Kids

Cast : HunHan

Disclaimer : Pemain milik dirinya masing-masing. Cerita hanya berdasarkan imajinasi saya yang sedang craving kids au hunhan dan terinspirasi dari tulisan author2 lain yang jauh lebih kece *bukan berarti aku plagiat yah sueer*

Selamat membaca!


Bayi Sehun berlari tertatih menuju pintu rumah dimana Yixing yang tengah menggendong Luhan baru datang untuk berkunjung. Tangan kecilnya menarik kaos kaki bermotif pokemon dari kaki si balita yang terjuntai.

"Lulu?" si bayi memiringkan kepalanya ketika tidak mendapat tanggapan dari si balita.

"Oh, Sehunnie~" Yixing yang menyadari sosok Sehun di kakinya sedikit berjongkok agar si bayi bisa melihat Luhan lebih jelas. Balita 4 tahun 6 bulan itu sedang menelusupkan kepalanya di leher ibunya dan tidak bergeming. "Luhan-hyung sedang tidak enak badan hari ini. Sehunnie mau membantu Yixing-eomma merawat Luhannie tidak?"

Sehun melemparkan tatapan cemasnya bergantian dari Luhan ke Yixing. Ia tiba-tiba ingin menangis mendengar hyung favoritnya sedang sakit. Apalagi ditambah Luhan yang tidak mau melihat kearahnya.

"Mau lawat Lulu…" lirih Sehun sambil menggenggam ujung sweater coklat muda Luhan.

Yixing tersenyum melihat wajah si bayi yang sendu, "Anak pintar~ Nah, sini eomma gendong dan kita menuju ruang tamu, hm?"

Dengan sedikit kerepotan, Yixing memeluk tubuh bayi 16 bulan itu dengan tangan kirinya sementara Luhan berada di sebelah kanan dan membawa kedua balita tersebut ke sofa ruang tamu.

"Omo Park Sehun! Kenapa kau digendong juga?" Baekhyun yang baru selesai menyiapkan minum dan cemilan untuk Yixing berseru kaget melihat Yixing berjalan kesusahan dengan dua balita di pelukan. "Ish anak nakal jangan merepotkan Yixing-eomma!" omel Baekhyun dan berusaha mengambil Sehun namun si bayi merengek enggan.

"Tidak-tidak, Baek. Aku yang mau menggendongnya, kok." Yixing mengelak tangan Baekhyun dan tetap berjalan menuju sofa lalu menurunkan dua balita dengan perlahan.

Sayangnya setelah Sehun duduk di sofa, Luhan enggan melepas tangan mungilnya dari leher sang eomma. "Luhannie~ duduk di sofa yah dengan Sehun," bujuk Yixing namun kepala mungil si balita menggeleng ribut.

Sehun yang melihat Lulu-nya tidak mau duduk bersamanya mulai terisak. Ia pikir Luhan sedang marah dengannya atau tidak mau lagi bermain dengannya. Yixing yang melihat bayi Sehun mulai meneteskan air mata, menghela napas dan mengangkat putranya ke pelukan sementara Baekhyun sendiri sudah mulai menimang Sehun meskipun ia bingung kenapa putranya tiba-tiba menangis.

"Sshh, jangan menangis Sehunnie. Tidak apa, eoh. Luhan-hyung disini lihat," bujuk Baekhyun menenangkan namun mata si mungil masih terpaku pada sosok balita yang tak jauh darinya.

"Luhannie, lihat Sehunnie menangis karena khawatir dengan Lulu." Yixing memberitahu putranya yang saat ini perlahan mengangkat kepalanya untuk melihat kearah Sehun.

Kontak mata antara si bayi dan Luhan membuat Sehun semakin terisak. "Huks, Luluuu.." rengeknya sambil merentangkan tangan kearah si balita.

Luhan yang melihatnya jadi ikut sedih dan menepuk tangan ibunya sambil menunjuk sofa minta diturunkan. Yixing mendesah lega dan mendudukan Luhan diatas sofa, setelahnya si bayi di gendongan Baekhyun ribut minta diturunkan pula.

Ketika Sehun akhirnya duduk disebelah Luhan, si bayi merangkak mendekati hyungnya yang menyambut dengan tangan terbuka siap memeluk tubuh gembil itu. "Uljima Hunnie~ Lulu disini, hm."

Bayi Sehun menghapus sendiri lelehan airmatanya menyadari Lulu-nya tidak marah dengannya dan menaruh tangan gembilnya di pipi Luhan yang terlihat besar sebelah. Si balita berjengit menghindari tangan si bayi dengan wajah meringis. "Andwae Hunnie, appo," jelas si balita.

"Lulu appo?" tanya si bayi yang dijawab anggukan oleh Luhan.

"Hyung," Baekhyun memanggil Yixing yang kini meminum tehnya dari single sofa di seberang kanan. "Luhannie sakit?" tanya Baekhyun lagi.

"Mhm, Luhannie sedang dalam usia dimana gigi susunya mulai tanggal, Baek. Geraham kirinya sudah goyang kemarin ketika ia makan dan sampai sekarang belum terlepas. Jadilah ia kesakitan."

Baekhyun ber 'ah' ria mendengarkan. Pantas saja pipi Luhan membengkak sebelah. "Balita mulai tanggal gigi susu diusia berapa Hyung?"

"Hmm Luhannie sekarang 4.5 tahun, menurut dokter Lee memang berkisar dari 4 hingga 8 tahun, Baek." Jelas Yixing dan Baekhyun mematrikan informasi ini sekiranya Sehun nanti akan mengalaminya juga.

"Eh, bagaimana kalau kita buat gigi itu terlepas Hyung?" celetuk Baekhyun membuat Yixing mengerutkan alisnya.

"Maksudnya, Baek?"

"Iya hyung seperti waktu kita kecil dahulu. Kita bisa mengikat giginya dengan tali lalu diikat ke gagang pintu. Setelahnya tarik pintunya dan 'Boom!' gigi Luhannie lepas~" Baekhyun menjelaskan dengan wajah sumringah dan kilatan mata jahil.

Yixing yang mendengarkan Baekhyun menganggukan kepala, berpikir mungkin saja rencana Baekhyun bisa berfungsi dengan serius. Sayangnya dua orang dewasa itu berbicara dengan suara yang lumayan kencang mengakibatkan dua balita di sofa tengah bisa mendengarnya. Ekspresi Luhan yang pucat pias membuat Sehun meskipun tidak begitu mengerti tahu bahwa apapun yang diucapkan ibunya barusan tidaklah baik.

"Hunnie Lulu takut…" lirih Luhan dengan bola mata berkaca-kaca.

Sehun mengeratkan jemarinya pada tangan Luhan dan melemparkan tatapan bengis pada ibunya yang saat ini tengah berbicara cara-cara lain pada Yixing. "Hun akan melindungi Lulu." Ucap si bayi pada si balita dan dengan perlahan menuruni sofa dengan meluncurkan tubuh gembilnya.

Sehun kecil menarik tangan Lulu agar mengikutinya namun menaruh telunjuk mungilnya di depan bibir yang mengerucut. "Jangan berithik yah." Bisiknya pada Luhan yang perlahan-lahan juga menurunkan kaki mungilnya ke lantai.

Kedua balita itu merangkak memutari sofa sebelum berlari keluar ruang tamu, menghilang dari jangkauan makhluk jahil bernama Baekhyun.

"Nah, lebih mudah pakai cara tarik langsung kan hyung! Setelahnya tinggal menempelkan batu es. Luhannie tidak akan begitu kesakitan!" pekik Baekhyun memutuskan.

"Hmm aku masih tidak yakin, Baek. Dokter Lee bilang giginya akan terlepas sendiri," jawab Yixing ragu. Ia ingat betul penjelasan dokter pribadi mereka yang mengatakan gigi Luhan akan tanggal 3-4 hari dengan alamiah.

"Tsk, hyung. Kalau lepas sekarang kan Luhannie tidak akan murung lagi. Ayolah hyung, kita dulu juga pernah melewati masa-masa ini." hasut Baekhyun dengan lihainya.

Yixing terlihat berpikir selama semenit sebelum akhirnya termakan omongan Baekhyun. "Baiklah. Ayo kita lakukan biar putraku bisa kembali ceria." Putus Yixing akhirnya membuat Baekhyun melompat senang. Jiwa usilnya akhirnya bisa dikeluarkan kembali.

"Eh, dimana anak-anak?" Yixing mengedarkan pandangannya menatap sofa yang seharusnya berisi dua anak balita.

"Hah?! Bukannya tadi mereka disini?" pikir Baekhyun sebelum memeriksa di balik sofa dan dibawah meja.

"Sehunnie~ Luhannie~ eodigaseyo?"

Suara Baekhyun merambat hingga keseluruh rumah membuat dua balita yang saat ini tengah bersembunyi di dalam lemari Sehun berjengit kaget dan merapatkan tubuh mereka.

"Huth, jangan berithik Lulu. Nanti monthernya datang!" ucap si bayi yang tangan kirinya menggenggam tangan Luhan sementara tangan kanannya memegang pistol air. Luhan sendiri memegang light saber merah sebagai pelindung diri. Di sekitar mereka bertebaran bola baseball, sepak, dan plastic warna-warni serta boneka-boneka untuk mereka lempar seandainya posisi mereka diketahui.

Kedua balita tersebut sempat mengambil persenjataan sebelum memutuskan bersembunyi di dalam lemari Sehun. Meskipun tempat tersebut gelap dan membuat takut, Sehun dan Luhan bertatapan sebelum saling berpegangan tangan dan bertekad mengatasi rasa takut gelap mereka.

"Kalau eomma berhasil menemukan Lulu, Lulu titip aiyonman Lulu pada Hunnie yah." Ucap si balita seakan mengamanatkan wasiatnya.

Si bayi menggelengkan kepalanya berulang kali. "Tidak akan Hun biarkan!" tekad si bayi.

Baekhyun dan Yixing mulai kebingungan mencari putra mereka. "Apa jangan-jangan mereka di culik, Baek?" panic Yixing membuat Baekhyun menepuk bahu hyungnya tersebut.

"Yang benar saja hyung. Kita berjarak kurang dari satu meter dari mereka. Kalau mereka diculik harusnya kita sudah lihat penculiknya." Gerutu Baekhyun sambil melongok ke lemari bawah dapur.

"Lalu mereka ada dimana?" lanjut Yixing kembali.

"Nah kalau itu aku juga tidak tahu. Pertanyaannya kenapa mereka tiba-tiba menghilang?" pikir Baekhyun melipat tangan di dada.

Baekhyun mengulang kejadian semenjak ia membukakan pintu untuk Yixing dan Luhan hingga saat ini. Bohlam di kepalanya menyala dan ia menjentikan jarinya sebelum terkekeh lucu.

"HA! Aku tahu," serunya.

"Eum, mwo?"

"Aku rasa Luhan dan Sehun mendengar percakapan kita yang mau menanggalkan gigi Luhan, hyung. Makanya mereka kabur dan lari dari kita!" jelas si nyonya rumah yang mulai berjalan keluar dapur dan bersenandung senang.

"Eeh, kenapa mereka kabur?" tanya Yixing belum mengerti dan memilih mengekori Baekhyun.

Baekhyun berdecak karena di kamar mandi tidak menemukan dua sosok balita. "Tentu saja karena mereka takut hyung. Mereka pikir kita akan menyiksa Luhannie atau semacamnya," walau aku memang sedikit ingin iseng, sih –pikir Baekhyun dalam hati.

"Kim Luhannie, Park Sehun, keluarlah~ eomma tidak akan menyakitimu, sungguh." Teriak Baekhyun bernada, sambil membuka pintu kamar Sehun.

"Hmmm sepertinya mereka tidak disini," ujar Yixing ketika Baekhyun mulai berjongkok dibawah tempat tidur Sehun.

"Tsk, kemana dua bocah itu yah," ucap Baekhyun sebelum ekor matanya melihat adanya cahaya merah yang keluar dari celah pintu lemari Sehun.

Seringainya langsung menguar dan dengan sengaja ia bersenandung dan tidak melihat kearah lemari namun langkah kakinya dibuat mundur untuk mendekat. Hingga satu langkah lagi ia bisa mendengar suara bisikan anak kecil yang membuatnya semakin yakin.

Dengan satu tarikan cepat, Baekhyun membuka pintu lemari menimbulkan teriakan histeris kedua bayi dan selanjutnya adalah semprotan air dan timpukan boneka menghantam wajah Baekhyun.

"KYAA PERGI JANGAN CABUT GIGI LULU," teriak Luhan sambil terus melempari Baekhyun dengan bola warna-warni.

"MONTHER HUTHH KAA," teriak Sehun yang sibuk menyemproti amunisi air dari pistolnya.

"Yak, yak, yak! Hentikan! Anak-anak!" seru Baekhyun yang menghindari aksi brutal balita-balita tersebut.

Yixing yang berdiri di depan pintu sibuk tertawa melihat adegan di hadapannya dengan tangan memeluk perut.

"Hyung bantu aku!" pekik Baekhyun namun tidak dihiraukan oleh Yixing yang malah semakin tertawa keras.

Luhan mengambil bola karet yang terletak di dekat kakinya dengan panic dan berniat melemparnya kearah Baekhyun namun sayang bola tersebut bertabrakan dengan sisi lemari menyebabkan bukannya terlempar keluar justru memantul mengenai pipi kiri Luhan.

"Auuw!" rintihan si balita tersebut membuat bayi disampingnya dengan sigap memandang kearah hyung-nya.

"Gwaenchana?" tanya si bayi melihat si balita terus mendudukan kepalanya. "Lulu…?" Sehun kembali bertanya dan membuang pistolnya begitu saja, memilih mengintip wajah Luhan yang tertunduk.

"Ugh, Hunnie.." keluh si balita sebelum mendongakan kepalanya sambil memegang sesuatu. "Gigi Lulu lepas." Ucapnya lagi.

Bola mata Sehun melebar dan melihat kearah telapak tangan kiri Luhan dimana sesuatu berwarna putih sedikit merah berada.

"Eomma gigi Lulu lepas! Tidak sakit lagi~!" pekik si balita girang dan beranjak turun dari lemari berlari menuju ibunya.

"Lihat-lihat!" seru si balita.

"Uwaah, daebak! Sudah tidak sakit lagi? Luhannie sudah bisa tersenyum dan makan lagi?" tanya Yixing dengan berlutut menyamakan tingginya dengan putra manisnya yang tengah tersenyum lebar.

"Ne, ne, ne. Tadi Lulu mau melempar Baekkie-eomma namun bolanya malah mengenai Lulu dan–"

Si balita mulai berceloteh panjang lebar pada ibunya sementara si bayi juga mulai merangkak turun mendekati hyung-nya.

"Lulu an appo?" tanya Sehun yang dibalas gelengan penuh senyum dari si balita.

"Hehe," kekeh si bayi melihat Lulu-nya tidak lagi sakit.

Ketiga orang tersebut sibuk bercerita sambil berjalan keluar kamar dengan Yixing yang menggenggam tangan kiri Luhan sementara Sehun menggenggam sebelah kanan. Ketiganya tidak menoleh kebelakang melihat Baekhyun yang tengah basah kuyup dan meniup poninya kesal.

Huh memang tidak boleh jahil pada anak kecil. Akibatnya malah berbalik ke diri sendiri, gerutu Baekhyun dalam hati.

bersambung


Huahaha sebenarnya aku udah buat chap yang lain tapi atas masukan jinjupark akhirnya aku memutuskan buat ini *tebar kertas**makasih loh masukannya*

Maafin yah bukannya buat Sehun tumbuh gigi malah Luhan yang tanggal gigi :B

nantikan special request dan chap2 lainnya yah! pfft