklukan Jongin dan membuat wanita-wanita di sekitar Jongin menjauhi calon pacarnya itu. Kyungsoo percaya diri dalam hati.

"Ayolah Baek. Akan sangat membosankan jika aku harus tinggal di hotel sendirian. Dan apa kau bilang? Tinggal di apartmentmu? Yang benar saja Baek, Oppa akan langsung menyeretku dan mengurungku jika ia tahu aku pulang tanpa mengabarinya. Plissssss Baek, aku bisa jaga diriku sendiri. Aku bahkan empat tahun tinggal di negara sebebas New York tapi aku masih tau batasan sebagai perempuan. Baekii~ah, tolong aku sekali ini saja. Lagian, ku rasa Jongin tidak akan berlaku kurang ajar padaku karena dia tau aku sahabatmu. Ayolah Baek. Tolong aku." Baekhyun mengerut jijik melihat cara Kyungsoo merayunya. Apa-apaan dengan mata bulatnya itu. Huh. Merepotkan saja pikir Baekhyun.

"Bakilah. Aku akan membujuknya meskipun aku tidak yakin ia akan setuju." Kyungsoo langsung memeluk erat Baekhyun dan mencium pipinya. Baekhyun hanya tertawa melihat kelakuan calon adik iparnya yang sama sekali tidak berubah itu. Kekanak-kanakan dan tidak bisa kalau tidak dituruti keinginannya. Tadi saja kalau Baekhyun tidak langsung mengiyakan, sudah dipastikan bahwa Kyungsoo akan merengek dan jelas itu tidak baik untuk kesehatan kuping Baekhyun. Tapi yang Baekhyun tidak ketahui adalah Kyungsoo yang tengah menyeringai karena berhasil menipu Baekhyun dengan aktingnya.

.

.

Jongin kembali setelah 45 menit kemudian. Ia masuk dengan wajah yang masih belum bersahabat saat melihat Baekhyun yang malah tertawa terbahak-bahak bersama Kyungsoo, padahal tadi sebelum ia pergi, mereka berdua atau Baekhyun sendiri terlihat seperti ingin mencakar-cakar wajah Kyungsoo.

"Apa dengan tertawa bisa membuat kalian kenyang?" Kyungsoo dan Baekhyun menghentikan aktivitas mereka saat mendengar suara berat Jongin yang semakin berat saja karena sedang kesal. Kyungsoo yang mendengarnya merasa seperti akan meleleh karena menurutnya suara pria itu sangat seksi dan berbahaya karena nyaris merusak sistem kerja otaknya. Kyungsoo berpikir, jika nanti ia tinggal bersama Jongin, ia tidak boleh membuat Jongin kesal karena suara Jongin yang sedang menggeram marah bisa mengakibatkan hal yang tidan ia inginkan atau sebaliknya. Kyungsoo tertawa nista dalam hati.

"Oh kau sudah kembali?" Jongin meletakkan paper bag yang berisi makanan ke atas meja secara kasar. Hal itu mengundang kekehan Baekhyun dan Jongin hanya membalas dengan dengusan kemudian memilih mendudukjan dirinya di sofa single yang ia duduki sebelumnya.

"Kau sudah mengobati Kyungsoo noona, noona?" Baekhyun yang hendak membuka kotak pizza kembali menaruh perhatiannya pada Jongin. Pasalnya, Jongin bukan seseorang yang mau terlihat akrab dengan seseorang yang tidak di kenalnya. Baekhyun saja heran, mengapa Jongin bisa membawa Kyungsoo ke apartmentnya padahal Baekhyun sangat tahu Jongin tidak pernah membawa perempuan selain Ibunya, Luhan, Lay, dan Baekhyun sendiri karena mereka terlibat dalam lingkar pertemanan dan keluarga. Perempuan yang bermain bersama dengannya pun hanya akan mengahbiskan malam di luar, karena Jongin sama sekaki tidak suka orang luar memasuki rumahnya.

"Apa? Aku memanggil Kyungsoo dengan sebutan noona karena ia lebih tua dariku dan juga dia adalah temanmu." Jongin menjawab seakan bisa membaca pikiran Baekhyun. Baekhyun hanya manggut-manggut kemudian kembali meneruskan membuka kotak pizza. Matanya berbinar senang melihat makanan bulat bertabur potongan daging, sosis, dan lumeran keju tersebut. Baekhyun mengambil sepotong kemudian menyerahkannya pada Kyungsoo. Setelah dipastikannya Kyungsoo menyukai pizza tersebut, Baekhyun mengambil sepotong yang kemudian langsung dilahapnya. Ia menggumam kata 'wow' begitu lidahnya mencicipi hidangan Italia tersebut.

Jongin yang melihat interaksi antara Kyungsoo dan Baekhyun pun menampilkan senyumnya. Dari pada sahabat, Baekhyun terlihat seperti kakak bagi Kyungsoo. Jongin bisa melihat seberapa sayangnya Baekhyun kepada Kyungsoo maupun sebaliknya. Namun, senyumnya pudar begitu mengingat perlakuan Baekhyun yang mengusirnya beberapa waktu yang lalu. Jongin berdiri dari duduknya, menatap ke arah kedua perempuan yang sibuk mengunyah tersebut.

"Kalian berdua, setelah selesai makan pulanglah. Noona, teman yang kau maksud ingin kau hubungi sebelumnya Baekhyun noona, kan? Jadi karena Baekhyun noona sudah di sini, kalian bisa langsung pulang bersama. Aku akan tidur, pintunya tertutup otomatis kok." Setelah menyelesaikan kalimatnya, Jongin berlalu menuju kamarnya. Namun Baekhyun yang kembali memanggilnya membuat langkahnya terhenti.

"Ah ya Jonginnah. Aku mau minta tolong." Baekhyun berbicara dengan nada paling sopan yang pernah didengar telinga Jongin. Pasti ada sesuatu nih kalau gini, batin Jongin khawatir.

"Aku titip Kyungsoo denganmu yah? Tidak lama kok, cuma dua mingguan. Ya ya ya?" Baekhyun menampilkan aegyo yang menurutnya paling imut namun menurut Jongin paling menjijikan. Kyungsoo sendiri nyaris terbahak melihat kelakuan Baekhyun itu.

"Apa? Tidak mau. Aku tidak bisa tinggal dengan orang asing. Memangnya kenapa dengan apartmentmu noona?" Tanya Jongin sembari melirik ke arah Kyungsoo meskipun pertanyaannya ditujukan pada Baekhyun. Jongin merasa tidak enak hati melihat wajah Kyungsoo yang langsung terlihat murung, matanya pun terlihat redup padahal baru beberapa saat yang lalu mata itu berbinar seperti rembulan.

"Kyungsoo bukan orang asing Jongin. Kyungsoo ini sahabatku dan sudah seperti adikku sendiri. Aku tidak bisa mengajaknya tinggal bersamaku karna Kyungsok adik dari mantan pacarku dan mantar pacarku itu musuh bebuyutan Chanyeol dan aku juga tidak bisa membiarkan dia tinggal sendirian di hotel karena bisa saja dia diculik oleh ahjussi-ahjussi tidak bertanggung jawab. Tidak. Oh, aku harus bagaimana? Hanya kaulah harapanku satu-satunya." Baekhyun menghirup udara banyak-banyak karena berbicara dalam satu tarikan napas. Ia bahkan shock mendengar perkataannya sendiri. Bagaimana bisa Kyungsoo adik dari mantan pacarnya kalau yang sebenarnya adalah Kyungsoo adik dari pacarnya sendiri.

Tidak berbeda jauh dari Baekhyun, Kyungsoo pun sama terkejutnya karena ide Baekhyun yang menurutnya sangat luar biasa. Kamuflase yang bagus Baekki~yaa, batin Kyungsoo bertepuk tangan. Kyungsoo menatap ke arah Jongin yang ternyata juga sedang menatanya.

"Baikalah. Dia bisa tinggal di sini. Aku juga harus bertanggung jawab karena telah menabraknya dan membuatnya terluka," Melepas tatap dari Kyungsoo, Jongin menaruh atensi pada Baekhyun. "Aku akan pergi beristrahat." Baekhyun hanya mengangguk karena tidak percaya Jongin akan setuju secepat ini. Baekhyun masih menatap Jongin yang kini telah hilang di balik pintu kamar tidur.

"Uwah. Kau penipu ulung Baek." Bisikan disertai kekehan dari arah kanannya membuat Baekhyun tersadar.

"Aku sendiri merasa berdosa pada Chanyeol." Kyungsoo semakin terbahak dan kemudian menepuk-nepuk pundak Bakhyun.

"Kalau dipikir-pikir, apa yang kau katakan tidak sepenuhnya bohong Baek," Kalimat Kyungsoo membuat Baekhyun bingung, ia masih menunggu Kyungsoo untuk melanjutkan perkataannya, "Sebentar lagi kau akan menikah dengan Chanyeol oppa, dan itu membuatnya menjadi suamimu bukan lagi pacarmu. Jadi, Chanyeol oppa nanti akan menjadi mantanmu Baek." Kyungsoo bertepuk tangan karena filosofi yang menurut Baekhyun gila. Tapi sesaat kemudian mereka kembali tertawa, karena keabsurd-an tingkah mereka sendiri.

.

"Kyung, bagaimana soal Sehun dan Luhan? Pertunanganmu?" Tanya Baekhyun setelah mereka berada di pintu apartmen Jongin. Setengah jam setelah menghabiskan dua kotak pizza berukuran medium, Baekhyun pamit pulang karena waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, dan besok Baekhyun memiliki tiga janji dengan ibu-ibu hamil. Yah, Baekhyun adalah dokter kandungan, itu sebabnya ia marah pada Jongin karena menyuruhnya datang hanya karena korban tabrak sepeda.

Kyungsoo yang saat ini sedang berdiri berhadapan dengan Baekhyun pun hanya tersenyum misterius. Kyungsoo menahan pintu sementara Baekhyun telah berada di luar, masih menunggu jawabannya.

"Aku sudah putuskan Baek. Kalau aku akan tetap melanjutkan pertunangan ini bagaimanapun caranya." Kyungsoo melambaikan tangannya pada Bakehyun sebelum akhirnya memilih menutup pintu apartmen Jongin. Sedangkan Baekhyun di balik pintu hanya bisa menebak-nebak, apa yang ada di otak Kyungsoo, karena mereka sama-sama tahu bahwa Luhan dan Sehun saling mencintai, dan meneruskan pertunangan berarti Kyungsoo harus rela menyakiti sahabatnya atau bahkan dirinya sendiri. Baekhyun meninggalkan apartment Jongin dengan berbagai macam pertanyaan, hingga akhirnya ia teringat sesuatu. Mengambil ponsel dari dalam tasnya, Baekhyun menulis pesan dengan cepat.

To. Kim Jongin

Message: AKU AKAN MEMBUNUHMU JIKA KAU MENYENTUH KYUNGSOO SEUJUNG JARIPUN !!!

.

Tbc

.

Author Note :

Halowww... Aku kembali lagi. Ehe ehe.

Sebelumnya aku berterima kasih kepada teman-teman yang sudah berbaik hati mereview, memfollow, dan memfavkan ff ini. Big Hug ({})

kyungi love, Kim Soosoo, Love soo, Wulankai, Litleooh, Kim Soo Kyung. Guest.

aku berusaha untuk memperpanjang tiap chapternya yah. Semoga suka dengan Chap ini, sampai ketemu di chap depan. Chapter petualangan kai dan kyungsoo tinggal bersama. hehe.

typo epriwer . haha

baibaii..

Salam sayang.

mwah,

Anna :))