Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rate : T
Warning : OOC, typo (maybe), AU, angst (dikit), gaje, amburadul, dll
Termenung, itulah yang dapat Sasuke lakukan setelah bangun dari tidurnya tidak bisa dibilang nyenyak itu. Terus terpikir olehnya bayang-bayang gadis yang dulu ia cintai hingga akhirnya bertemu dengan sang pujaan baru, Hinata. Tapi tak terpikir sedikitpun olehnya kalau gadis pujaannya itu juga sedang disukai oleh seseorang, sahabatnya sendiri, Naruto. 'Apa yang kau pikirkan Sasuke? Kau bahkan belum pernah berbicara pada Hinata sepatah kata pun! Bodohnya aku. Seharusnya kusadari jika kedatangan Dobe itu akan membuat semua rencana berantakan!' Gumam Sasuke sambil mengacak-acak rambutnya sendiri tanda frustasi.
"Nghh..." Hinata membuka matanya, mengucek-ucek matanya karena lengket dengan lendir-lendir yang bersarang di kelopak matanya, "Sekarang jam 8." Dengan malas dia berjalan gontai menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Setelah bersih, dia turun kebawah menuju ruang makan untuk sarapan. "Ohayo minna!" Ucap Hinata bersemangat sambil melambaikan tangan.
"Ohayo nii-chan." Sambut Hanabi sambil membawa semangkuk sop ayam dari dapur, setelah diletakkan diatas meja makan, Hanabi memperhatikan penampilan aniki-nya itu. "Nii-chan mau keluar ya?" Pertanyaan Hanabi dijawab dengan sebuah anggukan kecil. "Kemana?" Tambah Hanabi penasaran.
"Mengantar teman, Hanabi-chan." Jawab Hinata sambil tersenyum kecil dan beranjak duduk di salah satu kursi di meja makan, "Pasti itu cowok ya, nii-chan? Tanya Hanabi sambil terkikik, karena sepengetahuannya, aniki-nya itu belum pernah pergi bersama seorang cowok.
"Eh?" Semburat merah keluar di pipi Hinata, "Rahasia. Wekk." Ledek Hinata sambil menjulurkan lidahnya. "Ihh nii-chan bikin penasaran aja!" Kata Hanabi sambil memasang wajah cemberut. "Sudah-sudah, cepat dimakan sarapannya, nanti keburu dingin." Suara berat keluar dari mulut sang ayah untuk mengkomandoi kepada anak-anaknya untuk segera makan. Setelah berdoa, "Itadakimasu!" Seru Hanabi semangat seraya menyantap makanannya, Hinata dan Tou-sannya hanya bisa tersenyum melihat tingkah polos Hanabi.
"Jam 9." Hinata terlihat bingung mondar-mandir di ruang tamu seperti menunggu sesuatu. Oh iya, hari ini kan Hinata memang ada janji dengan Naruto untuk mengajaknya keliling kota.
TENG TENG
Lonceng khas rumah Hyuuga berdentang, menandakan ada yang datang. Dengan segera Hinata membuka pintu depan dan melihat seorang cowok bermata blue saphire sudah berdiri tepat didepannya. "Maaf membuatmu menunggu, Hinata-chan." Sambut Naruto sambil mengeluarkan cengiran khasnya, pipi Hinata sukses menjadi merah bersemu lagi. "Ini ya pacarnya Nii-chan?" Tiba-tiba keluar suara cempreng dari sudut ruangan yang membuat Hinata dan Naruto menoleh. "B-bukan, Hanabi-chan." Jawab Hinata malu-malu.
"Ini adikmu ya, Hinata-chan?" Pertanyaan Naruto hanya disambut anggukan kecil lagi, "Dia lucu ya? Haha." Naruto tertawa kecil melihat tingkah laku Hanabi, "Kau ingin ikut, Hanabi-chan?" Tawar Naruto. "Mau!" Jawab Hanabi semangat, "Ya udah sana ganti bajumu, Hanabi-chan!" Senyum Hinata seraya Hanabi meninggalkan kedua insan untuk berganti pakaian. "T-tidak merepotkan kalau Hanabi diajak, Naruto-kun?" Hinata bertanya dengan memiringkan kepalanya ke kiri sedikit, Naruto hanya mengangguk. Tak sampai 5 menit, Hanabi kembali. Disambut dengan sebelah tangan Hinata dan Naruto mereka berjalan keluar rumah untuk melihat-lihat kota.
Pepohonan hijau yang rimbun menjadi pemandangan mereka disetiap jalanan yang mereka lalui, toko-toko dipinggir jalan yang mulai dibuka pun tak terlewatkan oleh pandangan. Nyanyian kecil pun dikeluarkan oleh Hanabi, dilanjutkan oleh Hinata dan Naruto yang ikut bernyanyi di sela-sela jalan-jalannya. Setelah berjalan-jalan selama kurang lebih 2 jam, akhirnya mereka beristirahat di taman kota.
"Kalian haus?" Tanya Naruto sambil menatap kedua gadis didepannya itu.
"Iya Naruto-chan!" Seru Hanabi sambil memegang-megang tenggorokannya menandakan kalau dia sedang haus.
"Sebentar ya aku belikan minum dulu." Ujar Naruto seraya meninggalkan mereka yang kelihatan capek, melangkah menuju sebuah kedai yg tidak jauh dari tempat istirahatnya. Tidak lama setelahnya, Naruto kembali. "Ini minumannya." Naruto nampak menyodorkan dua minuman kepada Hinata dan Hanabi, dengan rakus Hanabi meminumnya hingga habis.
"Habis ini, kita kemana lagi, Hinata-chan?" Tanya Naruto di sela kegiatan meminumnya, "T-terserah padamu, Naruto-kun." Jawab Hinata yang membuat Naruto menaikkan sebelah alis, berfikir sejenak kemana dia akan pergi setelah ini. "Bagaimana kalau kita ke Bioskop?" Tawar Naruto yang membuat Hinata terselak minumannya, dengan sigap Naruto menepuk-nepuk punggung Hinata dengan ringan. "Kau tidak apa, Hinata-chan?" Tanya Naruto khawatir. "T-tidak apa-apa kok." Jawab Hinata sambil menepuk-nepuk dadanya. "Bagaimana, kau mau? Kurasa Hanabi juga ingin pergi ke Bioskop." Tambah Naruto meminta jawaban, "I-iya." Jawab Hinata singkat namun pasti.
Setelah berjalan tidak jauh dari taman, mereka sampai di Bioskop yang mereka tuju dipandu oleh Hinata karena Naruto masih belum mengerti betul letak-letak kota. "Aku ingin lihat film itu nii-chan!" Seru Hanabi sambil menunjuk-nunjuk sebuah poster besar bertuliskan "Kungfu Panda 2" # critanya disana kan film kungfu panda 2 baru keluar :D # "Iya, Hanabi-chan." Sahut Hinata menenangkan tingkah laku Hanabi yang dari tadi hyperactive tersebut, Naruto hanya geleng-geleng dibuatnya.
"Maafkan Hanabi ya, Naruto-kun." Bisik Hinata yang berjalan didekat Naruto, mereka sedang menuju loket untuk memesan tiket.
"Tidak apa-apa kok, aku senang kalau Hinata juga senang." Goda Naruto yang sukses membuat Hinata blushing lagi.
"N-naruto-kun bisa saja." Ucap Hinata seraya memalingkan wajahnya karena malu.
Sasuke yang daritadi hanya mondar-mandir karena bingung mau ngapain (?) akhirnya memutuskan untuk menemui Naruto yg notabene berada tepat satu lantai dibawahnya. Dengan langkah gontai dia akhirnya sampai tepat di depan, Sasuke berfikir 'Mungkin si Dobe itu jam segini masih tidur, akan kubangunkan dia.' Karena memang biasanya Naruto jika hari minggu seperti ini selalu bangun siang, malah biasanya sampai sore baru bangun.
TOK TOK TOK
Diketuknya dengan pelan pintu reyot yang berada tepat berada didepannya itu, setelah beberapa ketukan tidak kunjung dibuka. Sasuke mulai berfikir untuk mengirim SMS ke Naruto, menanyakan dia sedang dimana.
To : Dobe
Hoi Dobe, kau sedang ada dimana?
From : Dobe
Aku sedang keluar, Teme!
To : Dobe
Bersama siapa?
From : Dobe
Hinata!
JDUAARRR
Sasuke kaget bak melihat pocong (?) di depannya ketika melihat pesan terakhir yang ia baca, hampir sukses membuatnya membuang handphonenya itu, namun di urungkan niatnya karena Sasuke ingat kalau itu handphone kesayangannya. Namun ada sebuah ide yang terpikir di benaknya, lalu dia dengan cepat mengetik sebuah SMS lagi.
To : Dobe
Boleh aku ikut?
From : Dobe
Boleh. Kami sedang nonton di Bioskop Studio 7 kursi K-19. Cepat kesini atau kau akan terlewat dengan filmnya!
Senyum seringai mesum (?) nampak di bibir Sasuke, mungkin idenya tadi akan berhasil. Dengan cepat-cepat dia kembali menuju kamarnya dan ganti baju, lalu dengan kecepatan lari melebihi kecepatan cahaya (?) dia menuju Bioskop yg dimaksud Naruto tadi.
"Hosh... Hosh..." Sasuke berhenti tepat didepan loket tiket menuju Bioskop, dia terlihat lelah, sedang mengatur nafasnya karena baru melakukan olahraga lari marathon (?) dari kamar kostnya menuju Bioskop. "Satu tiket untuk studio 7!" ujar Sasuke kepada salah satu petugas tiket di loket, "Ini." Sodor petugas tiket, 'Kungfu Panda 2? Aku tak menyangka kalau Dobe menyukai film kartun.' Gumam Sasuke seraya masuk menuju Studio 7 dan mencari-cari tempat yang dicari.
DUG!
BRAKK!
JEDUG!
*suaranya gak nyambung semua, kan di dalem bioskop gelap tuh jadi nubruk-nubruk :D*
"Oi Teme! Sini!" Teriak Naruto yang melihat Sasuke sedang berlarian kesana-kemari karena bingung mencari tempat. Suaranya sukses membuatnya dilempar botol minuman kosong dari penonton lain.
"Disitu kau rupanya." Ujar Sasuke lirih karena tak mau bernasib sama seperti Naruto yang dilempari botol seraya duduk di kursi kosong sebelah kanan Naruto. "Ternyata kau suka film beginian ya, Dobe?" Tanya Sasuke dengan tampang cuek bertanya kepada Naruto, "Bukan aku yang ingin nonton beginian." Jawab Naruto sambil menunjuk kearah Hanabi yang berada dua kursi dari Naruto. "Kukira kau sedang kencan dengan Hinata, haha." Sasuke menoleh kearah Hanabi yang daritadi sedang asyik menonton 'film'nya tanpa menghiraukan siapapun. "Tadi niatku sih begitu." Bisik Naruto kepada Sasuke dengan senyum seringai di bibir Naruto yang lebih kearah 'ngejek'. "Cih." Ucap Sasuke datar sambil membuang pandang kearah layar. 'Kena kau Teme!' Gumam Naruto dalam hati.
"Huah. Keren juga filmnya!" Seru Naruto kepada Hanabi sambil mengacungkan kedua tangannya. "Apa kubilang, keren kan filmnya!" Seru Hanabi berbinar. "Hn." Jawab Sasuke singkat. "Sekarang kita kemana ya?" Tanya Naruto sambil menaruh kedua tangannya dibelakang kepala. "Aku lapar." Ujar Hanabi memegang perutnya yang sudah konser sejak keluar dari Bioskop. "K-kalau begitu kita makan saja." Usul Hinata. "Ramen!" Seru Naruto mengucap nama makanan favoritnya. "Ramen?" Tanya Sasuke menghentikan kegiatan jalannya. "Terserahlah, aku juga lapar." Tambahnya melanjutkan jalan. "Bagaimana kalau ke Ichiraku Ramen? Ku dengar disana ramennya enak sekali." Pernyataan Hinata barusan membuat mata Naruto berbinar bagai ramen mendidih (?) dan segera mereka jalan kesana.
TRIINGG
Suara debuah handphone dari saku Hinata berdering yang dengan tidak berbelit lagi diangkatnya, "Halo?" Hinata mengernyitkan dahinya sambil menoleh ke hadapan Hanabi yang berada di sampingnya. "Baiklah, Tou-san." Akhir Hinata memencet tombol merah di sudut keypad handphonenya yang berlabel Sony Ericsson. "Ada apa, nii-chan?" Tanya Hanabi polos, "Tou-san menyuruh kita pulang, Hanabi-chan." Jawab Hinata datar, "Yah, hari minggu yang singkat ya, Hinata-chan." Ujar Naruto, "I-iya."
"Apa yang kita tunggu lagi? Kita harus mengantar Hinata pulang." Ucap Sasuke tiba-tiba, "Tumben kau banyak bicara, Teme." Ucap Naruto yang memulai jalan. "Memang biasanya aku tidak seperti ini?" Tanya Sasuke sinis, Hanabi dan Hinata hanya diam memperhatikan, "Biasanya kau paling hemat bicara." Jawab Naruto datar tidak ambil pusing. "Hn."
"Kapan-kapan aku boleh mengajakmu jalan-jalan lagi kan, Hinata-chan?" Tanya Naruto secara spontan, "Wah!" Hanabi hanya berseru melihat pipi sang kakak memerah. Sasuke yang berjalan disamping hanya diam, 'Si Dobe ini! Dari tadi menggoda Hinata saja!' Gumam Sasuke sambil menahan 'api cemburu'. "B-boleh kok, Naruto-kun." Jawab Hinata malu-malu. "Ternyata benar ya Dobe, kau suka dengan Hinata." Bisik Sasuke di telinga Naruto, senyum simpul muncul di bibir Naruto, "Kau juga kan, Teme?" Bisik Naruto pada Sasuke, "Hn." Elak Sasuke untuk menjawab.
Setelah berjalan beberapa saat, mereka sampai di kediaman Hyuuga. "Arigatou, Hinata-chan." Cengir Naruto kepada Hinata, "B-buat apa, Naruto-kun?" Tanya Hinata sambil memainkan kedua jarinya, "Hari ini kau kan sudah mengantarku keliling kota." Jawab Naruto. "Sudahlah Dobe, ayo kita pulang. Bye Hinata!" Ujar Sasuke sambil menarik kerah baju Naruto. "Bye Naruto-chan, Sasuke-chan!" Hanabi melambaikan tangannya kepada Naruto dan Sasuke, "Bye Naruto-kun! Sasuke-kun!" Kemudian Hinata, Naruto hanya bisa tersenyum simpul sambil melambaikan tangan kepada 'bidadari'nya. Sasuke pun di buat tak berdaya oleh Naruto yang terus-terusan menggoda Hinata.
To Be Continued
A/N : Gomen minna agak telat update, lagi sibuk UAS :D *dilempar sepatu* lagi gak punya inspirasi buat fict nih, maka nya agak telat.
