TRACK#3
1 Jam 50 menit film tersebut diputar, dan Luhan benar-benar tidak menikmati filmnya sama sekali. Kini Luhan tengah duduk didepan meja yang telah disediakan untuk acara fansign, beberapa penggemar membawa poster dan foto untuk ditanda tangani, serta beberapa hadiah untuk para pemain.
Dihadapan Luhan kini tengah duduk laki-laki yang tadi duduk disebelahnya, ia bahkan sudah duduk walaupun antrean belum dibuka.
"Maaf, apa yang kau lakukan disini, antrean belum dibuka." Jelas Luhan berusaha ramah.
"Produser mengizinkanku untuk mendapatkan tanda tanganmu yang pertama, aku membawa DVD serta photocard limited editionmu. Aku ingin kau menanda tanganinya." Pinta laki-laki tersebut.
"Baiklah, terserah kau saja." Luhanpun membubuhkan autografnya pada DVD dan photocard tersebut.
"Bisakah kau menuliskan sebuah kalimat." Lanjut laki-laki tampan itu.
"Ok, apa yang kau inginkan untuk kutulis?" Tanya Luhan.
"Untuk Park Sehun, Aku Mencintaimu." Jawab Sehun dengan mantap.
Luhan sempat ragu untuk menuliskannya. Ia begitu gugup, hingga tak terasa bulir-bulir keringat berjatuhan disekitar keningnya. Tapi, ia mencoba berpikir positif, ia hanyalah seorang penggemar, tak ada salahnya untuk memberikannya sedikit fan service.
"Kau berkeringat, beristirahatlah kalau kau kelelahan." Ucap Sehun sambil menyeka keringat di dahi Luhan dengan sapu tangan yang baru saja ia keluarkan dari balik jasnya.
Luhan benar-benar tak berkutik saat Sehun menyeka keringatnya, ia tak tahu harus berbuat apa, pada akhirnya ia hanya bisa pasrah dan membiarkan Sehun menyelesaikan aktivitasnya.
"Oya, aku ingin kau menuliskan kata-kata tadi dilenganku." Lanjut Sehun sambil menggulung lengan kemeja dan jasnya.
Luhanpun menuruti kemauan Sehun dan menuliskan kata-kata tadi dilengannya.
"Terima kasih, ini untukmu." Sehun menyerahkan sapu tangan yang ia gunakan tadi kepada Luhan, lalu bergegas meninggalkan Luhan dimejanya.
"Tunggu, apa kau tak mau berfoto bersama?" Luhan mencoba berterima kasih, lagipula foto bersama adalah hal yang sangat wajar dilakukan pada saat fan signing, malah hampir semua penggemar pasti ingin berfoto bersama.
Sehun menghentikan langkahnya dan berbalik menghampiri Luhan, wajahnya sangat dekat dengan Luhan, hingga Luhan dapat menghirup aroma maskulin dari cologne yang digunakannya, aroma citrus dan kayu kasmir menusuk hidung Luhan. Anehnya, Luhan sangat menyukai aroma tersebut.
"Tak perlu, aku akan selalu menemukan cara untuk bisa berdekatan denganmu." Jawab Sehun dengan lugas, kemudian meninggalkan wajah Luhan yang memerah akibat perlakuannya.
Setelah Sehun meninggalkan meja Luhan, antrean mulai dibuka, dan Luhan masih menatap sosok Sehun yang semakin lama semakin kabur, akibat banyaknya fans yang menutupi pandangannya.
"Selamat sore, Tuan Baekhyun. Sudah saatnya Tuan untuk mandi dan berganti pakaian." Kata Bibi pelayan.
"Maaf, Bi. Aku menolaknya." Jawab Baekhyun.
"Tapi, Tuan. Tuan Chanyeol sudah mempersiapkan segalanya, Saya ditugaskan untuk mempersiapkan Tuan Baekhyun untuk acara malam ini." Lanjut si Bibi.
Melihat si Bibi, Baekhyun teringat dengan Ibunya. Baekhyun terbayang-bayang apa yang akan terjadi pada Bibi jika Baekhyun tidak mengindahkan perintah Chanyeol. Baekhyun benar-benar tak tega, Chanyeol adalah seorang Psikopat, dia pasti akan menghukum Bibi.
"Baiklah, Bi." Baekhyun akhirnya luluh, ia tak peduli tentang acara apa yang sudah disiapkan Chanyeol malam ini, bahkan Baekhyun tidak menanyakannya pada Bibi ketika Bibi melepaskan rantai yang mengurungnya di kasur.
"Air hangat sudah saya siapkan. Saya permisi dulu, Tuan. Saya akan membawakan pakaian Tuan." Kata Bibi lalu meninggalkan Baekhyun.
Baekhyun menuju kamar mandi yang ada didalam kamarnya, Kamar mandi itu begitu mewah dengan Bath tub berbentuk lingkaran yang dikelilingi oleh lilin-lilin aroma terapi. Perlahan-lahan Baekhyun mulai menanggalkan pakaiannya yang sudah begitu kumal dan bau keringat, Baekhyun mulai mencelupkan tubuh polosnya kedalam air hangat, menikmati setiap sapuan hangat yang mengisi pori-pori kecil disekujur kulitnya. Baekhyun begitu menikmati acara mandinya, air hangat yang menyapu tubuhnya seperti menyapu seluruh penat dan beban pikirannya. Kegilaan Park Chanyeol benar-benar membuatnya naik pitam.
"Berhenti menggerutu dan berpikir yang tidak-tidak Byun Baekhyun, itu sangat tidak baik untuk kulit wajahmu, kau akan terlihat keriput jika terlalu banyak beban pikiran." Kata Baekhyun pada dirinya sendiri.
Nampaknya Baekhyun menghabiskan waktu cukup lama dikamar mandi, mungkin sekitar 45 menit. Baekhyun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan Bathrobe dan handuk yang dilingkarkan kekepalanya. Dikasurnya sudah ada satu setel pakaian mewah berwarna abu-abu. Kemeja, jas, dan celana dari merk terkenal yang Baekhyun tahu dengan pasti harganya, Baekhyun pernah berniat untuk membeli pakaian ini, tapi ia mengurungkan niatnya karena ia ingin berlibur ke Eropa. Alih-alih berlibur, Baekhyun malah terdampar di sarang monster.
"Dasar Penguntit. Kau memang tidak waras Park Chanyeol." Ucap Baekhyun sambil menyentuh pakaian tersebut. Disatu sisi Baekhyun merasa senang karena mendapatkan apa yang ia inginkan dengan cuma-cuma, tapi disisi lain Baekhyun merasa benar-benar takut pada Chanyeol, bagaimana mungkin dia bisa tahu barang-barang yang Baekhyun inginkan, padahal Baekhyun tak pernah bercerita pada siapapun tentang jas ini, bahkan pada Luhan dan Kyungsoo sekalipun. Kemudian, Baekhyun mengingat-ingat kembali kata-kata yang pernah dikemukakan Chanyeol.
"…aku tahu dimana kau berada, jadwal kerjamu, barang-barang kesukaanmu dan kemanapun kau ingin pergi…."
Baekhyun bergidik membayangkannya, Chanyeol tidak pernah bermain dengan kata-katanya. Dia benar-benar seorang Psikopat.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar Baekhyun, Baekhyunpun berteriak lembut guna mempersilakan masuk si pengetuk pintu.
"Masuklah."
"Permisi Tuan, apa Tuan perlu bantuan? Saya juga membawakan parfum favorit Tuan." Tanya si Bibi sambil menyerahkan parfum tersebut kepada Baekhyun.
"Kurasa aku bisa merapikan bajuku sendiri, terima kasih. Oya, bagaimana kau bisa tahu parf…" Baekhyun tak melanjutkan kata-katanya ia sudah tahu jawabannya.
"Maksudku, terima kasih juga untuk parfumnya." Koreksi Baekhyun.
"Baik, Tuan. Saya permisi dulu, 15 menit lagi saya akan mebawa Tuan bertemu dengan Tuan Chanyeol." Ucap Bibi lalu, meninggalkan Baekhyun.
Akhirnya acara fan sign berakhir pada sore hari, Luhan cukup kelelahan, tapi ia juga begitu senang karena bisa bertemu dengan penggemarnya dan membuat mereka tersenyum bahagia. Bagi seorang entertainer penggemar adalah unsur yang sangat penting bagi kesuksesan mereka, penggemar membuat si entertainer terus eksis didunia hiburan. Tapi, bagi Luhan penggemar tidak hanya sebatas itu, Penggemar dimata Luhan adalah alasan mengapa ia ingin terus berkarya, ia ingin melihat orang lain tersenyum karenanya, ia ingin melihat lebih banyak lagi orang-orang yang terinspirasi olehnya.
Park Sehun, sudah beberapa jam yang lalu ia meninggalkan tempat ini, tapi bayangannya masih membekas dibenak Luhan.
"Produser-ssi, apakah orang yang duduk disebelah kiriku saat penayangan film dan orang yang pertama kali mendapatkan autografku siang tadi adalah kru film? Aku tak pernah melihatnya." Tanya Luhan kepada produsernya.
"Oh, maksudmu Tuan Park? Dia adalah enteprenuer muda dari keluarga Park yang terkenal dengan perusahaan raksasanya Park, Corp., dia merupakan sponsor utama dari film kita, langkah ini ia ambil sebagai strategi untuk memperkenalkan perusahaan barunya yang akan segera diresmikan dalam waktu dekat. Kalau aku tak salah ingat, nama perusahaannya adalah H2, Inc." Jelas Pak Produser dengan gamblang kepada Luhan.
"Oh begitu, tapi kenapa dia duduk disampingku dan menginginkan autografku?" Tanya Luhan lagi.
"Entahlah, aku juga tidak mengetahui alasan spesifiknya, dan seperti yang kau tahu, aku tidak bisa menolak keinginannya." Jawab Pak Produser.
"Baiklah Pak, kalu begitu aku pamit pulang dulu, terima kasih untuk kerjasamanya hari ini." Pamit Luhan kepada produser, pemain, dan kru film lainnya.
Annyeong Ching! MAMAH DAN AA' CURHAT DONG! MAMAH LAGI KESEL BANGET! FAK BANGCIAT AUTHORNYA UNCONTROLLED LOVE! FAK SUTRADARANYA, FAK PRODUSERNYA, FAK SEMUA YANG BIKIN PELEMNYA, ANZEEENG! kenapa sad ending gitu part2nya, udah nungguin lama-lama, anjeeerrr kesel banget, mamah nangis kejer. faklah, kesel banget, pengen nyantet authornya. kesel-kesel-kesel.. kasian Shu Nian, kenapa harus mati, mana kiss scene sama bed scenenya di cut, i'm okay if you want to make a sad ending, cause i know happiness won't last forever, but PLEASE DO NOT CUT THEIR SWEET ROMANCE! ANZENG! FAK!... he deserved to be happy. fakuy! you bitch! pital koe'!
maafkan mamah malah curhat oot. abisnya kesel banget. yaudahlah ya. semoga kalian senang baca part ini, tapi kayaknya agak boring dipart ini. hahaha.
